cover
Contact Name
Farihah
Contact Email
farihah@unimed.ac.id
Phone
+6285375708002
Journal Mail Official
pesona@unimed.ac.id
Editorial Address
Jl. Willem Iskandar / Pasar V, Medan, Sumatera Utara – Indonesia Kotak Pos 1589, Kode Pos 20221
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Pesona.
ISSN : 27771148     EISSN : 27768473     DOI : https://doi.org/10.24114/pesona.v2i1
Core Subject : Education, Art,
PESONA: Jurnal Pendidikan Tata Busana adalah jurnal open-access dengan proses double-blind peer review. Double Blind Peer Review adalah metode penelaahan teman sejawat terhadap sebuah karya ilmiah yang akan dipublikasikan dalam terbitan berkala ilmiah, yang mana identitas reviewer dan penulis disembunyikan, sehingga reviewer tidak mengetahui artikel siapa yang sedang ditelaah dan penulis juga tidak mengetahui siapa yang menelaah artikelnya. Metode ini digunakan untuk menjaga obyektivitas hasil penelaahan. PESONA merupakan jurnal tentang fashion dan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkaitan dengan bidang tata busana. PESONA terbit dua kali dalam satu tahun yaitu pada bulan April dan Oktober. Focus and scope PESONA meliputi pendidikan, pembelajaran, evaluasi, manajemen, teknologi, dan fashion dalam bidang tata busana.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 48 Documents
PENGARUH BLENDED LEARNING DENGAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR MAHASISWA PADA MATA KULIAH ADIBUSANA Suryana, Syarifah; Nurhijrah, Nurhijrah
Pesona. Vol 3, No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/pesona.v3i2.54175

Abstract

Penelitian ini yaitu penelitian kuantitatif dengan metode penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research). Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui gambaran blended learning dengan model pembelajaran problem based learning pada mata kuliah Adibusana. 2) mengetahui pengaruh blended learning dengan model pembelajaran problem based learning pada mata kuliah Adibusana. Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 30 orang mahasiswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, tes (pretest & post-test), dokumentasi, dan angket. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif, uji normalitas, uji liniearitas, dan uji hipotesis. Hasil penelitian ini menunjukan 1) Pembelajaran blended learning dengan model problem based learning dengan adanya tindakan siklus I ke siklus II pada mata kuliah Adibusana dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan/tindakan, evaluasi dan refleksi mengalami peningkatan sebesar 6,44%. 2) Terdapat pengaruh interaksi yang signifikan dalam kriteria sangat lemah pada blended learning dengan model pembelajaran problem based learning terhadap hasil belajar mahasiswa. Dari data yang ada menunjukan pengaruh sebesar 0,005 (0,05%), dengan diketahui pula nilai signifikansi sebesar 0,722 > 0,05 dimana variabel (X) berpengaruh terhadap hasil belajar mahasiswa (Y). Maka thitung > ttabel dengan demikian Ha diterima dan Ho ditolak.
PEMBERDAYAAN IBU RUMAH TANGGA MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN TAPLAK MEJA DARI PERCA KAIN Suryana, Syarifah; Nurhijrah, Nurhijrah
Pesona. Vol 4, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/pesona.v4i1.58300

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian Tindakan yang bertujuan untuk mengetahui 1) Gambaran pelaksanaan pelatihan pembuatan taplak meja di Kecamatan Pamboang dan 2) Efektifitas pelaksanaan pelatihan pembuatan taplak meja dari perca kain. Subjek penelitian adalah ibu rumah tangga dengan jumlah sampel sebanyak 10 orang yang dipilih secara sampling purposive. Data penelitian diperoleh dengan observasi, dokumentasi, angket dan tes. Teknik analisis data menggunakan metode kualitatif. Hasil penelitian ini disimpulkan bahwa: 1) Pemberdayaan ibu rumah tangga di Kecamatan Pamboang melalui pelatihan pembuatan taplak meja dilakukan sebanyak 2 kali pertemuan dengan jumlah peserta sepuluh orang. Terdapat tiga tahapan dalam pelaksanaan pelatihan ini yaitu : tahap perencanaan, tahap pelaksanaan dan tahap evaluasi 2) Keefektifan pelatihan pembuatan taplak meja dari perca kain dilihat dari hasil belajar peserta pelatihan yaitu: hasil penilaian proses pelatihan memperoleh nilai sangat tinggi, hasil tes unjuk kerja peserta pelatihan dalam pembuatan taplak meja memperoleh nilai kategori tinggi dan hasil analisis data respon peserta terhadap pelatihan pembuatan taplak meja terbagi atas tiga aspek yakni: respon peserta terhadap pelatihan, respon respon peserta terhadap instruktur dan respon peserta terhadap kenyamanan pelatihan memperoleh nilai kategori sangat baik.
MINAT BERWIRAUSAHA DI BIDANG FASHION PADA SISWA JURUSAN TATA BUSANA SMK N 1 AMPEK ANGKEK Pratiwi, Dara Mia; Nelmira, Weni
Pesona. Vol 3, No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/pesona.v3i2.54169

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan hasil mengenai minat berwiraushaa Di Bidang Fashion Pada Siswa jurusan Tata Busana SMK N 1 Ampek Angkek. Permasalahan dalam penelitian ini adalah perekonomian MEA yang menuntut untuk aktif dalam persaingan global, jumlah pengangguran lulusan tata busana SMK N 1 Ampek Angkek, Sedikitnya lulusan yang berminat dalam wirausaha, kurangnya minat berwirausaha siswa. Tujuan penelitian untuk mengetahui minat berwirausaha siswa SMK N 1 Ampek Angkek ditinjau dari faktor eksternal dan faktor internal. Penelitian bersifat deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian merupakan seluruh siswa kelas XII Jurusan Tata Busana SMK N 1 Ampek Angkek semester Juli-Desember 2021, sampel penelitian seluruh populasi berjumlah 60 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan angket atau kuisioner. Instrument penelitian menggunakan skala likert. Teknik analisa statistika deskriptif yang digunakan adalah mean atau rerata (M), median (Me), standar deviasi (SD) dan tingkat capaian responden (TCR). Hasil analisis data yang di peroleh didalam penelitian ini dapat dikatakan bahwa minat berwirausaha siswa dilihat dari faktor eksternal masih termasuk dalam kategori kurang setuju dengan hasil 40% siswa dengan nilai (TCR) 70,83% dengan kategori kurang baik, sedangkan minat berwirauasa siswa ditinjau dari faktor internal memperoleh kategori setuju dengan nilai 35% dengan nilai (TCR) 66,8% dengan kategori kurang baik. Adapun saran yang bisa diberikan kepada pihak sekolah adalah untuk memfasilitasi kegiatan-kegiatan kewirauasaan yang menarik dan mampu menumbuhkan motivasi dan minat siswa dalam berwirausaha dibidang fashion ini.
PERBEDAAN MORDAN JERUK NIPIS DAN JERUK PURUT TERHADAP HASIL TEKNIK ECOPRINT DAUN PEPAYA JEPANG (CNIDOSCOLUS ACONITIFOLIUS) PADA BAHAN LINEN Sevira, Nawang; Ernawati, Ernawati
Pesona. Vol 4, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/pesona.v4i1.58281

Abstract

Penelitian ini menggunakan daun pepaya jepang yang memiliki bentuk daun indah sehingga memenuhi syarat sebagai sumber warna dan bentuk alami Ecoprint. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nama warna (Hue), kejelasan bentuk daun, dan ketahanan luntur warna yang dihasilkan dari Ecoprint daun pepaya jepang (Cnidoscolus Aconitifolius) pada bahan Linen dengan mordan jeruk nipis dan jeruk purut. Jenis penelitian ini merupakan penelitian eksperimen. Jenis data yang digunakan berupa data primer. Ecoprint daun pepaya jepang dengan mordan jeruk nipis pada lembar daun menghasilkan nama warna (Hue) Dim Olive Green dengan kode #717D21, pada ibu tulang daun menghasilkan nama warna (Hue) Canary Yellow dengan kode #E1DBA8, pada tulang cabang daun menghasilkan nama warna (Hue) Canary Yellow dengan kode #DEDB94. Hasil Ecoprint dengan  mordan jeruk purut pada lembar daun menghasilkan nama warna (Hue) Avocado Green dengan kode #687C00, pada ibu tulang daun menghasilkan nama warna (Hue) Pale Golden dengan kode #DBD69C, dan pada tulang cabang daun menghasilkan nama warna (Hue) Canary Yellow dengan kode #D8E188. Kejelasan bentuk daun mordan jeruk nipis dan jeruk purut termasuk dalam kategori jelas. Ketahanan luntur warna dengan mordan jeruk nipis pada 1 kali pencucian warna tidak mengalami perubahan, pada 3 kali pencucian warna terlihat sedikit berubah, dan pada 5 kali pencucian warna terlihat berubah. Ketahanan luntur warna dengan mordan jeruk purut pada 1 kali pencucian warna terlihat sedikit berubah, pada 3 kali pencucian warna terlihat berubah, dan pada 5 kali pencucian warna terlihat sangat berubah.
STUDI TENTANG BAJU BUNDO KANDUANG DI LINTAU BUO UTARA PROVINSI SUMATERA BARAT Azzahra, Raudhatul; Nelmira, Weni
Pesona. Vol 3, No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/pesona.v3i2.54171

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan keterangan tentang baju bundo kanduang di Lintau Buo Utara. Desain baju bundo kanduang dan makna baju bundo kanduang. Masyarakat tidak memahami desain baju bundo kanduang dan makna baju bundo kanduang. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan studi tentang baju bundo kanduang di Lintau Buo Utara Provinsi Sumatera Barat. Metode penelitian kualitatif deskriptif. Data yang digunakan primer dan sekunder. Informan penelitian ketua bundo kanduang lintau buo utara. Anggota bundo kanduang serta penghulu adat. Pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dengan teknik model interaktif yang berkaitan dengan permasalahan, pengumpulan, reduksi, dan penyajian data serta pengambilan kesimpulan. Hasil penelitian adalah (1) desain baju bundo kanduang yaitu, bentuk baju bundo kanduang longgar dan tidak membentuk lekuk tubuh dan panjang bajunya hingga batas lutut, lengannya panjang sampai pergelangan tangan, dan dihiasi minsie kiri kanan lengannya dan pada bagian bawahnya. Warna baju bundo kanduang lintau buo utara yang digunakan yaitu hitam. Baju bundo kanduang digunakan saat acara naik penghulu dan baralek nagari. (2) Makna baju bundo kanduang yaitu perempuan minangkabau berhati lapang, berjiwa besar, serta berwawasan luas. Melambangkan pepatah “adat basandi syarak,syarak basandi kitabullah”. Perempuan minangkabau menutup aurat guna menjaga harkat dan martabatnya. Siba artinya sambungan, adanya tiga tanda jahitan, maknanya mampu menjadi penengah dalam keluarga maupun lingkungannya. Kikiek memiliki makna mempunyai sifat raso jo pareso, artinya kemanapun pergi perempuan minangkabau harus memiliki sifat rasa dan sopan santun. Lengan panjang maknanya suka bekerja, kreatif dan tidak pemalas. Leher bulat maknanya berhati lapang, sabar, tidak emosional bertele-tele dan mudah bergaul.
ANALISIS MINAT BELAJAR SISWA KELAS XI PADA MATA PELAJARAN PEMBUATAN BUSANA WANITA Suryana, Syarifah; Nurhijrah, Nurhijrah
Pesona Vol. 4 No. 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/pesona.v4i2.66389

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif yang bertujuan untuk mengetahui (1) Gambaran minat belajar siswa kelas XI pada mata pelajaran Pembuatan Busana Wanita, (2) Faktor-faktor yang mempengaruhi minat belajar siswa kelas XI pada mata pelajaran Pembuatan Busana Wanita. Sampel dari penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas XI jurusan Tata Busana yang berjumlah 41 responden. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, dokumentasi, dan kuesioner (angket). Teknik analisis data menggunakan deskriptif persentase dengan perhitungan skala likert dan rata-rata hitung (mean). Berdasarkan kriteria tingkat pencapaian ekuivalen, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) Gambaran minat belajar siswa kelas XI pada mata pelajaran Pembuatan Busana Wanita sudah sangat baik disebabkan dari awal para siswa sudah dibekali dasar Pelajaran Teknologi Menjahit sehingga mereka menunjukkan ketertarikan dan perhatian dilihat dari perasaan senang dan keterlibatan yang ditunjukkan, serta perolehan nilai persentase yaitu 76,37% masuk dalam kategori sangat tinggi. 2) Faktor-faktor yang mempengaruhi minat belajar siswa kelas XI pada mata pelajaran Pembuatan Busana Wanita yaitu (a) faktor internal yang meliputi cita-cita, sikap belajar, dan motivasi nyatanya memiliki pengaruh yang baik dilihat dari sebagian besar siswa memiliki kecenderungan untuk mencari ide ide atau kreativitasnya agar bisa lebih baik sehingga memperoleh nilai dengan persentase 72,20% masuk kategori tinggi sedangkan (b) faktor eksternal yang meliputi teman pergaulan, guru, fasilitas, dan keluarga memiliki peranan yang sangat penting sebab lingkungan keluarga dan sekolah sangat mempengaruhi minat bergantung dari kondisi dan situasi disekitarnya.
PERBANDINGAN HASIL FITTING KEMEJA PRIA ANTARA POLA SISTEM SOEKARNO DAN POLA SISTEM DINAMIS TAILOR Nurhijrah, Nurhijrah; Suryana, Syarifah
Pesona Vol. 4 No. 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/pesona.v4i2.66390

Abstract

Penelitian ini merupakan studi komparatif dengan pendekatan eksperimen yang bertujuan untuk mengetahui: 1) tingkat kecocokan atau fitting factor kemeja pria ukuran L berdasarkan pola sistem Soekarno, 2) tingkat kecocokan atau fitting factor kemeja pria ukuran L berdasarkan pola sistem Dinamis Tailor, serta 3) perbedaan fitting factor antara kedua pola tersebut. Penelitian melibatkan 20 panelis yang terdiri dari 5 dosen ahli tata busana, 10 mahasiswa tata busana, dan 5 masyarakat umum. Data dikumpulkan melalui dokumentasi, observasi, dan angket, kemudian dianalisis menggunakan analisis deskriptif, skala Likert, uji prasyarat analisis, dan uji Independent Sample T-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Fitting factor kemeja pria dengan pola sistem Soekarno mencapai persentase 90,55%, yang termasuk kategori "tepat". 2) Fitting factor kemeja pria dengan pola sistem Dinamis Tailor mencapai persentase 92,77%, juga dalam kategori "tepat". 3) Berdasarkan uji Independent Sample T-Test menggunakan SPSS 23, nilai sig. (2-tailed) sebesar 0,138 (> 0,05) menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan signifikan antara kedua pola. Namun, analisis deskriptif mengungkap bahwa pola sistem Dinamis Tailor memberikan hasil fitting factor yang lebih tinggi dibanding pola sistem Soekarno, dengan selisih 2,22%.
PENERAPAN ECOPRINT TEKNIK HAPA ZOME PADA BAHAN KATUN DAN SATIN MENGGUNAKAN DAUN KENIKIR (COSMOS CAUDATUS KUNTH) DENGAN MORDAN TAWAS Nuraini, Helni; Ernawati, Ernawati
Pesona Vol. 4 No. 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/pesona.v4i2.66391

Abstract

Penelitian ini memanfaatkan daun kenikir yang memiliki bentuk dan warna daun yang indah sehingga menghasilkan warna dan bentuk motif ecoprint yang menarik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nama warna (Hue), kejelasan bentuk motif daun dan ketahanan luntur warna terhadap pencucian yang dihasilkan dari penerapan ecoprint teknik hapa zome pada bahan katun dan satin menggunakan daun kenikir (cosmos caudatus kunth) dengan mordan tawas dan fiksator kapur sirih. Jenis penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan jenis data primer yang bersumber dari pengisian angket oleh 15 panelis dan dianalisis dengan uji Friedman K-Related Sample. Hasil penelitian menunjukkan nama warna yang dihasilkan dari ecoprint teknik hapa zome menggunakan daun kenikir (cosmos caudatus kunth) pada bahan katun yaitu nama nama warna Olive #776A35 pada lembar daun, nama warna Olive #968A40 pada ibu tulang daun, dan nama warna Muddy Waters Brown #9B8D4C pada tulang cabang daun. Nama warna pada bahan satin yaitu Sepia Brown #675B31 pada lembar daun, Muddy Waters Brown #AD9D69 pada ibu tulang daun dan Soft Brown #897842 pada tulang cabang daun. Kejelasan bentuk motif daun kenikir menggunakan bahan satin dan bahan katun 93% panelis menyatakan sangat jelas. Ketahanan luntur warna terhadap pencucian pada bahan katun, pada 1 kali pencucian 80% panelis menyatakan tidak berubah, pada 2 kali pencucian 67% menyatakan sedikit berubah, dan pada 3 kali pencucian 47% menyatakan berubah. Pada bahan satin, pada 1 kali pencucian 87% panelis menyatakan tidak berubah, pada 2 kali pencucian 73% menyatakan sedikit berubah dan 3 kali pencucian 67% menyatakan sedikit berubah.
HUBUNGAN MOTIVASI BELAJAR DENGAN KETERAMPILAN SISWA TATA BUSANA DALAM PEMBUATAN POLA DASAR WANITA DI SMK N 3 KOTA SOLOK Nurul Huda, Raudatul; Ernawati, Ernawati
Pesona Vol. 4 No. 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/pesona.v4i2.66392

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara motivasi belajar dengan keterampilan siswa Tata Busana dalam pembuatan pola dasar wanita di SMK N 3 Kota Solok. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan sifat penelitiannya korelasi atau hubungan. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI dan XII dengan jumlah 57 siswa. Sampel dalam penelitian ini seluruh populasi dipilih dengan menggunakan teknik Proporsionate Total Sampling. Teknik pengumpul data dalam penelitian ini yaitu angket. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan rumus korelasi Product Moment. Hasil penelitian perhitungan statistik dapat dilihat bahwa motivasi belajar siswa berada pada kategori baik yaitu 74,42% dan keterampilan siswa Tata Busana dalam pembuatan pola dasar wanita berada pada kategori baik yaitu dengan nilai 82,48%. Berdasarkan hasil penelitian yang sudah dilakukan menggunakan analisis korelasi product moment diketahui bahwa koefesien korelasi antara motivasi belajar (X) dengan keterampilan siswa Tata Busana dalam pembuatan pola dasar wanita (Y) adalah 0,880 yang menunjukkan korelasi yang sangat kuat. Adanya hubungan antara motivasi belajar dengan keterampilan siswa Tata Busana dalam pembuatan pola dasar wanita dibuktikan dengan diperolehnya koefesien korelasi bernilai positif yang berarti terdapat keterkaitan atau hubungan yang positif. Korelasi yang terjadi signifikan karena di peroleh thitung lebih besar dari ttabel yaitu 13,7402 > 2,004 pada taraf signifikansi 5% dengan df 54. Hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat keterkaitan antara variabel motivasi belajar dengan keterampilan siswa Tata Busana dalam pembuatan pola dasar wanita.
KERAJINAN RENDA BANGKU DI NAGARI BALAI PANJANG KOTA PAYAKUMBUH (Studi Kasus di Usaha Tenun Balai Panjang) Indriani, Suci; Nelmira, weni
Pesona Vol. 4 No. 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/pesona.v4i2.66393

Abstract

Renda bangku di Balai Panjang sudah mulai berkembang cukup baik, terlihat dari motif-motif, dan ciri khas renda bangku. Namun masih banyak yang belum mengenal renda bangku yang ada dibalai panjang, karena renda bangku yang banyak di kenal itu ada di Koto Gadang. Permasalahan renda bangku di Balai Panjang ini adalah terletak pada rendahnya minat generasi muda dalam membuat renda bangku, keterbatasan pengrajin. Tujuan penelitian ini : 1) Mendeskripsikan alat dan bahan yang digunakan dalam produksi rendo bangku. 2) Mendeskripsikan desain motif yang digunakan pada produksi rendo bangku. 3) Mendeskripsikan jenis produk rendo bangku yang di produksi pada Usaha Tenun Balai Panjang di Kota Payakumbuh. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Informan penelitian terdiri dari ketua pengelola, pengrajin dan instruktur di Usaha Tenun Balai Panjang. Teknik pengumpulan data terdiri dari observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data reduksi data, sajian data dan penarikan kesimpulan. Teknik pemeriksaan keabsahan data, menggunakan perpanjangan pengamatan, meningkatkan ketekunan, triangulasi dan auditing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Alat yang digunakan untuk membuat renda bangku adalah bangku persegi dan bulat, kios, jarum pentul, gunting, pendedel, alat tulis dan meteran. Bahan yang digunakan untuk membuat renda bangku adalah benang, kain katun, kertas minyak, kertas karton. 2) Motif renda bangku memakai motif hias dari tumbuhan seperti bunga mawar, dan motif gonjong lima. Warna yang dipakai dalam renda bangku memakai warna pastel, warna lembut, serta warna muda seperti hijau muda, coklat muda. Ukuran renda bangku berkisaran panjang 60 cm, lebar 10-15 cm. 3) Jenis produk renda bangku di balai panjang digunakan untuk renda ujung selendang, sebagai lenan rumah tangga seperti taplak meja.