cover
Contact Name
Suyeno
Contact Email
adm.publik@unisma.ac.id
Phone
+6282230344404
Journal Mail Official
suyeno@unisma.ac.id
Editorial Address
Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Islam Malang Jl. MT. Haryono 193 Malang 65144 Kota Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Respon Publik
ISSN : 23028432     EISSN : -     DOI : 10.33474
Core Subject : Social,
Respon Publik adalah jurnal ilmiah multidisiplin yang diterbitkan oleh Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Islam Malang. Di tingkat nasional banyak sekali masalah-masalah umum atau isu-isu yang berkaitan dengan ilmu administrasi publik. Publikasi jurnal ini bertujuan untuk menyebarluaskan pemikiran atau gagasan konseptual dan hasil penelitian yang telah dicapai di bidang administrasi dan kebijakan publik.
Articles 256 Documents
DAMPAK PENGEMBANGAN HOMESTAY PADA SEKTOR PARIWISATA TERHADAP EKONOMI MASYARAKAT (Studi Kasus Desa Oro-Oro Ombo Kota Batu) Nova Sagita; Nurul Umi Ati; Agus Zainal Abidin
Respon Publik Vol 15, No 9 (2021): Respon Publik
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (130.917 KB)

Abstract

ABSTRAKPengembangan pariwisata di desa wisata, Homestay menjadi salah satu penunjang yang harus di miliki oleh desa desa wisata karena homestay memiliki peran penting dalam memberikan pengalaman kepada wisatawan, dalam hal ini wisatawan dapat membaur dengan masyarakat dan akan memperoleh yang tidak bisa di temukan di negara atau daerah asalnya. Homestay sebagai salah satu usaha akomodasi di bidang pariwisata umumnya dibangun di perdesaan di harapkan mampu memberikan kesejahteraan bagi masyarakat desa. Selain wisatawan di beri temapat menginap, wisatawan dapat mempelajari secara langsung lingkungan alam dan budaya setempat. Ada beberapa objek wisata unggulan Desa Oro Oro Kota Batu adalah coban rais, BNS (batu night specstacular, museum satwa. Di sisi lain desa Oro Oro ombo kota Batu memiliki hoemstay yang di kelolah oleh masyarakat Oro Oro Ombo Kota Batu. Guna membuat wisatawan bisa belajar budaya, gaya hidup dan industri ekonomi. Oleh karena itu, masyarakat Desa Oro Oro Ombo mengembangkan homestay, dimana dengan adanya homestay wisatawan bisa menginap dan meningkatkan pendapatan masyarakat. Faktor pendukung perkembangan homestay pada pariwisata di Desa Oro-oro Ombo antara lain marketing, adanya aplikasi penginapan dan lingkungan yang nyaman. Sedangkan,faktor penghambatnya ialah kurangnya biaya, adanya persaingan harga, danfasilitas yang kurang memadai. Adapun dampak ekonomi positifnya ialahmenambah penghasilan dan pergeserag  pekerjaan menjadi wirausaha homestay.Sedangkan dampak ekonomi negatif yakni harga tanah menjadi mahal dan timbulnya persaingan perdagangan. Kata Kunci : Sektor pariwisata,Ekonomi Masyarakat, Pengembangan Homestay
KUALITAS PELAYANAN PUBLIK DI DINAS LINGKUNGAN HIDUP KOTA BATU DALAM PENGELOLAAN SAMPAH DI TEMPAT PEMBUANGAN AKHIR (TPA). (Studi Pada Dinas Lingkungan Hidup Kota Batu) Dia Ayu Reni Anggraeni; Nurul Umi Ati; Retno Wulan Sekarsari
Respon Publik Vol 15, No 6 (2021): Respon Publik
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (154.558 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini dilakukan atas dasar dan isu atau fenomena tentang kualitas pelayanan publik yang ada di Dinas Lingkungan Hidup Kota Batu dalam pengelolaan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Berdasarkan uraian latar belakang yang ada diatas maka penulis dapat memfokuskan pokok permasalahan, fokus yang pertama yaitu: (1) Memfokuskan terhadap manajemen pengolahan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) mulai dari pengelolaan sampah, dan juga upaya peningkatan pelayanan dalam pengelolaan tersebut, (2) Memfokuskan terhadap faktor pendukung dan penghambat dalam implementasi peningkatan pelayanan publik di Dinas Lingkungan Hidup (DLH), faktor pendukungnya adalah dari letak geografis, kinerja pegawai pengolahan sampah di Dinas Lingkungan Hidup, dan untuk faktor penghambatnya berkaitan dengan lahan yang kurang, (3) Kualitas Pelayanan Dinas Lingkungan Hidup Kota Batu. Dalam Pelayanan Publik disini penulis menggunakan teori dari Hardiansyah (2011) Tentang Kualitas Pelayanan Publik dan untuk pengelolaan sampah menggunakan teori dari Rudi Hartoni (2008) Tentang Penanganan dan Pengolahan Sampah. Penelitian Pelayanan Dinas Lingkungan Hidup dilaksanakan di Dinas Lingkungan Hidup Kota Batu. Tipe penelitian ini yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan melakukan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Kualitas Pelayanan Publik di Dinas Lingkungan Hidup sudah cukup maksimal meskipun masih terhalang oleh beberapa kendala terkait pengelolaan sampah. Adapun faktor pendukung seperti letak geografis dan kinerja para pegawai dalam memberikan pelayanan, serta faktor penghambat seperti lahan yang kurang, kurangnya komunikasi dari Dinas terkait dengan masyarakat, kurangnya sosialisasi terhadap masyarakat. Dapat disimpulkan bahwa Kualitas Pelayanan Publik di Dinas Lingkungan terhadap Pengelolaan Sampah yang ada di TPA sudah cukup maksimal dalam pemberian pelayanannya.  Kata Kunci: Pelayanan Publik, Pengelolaan Sampah, Dampak.
STRATEGI PENGEMBANGAN DESA WISATA MRONJO OLEH PEMERINTAH DESA MRONJO KECAMATAN SELOPURO KABUPATEN BLITAR Nurcholisa Dwi Lestari; Nurul Umi Ati; Suyeno Suyeno
Respon Publik Vol 16, No 4 (2022): Respon Publik
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (88.291 KB)

Abstract

Strategi pengembangan yaitu dengan melihat potensi alam, menetapkan aturan pendirian pariwisata bersdasarkan Perdes No 3 Tahun 2018 Tentang Pembentukan dan Pengelolaan BUMDesa, mendorong mainset masyarakat untuk menjadi desa wisata, rencana pendanaan dalam pembangunan sarana prasarana yang dilakukan secara bertahap, menambah objek destinasi wisata tambahan berupa perahu bebek, promosi dilakukan melalui akses sosial media berupa Instagram dan Facebook. Pendukung dan penghambat pengembangan berdasarkan letak geografis, sumber daya alam dan sumber daya manusia, keunikan objek destinasi wisata, dan sarana prasarana.Kata Kunci: Strategi, Pengembangan Objek Wisata Desa Mronjo
PERAN LEMBAGA SWADAYA MASYARAKAT DALAM MELAKUKAN KONTROL PUBLIK TERHADAP KEBIJAKAN TATA RUANG DI KOTA (Studi Kasus Pada Malang Corruption Watch) Bayu Agung Prasetya; Nurul Umi Ati; Retno Wulan Sekarsari
Respon Publik Vol 15, No 1 (2021): Respon Publik
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (94.206 KB)

Abstract

Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) mempunyai peran strategis sebagai pembangunan nasional. LSM berkontribusi penting terhadap pembangunan yang berkaitan dengan politik, ekonomi dan social. Selain itu, LSM merupakan salah satu factor penting dalam aktifitas bernegara, karena dengan adanya LSM dapat diperoleh informasi yang penting sebagai dasar pengembangan terhadap kondisi kehidupan bernegara. Berangkat dari hal tersebut maka peneliti ingin mengetahui beberapa hal terkait dengan bagaimana peran LSM, faktor pendukung dan kendala di Malang Corruption Watch terhadap kebijakan tata ruang di Kota Batu. Yang hasilnya akan berdampak terhadap kehidupan berpolitik. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui dan mendeskripsikan terkait dengan peran yang dilakukan oleh Malang Corruption Watch terhadap kebijakan tata ruang Kota Batu, serta untuk mendeskripsikan faktor-faktor pendukung dan penghambat dalam proses kontrol kebijakan tersebut. Untuk mencapai tujuan tersebut peneliti menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan metode deskriptif, dimana dalam analisisnya peneliti menggunakan teori lembaga swadaya masyarakat oleh Mansour Fakih 2004, yang membahas mengenai pendidikan politik bagi masyarakat dan toeri Hagul mengenai kontroling terhadap kebijakan publik. Hasil penelitian menunjukan bahwa : 1) MCW telah melakukan pendidikan politik tata ruang kepada masyarakat. 2) MCW telah melakukan fungsi kontroling diantaranya pengawasan, audiensi serta demontrasi berkaitan tata ruang. 3) Sedangkan beberapa factor pendukung yaitu masyarakat luas dan dukungan media. Disisi lain, yang menjadi faktor penghambat dalam pencapaian adalah konsistensi dalam mengembangkan masyarakat sipil, ancaman oknum aparat dan ketidakemauan pemerintah dalam membuat kebijakan public pro masyarakat. Kata Kunci: Lembaga Swadaya Masyarakat, Kontrol Publik, partisipasi masyarakat, Tata Ruang
EFEKTIVITAS KEBIJAKAN REVITALISASI TEMPAT PEMBUANGAN AKHIR KEPUTIH SEBAGAI RUANG TERBUKA HIJAU DI KOTA SURABAYA (Studi Pada Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau Kota Surabaya) Fairuz Kharisma Wardhani; Afifuddin Afifuddin; Suyeno Suyeno
Respon Publik Vol 16, No 1 (2022): Respon Publik
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (93.4 KB)

Abstract

Penelitian ini merupakan hasil penelitian yang menggambarkan tentang Efektivitas Kebijakan Revitalisasi Tempat Pembuangan Akhir Keputih Sebagai Ruang Terbuka Hijau Di Kota Surabaya (Studi pada Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau Kota Surabaya). Latar belakang penelitian ini berawal dari pencemaran lingkungan Tempat Pembuangan Akhir Keputih pada lingkungan sekitar. Pencemaran lingkungan tersebut menyebabkan beberapa penyakit diantaranya penyakit kulit, asma, dan diare. Sehingga sekitar tahun 2000-an masyarakat Keputih melakukan aksi dan penghadangan truk pengangkut sampah yang menuju TPA Keputih. Hingga pada Tahun 2012 Pemkot Surabaya melakukan Revitalisasi TPA Keputih menjadi Ruang Terbuka Hijau yang diberi nama Taman Harmoni Keputih. Hal ini menjadi perhatian penting bagi masyarakat, bukan hanya karena dampak positif lingkungan, tetapi juga karena dampak positif secara ekonomi kepada masyarakat sekitar. Oleh karena itu penulis ingin mengetahui Bagaimana Efektifitas Kebijakan Revitalisasi Tempat Pembuangan Akhir Keputih Sebagai Ruang Terbuka Hijau di Kota Surabaya serta faktor pendukung dan penghambat Revitalisasi Tempat Pembuangan Akhir Keputih sebagai Ruang Terbuka Hijau di Kota Surabaya. Metode penelitian ini adalah dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Metode penelitian kualitatif yaitu penelitian yang menggambarkan peristiwa maupun fenomena yang terjadi di lapangan, pada penelitian ini pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis pada penelitian ini menggunakan analisis deskritif kualitatif yaitu dengan cara data yag diperoleh dari hasil wawancara dengan informan dideskriptifkan secara menyeluruh. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Revitalisasi TPA Keputih terbukti efektif. (1)Peningkatan Taraf Ekonomi Masyarakat. Sebagai area wisata akan tercipta produktifitas, inovasi, peluang, dan penghasilan yang baru sehingga dapat meningkatkan pendapatan masyarakat. (2) Peningkatan Kualitas Hidup Sehat Masyarakat. Kondisi lingkungan dan kesehatan masyarakat sekitar menjadi lebih baik dan sudah tidak ada lagi keluhan dari masyarakat akibat dari dampak negatif yang ditimbulkan. (3) Dengan adanya sarana dan prasarana yang disediakan serta didukung dengan sejarah pembangunan Taman Harmoni, fasilitas olahraga, area bermain, serta banyaknya fasilitas spot foto yang disediakan membuat Taman Harmoni Keputih menjadi sebuah Taman dengan sejuta manfaat dan memiliki potensi sebagai area wisata edukatif. Faktor pendukung dalam melakukan revitalisasi diantaranya keluhan dari masyarakat sekitar akibat pencemaran TPA Keputih menyebabkan faktor terbesar dalam revitalisasi. Namun, ada beberapa hal yang menjadi penghalang dalam proses revitalisasi, yaitu tidak suburnya lahan, sering terjadinya kebakaran, kualitas air tanah belum memenuhi standar. Berdasarkan penelitian dan pembahasan maka penulis mengajukan saran-saran sebagai berikut : keterbukaan dan dukungan masyarakat terhadap setiap kebijakan revitalisasi TPA Keputih serta dukungan dan kerjasama yang baik antara lembaga pemerintah dan non pemerintah serta masyarakat setempat dalam menjaga kelestarian Taman Harmoni Keputih.
PERAN PEMERINTAH DESA DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN MASYARAKAT TANI DI DESA BANJARSARI KECAMATAN BANDARKEDUNGMULYO KABUPATEN JOMBANG Ana Silviana; Yaqub Cikusin; Agus Zainal Abidin
Respon Publik Vol 16, No 6 (2022): Respon Publik
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (72.293 KB)

Abstract

Potensi lokal merupakan kekayaan alam, budaya dan sumber daya manusia yang dimiliki pada suatu daerah. Sumber daya alam yang dimiliki oleh Desa Banjarsari umumnya yaitu pada sektor pertanian dan sebagian besar masyarakatnya bekerja sebagai petani. Masyarakat tani merupakan masyarakat yang bergerak pada bidang pertanian utamanya dengan cara melakukan pengelolaan lahan atau sawah dengan tujuan menumbuhkan dan memelihara tanaman dengan harapan untuk memperoleh hasil dari yang ditanam tersebut untuk digunakan sendiri ataupun menjualnya kepada orang lain. Permasalahan pokok pada penelitian ini adalah Peran Pemerintah Desa Dalam Meningkatkan  Pendapatan Pada Masyarakat Tani Di Desa Banjarsari Kecamatan Bandarkedungmulyo Kabupaten Jombang. Penelitian ini diangkat dari sebuah permasalahan yang bertujuan untuk mengetahui efektivitas yang dilakukan oleh pemerintah desa dalam melaksanakan program untuk meningkatkan pendapatan  pada masyarakat tani, dan untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat peran  pemerintahan desa dalam menangani permasalahan pada masyarakat tani.  Pendekatan kualitatif digunakan dalam penelitian ini dengan subjek pemerintah desa, masyarakat tani, dan gabungan kelompok tani, pengumpulan data dignakan dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik yang digunakan dalam analisis adalah reduksi data, penyajian data dan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan Peran Pemerintah Desa Dalam Meningkatkan Pendapatan pada Masyarakat Tani Desa Banjarsari Kecamatan Bandarkedungmulyo Kabupaten Jombang. Dalam meningkatkan pendapatan pada masyarakat tani pemerintah desa memiliki peranan yang cukup baik dengan memberikan beberepa solusi dalam menangani masalah yang dihadapi oleh masyarakat tani yaitu dengan memberikan wawasan pengetahuan berupa kuliah gratis bagi petani, memberikan motivasi kepada masyarakat tani, memberikan ilmu dalam pembuatan kompos organik dan memberikan kompos secara gratis dalam satu kali panen.  Kata kunci : Peran, Pemerintah Desa, Pendapatan, Masyarakat Tani
ANALISIS KINERJA APARATUR PEMERINTAH DALAM PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DAERAH (Studi Pada Kantor Bappelitbangda Kota Batu) Muhammad Saidin Mangu Duru; Slamet Muchsin; Retno Wulan Sekarsari
Respon Publik Vol 15, No 4 (2021): Respon Publik
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.641 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Kinerja Aparatur Pemerintah Dalam Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah di Bappelitbangda Kota Batu (2) Kedisiplinan Aparat Pemerintah Daerah di Bappelitbangda Kota Batu (3) Faktor Apa Saja Yang Mempengaruhi Kinerja Aparatur Pemerintah Bappelitbangda Kota Batu dalam Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif.  Metode penelitian deskriptif kualitatif yaitu, penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian, dengan mendapatkan gambaran secara jelas dan nyata apa yang terjadi di lapangan secara menyeluruh. Peneliti juga menggunakan kepercayaan, keteralihan, ketergantungan dan kepastian yang bertujuan untuk mengontrol keabsahan data penelitian. Analisis data pada penelitian ini menggunakan tiga komponen yaitu di antaranya reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa (1) Kinerja aparatur pemerintah dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah di Bappelitbangda Kota Batu sudah terbilang cukup baik bahwasannya, kinerja aparatur di Bappelitbangda Kota Batu sendiri selalu dilakukan evaluasi di setiap bidang pada akhir tahun, sehingga intansi tersebut dapat mengukur kinerja pegawainya. (2) Kedisiplinan aparat pemerintah daerah di Bappelitbangda Kota Batu masih dibilang belum memenuhi kebijakan yang telah diterapkan oleh lembaga Bappelitbangda, hal tersebut dibuktikan dengan salah satu peraturan kedisiplinan waktu yang mana pegawainya masih lalai dalam mengikuti aturan tersebut. (3) Faktor yang mempengaruhi kinerja aparatur pemerintah Bappelitbangda Kota Batu dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah yaitu ada dua faktor yang terdiri dari faktor eksternal dan faktor internal. Dimana faktor internal tersebut permasalahan dari dalam instansi yaitu masalah lingkungan kerja, sedangkan faktor ekternal adalah permasalahan yang datang dari luar instansi yaitu permasalahan pribadi yang dibawa ke dalam pekerjaan kantor sehingga membuat kinerja pegawai tidak efektif dan efisien. Kata Kunci : Kinerja Aparatur Pemerintah, dan Pemerintahan Daerah.
PERAN BUDAYA ORGANISASI DALAM PENINGKATAN KINERJA PEGAWAI (Studi Kasus Di Kantor Camat Sape Kabupaten Bima) Putri Windi Handayani; Afifuddin Afifuddin; Sunariyanto Sunariyanto
Respon Publik Vol 16, No 2 (2022): Respon Publik
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (49.734 KB)

Abstract

Peran budaya organisasi merupakan salah satu pola dari asumsi dasar yang ditemukan, diciptakan atau dikembangkan oleh suatu kelompok tertentu dengan maksud agar organisasi bisa mengatasi, menanggulangi permasalahan yang timbul akibat adaptasi ekternal dan internal yang sudah berjalan cukup baik sehingga perlu diajarkan dan diterapkan kepada anggota, kinerja pegawai Camat Sape Kabupaten Bima harus direformasi supaya tanggapan terhadap perubahan yang semakin cepat sehingga diharapkan dapat menciptakan kinerja pegawai yang mampu berkerja secara profesional. Salah satu tantangan besar yang dihadapi instansi pegawai Camat Sape Kabupaten Bima adalah melaksanakan kinerja secara efektif dan efesien, karena selama ini instansi pemerintah diidentikkan dengan kinerja yang berbelit-belit. Peneliti berusaha menganalisis peran budaya organisasi dalam peningkatan kinerja pegawai pada Kantor Camat Sape Kabupaten Bima. Tujuan dari penelitian ini, yaitu untuk mengetahui apa saja yang menjadi bagian dari peran, faktor pendukung dan penghambat berserta dampak Budaya Organisasi Dalam Peningkatan Kinerja Pegawai Kantor Camat Sape Kabupaten Bima, maka metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara secara mendalam, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa dalam proses peran budaya organisasi dalam peningkatan kinerja pegawai melakukan beberapa tahap, dari mulai faktor pendukung dan penghambat, kemudian dampak budaya organisasi dalam peningkatan kinerja pegawai ini melibatkan beberapa pihak yaitu anggota pegawai Kantor Camat Sape Kabupaten Bima.Kata Kunci: Peran, Faktor Pendukung dan Penghambat, Dampak Budaya Organisasi Dalam Peningkatan Kinerja Pegawai
KUALITAS PELAYANAN KESEHATAN PUSKESMAS PACIRAN DI KECAMATAN PACIRAN KABUPATEN LAMONGAN Moh. Ikhwan Nasruddin; Afifuddin Afifuddin; Retno Wulan Sekarsari
Respon Publik Vol 15, No 2 (2021): Respon Publik
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (161.326 KB)

Abstract

Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) merupakan upaya kesehatan masyarakat dan upaya kesehatan perseorangan tingkat pertama dengan lebih mengutamakan upaya promotif dan preventif untuk mencapai derajat kesehatan masyarakat serta keberadaan Puskesmas diharapkan dapat membantu meningkatkan kesehatan masyarakat. Untuk itu pelayanan kesehatan yang diberikan harus baik sehingga masyarakat merasa puas dengan pelayanan yang ada. Tujuan penelitian pada pelayanan kesehatan di Puskesmas Paciran adalah untuk mengetahui sejauh mana Kualitas pelayanan kesehatan yang diberikan, dan mengetahui tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan, serta mengetahui faktor pendukung dan penghambat pelayanan kesehatan di Puskesmas Paciran. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Metode penelitian deskriptif kualitatif yaitu penelitian yang digunakan untuk menggambarkan peristiwa maupun fenomena yang terjadi di lapangan, pada pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Peneliti menggunakan kepercayaan, keteralihan, ketergantungan dan kepastian yang bertujuan untuk mengecek keabsahan data penelitian. Analisis data pada penelitian ini menggunakan tiga komponen yaitu antara lain reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa (1) Kualitas Pelayanan Kesehatan Puskesmas Paciran di Kecamatan Paciran Kabupaten Lamongan sudah baik, pasien yang datang rata-rata sudah merasa puas dengan pelayanan yang diberikan oleh Puskesmas Paciran. (2) Untuk mengukur tingkat kepuasan masyarakat dengan empat indikator, pertama mendapatkan pelayanan yang baik, kedua menyelesaikan tugas yang dilakukan dengan cepat, ketiga petugas memiliki pengetahuan dan ketrampilan yang baik, dan keempat merespon/menanggapi dengan baik keluhan pasien. (3) Faktor pendukung pelayanan kesehatan di Puskesmas Paciran Kabupaten Lamongan adalah keramahan petugas, tidak ada perlakuan maupun perbedaan pelayanan, sarana prasarana yang mendukung, sedangkan faktor penghambat pelayanan kesehatan di Puskesmas Paciran Kabupaten Lamongan adalah keterlambatan dalam pelayanan, lamanya antrian untuk pelayanan di loket dan masih kurangnya lahan parkir di area Puskesmas Paciran. Kata Kunci : Kualitas, Pelayanan Kesehatan, Puskesmas.
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PELAYANAN ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN BERBASIS E-SERVICE (Studi Kasus Pelayanan E-KTP di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Rembang) Lulu Shobihatun Naqibah; Yaqub Cikusin; Agus Zainal Abidin
Respon Publik Vol 15, No 9 (2021): Respon Publik
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (161.668 KB)

Abstract

ABSTRAKPelayanan administrasi kependudukan merupakan salah satu produk layanan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Rembang. Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi membuat Dinas melakukan inovasi agar pelayanan lebih mudah dan cepat. Tujuan pelayanan online adalah mengurangi antrian dan memudahkan masyarakat yang melakukan pelayanan administrasi kependudukan (E-KTP) tanpa harus datang ke kantor dinas. Namun, masyarakat yang membutuhkan pelayanan masih banyak yang menggunakan cara konservatif, juga sosialisasi yang dilakukan Dinas mempengaruhi terlaksananya pelayanan online. Oleh karena itu perlu dikaji lebih mendalam baik implementasi kebijakan pelayanan administrasi kependudukan (E-KTP) berbasis e-service maupun faktor-faktor yang mempengaruhi pelayanan E-KTP berbasis e-service di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Rembang dan masyarakat yang membutuhkan pelayanan. Dalam mengkaji penelitian, penulis menggunakan metode kualitatif dengan memalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa: Implementasi Kebijakan Pelayanan E-KTP di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Rembang dengan sub fokus: Komunikasi: kebijakan disampaikan kepada masyarakat melalui sosialisasi, Sumber daya: sumber daya manusia cukup mampu untuk melaksanakan pelayanan online dan sebagain implementor ada yang memiliki kemampuan pas-pasan, sumber daya financial tidak ada masalah, dan sumber daya pendukung ada beberapa yang harus di tambah seperti ADB, Sikap atau Disposisi: Karakteristik implementor belum menunjukkan komitmen pelaksanaan pelayanan online, Struktur Birokrasi: sudah memiliki SOP pelayanan online dan fragmentasi: koordinasi dilakukan dengan internal Dinas. Faktor Pendukung dan Penghambat di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Rembang: Unsur Kekuatan: Website Siap Digunakan, Masyarakat tidak perlu Datang ke Kantor. Unsur Kelemahan: Kurang Konsisten dalam Sosialisasi, Kurang Komitmen Dinas dalam Menjalankan Kebijakan. Faktor Pendukung dan Penghambat di Masyarakat yang Membutuhkan Pelayanan: Unsur Peluang: Pelayanan Menggunakan HP/Komputer yang terhubung Internet, Masyarakat tidak perlu Mengantri. Unsur Hambatan: Banyak Masyarakat tidak Mengetahui Pelayanan Online, Masyarakat masih Gagap Teknologi. Kata Kunci: Implementasi Kebijakan, Pelayanan Administrasi Kependudukan, E-KTP, E-Service