cover
Contact Name
Purwani Istiana
Contact Email
mediainfoUGM@gmail.com
Phone
+628157936861
Journal Mail Official
mediainfoUGM@gmail.com
Editorial Address
Perpustakaan Universitas Gadjah Mada Bulaksumur, PO BOX 16 Yogyakarta, 55281 Telp./ Fax. (0274) 513163 Email mediainfoUGM@gmail.com
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Media Informasi
ISSN : 08542066     EISSN : 28292707     DOI : -
Core Subject : Science, Social,
Artikel yang diterbitkan di Media Informasi mencakup karya ilmiah hasil pemikiran konseptual, best practice, literatur review dan hasil penelitian dalam bidang ilmu perpustakaan dan informasi dalam konteks perpustakaan dan kepustakawanan. Bidang Ilmu perpustakaan dan informasi yang dicakup antara lain: Layanan perpustakaan dan informasi Manajemen Perpustakaan dan Informasi Sumber Informasi Perpustakaan digital Bibliometrik Dan subjek lain yang terkait bidang ilmu perpustakaan dan informasi.
Articles 138 Documents
Cabin fever dan pandemi covid-19: bagaimana Pustakawan menyikapinya? Janu Saptari
Media Informasi Vol 30 No 1 (2021): Media Informasi
Publisher : Perpustakaan Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8084.375 KB) | DOI: 10.22146/mi.v30i1.4016

Abstract

Kondisi pandemi COVID-19 menyebabkan banyak orang, termasuk pustakawan merasa khawatir atau takut yang berlebihan. Tidak jarang mereka memiliki kecurigaan dan prasangka pada orang yang memiliki tanda-tanda COVID-19 karena informasi dan berita yang tidak menyenangkan tersebar setiap harinya melalui berbagai media online. Keadaan demikian membuat seseorang mengalami kecemasan, kegelisahan dan perasaan negatif lainnya. Inilah yang disebut gejala cabin fever (demam kabin). Gejala cabin fever yang dialami setiap orang bisa berbeda-beda. Namun, perasaan negatif yang muncul umumnya tidak hanya sesaat, melainkan berlangsung cukup lama hingga memengaruhi kehidupan sehari-hari orang yang mengalaminya, termasuk dalam bekerja, berinteraksi dengan orang lain, dan beristirahat. Pembahasan dalam artikel ini menggunakan metode kualitatif dengan analisis data secara deskriptif yang bersumber dari pengamatan lingkungan secara langsung dan berbagai media online. Dapat disimpulkan bahwa hanya orang yang mampu menyesuaikan diri dan mengelola dengan baik kondisi yang ada akan terhindar gejala cabin fever, bahkan mampu menjadikan pembelajaran hidup, cerita menarik dan semangat untuk beraktivitas yang produktif pada aktivitas selanjutnya.
Kepemimpinan wanita di Perpustakaan Ernawati
Media Informasi Vol 30 No 1 (2021): Media Informasi
Publisher : Perpustakaan Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8084.574 KB) | DOI: 10.22146/mi.v30i1.4017

Abstract

Sebagian masyarakat tradisional masih mendahulukan kaum pria untuk dipilih sebagai pemimpin dengan alasan kaum pria lebih kuat, siap, dan berani dalam memimpin. Mereka beranggapan bahwa wanita secara kodrat untuk mendidik dan mengasuh anak-anak, bahkan menurut falsafah Jawa bahwa wanita iku mung konco wingking (wanita itu hanya teman belakang) maksudnya wanita itu hanya bekerja untuk mengerjakan pekerjaan rumah dan dapur. Kajian ini menggunakan pendekatan deskriptif, sedangkan teknik pengumpulan data melalui studi pustaka. Tujuan kajian ini untuk mengetahui bagaimana kepemimpinan wanita di perpustakaan. Hasil kajian ini adalah kepemimpinan yang dibahas bukan sekedar kepemimpinan seorang wanita sebagai individu atau kepemimpinan yang bercirikan wanita semata namun kepemimpinan ini muncul karena didasari kerinduan akan adanya persamaan hak antara pria dan wanita serta keinginan untuk meniadakan ketidakadilan. Apabila kepemimpinan wanita ini diterapkan di perpustakaan maka faktor yang mendasari wanita dapat menjadi seorang pemimpin adalah persamaan hak, kesempatan untuk mengembangkan diri, dan meraih prestasi yang sama dalam belajar dan bekerja dengan kaum pria.
Kolaborasi Perpustakaan, Arsip, dan Museum dalam penyediaan akses ilmu pengetahuan dan informasi pada masa pandemi Fitriana Tjiptasari
Media Informasi Vol 30 No 1 (2021): Media Informasi
Publisher : Perpustakaan Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/mi.v30i1.4018

Abstract

Perpustakaan, arsip, dan museum merupakan tiga lembaga penyedia informasi yang bagi masyarakat mempunyai visi misi yang berbeda-beda. Namun sejatinya, ada benang merah yang bisa ditarik untuk menghubungkan visi misi yang berbeda yakni dengan mengadakan kolaborasi antar tiga lembaga tersebut. Kolaborasi dapat diciptakan dalam rangka mendistribusikan informasi yang tersimpan di dalam ketiga lembaga tersebut secara lebih luas kepada masyarakat. Terlebih pada masa kemajuan teknologi dan informasi digital saat ini, di mana terbentuk satuan-satuan baru masyarakat di luar komunitas nyata seperti adanya cyber-society, cyber-community, cyber-culture dan lain sebagainya. Di sisi lain kapitalis ekonomi menguasai layanan alternatif penyediaan ilmu pengetahuan dan informasi. Hal ini membuat PAM mengubah paradigma layanan kepada pengguna dari layanan pada koleksi nyata menjadi koleksi virtual.
Literasi informasi pemustaka dalam mengakses sumber informasi di Perpustakaan BALITTRO Rushendi; Dyah Sa'diah; Dwi Titaningsih
Media Informasi Vol 30 No 1 (2021): Media Informasi
Publisher : Perpustakaan Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8084.48 KB) | DOI: 10.22146/mi.v30i1.4019

Abstract

Perpustakaan merupakan suatu lembaga yang menyediakan informasi secara sistematis, teratur, dan menyimpan informasi aktual serta mutakhir sesuai dengan kebutuhan pemustaka. Pemasalahan pemustaka mengakses sumber informasi yaitu informasi sangat banyak dan luas dalam mencari informasi yang efektif serta efisien yang berhubungan dengan topik yang dibutuhkan. Tujuan kajian untuk mengetahui informasi pemustaka dalam mengakses sumber-sumber informasi pertanian dari sumber yang tepat, dapat dipercaya/kredibilitas sesuai kebutuhan permustaka. Pengkajian dilaksanakan Januari–Desember 2020 di Bogor dengan teknik pengumpulan data melalui pengamatan langsung/observasi pemustaka di Perpustakaan Balittro melalui analisis secara deskriptif kualitatif dengan pendekatan kuantitatif sebagai data pendukung. Hasil kajian didapat bahwa kemampuan literasi informasi pemustaka Perpustakaan Balittro memiliki pemahaman dan sesuai kebutuhan informasi untuk menemukan ide penelitian; penyusunan proposal; kelancaran dalam menyelesaikan kegiatan penelitian/percobaan; dan penyusunan laporan kegiatan penelitian dengan kebutuhan informasi subjek tanaman rempah, obat, minyak atsiri, tanaman industri lainnya, dan perkebunan melalui fasilitas OPAC, Inlislite, website, repositori; iTani dan ejurnal, serta melek informasi baik menelusur di OPAC dan sumber informasi digital lainnya. Sosialisasi implementasi literasi informasi pemustaka dalam mengakses sumber informasi perlu mendapat perhatian dari pemangku kebijakan terutama sarana dan prasarana digital sehingga pelayanan perpustakaan dapat lebih efektif dan efisien.
Mengenal G. KOLFF, BOEKHANDEL TAN KHOEN SWIE dan BALAI PUSTAKA: Penerbit Buku Langka Masa Politik Etis Awal Abad 20 Maryono
Media Informasi Vol 30 No 1 (2021): Media Informasi
Publisher : Perpustakaan Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8084.416 KB) | DOI: 10.22146/mi.v30i1.4020

Abstract

Artikel ini berfokus pada penerbit buku langka Indonesiana, khususnya yang diterbitkan pada masa politik etis awal abad 20. Penerbitan pada masa tersebut, cukup menarik untuk dikaji karena pada masa tersebut muncul kebijakan baru “politik etis” oleh pemerintah kolonial Belanda untuk memperbaiki kesejahteraan masyarakat di Indonesia, terutama di bidang pendidikan. Pada masa tersebut terdapat beberapa Penerbit yang cukup menonjol diantaranya Bale Poestaka, Boekhandel Tan Khoen Swie, dan G. Kolff. Ketiganya memiliki karakteristik dan idealisme masing-masing. Kajian ini akan membatasi studi pustaka pada ketiga penerbit besar tersebut, bukan saja karena penerbit-penerbit tersebut berperan penting dalam mencerahkan kehidupan bangsa, tetapi juga karena banyaknya koleksi langka Indonesiana di Perpustakaan UGM yang berasal dari ketiga penerbit besar tersebut.
Menyibak program percepatan akreditasi Perpustakaan di Indonesia Irkhamiyati
Media Informasi Vol 30 No 1 (2021): Media Informasi
Publisher : Perpustakaan Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8084.408 KB) | DOI: 10.22146/mi.v30i1.4022

Abstract

“Haruskah semua perpustakaan terakreditasi?” Ini adalah sebuah pertanyaan yang wajar yang sering terlontar oleh perpustakaan, terlebih yang belum terakreditasi. Dasar dilakukannya akreditasi sebenarnya tertuang dalam Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan, yang menyebutkan bahwa setiap perpustakaan wajib dikelola sesuai dengan Standar Nasional Perpustakaan/SNP. Untuk dapat mengetahui apakah perpustakaan benar-benar dikelola sesuai dengan standar tersebut atau tidak, salah satu caranya dapat diketahui melalui penilaian dalam akreditasi. Akreditasi merupakan sebuah pengakuan formal oleh lembaga akreditasi perpustakaan secara resmi. Hasil akreditasi menyatakan bahwa sebuah perpustakaan telah memenuhi persyaratan untuk melakukan kegiatan pengelolaan perpustakaan berdasarkan standar yang seharusnya, dalam kategori nilai tertentu. Perpustakaan Nasional telah menetapkan program percepatan akreditasi pada bulan Maret 2021. Berbagai elemen digandengnya guna mensukseskan program ini. Berbagai sosialisasi, workshop, dan pendampingan telah dilakukan guna menyiapkan program ini. Banyak manfaat dari akreditasi, selain sebagai bahan refleksi diri, juga sebagai bahan pengembangan diri, dan sebagai poin kontribusi bagi institusi yang menaunginya. Agar akreditasi tepat sebagai salah satu alat untuk mengukur kualitas perpustakaan, maka perlu dilakukan beberapa revisi terhadap instrumen yang ada di dalamnya, sesuai dengan kondisi perkembangan terkini. Pedoman dan matrik penilaian juga diperlukan agar tidak terjadi misscommunication antara asesor dengan pihak yang diassesment. Pelibatan berbagai organisasi kepustakawanan dalam percepatan akreditasi perlu ditingkatkan lagi demi mencapai optimalisasi dalam percepatan akreditasi perpustakaan.
Peran Pustakawan Universitas Gadjah Mada sebagai mitra riset di masa pandemi Covid-19 Isbandini
Media Informasi Vol 30 No 1 (2021): Media Informasi
Publisher : Perpustakaan Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8084.424 KB) | DOI: 10.22146/mi.v30i1.4036

Abstract

Di masa pandemi COVID-19 ini, kegiatan belajar mengajar dan penelitian di perguruan tinggi tetap berjalan dengan sistem online dengan memanfaatkan jaringan internet. Mahasiswa UGM juga dituntut untuk tetap menyelesaikan studi dan tugas akhirnya tepat waktu meskipun harus berkonsultasi dengan dosen pembimbing secara online. Mahasiswa juga membutuhkan informasi dan literatur agar tugas akhir dapat segera diselesaikan. Hal ini berdampak pada perpustakaan perguruan tinggi, termasuk perpustakaan UGM yang tidak membuka layanan tatap muka selama tanggap darurat COVID-19 ini. Dengan ditutupnya layanan secara tatap muka, pemustaka tidak bisa akses informasi secara langsung ke perpustakaan, sedangkan kegiatan belajar dan riset tetap berjalan, sehingga diperlukan inovasi agar layanan tetap berjalan meskipun pemustaka tidak bisa berkunjung ke perpustakaan UGM. Inovasi yang dilakukan Perpustakaan UGM yaitu dengan membuka layanan online. Pemustaka bisa mendapatkan informasi yang dibutuhkan secara online melalui email. Pustakawan memainkan peranan yang sangat penting dalam layanan online ini dengan menyediakan sumber-sumber informasi untuk mendukung kegiatan penelitian/riset. Berdasarkan data yang masuk melalui form bantuan layanan dari tanggal 19 Maret s/d 31 Juli 2020 , pengguna yang memanfaatkan layanan online ini sebanyak 3.863. Pemustaka dengan jenis pemustaka terbanyak yaitu dari mahasiswa UGM 3.638 atau 94,18%. Pengguna layanan online berdasarkan asal fakultas paling tinggi dari fakultas teknik yaitu sebesar 569 orang atau 15,64%, pengguna layanan online berdasar kebutuhan akses paling tinggi adalah akses koleksi ETD yaitu sebesar 3.201 atau 82,86%, layanan cek turnitin paling banyak adalah tugas akhir sebesar 184 atau 61,74%.
Repositori institusi untuk Mahasiswa Lasenta Adriyana
Media Informasi Vol 30 No 1 (2021): Media Informasi
Publisher : Perpustakaan Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/mi.v30i1.4038

Abstract

Tahun 2020 dimulai dengan isu pandemi yang merebak, hingga pada akhirnya banyak kampus dan perpustakaan yang menutup akses untuk pengunjung. Perpustakaan STIKES Bhakti Husada Mulia salah satu yang melakukan penutupan akses kunjungan fisik di perpustakaan selama 2 bulan. Setelah perpustakaan mulai dibuka kembali antusias mahasiswa untuk datang ke perpustakaan masih tinggi, namun adanya pembatasan jumlah kunjungan mengakibatkan mahasiswa tidak dapat maksimal untuk berada di perpustakaan, utamanya adalah mahasiswa yang sedang menyelesaikan tugas akhir. Hal inilah yang mendorong pustakawan untuk dapat memberikan kemudahan akses informasi terutama pada mahasiswa yang sedang menyelesaikan tugas akhirnya melalui akses online repositori. Repositori memuat jurnal, skripsi, laporan tugas akhir, dan laporan mahasiswa yang biasa dijadikan referensi untuk menyelesaikan penulisan tugas akhir dan dapat dinikmati secara full text.
Tantangan dan peluang media sosial sebagai library marketing Rahmita Sari
Media Informasi Vol 30 No 1 (2021): Media Informasi
Publisher : Perpustakaan Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8084.392 KB) | DOI: 10.22146/mi.v30i1.4039

Abstract

Perkembangan teknologi menciptakan berbagai media baru, salah satunya adalah media sosial. Munculnya media sosial sebagai sarana interaksi cepat antar manusia dalam waktu singkat di berbagai tempat menjadi peluang bagi perpustakaan untuk dijadikan Library Marketing (LM). Tulisan ini dirancang untuk fokus pada tantangan dan peluang media perpustakaan di Indonesia dengan menggunakan metode studi pustaka. Analisis pembahasan dalam makalah ini adalah pengembangan teknologi untuk mendorong perpustakaan menggunakan media sosial sebagai sarana melakukan pemasaran perpustakaan. Tantangan yang harus dihadapi: tantangan pluralarisme dan tantangan untuk menyampaikan informasi. Peluang media sosial sebagai Library Marketing adalah perpustakaan dapat diketahui publik, memiliki sistem pemasaran yang terpusat, dan menjalin kerja sama.
Optimalisasi media sosial dalam mendukung praktik kehumasan di UPT Perpustakaan ISI Yogyakarta Heri Abi Burachman Hakim
Media Informasi Vol 30 No 1 (2021): Media Informasi
Publisher : Perpustakaan Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8085.197 KB) | DOI: 10.22146/mi.v30i1.4045

Abstract

Eksistensi media sosial seperti facebook, instagram, tweeter dan youtube membawa perubahan besar terkait pola komunikasi, promosi dan akses terhadap informasi. Informasi dapat didistribusikan dan diakses dengan cepat, komunikasi antar masyarakat semakin mudah dilakukan dan promosi memungkinkan menjangkau target promosi yang lebih luas. Berdasarkan karateristik tersebut media sosial dapat digunakan untuk membangun komunikasi dengan pemustaka dan membangun citra positif perpustakaan. Media sosial dapat digunakan sebagai sarana untuk menjalankan fungsi hubungan masyarakat dari perpustakaan sebagai sarana membangun komunikasi dengan pemusaka dan membangun citra positif lembaga. Makalah ini mendeskripsikan bagaimana aplikasi pemanfaatkan media sosial dalam menjalankan fungsi hubungan masyarakat di UPT Perpustakaan ISI Yogyakarta. Deskripsi artikel ini diharapkan mampu memberikan inspirasi bagi perpustakaan atau lembaga sejenis untuk mengoptimalkan media sosial dalam menjalankan fungsi hubungan masyarakat.

Page 3 of 14 | Total Record : 138