Articles
416 Documents
ANALISIS PENGARUH BATU KAPUR TERHADAP PENURUNAN KADAR SULFUR DIOKSIDA GAS BUANG BOILER PADA PT. PLN (PERSERO) UNIT PLTU BARRU
Abdul Rahman;
Werni Gusti Marampa
Jurnal Teknik Mesin Sinergi Vol 15, No 1 (2017): April 2017
Publisher : Politeknik Negeri Ujung Pandang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (341.842 KB)
|
DOI: 10.31963/sinergi.v15i1.1182
In line with the development of coal utilization in Indonesia, there are also some obstacles that hinder the development. The main obstacle is the presence of SO2 gas of coal combustion products which can cause air pollution. To reduce SO2 gas can be done by reducing the sulfur content of the coal burned before (desulfurization), with the aim to determine the effect of limestone to decreased levels of sulfur and sulfur removal efficiency resulting in an environmentally friendly exhaust gas in accordance with the regulations of Ministry of Environment (MoE) . This research was conducted by using the method of direct observation on the components of the power plant which will review the boiler, chimney and CEMS as well as interviews with relevant parties about the desulfurization process. The results of the study indicate that the use of limestone to reduce levels of sulfur is an effective option for every plant where the efficiency of desulfurization process reaches 98%.
Rancang Bangun Mesin Ektrusi Pembuat Filamen dengan Sistem Screw Conveyor
Rusdi Nur;
Nursyahbani P Parahdiba;
Ikhlas Abdullah;
Dimas F Roji;
Sitti Sahriana;
Ilyas Mansur
Jurnal Teknik Mesin Sinergi Vol 20, No 1 (2022): April 2022
Publisher : Politeknik Negeri Ujung Pandang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (879.334 KB)
|
DOI: 10.31963/sinergi.v20i1.3433
Plastic extrusion machine is a tool to carry out the process of extrusion or formation by utilizing plastic blockage by using high temperatures for the process of melting and reshaping with mold into a certain form, where the drive used in the extrusion machine is a power thread formed in such a way as to be able to conduct or move the material. Extrusion machine made with the principle of horizontal shape and use screw conveyor as a material drive in the extrusion process. Extrusion Machine uses HDPE pellets as a test material to print filaments with a attached specification of 31.81 rpm of speed and 915 watt of element band heater power. The process of designing an extrusion machine with the screw conveyor was using standard flight or standard blade, on the grounds that the screw or thread only serves to move the material to the end of the nozzle. The screw conveyor size is 500 mm long, screw diameter is 50 mm and the distance between pitches is 25 mm followed by the dimensions of the machine is 800 x 400 x 600 mm. The test results were conducted using HDPE polyethylene pellet material with variable temperature variations consisting of 5 types of temperature, namely, 120 ° C, 110 ° C, 110 ° C, 95 ° C and 90 ° C, form the five variables above we conducted trials on each temperature. Then we got it and we concluded that the experiment using the temperature variable of 100 ° C has the most optimum output results, where the temperature of 120 ° C and 110 ° C has a liquid output result then the temperature of 90 ° C and 95 ° C has a condition where the material dries too quickly and make the nozzle clogged.
Analisis Kinerja Pendingin Udara Alternatif yang Memanfaatkan Energi Laten Es dengan Dua Heat Exchanger
Jamal Jamal;
Firman Firman
Jurnal Teknik Mesin Sinergi Vol 9, No 2 (2011): Oktober 2011
Publisher : Politeknik Negeri Ujung Pandang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (299.687 KB)
|
DOI: 10.31963/sinergi.v9i2.1075
Penggunaan mesin pendingin udara dapat menimbulkan masalah yaitu menggunakan energi yang besar, pencemaran lingkungan dari penggunaan freon yang dapat merusak ozon dan harga pengadaannya yang mahal. Sehingga untuk mengatasi masalah tersebut dilakukan analisis kinerja pendingin udara yang memanfaatkan energi laten es dengan dua heat exchanger, yang merupakan tujuan jangka pendek penelitian ini, adapun tujuan jangka panjangnya adalah mengatasi permasalahan global yaitu penggunaan energi yang sangat besar serta pemanasan global akibat penggunaan mesin pendingin ruangan yang tidak ramah lingkungan. Metode yang digunakan menyelesaikan masalah di atas adalah dengan melakukan penelitian pendingin udara alternatif dimana penggunaan freon diganti dengan es sebagai penyerap energi dan penggunaan kompressor digantikan dengan pompa. Pengujian ini memvariasikan kecepatan aliran udara fan pada kompressor yaitu 3,8 m/s, 2,97 m/s dan 2,07 m/s. Pengujian juga memvariasikan debit aliran air dalam pipa sirkulasi yaitu 0,65 × 10-5 m3/s, 1,26 × 10-5 m3/s dan 1,88 × 10-5 m3/s. Pengujian dilakukan secara harian dan sesaat. Hasil pengujian yang dilakukan adalah mesin pendingin udara yang mampu mendinginkan ruangan, tidak menggunakan freon sebagai fluida kerja hingga aman bagi lingkungan dan mesin pendingin udara yang memiliki biaya pengadaan dan pemeliharaan serta perbaikan yang lebih rendah dibandingkan AC berfreon tetapi memiliki biaya operasional yang lebih tinggi. Dari hasil penelitian uji sesaat diperoleh pada debit air konstan diperoleh hubungan efisiensi HE (ηHE) dengan kecepatan udara (vud) serta hubungan efisiensi sistim (ηsys) dengan kecepatan udara adalah berbanding lurus. Hasil penelitian uji sesaat diperoleh pada kecepatan udara fan pada heat exchanger konstan diperoleh hubungan efisiensi HE (ηHE) dengan debit air (Qair) serta hubungan efisiensi sistim (ηsys) dengan debit air adalah berbanding terbalik. Hasil pengujian peralatan uji dengan uji harian pada setiap pengaturan kecepatan udara diperoleh hubungan antara waktu dengan efisiensi adalah cenderung konstan, baik Efisiensi HE (ηHE), efisiensi ruang (ηruang) maupun efisiensi sistim (ηsistem).
RANCANG BANGUN AUTOMATIC PRESS TOOL UNTUK BLANKING CETAKAN KUE
Muhammad Arsyad Suyuti;
Ahmad Zubair Sultan;
Muhammad Ardiansyah;
Rezky Aryadi Mihdar;
Gede Yudi Swastika
Jurnal Teknik Mesin Sinergi Vol 17, No 2 (2019): Oktober 2019
Publisher : Politeknik Negeri Ujung Pandang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (538.62 KB)
|
DOI: 10.31963/sinergi.v17i2.2078
Press tools can produce products in bulk with uniform quality and short time. The automation system applied to this press tool is a system to help channel metal plates to the press tool automatically called a feeder so that it can be called an automatic press tool. The technique that will be applied in this press tool is blanking technique. Blanking is a product of forming results that is used and is produced from one single cutting process with all forms of contour being cut in full, or the result of gradual cutting with the press tool. This research aims to design and prototype an automatic press tool to produce cake mold blanking using a pneumatic system that can work more effectively and efficiently. The research method was carried out in several stages, namely the design phase, the manufacturing stage, the assembly stage and the data analysis. The results obtained from this study produce automatic press tool blanking cake molds with a pneumatic system that is given a maximum compressive strength of 8 bars and a pressure force of 6280 N. This tool is able to produce aluminum blanking results on average of 17 to 18 pieces per minute without requiring a load high operator work.
STUDI KEANDALAN SISTEM JARINGAN DISTRIBUSI PRIMER 20 kV BUSBAR PANGKEP
Tri Randi Uetama;
Aris Saputra;
Lewi Lewi;
Sonong Sonong
Jurnal Teknik Mesin Sinergi Vol 11, No 2 (2013): Oktober 2013
Publisher : Politeknik Negeri Ujung Pandang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (243.183 KB)
|
DOI: 10.31963/sinergi.v11i2.1109
Seiring dengan bertambahnya jumlah beban pada busbar Pangkep maka performa pelayanan semakin kompleks. Maka dari pada itu diperlukan sebuah studi untuk menganalisis keandalan pada busbar Pangkep untuk melihat indeks keandalannya. Hal ini sangat penting untuk diketahui dan juga menjadi referensi bagi PT PLN (persero) untuk meningkatkan atau mempertahankan kualitas listriknya. Penelitian ini dilakukan dengan mengambil data gangguan, durasi pemadaman dan jumlah pelanggan kemudian dihitung laju kegagalan dan lama gangguan rata-rata konsumen selama setahun yaitu tahun 2011. Hasil perhitungan tersebut digunakan untuk menentukan indeks keandalan yaitu SAIFI, SAIDI, CAIFI, CAIDI, ASAI dan ASUI dan dinyatakan dalam angka. Dari hasil perhitungan diperoleh bahwa ketersediaan energi listrik busbar Pangkep masih di atas 90 % dan SAIFI dengan nilai 0,87241 gangguan/pelanggan/tahun dan SAIDI dengan nilai 25,60979 menit/pelanggan/tahun. Maka indeks keandalannya masih berada dalam batas-batas yang diperbolehkan PT PLN (persero) dengan nilai SAIFI maksimal adalah 3,166 gangguan/pelanggan/tahun dan SAIDI adalah 137 menit/pelanggan/tahun. Sesuai dengan SPLN 59 tahun 1985, yang menyatakan bahwa keandalan distribusi ditinjau dari indeks frekuensi dan durasi gangguan, dan juga standar IEEE (Institute Of Electrical and Electronic Enginering) yang menyatakan bahwa suatu jaringan distribusi dikatakan andal jika mampu menyediakan energi listrik 90 % ke atas dalam kurun waktu yang ditentukan. Sehingga dapat dikatakan sistem jaringan distribusi 20 kV busbar Pangkep masih andal. Untuk memudahkan hasil perhitungan indeks keandalan maka digunakan program Matlab 2010. Agar kontinuitas pelayanan tetap terjaga indeks keandalan masih bisa ditingkatkan lagi dengan lebih memperhatikan perawatan menggunakan standarisasi perawatan yang lebih disiplin dan managemen perawatan yang baik.
Perencanaan Eskalator Lantai Satu ke Dua pada Gedung Direktorat Politeknik Negeri Samarinda dengan Kendali PLC
Muhammad Hendrik Septiawan;
Dadang Suherman;
Prihadi Murdiyat
Jurnal Teknik Mesin Sinergi Vol 18, No 1 (2020): April 2020
Publisher : Politeknik Negeri Ujung Pandang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (673.088 KB)
|
DOI: 10.31963/sinergi.v18i1.2242
Eskalator atau tangga berjalan akan membantu manusia untuk naik turun lantai dengan lebih mudah, aman dan cepat, sehingga lebih efisien dalam penggunaan waktu dan tenaga. Kebutuhan akan escalator juga tampak pada Gedung Direktorat Politeknik Negeri Samarinda, yang merupakan bangunan bertingkat 4 dengan tangga berada di tengah gedung. Sebagian orang akan lelah untuk naik ke lantai dua, tiga, dan empat. Melihat perlunya escalator untuk dipasang menggantikan tangga biasa, maka pada penelitian ini direncanakan eskalator dengan sistem kendali PLC (Programmable Logic Controller) yang menggabungkan beberapa jenis sensor antara lain: sensor infrared dan sensor keamanan seperti, handrail entry switch, skirt guard safety switch, driving chain safety switch, step chain safety switch, dan step safety switch. Perencanaan yang dilakukan meliputi perhitungan panjang eskalator yang akan dipasang, kapasitas daya motor yang akan digunakan dan sistem kontrol eskalator tersebut. Sistem ini dapat melakukan kontrol keamanan dan efisiensi penggunaan listrik pada eskalator. Eskalator akan bekerja apabila ada penumpang yang dideteksi oleh sensor infrared. Jika tidak ada penumpang yang dideteksi maka eskalator akan berhenti bekerja dalam jangka waktu yang telah ditentukan. Ketika terjadi masalah pada sistem yang dapat mengakibatkan kecelakaan terhadap penumpang maka sensor keamanan akan bekerja untuk menghentikan eskalator.
RANCANG BANGUN FIXTURE PERAKITAN RUNNER DAN CASING TURBIN CROSSFLOW
Muas M;
Baso Nasrullah;
Herdiman Herdiman;
Ahsan Muslimin
Jurnal Teknik Mesin Sinergi Vol 16, No 2 (2018): Oktober 2018
Publisher : Politeknik Negeri Ujung Pandang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (490.533 KB)
|
DOI: 10.31963/sinergi.v16i2.1509
Salah satu komponen turbin yang penting untuk diperhatikan dalam pembuatanya adalah komponen runner dan casing turbin. Banyaknya bagian yang harus dilas dan penggunaan alat bantu yang belum memenuhi syarat fungsional menyebabkan terjadinya beberapa masalah ketika proses perakitan, permasalahan tersebut disebabkan sulitnya mendapatkan ketegak lurusan antara piringan dan poros runner dimana pada kedua komponen tersebut terjadi penyimpangan runout yang melebihi toleransi yang diijinkan, seperti halnya perakitan komponen casing yang dimana hampir seluruh sambungan mengalami proses pengelasan dan penggunaan alat bantu yang sederhana sehingga menyebabkan penyimpangan dimensi yang sangat besar dari toleransi yang ditentukan. Penggunaan alat bantu yang sangat sederhana akan menimbulkan kesulitan dalam mengontrol dimensi atau keseragaman bentuk selama berlangsungnya proses produksi. Untuk itu dibutuhkan fixture yang cocok untuk proses perakitan runner maupun casing turbin untuk mendapatkan proses perakitan yang sesuai toleransi geometri yang ditentukan. Penelitian ini membuat rancang bangun fixture untuk digunakan dalam perakitan runner dan perakitan casing turbin dengan metode perakitan dilakukan secara bertahap. Perancangan dilakukan dalam lima tahap yaitu tahap pernyataan persoalan, tahap pembuatan analisa kebutuhan, tahap pengumpulan informasi dan gagasan, tahap pembuatan rancangan sementara dan tahap pembuatan rancangan akhir. Sedangkan pembuatan fixture dilakukan dalam dua tahap yaitu pemesanan material (pembelian material) dan pembuatan komponen fixture. Hasil akhir dari pembuatan runner dan casing dengan menggunakan fixture adalah mampu menurunkan penyimpangan pada komponen runner dan casing turbin dengan menghasilkan runout pada runner sebesar 2.0 mm dan ketegak lurusan casing sebesar 1.6 mm, tetapi belum mampu mencapai penyimpangan dari yang ditargetkan yaitu 1 mm.
Rancang Bangun Simpel Press Tool untuk Bending V Bottoming
Muhammad Arsyad Suyuti
Jurnal Teknik Mesin Sinergi Vol 13, No 2 (2015): Oktober 2015
Publisher : Politeknik Negeri Ujung Pandang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (357.306 KB)
|
DOI: 10.31963/sinergi.v13i2.1150
Perkembangan industri manufaktur sekarang ini sangat pesat sehingga berdampak pada semakin besarnya tuntutan terciptanya berbagai alat dan perkakas bantu produksi yang mempunyai kemampuan untuk menghasilkan produk secara massal. Press tool (punch dan dies) merupakan salah satu teknologi permesinan yang mampu memproduksi produk secara massal. Penggunaan press tool sangat efektif dan efisien untuk memproduksi produk secara massal dengan bentuk, ukuran dan kualitas yang seragam serta waktu produksi yang cepat tanpa mengurangi kualitas produk yang dihasilkan. Dalam aplikasinya press tool dapat menghasilkan beragam produk sesuai dengan desain punch dan dies yang diinginkan. Proses pembentukan berupa bending V merupakan salah satu aplikasi dari penggunaan press tool. Dari hasil rancang bangun press tool bending V bottoming dapat digunakan sebagai alat bantu bending V untuk produk atau komponen berukuran kecil dimana lebar garis bending maksimum 50 mm, tebal lembaran dasar material pelat 0 s.d 6 mm dan radius sudut tekuk 2, 4 dan 6 mm
Rancang Bangun Mesin Rol Bending Pipa Besi
Abram Tangkemanda;
Arthur Halik Rasak;
Febriyanto Febriyanto;
Fhiral Renaldy;
Muh. Erfin
Jurnal Teknik Mesin Sinergi Vol 19, No 1 (2021): April 2021
Publisher : Politeknik Negeri Ujung Pandang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (759.51 KB)
|
DOI: 10.31963/sinergi.v19i1.2764
Proses penekukan pipa (bending), biasanya banyak sekali dilakukan untuk membuat komponen-komponen industri maupun rumah tangga misalnya membuat kursi, pagar, kanopi, serta perlengkapan lainnya yang memanfaatkan pipa sebagai bahan dasarnya. Hal tersebut diatas, menunjukan bahwa kebutuhan produk semakin lama semakin tinggi dengan kualitas yang baik dan sama halnya dengan peralatan (mesin-mesin), yang semakin lama di tuntut untuk lebih berkembang dan berkembang lagi,sehingga dengan biaya yang terjangkau mesin rol bending besi pipa ini dapat membantu untuk perindustrian ekonomi kecil dan menengah. Untuk itulah maka penelitian dilakukan dengan merancang mesin rol bending pipa dengan sistem hydraulic jack dan menggunakan tenaga motor listrik sehingga mempermudah proses pembendingan pada pipa, lebih meminimalisir terjadi keretakan pada pipa dan Menentukan spesikasi material yang akan dibending terkait dengan kemapuan alat bending dengan menggunakan metode perhitungan dimana hasilnya nanti sebagai dasar untuk merancang.
Pemodelan dan Simulasi FMS untuk Menunjang Proses Pembelajaran di Laboratorium CNC PNUP
Ahmad Zubair Sultan
Jurnal Teknik Mesin Sinergi Vol 7, No 1 (2009): April 2009
Publisher : Politeknik Negeri Ujung Pandang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (616.598 KB)
|
DOI: 10.31963/sinergi.v7i1.1032
Tulisan ini bertujuan untuk memodelkan dan mensimulasikan proses pemesinan pada Fleksible Manufacturing System (FMS) yang ada di Politeknik Negeri Ujung Pandang. Model simulasi ini diharapkan dapat menunjang proses belajar mengajar di Laboratorium CNC terutama pada saat Sistem manufaktur Fleksibel tersebut tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Model simulasi FMS dibuat dengan menggunakan software simulator ExtendV4, sedangkan pengolahan data dibuat dengan software weibull 4++. Dari simulasi yang dilakukan, dalam jangka waktu 600 menit (10 jam kerja/hari) dapat diproduksi 32 sampai 37 unit komponen/hari. Sedangkan sisa komponen yang berada di storage room dapat diperkecil dengan cara menambah kapasitas buffer yang ada pada mesin bubut dan miling, walaupun hal ini belum bisa menaikkan kapasitas produksi FMS secara keseluruhan.