cover
Contact Name
Dhini Dewiyanti
Contact Email
jlbi@iplbijournals.id
Phone
+628122184048
Journal Mail Official
dhinijlbi@gmail.com
Editorial Address
Jl. Antropologi 20. Komp. UNPAD. Cigadung. Bandung
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia
ISSN : 23019247     EISSN : 26220954     DOI : https://doi.org/10.32315/jlbi
Jurnal ini menerima tulisan ilmiah dalam bentuk artikel hasil penelitian, artikel diskursus, dan artikel metode penelitian. Ruang lingkup keilmuan yang diwadahi oleh jurnal ini meliputi bidang arsitektur lanskap, arsitektur perilaku dan lingkungan, pengelolaan pembangunan dan pengembangan kebijakan, perancangan arsitektur, perencanaan dan perancangan kota, perencanaan wilayah dan perdesaan, perumahan dan permukiman, sains dan teknologi bangunan, sejarah dan teori arsitektur dan kota, sistem infrastruktur wilayah dan kota, serta bidang keilmuan lingkungan binaan lainnya.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 8 No. 3 (2019): JLBI" : 6 Documents clear
Perubahan Orientasi Permukiman Tepi Sungai sebagai Pengaruh Eksistensi Sungai Musi Palembang Wicaksono, Bambang; Siswanto, Ari; Kusdiwanggo, Susilo; Anwar, Widya Fransiska Febriati
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 8 No. 3 (2019): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.v9i3.126

Abstract

Eksistensi Sungai Musi pada awalnya menjadi orientasi bangunan rumah yang menghadap ke sungai. Ruang air mulai di persempit dengan kehadiran bangunan baru yang menempati area diatas lahan yang tertutup air. Perubahan budaya sungai ke darat berpengaruh kepada kehadiran bangunan baik yang lama maupun yang baru. Hal ini menyebabkan hilangnya potensi lokal dan identitas arsitektur lokal dan berakibat hilangnya eksistensi sungai tersebut. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh eksistensi sungai Musi dalam perubahan orientasi permukiam tepi sungai dari ruang air ke ruang darat. Untuk mencapai tujuan tersebut, studi mengidentifikasi jejak arsitektur permukiman, mengekplorasi aktivitas dan gagasan masyarakat tepian sungai. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, dan studi pustaka. Analisis dilakukan secara kualitattif terhadap variabel, orientasi, posisi, bentuk, dan tata letak hunian tepi sungai. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar rumah tepian sungai yang dibangun pada area aliran anak sungai masih memiliki orientasi ke sungai. Sedangkan rumah yang dibangun pada area yang dekat dengan jalan bergeser lebih orientasi ke darat. Studi menyimpulkan bahwa Perubahan orientasi permukiman tepian sungai disebabkan oleh perubahan eksistensi Sungai Musi Palembang.
Jalur Evakuasi pada Permukiman Pesisir Pantai Rawan Bencana Thambas, Arthur Harris; Egam, Pingkan Peggy; Rompas, Leidy Magrid
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 8 No. 3 (2019): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.8.2.79

Abstract

Karakter permukiman pesisir pantai secara periodik mengalami hantaman angin dan gelombang pasang, maka permukiman yang berada di sepanjang pesisir pantai Malalayang juga mengalami hal serupa. Tujuan penelitian yaitu menganalisis jalur evakuasi dalam permukiman sebagai salah satu upaya mitigasi bencana. Metode yang digunakan yaitu mix-method. Kerangka analisis diarahkan pada karakteristik permukiman berkaitan dengan bencana angin dan gelombang pasang, analisis jalur sirkulasi, posisi, bentuk dan orientasi permukiman. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan arah dan posisi jalur evakuasi. Kemudahan akses merupakan pertimbangan utama dalam penentuan jalur evakuasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 2 jalur evakuasi yang terhubung langsung dengan jalan utama. Jalur evakuasi utama berada ditengah permukiman dengan posisi tegak lurus terhadap jalan utama. Adaptasi permukiman terhadap bencana angin di lakukan melalui penataan bangunan hunian dengan merapatkan posisi perletakan serta penempatan vegetasi menghadap pesisir pantai.
Analisis Perubahan Permukiman Akibat Pariwisata di Kawasan Wisata Situ Cileunca Kabupaten Bandung Latif, Aqilah N. K.; Pratiwi, Wiwik D.; Samsirina
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 8 No. 3 (2019): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.8.2.70

Abstract

Sektor pariwisata di Indonesia masih menduduki peranan yang sangat penting dalam menunjang pembangunan nasional sekaligus merupakan salah satu faktor yang sangat strategis untuk meningkatkan pendapatan masyarakat dan devisa Negara. Meningkatnya sektor pariwisata mendorong perubahan guna lahan yang mempengaruhi perubahan permukiman di sekitar kawasan pariwisata. Seperti yang terjadi di Situ Cileunca di Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung. Metode untuk artikel ini bersifat eksploratif dengan pengambilan data secara observasi langsung terhadap perubahan permukiman Situ Cileunca. Baik dari kondisi fisik bangunan kawasan maupun perumahan warga yang berada di sekitar kawasan. Hasil penelitian menunjukkan perubahan baik perubahan fungsi lahan, perumahan masyarakat, maupun bangunan di kawasan Situ Cileunca akibat pariwisata.
Bottom Ash: Pengganti Agregat Halus dalam Pembuatan Beton Hardiana; Junus, Nasruddin; Mushar, Pratiwi
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 8 No. 3 (2019): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.8.2.109

Abstract

Penggunaan batubara sebagai sumber energi pada PLTU menghasilkan limbah padat berupa bottom ash dan fly ash dari hasil pembakaran. Pemanfaatan limbah bottom ash khususnya yang dihasikan oleh PLTU Jeneponto masih belum optimal. Besarnya jumlah limbah dapat mencemari lingkungan sekitar, jika limbah tersebut langsung dibuang ke lingkungan lambat laun akan membentuk gas metana yang sewaktu-waktu dapat terbakar atau meledak dengan sendirinya, selain berbahaya bagi lingkungan limbah hasil pembakaran batubara membutuhkan fasilitas pembuangan yang relatif mahal. Tujuan pembahasan adalah membandingkan kuat tekan antara beton normal dengan beton yang menggunakan bottom ash sebagai agregat halus. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental yakni uji laboratorium dengan menganalisis hubungan sebab akibat antara satu sama lain dan membandingkan hasilnya. Masing-masing benda uji dirawat dengan metode dry curing dan wet curing, jumlah benda uji beton sebanyak 48 buah, dengan variasi umur beton 3 hari,7 hari, 14 hari dan 28 hari. Hasil penelitian ini menyatakan limbah bottom ash dapat difungsikan sebagai pengganti agregat halus. Nilai hasil pengujian pada umur 28 hari menunjukan hasil rata-rata kuat tekan beton normal dry curing lebih tinggi 13,28% dari beton bottom ash yang dirawat dengan metode dry curing. Pada metode wet curing, nilai kuat tekan beton normal lebih tinggi 40.17% dari beton bottom ash.
Analisis Komparasi Kinerja Termal Ruang Luar terhadap Ragam Tipe Pekarangan (Natah) pada Permukiman Tradisional di Provinsi Bali Susanti, Eka; Damayanti, Desak Putu
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 8 No. 3 (2019): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.8.2.103

Abstract

Konsep rumah tradisional Bali umumnya dikelan dengan sebutan Natah. Natah di bagi menjadi dua berdasarkan konfigurasi bangunannya, Tri Mandala yang bersifat linier dan Sanga Mandala yang bersifat kompak. Tiap konsep natah memiliki respon yang berbeda terhadap lingkungan di sekitarnya. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis dan komparasikan efek dari konsep konfigurasi bangunan terhadap kinerja termal luar ruangan. Pada kajian ini menggunakan metode pengukuran lapangan yang kemudian divalidasi dengan bantuan simulasi Envi-met untuk mencari hubungan sebab-akibat dari pola tata letak terhadap kinerja termal luar ruangannya. Hasilnya menunjukkan bahwa konsep Tri Mandala mengalami fluktuasi Temperatur dan kecepatan angin lebih stabil dari konsep Sanga Mandala. Rata-rata temperature luar ruang pada konsep Tri Mandala cukup baik yaitu sebesar 24,33 oC dan kecepatan angin antara 0,5-1m/s. Konfigurasi yang bersifat linier pada konsep ini dapat mendistribusikan temperatur dan aliran angin secara merata, sehingga proses pendinginan temperaturnya lebih cepat.
Kenyamanan Termal Pada Koridor Kampus Institut Teknologi Bandung Dengan Analisis Rayman Sumaryata, Melania A.; Afriesta, Charlie L. B.; Koerniawan, Mochamad D.
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 8 No. 3 (2019): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.8.2.95

Abstract

Kenyamanan termal dalam perancangan kawasan menjadi salah satu yang perlu diperhatikan. Ruang luar merupakan ruang yang perancangannya harus memperhatikan kenyamanan dari segi termal. Kawasan Kampus Institut Teknologi Bandung (ITB) merupakan salah satu kawasan yang memiliki ruang luar dalam menunjang kegiatan civitas akademik, salah satunya adalah koridor ITB. Koridor ITB merupakan salah satu area ruang luar paling aktif di kawasan kampus, hal ini dikarenakan koridor ini merupakan axis utama yang ada di kawasan ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi dan preferensi kenyamanan termal pada koridor ITB. Metode pengumpulan data dilakukan dengan pengukuran data dan wawancara. Analisis pada penelitian ini menggunakan analisis distribusi dan analisis menggunakan alat pengukuran Rayman model untuk mendapatkan PET, PMV, SET*, dan SVF. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa kenyamanan termal dipengaruhi oleh metabolisme tubuh laki-laki dan perempuan, jenis kegiatan yang dilakukan, serta pakaian yang dipakai.

Page 1 of 1 | Total Record : 6