cover
Contact Name
-
Contact Email
ijphn@mail.unnes.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
ijphn@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
F5 Building, Department of Public Health, Faculty of Sports Science, Universitas Negeri Semarang Sekaran Campus, Gunung Pati, Semarang City, Central Java, Indonesia 50229
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Public Health and Nutrition
ISSN : 27984265     EISSN : 27769968     DOI : https://doi.org/10.15294/ijphn
Core Subject : Health,
Indonesian Journal of Public Health and Nutrition contains scientific writings in the form of research reports of qualitative and quantitative research articles with a focus on Public Health Nutrition
Articles 175 Documents
Perilaku Pencegahan COVID-19 pada Klien Kontak Erat Riskiyanto, Azi; Indarjo, Sofwan
Indonesian Journal of Public Health and Nutrition Vol 1 No 3 (2021): Supplement Issue
Publisher : Center for Public Health Nutrition Studies, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijphn.v1i3.48715

Abstract

Background: Someone with a history of close contact has a high risk of being infected with COVID-19, based on research has a proportion of 42% to be infected. At the Kajen II Health Center, it showed that 77 close contacts, 31 of them were declared infected with COVID-19. This study aims to analyze factors related to COVID-19 prevention behavior in close contacts. Methods: This type of research uses an analytical survey with a cross-sectional design. The population in this study was 77 close contacts and a sample of 47 respondents, with purposive sampling technique. Instrument using a questionnaire, data analyzed used chi square test and logistic regression. Results: There is a relationship between geder (p = 0,024), knowledge (p = 0,013), perceived suspectibility (p = 0,020), perceived bariers (p = 0,000), self-efficacy (p = 0,000), family support (p = 0,003), and information access (p = 0,002). Strong contributing factors are information access (OR = 15,957), perceived bariers (OR = 33,842), dan self-efficacy (OR = 25,696). Conclusion: There is a relationship between gender, knowledge, perception suspectibility, family support, where access to information, perceived barriers and self-efficacy are variables that are strongly related to COVID-19 prevention behavior in close client contacts.
Perilaku Pencegahan Covid-19 Pada Lansia Penderita Hipertensi Rahman, Annida Octavia; Indarjo, Sofwan
Indonesian Journal of Public Health and Nutrition Vol 1 No 3 (2021): Supplement Issue
Publisher : Center for Public Health Nutrition Studies, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijphn.v1i3.48732

Abstract

Latar belakang : Hipertensi pada lansia di wilayah kerja Puskesmas Pudakpayung, Kota Semarang pada tahun 2018 sebanyak 822 jiwa, tahun 2019 meningkat menjadi 951 jiwa dan pada tahun 2020 kasusnya terus meningkat setiap bulannya. Terdapat 2 kasus COVID-19 meninggal merupakan lansia dengan komorbid hipertensi. Metode : Jenis penelitian ini obsevasional analitik dengan rancangan penelitian cross sectional. Jumlah populasi 862 jiwa, dengan teknik purposive sampling. Didapatkan jumlah sampel yang ditetapkan sebesar 45 responden. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Data dianalisis dengan menggunakan uji Chi Square. Hasil : Hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan antara sikap (p = 0,012), kepercayaan (p = 0,028), dukungan keluarga (p = 0,004) dan sumber informasi (p = 0,010) dengan perilaku pencegahan COVID-19. Dan tidak ada hubungan antara pengetahuan (p = 1,000), dukungan petugas kesehatan (p = 1,000), dukungan tokoh masyarakat (p =1,000 ) dan fasilitas kesehatan (p = 0,779) dengan perilaku pencegahan COVID-19. Kesimpulan : Perlunya peningkatan peran dari petugas kesehatan dan tokoh masyarakat dalam pendekatan dan pemberian edukasi terkait COVID-19 pada lansia untuk meningkatkan perilaku pencegahan COVID-19.
Kesiapsiagaan Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun dalam Pencegahan dan Penanganan COVID-19 Rosiani, Dwi Anisa; Maharani, Chatila
Indonesian Journal of Public Health and Nutrition Vol 1 No 3 (2021): Supplement Issue
Publisher : Center for Public Health Nutrition Studies, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijphn.v1i3.48898

Abstract

Latar Belakang: Jumlah kasus COVID-19 selalu meningkat setiap harinya sehingga membuat Kabupaten Madiun menjadi berstatus kuning (data per 24 Februari 2021). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesiapsiagaan Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun dalam pencegahan dan penanganan COVID-19. Metode: Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan evaluasi. Subjek penelitian ini adalah staf Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun. Pemilihan informan menggunakan metode purposive sampling sehingga didapatkan 7 informan terpilih. Indikator penelitian ini antara lain sumber daya manusia, sarana prasarana, pembiayaan, program, dan capaian. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, studi dokumentasi, dan observasi lalu dianalisis dengan menggunakan teknik triangulasi. Hasil: Kesiapsiagaan sumber daya manusia mencapai 88,67%, kesiapsiagaan sarana dan prasarana mencapai 66,67%, kesiapsiagaan pembiayaan mencapai 100%, kesiapsiagaan program mencapai 92,29%, dan kesesuaian capaian kinerja dengan Pedoman P2 COVID-19 mencapai 66,67%. Kesimpulan: Tingkat kesiapsiagaan Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun yaitu sangat siap (82,36%) dalam pencegahan dan penanganan COVID-19. Disarankan Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun untuk melakukan peningkatan sumber daya manusia dan sarana prasarana serta evaluasi program, sehingga epidemi COVID-19 di Kabupaten Madiun dapat terkendali dan membuat wilayah Kabupaten Madiun menjadi zona hijau dan terbebas dari COVID-19.
Pemanfaatan Kembali Pelayanan Kesehatan pada Masa Pandemi COVID-19 Risnaningtyas, Arinda Kusuma; Maharani, Chatila
Indonesian Journal of Public Health and Nutrition Vol 1 No 3 (2021): Supplement Issue
Publisher : Center for Public Health Nutrition Studies, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijphn.v1i3.48941

Abstract

Latar Belakang: Penurunan jumlah kunjungan di Puskesmas Mranggen 1 terjadi ketika awal pandemi COVID-19 pada Bulan April 2020 sekitar 50% perbulan. Sehingga mengakibatkan menurunnya deteksi terhadap suatu penyakit serta meningkatnya angka kesakitan di wilayah kerja Puskesmas Mranggen 1. Metode: Penelitian ini adalah penelitian analitik observasional dengan desain cross sectional. Jumlah sampel sebesar 364 responden dengan teknik purposive sampling. Menggunakan instrumen kuesioner dan analisis uji chi square serta uji regresi logistic. Hasil: Variabel yang berhubungan dengan pemanfaatan kembali pelayanan kesehatan dalam penelitian ini yaitu sikap, aksesibilitas, persepsi sakit, kemudahan informasi, dampak ekonomi, dan tingkat kecemasan masyarakat. Faktor yang paling mempengaruhi pemanfaatan kembali pelayanan kesehatan adalah sikap (p = 0,027; Exp (B) = 2,032), aksesibilitas (p = 0,030; Exp (B) = 0,524), kemudahan informasi (p = 0,029; Exp (B) = 1,974), dampak sosial (p = 0,000; Exp (B) = 0,169). Kesimpulan: Sikap, aksesibilitas, kemudahan informasi dan dampak sosial merupakan faktor yang paling mempengaruhi pemanfaatan kembali pelayanan kesehatan pada masa pandemi COVID-19 di Puskesmas Mranggen 1.
Perilaku Ibu dalam Pemberian Isoniazid untuk Pencegahan Penularan Tuberkulosis Anak S, Priskila Ayu Pratama; Indarjo, Sofwan
Indonesian Journal of Public Health and Nutrition Vol 1 No 3 (2021): Supplement Issue
Publisher : Center for Public Health Nutrition Studies, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijphn.v1i3.49000

Abstract

Latar Belakang: Kejadian tuberkulosis anak usia 0-4 tahun di Puskesmas Telogosari Wetan tertinggi diantara semua Puskesmas Kota Semarang, dari 10 kasus naik menjadi 24 kasus ditahun 2019. Pemberian PP INH di wilayah kerja Puskesmas Telogosari Wetan sebanyak 2 anak. Anak yang tinggal serumah dengan penderita BTA(+) mempunyai resiko lebih besar menderita TB. 50% anak yang menderita TB di wilayah kerja Puskesmas Telogosari Wetan merupakan anak yang kontak serumah dan tidak mendapatkan PP INH. Tujuan penelitian ini menganalisis perilaku ibu dalam pemberian obat isoniazid untuk pencegahan penularan tuberkulosis anak 0-4 tahun. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli-Agustus 2020. Metode: Penelitian ini menggunakan desainkualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Informan dipilih secara purposive sampling yang terdri dari 2 informan utama dan 5 informan triangulasi. Pengambilan data menggunakan wawancara mendalam kemudian data dianalisis data dan disajikan dalam bentuk narasi. Hasil : pengetahuan ibu cukup baik, keyakinan baik, konsekuensi baik, persepsi baik, motivasi baik, norma masyarakat baik, dan perilaku baik. Kesimpulan: Perilaku ibu dalam pemberian isoniazid untuk pencegahan penularan TB anak masih kurang baik dan perlu ditingkatkan.
Analisis Tingkat Stres Terkait Kadar Gula Darah Pada Penderita Diabetes Melitus Tipe II Haryono, Melina; Handayani, Oktia Woro Kasmini
Indonesian Journal of Public Health and Nutrition Vol 1 No 3 (2021): Supplement Issue
Publisher : Center for Public Health Nutrition Studies, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijphn.v1i3.49018

Abstract

Latar Belakang: Diabetes Melitus adalah penyakit kronis berupa gangguan metabolisme yang ditandai dengan kadar gula darah di atas normal. Komplikasi Diabetes Melitus bisa timbul dari ujung kepala hingga ke ujung kaki, mulai dari penyakit jantung, stroke dan gagal ginjal yang membahayakan. Kadar gula darah pada pasien Diabetes Melitus dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya yaitu stres. Stres yang terjadi pada penderita Diabetes Melitus mengakibatkan produksi kortisol menjadi berlebih sehingga keadaan gula darah mejadi tidak normal dan terjadi Diabetes Melitus. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan teknik pengamiblan sampel consecutive sampling. Jumlah subjek sebanyak 85 pasien Diabetes Melitus. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner Depression, Anxiety, and Stress Scale (DASS) 21 dan glukometer. Kategori stres yang diteliti adalah stres normal, stres ringan dan stres sedang. Sedangkan pemeriksaan gula darah yang digunakan adalah gula darah sewaktu dan dikatakan gula darah normal apabila 80-200 mg/dl dan tinggi apabila >200 mg/dL. Uji yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji chi-square. Hasil: Terdapat hubungan tingkat stres dengan kadar gula darah pada penderita Diabetes Melitus Tipe II (p=0,011). Kesimpulan: Terdapat hubungan tingkat stres dengan kadar gula darah pada penderita Diabetes Melitus Tipe II di Puskesmas Secang I.
Protokol Kesehatan Dan Penggunaan Apd Dalam Pencegahan Covid-19 Pada Tenaga Kesehatan Di Puskesmas Sefia, Alfi Intan; Koesyanto, Herry
Indonesian Journal of Public Health and Nutrition Vol 1 No 3 (2021): Supplement Issue
Publisher : Center for Public Health Nutrition Studies, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijphn.v1i3.49022

Abstract

Latar Belakang: Paparan infeksi COVID-19 pada nakes dapat mempengaruhi keselamatan dan kesehatan pekerja. Sehingga perlunya penerapan Prokes dan APD pada nakes untuk Pencegahan dan Pengendalian Infeksi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan dan pengaruh antara penerapan prokes 3M (Mencuci tangan, Menggunakan masker, Menjaga Jarak) dan penggunaan APD (Alat Pelindung Diri) dengan riwayat infeksi COVID-19. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain studi penelitian cross sectional, dan metode penelitian deskriptif analitik. Sampel yaitu nakes di Puskesmas Sidorejo Lor Salatiga. Variabel berupa penerapan prokes 3M dan penggunaan APD terhadap riwayat infeksi COVID-19. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Analisis data menggunakan uji fisher exact test dan uji regresi logistik berganda dengan nilai α=0.05 dan CI 95%. Hasil: Hubungan protokol kesehatan dan penggunaan APD dengan riwayat infeksi COVID-19, yaitu mencuci tangan (ρ=0,024), menggunakan masker (ρ=0,048), menjaga jarak (ρ=0,009), dan penggunaan APD (ρ=0,027). Pengaruh secara simultan dengan nilai signifikasi 0,003. Kesimpulan: Terdapat hubungan dan pengaruh secara simultan antara variabel penerapan prokes 3M dan penggunaan APD dengan riwayat infeksi COVID-19.
Determinan Perubahan Kadar CD4 pada Orang Dengan HIV/AIDS Koinfeksi TB Aulia, Atika; Rahayu, Sri Ratna
Indonesian Journal of Public Health and Nutrition Vol 1 No 3 (2021): Supplement Issue
Publisher : Center for Public Health Nutrition Studies, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijphn.v1i3.49055

Abstract

Latar Belakang: Data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menyebutkan bahwa tuberkulosis masih menjadi penyebab utama kesakitan dan kematian pada ODHA sebesar 25%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui determinan atau faktor yang mempengaruhi perubahan kadar CD4 pada ODHA koinfeksi TB di RSUD Kota Bandung. Metode: Jenis penelitian yang digunakan merupakan penelitian observasional analitik dengan rancangan atau desain penelitian yang digunakan adalah cohort retrospektif. Jumlah sampel yang ditetapkan sebesar 77 sampel. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah register dan rekam medis pasien. Data dianalisis menggunakan uji Chi Square dengan perangkat lunak pengolah data yaitu SPSS. Hasil: Hasil menunjukkan bahwa usia (RR=1,050; CI 95%=0,366-3,016; dan p=0,928), jenis kelamin (RR= 0,810; CI 95%= 0,718-0,913; dan p=0,109), status kerja (RR=0,806; CI 95%=0,714-0,911; dan p=0,109), jumlah CD4 awal (RR=0,240; CI 95%= 0,080-0,723; dan p=0,015), stadium klinis (RR=0,750; CI 95%=0,266-2,117; p=0,586), kepatuhan konsumsi OAT (RR=1,076; CI 95%=0,166-6,979; dan p=1,00), kepatuhan ART (RR=2,000; CI 95%=0,640-6,264, dan p=0,363), lama ART (RR=0,803; CI 95%=0,709-0,909, dan p=0,062). Kesimpulan: Simpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan antara jumlah CD4 awal terhadap perubahan kadar CD4 pada ODHA koinfeksi TB di RSUD Kota Bandung. Sementara tidak terdapat hubungan antara usia, jenis kelamin, status kerja, stadium klinis, kepatuhan konsumsi OAT, kepatuhan ART, dan lama ART terhadap perubahan kadar CD4 pada ODHA koinfeksi TB di RSUD Kota Bandung.
Perilaku Seksual Berisiko Tertular dan Menularkan HIV/AIDS Annisa, Vinna Fitri Anis; Azinar, Muhammad
Indonesian Journal of Public Health and Nutrition Vol 1 No 3 (2021): Supplement Issue
Publisher : Center for Public Health Nutrition Studies, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijphn.v1i3.49061

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Jumlah kasus HIV/AIDS di Kota Semarang dari tahun 2016-2019 mengalami peningkatan pada setiap tahunnya, tahun 2018 ditemukan 640 kasus dan tahun 2019 ditemukan 643 kasus. Berdasarkan jenis pekerjaannya, sejak tahun 2007-2019 kasus HIV/AIDS paling banyak diderita oleh karyawan. Dengan jumlah kasus pada tahun 2020 sebanyak 117 penderita. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui gambaran perilaku seksual berisiko tertular dan menularkan HIV/AIDS yang dilakukan oleh karyawan. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Penentuan informan menggunakan teknik purposive sampling. Informan penelitian ini adalah karyawan dengan usia 20-40 tahun yang berdomisili di Kota Semarang. Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa sebelum tertular HIV/AIDS pengetahuan dan sikap karyawan tentang HIV/AIDS sangat buruk. Seluruh informan merasa HIV/AIDS dapat dicegah dengan menjaga kebersihan diri. Sedangkan setelah tertular HIV/AIDS pengetahuan dan sikap karyawan tetang HIV/AIDS cukup baik, tetapi praktiknya masih kurang. Seluruh informan merasa penting melakukan perilaku pencegahan menularkan HIV/AIDS. Hambatan yang dirasakan yaitu kurangnya pengetahuan informan mengenai kondom, perilaku pencegahan tertular dan menularkan HIV/AIDS, serta kebiasaan bergonta-ganti pasangan dalam melakukan hubungan seksual karena merasa sulit menolak keinginan diri untuk hanya berhubungan seksual dengan satu orang saja. Kesimpulan: Penyebab utama karyawan tertular HIV/AIDS adalah kurangnya pengetahuan tentang perilaku pencegahan HIV/AIDS. setelah tertular HIV/AIDS seluruh informan melakukan perilaku pencegahan menularkan HIV/AIDS.
Stres Kerja Perawat di Unit Perawatan Jiwa Rumah Sakit Jiwa Daerah Mahlithosikha, Laili Meiranda; Wahyuningsih, Anik Setyo
Indonesian Journal of Public Health and Nutrition Vol 1 No 3 (2021): Supplement Issue
Publisher : Center for Public Health Nutrition Studies, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijphn.v1i3.49087

Abstract

Latar Belakang: Stres kerja merupakan ketidakseimbangan tuntutan dengan pengetahuan dan kemampuan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui fakto-faktor yang berhubungan dengan stres kerja perawat.Studi pendahuluan di unit rawat perawatan jiwa kepada 15 perawat, diketahui 2 orang perawat (13%) tidak stres, 4 orang perawat (27%) mengalami stres ringan, dan 9 orang (60%) perawat mengalami stres sedang. Metode: Jenis penelitian menggunakan metode analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Subjek penelitian adalah perawat di unit perawatan jiwa RSJD Dr. Amino Gondohutomo Provinsi Jawa Tengah. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner NIOSH Generic Job Stress Questionnaire dan The Workplace Stress Scale. Pengambilan sampel menggunakan teknik propotional random sampling. Data dianalisis menggunakan uji chi-square. Penelitian dilakukan pada bulan Juni 2021. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan variabel yang berhubungan dengan stres kerja yaitu usia (p= 0,043), jenis kelamin (p=0,006), beban kerja (p=0,001), konflik interpersonal (p=0,008), konflik peran ganda (p=0,016). Tidak berhubungan dengan ststus perkawinan (p=257), tingkat pendidikan (p=0,068), status kepegawaian (p=0,337), masa kerja (p=0,397), shift kerja (p=0,726). Kesimpulan: kesimpulan pada penelitian ini adalah usia, jenis kelamin, beban kerja, konflik interpersonal, dan konflik peran ganda merupakan faktor yang berhubungan dengan stres kerja perawat.

Page 7 of 18 | Total Record : 175