cover
Contact Name
Alkausar Saragih
Contact Email
jilmupendidikan@gmail.com
Phone
+6281362192627
Journal Mail Official
jilmupendidikan@gmail.com
Editorial Address
https://jurnal-lp2m.umnaw.ac.id/index.php/JIP/Editorial
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Ilmu Pendidikan
ISSN : 23017740     EISSN : 27454193     DOI : -
Core Subject : Education,
IP adalah jurnal penelitian akses terbuka berkualitas tinggi yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Muslim Universitas Nusantara Al Washliyah (LP2M-UMNAW). JIP menerima artikel penelitian yang ditulis oleh peneliti, guru, siswa, akademisi, profesional, dan praktisi, jurnal ini diterbitkan setiap bulan Juli dan Desember.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 140 Documents
NILAI KARAKTER RELIGIUS PADA KEGIATAN BUDAYA SEKOLAH KELAS VI SD NEGERI 1 CIRAHAB Ayu Winasih, Ahmad Mulyadiprana,
JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol. 6 No. 1 (2025): JURNAL ILMU PENDIDIKAN (JIP)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/jip.v6i1.3191

Abstract

Membangun karakter harus lebih diperhatikan daripada sekedar membangun hal-hal fisik semata. Namun pentingnya membangun karakter (jiwa) harus disertai dengan pengetahuan dan pemahaman tentang moral atau karakter itu sendiri. Namun, beragam masalah yang kerap muncul dalam pembentukan karakter anak melibatkan perilaku menyimpang, baik dalam skala kecil maupun besar, seperti konflik antar pelajar, pelanggaran tata tertib berkendara, penyalahgunaan narkotika, perilaku seksual bebas, dan insiden-insiden indiscipline di sekolah yang tampaknya telah menjadi rutinitas, menunjukkan adanya ketidakstabilan moral dalam karakter bangsa ini. Nilai karakter yang sangat dibutuhkan untuk menjadi bekal di masa depan adalah nilai karakter religius. Salah satu tempat yang tepat untuk menanamkan nilai karakter sejak dini adalah di sekolah. Pendidikan di tingkat sekolah dasar pada hakikatnya merupakan pondasi bagi siswa untuk membentuk nilai karakter baik. Budaya sekolah merupakan pembiasaan yang terdapat di sekolah, dilakukan secara terus menerus dan menjadi sebuah identitas yang melekat. Budaya sekolah memiliki peran krusial dalam membentuk dan mengukuhkan nilai-nilai karakter siswa. Dalam setiap kegiatan budaya yang diadakan, baik itu festival, pentas seni, upacara adat, program pertukaran budaya, maupun pembiasaan-pembiasaan lain terdapat peluang besar untuk menyelipkan dan mengamalkan nilai-nilai moral dan etika dalam kehidupan siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kegiatan budaya apa saja yang ada di SDN 1 Cirahab dan bagaimana implementasi nilai karakter religious pada kegiatan budaya SD N 1 Cirahab. Sasaran penelitian ini adalah siswa kelas VI serta guru. Dengan menggunakan triangulasi data observasi,wawancara,dan dokumentasi. Dimana mendapatkan hasil bahwa Pendidikan karakter yang menjadi suautu acuan dalam visi misi sera tujuan SD N 1 Cirahab nilai religious sudah diterapkan dengan berbagai program yaitu Upacara bendera, kegiatan selasa berisih,shola duhur berjamaah, sholat duha berjamaah dan infaq.
MENALAAH IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI DALAM KURIKULUM MERDEKA Vilya Rahma Agustin , Marissa Eva Listiani, Sapnah, Dedeh Rohimi,
JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol. 6 No. 1 (2025): JURNAL ILMU PENDIDIKAN (JIP)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/jip.v6i1.3199

Abstract

Kurikulum merdeka merupakan upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia melalui pendekatan pembelajaran yang lebih fleksibel dan kreatif. Salah satu strategi pembelajaran yang disarankan dalam Kurikulum Merdeka adalah pembelajaran berdiferensiasi atau pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan individu peserta didik. Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan tinjauan literatur mengenai penerapan pembelajaran diferensiasi di sekolah dasar dalam penerapan Kurikulum Merdeka. Metode studi literatur mengumpulkan data dari sumber tertulis seperti jurnal, buku, laporan, dan dokumen lainnya. Berdasarkan hasil analisis, pembelajaran berdiferensiasi secara konseptual dilaksanakan dalam kerangka penerapan Kurikulum Merdeka di sekolah dasar, dan merujuk pada sumber-sumber yang relevan diduga kuat akan meningkatkan hasil belajar siswa hal ini dapat membawa manfaat yang signifikan terhadap motivasi belajar peserta didik. Namun demikiam, untuk mencapai hasil pembelajaran diferensiasi yang optimal, penerapan pembelajaran diferensiasi memerlukan persiapan dan penyesuaian yang matang dari kepala sekolah, guru, dan pihak lain untuk memahami karakteristik peserta didik, penggunaan teknologi, dan merencanakan pembelajaran berdasarkan pada hasil yang diharapkan. Kurikulum Merdeka memberikan ruang dan kesempatan yang cukup besar bagi guru dan kepala sekolah untuk menyelenggarakan pembelajaran dengan cara yang berfokus pada keberagaman siswa melalui pembelajaran berdiferensiasi. Hasil kajian literatur penerapan pembelajaran diferensiasi ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih baik terutama bagi guru, kepala sekolah dan stakeholder pendidikan lainnya di sekolah dasar dalam konteks Implementasi Kurikulum Merdeka dan menjadi bahan referensi bagi pendidik dan peneliti di bidang pendidikan.
PENERAPAN KEGIATAN PRAMUKA DALAM MENINGKATKAN NILAI KARAKTER BERSAHABAT DAN KOMUNIKATIF DI SEKOLAH DASAR Dian Pratiwi, Anggit Merliana
JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol. 6 No. 1 (2025): JURNAL ILMU PENDIDIKAN (JIP)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/jip.v6i1.3201

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai karakter bersahabat dan komunikatif yang terbentuk dalam diri peserta didik melalui kegiatan ekstrakurikuler pramuka di sekolah dasar. Penelitian ini dilaksanakan di SDN Mancogeh yang berada di Jl. Cigeureung No. 22, Desa Nagarasari, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat dengan subjek penelitian ini, yakni; kepala sekolah, 2 pembina pramuka dan 12 peserta didik dan waktu penelitian dilaksanakan pada tanggal 24 April 2024 sampai dengan 31 Mei 2024. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu melalui pendekatan penelitian kualitatif dengan metode kualitatif deskriptif, yakni memaparkan secara lebih mendalam tentang analisis nilai pendidikan karakter bersahabat dan komunikatif melalui kegiatan pramuka di sekolah dasar Pengumpulan data dilakukan melalui kegiatan observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Sedangkan, teknik analisis data menggunakan model analisis interaksi Miles & Huberman melalui tahap reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini memperoleh hasil bahwasannya permasalahan yang terjadi di sekolah dalam mewujudkan nilai karakter bersahabat dan komunikatif melalui kegiatan pramuka berdasarkan hasil observasi peneliti melihat tingkah laku peserta didik, seperti sikap saling menghargai, tolong-menolong, sikap senang berbicara, senang bergaul dan sikap rasa ingin tahu. Dalam hal ini, kegiatan pramuka sebagai pendorong nilai karakter memungkinkan nilai karakter tersebut tertanam pada diri peserta didik.
MERANCANG PEMBELAJARAN MODEL SEQUANCED TERINTEGRASI EDDPUZZLE TERHADAP BERPIKIR KRITIS SISWA SEKOLAH DASAR Irenna Eka Amelia, Yulia Elfrida, Yanty Siregar, Ardini Apriliani, Muhammad Jumadi, Nailah Salsabila
JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol. 6 No. 1 (2025): JURNAL ILMU PENDIDIKAN (JIP)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/jip.v6i1.3202

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan model Pembelajaran (Sequanced) dengan terintegrasi aplikasi eddpuzzle untuk meningkatkan berpikir kritis siswa. Penilitian ini menggunakan studi literatur. Teknik penelitian yang digunakan adalah studi Pustaka dengan cara menganalisis artikel yang berkaitan dengan topik penelitian. Pengumpulan data yang dilakukan dari berbagai sumber seperti buku, artikel jurnal yang didalamnya berkaitan dengan topik model pembelajaran (Sequanced) berbantuan EddPuzzle dalam optimalisasi berpikir kritis siswa di Seolah Dasar. Pada hasil penelitian ini, model Pembelajaran (Sequanced) dapat meningkatkan sikap, pengetahuan, dan keterampilan siswa dengan mengurutkan topik-topik pembelajaran untuk meningkatkan pemahaman dan mendorong pemikiran kritis siswa. Para guru diharapkan mampu untuk mendesain Model pembelajaran inovatif lainnya serta media pembelajaran yang kreatif sesuai dengan karakteristik siswa sekolah dasar dan pembelajaran abad 21.
PENGARUH MEDIA BATANG CUISENAIRE BERBANTUAN BALOK SOAL TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN Siti Sopiyah, Karlimah, Ika Fitri Apriani
JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol. 6 No. 1 (2025): JURNAL ILMU PENDIDIKAN (JIP)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/jip.v6i1.3237

Abstract

Salah satu konsep Matematika yang harus menjadi capaian pembelajaran pada fase A yaitu siswa mampu melakukan penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah sampai dengan 20, namun pada kenyataannya penguasan pemahaman konsep Matematika pada materi tersebut masih sangat rendah. Rendahnya Tingkat pemahaman peserta didik terhadap materi penjumlahan dan pengurangan hal ini menyebabkan nilai yang dihasilkan rendah dan tidak mencapai kriteria ketuntasan minimal (KKM) yang telah ditetapkan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut maka dibutuhkan suatu strategi pembelajaran salah satunya dengan menggunakan media batang Cuisenaire berbantuan balok soal. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh media batang cuisenaire berbantuan balok soal dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada materi penjumlahan dan pengurangan di kelas 1 Sekolah Dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian eksperimen dengan quasi experimental design. Untuk instrument yang digunakan dalam penelitian ini yaitu berupa soal kemampuan pemahaman matematis dalam bentuk essay, sedangkan, untuk analisis data meliputi analisis uji normalitas, uji homogenitas, perhitungan N-Gain, dan uji t-test menggunakan Independent Sample Test. Berdasarkan data post-test kelas eksperimen dan kelas kontrol, menunjukan nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,000, Dimana 0,000 < 0,05. Itu berarti bahwa H0 ditolak dan Ha diterima yang artinya nilai akhir post-test kelas eksperimen berbeda dengan nilai akhir post-test kelas kontrol. Dengan demikian, media batang Cuisenaire berbantuan balok soal yang digunakan oleh kelas eksperimen berpengaruh terhadap hasil belajar matematika pada materi penjumlahan dan pengurangan di kelas 1 SD.
DESAIN BAHAN AJAR POLA BILANGAN DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN MATEMATIKA REALISTIK Neneng Nur Hasanah, Dindin Abdul Muiz Lidinillah, Dwi Alia
JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol. 6 No. 1 (2025): JURNAL ILMU PENDIDIKAN (JIP)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/jip.v6i1.3239

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum adanya bahan ajar yang dapat menunjang pembelajaran pada materi pola bilangan di sekolah dasar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan mengimplementasikan desain bahan ajar pada materi pola bilangan. Selain itu, untuk mengetahui analisis kebutuhan bahan ajar yang didesain. Adapun penelitian ini menggunakan metode penelitian Educational Design Research (EDR) dari McKenney & Reaves yang terdiri dari tiga tahap penelitian, yaitu tahap analisis dan eksplorasi, tahap desain dan konstruksi, dan tahap evaluasi dan refleksi. Penelitian ini menggunakan pendekatan matematika realistik. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan angket. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas IV Sekolah Dasar. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat ditemukan bahwa bahan ajar tersebut pada materi pola bilangan menjadi kebutuhan penting dalam pembelajaran. Hal tersebut terlihat dari hasil pengerjaan LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik), angket, dan wawancara. Melalui adanya desain bahan ajar dapat memudahkan guru untuk melaksanakan tujuan pembelajaran.
EFEKTIVITAS MEDIA CORONG BERHITUNG TERHADAP PENINGKATAN PEMAHAMAN PESERTA DIDIK PADA MATERI PERKALIAN Indah Nurhasanah
JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol. 6 No. 1 (2025): JURNAL ILMU PENDIDIKAN (JIP)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/jip.v6i1.3263

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh sebuah permasalahan akan rendahnya kemampuan peserta didik pada pembelajaran matematika materi perkalian di sekolah dasar. Adapun tujuan dilakukannya penelitian ini tidak lain untuk mengetahui sejauh mana efektivitas dari media corong berhitung terhadap hasil belajar matematika materi perkalian di kelas III sekolah dasar. Metode penelitian yang digunakan yaitu desain quasi eksperimen (eksperimen semu). Populasi penelitian ini ialah Sekolah dasar yang berlokasi di kecamatan Mangunjaya, Kabupaten Pangandaran. Jumlah sampel yang akan diteliti sebanyak 44 siswa, dengan mengambil dua rombel (rombongan belajar), adapun rinciannya: 22 siswa kelas A dan 22 siswa kelas B. Teknik pengumpulan data yang digunakan ialah bentuk tes yang diberikan melalui pretest dan posttest. Berdasarkan hasil analisis hasil analisis statistik inferensial dibuktikan bahwa, pemahaman kelas ekpserimen yang diberikan perlakuan lebih baik dari kelas kontrol. Hal tersebut dibuktikan dari perolehan nilai rata-rata uji-t lebih dari taraf signifikansi yang digunakan. Hasil nilai rata-rata N-gain skor untuk kelas eksperimen (menggunakan media corong berhitung) termasuk kedalam kategori cukup efektif. Sedangkan nilai rata-rata N-gain skor pada kelas kontrol (tanpa menggunakan media corong berhitung) termasuk kedalam kategori tidak efektif. Sehingga disimpulkan bahwa media corong berhitung efektif memberikan pengaruh terhadap hasil belajar peserta didik materi perkalian kelas III sekolah dasar.
PENERAPAN METODE PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS KELAS VIII-2 DI SMP NEGERI 8 MEDAN Harahap, Seri Haryati; Ratna Soraya
JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol. 6 No. 1 (2025): JURNAL ILMU PENDIDIKAN (JIP)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/jip.v6i1.3459

Abstract

Model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) merupakan salah satu pendekatan yang dapat digunakan untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah penerapan model pembelajaran PBL dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa kelas VIII-2 di SMP Negeri 8 Medan pada materi bilangan berpangkat. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus, dengan setiap siklus terdiri dari dua pertemuan. Subjek penelitian adalah 30 siswa kelas VIII-2 di SMP Negeri 8 Medan, sementara objek penelitian adalah peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa melalui penerapan model pembelajaran PBL pada materi perpangkatan tahun ajaran 2024/2025.Berdasarkan analisis data, rata-rata nilai tes awal siswa adalah 30,83 dengan hanya 3 siswa yang mencapai ketuntasan, sedangkan 27 siswa belum mencapai ketuntasan. Setelah diterapkan model pembelajaran PBL pada siklus I, terjadi peningkatan nilai rata-rata tes kemampuan pemecahan masalah menjadi 74,83 dengan 21 siswa mencapai ketuntasan, sementara 9 siswa belum tuntas. Pada siklus II, terdapat peningkatan lebih lanjut dengan nilai rata-rata tes kemampuan pemecahan masalah siswa menjadi 86,83, dengan 27 siswa mencapai ketuntasan dan 3 siswa belum tuntas. Ketuntasan siswa pada siklus II masuk dalam kategori baik, sehingga dapat disimpulkan bahwa pembelajaran telah berhasil, dengan lebih dari 85% siswa mencapai ketuntasan dalam memecahkan masalah. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Problem Based Learning dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa.
PENGARUH MEDIA SOSIAL TWITTER SEBAGAI SARANA UNTUK MENINGKATKAN KESADARAN POLITIK MASYARAKAT Ronni Juwandi, Imron Rosyada, Dinar Sugiana Fitrayadi,
JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol. 6 No. 1 (2025): JURNAL ILMU PENDIDIKAN (JIP)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/jip.v6i1.3484

Abstract

Penelitian kali ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh media sosial Twitter untuk meningkatkan kesadaran politik masyarakat khususnya pada mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Kesadaran politik merupakan bentuk kepedulian masyarakat terhadap kondisi politik yang sekarang ada disekitarnya, bentuk kesadaran politik tersebut bisa dilakukan baik secara langsung dengan masyarakat lain ataupun melalui media sosial salah satunya yaitu melalui Twitter. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode penelitian kuantitatif dan pendekatan penelitiannya yaitu menggunakan karakteristik penelitian deskriptif. Tempat pelaksanaan penelitian ini adalah di lingkungan kampus Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa dengan sumber penelitian yaitu mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa yang menggunakan media sosial Twitter. Dengan menggunakan instrumen penelitian berupa angket yang dibuat melalui google form yang disebarkan melalui media WhatsApp kepada para mahasiswa untuk diisi dan instrumennya berjumlah 84 butir instrumen pernyataan kemudian dilakukan teknik analisis data menggunakan uji normalitas data, uji linearitas data, dan uji hipoteses yang mencakup analisis korelasi produk momen dan analisis regresi sederhana menggunakan media SPSS versi 29. Hasil uji hipotesis produk momen diperoleh nilai r hitung sebesar 0,843 < 0,001. Maka dapat disimpulkan berkorelasi atau berhubugan dengan korelasi sempurna. Dan hasil analisis regresi sederhana diperoleh nilai koefisien determinasi (R Square) sebesar 0,710, yang mengandung pengertian yaitu pengaruh media sosial Twitter terhadap peningkatan kesadaran politik mahasiswa yaitu sebesar 71%.
PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING BERBANTUAN GEOGEBRA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA PADA MATERI DIMENSI TIGA Furqoni, Syahlan, Mizta Dwi Hafizah
JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol. 6 No. 1 (2025): JURNAL ILMU PENDIDIKAN (JIP)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/jip.v6i1.3505

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peningkatan kemampuan siswa dalam memecahkan masalah matematika pada materi dimensi tiga setelah diterapkan model Problem Based Learning berbantuan GeoGebra. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XII MIPA 5 di SMA Negeri 5 Medan. Objek dalam penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dengan menerapkan model Problem Based Learning (PBL) berbantuan GeoGebra. Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes dan observasi. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan 2 siklus yang dilaksanakan pada semester ganjil tahun Pelajaran 2024/2025. Pada setiap akhir siklus diberikan tes untuk mengetahui peningkatan kemampuan pemecahan matematis siswa. Hadil tes menunjukkan bahwa terjadi peningkatan nilai rata-rata pada proses penyelesaian jawaban siswa dalam setiap indikator kemampuan pemecahan masalah. Aspek memahami masalah pada siklus I yaitu 82,86, meningkat pada siklus II menjadi 94.29. Aspek merencanakan penyelesaian masalah pada siklus I yaitu 63.17, meningkat pada siklus II menjadi 81,59. Aspek melaksanakan penyelesaian pada siklus I yaitu 56,67 meningkat pada siklus II menjadi 78,41. Aspek memeriksa kembali pada siklus I yaitu 53,38 meningkat pada siklus II menjadi 68,10. Selanjutnya, Hasil tes kemampuan pemecahan masaah matematis siswa setelah pemberian tindakan pada siklus I diperoleh sebanyak 22 siswa atau 62,89 % siswa telah mencapai ketuntasan kemampuan pemecahan masalah dengan nilai rata-rata kemampuan pemecahan masalah pada siklus I sebesar 66,38. Selanjutnya , setelah pelaksanaan tindakan pada siklus II, diperoleh jumlah siswa yang telah mencapai ketuntasan belajar sebanyak 30 siswa atau 85,71% dan nilai rata-rata kelas sebesar 80,48. Berdasarkan uraian-uraian diatas dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa melalui penerapan model Problem Based Learning berbantuan GeoGebra.