cover
Contact Name
Purwani Istiana
Contact Email
mediainfoUGM@gmail.com
Phone
+628157936861
Journal Mail Official
mediainfoUGM@gmail.com
Editorial Address
Perpustakaan Universitas Gadjah Mada Bulaksumur, PO BOX 16 Yogyakarta, 55281 Telp./ Fax. (0274) 513163 Email mediainfoUGM@gmail.com
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Media Informasi
ISSN : 08542066     EISSN : 28292707     DOI : -
Core Subject : Science, Social,
Artikel yang diterbitkan di Media Informasi mencakup karya ilmiah hasil pemikiran konseptual, best practice, literatur review dan hasil penelitian dalam bidang ilmu perpustakaan dan informasi dalam konteks perpustakaan dan kepustakawanan. Bidang Ilmu perpustakaan dan informasi yang dicakup antara lain: Layanan perpustakaan dan informasi Manajemen Perpustakaan dan Informasi Sumber Informasi Perpustakaan digital Bibliometrik Dan subjek lain yang terkait bidang ilmu perpustakaan dan informasi.
Articles 288 Documents
Mengaplikasikan teknologi holografi dan artificial intelligence (ai) di Perpustakaan digital Sugiyanti, Umi
Media Informasi Vol 28 No 2 (2019): Media Informasi
Publisher : Perpustakaan Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/mi.v28i2.4139

Abstract

Perpustakaan digital adalah salah satu inovasi di era Teknologi Informasi dan Komunikasi. Beberapa perpustakaan digital sudah menerapkan perpustakaan digital mobile. Perpustakaan digital yang mempunyai koleksi digital yang tersimpan dalam server dan dapat dibaca lewat peralatan komputer / desktop maupun mobile phone / gadget yang sudah terkoneksi Internet. Pemustaka bisa memanfaatkan perpustakaan digital di mana saja dan kapan saja, tidak terbatas ruang dan waktu. Dalam ekosistem digital dan society 5.0, perpustakaan terus berinovasi dengan memberi gambaran tentang perpustakaan digital masa depan. Perpustakaan digital mobile sekarang ini akan diintegrasikan dengan teknologi holografi dan Artificial Intelligence (AI) atau Kecerdasan Buatan. Teknologi holografi yang memancarkan cahaya berupa tokoh gambar atau video berbentuk manusia akan berinteraksi dengan pemustaka. Dengan menggunakan smart phone berbasis android , IOS dan komputer yang dilengkapi dengan teknologi holografi dan terhubung Internet, pemustaka sudah bisa mengakses perpustakaan digital di manapun dan kapanpun. Pemustaka akan dimanjakan dengan fitur-fitur yang interaktif di dalam perpustakaan digital tersebut. Buku yang mereka pinjam tidak harus mereka baca, tetapi bisa dibacakan oleh aplikasi dan animasi tokoh manusia dengan fasilitas hologram yg sudah dipadukan dengan AI. Berbasiskan teknologi holografi dan AI tidak hanya membacakan isi buku, tetapi bisa berinteraksi dan dapat melakukan tanya jawab dengan pemustaka, lewat suara dan gestur tubuh pemustaka.
Pemanfaatan situs web Perpustakaan dalam mempromosikan layanan Perpustakaan Perguruan Tinggi Suciati, Uminurida
Media Informasi Vol 28 No 2 (2019): Media Informasi
Publisher : Perpustakaan Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/mi.v28i2.4140

Abstract

Artikel ini mencoba menggambarkan penggunaan situs web perpustakaan sebagai alat untuk mempromosikan layanan perpustakaan di perpustakaan perguruan tinggi. Hampir semua perpustakaan perguruan tinggi memiliki situs web perpustakaan. perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah merubah semua cara-cara tradisional ke arah teknologi informasi. Promosi layanan perpustakaan yang dilakukan menggunakan situs web perpustakaan mampu menjangkau pada lapisan generasi saat ini. Selain situs web perpustakaan, pemustaka perpustakaan juga menggunakan media sosial untuk menemukan informasi-informasi yang menarik dari perpustakaan. Perpustakaan harus melakukan gerakan cepat menangkap fenomena generasi milenial dalam mengakses informasi menggunakan web dan media sosial. Salah satu kegiatan promosi perpustakaan juga dilakukan menggunakan web perpustakaan dan media sosial di 12 perpustakaan perguruan tinggi yang dipilih. 12 Perpustakaan perguruan tinggi negeri dan swasta di Yogyakarta yang telah memiliki website perpustakaan. Perpustakaan Universitas Gadjah Mada telah melakukan promosi menggunakan web perpustakaan dan media sosial. Humas perpustakaan berperan penting dalam mendesiminasikan kegiatan layanan perpustakaan kepada pemustaka.
Aplikasi Tawk.to Sebagai Pendukung Layanan Perpustakaan di Masa Pandemi COVID-19 Wirayuda, I Made Indra
Media Informasi Vol 31 No 1 (2022): Media Informasi
Publisher : Perpustakaan Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/mi.v31i1.4334

Abstract

Kehadiran pandemi COVID-19 menuntut perpustakaan untuk berinovasi. Perpustakaan harus tetap menjadi sumber informasi bagi masyarakat khususnya para peneliti, dosen, dan pelajar. Perpustakaan telah mengalami banyak perubahan dari sisi pelayanannya. Mulai dari layanan secara manual yang belum terotomasi, hingga menjadi layanan digital. Perpustakaan yang sudah terotomasi dapat mengoptimalkan pelayanannya dengan mengimplementasikan teknologi berupa aplikasi komunikasi secara virtual. Hal tersebut dilakukan demi mendukung program pemerintah dalam membatasi kegiatan masyarakat untuk mengurangi bepergian ke luar rumah. Tawk.to merupakan salah satu aplikasi live chat online gratis yang dapat dipasang pada situs web perpustakaan. Manfaat dari penggunaan Tawk.to pada perpustakaan adalah sebagai alat komunikasi antara pemustaka dan pustakawan dalam menangani segala kendala yang dijumpai pemustaka selama memanfaatkan layanan digital. Tawk.to juga memiliki fitur analitis yang memudahkan perpustakaan dalam pengambilan keputusan. Aplikasi Tawk.to dapat diimplementasikan pada situs web perpustakaan sebagai salah satu solusi dalam mengoptimalkan layanan perpustakaan di masa pandemi COVID-19, dengan segala manfaat dan kekurangannya.
Laboratorium Perpustakaan Pertanian: Layanan Makerspace Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian Irfan Suhendra
Media Informasi Vol 31 No 1 (2022): Media Informasi
Publisher : Perpustakaan Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/mi.v31i1.4346

Abstract

Perpustakaan-perpustakaan di negara maju sudah banyak yang menyediakan makerspace untuk pemustakanya. Makerspace sudah tidak asing lagi di negara Amerika dan Inggris yang menyediakan ruang yang didisain khusus bagi pemustaka untuk menuangkan ide-ide dan berkreasi serta tempat untuk mengasah dan mengembangkan keterampilan diri. Fasilitas yang disediakan di makerspace perpustakaan negara maju berupa teknologi-teknologi yang sangat canggih seperti printer 3D dan scanning 3D. Namun berbeda dengan negara berkembang, penerapan makerspace belum memadai untuk penggunaan teknologi canggih. Makerspace dimanfaatkan untuk pengembangan softskill masyarakat. Salah satu penggunaan makerspace di Indonesia adalah sebagai tempat pelatihan yang sudah disediakan peralatannya secara gratis. Hal ini dilakukan juga oleh Laboratorium Perpustakaan Pertanian yang menyediakan makerspace untuk pengembangan softskill bidang pertanian.Pemanfaatan makerspace di Laboratorium Perpustakaan Pertanian berupa pelatihan budidaya tanaman sayuran. Animo masyarakat sekitar Laboratorium Perpustakaan Pertanian dalam memanfaatkan layanan makerscape cukup tinggi. Hal ini terlihat dari peserta kegiatan pelatihan dengan rata-rata 20 orang kepesertaan. Kehadiran makerspace di Laboratorium Perpustakaan Pertanian mampu memberikan kontribusi terhadap masyarakat berupa menumbuhkan jiwa kewirausahaan, menciptakan lingkungan yang kreatif dan menciptakan prototyping.
Analisis Kolaborasi Institusi pada Publikasi Ilmiah Indonesia Berbasis Data Jurnal Ilmiah Indonesia Tupan, Tupan; Ningsih Maha, Rahmadani; Sihombing, Andre; Nababan, Ruth T.P.
Media Informasi Vol 31 No 1 (2022): Media Informasi
Publisher : Perpustakaan Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/mi.v31i1.4440

Abstract

Kolaborasi penelitian maupun publikasi ilmiah yang dilakukan individu maupun institusi bertujuan meningkatkan kualitas penelitian maupun publikasi ilmiah. Kolaborasi menciptakan hubungan individu dengan institusi yang saling membantu dalam peningkatan kualitas penelitian. Berdasarkan permasalahan tersebut dilakukan analisis kolaborasi institusi pada publikasi jurnal ilmiah Indonesia berbasis data Indonesian Scientific Jurnal Database (ISJD). Penelitan bertujuan mengetahui 1) publikasi berdasarkan kategori; 2) publikasi institusi per tahun; 3) sepuluh institusi terproduktif dalam publikasi; 4) kolaborasi institusi terbanyak; dan 5) perbandingan kategori kolaborasi berdasarkan institusi. Analisis menggunakan metode deskriptif. Penelitian dilakukan selama Oktober sampai November 2021 dengan menggunakan Dashboard ISJD (lipi.go.id) Data diperoleh melalui proses penelusuran terhadap jurnal ilmiah Indonesai kurun 2017– 2019. Hasil analisis menunjukkan: 1) publikasi berdasarkan kategori terbanyak adalah bidang pendidikan (29.702 publikasi), kesehatan dan kedoteran (15.274 publikasi), ekonomi (13.676 publikasi), rekayasa (13.156 publikasi), dan manajemen (12.502 publikasi); 2) dari 10 institusi menunjukkan bahwa tahun 2017 merupakan tahun dengan jumlah publikasi terbanyak. Institut Pertanian Bogor (IPB) paling banyak mempublikasikan dalam kategori pertanian. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) paling banyak mempublikasikan dalam kategori biologi; 3) terdapat sepuluh institusi terproduktif dalam publikasi; 4) kolaborasi institus terbanyak, dimana Institut Pertanian Bogor merupakan institusi terbanyak berkolaborasi; dan 5) data perbandingan kategori kolaborasi berdasarkan institusi.
Studi Perilaku Pencarian Informasi Kesehatan oleh Generasi Z Terkait Vaksinasi Covid-19 Hisan, Urfa Khairatun
Media Informasi Vol 31 No 1 (2022): Media Informasi
Publisher : Perpustakaan Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/mi.v31i1.4521

Abstract

Di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), jumlah peserta vaksin dosis 3 hanya sebanyak 27.31% dari target sasaran vaksinasi. Informasi memiliki peran penting dalam pengendalian COVID-19. Disinformasi mengenai COVID-19 mempengaruhi penerimaan seseorang terhadap vaksinasi. Generasi Z merupakan individu yang lahir antara tahun 1995 dan 2012. Studi ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana perilaku generasi Z di DIY dalam pencarian informasi vaksinasi COVID 19. Studi kuantitatif ini menggunakan teknik convenience sampling. Responden merupakan generasi Z di DIY. Pengumpulan data dilakukan menggunakan google form dan didapatkan 129 responden yang memenuhi kriteria. Hasilnyaadalah 81.0% responden melakukan pencarian informasi kesehatan terkait vaksinasi COVID-19 selama <1 jam dalam sehari. Motivasi utama responden adalah karena mereka berencana mendapatkan vaksinasi. 83.72% orang menggunakan media sosial sebagai sumber informasi, dan Instagram merupakan media sosial yang paling banyak digunakan (85.27%). 60.47% orang percaya dengan informasi yang didapatkan dan 71.32% orang merasa mampu membedakan informasi yang valid dan invalid. Kesulitan yang paling sering ditemui disebabkan oleh adanya penyebaran berita palsu (55.04%). Generasi Z menggunakan media sosial sebagai sumber informasi utama dalam memperoleh informasi vaksinasi COVID-19 dengan alasan kemudahan akses. Namun, kemudahan tersebut juga menimbulkan tantangan yang sering ditemui berupa penyebaran berita palsu.
Perkembangan Perpustakaan Tradisional Menuju Digital Tjiptasari, Fitriana
Media Informasi Vol 31 No 1 (2022): Media Informasi
Publisher : Perpustakaan Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/mi.v31i1.4575

Abstract

Perkembangan teknologi komunikasi dan informasi secara bertahap mengubah model operasi kerja dan layanan di semua aspek. Dalam bidang perpustakaan dan informasi, evolusi teknologi telah menyebabkan pergeseran perpustakaan dari perpustakaan dengan konsep tradisional ke perpustakaan dengan konsep digital. Pergeseran tersebut sekaligus menyebabkan perubahan paradigma cara berfikir manusia, yaitu paradigma di mana orang dapat mengakses dan berinteraksi dengan layanan perpustakaan dan informasi dari manapun, kapanpun, dan di manapun. Peran perpustakaan mengalami tantangan, penambahan pesaing, tuntutan dan tentu saja harapan baru. Pergeseran perpustakaan memungkinkan perpustakaan mendesain ulang layanan dan produk informasinya untuk menambah nilai layanan, untuk memenuhi kebutuhan pemustaka. Pemustaka tidak hanya puas dengan bahan materi cetak, namun mereka juga mendapatkan layanan dan informasi dari sumber elektronik yang lebih dinamis.
Kompetensi Pustakawan Balitbangtan dalam Pengelolaan Data Penelitian Pertanian Rushendi, Rushendi; Kuraesin, Siti
Media Informasi Vol 31 No 1 (2022): Media Informasi
Publisher : Perpustakaan Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/mi.v31i1.4594

Abstract

Teknologi informasi semakin pesat saat ini bukanlah merupakan suatu kendala, namun menjadi tantangan dalam meningkatkan layanan perpustakaan, serta menjadi peluang pustakawan untuk mengembangkan kompetensi. Permasalahan yang dihadapi dalam mengelola data hasil penelitian adalah pustakawan hanya berfokus mengelola karya tulis, dan masih jarang menyusun katalogisasi data, metadata, pelestarian, analisis data, dan pengolahan secara tepat. Tujuan pengkajian untuk mengetahui tingkat kompetensi pustakawan/pengelola perpustakaan Balitbangtan dalam pengelolaan data penelitian pertanian. Kajian menggunakan analisis deskriptif metode survei melalui tehnik sampel 44 pustakawan dengan pengumpulan data menyebarkan kuesioner online (e-questionnaire) dengan menggunakan Google Form dan studi literatur yang berkaitan dengan tujuan pengkajian. Pengkajian dilaksanakan Agustus – Desember 2021. Berdasarkan hasil kajian diketahui bahwa pustakawan/pengelola perpustakaan Balitbangtan mampu mengonsep dan memproses kurasi data penelitian pertanian; mampu mendeskripsikan standar meta data berdasarkan analisis deskripsi; mampu mendeskripsikan kata kunci data riset pertanian; dan mampu memberikan pelayanan data penelitian pertanian; serta sebagian pustakawan memohon dukungan kebijakan teknis sistem layanan data penelitian kepada pemangku kebijakan dalam mempersiapkan data/kumpulan data untuk disimpan dan dimasukkan di sistem repositori Balitbangtan.
Faktor-Faktor Pencarian Informasi Inovasi Pertanian dalam Meningkatkan Manajemen Sumber Daya Manusia Juniarti, Hafni Amalia; Nugroho, Novendra Cahyo; Suprihanto, John
Media Informasi Vol 31 No 1 (2022): Media Informasi
Publisher : Perpustakaan Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/mi.v31i1.4595

Abstract

Diseminasi informasi pertanian merupakan sarana pembangunan dan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) pertanian. Pengetahuan yang teradopsi dan diaplikasikan pada usaha tani berpengaruh dengan meningkatkan kualitas dan nilai ekonomi produk pertanian, sehingga kesejaheteraan hidup SDM pertanian meningkat. Perlu diketahui, keterbatasan kualitas SDM berdampak pada adopsi informasi dan inovasi yang mempengaruhi kualitas produk pertanian serta pendapatan petani. Kebun Buah Cepoko merupakan salah satu aset pemerintah yang menjadi sumber informasi inovasi terkait tanaman hortikultura untuk petani maupun masyarakat umum lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk:mengetahui karakteristik petani pencari informasi; mengetahui faktor petani mencari informasi inovasi pertanian; dan menganalisis pengaruh karakteristik petani pencari informasi terhadap faktor petani pencari informasi. Metode analisis data menggunakan statistik deskriptif dan analisis regresi berganda menggunakan SPSS versi 25. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan, pertama karakteristik petani pencari informasi mayoritas berumur 28-67 tahun, pengalaman usaha tani selama 7-10 tahun, dan berjenis kelamin perempuan; kedua faktor petani mencari informasi terdiri dari petani berpendidikan SMA, Frekuensi berkunjung ke Kebun Buah Cepoko, Nilai manfaat ekonomi komoditas, tingkat kosmopolitan petani, jenis informasi yang dibutuhkan adalah informasi budidaya; Ketiga hasil model persamaan regresi linier berganda adalah ? = 21.47 -1.85X1 + 4.61X2. Tidak terdapat perbedaan pencarian informasi inovasi pertanian antara petani laki-laki dan perempuan.
Perubahan Pola Perilaku Pencarian Informasi Kesehatan Selama Pandemic Covid-19 Nugroho, Arif Tono
Media Informasi Vol 31 No 1 (2022): Media Informasi
Publisher : Perpustakaan Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/mi.v31i1.4660

Abstract

Penyebaran virus corona sepanjang tahun 2019-2022 mengubah perilaku kehidupan sehari-hari masyarakat global. Tidak terkecuali pada masyarakat Indonesia, wabah covid-19 mengharuskan semua kalangan masyarakat untuk beradaptasi dengan kebiasaan baru. Menerapkan protokol kesehatan ditempat umum merupakan sebuah suatu kewajiban yang harus dipenuhi. Seiring dengan tingginya eskalasi tren kasus positif covid-19, semua kegiatan sosial kemasyarakatan dilakukan secara virtual. Penyedia layanan informasi kesehatan sebagai platform promosi kesehatan juga dituntut untuk merubah pola penyebaran informasi dengan menerapkan digitalisasi teknologi informasi. Era digital memungkinkan promosi kesehatan melalui platform online secara efektif dan efisien. Sepanjang kuartal I-IV tahun 2021 telah terjadi kenaikan unduhan aplikasi kesehatan dan kebugaran mobile. Hal tersebut sebagai dampak dari meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pola hidup sehat selama pandemi. Selain itu akses terhadap websites yang menyediakan informasi seputar kesehatan (artikel kesehatan) juga melonjak tajam. Informasi kesehatan sebagai salah satu referensi media edukasi masyarakat dituntut untuk melakukan transformasi digital. Perkembangan teknologi informasi yang terus berkembang pesat memaksa para stake holder dibidang kesehatan untuk mengikuti arus perkembangan tersebut. Sehingga promosi dan pendidikan kesehatan mampu beradaptasi dengan berbagai bentuk kecanggihan teknologi digital yang membuat sebuah informasi kesehatan berada dalam satu genggaman tangan dan tanpa batas.