Articles
10 Documents
Search results for
, issue
"Vol 29 No 1 (2020): Media Informasi"
:
10 Documents
clear
Peran Perpustakaan dalam praktik dan pembelajaran informasi obat (drug information) Mahasiswa Farmasi
Aprilia Mardiastuti
Media Informasi Vol 29 No 1 (2020): Media Informasi
Publisher : Perpustakaan Universitas Gadjah Mada
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (3900.635 KB)
|
DOI: 10.22146/mi.v29i1.4001
Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk mengetahui peran perpustakaan dalam praktik dan pembelajaran informasi obat (drug information) mahasiswa farmasi.Sebagai ujung tombak pelayanan obat, apoteker berperan memberikan informasi yang tepat dan dapat digunakan sebagai bahan rujukan yang kredibel bagi praktisi kesehatan dan masyarakat umum. Peran tersebut diterapkan melalui layanan informasi obat atau drug information (selanjutnya disebut dengan DI) yang diperoleh melalui praktik dan pembelajaran di universitas ketika apoteker masih berstatus sebagai mahasiswa farmasi. Keberhasilan praktik dan pembelajaran DI tidak terlepas dari peran perpustakaan sebagai pengelola dan penyedia sumber-sumber DI. Peran tersebut diwujudkan melalui ketersediaan sumber-sumber DI dan pustakawan sebagai mediator antara mahasiswa dengan sumber-sumber DI tersebut.
Optimalisasi peran Perpustakaan di Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada
Maryatun;
Agung Gumelar
Media Informasi Vol 29 No 1 (2020): Media Informasi
Publisher : Perpustakaan Universitas Gadjah Mada
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (3899.813 KB)
|
DOI: 10.22146/mi.v29i1.4002
Perpustakaan perguruan tinggi mempunyai peran penting dalam kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Berbagai upaya dilakukan oleh perpustakaan Fakultas Ekonomika dan Bisnis agar dapat mengoptimalkan perannya. Salah satu kegiatan yaitu mengidentifikasi permasalahan serta mencari solusi atas permasalahan tersebut. Permasalahan yang ada dibagi dalam dua klasifikasi yaitu, permasalahan tentatif dan sistemik. Permasalahan tentatif bersifat temporal dan kondisional, yaitu permasalahan yang timbul karena proses perpindahan ruang perpustakaan dari gedung lama ke gedung baru yang berada di gedung Pusat Pembelajaran. Permasalahan sistemik berkaitan dengan aspek kelembagaan, pendanaan, sumber daya manusia (sdm), koleksi bahan pustaka yang terbatas, dan minat baca. Temuan dari permasalahan yang ada selanjutnya dicarikan solusi. Solusi masalah menghasilkan rekomendasi antara lain, mempercepat proses penataan ulang koleksi perpustakaan di gedung yang baru agar koleksi dapat segera dipinjam kembali. Loker untuk penitipan tas dan terminal komputer untuk mengakses karya akhir mahasiswa segara dapat difungsikan. Solusi untuk permasalahan yang bersifat sistemik antara lain, perpustakaan perlu melakukan kolaborasi dengan stakeholder, meningkatkan kompetensi sdm, serta meningkatkan layanan koleksi digital.
Perpustakaan dan Pustakawan Perguruan Tinggi di masa pandemi global
Arif Surachman
Media Informasi Vol 29 No 1 (2020): Media Informasi
Publisher : Perpustakaan Universitas Gadjah Mada
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (3899.83 KB)
|
DOI: 10.22146/mi.v29i1.4003
Pandemi global yang dihadapi oleh dunia membawa dampak pada berbagai aspek kehidupan termasuk proses pembelajaran di perguruan tinggi. Perguruan tinggi dipaksa untuk menghentikan aktifitasnya secara fisik di kampus dan digantikan dengan aktifitas secara daring. Pegawai dan kantor harus melayani sivitas akademika dari rumah atau yang dikenal sebagai “work from home”. Mahasiswa dan dosen juga melakukan aktifitas perkuliahan melalui “study from home”. Hal ini juga berlaku untuk perpustakaan dan pustakawan di perguruan tinggi. Mereka harus dapat melayani sivitas akademika secara 'remote' atau daring. Perubahan pola kerja ini menuntut perpustakaan dan pustakawan melakukan berbagai upaya dan inovasi terkait layanan kepada sivitas akademika di masa pandemi global. Perpustakaan dituntut untuk menyesuaikan layanan dengan situasi baru agar tetap dapat melayani sivitas akademika yakni penyesuaian kebijakan, penyediaan infrastruktur pendukung layanan daring, dan penyesuaian manajemen operasional perpustakaan. Pustakawan pada masa pandemi global setidaknya dituntut untuk memiliki berbagai kompetensi yakni kemampuan literasi, kemampuan komunikasi, kemampuan adaptasi terhadap lingkungan baru, kemampuan menciptakan inovasi dan model layanan baru, dan kemampuan manajemen waktu. Keberhasilan perpustakaan dan pustakawan dalam melakukan penyesuaian akan perubahan yang terjadi pada masa pandemi global, menjadi kunci utama dalam menghadapi situasi di tengah pandemi. Perpustakaan yang tidak siap melakukan penyesuaian tata kelolanya, tidak akan dapat memberikan jalan keluar yang baik bagi kebutuhan informasi dan pengetahuan bagi sivitas akademika selama “study from home”. Pustakawan yang tidak siap dengan perubahan dan kebutuhan kompetensi akan tergerus dan terancam tidak dapat berkontribusi banyak dalam layanan kepada sivitas akademika. Tantangan dan perubahan terhadap perpustakaan dan pustakawan merupakan keniscayaan dalam masa pandemi global yang datang secara tiba-tiba ini.
Pengaruh gaya kepemimpinan terhadap kinerja pegawai AMIKOM Resource Centre Yogyakarta
Dwiyantoro
Media Informasi Vol 29 No 1 (2020): Media Informasi
Publisher : Perpustakaan Universitas Gadjah Mada
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (3899.846 KB)
|
DOI: 10.22146/mi.v29i1.4006
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah pengaruh gaya kepemimpinan terhadap kinerja pegawai Amikom Resource Centre Yogyakarta. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan teknik kuesioner, dokumentasi, dan observasi yang dilakukan langsung di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada Amikom Resource Centre lebih dominan menerapkan gaya kepemimpinan bebas, dari tiga gaya kepemimpinan yang digunakan dalam indikator penelitian. Berdasarkan hasil Uji F menunjukkan bahwa nilai F hitung > F tabel (0,040 > 3,23). hasil analisis yang didapatkan menyatakan bahwa F hitung 0,040 dengan signifikansi sebesar 8,46 < 0,10% menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh antar variabel independen terhadap variabel dependen atau tidak ada pengaruh antar gaya kepemimpinan terhadap kinerja pegawai Amikom Resource Centre. Kesimpulan bahwa tidak ada pengaruh antara gaya kepemimpinan terhadap kinerja pegawai Amikom Resource Centre.
Peran media sosial sebagai sarana pemasaran interaktif (interactive marketing) Perpustakaan
Isbandini
Media Informasi Vol 29 No 1 (2020): Media Informasi
Publisher : Perpustakaan Universitas Gadjah Mada
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (3899.765 KB)
|
DOI: 10.22146/mi.v29i1.4008
Pemanfaatan media sosial oleh perpustakaan merupakan wujud eksistensi perpustakaan sehingga dapat lebih dekat dengan pemustaka. Perpustakaan perlu mengoptimalkan media sosial untuk membangun koneksi informasi dengan pemustaka dan meningkatkan layanan perpustakaan. Salah satu strategi pemasaran jasa perpustakaan adalah melalui media sosial, karena media sosial telah menjadi platform yang sering digunakan sebagian masyarakat untuk menghabiskan waktu secara online. Media sosial memiliki potensi yang efektif untuk membangun hubungan yang lebih dekat dengan pemustaka dan membangun komunikasi antar-perpustakaan.
Perbaikan efek visual dan penambahan hyperlink sebagai upaya pengembangan website koleksi langka
Maryono
Media Informasi Vol 29 No 1 (2020): Media Informasi
Publisher : Perpustakaan Universitas Gadjah Mada
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (3899.822 KB)
|
DOI: 10.22146/mi.v29i1.4010
Penelitian tentang pengembangan website koleksi langka perpustakaan UGM yang telah dilakukan pada tahun 2019 menghasilkan pemahaman adanya masalah utama pada website tersebut. Masalah utama yang ditemukan di antaranya: tampilan, daya tarik visual, ketepatan waktu, ketersediaan koleksi, kemudahan berinteraksi, waktu loading dan piranti akses. Masalah tampilan dan daya tarik visual diupayakan dapat diatasi dengan penggunaan aplikasi viewer interaktif yaitu flippingbook viewer. Upaya tersebut semula diperkirakan akan sangat tergantung pada tersedianya staf spesialis desainer grafis, tetapi ternyata dapat diperbaiki dengan aplikasi flipping book viewer. Peningkatan ketersediaan koleksi dilakukan dengan penambahan link koleksi langka digital manuskrip jawa di British Library dan Universitas Leiden. Artikel ini mengkaji kedua langkah prioritas tersebut. Pertama, memaparkan, membandingkan, serta mengkaji kelayakan aplikasi flipping book. Kedua, memaparkan link beserta konten koleksi digital manuskrip jawa dari kraton Yogyakarta di British Library serta Universitas Leiden. Kajian ini menghasilkan terobosan, bahwa untuk mengembangkan website yang menarik secara visual, disertai fitur multimedia interaktif dan analytics bisa dilakukan dengan aplikasi flipping book viewer. Terobosan lainnya yaitu bahwa dengan sedikit upaya penambahan link ke website koleksi yang memiliki relevansi tinggi, bisa membantu meningkatkan ketersediaan koleksi yang dibutuhkan pengguna.
Mengapa literasi informasi di Perguruan Tinggi penting?
Purwani Istiana
Media Informasi Vol 29 No 1 (2020): Media Informasi
Publisher : Perpustakaan Universitas Gadjah Mada
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (3899.765 KB)
|
DOI: 10.22146/mi.v29i1.4011
Peran perpustakaan perguruan tinggi semakin meluas. Hal ini seiring dengan perkembangan kebutuhan masyarakat akademis yang dilayani. Tri Dharma Perguruan Tinggi merupakan tiga pilar kegiatan di perguruan tinggi membutuhkan referensi serta keterampilan akses informasi dari berbagai aplikasi. Guna memenuhi kebutuhan tersebut, literasi informasi menjadi satu keterampilan akses informasi yang mendasar di perguruan tinggi. Keterampilan akses informasi dari berbagai sumber referensi serta berbagai aplikasi yang mendukung kegiatan pengajaran, penelitian, penulisan dan publikasi merupakan hal penting. Makalah ini membahas alasan mengapa literasi informasi penting diselenggarakan oleh perpustakaan perguruan tinggi di Indonesia. Alasan tersebut meliputi alasan sosialisasi sumber-sumber informasi, limpahan informasi, beragamnya aplikasi teknologi informasi yang mendukung pembelajaran serta peningkatan kualitas riset dan publikasi karya ilmiah.
Tantangan Pustakawan dalam inovasi layanan di Perpustakaan
Rini Widarti
Media Informasi Vol 29 No 1 (2020): Media Informasi
Publisher : Perpustakaan Universitas Gadjah Mada
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (3900.587 KB)
|
DOI: 10.22146/mi.v29i1.4012
Revolusi perpustakaan merupakan perkembangan perpustakaan dari waktu ke waktu yang mempunyai ciri tersendiri pada setiap periodenya. Hal ini membuat tantangan yang berbeda-beda pula karena setiap pustakawan bisa mengalami beberapa dari periode perkembangan tersebut, sehingga merupakan kewajiban pustakawan dalam menyesuaikan diri dengan tantangan yang ada. Artikel ini membahas tentang faktor-faktor yang menjadi tantangan inovasi pustakawan dalam meningkatkan kualitas layanan di perpustakaan dengan menggunakan referensi dari berbagai sumber baik primer maupun sekunder. Ada dua faktor yang mempengaruhi pustakawan dalam menciptakan inovasi layanan perpustakaan, yaitu faktor dari dalam pustakawan itu sendiri dan dari lingkungan luar pustakawan. Faktor-faktor tersebut untuk menjawab bagaimana kita bersikap, karena tuntutan sekarang ini, seorang pustakawan harus mampu menciptakan inovasi layanan di perpustakaan yang mendukung terciptanya inovasi bagi pemustakanya .
Membuat abstrak peluang Pustakawan dalam meningkatkan profesionalitas untuk memenuhi kebutuhan informasi Pemustaka
Roh Wahyu Widayati;
Sri Junandi
Media Informasi Vol 29 No 1 (2020): Media Informasi
Publisher : Perpustakaan Universitas Gadjah Mada
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (3959.046 KB)
|
DOI: 10.22146/mi.v29i1.4013
Pustakawan merupakan jabatan fungsional yang melakukan pekerjaan profesional terkait kegiatan kepustakawanan yang mencakup pengelolaan perpustakaan, pelayanan perpustakaan dan pengembangan sistem kepustakawanan. Pustakawan saat bekerja dan berkarya didorong untuk membangun diri memberikan pelayanan terbaik kepada pemustaka. Melalui penyediaan sumber bacaan dan memberikan layanan kepada pemustaka untuk dapat memenuhi kebutuhan informasi secara optimal. Salah satu cara yang dapat dilakukan pustakawan dengan memproduksi abstrak. Abstrak sebagai literatur sekunder berfungsi sebagai media penghubung antara sumber bacaan dengan pemustaka, sehingga memudahkan pemustaka dalam menentukan sumber informasi untuk dibaca secara utuh atau tidak. Selain itu abstrak menjadi alat untuk mencapai efektivitas dalam kegiatan membaca sumber-sumber informasi seperti: buku teks, majalah, dan karya-karya ilmiah lainnya. Pustakawan yang produktif membuat abstrak berdamapak pada eksistensi dan profesionalitasnya dalam jabatan fungsionalnya dan terpenuhinya sumber bacaan intelektual yang dibutuhkan pemustaka.
Memahami karakteristik Pemustaka dalam layanan Perpustakaan
Siti Hidayati;
Uminurida Suciati
Media Informasi Vol 29 No 1 (2020): Media Informasi
Publisher : Perpustakaan Universitas Gadjah Mada
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (3899.806 KB)
|
DOI: 10.22146/mi.v29i1.4014
Layanan perpustakaan harus dilakukan secara prima, optimal, dan berorientasi bagi kepentingan pemustaka serta didasarkan pada standar nasional perpustakaan. Pemustaka datang ke perpustakaan tidak hanya sekedar mencari koleksi yang dibutuhkan, tempat untuk belajar yang nyaman namun mereka pasti juga mengharapkan tanggapan dari pustakawan dengan menyenangkan. Untuk itu agar pemustaka merasa terpenuhi kebutuhan informasi dan maksud tujuannya, maka pustakawan harus mampu mengenali karakter pemustaka yang berasal dari beragam latar belakang sosial, ekonomi, budaya dan pendidikan. Dengan demikian, pustakawan akan menjadi lebih mudah melayani beragam pemustaka.