cover
Contact Name
sarnoto
Contact Email
jurnalmadani2020@gmail.com
Phone
+628129731518
Journal Mail Official
jurnalmadani2020@gmail.com
Editorial Address
Jl. Nusa Indah 1 No. 163 Perumnas 1 Jakasampurna Bekasi Barat Kota Bekasi
Location
Kota bekasi,
Jawa barat
INDONESIA
Madani Institutte : Jurnal Politik, Hukum, Ekonomi, Pendidikan, sosial dan Budaya
ISSN : 2303145X     EISSN : 2776978X     DOI : https://doi.org/10.53976/jmi.v11i1
Institut Madani adalah Jurnal bidang Politik, Hukum, Pendidikan, Sosial dan Budaya menyambut baik naskah-naskah berkualitas tinggi yang dihasilkan dari sebuah proyek penelitian dalam lingkup Pendidikan, Pendidikan Islam, Hukum, Ilmu Politik dan Sosial
Articles 167 Documents
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS MATERI MEMAHAMI PROSES KEBANGKITAN NASIONAL MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF DENGAN TEKNIK PAIRED STORYTELLING (BERCERITA BERPASANGAN) PADA SISWA KELAS VIII-2 SMP NEGERI 271 JAKARTA Akhmad Sumardi
Madani Institute : Jurnal Politik, Hukum, Ekonomi, Pendidikan dan Sosial-Budaya Vol. 9 No. 1 (2020): Madani Institute | Jurnal Politik, Hukum, Pendidikan, sosial dan Budaya
Publisher : Lembaga Penelitian dan Studi kebijakan MADANI Instutute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (68.754 KB)

Abstract

Salah satu masalah dalam proses pembelajaran yang paling banyak disorot adalah masalah penggunaan metode dan teknik pembelajaran yang kurang variatif dari guru, yang membuat siswa jenuh untuk belajar. Meskipun dewasa ini jumlah metode pembelajaran bermacam-macam, tetapi dalam proses pembelajaran di sekolah, guru umumnya masih banyak yang menggunakan metode dan pendekatan pembelajaran kurang bervariasi, antara lain hanya menggunakan metode ceramah saja yang mengharapkan peserta didik untuk duduk, diam, dengar, catat dan hapal (3DCH). Berdasarkakn observasi di SMP Negeri 271 Jakarta, didapat kenyataan bahwa hampir sebagian besar guru Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dalam proses pembelajaran meski sudah memberikan pembelajaran dengan bervariasi salah satunya dengan diskusi dan tanya jawab tetapi masih terasa didominasi oleh guru. Berdasarkan pengalaman mengajar (PPL) di SMP Negeri 271 Jakarta, kegiatan pembelajaran IPS lebih berpusat kepada guru. Melalui pembelajaran Kooperatif (Cooperatif Learning) dengan teknik Paired Storytelling (bercerita berpasangan) diharapkan siswa mampu meningkatkan hasil belajarnya minimal sesuai dengan KKM. rumusan masalah penelitian ini adalah : “Apakah Pembelajaran Kooperatif dengan Teknik Paired Storytelling (Bercerita Berpasangan) dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS di SMP Negeri 271 Jakarta?” Manfaat yang diharapkan dan diperoleh melalui penelitian ini adalah : (1) Bagi guru memberikan alternatif pada pengajaran IPS dengan teknik-teknik pembelajaran yang baru. (2) Bagi peneliti ialah untuk menambah pengetahuan tentang teknik-teknik pembelajaran/pengajaran yang baru. (3) Bagi peneliti lain, maka penelitian ini dapat menjadi acuan bagi pelaksanaan penelitian selnajutnya. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan pendekatan kooperatif teknk Paired Storytelling (Bercerita Berpasangan) dapat meningkatkan keaktifan dan keantusiasan siswa dalam proses pembelajaran
TRADISI DALAM AL-QUR’AN ( Studi Tematik Paradigma Islam Nusantara dan Wahabi) Muhammad Hariyadi; Ardiansyah
Madani Institute : Jurnal Politik, Hukum, Ekonomi, Pendidikan dan Sosial-Budaya Vol. 9 No. 1 (2020): Madani Institute | Jurnal Politik, Hukum, Pendidikan, sosial dan Budaya
Publisher : Lembaga Penelitian dan Studi kebijakan MADANI Instutute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (68.792 KB)

Abstract

Maraknya fenomena sikap dan pemahaman yang antipati terhadap tradisi di masyarakat Islam, seperti pengharaman selametan tiga hari, tujuh hari dari kematian, peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW (maulȗd an-Nabi) dan tradisi-tradisi lainnya, membuat resah sebagian masyarakat Islam, karena bagi sebagian umat Islam tradisi adalah sesuatu yang sangat sakral. Pelarangan dan penghapusan tradisi itu ada yang beralasan karena merupakan bentuk bid’ah, syirik, dan khurafat. Tradisi di dalam Al-Qur’an Allah SWT sebut dengan al’urf, yang maknanya adalah perkara yang baik (al-amru al-mustahsin), demikianlah Wahbah Az-Zuhaili menjelaskan makna al-‘urf. Islam Nusantara dan Wahabi dalam dakwah dan ajarannya sama-sama mengajak manusia pada Al-Qur’an dan As-Sunnah, berusaha mengembalikan masyarakat Islam pada ajaran Islam yang benar, yaitu kembali dari praktek tradisi-tradisi yang dianggap bid’ah, syirik dan khurafat tersebut kepada ajaran Islam yang benar. Tanpa melihat apakah tradisi itu bertentangan dengan syari’at atau tidak, Islam Nusantara berdakwah dengan tidak memberhangus tradisi, bahkan menjadikan tradisi itu terasimilasi dengan ajaran Islam, dan ini sebagaimana yang digaung-gaungkan oleh tokoh-tokoh Islam Nusantara seperti Abdurrahman Wahid (Gusdur) dengan wacana pribumisasi Islam, Hasbi As-Shidqi dengan wacana Fikih Indonesia, serta tokoh tokoh lainnya seperti Abdul Muqsith Ghazali, Akhmad Sahl, Nurcholish majid, Afifudin Muhajir, dan Said Aqil Siraj. Adapun Wahabi berusaha untuk menghapuskan tradisi, tradisi-tradisi yang ada di masyarakat. Seperti dengan konsep pemurnian tauhid tokoh utamanya Muhammad bin Abdul Wahhab saat itu menolak tradisi yang dianggap penuh dengan kebid’ahan dan mengandung unsur syirik. Ini juga sesuai dengan pemahaman Ibnu Taimiyyah, Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin, Ahmad bin Abdul Halim Al-Harani Ad-Dimasyqi dan Muhammad bin Abdus Salâm Khadr As Syuqairy
PERSPEKTIF AL-QUR`AN TENTANG SOLUSI KONFLIK RASIAL PADA MASYARAKAT MULTIKULTURAL Iwan Satiri; Abd Muid Nawawi
Madani Institute : Jurnal Politik, Hukum, Ekonomi, Pendidikan dan Sosial-Budaya Vol. 9 No. 1 (2020): Madani Institute | Jurnal Politik, Hukum, Pendidikan, sosial dan Budaya
Publisher : Lembaga Penelitian dan Studi kebijakan MADANI Instutute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (68.746 KB)

Abstract

Konflik yang masih sering terjadi pada masyarakat multikultural seperti di Indonesia adalah konflik rasial. Konflik rasial ini misalnya, pernah terjadi antara etnis Batak dengan Flores pada 12 Juli 1999 di Batam; antara pribumi dengan etnis Tionghoa pada 04 Januari 2000 di Pekalongan Jawa Tengah; dan antara suku Madura dengan suku Dayak pada 18 Februari 2001 di Sampit Borneo. Menurut Sayyid Quthb bahwa Al-Qur`an menggambarkan solusi berupa tindakan preventif yakni bersifat pencegahan hal-hal yang dapat menimbulkan potensi konflik, seperti larangan menghina, larangan menggunjing, dan larangan berprasangka buruk. Makalah ini mencoba untuk menawarkan solusi konflik rasial yang bersifat preventif dan persuasif dalam perspektif Al-Qur`an
UPAYA MENINGKATKAN PEMAHAMAN MENETAPKAN KRITERIA KETUNTASAN MINIMAL (KKM) MELALUI KEGIATAN WORK SHOP BAGI GURU DI SMP NEGERI 164 JAKARTA SEMESTER-2 TAHUN PELAJARAN 2018-2019 Maria Retno Wahyuti
Madani Institute : Jurnal Politik, Hukum, Ekonomi, Pendidikan dan Sosial-Budaya Vol. 9 No. 1 (2020): Madani Institute | Jurnal Politik, Hukum, Pendidikan, sosial dan Budaya
Publisher : Lembaga Penelitian dan Studi kebijakan MADANI Instutute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (68.757 KB)

Abstract

kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) merupakan tahapan awal pelaksanaan penilaian hasil belajar sebagai bagian dari langkah pengembangan Kurikulum. yang mengharuskan pendidik dan satuan pendidikan menetapkan KKM dengan analisis dan memperhatikan mekanisme, yaitu prinsip dan langkah-langkah penetapan. Kenyataan dilapangan guru dalam menetapkan KKM tidak berdasarkan analisis dan tidak memperhatikan prinsip serta langkah-langkah penetapan, oleh karena itu perlu ada kegiatan pada awal tahun pelajaran yang dapat memberikan informasi kepada guru yang dijadikan pedoman dalam penetapan KKM. Oleh karenanya kemudian peneliti melakukan workshop dalam membuat KKM. Melalui Workshop dapat meningkatkan kemampuan guru dalam menetapkan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) di SMP Negeri 164 Jakarta Tahun Pelajaran 2018-2019. Terjadi peningkatan kesiapan peserta dalam kegiatan Workshop di SMP Negeri 164 Jakarta . Disamping itu juga, terjadi peningkatan kemampuan guru dalam menetapkan KKM melalui pembinaan berupa Workshop di SMP Negeri 164 Jakarta yang mengkhususkan pada ruang lingkup pengawasan peneliti, yaitu SMP Negeri 164 Jakarta yang ada pada lampiran (terlampir) dari siklus I ke siklus II dan mencapai target minimal yang telah ditetapkan yakni 85 %, artinya 85 % guru telah efektif dalam menetapkan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa melalui Workshop dapat meningkatkan kemampuan guru dalam menetapkan Kriteria Ketuntasan Minimal di SMP Negeri 164 Jakarta Tahun Pelajaran 2018-2019
MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF DALAM MENINGKATKAN KECERDASAN EMOSIONAL ANAK USIA DINI INTROVER (Studi di TK Islam Al-Azkar Jakarta Selatan) EE Junaedi Sastradiharja; Feni Suratiningsih
Madani Institute : Jurnal Politik, Hukum, Ekonomi, Pendidikan dan Sosial-Budaya Vol. 10 No. 1 (2021): Madani Institutte | Jurnal Politik, Hukum, Ekonomi, Pendidikan, sosial dan Bud
Publisher : Lembaga Penelitian dan Studi kebijakan MADANI Instutute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (68.734 KB) | DOI: 10.53976/jmi.v10i1.225

Abstract

Penelitian ini membuktikan bahwa model pembelajaran kooperatif, mampu meningkatkan kecerdasan emosi anak usia dini yang introver. Peningkatan kecerdasan emosi anak introver melalui pembelajaran kooperatif di lakukan dengan pendekatan pembelajaran yang berpusat kepada siswa (student centre approach), strategi pembelajaran kolaboratif (collaborative strategy), metode diskusi kelompok, teknik bermain peran (role playing), mencairkan suasana (ice breaking), dan dengan taktik ceramah, keteladanan, serta kartu bergambar (flash card). Kesimpulan dari penelitian ini sejalan dengan teori kecerdasan emosional (Emotional Intellegence) Daniel Goleman (1946) yang menyatakan bahwa kecerdasan emosional menjadi pondasi bagi kecerdasan-kecerdasan lainnya. Penelitian ini dilakukan di TK B, TK Islam Al-Azkar, Lebak Bulus Jakarta Selatan Provinsi DKI Jakarta, sejak bulan April 2020 sampai dengan bulan Oktober 2020. Sumber utama tesis ini adalah observasi lapangan dan dokumentasi tertulis berupa kurikulum dan perangkat pembelajaran. Selanjutnya dalam memperoleh sejumlah data dilakukan dengan wawancara mendalam (in depth interview) tak terstruktur. Kemudian data yang beragam tersebut dianalisis melalui pendekatan fieldwork dengan menggunakan metode content analyisis
PENGARUH MURAJAAH DAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL INSTRUKTUR TAHFIDZ TERHADAP KUALITAS HAFALAN AL-QUR’AN MAHASISWI INSTITUT ILMU AL-QUR’AN (IIQ) JAKARTA M. Darwis Hude; Nurhasana
Madani Institute : Jurnal Politik, Hukum, Ekonomi, Pendidikan dan Sosial-Budaya Vol. 10 No. 1 (2021): Madani Institutte | Jurnal Politik, Hukum, Ekonomi, Pendidikan, sosial dan Bud
Publisher : Lembaga Penelitian dan Studi kebijakan MADANI Instutute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (68.752 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menguji data-data empirik terkait dengan Murajaah dan Komunikasi Interpersonal terhadap Kualitas Hafalan Al-Qur’an secara terpisah maupun simultan. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode survei, dengan teknik korelasional dan analisis regresi sederhana dan ganda. Sampel diambil dari populasi sebanyak 90 dari total 115 populasi Mahasiswa IIQ Jakarta. Teknik pengumpulan data menggunakan angket, observasi, dan studi dokumenter. Teknik analisa data yang digunakan model analisis Deskriptif, koefisien korelasi, analisis regresi sederhana dan regresi ganda. Jenis analisis yang digunakan adalah analisa korelasi dan regresi sederhana dan regresi ganda yang dijabarkan secara deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: Pertama, Terdapat pengaruh positif dan signifikan Murajaah terhadap Kualitas Hafalan Al-Qur’an berdasarkan hasil uji T parsial dalam analisis regresi linear berganda, dengan besarnya pengaruh 52.6%, dan persamaan regresi linier sederhana menunjukkan Ŷ = 56,618 + 0,292 yang berarti bahwa setiap peningkatan satu unit skor Murajaah, akan memberikan pengaruh terhadap peningkatan skor Kualitas hafalan Al-Qur’an sebesar 56,618 Kedua, Terdapat pengaruh positif dan signifikan Komunikasi Interpersonal terhadap Kualitas Hafalan Al-Qur’an. berdasarkan hasil uji T parsial dalam analisis regresi linear berganda, dengan besarnya pengaruh 52.9%, dan persamaan regresi linear sederhana menunjukkan Ŷ = 46,286 + 0,391X2 yang berarti bahwa setiap peningkatan satu unit skor Komunikasi Interpersonal, akan memberikan pengaruh terhadap peningkatan skor Kualitas hafalan Al-Qur’an sebesar 46,286 . Ketiga, Terdapat pengaruh Murajaah dan Komunikasi Interpersonal terhadap Kualitas Hafalan Al-Qur’an berdasarkan hasil uji F simultan (Uji F) dalam analisis regresi linear berganda, dengan besarnya pengaruh 58,4%, dan persamaan regresi linier berganda menunjukkan Ŷ = 45,342 + 0. 242 X1 + 0.177X2. Hal ini berarti bahwa setiap peningkatan skor Murajaah dan komunikasi Interpersonal secara bersama-sama atau simultan, akan memberikan pengaruh terhadap peningkatan Kualitas Hafalan, sebesar 45,342
PENGARUH KENYAMANAN KERJA DAN KOMPETENSI PROFESIONAL GURU TERHADAP KREATIVITAS GURU (STUDI EMPIRIK KUANTITATIF DI SD DAN SMP AL-AZHAR BSD, TANGERANG SELATAN) Saifuddin Zuhri; Faiqoh Faqih
Madani Institute : Jurnal Politik, Hukum, Ekonomi, Pendidikan dan Sosial-Budaya Vol. 10 No. 1 (2021): Madani Institutte | Jurnal Politik, Hukum, Ekonomi, Pendidikan, sosial dan Bud
Publisher : Lembaga Penelitian dan Studi kebijakan MADANI Instutute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (68.762 KB) | DOI: 10.53976/jmi.v10i1.227

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menguji data-data empirik terkait Pengaruh Kenyamanan Guru dan Kompetensi Profesional Guru terhadap Kreativitas Guru SD dan SMP AL-Azhar BSD, Tangerang selatan secara terpisah maupun simultan. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode survei dengan pendekatan korelasional dan regresional terhadap data-data kuantitatif yang diperoleh dari objek penelitian yaitu Guru SD dan SMP AL-Azhar BSD, Tangerang selatan. Sampel penelitian ini adalah sebanyak 73 responden dari 103 populasi Guru SD dan SMP AL-Azhar BSD, Tangerang selatan. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik angket/kuesioner, observasi, dan dokumentasi. Jenis analisi yang digunakan adalah analisa korelasi dan regresi yang dijabarkan secara deskriptif dengan menggunakan sofwer pengolah data statistik SPSS ver.20. Hasil dari penelitian ini adalah: Pertama, Terdapat pengaruh positif dan signifikan kenyamanan guru terhadap kreativitas guru dengan kekuatan pengaruh atau koefisien korelasi (ry1) sebesar 0,494 dan besarnya pengaruh atau koefisien determanasi (R2) = 24,4 %. Adapun arah persamaan regresi Ŷ = 82.847+ 0, 364 X1, yang berarti bahwa setiap peningkatan satu unit skor kenyamanan guru akan mempengaruhi peningkatan skor kreativitas guru sebesar 0,364. Kedua, Terdapat pengaruh positif dan signifikan kompetensi profesional guru terhadap kreativitas guru dengan kekuatan pengaruh atau koefisien korelasi (ry1) sebesar 0,550 dengan besarnya pengaruh atau koefisien determinasi (R2) = 30.3 %. Adapun arah persamaan regresi Ŷ= 68.229+ 0, 464 X2 yang berarti bahwa setiap peningkatan satu unit skor kompetensi profesional guru akan mempengaruhi peningkatan skor kreativitas guru sebesar 0,464. Ketiga, Terdapat pengaruh positif dan signifikan kenyamanan guru, dan kompetensi profesional guru secara bersama-sama atau simultan terhadap kreativitas guru dengan kekuatan pengaruh atau koefisien korelasi (ry12) sebesar 0.611 dan besarnya pengaruh atau koefisien determinasi (R2) = 37,3%. Adapun arah persamaan regresi Ŷ = 55.286+ 0,344 X1+ 0,222 X2, yang berarti bahwa setiap peningkatan satu unit skor kenyamanan guru dan kompetensi profesional guru secara bersama-sama atau simultan akan mempengaruhi peningkatan skor kreativitas guru sebesar 0,566 poin
KECERDASAN VERBAL DALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN Nur Arfiyah Febriani; Sri Tuti Rahmawati
Madani Institute : Jurnal Politik, Hukum, Ekonomi, Pendidikan dan Sosial-Budaya Vol. 10 No. 1 (2021): Madani Institutte | Jurnal Politik, Hukum, Ekonomi, Pendidikan, sosial dan Bud
Publisher : Lembaga Penelitian dan Studi kebijakan MADANI Instutute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (68.739 KB) | DOI: 10.53976/jmi.v10i1.228

Abstract

The conclusions of this dissertation are: Verbal intelligence from the perspective of the Koran carries a transcendental transformative informative theory. This is based on the qaul (verbal) expression which is informative which means ensuring the meaning of the message reaches the communicant, with several types of expressions, such as: 1. Qaul Maisûr/phrases that are easy to understand, 2. Qaul Baligh/phrases whose message is conveyed, and; 3. Qaul Ma'ruf /expressions with attention to local culture. As for Qaul which is transformative, which means speech that is able to change the communicant to the understanding and application of Islamic teachings which is better used by the Koran with the words: 1. Qaul Sadîd /words/words that are on target, 2. Qaul Ahsan/speech or the best words, 3. Qaul Tsâbit/strong and lasting speech, 4. Qaul Layyin/uangkap who is gentle, 5. Qaul Thayyib/good expressions or speech (diction is not dirty), and; 6. Qaul Salâm/expressions or sayings that are full of peace. Qaul that is transcendental is Qaul al-Haqq/haqq speech (based on Islamic texts), namely: 1. Qaul Fashl /words from wise thoughts to reveal what is haqq and what is falsehood, 2. Qaul Tsâqil /yang means heavy utterances that are full of divine values, 3. Qaul Râdhiyan/sayings or expressions that are blessed by Allah, 4. Qaul 'Adzim words or expressions of great value with Allah, and 5. Qaul Karîm: sayings or words that are noble. This dissertation also reveals that the purpose of transformation in verbal communication can be realized if there is an interrelation between communicators (Surat ar-Rahman/55: 4), methods (Surat an-Nahl/16: 125), material (Surat al-Isra '/17: 36) and the communicants (Surat an-Nisa '/4: 164).The theory of verbal intelligence from the perspective of the Koran is an interrelation theory that combines the informative theory introduced by Claude Shannon (1948) and the transformative theory introduced by (Jack Mezirow (1978), "transformative learning refers to the process in which a person changes the accepted framework. able to change emotionally, and reflectively so that it can generate confidence in thinking and implemented in the form of action. Verbal intelligence with transcendental transformative informative theory in this dissertation is different from the opinion of Henry H. Calero (2005) who is more concerned with actions than words, as well as with Howard Gardner. This dissertation uses a qualitative method, while the method of interpretation used in this dissertation is the thematic interpretation method (maudhu'i). This method was chosen because it can reveal the perspective of the Koran regarding verbal intelligence that is adaptive to contemporary communication needs
MANAJEMEN PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN AL-QUR’AN DI SDIT BUAHATI ISLAMIC SCHOOL 2 JAKARTA TIMUR Akhmad Shunhaji; Nurlia Aliyah
Madani Institute : Jurnal Politik, Hukum, Ekonomi, Pendidikan dan Sosial-Budaya Vol. 10 No. 1 (2021): Madani Institutte | Jurnal Politik, Hukum, Ekonomi, Pendidikan, sosial dan Bud
Publisher : Lembaga Penelitian dan Studi kebijakan MADANI Instutute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (68.748 KB) | DOI: 10.53976/jmi.v10i1.229

Abstract

Penelitian ini untuk mengetahui pelaksanaan manajemen penjaminan mutu pendidikan Al-Qur’an di SDIT Buahati Islamic School 2. Manajemen penjaminan mutu pendidikan yang diterapkan di SDIT Buahati Islamic School 2 menunjukkan adanya tiga langkah dalam menentukan mutu. Pertama adanya perencanaan mutu pembelajaran Al-Qur’an dengan menentukan tujuan, standar, dan target pembelajaran Al-Qur’an. Kedua, pengendalian mutu yaitu mengidentifikasi masalah-masalah, kemudian dilakukan perbaikan secara berkelanjutan. Ketiga, peningkatan mutu yaitu dengan dibentuknya sumber daya dan kegiatan yang mendukung proyek mutu dan mempertahankannya. Penelitian ini menunjukkan adanya penerapan teori yang digunakan oleh Joseph M. Juran dengan triloginya pertama, perencanaan mutu yaitu menentukan mutu berdasarkan harapan pelanggan. Perencanaan mutu melibatkan pelanggan dari data yang dikumpulkan. Kedua, pengendalian kualitas yaitu membandingkan output sekolah, apakah telah sesuai dengan harapan pelanggan atau belum. Jika ditemukan kekurangan maka dilakukan perbaikan. Ketiga, peningkatan mutu yaitu mempertahankan mekanisme yang sudah mapan, melakukan perbaikan, memberikan pelatihan, dan menemukan pemecahan masalah dalam mencapai target. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskripsi. Metode pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, dokumentasi, dan observasi. Analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
PENGARUH KOMPETENSI PROFESIONAL GURU AL-QUR’AN DAN LINGKUNGAN BELAJAR TERHADAP KUALITAS IBADAH PESERTA DIDIK DI SMK IT IBNU RUSYD BEKASI Ferizal MS; Otong Surasman; Nurul Maulud Hudaini
Madani Institute : Jurnal Politik, Hukum, Ekonomi, Pendidikan dan Sosial-Budaya Vol. 10 No. 1 (2021): Madani Institutte | Jurnal Politik, Hukum, Ekonomi, Pendidikan, sosial dan Bud
Publisher : Lembaga Penelitian dan Studi kebijakan MADANI Instutute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (68.767 KB)

Abstract

The research conducted by this writer aims to test and find out empirical data regarding the influence of professional competence of Al-Qur'an teachers and the learning environment on the quality of students' worship, either individually or simultaneously. In this study, the author used a quantitative method of correlation approach. The data collection technique used was the Multistage Random Sampling technique. The population in the research conducted by this writer was all students at SMK IT Ibnu Rusyd Bekasi which had 298 students. The sample in this study was 15% of the total population, namely 45 respondents. Data collection in this study was carried out using a questionnaire technique, observation and documentation. The type of analysis used is correlation and regression analysis which is described descriptively. The results of the research conducted by the author are: The First, there is a positive and insignificant influence between the professional competence of Al-Qur'an teachers on the quality of worship of students at SMK IT Ibnu Rusyd Bekasi. Furthermore, the correlation r = 0.025, it can be obtained that the coefficient of determination is R2 = 0.001 which means that it is 0.1%. The direction of influence is addressed by the regression equation: Ŷ Ŷ = 120,315-1,166 X1, it can be interpreted that every 1 point increase in the professional competence of the Al-Qur'an teacher (variable X1) will be followed by an increase in the quality of student worship (variable Y) of 119, 149 points . The Second, there is a positive and insignificant influence between the learning environment on the quality of student worship at SMK IT Ibnu Rusyd Bekasi. Furthermore, because the correlation coefficient r = 0.082, it can be obtained the coefficient of determination of R2 = 0.007 which means that 0.7% of the regression equation: Ŷ = 96.480 + 0.095X2, it means that every 1 point increase in the learning environment (variable X2) will be followed by an increase the quality of students' worship (variable Y) of 96.575 points. The Third, there is a positive and insignificant influence between the professional competence of al-Qur'an teachers and the learning environment on the quality of worship of students at SMK IT Ibnu Rusyd Bekasi. Furthermore, because the correlation coefficient r = 0.159. Then it can be obtained the coefficient of determination of R2 = 0.025, which means that 2.5%. The regression equation Y = 116,131 + (-0,155) X1 + 0.032 X2 means that every 1 point increase in the professional competence of the Al-Qur'an teacher (variable X1) and the learning environment (variable X2) together will be followed by the quality of the participants' worship. students (variable Y) of 116,008 points

Page 10 of 17 | Total Record : 167


Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 1 (2025): Madani Institute | Jurnal Politik, Hukum, Pendidikan, sosial dan Budaya Vol. 13 No. 2 (2024): Madani Institute | Jurnal Politik, Hukum, Pendidikan, sosial dan Budaya Vol. 13 No. 1 (2024): Jurnal : Politik, Hukum, Pendidikan, sosial dan Budaya Vol. 12 No. 2 (2023): Madani Institute | Jurnal Politik, Hukum, Pendidikan, sosial dan Budaya Vol. 12 No. 1 (2023): Madani Institute | Jurnal Politik, Hukum, Pendidikan, sosial dan Budaya Vol. 11 No. 2 (2022): Madani Institutte | Jurnal Politik, Hukum, Ekonomi, Pendidikan, sosial dan Bud Vol. 11 No. 1 (2022): Madani Institutte | Jurnal Politik, Hukum, Ekonomi, Pendidikan, sosial dan Bud Vol. 10 No. 2 (2021): Madani Institutte | Jurnal Politik, Hukum, Ekonomi, Pendidikan, sosial dan Bud Vol. 10 No. 1 (2021): Madani Institutte | Jurnal Politik, Hukum, Ekonomi, Pendidikan, sosial dan Bud Vol. 9 No. 2 (2020): Madani Institutte | Jurnal Politik, Hukum, Pendidikan, sosial dan Budaya Vol. 9 No. 1 (2020): Madani Institute | Jurnal Politik, Hukum, Pendidikan, sosial dan Budaya Vol. 8 No. 2 (2019): Madani Institute | Jurnal Politik, Hukum, Pendidikan, sosial dan Budaya Vol. 8 No. 1 (2019): Madani Institute | Jurnal Politik, Hukum, Pendidikan, sosial dan Budaya Vol. 7 No. 2 (2018): Madani Institute | Jurnal Politik, Hukum, Pendidikan, sosial dan Budaya Vol. 7 No. 1 (2018): Madani Institute | Jurnal Politik, Hukum, Pendidikan, sosial dan Budaya Vol. 6 No. 2 (2017): Madani Institute | Jurnal Politik, Hukum, Pendidikan, sosial dan Budaya Vol. 6 No. 1 (2017): Madani Institute | Jurnal Politik, Hukum, Pendidikan, sosial dan Budaya Vol. 5 No. 2 (2016): Madani Institute | Jurnal Politik, Hukum, Pendidikan, sosial dan Budaya Vol. 5 No. 1 (2016): Madani Institute | Jurnal Politik, Hukum, Pendidikan, sosial dan Budaya Vol. 4 No. 2 (2015): Madani Institute | Jurnal Politik, Hukum, Pendidikan, sosial dan Budaya Vol. 4 No. 1 (2015): Madani Institute | Jurnal Politik, Hukum, Pendidikan, sosial dan Budaya Vol. 3 No. 2 (2014): Madani Institute | Jurnal Politik, Hukum, Pendidikan, sosial dan Budaya Vol. 3 No. 1 (2014): Madani Institute | Jurnal Politik, Hukum, Pendidikan, sosial dan Budaya Vol. 2 No. 2 (2013): Madani Institute | Jurnal Politik, Hukum, Pendidikan, sosial dan Budaya Vol. 2 No. 1 (2013): Madani Institute | Jurnal Politik, Hukum, Pendidikan, sosial dan Budaya Vol. 1 No. 2 (2012): Madani Institute | Jurnal Politik, Hukum, Pendidikan, sosial dan Budaya Vol. 1 No. 1 (2012): Madani Institute | Jurnal Politik, Hukum, Pendidikan, sosial dan Budaya More Issue