cover
Contact Name
Muhammad Ruswandi Djalal
Contact Email
wandi@poliupg.ac.id
Phone
+6285250986419
Journal Mail Official
sinergi@poliupg.ac.id
Editorial Address
Jalan Perintis Kemerdekaan KM.10 Tamalanrea, Makassar 90245
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Teknik Mesin Sinergi
ISSN : 16931548     EISSN : 26849372     DOI : http://dx.doi.org/10.31963/sinergi
Jurnal Teknik Mesin Sinergi Politeknik Negeri Ujung Pandang mempublikasikan hasil penelitian pada Bidang Teknik Mesin dan Energi.
Articles 416 Documents
Rancang Bangun Alat Bantu Panjat Pohon Kelapa Baso Nasrullah; Syaharuddin Rasyid; Muh. Rachmat Fajrin; Arwandis Arwandis
Jurnal Teknik Mesin Sinergi Vol 19, No 2 (2021): Oktober 2021
Publisher : Politeknik Negeri Ujung Pandang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.44 KB) | DOI: 10.31963/sinergi.v19i2.3020

Abstract

The design of coconut tree climbing aids purposes to make it easier and provide a sense of security to climb trees even though they do not have climbing skills. This tool uses a 2024 series hollow aluminum material which has a maximum tensile strength of 302 MPa which is able to withstand a force of 7097Nmm which is greater than the maximum force that occurs which is 2000Nmm. This material has the ability to withstand a moment of 450.282Nmm greater than the moment that occurs of 100,000 Nmm, so the operator is safe without worry breaking. The testing of this tool has been proven to make it easier for humans who do not have climbing skills to a height of 6 m while those who have skills to climb coconut trees without tools can only reach a height of 3 m. this is because climbers who have skills still feel awkward using coconut tree climbing aids. So it can be concluded that this climbing aid is safe and even people who do not have climbing skills can climb coconut trees safely.
Pengembangan dan Sosialisasi Mesin Penebar Pakan Ikan Terpadu dengan Aerator Jenis Kincir Air pada Petani Tambak Rusdi Nur; Syaharuddin Rasyid
Jurnal Teknik Mesin Sinergi Vol 8, No 1 (2010): April 2010
Publisher : Politeknik Negeri Ujung Pandang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.378 KB) | DOI: 10.31963/sinergi.v8i1.1052

Abstract

The Ipteks programs are based on several factors that can affect the success of fish culture in milkfish and shrimp ponds is the availability of pond water quality is suitable for fish life fish and shrimp. In the intensification of efforts, one of the decisive parameters in improving pond water quality is to regulate the provision of oxygen content in water and fish feeding an orderly and proper dosage. Dissolved oxygen is very important for respiration and is one of the main components in the metabolism of fish and shrimp and other aquatic organizations. In addition, the system of fish feeding on fish and shrimp have been still using the traditional system, are fish/shrimp given to spread as much as 2-3 times a day. This system has several shortcomings, namely: the amount of feed given was not uniform, the feed is not spread evenly, and farmers have the pond every day. With the feed spreader tool has been developed as a tool in addition to the feed as well as spreader aerator tool that can provide aeration to the water's surface, then we can overcome the above problems with the feeding arrangement, which automatically threw food on time and the desired dose, and the continuously rotating wheel aerator will provide a spark against the surface of the water so the fish will be closer to get a new oxygen.
RANCANG BANGUN MESIN PENCETAK BAKSO BERSKALA INDUSTRI RUMAH TANGGA Abram Tangkemanda; Muh Iswar; A Pongtandi; R.L. Kastanya
Jurnal Teknik Mesin Sinergi Vol 15, No 2 (2017): Oktober 2017
Publisher : Politeknik Negeri Ujung Pandang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (792.736 KB) | DOI: 10.31963/sinergi.v15i2.1191

Abstract

Bakso adalah bahan daging yang berbentuk lingkaran yang umumnya dibuat dari campuran daging sapi giling dan tepung tapioka.Bakso sangat populer dan dapat ditemukan di seluruh Indonesia, akan tetapi kebanyakan pengusaha bakso masih menggunakan cara tradisional yang masih diragukan kehegienisannya dan hanya dan hanya dapat memproduksi 25-30 biji tiap menitn. Sedangkan untuk menggunakan mesin pencetak bakso yang telah ada, membutuhkan biaya yang sangat besar, sehingga dibutuhkan sebuah mesin yang dapat terjangkau oleh pengusah bakso berskala rumah tangga. Proses pembuatan mesin pencetak bakso berskala industri rumah tangga di produksi dengan mempertimbangkan efesiensi pencetakan bakso, tingkat kehegienisan serta pengoptimalan biayanya, dikarenakan mesin ini ditujukan kepada pengusaha bakso berskala rumah.Metode yang digunakan dimulai dari merancang mesin, membuat mesin dan merakit mesin. hasil merancang dan membuat mesin ini diperoleh kapasitas produksi yang mencapai 71 biji/menitnya, dimensi mesin dengan panjang 600 mm, lebar 345 mm dan tinggi 1250 mm dengan penggerak motor listrik ¼ HP. Pengaturan pisau sebelum menggunakan mesin sebaiknya diperbaiki agar menghasilkan pemotongan yang bagus pada saat proses produksi. Pemakaian sebaiknya dipilih stainles steel (baja tahan karat) untuk memberikan higienis bagi makanan.
Rancang Bangun Alat Cetak Material Komposit Dengan Sistem Tekan Muhammad Arsyad Suyuti; Arthur H. Razak; Pria Gautama; M. A. Murtadha; D. H. Wahyuningsi; Wiranto Wiranto
Jurnal Teknik Mesin Sinergi Vol 20, No 1 (2022): April 2022
Publisher : Politeknik Negeri Ujung Pandang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (835.185 KB) | DOI: 10.31963/sinergi.v20i1.3485

Abstract

The use of composite materials is growing rapidly because it’s have several advantages including easy to form, low density, and abundant availability. This matter encourages composites as substitute metals in various products. The purpose of this research is to make a press tool to form composite panel. The research method is carried out through several stages. The first stage, namely the design process by making sketches or drawings of press tools using Autodesk Fusion software. The second stage is the manufacturing process; components that are not standard were made by machining processes as needed refer to drawings design. The third stage, namely the assembly process, combining each component into a mutually supportive form as planned. The last stage is testing the press tool. At this stage the press tools equipment was tested by pressing eceng gondok (Eichhornia crassipes) fiber to become composite panels. Press tools can make composite panels with thicknesses ranging from 3.67 mm until 4.4 mm. The size of the composite panel follows the size of the mold.
Perancangan Pengendali PID-Ciancone pada Sistem Pressure Process RIG 38-714 Sukma Abadi
Jurnal Teknik Mesin Sinergi Vol 10, No 1 (2012): April 2012
Publisher : Politeknik Negeri Ujung Pandang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.453 KB) | DOI: 10.31963/sinergi.v10i1.1084

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk merancang pengendali PID untuk sistem/plant Pressure Process Rig 38-714. Pressure Process Rig (Feedback 38-714) merupakan peralatan laboratorium yang berguna sebagai alat peraga dan simulasi untuk penelitian yang terkait dengan pengaturan tekanan (pressure) dan kecepatan alir (flow) udara. Instrumen ini dapat digunakan untuk mendemonstrasikan prinsip-prinsip dari proses pengukuran dan pengendalian. Metode yang digunakan untuk memperoleh nilai-nilai parameter pengendali PID adalah metode tuning Ciancone. Parameter-parameter Kp, Ti, dan Td ditentukan dengan menggunakan grafik Ciancone. Berdasarkan perhitungan yang dilakukan, diperoleh nilai-nilai Kc, Ti, dan Td berturut-turut sebesar 0,91; 0,139; dan 0,009 untuk input sebesar 1-2 volt. Dengan memasukkan nilai-nilai parameter tersebut ke dalam simulink controler PID, diperoleh grafik output yang dapat mengikuti input step yang diberikan.
Pemanfaatan Thermoelectric Generator pada Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Sukma Abadi; Makmur Saini; Andar Triwijaya; Fina Pratiwi
Jurnal Teknik Mesin Sinergi Vol 17, No 1 (2019): April 2019
Publisher : Politeknik Negeri Ujung Pandang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (620.819 KB) | DOI: 10.31963/sinergi.v17i1.1602

Abstract

Pemanfaatan Thermoelectric Generator pada Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS)
Tungku Hemat Energi dengan Berbahan Bakar Briket Ampas Sagu Agustinus Agustinus; La Ode Musa
Jurnal Teknik Mesin Sinergi Vol 12, No 1 (2014): April 2014
Publisher : Politeknik Negeri Ujung Pandang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (562.083 KB) | DOI: 10.31963/sinergi.v12i1.1120

Abstract

Tungku adalah alat masak yang terbuat dari tanah liat, dan bahan bakar yang digunakan adalah kayu atau arang. Lain halnya dengan tungku ini yang bahan bakarnya adalah briket yang terbuat dari limbah ampas sagu. Briket ampas sagu yang digunakan dalam penelitian ini sebagai bahan bakar mempunyai nilai kalor 4120,0313 (kcal/kg) sampai dengan 4320,0727 (kcal/kg). Mendesain tungku briket perlu diperhatikan adalah 1). adanya aliran udara (oksigen) dari lubang bawah menuju lubang atas dengan melewati ruang bakar briket yang terdiri dari aliran udara primer dan sekunder 2). adanya saringan dan dudukan briket yang dapat menahan berat briket 3). ada ruang bakar untuk briket yang terletak dibawah 4). ada ruang untuk menampung abu yang terletak dibawah. Hasil pengujian pada tungku hemat energi ini, setelah dilakukan uji masak air 1 liter dan 1 kg bahan bakar briket pada panas yang stabil dengan percobaan sebanyak 6 kali, diperoleh laju kecepatan waktu yaitu (05.08; 05.16; 05.18; 04.45; 04.40; 04.45). Kemudian pada pengujian kompor minyak tanah dengan perlakuan yang sama diperolah laju kecepatan waktu yaitu (05.58; 05.52; 05.49; 05.10; 05.30; 05.13; 05.28). Perbandingan efisiensi waktu memasak air yang diperoleh dari tungku dan kompor jauh lebih cepat tungku, karena panas pada tungku tidak banyak terbuang pada dinding. Kemudian dari segi efisiensi penggunaan bahan bakar, jauh lebih murah briket dibandingkan minyak tanah, harga briket Rp. 5.000,- per kg dan harga minyak tanah non subsidi Rp. 13.000,- per liter. Harga minyak tanah yang ada dipengecer pangkalan tidak merata baik dikota maupun dipedalaman. Kemudian ditinjau dari segi efisiensi bahan untuk pembuatan tungku jauh lebih murah dibandingkan kompor minyak tanah, harga tungku dipasaran Rp. 75.000,- sedangkan kompor hock Rp. 300.000,-.
Pemantauan Elevasi Bendungan Bilibili Secara Real Time Uuntuk Pencapaian Kinerja PLTA Bilibili Mochamad Marte Ardhianto
Jurnal Teknik Mesin Sinergi Vol 18, No 2 (2020): Oktober 2020
Publisher : Politeknik Negeri Ujung Pandang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.469 KB) | DOI: 10.31963/sinergi.v18i2.2621

Abstract

Unit Layanan Pusat Listrik (ULPL) PLTA Bilibili merupakan Pembangkit Listrik Tenaga Air. Pola pengoperasian PLTA Bilibili diatur oleh Dinas PU berdasarkan kuota air yang disesuaikan dengan kondisi elevasi. Namun hal itu terganggu dengan kondisi lokasi dan ketidak akuratan pembacaan pada papan elevasi di bendungan yang berada di outdoor. Hal ini mengakibat papan elevasi mengalami korosi sehingga membuat operator kurang akurat untuk membaca elevasi bendungan ditambah lagi dengan kondisi air yang bergelombang serta jalanan ke lokasi yang kurang aman. Ketidak akuratan pembacaan elevasi bendungan oleh operator merupakan salah satu masalah yang perlu diantisipasi dalam penanggulangan, karena dengan ketidak akuratanpembacaan elevasi, PLTA Biilibili tidak bisa melakukan negosiasi penambahan kuota air dengan PU. Untuk mengatasi masalah yang terjadi yaitu dengan Pemantauan Elevasi untuk pemantauan pergerakan trend elevasi dibendungan.          Metode ini dilakukan dengan sistim Real Time yaitu dengan pemasangan CCTV pada Panel pembacaan Elevasi. Dengan dilakukan metode tersebut, dapat mengetahui trend elevasi yang berada pada bendungan dan segera melakukan koordinasi dengan PU untuk negosisasi penggunaan kuota air, sehingga manfaat yang didapat dengan penerapan metode ini yaitu operator PLTA segera ambil tindakan (action) dengan menaikan beban pembangkit sehingga kinerja Perusahaan dapat terpenuhi.
Analisis Kekasaran Permukaan Benda Kerja Menggunakan Pahat Konvensional HSS Pada Mesin CNC TU-2A Abdul Salam
Jurnal Teknik Mesin Sinergi Vol 6, No 1 (2008): April 2008
Publisher : Politeknik Negeri Ujung Pandang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (160.969 KB) | DOI: 10.31963/sinergi.v6i1.1018

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa kemampuan pahat bubut konvensional HSS sebagai tools alternatif pada mesin CNC TU-2A. Kekasaran permukaan dijadikan sebagai indikator untuk menentukan kualitas hasil pemakanan pada benda kerja untuk berbagai kondisi variabel permesinan. Selain itu, tingkat ketahanan pahat HSS diuji sampai pada batas keausan maksimum yang diizinkan. Metoda yang digunakan yaitu melakukan proses permesinan pada benda kerja aluminium dan kuningan dengan variasi kecepatan makan (F), tebal pemakanan (H), dan putaran mesin (S) untuk 3 macam merek Bohler, Krisbow, dan Kobe yang dibentuk menjadi 3 jenis, yaitu pahat kanan, pahat kiri, dan pahat netral. Selanjutnya dibandingkan dengan pahat carbide tool tip sebagai pahat standar mesin CNC TU-2A. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa pahat konvensional HSS dapat digunakan pada mesin CNC TU-2A. Pada benda kerja aluminium nilai kekasaran yang paling kecil menggunakan pahat carbide sebesar 1,21 µm (H 0,3), sedangkan nilai kekasaran yang paling besar adalah pahat HSS netral sebesar 3,14 µm (H 0,9). Untuk benda kerja kuningan, nilai kekasaran yang paling kecil menggunakan pahat HSS netral Krisbow sebesar 1,11 µm (H 0,3), sedangkan nilai kekasaran yang paling besar adalah pahat HSS netral Kobe sebesar 9,8 µm (H 0,3). Pahat konvensional HSS akan mengalami keausan sebesar 0,245 mm bila digunakan secara terus menerus pada panjang pemakanan 500 mm dengan tebal pemakanan maksimum (H) 0.9 mm, asutan (F) 50 mm/min dan putaran spindel (n) 900 rpm. Bila dibandingkan pada kondisi yang sama, pahat carbide tool tip sebagai pahat standar belum mengalami keausan yang berarti.
Fungsi Algoritma Genetika Dalam Mencari Rute Terpendek Dengan Mikrokontroler Ruslan Ruslan
Jurnal Teknik Mesin Sinergi Vol 7, No 2 (2009): Oktober 2009
Publisher : Politeknik Negeri Ujung Pandang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (130.234 KB) | DOI: 10.31963/sinergi.v7i2.1043

Abstract

Pada makalah ini akan dipaparkan tentang fungsi algoritma genetika dengan menggunakan mikrokontroler MCS51. Aplikasi yang dipilih untuk percobaan adalah mencari rute terpendek yang menghubungkan suatu tempat asal dan tujuan. Semua proses algoritma genetika seperti membangkitkan populasi awal, evaluasi, seleksi, crossover dan mutasi, dilakukan oleh mikrokontroler MCS51. Jenis kromosom yang digunakan dalam sistem ini adalah bit string. Metode seleksi yang digunakan adalah roulette wheel dan elitsm. Sebuah program bantuan yang beroperasi di komputer, digunakan untuk membuat peta jalan, men-download ke mikrokontroler MCS51 semua informasi yang dibutuhkan. Pengujian telah dilakukan dengan simulasi pada program dan dengan menerapkan pada mikrokontroler untuk menentukan rute terpendek dari suatu lokasi menuju ke lokasi lain. Dari hasil pengujian terlihat bahwa fungsi algoritma genetika pada mikrokontroler dapat berjalan dengan baik dan mampu menentukan rute terpendek yang dapat ditempuh dengan bervariasi model peta.

Page 2 of 42 | Total Record : 416