cover
Contact Name
Rachmat Somanjaya
Contact Email
rachmat.somanjaya@unma.ac.id
Phone
+6285211900033
Journal Mail Official
agrivet@unma.ac.id
Editorial Address
Fakultas Pertanian Universitas Majalengka Jl. KH. Abdul Halim No. 103 Majalengka, Jawa Barat, Indonesia 45418
Location
Kab. majalengka,
Jawa barat
INDONESIA
Agrivet: Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian dan Peternakan
Published by Universitas Majalengka
ISSN : 23546190     EISSN : 25416154     DOI : https://doi.org/10.31949/agrivet.
Core Subject : Agriculture,
Aim: Agrivet journal aims to publish original research results and reviews on tropical Agricultural and Animal Sciences. Scope: Agrivet Journal receives manuscripts encompassing a broad range of research topics in tropical Agricultural and Animal Sciences : Agribusiness, Agrotechnology, Animal Production, Animal Reproduction, Animal Nutrition, Sosio-economic of Livestock, and Livestock Product and environment.
Articles 18 Documents
Search results for , issue "Vol. 9 No. 2 (2021): Desember" : 18 Documents clear
CORAK BUDIDAYA JENIS AVIFAUNA OLEH MASYARAKAT KOTA MANOKWARI DI PAPUA BARAT, INDONESIA Deny Iyai; Yusak Sada; Dwi Nurhayati; Yubelince Y Runtuboi; Eliieser V Sirami; Melisa Warobah; Aisyah Bauw; Hans Mamboai
Agrivet : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian dan Peternakan (Journal of Agricultural Sciences and Veteriner) Vol. 9 No. 2 (2021): Desember
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (641.99 KB) | DOI: 10.31949/agrivet.v9i2.1751

Abstract

Masyarakat masih memanfaatkan jenis-jenis avifauna secara berlebihan. Teknik budidaya dari jenis avifauna dan bagaimana pemanfaatannya, merupakan focus dari kajian ini. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan teknik survei. Pengambilan sampel secara acak menggunakan metode wawancara dan observasi. Sebanyak 10 kepala keluarga sebagai responden dipilih dari masyarakat yang memiliki hobi memelihara satwa liar di kota Manokwari. Obyek pengamatan adalah proses domestikasi informasi dasar memelihara satwaliar di kota Manokwari. Obyek pengamatan adalah proses domestikasi informasi burung yang dipelihara, kegiatan berburu pemanfaatan avifauna, sistim perkandangan, makanan, tanda-tanda estrus, penyakit dan pencegahan dan aspek sosial ekonomi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa umur pemelihara untuk kelompok hewan avifauna didominasi oleh kelompok umur 22-44 tahun. Pekerjaaan para pemelihara satwa avifauna di Manokwari didominasi oleh ASN dan TNI/Polri sebanyak 2 orang diikuti oleh kelompok wiraswasta, pelajar dan petani sebanyak 10%. Pemelihara memiliki pendidikan sekolah menengah atas (50%), diikuti oleh sekolah menengah pertama (40%) dan perguruan tinggi (10%). Jenis avifauna yang dibudidaya adalah nuri, kakatua, cenderawasih, mambruk, rangkok, elang dan kasuari. Mambruk dan kasuri mulai terasan sulit ditemukan yang dikategorikan statusnya menjadi near threatened dan least concern. Bahan kandang yang digunakan sebagai dinding kandang adalah berupa kayu (100%), atap kandang terbuat dari seng (100%), serta lantai kandang yang digunakan bervariasi yaitu bambu, kayu, semen dan besi beton. Satwa avifauna diperoleh dengan cara di beli dan berburu. Pemanfaatan avifauna meliputi pemeliharaan hewan kesayangan, hiasan dan konsumsi. Penjinakkan dilakukan dengan memandikan hewan, diberikan makanan (sisa dapur), memberikan air liur dan juga dengan meletakkan hewan tersebut di dalam kandang. Lama waktu menjinakkan adalah 4.8 bulan (1-24 bulan). Masyarakat menjadikan avifauna sebagai hewan hiburan dana tau hiasan yang memiliki nilai estetika.
EVALUASI PERKANDANGAN KAMBING PERAH LAKTASI DI PETERNAKAN ALAM FARM MANGLAYANG KECAMATAN CILENGKRANG KABUPATEN BANDUNG Raden Febrianto Christi; Lia Budimulyati Salman; Hermawan; Ajat Sudrajat
Agrivet : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian dan Peternakan (Journal of Agricultural Sciences and Veteriner) Vol. 9 No. 2 (2021): Desember
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (565.522 KB) | DOI: 10.31949/agrivet.v9i2.1758

Abstract

Kandang merupakan tempat tinggal untuk hewan yang dapat memberikan rasa nyaman bebas dari gangguan luar. Kandang yang baik memiliki ukuran yang sesuai serta bagian-bagian dalam kandang seperti ventilasi. Apabila kandang tidak sesuai dengan kebutuhan dari ternak itu sendiri maka dapat menyebabkan stress sehingga akan berdampak kepada performa produksi susunya. Penelitian bertujuan untuk mengevaluasi ukuran-ukuran kandang kambing perah laktasi yang meliputi panjang, lebar, tinggi serta tinggi dari permukaan tanah. Kegiatan penelitian dilakukan di Peternakan Kambing Perah Alam Farm Manglayang Kecamatan Cilengkrang Kabupaten Bandung Jawa Barat. Penelitian menggunakan analisis deskriptif kuantitatif . Data sampel diperoleh dari 30 kandang kambing perah yang sedang laktasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ukuran kandang kambing perah di Peternakan Kambing Perah Alam Farm menghasilkan rata-rata pada setiap kandang besar (A) 140,4 x 102 x181,5 cm, kandang (B) 121,6 x 105,5 x 170 cm, Kandang (C) 142 x101x175 cm, Kandang D 122x100x170 cm dengan rataan tinggi kandang dari permukaan tanah 73-81 cm sehingga koefisien variasi berkisar antara 0,000174-0,000467 dan masih dalam keadaan normal. Kesimpulan menunjukkan bahwa perkandangan kambing perah laktasi yang terdapat di Peternakan kambing perah Alam Farm Manglayang masih dalam kondisi yang relatif normal dan persyaratan kandang lainnya memenuhi standar.
UJI KUALITAS PAKAN KOMPLIT BERBASIS HIJAUAN SORGUM-INDIGOFERA UNTUK INDUK DOMBA PROLIFIK Rachmat Somanjaya; Aaf Falahudin
Agrivet : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian dan Peternakan (Journal of Agricultural Sciences and Veteriner) Vol. 9 No. 2 (2021): Desember
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (474.163 KB) | DOI: 10.31949/agrivet.v9i2.1761

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas dan nilai kecernaan pakan komplit berbasis hijauan sorgum dan indigofera sebagai pengganti rumput lapangan untuk induk domba prolifik. Penelitian dilakukan secara eksperimental di laboratorium melalui uji proksimat dan in vitro. Tiga komposisi pakan percobaan yaitu SI1 (60% silase hijauan Sorgum + 30% hay hijauan Indigofera + 10% dedak padi); SI2 (50% silase hijauan Sorgum + 40% Hay hijauan Indigofera + 10% dedak padi); SI3 (40% silase hijauan Sorgum + 50% Hay hijauan Indigofera + 10% dedak padi); dan RL (100% rumput lapangan) sebagai kontrol. Peubah yang diamati yaitu nilai kandungan nutrien dan kecernaan pakan. Data hasil uji proksimat yang diperoleh dianalisis dan diterjemahkan secara deskriptif dan dibandingkan berdasarkan acuan standar pakan untuk induk domba bunting dan menyusui dengan potensi kelahiran kembar dari NRC-Canada. Sedangkan, data nilai kecernaan dianalisis dengan uji ANOVA dan diuji lanjut dengan uji jarak berganda Duncan. Hasil penelitian menunjukan bahwa kandungan nutrien pakan SI secara keseluruhan dapat mengimbangi RL. Bahkan, kandungan protein kasar dan energi bruto pakan SI lebih tinggi dari RL sesuai jumlah hay indigofera yang diberikan dalam ransum. Nilai kecernaan pakan SI lebih tinggi (p<0,05) dari RL, dan semua pakan yang diujikan memiliki kandungan nutrien lebih tinggi dari standar NRC. Dapat disimpulkan bahwa pakan komplit berbasis hijauan sorgum dan indigofera (SI) memiliki kualitas yang lebih tinggi dari rumput lapangan dan rekomendasi NRC untuk induk domba prolifik serta dapat dijadikan sebagai pensubstitusi rumput lapangan. Selain itu, komposisi pakan komplit SI1 (60% silase hijauan sorgum + 30% hay indigofera + 10% dedak halus) merupakan pakan komplit ideal untuk induk domba garut prolifik.
TINGKAT EFEKTIVITAS KEMITRAAN PADA KELOMPOK USAHA PENGOLAHAN EMPING JAGUNG Sri Umyati; Sri Ayu Andayani; Jaka Sulaksana; Kosasih Sumantri; Ida Marina; Dinar; Arif Hudal Mutakin
Agrivet : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian dan Peternakan (Journal of Agricultural Sciences and Veteriner) Vol. 9 No. 2 (2021): Desember
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (435.921 KB) | DOI: 10.31949/agrivet.v9i2.1762

Abstract

Kemitraan usaha yang terjadi antara Kelompok Asri Rahayu dengan PT. Indoculinaire telah dilaksanakan sebagai upaya untuk mengatasi masalah pemasaran produk olahan jagung, terlebih saat pandemic Covid-19 saat ini. Maka dari itu, penelitian dilakukan untuk mengukur tingkat efektivitas kemitraan yang telah dijalankan tersebut. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik sampling yang digunakan adalah teknik sensus. Teknik analisis untuk menghitung hasil efektivitas kemitraan ini menggunakan metode likert. Hasil penelitian menunjukan bahwa efektivitas kemitraan pada indikator kejelasan program, kualitas fasilitator dan perkembangan usaha secara keseluruhan dalam katagori baik (77,63%). Indikator efektivitas kemitraan yang memiliki presentase paling tinggi adalah indikator perkembangan usaha yaitu sebesar 79,42 % sedangkan yang terendah adalah pada indikator kualitas fasilitator yaitu sebesar 76,52 %. Adapun indikator kejelasan program memiliki presentase sebesar 77,68 %.
SINERGISME INOKULASI B. japonicum dan MIKROBA PELARUT FOSFAT TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KEDELAI Umar Dani; Syafrullah Salman
Agrivet : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian dan Peternakan (Journal of Agricultural Sciences and Veteriner) Vol. 9 No. 2 (2021): Desember
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (502.172 KB) | DOI: 10.31949/agrivet.v9i2.1763

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sinergisme antara inokulasi B japonicum dan mikroba dan pelarut fosfat dan dosis optimum pada pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai. Percobaan dilakukan di lahan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Majalengka Kabupaten Majalengka Jawa Barat pada bulan Maret sampai dengan Juni 2021. Rancangan yang digunakan dalam Percobaan ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan Pola Faktorial. Faktor pertama dosis inokulan B. japonicum (R) dan faktor kedua dosis Mikroba Pelarut Fosfat (P). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Secara sinergis Inokulasi B. japonicum pada dosis 5 g kg-1 benih dan mikroba pelarut fosfat 50 kg ha-1 dapat meningkatkan jumlah nodula efektif sebesar 110,48% dan nisbah pupus akar sebesar 13,83%. Dosis Inokulasi B. japonicum 5 g kg-1 benih menurunkan jumlah nodula tidak efektif sebesar 46,54%, meningkatkan diameter nodula efektif sebesar 1,75%, meningkatkan indek luas daun sebesar 14,69%, meningkatkan jumlah polong sebesar 16,04%, menurunkan jumlah polong hampa sebesar 3,62%, meningkatkan bobot polong per tanaman sebesar 17,20%, meningkatkan bobot 100 biji sebesar 1,55%, meningkatkan bobot biji per tanaman sebesar 17,20%, dan meningkatkan bobot bibi per petak sebesar 16,99%. Dosis 150 kg ha-1 dapat meningkatkan diameter nodula efektif hingga 0,98%, menurunkan jumlah polong hampa 29,82%.
EFEKTIVITAS PENYULUHAN DALAM PENERAPAN TEKNOLOGI DETEKSI BIRAHI SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KEBERHASILAN IB PADA SAPI POTONG Lili Adam Yuliandri; Ulfa Indah Laila Rahmah
Agrivet : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian dan Peternakan (Journal of Agricultural Sciences and Veteriner) Vol. 9 No. 2 (2021): Desember
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (574.676 KB) | DOI: 10.31949/agrivet.v9i2.1799

Abstract

Penelitian bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor karakteristik peternak yang mempengaruhi efektivitas penyuluhan, dan menganalisis efektivitas penyuluhan dalam penerapan teknologi deteksi birahi sebagai upaya meningkatkan keberhasilan IB pada sapi potong. Metode dalam penelitian ini adalah metode survey, dan data diperoleh dari 30 orang respoden secara sensus yaitu teknik pengambilan data dengan mengikutsertakan semua anggota populasi sebagai sampel penelitian. Variabel yang diukur adalah umur peternak, pendidikan peternak, lama beternak dan jumlah ternak. Selanjutnya, data diolah dengan uji regresi linier berganda untuk mengetahui pengaruh karakteristik peternak terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap, dan uji-t untuk mengetahui peningkatan pengetahuan dan sikap responden. Hasil penelitian menunjukan bahwa karakteristik peternak termasuk dalam kategori cukup baik, rata-rata responden berusia produktif dan berpendidikan formal. Pengetahuan tentang reproduksi sapi meningkat (P<0,05) dipengaruhi oleh pendidikan dan lama beternak, sementara sikap peternak tanggap terhadap hasil penyuluhan meningkat (P<0,05) hanya dipengaruhi oleh lamanya beternak. Maka dapat disimpulkan bahwa secara umum pengetahuan dan sikap peternak terhadap aplikasi teknologi birahi dominan dipengaruhi oleh faktor pendidikan dan lama beternak, dan penyuluhan dinilai cukup efektif untuk meningkatkan penerapan teknologi tersebut. Penelitian bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor karakteristik peternak yang mempengaruhi efektivitas penyuluhan, dan menganalisis efektivitas penyuluhan dalam penerapan teknologi deteksi birahi sebagai upaya meningkatkan keberhasilan IB pada sapi potong. Metode dalam penelitian ini adalah metode survey, dan data diperoleh dari 30 orang respoden secara sensus yaitu teknik pengambilan data dengan mengikutsertakan semua anggota populasi sebagai sampel penelitian. Variabel yang diukur adalah umur peternak, pendidikan peternak, lama beternak dan jumlah ternak. Selanjutnya, data diolah dengan uji regresi linier berganda untuk mengetahui pengaruh karakteristik peternak terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap, dan uji-t untuk mengetahui peningkatan pengetahuan dan sikap responden. Hasil penelitian menunjukan bahwa karakteristik peternak termasuk dalam kategori cukup baik, rata-rata responden berusia produktif dan berpendidikan formal. Pengetahuan tentang reproduksi sapi meningkat (P<0,05) dipengaruhi oleh pendidikan dan lama beternak, sementara sikap peternak tanggap terhadap hasil penyuluhan meningkat (P<0,05) hanya dipengaruhi oleh lamanya beternak. Maka dapat disimpulkan bahwa secara umum pengetahuan dan sikap peternak terhadap aplikasi teknologi birahi dominan dipengaruhi oleh faktor pendidikan dan lama beternak, dan penyuluhan dinilai cukup efektif untuk meningkatkan penerapan teknologi tersebut.
KOMBINASI POC SABUT KELAPA DAN NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN CABAI MERAH (Capsicum annum L.) Miftah Dieni Sukmasari; Silvi Gustiani; Adi Oksifa Rahma Harti
Agrivet : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian dan Peternakan (Journal of Agricultural Sciences and Veteriner) Vol. 9 No. 2 (2021): Desember
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (448.868 KB) | DOI: 10.31949/agrivet.v9i2.1804

Abstract

Salah satu strategi efisiensi dalam budidaya sayuran adalah menekan biaya produksi pada setiap usaha taninya dengan menggunakan pupuk yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan optimal. Salah satu upaya pemupukan berimbang menggunakan Kombinasi POC sabut kelapa dan NPK. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kombinasi POC sabut kelapa dan NPK terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabai merah (Capsicum annuum L.). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan april sampai bulan agustus 2020 di desa kertabasuki, kecamatan maja, kabupaten majalengka. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) non faktorial dengan sembilan perlakuan dengan tiga kali ulangan. Faktor kombinasi pupuk yang diaplikasikan yaitu : A (0 ml POC + 0g NPK), B (50 ml POC + 5g NPK), C (50 ml POC + 0g NPK), D (100 ml POC + 5g NPK), E (100 ml POC + 0g NPK), F (150 ml POC + 5g NPK), G (150 ml POC + 0g NPK), H (200 ml POC + 5g NPK) dan I (200 ml POC + 0g NPK). Hasil penelitian menunjukan bahwa kombinasi POC sabut kelapa dan NPK berpengaruh nyata pada pertumbuhan dan hasil tanaman cabai. Kombinasi 200 ml POC tanpa NPK memberikan hasil terbaik pada tinggi tanaman 9 mst diameter dan bobo buah cabai.
IDENTIFIKASI POTENSI PRODUK ORGANIK DI KECAMATAN KEBONPEDES Fadilah Muntaha; Amalia Nur Milla; Neneng Kartika Rini
Agrivet : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian dan Peternakan (Journal of Agricultural Sciences and Veteriner) Vol. 9 No. 2 (2021): Desember
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.257 KB) | DOI: 10.31949/agrivet.v9i2.1812

Abstract

Kecamatan Kebonpedes merupakan salah satu Kecamatan yang memiliki produk organik. Meskipun demikian, potensi produk pertanian organik di Kecamatan Kebonpedes belum tergali sepenuhnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi produk pertanian organik apa saja yang berpotensi di Kecamatan Kebonpedes. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan metode survey. Data yang diperlukan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Teknik sampling yang digunakan yaitu snowball sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat 24 petani di Kecamatan Kebonpedes yang sudah melakukan kegiatan menuju pertanian organik yang berupa komoditas padi, sayur, peternakan kelinci dan ayam arab petelur yang masing-masing terdiri dari 10 orang petani padi, 12 orang petani sayuran dan 2 orang peternak. Luas lahan yang digunakan peternakan ayam arab petelur lebih besar dibanding luas lahan komoditas lainnya. Satu orang petani sayur dan satu orang petani padi telah memiliki sertifikat untuk lahan pertanian dan produk organik, bahkan telah ada petani yang melakukan pengolahan produk berupa nasi liwet instan kemasan 250 gr yang telah dipasarkan secara online dan offline. Sedangkan 22 orang lainnya baru mengarah ke pertanian organik dan belum memiliki sertifikat untuk lahannya. Harapannya dengan semakin tingginya pengetahuan tentang produk pertanian organik dari konsumen menjadikan semangat bagi para petani untuk mendaftarkan lahannya agar tersertifikasi oleh lembaga sertifikasi organik, sehingga pertanian organik dapat menjadi daya saing yang akan meningkatkan nilai jual dari produk/komoditas yang yang mereka tanam.

Page 2 of 2 | Total Record : 18