cover
Contact Name
Purwani Istiana
Contact Email
mediainfoUGM@gmail.com
Phone
+628157936861
Journal Mail Official
mediainfoUGM@gmail.com
Editorial Address
Perpustakaan Universitas Gadjah Mada Bulaksumur, PO BOX 16 Yogyakarta, 55281 Telp./ Fax. (0274) 513163 Email mediainfoUGM@gmail.com
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Media Informasi
ISSN : 08542066     EISSN : 28292707     DOI : -
Core Subject : Science, Social,
Artikel yang diterbitkan di Media Informasi mencakup karya ilmiah hasil pemikiran konseptual, best practice, literatur review dan hasil penelitian dalam bidang ilmu perpustakaan dan informasi dalam konteks perpustakaan dan kepustakawanan. Bidang Ilmu perpustakaan dan informasi yang dicakup antara lain: Layanan perpustakaan dan informasi Manajemen Perpustakaan dan Informasi Sumber Informasi Perpustakaan digital Bibliometrik Dan subjek lain yang terkait bidang ilmu perpustakaan dan informasi.
Articles 288 Documents
Manajemen Perpustakaan Sekolah Menengah Atas Negeri 2 Kabupaten Rejang Lebong Rodin, Rhoni
Media Informasi Vol 31 No 1 (2022): Media Informasi
Publisher : Perpustakaan Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/mi.v31i1.4102

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana implementasi manajemen pada Perpustakaan SMAN 2 Rejang Lebong. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif, sedangkan data dikumpulkan dengan tehnik wawancara dan dokumentasi. Teknik analisa data penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif yaitu penyajian data dalam bentuk tulisan untuk menerangkan apa yang telah diperoleh dari hasil penelitian kemudian dilakukan analisis secara sistematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan fungsi manajemen perpustakaan SMAN 2 Rejang Lebong sudah dikelola dengan baik, perencanaannya terstruktur dimuat dalam program kerja baik dalam jangka pendek dan juga jangka panjang. Organisasinya sudah terdapat struktur organisasi dan pembagian tugas dalam pelaksanaan layanan Perpustakaan SMAN 2 Rejang Lebong. Selanjutnya fungsi pengawasan, perpustakaan selalu dibina oleh kepala sekolah. Namun demikian perpustakaan ini belum memiliki laporan tahunan sebagai pertanggungjawaban pengelolaan perpustakaan.
Peran pustakawan cerdas di Perguruan Tinggi dalam ikut membentuk masyarakat cerdas Sugiyanti, Umi
Media Informasi Vol 29 No 2 (2020): Media Informasi
Publisher : Perpustakaan Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/mi.v29i2.4116

Abstract

Pustakawan perguruan tinggi dituntut untuk lebih meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan wawasannya. Kegiatan untuk menambah pengetahuan dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti : banyak membaca-menulis, sering mengikuti seminar, workshop, call for papers, bergabung dalam grup diskusi sosial media, belajar secara mandiri melalui Internet, dan lain-lain. Pemustaka dalam suatu perguruan tinggi sebagian besar generasi milenial. Perilaku generasi milenial sekarang ini sudah memasuki era society 5.0 (Perilaku masyarakat super cerdas). Mereka menginginkan layanan yang cepat, praktis, dan efisien. Pustakawan harus mengikuti arus generasi masyarakat yang dilayaninya, agar layanan yang diberikan sesuai dengan keinginan pemustaka. Peran pustakawan cerdas untuk masyarakat perguruan tinggi dengan memberikan layanan yang relevan dengan generasi milenial salah satunya yaitu layanan digital library mobile. Pemustaka hanya dengan mengunduh aplikasi lewat Playstore, sudah dapat meminjam dan membaca ebook tanpa harus mendatangi perpustakaan. Kegiatan lain yang dilakukan yaitu pustakawan berkolaborasi dengan peneliti (dosen dan mahasiswa). Kegiatan ini dilakukan dengan memberikan tutorial literasi informasi di meja layanan, yaitu: memberikan teknik kepenulisan tugas akhir, cara menggunakan SPSS, Mendeley, Zotero, membantu cek plagiarisme, sosialisasi sumber-sumber informasi, menyediakan referensi yang relevan, memberikan rujukan jurnal, dan memberikan layanan informasi lainnya. Layanan ini dapat memperlancar proses belajar-mengajar dan meningkatkan kualitas hasil penelitian di perguruan tinggi. Peran pustakawan cerdas untuk masyarakat kampung dengan mendampingi dan mengajar anak-anak di saat Jam Belajar Masyarakat (Pukul 18.30-20.30). Kegiatan remaja dan Taman Pendidikan Al[1]Qur'an (TPA) digiatkan kembali. Taman baca masyarakat (TBM) didirikan untuk melengkapi kegiatan literasi di masyarakat. Masyarakat menjadi cerdas dalam berliterasi, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan.
Webconference dengan webex mewujudkan pembelajaran abad 21 melalui penguatan keterampilan Pustakawan Choiriyah, Endah
Media Informasi Vol 28 No 2 (2019): Media Informasi
Publisher : Perpustakaan Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/mi.v28i2.4118

Abstract

Abad 21 dikenal sebagai abad millenial, yang ditandai dengan adanya revolusi industri 4.0. Pada abad ini, internet menjadi andalan dalam berbagai kehidupan manusia (internet of things/IoT), gojek, gofood, goPay sampai pada sistem pembelajaran daring (dalam jaringan). Sistem pembelajaran daring saat ini telah banyak diminati oleh institusi maupun perorangan, baik swasta maupun pemerintah. Webex sebagai salah satu aplikasi webconference (komunikasi berbasis teknologi internet) yang dapat didownload secara gratis dan digunakan sebagai komunikasi antar kota, antar negara dengan efisiensi waktu dan biaya. Aplikasi ini bisa dipakai untuk mengadakan pelatihan online, seminar online, rapat online dan bahkan kuliah online. Universitas Gadjah Mada telah mengembangkan perkuliahan secara online dengan menggunakan aplikasi yang ada, salah satunya Webex. Begitu juga yang ada di Fakultas Kedokteran Hewan, sebagian perkuliahan telah dilakukan secara online dengan aplikasi ini. Kuliah online ini memberi banyak keuntungan apabila dibandingkan dengan kuliah secara regular. Kuliah online dapat dilakukan dimana saja baik di rumah, kantin, café dengan fleksibilitas jadwal belajar. Aplikasi Webex ini juga bisa digunakan untuk menguatkan peran pustakawan dalam mendukung sistem pembelajaran abad 21 dengan 1) memberi pelatihan kepada civitas akademika tentang pemanfaatan Webex; 2) Webinar penelusuran informasi ilmiah; 3) bekerja sama dengan dosen untuk meminta link kuliah online sehingga mahasiswa bisa mengikuti perkuliahan di ruang telekonferensi di perpustakaan; 3) melalui Dekan, menjalin kerjasama dengan Fakultas Kedokteran Hewan di seluruh Indonesia mewujudkan kuliah bersama untuk mata kuliah tertentu dengan menggunakan webex. Penguatan keterampilan pustakawan dapat menjadi pioneer di dalam institusi dan masyarakat. Pustakawan menjadi contoh, teladan dan inovasi dalam memberikan layanan kepada pemustaka.
Pustakawan membangun masyarakat literat dalam pencapaian pembangunan berkelanjutan Sumiati, Eti
Media Informasi Vol 28 No 2 (2019): Media Informasi
Publisher : Perpustakaan Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/mi.v28i2.4121

Abstract

Masyarakat literat dalam arti sempit merupakan masyarakat yang memiliki kemampuan membaca dan menulis. Dalam arti luas masyarakat literat merupakan masyarakat yang dapat berpikir kritis dan peka terhadap lingkungan sekitar. Tingkat literasi Indonesia masih terbilang paling rendah., hal tersebut ditunjukan dengan data Central Connecticut State University tahun 2016 dimana Indonesia berada pada peringkat 60 dari 61 dunia. UNESCO pun pernah mempublikasikan data minat baca masyarakat Indonesia di angka 0,001 persen. Penelitian yang dilakukan oleh Jhon W. Miller, Presiden Central Connecticut State University, New Britain menempatkan Finlandia sebagai negara paling literat atau terpelajar di dunia. Peran pustakawan saat ini sangat penting bagi terbentuknya masyarakat literat. Berdasarkan kondisi masyarakat Indonesia dan perkembangan zaman saat ini dibutuhkan berbagai macam strategi untuk membuat masyarakat gemar membaca dan menulis. Pustakawan berperan sebagai marketing, sistem jemput bola dan sistem hadiah. Semoga dengan adanya strategi tersebut, pustakawan dapat membantu pemerintah dalam membangun masyarakat literat demi tercapainya pembangunan yang berkelanjutan.
Pengembangan Perpustakaan Akademik Fajar Priyanto, Ida
Media Informasi Vol 28 No 2 (2019): Media Informasi
Publisher : Perpustakaan Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/mi.v28i2.4124

Abstract

Perpustakaan akademik mengalami perkembangan yang cepat seiring perkembangan institusinya. Fasilitas yang tersedia berubah seiring perkembangan teknologi. Demikian juga pustakawan ikut berkembang secara profesional baik intern dan ekstern. Keberhasilan pustakawan dalam mengembangkan diri akan menjadi bagian keberhasilan lembaga akademiknya. Perpustakaan akademik memberikan layanan yang prima dari sisi organisasi dan profesional pustakawan akan memberikan dampak positif pemustaka.
Pustakawan Mandiri dalam Pengelolaan Perpustakaan Khusus Departemen Ilmu Kebidanan dan Kandungan Fakultas Kedokteran Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada Mustar, Maniso; Albar, Achmad Syukur
Media Informasi Vol 28 No 2 (2019): Media Informasi
Publisher : Perpustakaan Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/mi.v28i2.4125

Abstract

Departemen Ilmu Kebidanan dan Kandungan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FK-KMK) adalah bagian dari program pendidikan perguruan tinggi yang menjalankan proses belajar-mengajar yang berbasis Evidance Based Medicine (EBM). Untuk menunjang program tersebut, departemen memberikan berbagai solusi, salah satunya adalah program pelayanan perpustakaan ilmu kesehatan khususnya ilmu kebidanan dan kandungan. Untuk mendapatkan hasil yang optimal, maka pustakawan melakukan studi literasi dari berbagai sumber dengan tujuan dapat terselenggara proses layanan perpustakaan yang efektif sesuai bidang keilmuan. Program tersebut dintaranya integrasi perpustakaan, digitalisasi karya ilmiah, pemetaan sumber informasi dan melaksanakan difusi informasi secara cepat dan tepat. Dengan program tersebut diharapkan terbentuk peran penting dalam proses pengelolaan perpustakaan, yang mampu memenuhi kebutuhan pemustaka untuk mengikuti perkembangan teknologi yang semakin pesat dan dapat tercipta pustakawan yang terampil, cakap, dan inovatif dalam menghadirkan layanan-layanan yang memudahkan dalam proses temu kembali informasi secara cepat, tepat dan akurat.
Implementasi smart library dalam menghadapi generasi digital native di Perpustakaan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat Dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada Gandini , Ngesti
Media Informasi Vol 28 No 2 (2019): Media Informasi
Publisher : Perpustakaan Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/mi.v28i2.4127

Abstract

Di era digital native ini sudah banyak perpustakaan yang menerapkan dan menggunakan teknologi digital dalam kegiatan perpustakaan, baik itu pelayanan kepada pemustaka maupun kegiatan teknis sehari-hari. Perpustakaan dilengkapi dengan sistem aplikasi perpustakaan yang lengkap dan canggih seperti penggunaan sistem layanan mandiri dengan berbasis RFID (radio frequency identification), sistem teknologi komunikasi, dan lain sebagainya. Hal ini yang melatarbelakangi perlunya pengembangan perpustakaan yang mendukung keberadaan generasi digital natives. Konsep Smart Library atau perpustakaan pintar yang berbasis teknologi merupakan jawaban bagi kebutuhan generasi digital natives di perpustakaan. Konsep Smart Library ini yang mulai diimplementasikan di Perpustakaan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan UGM.
Kode etik profesi: Asta etika Pustakawan Indonesia Sarwono
Media Informasi Vol 28 No 2 (2019): Media Informasi
Publisher : Perpustakaan Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/mi.v28i2.4135

Abstract

Norma atau etika diperlukan dalam kehidupan sehari-hari. Tanpa adanya etika maka hubungan antar manusia tidak akan berjalan dengan baik. Demikian pula dalam kehidupan profesi seseorang diperlukan adanya pedoman dalam bertindak dan berbuat agar sesuai dengan tuntutan profesinya. Profesi pustakawan memiliki etika yang disebut dengan kode etik pustakawan. Kode etik ini disusun oleh Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI) sebagai organisasi profesi pustakawan di Indonesia. Dalam setiap kongresnya, kode etik pustakawan senantiasa dibahas. Pada kongres tahun 2018 kode etik pustakawan diganti namanya menjadi Asta Etika Pustakawan Indonesia, yaitu: melaksanakan tugas sesuai dengan harapan pemustaka, meningkatkan kompetensi setinggi-tingginya, membedakan antara pandangan pribadi dan tugas profesi, menjamin tindakan dan keputusannya berdasarkan profesionalisme, menjunjung tinggi hak informasi perseorangan dan menyediakan akses tak terbatas, melindungi hak privasi pemustaka dan tidak bertanggungjawab atas penggunaan informasi, mengakui dan menghormati hak kekayaan intelektual, dan menjalin kerjasama dan menghargai teman sejawat.
Kompetensi Pustakawan dalam tata kelola jurnal elektronik Junandi, Sri Junandi; Tri Prabowo, Thoriq
Media Informasi Vol 28 No 2 (2019): Media Informasi
Publisher : Perpustakaan Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/mi.v28i2.4136

Abstract

Kajian ini bertujuan untuk menjelaskan dan mengetahui: (1) kompetensi Pustakawan dalam ekosistem digital; (2) deskripsi kegiatan tata kelola jurnal elektronik “best practice” Pustakawan; (3) tantangan Pustakawan sebagai manajer penerbitan jurnal elektronik; dan (4) upaya Pustakawan sebagai produsen pengetahuan. Sumber data kajian ini adalah studi literatur. Analisis data dilakukan secara deskriptif-kualitatif. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa Pustakawan perlu melakukan peran kolaborasi tata kelola jurnal ilmiah dalam peningkatan perannya untuk menjadi produsen pengetahuan. Dalam berkolaborasi, Pustakawan dituntut memiliki kompetensi tata kelola jurnal ilmiah yang memadai seperti mampu mengelola naskah, mengelola publikasi ilmiah, mengemas produk pengetahuan, berkomunikasi, dan inovatif dalam layanan publikasi di Perpustakaan. Sebagai rekomendasi, lembaga pembina Pustakawan dan asosiasi profesi Pustakawan perlu mengkonsep kebijakan nasional dan mengadvokasi tetang pentingnya kegiatan tata kelola jurnal ilmiah untuk peningkatan karir Pustakawan dan praktisi Perpustakaan.
Keterampilan sosial Pustakawan dalam membangun citra profesi Pustakawan Suwardi
Media Informasi Vol 28 No 2 (2019): Media Informasi
Publisher : Perpustakaan Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/mi.v28i2.4138

Abstract

Usia profesi pustakawan Indonesia telah memasuki dekade ke 3, tetapi sampai saat ini usia dan citra yang terbentuk belum linear. Citra pustakawan ditengah masyarakat atau pengakuan pemerintah terhadap profesi pustakawan belum seperti citra atau pengakuan terhadap profesi lain. Membangun citra profesi membutuhkan ketrampilan dan hanya dapat dilakukan oleh orang-orang yang berkecimpung didalamnya. Tiga alternatif pendekatan dalam membangun citra pustakawan yang dapat di buttom-up, top down atau kombinasi.