cover
Contact Name
Alkausar Saragih
Contact Email
jilmupendidikan@gmail.com
Phone
+6281362192627
Journal Mail Official
jilmupendidikan@gmail.com
Editorial Address
https://jurnal-lp2m.umnaw.ac.id/index.php/JIP/Editorial
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Ilmu Pendidikan
ISSN : 23017740     EISSN : 27454193     DOI : -
Core Subject : Education,
IP adalah jurnal penelitian akses terbuka berkualitas tinggi yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Muslim Universitas Nusantara Al Washliyah (LP2M-UMNAW). JIP menerima artikel penelitian yang ditulis oleh peneliti, guru, siswa, akademisi, profesional, dan praktisi, jurnal ini diterbitkan setiap bulan Juli dan Desember.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 140 Documents
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PELAJARAN ILMU PENGETAHUAN ALAM MELALUI STRATEGI PEMBELAJARAN PENINGKATAN KEMAMPUAN BERFIKIR Lisda Raida Manurung
JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol. 2 No. 2 (2021): JURNAL ILMU PENDIDIKAN (JIP)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.574 KB) | DOI: 10.32696/jip.v2i2.1162

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk: Meningkatkan hasil belajar siswa pada Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam di Kelas VII-2 melalui strategi pembelajaran peningkatan kemampuan berpikir di SMP Negeri 2 Pancur Batu padaTahun Pelajaran 2018/2019. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode Penelitian Tindakan Kelas dengan menggunakan 2 siklus. Subjek penelitian ini adalah siswa Kelas VII-2 SMP Negeri 2 Pancur Batu sebanyak 36 orang yang. Teknik pengumpulan data yang digunakan untuk memperoleh data adalah menggunakan test, angket dan observasi. Rentang nilai untuk tes adalah 1-100. Teknik analisa data yang digunakan adalah menggunakan teknik penghitungan nilai rata-rata hasil belajar siswa, persentase nilai ketuntasan siswa dan persentase nilai ketidaktuntasan siswa. Hasil Penelitian ini menunjukkan terdapat peningkatan hasil belajar dengan menerapkan strategi pembelajaran peningkatan kemampuan berfikir dengan hasil sebagai berikut: (1) terdapat peningkatan rata-rata hasil belajar siswa, dimana pada tes awal rata-rata hasil belajar siswa adalah 43,63, pada siklus I meningkatkan menjadi 66,88 kemudian pada siklus II meningkat lagi menjadi 75,31, terdapat peningkatan jumlah siswa yang tuntas, dimana pada tes awal jumlah siswa yang tuntas hanya 0%, meningkat menjadi 59,38% pada siklus I kemudian meningkat lagi menjadi 90,63% pada siklus II, terdapat penurunan jumlah siswa yang tidak tuntas, dimana pada tes awal jumlah siswa yang tidak tuntas mencapai 100%, pada siklus I menjadi 40,62% kemudian pada siklus II menurun lagi menjadi 9,37% dengan kata lain hanya 4 orang siswa saja yang memperoleh nilai di bawah 70 dan selebihnya (29) orang siswa memperoleh nilai di atas 70.
MENINGKATKAN KOMPETENSI PROFESIONAL GURU DALAM MENERAPKAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN SAINTIFIK MELALUI WORKSHOP Robinson
JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol. 2 No. 2 (2021): JURNAL ILMU PENDIDIKAN (JIP)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.521 KB) | DOI: 10.32696/jip.v2i2.1163

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi profesional guru dalam Menerapkan Pendekatan Pembelajaran Saintifik melalui workshop di SMP Binaan pada tahun pelajaran 2018/2019. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian tindakan sekolah melalui 2 siklus, dimana masing-masing siklus memiliki tahap: (1) Perencanaan, (2) Pelaksanaan dan Pengamatan, (3) Evaluasi dan (4) Refleksi. Subyek dalam penelitian ini adalah berjumlah 36 orang guru yang mengajar di SMP Binaan.Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan teknik observasi, kesioner,wawancara dan studi dokumentasi.Teknik analisa data yang digunakan di dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan pehitungn persen jumlah guru yang sudah mampu Menerapkan Pendekatan Pembelajaran Saintifik dan yang belum mampu Menerapkan Pendekatan Pembelajaran Saintifik . Hasil penelitian menunjukkan: (1). Terdapat peningkatan jumlah guru yang mampu Menerapkan Pendekatan Pembelajaran Saintifik dari 36 orang guru, baru 28. (77,77%) guru yang mampu Menerapkan Pendekatan Pembelajaran Saintifik pada siklus I kemudian meningkat pada siklus II menjadi 30 (83,33%) guru yang sudah mampu Menerapkan Pendekatan Pembelajaran Saintifik ; (2) Terdapat penurunan jumlah guru yang tidak mampu Menerapkan Pendekatan Pembelajaran Saintifik, dari 36 orang guru, terdapat 8 (22,23%) guru belum mampu Menerapkan Pendekatan Pembelajaran Saintifik pada siklus I kemudian pada siklus II terjadi penurunan jumlah guru yang belum mampu Menerapkan Pendekatan Pembelajaran Saintifik menjadi 6 (16,67%) guru yang belum mampu Menerapkan Pendekatan Pembelajaran Saintifik secara baik; (3) Kompetensi profesional guru dalam Menerapkan Pendekatan Pembelajaran Saintifik dapat ditingkatkan melalui workshop.
MENINGKATKAN KOMPETENSI PROFESIONAL GURU BAHASA INDONESIA DALAM MENYUSUN KRITERIA KETUNTASAN MINIMAL KURIKULUM 2013 MELALUI WORKSHOP Irwan
JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol. 2 No. 2 (2021): JURNAL ILMU PENDIDIKAN (JIP)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.994 KB) | DOI: 10.32696/jip.v2i2.1164

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi profesional guru Bahasa Indonesia dalam menyusun kriteria ketuntasan minimal melalui workshop SD IT Al Bayan Saintist, Al-Mukmin Bandar Khalipah dan Maitreyawira Sampali pada tahun pelajaran 2019/2020. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian tindakan sekolah melalui 2 siklus, dimana masing-masing siklus memiliki tahap: (1) Perencanaan, (2) Pelaksanaan dan Pengamatan, (3) Evaluasi dan (4) Refleksi.Subyek dalam penelitian ini adalah berjumlah 30 orang guru yang mengajar di SD IT Al Bayan Saintist, Al-Mukmin Bandar Khalipah dan Maitreyawira Sampali .Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan teknik observasi, kesioner,wawancara dan studi dokumentasi.Teknik analisa data yang digunakan di dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan pehitungan persen jumlah guru Bahasa Indonesia yang sudah mampu menyusun KKM Kurikulum 2013 dan yang belum mampu menyusun KKM Kurikulum 2013. Hasil penelitian menunjukkan: (1). Terdapat peningkatan jumlah guru yang mampu menyusun Kriteria Ketuntasan Minimal dari 30 orang guru Bahasa Indonesia, baru 20. (66,67%) guru Bahasa Indonesia yang mampu menyusun KKM Kurikulum 2013 pada siklus I kemudian meningkat pada siklus II menjadi 26 (86,67%) guru Bahasa Indonesia yang sudah mampu menyusun KKM Kurikulum 2013; (2) Terdapat penurunan jumlah guru Bahasa Indonesia yang tidak mampu menyusun KKM kurikulum 2013, dari 30 orang guru Bahasa Indonesia, terdapat 10 (33,33%) guru belum mampu menyusun KKM Kurikulum 2013 pada siklus I kemudian pada siklus II terjadi penurunan jumlah guru yang belum mampu menyusun KKM Kurikulum 2013 menjadi 4 (13,33%) guru yang belum mampu menyusun KKM Kurikulum 2013 secara baik; (3) Kompetensi profesional guru Bahasa Indonesia dalam menyusun KKM Kurikulum 2013 dapat ditingkatkan melalui workshop.
MENINGKATKAN KOMPETENSI PROFESIONAL GURU MATEMATIKA DALAM MENERAPKAN PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK (PROJECT BASED LEARNING) MELALUI WORKSHOP Ramansyah
JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol. 2 No. 2 (2021): JURNAL ILMU PENDIDIKAN (JIP)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.91 KB) | DOI: 10.32696/jip.v2i2.1165

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi profesional guru dalam menerapkan Pembelajaran berbasis proyek (project based learning) melalui workshop dan supervisi akademik di SMP Negeri 1 Pantai Labu, Bandung Percut Sei Tuan dan Prima Tembung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian tindakan sekolah melalui 2 siklus, dimana masing-masing siklus memiliki tahap: (1) Perencanaan, (2) Pelaksanaan dan Pengamatan, (3) Evaluasi dan (4) Refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah guru Matematika yang mengajar di di SMP Negeri 1 Pantai Labu, Bandung Percut Sei Tuan dan Prima Tembung Kabupaten Deli Serdang dengan jumlah 30 guru guru.Teknik pemgumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi, wawancara, kuesioner dan studi dokumentasi.Teknik analisa data yang digunakan adalah dengan menggunakan teknik perhitungan persentase jumlah guru yang telah menerapkan pembelajaran berbasis proyek (project based learning) dan persentase jumlah guru yang belum menerapkan Pembelajaran berbasis proyek (project based learning). Hasil penelitian menunjukkan: (1). Terdapat peningkatan jumlah guru Matematika yang menerapkan Pembelajaran berbasis proyek (project based learning) dari 30 guru Matematika, baru 20 (66,67%) guru menerapkan Pembelajaran berbasis proyek (project based learning) pada siklus I kemudian meningkat pada siklus II menjadi 27 (90,0%) guru Matematika yang sudah mampu menerapkan Pembelajaran berbasis proyek ( project based learning) pada proses pembelajaran di dalam kelas; (2) Terdapat penurunan jumlah guru yang tidak mampu menerapkan pembelajaran berbasis proyek ( project based learning), dari 30 guru guru, sebanyak 10 (33,33%) guru belum mampu menerapkan Pembelajaran berbasis proyek (project based learning) pada siklus I kemudian pada siklus II terjadi penurunan jumlah guru yang belum mampu menerapkan Pembelajaran berbasis proyek ( project based learning), menjadi 3 (10,0%) guru Matematika yang belum mampu menerapkan Pembelajaran berbasis proyek (project based learning) secara utuh; (3) Kompetensi profesional guru dalam menerapkan pembelajaran berbasis proyek (project based learning) dapat ditingkatkan melalui workshop.
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PELAJARAN ILMU PENGETAHUAN ALAM MELALUI STRATEGI PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK Suwardi
JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol. 2 No. 2 (2021): JURNAL ILMU PENDIDIKAN (JIP)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (418.696 KB) | DOI: 10.32696/jip.v2i2.1166

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk: Meningkatkan hasil belajar siswa pada Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di Kelas VIII-1 melalui strategi pembelajaran Berbasis Proyek di SMP Negeri 1 Batang Kuis Tahun Pelajaran 2019/2020. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah Metode Penelitian Tindakan Kelas dengan menggunakan 2 siklus. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII-1 SMP Negeri 1 Batang Kuis sebanyak 32 orang. Teknik yang digunakan untuk memperoleh data adalah menggunakan test, angket dan observasi. Rentang nilai untuk tes adalah 1-100. Teknik analisa data yang digunakan adalah menggunakan perhitungan jumlah nilai rata-rata siswa, persentase jumlah siswa yang tuntas dan persentse jumlah siswa yang belum tuntas.. Hasil Penelitian ini menunjukkan terdapat peningkatan hasil belajar dengan menerapkan strategi pembelajaran Berbasis Proyek dengan hasil sebagai berikut: (1) terdapat peningkatan rata-rata hasil belajar siswa, dimana pada tes awal rata-rata hasil belajar siswa adalah 30,63, pada siklus I meningkatkan menjadi 64,69 kemudian pada siklus II meningkat lagi menjadi 75,63 (2) terdapat peningkatan jumlah siswa yang tuntas, dimana pada tes awal jumlah siswa yang tuntas hanya 0%, meningkat menjadi 53,13% pada siklus I kemudian meningkat lagi menjadi 87,5% pada siklus II, (3) terdapat penurunan jumlah siswa yang tidak tuntas, dimana pada tes awal jumlah siswa yang tidak tuntas mencapai 100%, pada siklus I menjadi 46,87% kemudian pada siklus II menurun lagi menjadi 12,5% dengan kata lain hanya 4 siswa yang memperoleh nilai di bawah 70 dan selebihnya (28) siswa memperoleh di atas 70.
LITERASI DIGITAL UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBAHASA INGGRIS DAN KARAKTER PELAJAR ANAK BANGSA PADA PERTUKARAN MAHASISWA MERDEKA (PMM) Nurlaili, Horia Siregar
JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol. 3 No. 1 (2022): JURNAL ILMU PENDIDIKAN (JIP)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.448 KB) | DOI: 10.32696/jip.v3i1.1291

Abstract

Literasi digital merupakan ketertarikan sikap dan kemampuan individu dalam menggunakan teknologi digital dan alat komunikasi untuk mengakses, mengelola, menganalisis, dan mengevaluasi informasi, membangun pengetahuan baru, berkomunikasi dengan orang lain agar dapat berpartisipasi secara efektif dan produktif. Literasi digital juga bisa meningkatkan karakter pelajar anak bangsa dengan memberikan pembelajaran secara aktif sesuai dengan kemajuan teknologi. Salah satu program Kemendikbud adalah Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) Kampus Merdeka, dimana program ini tentang pertukaran antar pelajar dari berbagai perguruan tinggi. Setiap perguruan tinggi yang dibawah naungan kemendikbud bisa mendaftarkan perguruan tingginya masing- masng untuk di pilih oleh mahasiswa dan menyediakan mata kuliah yang bisa dipilih oleh mahasiswa di kampus tujuannya. Dan proses pembelajaran pada program PMM ini dilakukan secara daring (online) dan tatap muka (luring). Tujuan penelitian ini adalah literasi digital mampu meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam berbicara bahasa inggris dan juga literasi digital bisa mampu meningkatnya karakter pelajar anak bangsa menjadi lebih efektif dan produktif. Metode yang dilakukan adalah classroom action research (penelitian tindakan kelas). Dan subjek penelitian ini sebanyak 10 orang mahasiswa pada Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) Angkatan I Kampus Merdeka.
PENERAPAN METODE SUPERVISI KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN MUTU MENGAJAR GURU Malem Kerina Sembiring
JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol. 3 No. 1 (2022): JURNAL ILMU PENDIDIKAN (JIP)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.251 KB) | DOI: 10.32696/jip.v3i1.1292

Abstract

Pendidikan adalah merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia, sebagai peningkatan kualitas sumber daya manusia guna pencapaian tingkat kehidupan yang semakin maju dan sejahtera khususnya dalam dunia pendidikan. Demikian dalam Undang - Undang Nomor 20 tahun 2003 pasal 1 ayat 1 Sistem Pendidikan Nasional, mengamanatkan bahwa pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia serta keterampilan yang dimiliki dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara. Guna merealisasikan tujuan pendidikan tersebut, pemerintah menjabarkan dalam bentuk program pengembangan sistem pendidikan dasar sampai pendidikan tinggi (pendidikan formal), pendidikan nonformal serta pendidikan informal. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 6 Medan adalah salah satu penyelenggara pendidikan yang melayani kebutuhan masyarakat. Sebagai salah satu lembaga yang bergerak di bidang pelayanan pendidikan, berkewajiban dan bertanggung jawab untuk dapat mencerdaskan kehidupan bangsa di sekitarnya. Maka diharapkan dapat mampu menjawab masalah sosial khusus di bidang Pendidikan Menengah Kejuruan. Kinerja guru tidak akan dapat tercapai secara optimal tanpa dilakukannya pengawasan yang baik, misalnya dengn melalukan supervisi. Melihat jumlah yang sangat timpang dan meningkatkan kualitas mengajar para guru tersebut, maka kepala sekolah sebagai central leader di Satuan Pendidikan harus mampu untuk mengambil kebijakan tertentu dan sangat diharapkan dapat mengambil tindakan yang benar. Penyelenggaraan supervisi oleh kepala sekolah yang dilaksanakan di smk Negeri 6 Medan memberikan hasil peningkatan kinerja guru dengan baik, hal ini terlihat dari pengamatan kondisi awal dari jumlah guru 11 orang yang disupervisi terdapat hanya 4 orang guru yang melakukan hasil kerja baik (3) dan 1 orang dengan hasil kerja amat baik. Kemudian setelah dilakukan siklus I terhadap 26 guru diperoleh perbaikan 19 orang guru criteria baik, 5 orang guru criteria amat baik dan 2 orang guru dalam criteria cukup. Untuk memastika efektivitas metode suprvisi dapat meningkatkan kinerja (mutu) guru maka peneliti melakukan pada siklus ke II dengan jumlah guru 51 orang, maka hasilnya diperoleh peningkatan yang signifikan, yaitu 38 orang guru dengan criteria amat baik (74,50%), 12 orang dengan criteria baik dan 1 orang guru dengan criteria cukup. Dengan memperhatikan target penentuan criteria keberhasilan 70% pada sikluis ke II, maka metode supervisi dapat meningkatkan motivasi kualitas (mutu) mengajar pendidikan.
MENINGKATKAN KOMPETENSI PROFESIONAL GURU DALAM MENERAPKAN PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK (PROJECT BASED LEARNING) MELALUI WORKSHOP Jannes Siregar
JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol. 3 No. 1 (2022): JURNAL ILMU PENDIDIKAN (JIP)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.168 KB) | DOI: 10.32696/jip.v3i1.1293

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi profesional guru dalam menerapkan Pembelajaran berbasis proyek (project based learning) melalui workshop di SMP Negeri 43 Medan, SMP Harapan Mekar Medan, SMP Swasta PGRI-3 Medan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian tindakan sekolah melalui 2 siklus, dimana masing-masing siklus memiliki tahap: (1) Perencanaan, (2) Pelaksanaan dan Pengamatan, (3) Evaluasi dan (4) Refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah guru guru yang mengajar di SMP Negeri 43 Medan, SMP Harapan Mekar Medan, SMP Swasta PGRI-3 Medan dengan jumlah 30 guru guru.Teknik pemgumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi, wawancara, kuesioner dan studi dokumentasi.Teknik analisa data yang digunakan adalah dengan menggunakan teknik perhitungan persentase jumlah guru yang telah menerapkan pembelajaran berbasis proyek (project based learning) dan persentase jumlah guru yang belum menerapkan Pembelajaran berbasis proyek (project based learning). Hasil penelitian menunjukkan: (1). Terdapat peningkatan jumlah guru yang menerapkan Pembelajaran berbasis proyek (project based learning) dari 30 guru guru, baru 20 (66,67%) guru menerapkan Pembelajaran berbasis proyek (project based learning) pada siklus I kemudian meningkat pada siklus II menjadi 27 (90,0%) guru yang sudah mampu menerapkan Pembelajaran berbasis proyek (project based learning) pada proses pembelajaran di dalam kelas; (2) Terdapat penurunan jumlah guru yang tidak mampu menerapkan pembelajaran berbasis proyek (project based learning), dari 30 guru guru, sebanyak 10 (33,33%) guru belum mampu menerapkan Pembelajaran berbasis proyek (project based learning) pada siklus I kemudian pada siklus II terjadi penurunan jumlah guru yang belum mampu menerapkan Pembelajaran berbasis proyek (project based learning), menjadi 3 (10,0%) guru yang belum mampu menerapkan Pembelajaran berbasis proyek (project based learning) secara utuh; (3) Kompetensi profesional guru dalam menerapkan pembelajaran berbasis proyek (project based learning) dapat ditingkatkan melalui workshop dan supervisi akademik.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN GROUP INVESTIGATION UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PERENCANAAN DAN PENGEMBANGAN KARIER PEGAWAI Lisnarti
JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol. 3 No. 1 (2022): JURNAL ILMU PENDIDIKAN (JIP)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.917 KB) | DOI: 10.32696/jip.v3i1.1294

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (class action research) atau deskriptif, karena penelitian ini untuk memecahkan masalah pembelajaran di kelas. Sebagai subjek penelitian adalah siswa kelas XI Otkp-2 tahun ajaran 2019/2020 pada semester genap dengan jumlah siswa 34 orang. Kondisi awal yang diamati dari yang diamati nilai rata-rata partisipasi siswahanyamencapai40,80 (Kurang) dari delapan item penilaian dengan jumlah siswa 34. Ada dua item yang sangat rendah, yaitu pertama mengajukan pendapat, bertanya atau berkomentar kepada guru dan siswa hanya dilakukan tujuh siswa (20,58%). Kedua adalah partisipasi berdiskusi dalam memecahkan masalah hanya dilakukan 7 (tujuh) siswa (20,58%). Sedang evaluasi belajar tuntas hanya tercapai 25 siswa (73,52%). Berdasarkan hasil Kondisi Awal in terlihat, bahwasanya siswa kelas XI Otkp-2 masih perlu ditingkatkan pemahamannya tentang Perencanaan Dan Pengembangan Karier Pegawai pada mata pelajaran Administrasi Perkantoran. Dengan penerapan model group investigation pada siklus pertama, diperoleh data, yaitu siswa yang mengajukan pendapat, bertanya atau berkomentar kepada guru dan siswa naik menajdi 18 orang (52,94%) dari 7 orang pada kondisi awal, hal ini ada peningkatan. Kemudian, partisipasi berdiskusi dalam memecahkan masalah dari kondisi awal 7 (tujuh) orang meningkat menjadi 23 orang (67,64%). Selanjutnya dengan belajar tuntas bertambah sedikit menjadi 28 orang (82,35%). Nilai rata-rata partisipasi siswa hanya mencapai 67,97% hamper mendekati nilai ketuntasan terendah. Pada siklus kedua, partisipasi siswa dalam mengajukan pendapat, bertanya atau berkomentar naik menjadi 32 orang (94,11%) dari siklus pertamahanya18 siswa. Belajar tuntas mencapai 32 orang (94,11%). Keaktifan berdiskusi untuk memecahkan masalah 32 (94,11%) dan prestasi rata-rata sudah mencapai 92,27%, keadaan ini menunjukkan sudah melebihi indikator keberhasilan yang ditetapkan yaitu 86%.Keadaan ini membuktikan dengan model pembelajaran Group Investigation mampu meningkatkan prestasi siswa bila guru mampu mendisain metode tersebut sedemikian rupa menjadi metode pembelajaran yang menyenangkan bagi siswa selama dalam proses pembelajaran.
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PELAJARAN BAHASA INDONESIA MELALUI PEMBELAJARAN CARA BELAJAR SISWA Pince Uli Aritonang
JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol. 3 No. 1 (2022): JURNAL ILMU PENDIDIKAN (JIP)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.422 KB) | DOI: 10.32696/jip.v3i1.1295

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk: (1). Meningkatkan hasil belajar siswa, (2). Meningkatkan aktivitas belajar siswa. (3). Meningkatkan pemahaman siswa dan pembelajaran yang menggunakan strategi pembelajaran kontekstual. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah Metode Penelitian Tindakan Kelas dengan menggunakan 2 siklus. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas II-A SD Negeri 101788 Marindal sebanyak 29 orang dengan rincian 15 orang perempuan dan 14 orang laki-laki. Instrumen yang digunakan untuk memperoleh data adalah menggunakan test, angket dan observasi. Teknik analisa data yang digunakan adalah dengan menggunakan perhitungan jumlah nilai rata-rata siswa, jumlah persentase siswa yang tuntas dan jumlah persentase siswa yang tidak tuntas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat peningkatan hasil belajar dengan menerapkan strategi pembelajaran cara belajar siswa aktif dengan hasil sebagai berikut: (1) terdapat peningkatan rata-rata hasil belajar siswa, dimana pada tes awal rata-rata hasil belajar siswa adalah 48,33%, pada siklus I meningkatkan menjadi 62,78% kemudian pada siklus II meningkat lagi menjadi 73,61%, terdapat peningkatan jumlah siswa yang tuntas, dimana pada tes awal jumlah siswa yang tuntas hanya 0%, meningkat menjadi 44,44% pada siklus I kemudian meningkat lagi menjadi 83,33% pada siklus II, terdapat penurunan jumlah siswa yang tidak tuntas, dimana pada tes awal jumlah siswa yang tidak tuntas mencapai 100%, pada siklus I menjadi 55,56% kemudian pada siklus II menurun lagi menjadi 16,67% dengan kata lain hanya 4 siswa saja yang memperoleh nilai 60 dan selebihnya (25) siswa memperoleh nilai 70 dan di atas 70.

Page 5 of 14 | Total Record : 140