cover
Contact Name
Ika Kusumaningtyas
Contact Email
tyas.kusuma@ugm.ac.id
Phone
+628988833412
Journal Mail Official
bkm.fk@ugm.ac.id
Editorial Address
Sekretariat Bersama Jurnal, Lt. 2 Atas Kantin IKM, FK-KMK UGM Jl. Farmako, Sekip Utara, Yogyakarta 55281
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Berita Kedokteran Masyarakat
ISSN : 02151936     EISSN : 26148412     DOI : https://doi.org/10.22146/bkm.v37i2.2320
Core Subject : Health,
Berita Kedokteran Masyarakat (BKM Public Health and Community Medicine) is a peer-reviewed and open access journal that deals with the fields of public health and public medicine. The topics of the article will be grouped according to the main message of the author. This focus covers areas and scope related to aspects of: - Epidemiology - Infectious diseases control - Clinical Epidemiology - Environmental Health - Occupational Health - Healthy City - Public Health and Primary Health Care - School of Health Promotion - Healthy lifestyles - Health promotion - Health and Social Behavior - Tobacco and smoking - Adolescent Health - Public Health Nutrition - Maternal and Child Health - Reproductive Health - Population Health - Health of Vulnerable People - Social Determinants of Health - Water, Sanitation and Hygiene - Human Resource Management
Articles 25 Documents
Search results for , issue "Vol 33, No 11 (2017)" : 25 Documents clear
Mengatasi krisis air bersih dengan pembentukan kampung iklim dan model desa konservasi: sebuah studi di Provinsi Jawa Barat Arda Dinata
Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Vol 33, No 11 (2017): Proceedings of the 2nd UGM Public Health Symposium
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/bkm.34997

Abstract

Tujuan: Studi ini bertujuan memberikan berbagai  alternatif dalam memecahkan masalah terkait krisis air bersih di Provinsi Jawa Barat.Metode: Data diperoleh dari studi literatur, wawancara dan laporan ahli. Metode analisis adalah deskriptif.Hasil: Perubahan iklim berdampak pada adanya cuaca ektrem. Sebagai negara kepulauan, Indonesia sangat rentan terhadap dampak ganda perubahan iklim. Ini tantangan baru untuk disinergikan dalam pembangunan nasional. Faktor terkait perubahan iklim pada ketahanan pangan, yaitu: curah hujan, temperatur, produksi beras, serta aspek akses terhadap pangan. Perubahan iklim berpengaruh pada kenaikan temperatur, curah hujan, dan permukaan air laut; ketahanan pangan; kekurangan air bersih; dan meningkatnya penyakit tular vektor.Simpulan: Sebagai solusi mengatasi krisis air di Jawa Barat dapat melalui dua pendekatan, yaitu: (1) Pendekatan kampung iklim, berupa: pengendalian kekeringan, banjir dan longsor; peningkatan ketahanan pangan; penanganan atau antisipasi kenaikan muka air laut; pengendalian penyakit terkait iklim (pengendalian vektor, sistem kewaspadaan dini, sanitasi dan air bersih). (2) Penciptaan desa konservasi, berupa kegiatan: rehabilitasi hutan & lahan partisipatif; pengembangan ekonomi; menyelamatkan lahan untuk mata air; pembentukan desa wisata untuk pengembangan ekonomi; dan penanaman pohon endemik.
PEMBERIAN ASI PADA IBU PEKERJA DI KOTA: IMPLIKASI TERHADAP PENYEDIAAN RUANG LAKTASI DAN TAMAN PENITIPAN ANAK Monica Dara Delia Suja; Mubasysyir Hasanbasri
Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Vol 33, No 11 (2017): Proceedings of the 2nd UGM Public Health Symposium
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1129.897 KB) | DOI: 10.22146/bkm.37422

Abstract

Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara status pekerjaan ibu dan pemberian Air Susu Ibu (ASI) pada ibu bekerja yang tinggal di wilayah perkotaan. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross-sectional menggunakan data Indonesia Family Life Survey 5. Sampel dalam penelitian ini adalah ibu berusia 15-49 yang bekerja, memiliki anak berusia 2 tahun dan tinggal di perkotaan. Besar sampel dalam penelitian ini adalah 340 responden. Status pekerjaan dibagi menjadi wirausaha, pegawai pemerintah, pegawai swasta dan pekerja bebas, sedangkan pemberian ASI dibagi menjadi kurang dari 2 tahun dan selama 2 tahun. Analisis menggunakan chi-square dan regresi logistik dengan tingkat kemaknaan 95%. Hasil: Pada ibu bekerja yang tinggal di perkotaan, persentase ibu yang memberikan ASI kurang dari 2 tahun sebesar 68,82% sedangkan ibu yang memberikan ASI selama 2 tahun sebesar 31,18%. Status pekerjaan ibu yang tinggal di perkotaan paling banyak yaitu sebagai pegawai swasta (42,06%) dan wirausaha (34,41%). Status pekerjaan yang memiliki persentase pemberian ASI kurang dari 2 tahun adalah pegawai pemerintah (77,78%) dan pegawai swasta (75,52%). Terdapat hubungan antara status pekerjaan ibu dan pemberian ASI pada ibu bekerja yang tinggal di wilayah perkotaan. Ibu yang memiliki status pekerjaan sebagai wirausaha memiliki kemungkinan lebih besar 1,85 kali untuk memberikan ASI selama 2 tahun dibandingkan dengan ibu bekerja sebagai pegawai swasta. Kesimpulan: Ibu pegawai swasta memiliki kemungkinan untuk memberikan ASI selama 2 tahun yang rendah. Hak menyusui bagi pekerja wanita harus dilindungi dengan menyediakan ruang laktasi atau tempat penitipan anak.
Tuberculosis: Case Finding in Public Health Center of Blora, Indonesia ahmad musyafa
Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Vol 33, No 11 (2017): Proceedings of the 2nd UGM Public Health Symposium
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/bkm.37572

Abstract

Background: Tuberculosis is a disease of international concern. Control measure have been implemented in the World and Indonesia. One of the indicators of TB prevention program in Indonesia is Case Notification Rate (CNR), through case finding to screen of suspected TB, physical examination, laboratory and diagnosis Objective: Implementation of TB case finding program in Blora Distric, Indonesia, 2017 Methods: A descriptive observational study of evaluation. Subjects were 12 TB programmers at Public Health Center, 12 laboratory workers and 1 supervisor of Blora District Health Office. Data were collected by in-depth interviews and observations on input, process, output and outcome aspects. Results: Input aspect, 75% of respondents have double job, with duration of >5 years (75%) and was followed TB training >5 years (66%). Aspects of process, planning, budget requirements, targeting above 90%. Increase internal lineage (58%). Implementation already uses active search (92%) and passive (67%). Involvement of health cadres is not optimal, people are more confident to health workers in the village. PPM has not gone well (17%) so many patients are not reported in PHC. Clinics, hospitals and private practice doctors have not yet applied DOTS strategy treatment. Monitoring and evaluation has been done by wasor >2 times/year 33% and <2 times/year 67%. The CNR output aspect of 2016 128/100.000 population is below the national target of 316/100.000 population. Outcome aspect consists of 91.1% cure rate and 3.5% death. Conclusions: Overall TB case finding in Blora has gone well. But there are still shortcomings in the input aspect, needs to improve the skills of TB programmers with training and refresher.  On process aspect is still necessary increasing PPM by involving the private sector, hospitals and polyclinics, involving the village midwife actively encompassing TB cases cross program and sector network. So it can increase the CNR TB in Blora. 
Upaya Peningkatan Pengetahuan dan Peran Anak Sekolah Dasar di Desa Kima Bajo Kecamatan Wori Kabupaten Minahasa Utara Dalam Mencegah Masalah Gizi Efforts to Improve Knowledge and Role of Primary School Children in Kima Bajo Village, Wori Subdistrict, North Minahasa District In Preventing Nutrition Problem Nancy Swanida Malonda
Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Vol 33, No 11 (2017): Proceedings of the 2nd UGM Public Health Symposium
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (464.028 KB) | DOI: 10.22146/bkm.37593

Abstract

Tujuan : Meningkatkan pengetahuan dan kesadaran tentang Gizi Seimbang, dan Status Gizi melalui pemberian informasi dan edukasi bagi anak sekolah dasar. Metode : Kegiatan  dilaksanakan pada bulan Agustus – September 2017, pada anak sekolah kelas 4 dan 5 di SD Negeri Kima Bajo Kecamatan Wori Kabupaten Minahasa Utara. Adapun kegiatan yang terlaksana yaitu, Penyuluhan gizi seimbang,   pelatihan   pengukuran berat badan, tinggi badan, cara perhitungan  IMT dan cara interpretasi IMT menurut umur menggunakan grafik BMI-for-age WHO (2007), dilakukan juga penilaian status gizi pada anak sekolah. Bagi pihak sekolah diberikan bantuan 1 unit alat ukur berat badan (timbangan badan) dan 1 unit alat ukur tinggi badan (mikrotoa). Hasil : Anak sekolah mengetahui dan mampu melaksanakan pengukuran Berat badan dan tinggi badan, menghitung IMT dan menilai status gizi serta  memahami gizi seimbang. Berdasarkan Penilaian  status gizi yang dilakukan, diperoleh hasil bahwa 17.8 % berstatus gizi kurus, 7.2% status gizi obes, dan 75% status gizi normal.   Pihak sekolah menerima bantuan 1 unit alat ukur berat badan (timbangan badan) dan 1 unit alat ukur tinggi badan (mikrotoa). Simpulan : Pemberian informasi dan edukasi bagi anak sekolah dasar dapat meningkatkan pengetahuan dan kemampuan menilai status gizi dan gizi seimbang.
Tuberculosis research in ASEAN countries: a bibliometric analysis cahyadin cahyadin; Ade Kartikasari Sebba; Vivin Fitriana
Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Vol 33, No 11 (2017): Proceedings of the 2nd UGM Public Health Symposium
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1457.48 KB) | DOI: 10.22146/bkm.37611

Abstract

Introduction. Research on TB is a fundamental key in the process to eliminate this bacterial infection as a threat to global health and the analysis of the scientific output provides valuable information related to trends in time and the epidemiology of the disease.Objective. Describing scientific output of TB research in ASEAN countries.Method. Searches were completed on August 11, 2017, using the Pubmed database, filtered by ASEAN countries. Terms related to TB were used to perform a title keyword search. The number of publications by year, research trends, top productive countries, citation analysis, and most dominant journals were analyzed by Scopus platform.Results. ASEAN countries produced 2,630 TB publications. Majority of the publications in ASEAN (63,78%) appeared in the last decade. The average annual growth rate was 9.11%. Thailand was the most productive country that contributes about 28.52% (751), followed by Singapore (432; 16.42%), Malaysia (281; 10.68%) Vietnam (231; 8.78) and Indonesia (177; 6.73%). The top two most highly cited articles were published in the Journal of Clinical Biology and The Lancet. The top three productive journals were International Journal of TB and Lung Disease (231 papers; 8.78%), Southeast Asian Journal of Tropical Medicine and Public Health (148 papers; 5.62%) and Journal of The Medical Association Thailand (112 papers; 4.25%). Top ten journal of TB contained 33.53% papers. Emerging research topics in the last years include co-infection, latent tuberculosis, interferon-gamma release tests, emigrants and immigrants, thoracic radiography, and tuberculin test.Conclusion. There was increasing research activity of TB in ASEAN region over the last decade. Thailand, Singapore, and Malaysia are the leading countries that contribute around 55.66% of total TB research in ASEAN countries.
Studi Kasus Potensi WhatsApp Group dalam Edukasi Gizi Seimbang Melalui Penyusunan Menu Keluarga Nurlienda Hasanah
Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Vol 33, No 11 (2017): Proceedings of the 2nd UGM Public Health Symposium
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2681.145 KB) | DOI: 10.22146/bkm.37927

Abstract

Latar Belakang : Perkembangan teknologi memberikan kemudahan berinteraksi dan berbagi  informasi satu sama lain. Era sosial media dapat digunakan oleh tenaga kesehatan untuk mengedukasi masyarakat secara online, salah satunya dengan optimasi layanan WhatsApp group. Kesehatan keluarga merupakan inti dari kesehatan masyarakat. Sajian menu dalam keluarga menjadi dasar pemenuhan gizi terutama pada anak dan keluarga inti lainnya.  Tujuan : Untuk mengetahui potensi WhatsApp group dalam pemberian edukasi gizi seimbang melalui penyusunan menu keluarga.Metode : In-depth interview terhadap 2 ahli gizi pengelola WhatsApp Group yang memberikan edukasi gizi online dan survey sebagai data pendukung.Hasil : Berdasarkan hasil survey diketahui bahwa para ibu ingin menyajikan menu yang bergizi, lezat dan tidak membosankan. Sedangkan In-depth interview yang dilakukan mengenai edukasi gizi seimbang melalui WhatsApp Group diperoleh bahwa durasi edukasi yang paling kondusif sekitar 2 jam dengan waktu yang sudah dijadwalkan. Aktivitas edukasi ini memperoleh respon positif dalam penerimaan pesan edukasi gizi seimbang melalui penyusunan menu keluarga. Jumlah anggota WhatsApp Group ini bervariasi mulai dari  30 hingga 90 orang. Metode pemberian materi awal sebelum berjalannya sesi tanya jawab seminggu sebelumnya terlihat lebih efektif dibandingkan pemberian materi pada saat diskusi online yang bersamaan dengan sesi tanya jawab. Sistem mendaftar mandiri dengan adanya investasi sebagai syarat bergabung dalam WhatsApp Group membuat peserta lebih antusias saat mengikuti edukasi dibandingkan WhatsApp Group tanpa berbayar. Pemberian tugas untuk menyusun menu keluarga selama 1 minggu dengan pendampingan konsultasi jika ada kesulitan terbukti lebih mudah dipahami dan dipraktekkan oleh peserta WhatsApp Group.Kesimpulan : WhatsApp group berpotensi digunakan untuk edukasi gizi seimbang pada tataran keluarga. 
Efektifitas Pelatihan Pembina UKS dalam Mencegah Anemia Remaja Putri di Purwokerto Shofya Indraguna
Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Vol 33, No 11 (2017): Proceedings of the 2nd UGM Public Health Symposium
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (19.681 KB) | DOI: 10.22146/bkm.38063

Abstract

Tujuan:Anemia defisiensi besi merupakan salah satu masalah gizi utama di Indonesia yang menonjol pada remaja. Remaja pada umumnya merupakan anak usia sekolah. Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) adalah kegiatan yang dilakukan untuk meningkatkan kesehatan anak usia sekolah pada setiap jalur, jenis dan jenjang pendidikan yaitu dari Sekolah Dasar sederajat, Sekolah Menengah Pertama sederajat dan Sekolah Menengah Atas sederajat. Kegiatan UKS dikenal sebagai trias UKS yaitu pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan dan lingkungan sekolah sehat. Pendidikan kesehatan merupakan salah satu upaya pencegahan anemia gizi besi pada remaja. Guru khususnya pembina UKS merupakan sasaran sekunder dalam upaya pencegahan anemia gizi besi pada remaja. Pelatihan dapat meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan guru. Oleh karena itu perlu dilakukan pelatihan dalam upaya pencegahan anemia gizi besi remaja terhadap pembina UKS. Metode:Penelitian ini merupakan jenis quasi experimental design dengan menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria inklusi dan ekslusi sebanyak 34 responden. Hasil:Hasil analisis univariat menunjukan bahwa terdapat peningkatan rata-rata skor pada pengetahuan yaitu 8,95%, pada sikap 14,54% dan pada keterampilan 1,62%. Hasil analisis bivariat menujukan ada perbedaan pengetahuan setelah pelatihan (p=0,001), ada perbedaan sikap setelah pelatihan (p=0,000) dan tidak ada perbedaan keterampilan setelah pelatihan (p=0,603). Kesimpulan:Ada perbedaan pengetahuan responden dalam upaya pencegahan anemia gizi besi remaja putri. Ada perbedaan sikap responden dalam upaya pencegahan anemia gizi besi remaja putri. Tidak ada perbedaan ketermpilan responden dalam upaya pencegahan anemia gizi besi remaja putri.  
Mengatasi krisis air bersih dengan pembentukan kampung iklim dan model desa konservasi: sebuah studi di Provinsi Jawa Barat Arda Dinata
Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Vol 33, No 11 (2017): Proceedings of the 2nd UGM Public Health Symposium
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/bkm.38182

Abstract

Keberadaan air berperan penting bagi makhluk hidup termasuk manusia. Mengkonsumsi air tidak layak minum mengakibatkan pertumbuhan fisik 37,2% penduduk Indonesia tidak maksimal. Sebab, konsumsi air tak layak minum menjadi salah satu penyebab diare. Cakupan layanan air bersih Provinsi Jawa Barat tahun 2013 baru mencapai 60,68%. Sedangkan target tahun 2018 sebesar 92,5%. Jadi, ada deviasi pengelolaan air bersih. Bila dibiarkan akan berdampak pada water borne disease. Studi ini bertujuan memberikan berbagai alternatif dalam memecahkan masalah terkait krisis air bersih di Provinsi Jawa Barat. Data diperoleh dari studi literatur, wawancara dan laporan ahli. Metode analisis adalah deskriptif. Perubahan iklim berdampak pada adanya cuaca ektrem. Sebagai negara kepulauan, Indonesia sangat rentan terhadap dampak ganda perubahan iklim. Ini tantangan baru untuk disinergikan dalam pembangunan nasional. Faktor terkait perubahan iklim pada ketahanan pangan, yaitu: curah hujan, temperatur, produksi beras, serta aspek akses terhadap pangan. Perubahan iklim berpengaruh pada kenaikan temperatur, curah hujan, dan permukaan air laut; ketahanan pangan; kekurangan air bersih; dan meningkatnya penyakit tular vektor. Sebagai solusi mengatasi krisis air di Jawa Barat dapat melalui dua pendekatan, yaitu: (1) Pendekatan kampung iklim, berupa: pengendalian kekeringan, banjir dan longsor; peningkatan ketahanan pangan; penanganan atau antisipasi kenaikan muka air laut; pengendalian penyakit terkait iklim (pengendalian vektor, sistem kewaspadaan dini, sanitasi dan air bersih). (2) Penciptaan desa konservasi, berupa kegiatan: rehabilitasi hutan & lahan partisipatif; pengembangan ekonomi; menyelamatkan lahan untuk mata air; pembentukan desa wisata untuk pengembangan ekonomi; dan penanaman pohon endemik.Kata kunci: krisis air bersih, kampung iklim, desa konservasi, perubahan iklim.
Studi kasus penerapan proses asuhan keperawatan spiritual di rumah sakit Islam Faisal Makassar Saharuddin Saharuddin; Safrullah Amir; Rosmina Rosmina
Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Vol 33, No 11 (2017): Proceedings of the 2nd UGM Public Health Symposium
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/bkm.38183

Abstract

Kebutuhan spiritual merupakan kebutuhan dasar yang dibutuhkan oleh setiap manusia. Dalam pelayanan kesehatan, perawat sebagai petugas kesehatan harus memiliki peran utama dalam memenuhi kebutuhan spiritual. Perawat sebagai tenaga kesehatan yang mempunyai intesitas dan interaksi paling banyak hendaknya mampu memberikan pelayanan kesehatan terhadap pasien secara holistik dengan mengintegrasikan aspek biologis (fisiologis), psikologis, sosiologis, kultural, dan spiritual. Penelitian ini dikembangkan untuk mengobservasi implementasi model keperawatan spiritual di Rumah Sakit Islam Faisal Makassar. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitik. Populasi dalam penelitian adalah perawat yang bekerja di Rumah Sakit Islam Faisal Makassar. Berdasarkan batasan populasi terjangkau yang ditetapkan, sebanyak 9 informan yang terdiri atas kepala perawat, kepala ruangan, perawat pelaksana, dan ustadz diobservasi dengan menggunakan teknik wawancara mendalam (in-depth interview). Pemilihan sampel penelitian ditentukan secara purposive dengan metode snowball sampling dengan mewawancarai informan hingga informasi dianggap telah tersaturasi. Hasil in-depth interview dalam verbatim diuji validitas dan realibilitasnya menggunakan teknik triangulasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik content analisys, yaitu teknik yang digunakan untuk menarik kesimpulan melalui usaha untuk menentukan karakteristik pesan secara objektif dan sistematis, kemudian diinterprestasikan dan disajikan dalam bentuk narasi. Hasil penelitian menunjukkan proses pengkajian keperawatan spiritual terhadap pasien tidak diidentifikasi oleh perawat pelaksana. Pada tahap diagnosa, asuhan keperawatan spiritual belum ditegakkan dan didokumentasikan secara maksimal.Dalam tatanan intervensi, keperawatan spiritual belum maksimal disebabkan keterbatasan pengetahuan dari perawat. Hal ini berimbas pada implementasi keperawatan spiritual yang belum menyeluruh baik dari aspek psikomotor maupun dokumentasi. Lebih lanjut, proses asuhan keperawatan spiritual yang tidak berjalan optimal pada proses sebelumnya menyebabkan sulitnya mengevaluasi keberhasilan asuhan keperawatan spiritual. Penelitian ini menyimpulkan bahwa aplikasi proses asuhan keperawatan spiritual di Rumah Sakit Islam Faisal Makassar telah mengadopsi 5 tahapan yang meliputi pengkajian spiritual, diagnosis spiritual, perencanaan spiritual, implementasi spiritual, dan evaluasi spiritual. Meskipun demikian, pelaksanaan model keperawatan spiritual tersebut belum berjalan optimal.
Pengaruh teknik relaksasi otot progresif terhadap penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi di Puskesmas Cakranegara tahun 2016 Dedy Arisjulyanto
Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Vol 33, No 11 (2017): Proceedings of the 2nd UGM Public Health Symposium
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/bkm.38184

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit penyebab kematian tertinggi di Indonesia, tiap tahunnya prevalensi penyakit hipertensi di Indonesia mengalami peningkatan yang sangat signifikan. Di NTB hipertensi termasuk salah satu penyakit tertinggi dan prevalensi hipertensi di NTB berdasarkan hasil pengukuran tekanan darah berjumlah 1.523.574 jiwa (32,4%) dan lebih tinggi dari angka Nasional yang berjumlah 1.255.537 (26,7%) dari 4.702.389 jiwa jumlah penduduk NTB. DI Puskesmas Cakranegara Kota Mataram terdapat 724 penderita hipertensi dan merupakan prevalensi tertinggi di Kota Mataram. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan rata-rata nilai tekanan darah sebelum dan sesudah di berikan teknik relaksasi otot progresif pada pasien hipertensi di Puskesmas Cakranegara Kota Mataram. Penelitian ini menggunakan rancangan “Quasy Eksperiment Design”dengan menggunakan kelompok kontrol sebagai pembanding. Populasi dalam penelitian ini adalah penderita hipertensi sebanyak 724 orang dan menjadi sampel 27 orang yang ditarik berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa perhitungan T-test dengan menggunakan Quasy Eksperiment Design dapat di peroleh perbedaan nilai rata-rata tekanan darah sebelum dan sesudah di berikan teknik relaksasi otot progresif sebesar 10,306 mmHg pada kelompok intervensi dan 1,425 mmHg kelompok kontrol, dan di dapatkan nilai p-value pada kelompok intervensi =0,000 lebih kecil  dari α=0,05 dan kelompok kontrol nilai p-value=0,431 lebih besar dari α=0,05. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan nilai rata-rata tekanan darah pada kelompok intervensi sebelum dan setelah di berikan teknik relaksasi otot progresif. Di harapkan teknik relaksasi otot progresif ini dapat digunakan sebagai salah satu pilihan pengobatan alternative atau pengobatan komplementer yang tepat dan praktis dalam mengontrol tekanan darah.

Page 2 of 3 | Total Record : 25


Filter by Year

2017 2017


Filter By Issues
All Issue Vol 42 No 02 (2026) Vol 42 No 01 (2026) Vol 41 No 12 (2025) Vol 41 No 11 (2025) Vol 41 No 10 (2025) Vol 41 No 09 (2025) Vol 41 No 08 (2025) Vol 41 No 07 (2025) Vol 41 No 06 (2025) Vol 41 No 05 (2025) Vol 41 No 04 (2025) Vol 41 No 03 (2025) Vol 41 No 02 (2025) Vol 41 No 01 (2025) Vol 40 No 12 (2024) Vol 40 No 11 (2024) Vol 40 No 10 (2024) Vol 40 No 09 (2024) Vol 40 No 08 (2024) Vol 40 No 07 (2024) Vol 40 No 06 (2024) Vol 40 No 05 (2024) Vol 40 No 04 (2024) Vol 40 No 03 (2024) Vol 40 No 02 (2024) Vol 40 No 01 (2024) The 12th UGM Public Health Symposium Vol 39 No 12 (2023) Vol 39 No 11 (2023) Vol 39 No 10 (2023) Vol 39 No 09 (2023) Vol 39 No 08 (2023) Vol 39 No 07 (2023) Vol 39 No 06 (2023) Vol 39 No 05 (2023) Vol 39 No 04 (2023) Vol 39 No 03 (2023) Vol 39 No 02 (2023) Vol 39 No 01 (2023) Vol 38 No 12 (2022) Vol 38 No 11 (2022) Vol 38 No 10 (2022) Vol 38 No 09 (2022) Vol 38 No 08 (2022) Vol 38 No 07 (2022) Vol 38 No 06 (2022) Vol 38 No 05 (2022) Vol 38 No 04 (2022) Vol 38 No 03 (2022) Vol 38 No 02 (2022) Vol 38 No 01 (2022) Vol 37 No 12 (2021) Vol 37 No 11 (2021) Vol 37 No 10 (2021) Vol 37 No 09 (2021) Vol 37 No 08 (2021) Vol 37 No 07 (2021) Vol 37 No 06 (2021) Vol 37 No 05 (2021) Vol 37 No 04 (2021) Vol 37 No 03 (2021) Vol 37 No 02 (2021) Vol 37, No 1 (2021) PHS8 Accepted Abstracts PHS7 Accepted Abstracts Vol 36, No 12 (2020) Vol 36, No 11 (2020) Vol 36, No 10 (2020) Vol 36, No 9 (2020) Vol 36, No 8 (2020) Vol 36, No 7 (2020) Vol 36, No 6 (2020) Vol 36, No 5 (2020) Vol 36, No 4 (2020) Vol 36, No 3 (2020) Vol 36, No 2 (2020) Vol 36, No 1 (2020) Vol 35, No 4 (2019): Proceedings the 5th UGM Public Health Symposium Vol 35, No 11 (2019) Vol 35, No 10 (2019) Vol 35, No 9 (2019) Vol 35, No 8 (2019) Vol 35, No 7 (2019) Vol 35, No 6 (2019) Vol 35, No 5 (2019) Vol 35, No 4 (2019) Vol 35, No 3 (2019) Vol 35, No 2 (2019) Vol 35, No 1 (2019) Vol 34, No 11 (2018): Proceedings of the 4th UGM Public Health Symposium Vol 34, No 5 (2018): Proceedings the 3rd UGM Public Health Symposium Vol 34, No 12 (2018) Vol 34, No 11 (2018) Vol 34, No 10 (2018) Vol 34, No 9 (2018) Vol 34, No 8 (2018) Vol 34, No 7 (2018) Vol 34, No 6 (2018) Vol 34, No 5 (2018) Vol 34, No 4 (2018) Vol 34, No 3 (2018) Vol 34, No 2 (2018) Vol 34, No 1 (2018) Vol 33, No 11 (2017): Proceedings of the 2nd UGM Public Health Symposium Vol 33, No 5 (2017): Proceedings of the 1st UGM Public Health Symposium Vol 33, No 12 (2017) Vol 33, No 11 (2017) Vol 33, No 10 (2017) Vol 33, No 9 (2017) Vol 33, No 8 (2017) Vol 33, No 7 (2017) Vol 33, No 6 (2017) Vol 33, No 5 (2017) Vol 33, No 4 (2017) Vol 33, No 3 (2017) Vol 33, No 2 (2017) Vol 33, No 1 (2017) Vol 32, No 12 (2016) Vol 32, No 11 (2016) Vol 32, No 10 (2016) Vol 32, No 9 (2016) Vol 32, No 8 (2016) Vol 32, No 7 (2016) Vol 32, No 6 (2016) Vol 32, No 5 (2016) Vol 32, No 4 (2016) Vol 32, No 3 (2016) Vol 32, No 2 (2016) Vol 32, No 1 (2016) Vol 28, No 1 (2012) Vol 27, No 4 (2011) Vol 27, No 3 (2011) Vol 27, No 2 (2011) Vol 27, No 1 (2011) Vol 26, No 4 (2010) Vol 26, No 3 (2010) Vol 26, No 2 (2010) Vol 26, No 1 (2010) Vol 25, No 4 (2009) Vol 25, No 3 (2009) Vol 25, No 2 (2009) Vol 25, No 1 (2009) Vol 24, No 4 (2008) Vol 24, No 3 (2008) Vol 24, No 2 (2008) Vol 24, No 1 (2008) Vol 23, No 4 (2007) Vol 23, No 3 (2007) Vol 23, No 2 (2007) Vol 23, No 1 (2007) Vol 22, No 4 (2006) Vol 22, No 3 (2006) Vol 22, No 2 (2006) Vol 22, No 1 (2006) Vol 21, No 4 (2005) Vol 21, No 3 (2005) Vol 21, No 2 (2005) Vol 21, No 1 (2005) Vol 20, No 4 (2004) Vol 20, No 3 (2004) Vol 20, No 2 (2004) Vol 20, No 1 (2004) Vol 19, No 4 (2003) Vol 19, No 3 (2003) Vol 19, No 2 (2003) Vol 19, No 1 (2003) More Issue