cover
Contact Name
Alkausar Saragih
Contact Email
jilmupendidikan@gmail.com
Phone
+6281362192627
Journal Mail Official
jilmupendidikan@gmail.com
Editorial Address
https://jurnal-lp2m.umnaw.ac.id/index.php/JIP/Editorial
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Ilmu Pendidikan
ISSN : 23017740     EISSN : 27454193     DOI : -
Core Subject : Education,
IP adalah jurnal penelitian akses terbuka berkualitas tinggi yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Muslim Universitas Nusantara Al Washliyah (LP2M-UMNAW). JIP menerima artikel penelitian yang ditulis oleh peneliti, guru, siswa, akademisi, profesional, dan praktisi, jurnal ini diterbitkan setiap bulan Juli dan Desember.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 148 Documents
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PELAJARAN BAHASA INDONESIA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN LANGSUNG (DIRECT) Elliati
JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol. 3 No. 2 (2022): JURNAL ILMU PENDIDIKAN (JIP)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/jip.v3i2.1676

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk: Meningkatkan hasil belajar siswa pada pelajaran Bahasa Indonesia di Kelas VIII-1 melalui Model pembelajaran Langsung (direct) di SMP Negeri 1 Labuhan Deli Tahun Pelajaran 2019/2020. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah Metode Penelitian Tindakan Kelas dengan menggunakan 2 siklus. Subjek penelitian ini adalah siswa Kelas VIII-1 SMP Negeri 1 Labuhan Deli sebanyak 32 orang. Teknik yang digunakan untuk memperoleh data adalah menggunakan test, angket dan observasi. Rentang nilai untuk tes adalah 1-100. Teknik analisa data yang digunakan adalah menggunakan perhitungan jumlah nilai rata-rata siswa, persentase jumlah siswa yang tuntas dan persentase jumlah siswa yang tidak tuntas. Hasil Penelitian ini menunjukkan terdapat peningkatan hasil belajar dengan menerapkan Model pembelajaran Langsung (Direct) dengan hasil sebagai berikut: terdapat peningkatan rata-rata hasil belajar siswa, dimana pada tes awal rata-rata hasil belajar siswa adalah 30,63, pada siklus I meningkatkan menjadi 64,69 kemudian pada siklus II meningkat lagi menjadi 75,94 terdapat peningkatan jumlah siswa yang tuntas, dimana pada tes awal jumlah siswa yang tuntas hanya 0%, meningkat menjadi 68,75% pada siklus I kemudian meningkat lagi menjadi 87,5% pada siklus II, terdapat penurunan jumlah siswa yang tidak tuntas, dimana pada tes awal jumlah siswa yang tidak tuntas mencapai 100%, pada siklus I menjadi 31,25% kemudian pada siklus II menurun lagi menjadi 12,59% dengan kata lain hanya 4 siswa yang memperoleh nilai di bawah 70 dan selebihnya (28) siswa memperoleh di atas 70.
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PELAJARAN BAHASA INGGRIS MELALUI MODEL PEMBELAJARAN NUMBERED HEAD TOGETHER Katrina Tarihoran
JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol. 3 No. 2 (2022): JURNAL ILMU PENDIDIKAN (JIP)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/jip.v3i2.1677

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk: Meningkatkan hasil belajar siswa pada pelajaran Bahasa Inggris di kelas IX-11 melalui Model pembelajaran Numbered Head Together di SMP Negeri 1 Labuhan Deli Tahun Pelajaran 2019/2020. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah Metode Penelitian Tindakan Kelas dengan menggunakan 2 siklus. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IX-11 SMP Negeri 1 Labuhan Deli sebanyak 31 orang. Teknik yang digunakan untuk memperoleh data adalah menggunakan test, angket dan observasi. Rentang nilai untuk tes adalah 1-100. Teknik analisa data yang digunakan adalah menggunakan perhitungan jumlah nilai rata-rata siswa, persentase jumlah siswa yang tuntas dan persentase jumlah siswa yang tidak tuntas. Hasil Penelitian ini menunjukkan terdapat peningkatan hasil belajar dengan menerapkan Model pembelajaran Numbered Head Together dengan hasil sebagai berikut: terdapat peningkatan rata-rata hasil belajar siswa, dimana pada tes awal rata-rata hasil belajar siswa adalah 30,97, pada siklus I meningkatkan menjadi 65,81 kemudian pada siklus II meningkat lagi menjadi 76,13 terdapat peningkatan jumlah siswa yang tuntas, dimana pada tes awal jumlah siswa yang tuntas hanya 0%, meningkat menjadi 64,52% pada siklus I kemudian meningkat lagi menjadi 90,32% pada siklus II, terdapat penurunan jumlah siswa yang tidak tuntas, dimana pada tes awal jumlah siswa yang tidak tuntas mencapai 100%, pada siklus I menjadi 35,48% kemudian pada siklus II menurun lagi menjadi 9,68% dengan kata lain hanya 3 siswa yang memperoleh nilai di bawah 70 dan selebihnya (28) siswa memperoleh di atas 70.
ANALISIS KESANTUNAN DALAM INTERAKSI ANTARA GURU DAN SISWA PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA Annisa Nurul Sobi Siregar, Rosmilan Pulungan
JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol. 3 No. 2 (2022): JURNAL ILMU PENDIDIKAN (JIP)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/jip.v3i2.1678

Abstract

Bahasa merupakan salah satu pilar penting dalam Pendidikan. Mengetahui dan menerapkan prinsip-prinsip kesopanan dan strategi-strategi kesopanan berbahasa dalam lingkungan sehari-hari dapat menciptakan kerukunan hidup bermasyarakat. Proses pembelajaran merupakan interaksi antara Guru dan Siswa yang mengantarkan siswa lebih aktif dalam mengikuti kegiatan belajar. Suasana pembelajaran di kelas masih sering tidak sesuai dengan harapan. Hal itu dapat disebabkan oleh interaksi guru dan siswa yang kurang tepat. Interaksi tersebut meliputi cara guru berbahasa dalam menyampaikan materi dan bagaimana respon siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesantunan berbahasa guru dan siswa serta faktor-faktor yang mendukung kesantunan tersebut dalam konteks pembelajaran. Pendekatan penelitian yang digunakan yaitu penelitian kualitatif yaitu penelitian yang menggambarkan fenomena atau gejala yang terjadi di sekitar yang dapat dilihat. Populasi sebanyak 120 siswa dan sampel 60 siswa. Berdasarkan hasil analisis penelitian yang telah dilakukan dapat digambarkan proses pembelajaran yang dilakukan oleh guru haruslah berdasarkan kaidah dan tata cara penyampaian yang santun, baik isi, bahasa, cara menyampaikan, maupun mimik dan gerak geriknya. Siswa dalam mengikuti pelajaran supaya menjaga sikap dengan baik, dan tutur kata yang santun baik kepada sesama teman, maupun kepada guru. Kunci kesuksesan dalam pembelajaran adalah kesepahaman antara guru dan siswa dalam interaksi pembelajaran yakni dengan menggunakan sikap dan tutur kata yang santun.
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PELAJARAN ILMU PENGETAHUAN ALAM MELALUI MODEL PROBING PROMPTING Tio Lamrenta
JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol. 3 No. 2 (2022): JURNAL ILMU PENDIDIKAN (JIP)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/jip.v3i2.1679

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk : Meningkatkan hasil belajar siswa pada pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam di Kelas IX-8 melalui Model Probing Prompting di SMP Negeri 1 Labuhan Deli Tahun Pelajaran 2019/2020. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah Metode Penelitian Tindakan Kelas dengan menggunakan 2 siklus. Subjek penelitian ini adalah siswa Kelas IX-8 SMP Negeri 1 Labuhan Deli sebanyak 29 orang. Teknik yang digunakan untuk memperoleh data adalah menggunakan test, angket dan observasi. Rentang nilai untuk tes adalah 1-100. Teknik analisa data yang digunakan adalah menggunakan perhitungan jumlah nilai rata-rata siswa, persentase jumlah siswa yang tuntas dan persentase jumlah siswa yang tidak tuntas. Hasil Penelitian ini menunjukkan terdapat peningkatan hasil belajar dengan menerapkan Model Probing Prompting dengan hasil sebagai berikut: terdapat peningkatan rata-rata hasil belajar siswa, dimana pada tes awal rata-rata hasil belajar siswa adalah 31,03, pada siklus I meningkatkan menjadi 66,55 kemudian pada siklus II meningkat lagi menjadi 75,86 terdapat peningkatan jumlah siswa yang tuntas, dimana pada tes awal jumlah siswa yang tuntas hanya 0%, meningkat menjadi 72,41% pada siklus I kemudian meningkat lagi menjadi 86,21% pada siklus II, terdapat penurunan jumlah siswa yang tidak tuntas, dimana pada tes awal jumlah siswa yang tidak tuntas mencapai 100%, pada siklus I menjadi 27,59 % kemudian pada siklus II menurun lagi menjadi 13,79% dengan kata lain hanya 4 siswa yang memperoleh nilai di bawah 70 dan selebihnya (25) siswa memperoleh di atas 70.
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PELAJARAN BAHASA INGGRIS MELALUI STRATEGI PEMBELAJARAN COOPERATIVE TIPE STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) Yenni Nuraeni Manalu
JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol. 3 No. 2 (2022): JURNAL ILMU PENDIDIKAN (JIP)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/jip.v3i2.1680

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk: Meningkatkan hasil belajar siswa Kelas IX-7 melalui strategi pembelajaran Cooperative Tipe Student Team Achievement Divison (STAD) di SMP Negeri 1 Labuhan Deli pada tahun pelajaran 2018/2019. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah Metode Penelitian Tindakan Kelas dengan menggunakan 2 siklus. Subjek penelitian ini adalah siswa Kelas IX-7 SMP Negeri 1 Labuhan Deli sebanyak 29 orang. Instrumen yang digunakan untuk memperoleh data adalah menggunakan test, angket dan observasi. Rentang nilai untuk tes adalah 1-100. Teknik analisa data yang digunakan adalah dengan perhitungan nilai rata-rata siswa, persentase nilai ketuntasan siswa dan persentase nilai siswa yang belum tuntas. Hasil Penelitian ini menunjukkan terdapat peningkatan hasil belajar dengan menerapkan strategi pembelajaran Cooperative Tipe Student Team Achievement Divison (STAD) dengan hasil sebagai berikut: (1) Terdapat peningkatan rata-rata hasil belajar siswa, dimana pada tes awal rata-rata hasil belajar siswa adalah 40,0 pada siklus I meningkatkan menjadi 66,21 kemudian pada siklus II meningkat lagi menjadi 76,55. (2).Terdapat peningkatan jumlah siswa yang tuntas, dimana pada tes awal jumlah siswa yang tuntas hanya 0%, meningkat menjadi 65,52% pada siklus I kemudian meningkat lagi menjadi 86,21% pada siklus II,(3).Terdapat penurunan jumlah siswa yang tidak tuntas, dimana pada tes awal jumlah siswa yang tidak tuntas mencapai 100%, pada siklus I menurun menjadi 34,48% kemudian pada siklus II menurun lagi menjadi 13,79% dengan kata lain hanya 4 siswa saja yang memperoleh nilai dibawah 60 dan selebihnya (25) siswa memperoleh nilai 70 dan di atas 70.
MENINGKATKAN KOMPETENSI PROFESIONAL GURU DALAM MENYUSUN KRITERIA KETUNTASAN MINIMAL KURIKULUM 2013 MELALUI WORKSHOP Torangi Siburian
JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol. 3 No. 2 (2022): JURNAL ILMU PENDIDIKAN (JIP)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/jip.v3i2.1728

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi profesional guru dalam menyusun kriteria ketuntasan minimal melalui workshop di SMP Negeri 4 Pancur Batu Satu Atap, SMP Swasta Bhakti Bangsa dan SMP Swasta Valentine pada tahun pelajaran 2019/2020. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian tindakan sekolah melalui 2 siklus, dimana masing-masing siklus memiliki tahap: (1) Perencanaan, (2) Pelaksanaan dan Pengamatan, (3) Evaluasi dan (4) Refleksi.Subyek dalam penelitian ini adalah berjumlah 30 orang guru yang mengajar di SMP Negeri 4 Pancur Batu Satu Atap, SMP Swasta Bhakti Bangsa dan SMP Swasta Valentine. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan teknik observasi, kesioner,wawancara dan studi dokumentasi.Teknik analisa data yang digunakan di dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan pehitungn persen jumlah guru yang sudah mampu menyusun KKM Kurikulum 2013 dan yang belum mampu menyusun KKM Kurikulum 2013. Hasil penelitian menunjukkan: (1). Terdapat peningkatan jumlah guru yang mampu menyusun Kriteria Ketuntasan Minimal dari 30 orang guru, baru 21 (70,0%) guru yang mampu menyusun KKM Kurikulum 2013 pada siklus I kemudian meningkat pada siklus II menjadi 26 (86,67%) guru yang sudah mampu menyusun KKM Kurikulum 2013; (2) Terdapat penurunan jumlah guru yang tidak mampu menyusun KKM kurikulum 2013, dari 30 orang guru, terdapat 9 (30,0%) guru belum mampu menyusun KKM Kurikulum 2013 pada siklus I kemudian pada siklus II terjadi penurunan jumlah guru yang belum mampu menyusun KKM Kurikulum 2013 menjadi 4 (13,33%) guru yang belum mampu menyusun KKM Kurikulum 2013 secara baik; (3) Kompetensi profesional guru dalam menyusun KKM Kurikulum 2013 dapat ditingkatkan melalui workshop.
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PELAJARAN BAHASA INGGRIS MELALUI MODEL PEMBELAJARAN INDEX CART MATCH Rina Lasria
JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol. 3 No. 2 (2022): JURNAL ILMU PENDIDIKAN (JIP)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/jip.v3i2.1729

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk: Meningkatkan hasil belajar siswa pada pelajaran Bahasa Inggris di Kelas IX-6 melalui Model pembelajaran Index Cart Match di SMP Negeri 1 Labuhan Deli Tahun Pelajaran 2018/2019. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah Metode Penelitian Tindakan Kelas dengan menggunakan 2 siklus. Subjek penelitian ini adalah siswa Kelas IX-6 SMP Negeri 1 Labuhan Deli sebanyak 32 orang. Teknik yang digunakan untuk memperoleh data adalah menggunakan test, angket dan observasi. Rentang nilai untuk tes adalah 1-100. Teknik analisa data yang digunakan adalah menggunakan perhitungan jumlah nilai rata-rata siswa, persentase jumlah siswa yang tuntas dan persentase jumlah siswa yang tidak tuntas. Hasil Penelitian ini menunjukkan terdapat peningkatan hasil belajar dengan menerapkan Model pembelajaran Index Cart Match dengan hasil sebagai berikut: terdapat peningkatan rata-rata hasil belajar siswa, dimana pada tes awal rata-rata hasil belajar siswa adalah 33,82, pada siklus I meningkatkan menjadi 62,65 kemudian pada siklus II meningkat lagi menjadi 75,59 terdapat peningkatan jumlah siswa yang tuntas, dimana pada tes awal jumlah siswa yang tuntas hanya 0%, meningkat menjadi 55,88% pada siklus I kemudian meningkat lagi menjadi 82,35% pada siklus II, terdapat penurunan jumlah siswa yang tidak tuntas, dimana pada tes awal jumlah siswa yang tidak tuntas mencapai 100%, pada siklus I menjadi 44,12% kemudian pada siklus II menurun lagi menjadi 17,65% dengan kata lain hanya 4 siswa yang memperoleh nilai di bawah 70 dan selebihnya (28) siswa memperoleh di atas 70.
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PELAJARAN BAHASA INGGRIS MELALUI METODE PEMBELAJARAN ROLE PLAYING Tetty Hutabarat
JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol. 3 No. 2 (2022): JURNAL ILMU PENDIDIKAN (JIP)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/jip.v3i2.1730

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk: Meningkatkan hasil belajar siswa kelas IX-1 melalui Metode Pembelajaran Role Playing di SMP Negeri 12 Medan pada tahun Pelajaran 2019/2020. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah Metode Penelitian Tindakan Kelas dengan menggunakan 2 siklus. Subjek penelitian ini adalah siswa Kelas IX-1 SMP Negeri 12 Medan sebanyak 30 orang. Instrumen yang digunakan untuk memperoleh data adalah menggunakan test, angket dan observasi. Rentang nilai untuk tes adalah 1-100. Teknik analisis data yang digunakan adalah menggunakan jumlah nilai rata rata siswa, persentase jumlah siswa yang tuntas dan persentase jumlah siswa yang belum tuntas. Hasil Penelitian ini menunjukkan terdapat peningkatan hasil belajar dengan menerapkan Metode Pembelajaran Role Playing dengan hasil sebagai berikut: (1) Terdapat peningkatan rata-rata hasil belajar siswa, dimana pada tes awal rata-rata hasil belajar siswa adalah 39,33pada siklus I meningkatkan menjadi 67,33 kemudian pada siklus II meningkat lagi menjadi 79,8, (2).Terdapat peningkatan jumlah siswa yang tuntas, dimana pada tes awal jumlah siswa yang tuntas hanya 0%, meningkat menjadi 76,67% pada siklus I kemudian meningkat lagi menjadi 86,67% pada siklus II,(3). Terdapat penurunan jumlah siswa yang tidak tuntas, dimana pada tes awal jumlah siswa yang tidak tuntas mencapai 100%, pada siklus I menurun menjadi 23,33% kemudian pada siklus II menurun lagi menjadi 13,33% dengan kata lain hanya siswa saja yang memperoleh nilai dibawah 60 dan 60 dan selebihnya (26) siswa memperoleh nilai 70 dan di atas 70.
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PELAJARAN BAHASA INDONESIA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN RECIPROCAL LEARNING Rista Simamora
JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol. 3 No. 2 (2022): JURNAL ILMU PENDIDIKAN (JIP)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/jip.v3i2.1731

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk: Meningkatkan hasil belajar siswa pada pelajaran Bahasa Indonesia di Kelas VII-10 melalui Model pembelajaran Reciprocal Learning di SMP Negeri 1 Labuhan Deli Tahun Pelajaran 2018/2019. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah Metode Penelitian Tindakan Kelas dengan menggunakan 2 siklus. Subjek penelitian ini adalah siswa Kelas VII-10 SMP Negeri 1 Labuhan Deli sebanyak 32 orang. Teknik yang digunakan untuk memperoleh data adalah menggunakan test, angket dan observasi. Rentang nilai untuk tes adalah 1-100. Teknik analisa data yang digunakan adalah menggunakan perhitungan jumlah nilai rata-rata siswa, persentase jumlah siswa yang tuntas dan persentase jumlah siswa yang tidak tuntas. Hasil Penelitian ini menunjukkan terdapat peningkatan hasil belajar dengan menerapkan Model pembelajaran Reciprocal Learning dengan hasil sebagai berikut: terdapat peningkatan rata-rata hasil belajar siswa, dimana pada tes awal rata-rata hasil belajar siswa adalah 30,63, pada siklus I meningkatkan menjadi 63,13 kemudian pada siklus II meningkat lagi menjadi 75,63 terdapat peningkatan jumlah siswa yang tuntas, dimana pada tes awal jumlah siswa yang tuntas hanya 0%, meningkat menjadi 62,5% pada siklus I kemudian meningkat lagi menjadi 84,38% pada siklus II, terdapat penurunan jumlah siswa yang tidak tuntas, dimana pada tes awal jumlah siswa yang tidak tuntas mencapai 100%, pada siklus I menjadi 37,5% kemudian pada siklus II menurun lagi menjadi 15,62% dengan kata lain hanya 5 siswa yang memperoleh nilai di bawah 70 dan selebihnya (27) siswa memperoleh 70 dan di atas 70.
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PELAJARAN ILMU PENGETAHUAN ALAM (IPA) MELALUI STRATEGI PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH Mangala Simanjuntak
JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol. 3 No. 2 (2022): JURNAL ILMU PENDIDIKAN (JIP)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/jip.v3i2.1732

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk: Meningkatkan hasil belajar siswa pada Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di Kelas IX-B melalui strategi pembelajaran Berbasis Masalah di SMP Negeri 42 Medan Tahun Pelajaran 2019/2020. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah Metode Penelitian Tindakan Kelas dengan menggunakan 2 siklus. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IX-B SMP Negeri 42 Medan sebanyak 32 orang. Teknik yang digunakan untuk memperoleh data adalah menggunakan test, angket dan observasi. Rentang nilai untuk tes adalah 1-100. Teknik analisa data yang digunakan adalah menggunakan perhitungan jumlah nilai rata-rata siswa, persentase jumlah siswa yang tuntas dan persentse jumlah siswa yang belum tuntas. Hasil Penelitian ini menunjukkan terdapat peningkatan hasil belajar dengan menerapkan strategi pembelajaran Berbasis Masalah dengan hasil sebagai berikut: (1) terdapat peningkatan rata-rata hasil belajar siswa, dimana pada tes awal rata-rata hasil belajar siswa adalah 30,63, pada siklus I meningkatkan menjadi 64,69 kemudian pada siklus II meningkat lagi menjadi 75,63 (2) terdapat peningkatan jumlah siswa yang tuntas, dimana pada tes awal jumlah siswa yang tuntas hanya 0%, meningkat menjadi 53,13% pada siklus I kemudian meningkat lagi menjadi 87,5% pada siklus II, (3) terdapat penurunan jumlah siswa yang tidak tuntas, dimana pada tes awal jumlah siswa yang tidak tuntas mencapai 100%, pada siklus I menjadi 46,87% kemudian pada siklus II menurun lagi menjadi 12,5% dengan kata lain hanya 4 siswa yang memperoleh nilai di bawah 70 dan selebihnya (28) siswa memperoleh di atas 70.

Page 7 of 15 | Total Record : 148