cover
Contact Name
Ma'adul Yaqien Makkarateng
Contact Email
maadulyaqien.m7w@gmail.com
Phone
+6282137366463
Journal Mail Official
iqtishadekis@gmail.com
Editorial Address
Institute Agama Islam Negeri (IAIN) Bone Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Bone Phone: 081241991099 Fax: 0481-23928 Email: iqtishadekis@gmail.com
Location
Kab. bone,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Al-Iqtishad : Jurnal Ekonomi
ISSN : 25854633     EISSN : 28080955     DOI : https://doi.org/10.30863/aliqtishad
Al-IQTISHAD: Jurnal Ekonomi. Journal that published by Institute Agama Islam Negeri (IAIN) Bone. The journal will focus on providing quality research in the areas of Islamic economics, banking and finance. The goal of the journal is to cover topics that are paramount in modern Islamic economics and finance. Accordingly, papers that focus on emerging and interdisciplinary topics are encouraged. In addition, the goal of the journal is to provide research that is relevant and applicable to a diverse set of Islamic finance researchers and professionals
Articles 65 Documents
The Meanig of ‘Halal’ from the Perspective of Business Actors in the Post-BPJPH Era: A Qualitative Phenomenological Analysis Utami, Sari
AL-IQTISHAD: Jurnal Ekonomi Vol. 17 No. 1 (2025): Al-Iqtishad
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Bone

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30863/aliqtishad.v17i1.10378

Abstract

This research is a qualitative phenomenological analysis of the meaning of 'halal' from the perspective of business actors in Indonesia following the enactment of Law Number 33 of 2014 concerning Halal Product Assurance (UU JPH). This research focuses on the lived experiences and meaning-making of business actors after the certification authority shifted from the Indonesian Ulema Council (MUI) to the Halal Product Assurance Agency (BPJPH). Using a methodology focused on in-depth understanding, this report identifies a paradigm shift from a voluntary community initiative to a mandatory state mandate, and examines how the meaning of 'halal' has shifted from a mere religious obligation to a strategic economic asset. Key findings indicate a dissonance between the narrative of bureaucratic convenience used by the government and the practical realities on the ground, particularly for Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs). This analysis concludes that while the new policy aims to protect consumers and increase global competitiveness, there is a risk of losing certification's legitimacy if fundamental issues related to the integrity of the process, particularly in self-declaration schemes, are not comprehensively addressed. This research provides strategic recommendations for regulators and stakeholders to bridge these organizations and build a sustainable and trusted halal ecosystem.
MUI Fatwa No. 2 of 2002 on Waqf Money: Technological Implementation and Challenges for Waqf Institutions in Indonesia Nawang Sari, Dewi Azizah
AL-IQTISHAD: Jurnal Ekonomi Vol. 17 No. 2 (2025): AL-IQTISHAD: JURNAL EKONOMI
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Bone

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30863/aliqtishad.v17i2.9067

Abstract

Cash waqf is one of the instruments of Islamic philanthropy that has great potential in promoting the social and economic development of the ummah in a sustainable manner. The legality of cash waqf in Indonesia is strengthened through MUI Fatwa Number 2 of 2002, which opens up opportunities to manage waqf funds more flexibly and productively. This article examines the implementation of cash waqf in the context of digital technology development, as well as the challenges faced by waqf institutions in carrying out their functions efficiently and accountably. The research method used is descriptive qualitative, with a literature study approach that examines regulatory documents, academic literature, and case studies of waqf institutions. This research aims to provide a comprehensive understanding of the integration of technology in the collection, management, and distribution of cash waqf. The results show that despite constraints such as limited digital infrastructure, low public literacy, and cybersecurity issues, waqf institutions have shown adaptive responses through technological innovation and collaboration. The analysis also reviews the practices of institutions in different regions that have adopted digital platforms. To optimize cash waqf management, progressive policies, multi-stakeholder support, and strengthening the capacity of waqf institutions to face the digital era are required. With the right approach, cash waqf can be a powerful instrument of community empowerment.
Dampak Ekonomi Sirkular Terhadap Pengurangan Sampah Plastik di Indonesia Nisa Resky Putri; Eka Hapsari; Dini Maulana Lestari
AL-IQTISHAD: Jurnal Ekonomi Vol. 17 No. 2 (2025): AL-IQTISHAD: JURNAL EKONOMI
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Bone

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30863/aliqtishad.v17i2.11180

Abstract

Artikel ini membahas masalah pengelolaan sampah di Indonesia, dengan fokus pada peran perilaku konsumen dalam menghasilkan limbah, terutama sampah plastik. Ditekankan pentingnya pergeseran paradigma menuju model konsumsi yang lebih berkelanjutan melalui konsep "Rethink," yang mendorong individu untuk mempertimbangkan kembali keputusan pembelian dan dampak lingkungan dari kebiasaan konsumsi mereka. Artikel ini menguraikan prinsip-prinsip ekonomi sirkular, termasuk kerangka kerja 6R: Reduce, Reuse, Recycle, Repair, Refuse, dan Rethink, sebagai strategi penting untuk mengurangi produksi sampah. Selain itu, artikel ini mengeksplorasi implikasi sosial-ekonomi dari penerapan praktik ekonomi sirkular, yang dapat meningkatkan efisiensi sumber daya dan mendorong keterlibatan masyarakat dalam upaya keberlanjutan. Integrasi pengelolaan lingkungan dengan prinsip-prinsip Islam, seperti Maqasid al-Shariah, menekankan tanggung jawab moral individu untuk melindungi lingkungan. Temuan menunjukkan bahwa pendekatan komprehensif yang melibatkan pendidikan, keterlibatan masyarakat, dan dukungan kebijakan sangat penting untuk pengelolaan sampah yang efektif dan membangun budaya keberlanjutan di Indonesia.
LANDASAN HUKUM DAN REGULASI JAMINAN HALAL DI INDONESIA Hafid, Abd; Sapa, Nasrullah Bin Sapa; Cut Muthiadin
AL-IQTISHAD: Jurnal Ekonomi Vol. 17 No. 2 (2025): AL-IQTISHAD: JURNAL EKONOMI
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Bone

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30863/aliqtishad.v17i2.11234

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam landasan hukum dan kerangka regulasi Sistem Jaminan Produk Halal di Indonesia, serta membedah peran kelembagaan tripartit yang menyelenggarakannya. Penelitian ini berfokus pada transformasi tata kelola halal dari inisiatif sukarela berbasis komunitas menjadi rezim hukum wajib (mandatory) yang diatur oleh negara.Penelitian ini menggunakan pendekatan analisis yuridis-teologis (fiqh dan hukum positif) untuk mengkaji fondasi JPH di Indonesia. Metodologi yang digunakan adalah deskriptif analitis, yang menelaah dua sumber utama: Hukum Primer (Al-Qur'an dan Al-Hadits) sebagai landasan teologis, serta Hukum Positif (UUD 1945, UU No. 33 Tahun 2014 tentang JPH, dan peraturan pelaksanaannya, khususnya PP No. 39 Tahun 2021) sebagai kerangka regulasi. Analisis juga melibatkan pembahasan metodologi ijtihad (Mashlahah Mursalah) sebagai justifikasi hukum negara untuk mewajibkan sertifikasi.Sistem JPH didirikan di atas landasan ganda: Landasan Syariah yang diatur oleh prinsip halalan thayyiban dan Hadits tentang syubhat (samar-samar), yang menuntut prinsip kehati-hatian (ihtiyat) ; dan Landasan Konstitusional pada Pasal 29 ayat (2) UUD 1945, yang menjamin hak beribadah dan menjadi justifikasi negara untuk intervensi JPH. Transformasi Regulasi: UU No. 33 Tahun 2014 mengubah sistem JPH menjadi wajib, dengan tujuan untuk memberikan perlindungan dan kepastian hukum kepada masyarakat. Peraturan Pelaksana, seperti PP No. 39 Tahun 2021, merinci aspek prosedur, jenis produk wajib, dan sanksi.Tata kelola JPH diselenggarakan melalui sinergi tripartit: Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) sebagai regulator dan penerbit Sertifikat Halal; Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) yang melakukan audit teknis dan pengujian ; dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang mempertahankan otoritas tunggal untuk menerbitkan Ketetapan Halal (Fatwa tertulis), yang bersifat pra-syarat bagi BPJPH.Sinkronisasi dan Konflik: Terdapat sinkronisasi substansi (otoritas fatwa di MUI sejalan dengan syariah), namun perbedaan mendasar pada aspek formal-prosedural, di mana hukum positif memperkenalkan unsur kewajiban dan sanksi tegas. UU JPH dipandang sebagai manifestasi Maqashid al-Shari'ah dalam skala nasional, melindungi agama, jiwa, dan harta (hifz al-din, hifz al-nafs, hifz al-mal)
The Sinergi SDGs dan Ekonomi Islam dalam Mencapai Kesejahteraan Global: PENDAHULUAN Metode Penelitian Jenis dan Sumber Data Metode Pengumpulan Data Teknik Analisis HASIL DAN PEMBAHASAN Temuan Utama (Disusul visualisasi hasil) PEMBAHASAN Kesejajaran Nilai: SDGs dan Prinsip Ekonomi Islam Keadilan Sosial dan Distribusi Kekayaan Etika Ekonomi dan Stabilitas Keuangan Tanggung Jawab terhadap Lingkungan Penguatan Sumber Daya Manusia dan Inklusivitas Peran Instrumen Ekonomi Islam dalam Mendukung Keberla Nisa, Annisa
AL-IQTISHAD: Jurnal Ekonomi Vol. 17 No. 2 (2025): AL-IQTISHAD: JURNAL EKONOMI
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Bone

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30863/aliqtishad.v17i2.10497

Abstract

Pembangunan berkelanjutan menuntut sinergi antara pertumbuhan ekonomi, keadilan sosial, dan pelestarian lingkungan, namun implementasi Sustainable Development Goals (SDGs) masih menghadapi hambatan seperti kemiskinan, kesenjangan, dan kerusakan lingkungan. Ekonomi Islam menawarkan pendekatan alternatif berbasis nilai keadilan, etika, dan keberlanjutan. Penelitian ini bertujuan menganalisis kontribusi ekonomi Islam dalam mendukung pencapaian SDGs dengan metode Systematic Literature Review (SLR) terhadap 45 artikel ilmiah. Hasil menunjukkan nilai inti ekonomi Islam sejalan dengan tujuan utama SDGs, khususnya pengentasan kemiskinan, penghapusan kelaparan, pemerataan pendidikan, kesetaraan, kesejahteraan, serta perlindungan lingkungan. Instrumen seperti zakat, wakaf, dan sukuk hijau berpotensi besar dalam mendukung SDGs, meski masih terbatas oleh regulasi, literasi rendah, dan dominasi sistem konvensional. Penelitian ini menegaskan relevansi ekonomi Islam terhadap agenda pembangunan global serta memberikan rekomendasi bagi kebijakan dan praktik berkelanjutan