cover
Contact Name
Rahmi Fitria
Contact Email
rahmifitria@upp.ac.id
Phone
+6285356872104
Journal Mail Official
rahmifitria@upp.ac.id
Editorial Address
Jl.Tuanku Tambusai Jl. Raya Kumu, Rambah, Kec. Rambah Hilir, Kabupaten Rokan Hulu, Riau 28558
Location
Kab. rokan hulu,
Riau
INDONESIA
Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan
ISSN : 23020806     EISSN : 28095731     DOI : https://doi.org/10.30606/jmn.v10i01
Core Subject : Health, Science,
The scope of this journal includes, but is not limited to the research results of: -Maternal Health -Pregnancy -Labor -Post Partum -Child Health -Family Planning -Reproduction Health -Adolenscent Health -Pre-Conception Period -Pre Menopause - Elderly Health -Pathology -Emengency nursing -Maternity nursing -Mental health nursing -Nursing soul -Medical sugery nursing community nursing -Holistic Nursing -Geriatric Nursing -Pediatric Nursing -Public health
Articles 286 Documents
EFEKTIVITAS AROMATERAPI LEMON UNTUK MENURUNKAN NYERI PERSALINAN KALA I FASE AKTIF DI UPT PUSKESMAS SADAR JAYA KECAMATAN SIAK KECIL KABUPATEN BENGKALIS susana sana
Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan Vol. 14 No. 1A (2026): Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan (Spesial Issue)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/jmn.v14i1A.4698

Abstract

Persalinan merupakan rangkaian kejadian yang diakhiri dengan keluarnya bayi yang cukup bulan 37-42 minggu atau hampir cukup bulan, kemudian diikuti dengan keluarnya plasenta dari tubuh ibu dengan adanya kontraksi rahim pada ibu. Lemon mempunyai kandungan Limonena sebanyak 70,58%. Limonena ialah komponen utama dalam senyawa kimia jeruk yang dapat menghambat sistem kerja prostaglandin sehingga dapat mengurangi nyeri yang bisa menjadi anestesi yang efektif dalam pengurangan kecemasan selama proses persalinan, dimana kecemasan berakibat pada proses persalinan lama sehingga berakibat fatal pada janin (fetal outcome). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Efektivitas Aromaterapi Lemon Untuk Menurunkan Nyeri Persalinan Kala I Fase Aktif di UPT Puskesmas Sadar Jaya Kecamatan Siak Kecil Kabupaten Bengkalis yang berlaku pada Mei sampai Juni 2026. Rancangan pada penelitian adalah Pra-Experiment, dengan menggunakan rancangan one group pre test dan post test design dengan populasi sebanyak 16 responden. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik total sampling. Adapun waktu penelitian di bulan Mei sampai Juni di UPT Puskesmas Sadar Jaya, Kecamatan Siak Kecil, Kabupaten Bengkalis. Adapun instrument penelitian menggunakan Numeral Rating Scale (NRS) dengan tingkat nyeri diukur atas dasar: tidak nyeri (none: 0), sedikit nyeri (mild: 1-3), nyeri sedang (moderate: 4-6) dan nyeri hebat (severe: 7-10). Uji statistik yang digunakan adalah Wilcoxon Signed Ranks Test dan diperoleh hasil nilai p-Value 0,000<0,05. Berdasarkan hasil uji statistik tersebut maka dapat disimpulkan bahwa aromaterapi lemon untuk menurunkan tingkat nyeri persalinan kala I berdistribusi normal. Sehingga hal ini disarankan dapat dilakukan sebagai salah satu terapi non farmakologi bagi ibu dalam persalinan dengan nyeri kala I fase aktif persalinan.
HUBUNGAN FREKUENSI MENGIKUTI KELAS IBU HAMIL DENGAN PERENCANAAN PERSALINAN DAN PENCEGAHAN KOMPLIKASI PADA IBU HAMIL TRIMESTER III DI HOSPITAL REFERAL BAUCAU TIMOR LESTE Bernardete Guterres; Widia Shofa Ilmiah
Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan Vol. 14 No. 1A (2026): Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan (Spesial Issue)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/jmn.v14i1A.4706

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara frekuensi mengikuti kelas ibu hamil dengan Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K) pada ibu hamil trimester III di Hospital Referal Baucau, Timor Leste. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional terhadap 72 ibu hamil trimester III yang diambil menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur yang mengukur frekuensi keikutsertaan kelas ibu hamil dan P4K berdasarkan 7 indikator Kementerian Kesehatan RI. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji Fisher Exact Test dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan nilai p-value 0,000 (<0,05), yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara frekuensi mengikuti kelas ibu hamil dengan P4K, di mana ibu hamil yang lebih aktif mengikuti kelas cenderung memiliki perencanaan persalinan dan pencegahan komplikasi yang lebih baik. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara frekuensi mengikuti kelas ibu hamil dengan P4K pada ibu hamil trimester III di Hospital Referal Baucau, Timor Leste.
HUBUNGAN KEPATUHAN MINUM OBAT ANTIHIPERTENSI DENGAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA PENDERITA HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS WEEKOMBAK Etster Padeda; Hanim Mufarokhah
Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan Vol. 14 No. 1A (2026): Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan (Spesial Issue)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/jmn.v14i1A.4724

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kepatuhan minum obat antihipertensi dengan tekanan darah pada lansia penderita hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Weekombak. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain korelasional menggunakan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian berjumlah 33 responden, dengan sampel sebanyak 23 responden yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner, sedangkan analisis bivariat menggunakan uji Fisher's Exact Test. Hasil analisis menunjukkan nilai p-value = 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara kepatuhan minum obat antihipertensi dengan tekanan darah pada lansia penderita hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Weekombak. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi sumber informasi dalam meningkatkan pengetahuan mengenai pentingnya kepatuhan minum obat antihipertensi untuk mengendalikan tekanan darah pada lansia serta menjadi referensi bagi penelitian selanjutnya yang berkaitan dengan kepatuhan pengobatan pada penderita hipertensi.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN RENDAHNYA PEMILIHAN METODE KONTRASEPSI JANGKA PANJANG DI TPMB SITI NURCAHYANINGSIH Nurul Hidayati; Nila Widya Keswara
Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan Vol. 14 No. 1A (2026): Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan (Spesial Issue)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/jmn.v14i1A.4742

Abstract

Di antara berbagai pilihan alat kontrasepsi, Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) diklaim sebagai opsi ber-KB dengan daya tekan angka kelahiran paling kuat sekaligus penopang keberlanjutan program keluarga berencana. Kenyataannya, pemanfaatan MKJP di tanah air belum optimal dan masih kalah jauh dibandingkan pemakaian kontrasepsi jangka pendek. Kondisi ini menyimpan konsekuensi serius sebab minimnya pemakaian MKJP membuka peluang lebih besar terjadinya kegagalan kontrasepsi, yang ujungnya berisiko menimbulkan kehamilan tak terencana. Riset ini disusun guna menelusuri faktor-faktor yang berkontribusi signifikan terhadap masih rendahnya angka pemakaian MKJP pada wanita usia subur. Desain yang dipakai berupa studi analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional, melibatkan 35 wanita usia subur yang dijaring memakai teknik purposive sampling. Sembilan variabel diteliti, meliputi pengetahuan, jenjang pendidikan, usia, jumlah paritas, kelengkapan sarana-prasarana KB, kemudahan menjangkau fasilitas kesehatan, kondisi sosial ekonomi, dukungan petugas kesehatan, dan dukungan pasangan. Pengujian hubungan antarvariabel memakai uji Fisher's Exact Test pada ambang kemaknaan p < 0,05, didahului analisis univariat. Temuan memperlihatkan mayoritas responden, yaitu 85,7%, belum menjadikan MKJP sebagai pilihan kontrasepsinya. Dari sembilan variabel yang diuji, hanya dua yang terbukti berhubungan signifikan dengan pemilihan MKJP, yaitu tingkat pengetahuan (p = 0,001) dan dukungan pasangan (p = 0,049), sedangkan tujuh variabel lain — pendidikan, usia, paritas, kelengkapan sarana-prasarana, akses fasilitas kesehatan, status sosial ekonomi, dan dukungan petugas kesehatan — tidak menunjukkan keterkaitan bermakna. Simpulannya, pengetahuan dan dukungan pasangan menjadi penentu utama rendahnya pemakaian MKJP, sehingga penguatan edukasi seputar MKJP serta pelibatan aktif pasangan dalam sesi konseling KB perlu dijadikan agenda prioritas pada layanan kesehatan reproduksi.
HUBUNGAN POLA NUTRISI DENGAN KEJADIAN DISMENORE PADA REMAJA PUTRI DI PUSKESMAS PALLA Delvina Jumi Busa; Reny Retnaningsih
Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan Vol. 14 No. 1A (2026): Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan (Spesial Issue)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/jmn.v14i1A.4755

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola nutrisi dengan kejadian dismenore pada remaja putri di Puskesmas Palla. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain analitik korelasional menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah seluruh remaja putri yang mengalami menstruasi dan dismenore di wilayah kerja Puskesmas Palla sebanyak 31 responden dengan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan adalah Food Frequency Questionnaire (FFQ) untuk mengukur pola nutrisi dan Numeric Rating Scale (NRS) untuk mengukur tingkat nyeri dismenore. Analisis data dilakukan menggunakan analisis univariat untuk melihat distribusi frekuensi masing-masing variabel dan analisis bivariat untuk mengetahui hubungan antara pola nutrisi dengan kejadian dismenore menggunakan uji Fisher’s Exact Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pola nutrisi dengan kejadian dismenore pada remaja putri di Puskesmas Palla dengan nilai p-value = 0,013 (< 0,05). Responden dengan pola nutrisi baik cenderung mengalami nyeri ringan, sedangkan responden dengan pola nutrisi kurang lebih banyak mengalami nyeri sedang. Hal ini menunjukkan bahwa semakin baik pola nutrisi maka semakin ringan tingkat kejadian dismenore yang dialami. Terdapat hubungan yang signifikan antara pola nutrisi dengan kejadian dismenore pada remaja putri di Puskesmas Palla, sehingga pola nutrisi memiliki peranan penting dalam memengaruhi tingkat kejadian dismenore
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN KONSUMSI TABLET FE DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL TRIMESTER TIGA DI PUSKESMAS BONDO KODI DESA PERO BATANG KECAMATAN KODI KABUPATEN SUMBA BARAT DAYA Naomi Ambu Kaka; Raden Maria Veronika Widiatrilupi
Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan Vol. 14 No. 1A (2026): Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan (Spesial Issue)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/jmn.v14i1A.4759

Abstract

Anemia pada ibu hamil masih menjadi masalah kesehatan yang sering ditemukan dan dapat meningkatkan risiko komplikasi kehamilan maupun persalinan. Salah satu upaya pencegahan anemia adalah melalui peningkatan pengetahuan ibu hamil dan kepatuhan dalam mengonsumsi tablet Fe. Pengetahuan yang baik dapat memengaruhi perilaku ibu hamil dalam memenuhi kebutuhan zat besi selama kehamilan sehingga kejadian anemia dapat dicegah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan konsumsi tablet Fe dengan kejadian anemia pada ibu hamil trimester III di Puskesmas Bondo Kodi, Desa Pero Batang, Kecamatan Kodi, Kabupaten Sumba Barat Daya. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 35 ibu hamil trimester III yang diperoleh menggunakan teknik total sampling. Variabel independen meliputi pengetahuan dan konsumsi tablet Fe, sedangkan variabel dependen adalah kejadian anemia. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dan lembar observasi konsumsi tablet Fe. Analisis data menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi α=0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan cukup sebanyak 19 responden (54,3%), tidak patuh mengonsumsi tablet Fe sebanyak 21 responden (60,0%), dan mengalami anemia sebanyak 21 responden (60,0%). Hasil uji statistik menunjukkan terdapat hubungan antara pengetahuan dengan kejadian anemia (p=0,000) dan terdapat hubungan antara konsumsi tablet Fe dengan kejadian anemia (p=0,000). Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan dan konsumsi tablet Fe berhubungan signifikan dengan kejadian anemia pada ibu hamil trimester III di Puskesmas Bondo Kodi. Peningkatan edukasi kesehatan dan pemantauan konsumsi tablet Fe perlu ditingkatkan untuk menurunkan angka kejadian anemia pada ibu hamil.
PENGARUH PIJAT LAKTASI UNTUK MENINGKATKAN KELANCARAN ASI PADA IBU MENYUSUI DI UPT PUSKESMAS LUBUK MUDA KECAMATAN SIAK KECIL KABUPATEN BENGKALIS Suryani Ike Mandiri; Fajar Sari Tanberika; Fatma Nadia; Hirza Rahmita
Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan Vol. 14 No. 1A (2026): Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan (Spesial Issue)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/jmn.v14i1A.4764

Abstract

Pemberian Air Susu Ibu (ASI) secara eksklusif merupakan salah satu strategi penting dalam mendukung penurunan angka kematian bayi. Kandungan berbagai zat gizi, komponen imunologis, serta mikroorganisme yang bermanfaat dalam ASI berperan dalam pembentukan mikroflora usus dan penguatan sistem kekebalan tubuh bayi, sehingga dapat membantu menurunkan risiko infeksi, khususnya infeksi saluran pernapasan dan diare. Keberlangsungan pemberian ASI eksklusif dapat diperkuat melalui penerapan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) serta intervensi yang berperan dalam mengoptimalkan kelancaran produksi ASI. Pijat laktasi dianalisis pengaruhnya terhadap kelancaran produksi ASI pada ibu menyusui di UPT Puskesmas Lubuk Muda, Kecamatan Siak Kecil, Kabupaten Bengkalis melalui pendekatan pra-eksperimen dengan desain one group pretest-posttest. Seluruh populasi yang berjumlah 10 ibu menyusui dijadikan sebagai sampel melalui teknik total sampling. Penelitian dilaksanakan pada Mei–Juni 2026. Pengukuran kelancaran produksi ASI dilakukan menggunakan instrumen yang mencakup tujuh indikator. Pengujian menggunakan Wilcoxon Signed Ranks Test memperoleh p-value 0,003 (p<0,05), yang mengindikasikan adanya perbedaan signifikan setelah intervensi pijat laktasi diberikan. Temuan tersebut memperlihatkan bahwa pijat laktasi berpengaruh terhadap peningkatan kelancaran produksi ASI pada ibu menyusui, terutama melalui efek relaksasi serta stimulasi pelepasan hormon oksitosin yang berperan dalam proses pengeluaran ASI. Dukungan emosional dari suami dan keluarga juga berpotensi memperkuat respons positif ibu selama menyusui. Ibu menyusui disarankan melakukan pijat laktasi secara rutin dengan dukungan suami atau keluarga sebagai salah satu upaya membantu memperlancar pemberian ASI.
PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG PERAWATAN PAYUDARA DI PMB KASMAWATI DESA BANGUN PURBA julita; Riska; Andria; Karmila
Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan Vol. 14 No. 1A (2026): Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan (Spesial Issue)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/jmn.v14i1A.4879

Abstract

Kehamilan merupakan proses fisiologis yang menyebabkan berbagai perubahan pada tubuh ibu, salah satunya perubahan pada payudara sebagai persiapan menyusui. Perubahan tersebut memerlukan perawatan yang tepat agar tidak menimbulkan masalah saat proses menyusui, seperti puting susu datar atau terbenam, bendungan ASI, maupun kesulitan menyusui setelah persalinan. Pengetahuan ibu hamil mengenai perawatan payudara sangat penting karena akan memengaruhi kesiapan ibu dalam  memberikan  ASI  kepada  bayinya.  Namun,  masih  terdapat  ibu  hamil  yang memiliki pengetahuan kurang mengenai pentingnya perawatan payudara selama kehamilan. Tujuan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan ibu hamil tentang perawatan payudara di PMB Kasmawati, S.Keb Desa Bangun Purba. Metode Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 30 ibu hamil, dan seluruh populasi dijadikan sampel dengan menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner, kemudian dianalisis secara univariat dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi. Hasil Penelitian Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan ibu hamil tentang perawatan payudara pada kategori baik sebanyak 13 responden (43,3%), kategori cukup sebanyak 6 responden (20,0%), dan kategori kurang sebanyak 11 responden (36,7%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa  masih  terdapat  ibu  hamil  yang  memiliki  pengetahuan  kurang  mengenai perawatan payudara selama kehamilan. Kesimpulan Pengetahuan ibu hamil tentang perawatan payudara di PMB Kasmawati, S.Keb Desa Bangun Purba masih didominasi oleh   kategori   baik,   namun   masih   terdapat   sebagian   ibu   hamil   yang   memiliki pengetahuan kurang. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan edukasi dan penyuluhan mengenai perawatan payudara selama kehamilan agar pengetahuan ibu semakin baik dan  kesiapan  menyusui  setelah  persalinan  dapat  ditingkatkan. Diharapkan tenaga kesehatan, khususnya bidan, dapat meningkatkan penyuluhan dan konseling mengenai perawatan payudara kepada ibu hamil selama pemeriksaan antenatal care sehingga ibu memiliki pengetahuan yang lebih baik dan mampu melakukan perawatan payudara secara mandiri.
HUBUNGAN TINDAKAN SUAMI DENGAN GANGGUAN PSIKOLOGI PADA IBU NIFAS DI KLINIK SEHAT TAMBUSAI BARAT Andriana; Pangaribuan D
Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan Vol. 14 No. 1A (2026): Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan (Spesial Issue)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/jmn.v14i1A.4944

Abstract

Masa nifas merupakan masa transisi yang kritis bagi ibu dalam kehidupan reproduksinya. Fase ini disebut kritis karena masih banyak kemungkinan yang akan terjadi baik berhubungan dengan perubahan fisik maupun psikologis ibu setelah proses kehamilan dan persalinan. Perubahan peran menjadi seorang ibu secara psikologis adalah perubahan peran yang sangat dramatis dari sebelumnya yang mana sangat memungkinkan ibu mengalami stress dalam menjalankan peran barunya. Perubahan tersebut merupakan perubahan psikologis yang normal terjadi pada seorang ibu yang baru melahirkan. Namun, hanya sebagian ibu nifas yang dapat menyesuaikan diri, sebagian yang lain tidak berhasil menyesuaikan diri dan mengalami gangguan-gangguan psikologis. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan Tindakan suami dengan gangguan psikologi pada masa nifas. Jenis penelitian kuantitatif analitik, serta rancangan penelitian cross sectional. Jumlah populasi sebanyak 30 orang dengan jumlah sampel sebanyak 30 orang, berdasarkan perhitungan menggunakan teknik total sampling. Penelitian ini terdiri dari dua variabel meliputi Tindakan suami dan terjadinya gangguan psikologi pada ibu nifas. Data dianalisis secara univariat dan bivariat. Data dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan distribusi tindakan pada ibu nifas sebagian besar tidak mendukung sebanyak 20 orang (59,4%). Distribusi pada ibu nifas sebagian besar mengalami gangguan psikologi sebanyak 20 orang (62,5%). Hasil analisis menunjukkan nilai p-value sebesar 0,000. Asrtinya nilai p-value<α=0,05, hasil analisis signifikan. Ada hubungan tindakan suami dengan terjadinya gangguan psikologi pada ibu nifas.
HUBUNGAN PNGETAHUAN TENTANG PERUBAHAN FISIK DAN PSIKOLOGIS DENGAN TINGKAT KECEMASAN IBU PRAMENOPAUSE DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KABUN KABUPATEN ROKAN HULU TAHUN 2023 Andriana; Hartati, R
Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan Vol. 14 No. 1A (2026): Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan (Spesial Issue)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/jmn.v14i1A.4945

Abstract

Pramenopause merupakan fase transisi alami dalam siklus kehidupan reproduksi perempuan yang ditandai dengan penurunan fungsi ovarium dan perubahan kadar hormon estrogen. Kondisi ini sering disertai perubahan fisik dan psikologis yang dapat menimbulkan ketidaknyamanan serta memicu kecemasan apabila tidak dipahami dengan baik. Kurangnya pengetahuan mengenai perubahan tersebut dapat memengaruhi kesiapan perempuan dalam menghadapi masa pramenopause. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pengetahuan tentang perubahan fisik dan psikologis dengan tingkat kecemasan pada ibu pramenopause di wilayah kerja Puskesmas Kabun Kabupaten Rokan Hulu tahun 2023. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif analitik dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh wanita pramenopause di wilayah kerja Puskesmas Kabun sebanyak 1.810 orang, dengan sampel sebanyak 95 responden yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang mengukur tingkat pengetahuan tentang perubahan pramenopause serta tingkat kecemasan responden. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan cukup sebanyak 42 orang (44,2%), sedangkan responden yang berpengetahuan baik sebanyak 22 orang (23,2%) dan pengetahuan kurang sebanyak 31 orang (32,6%). Sebagian responden tidak mengalami kecemasan sebanyak 41 orang (56,8%), sementara 54 orang (43,2%) mengalami kecemasan. Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan antara pengetahuan tentang perubahan fisik dan psikologis dengan tingkat kecemasan ibu pramenopause. Penelitian ini menegaskan pentingnya peningkatan edukasi kesehatan reproduksi bagi perempuan pramenopause guna meningkatkan pemahaman dan kesiapan dalam menghadapi perubahan yang terjadi.