cover
Contact Name
Yasir Sidiq
Contact Email
lppi@ums.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
lppi@ums.ac.id
Editorial Address
Gedung Induk Siti Walidah lt.5, Jl. A. Yani Pabelan, Kartasura Sukoharjo
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
ISSN : 2527533X     EISSN : 26858770     DOI : -
Core Subject : Science, Social,
Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek (SNPBS) adalah Seminar Nasional yang diselenggarakan oleh Program Studi Pendidikan Biologi, Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Articles 687 Documents
Pengaruh Klon Jati (Tectona grandis L.f) terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tunas setelah Pangkas Kedua di Kebun Pangkas Pudjiono, Sugeng
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2022: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu cara mendapatkan bibit unggul Jati (Tectona grandis L.f) yaitu pembiakan vegetatif stek pucuk yang berasal dari kebun pangkas. Kebun pangkas merupakan sumber bibit yang menghasilkan materi genetik tunas pucuk untuk bahan stek yang mempunyai kualitas terbaik. Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh klon terhadap tinggi tunas, diameter tunas, jumlah node dan jumlah tunas. setelah pangkas kedua di kebun pangkas Jati. Kebun Pangkas ditanam di Purwobinangun Pakem Sleman Yogyakarta, dengan 10 klon yang terdiri masing-masing 100 ramet tanaman, jarak tanam 1m x 1m. dalam bentuk larikan 4 x 25 tanaman. Sepuluh klon tersebut adalah klon dari hasil uji klon di Watusipat Gunung Kidul Yogyakarta dan Wonogiri Jawa Tengah. Setelah umur tanam kebun pangkas jati 4 bulan dilakukan pangkas pertama setinggi 50cm diatas permukaan tanah. Kemudian satu bulan setelah pangkas pertama dilakukan pangkas kedua dan diamati. Metoda pengamatan dari 10 klon diamati masing masing klon 3 ulangan, masing masing ulangan 10 unit tanaman. Pengukuran variabel tanaman dilakukan pada umur 4 minggu setelah pemangkasan kedua yaitu tinggi tunas, diameter tunas, jumlah node dan jumlah tunas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa klon berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tunas, diameter tunas, jumlah node dan jumlah tunas. Rerata tinggi tunas 17,04±8,23cm. Klon 9 mempunyai tinggi tunas terbaik yaitu 23,12cm. Rerata diameter tunas 7,46±2,10 mm. Klon 5 mempunyai diemeter tunas terbaik yaitu 9,02mm. Rerata jumlah node 2,74±0,48. Klon 8 mempunyai jumlah node terbanyak yaitu 3,06. Rerata jumlah tunas 10,68±5,80. Klon 2 mempunyai jumlah tunas terbanyak yaitu 14,73.
Hopea bancana (Boert.) Slooten sebagai Tumbuhan Penghasil Kayu: Tahap Perkecambahan Sahromi, S
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2022: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hopea bancana (Boert.) Slooten merupakan salah satu jenis penghasil kayu dari kelompok meranti (suku Dipterocarpaceae), jenis ini merupakan endemik Indonesia dan status konservasinya saat ini adalah terancam kritis (CR). Penelitian dan pengembangan pada aspek perbanyakannya dilakukan sebagi upaya untuk pemulihan jenis dan pengayaan populasinya di alam. Penelitian ini merupakan penelitian awal yaitu tahap perkecambahan. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi pengaruh faktor media sekam dan kompos terhadap kapasitas kecambah dan faktor eksternal perkecambahan. Kapasitas perkecambahan dianalisis secara statistik deskriptif dan dilakukan uji T untuk membandingkan dua perlakuan media dan untuk faktor eksternal perkecambahan dilakukan pengamatan secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan media berpengaruh nyata pada kapasitas perkecambahan dengan media sekam merupakan perlakuan terbaik. Kapasitas perkecambahan dipengaruhi faktor internal yaitu kondisi benih itu sendiri dan faktor eksternal yaitu faktor lingkungan yang mendukung. Benih Hopea bancana termasuk tipe biji rekalsitran.
Eksplorasi Flora di Taman Eden 100 dan Sekitarnya untuk Pengkayaan Koleksi Kebun Raya Samosir Sumatera Utara Sumanto, S
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2022: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan ekplorasi dilaksanakan selama 20 hari, mulai 3-22 April 2018 di Taman Eden 100 Desa Lumban Rang Sionggang Utara, Kecamatan Lumbar Julu, Kabupaten Toba Samosir, Propinsi Sumatera Utara dan sekitarnya. Tujuan eksplorasi adalah untuk mendapatkan tumbuhan-tumbuhan asli Sumatera Utara guna pengkayaan koleksi Kebun Raya Samosir. Metode yang digunakan adalah metode eksploratif untuk mendapatkan jenis-jenis tumbuhan dari habitat aslinya dengan prioritas endemik, unik, terancam punah dan berpotensi. Koleksi hidup dapat dalam bentuk biji, stek, anakan maupun tumbuhan.Selama eksplorasi diperoleh 92 nomor koleksi, yang terdiri 60 nomor koleksi berupa seedling,15 nomor koleksi bij/buah,10 umbi/rimpang dan 5 nomor koleksi stek tumbuhan.
Interaksi Antara Tanaman dengan Semut: Studi Kasus pada Nepenthes mirabilis Druce di Kebun Raya Bogor Handayani, Tri
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2022: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banyak tanaman secara tidak langsung menarik predator untuk memerangi hama dan patogen penganggu tanaman. Selain untuk perlindungan diri, tanaman menarik serangga untuk membantu penyerbukan . Salah satu jenis tanaman yang melakukan interaksi dengan semut adalah Nepenthes mirabilis Druce (kantong semar). Interaksi antara N. mirabilis dengan semut telah diamati di Kebun Raya Bogor. Tujuannya untuk mengetahui jenis-jenis semut, tipe interaksi serta manfaat dari interaksi tersebut untuk kedua belah pihak. Duapuluh tanaman dan duabelas perbungaan N. mirabilis digunakan sebagai sampel pengamatan. Empat jenis semut ditemukan terlibat dalam interaksi ini, yaitu: semut Camponotus sp, Dolichoderus thoracicus,Crematogaster difformis. dan Oecophylla smaragdina. Mereka menunjukkan interaksi mutualis non spesifik. Tanaman akan mendapatkan perlindungan dari serangan fitofag serta sumber nutrisi dari semut. Sedangkan semut mendapatkan sumber makanan berupa nektar floral dan nektar ekstrafloral yang dihasilkan oleh N. mirabilis. Selain itu, semut mendapatkan tempat tinggal dan perlindungan dari tanaman.N. mirabilis.
Keragaman Tanaman Perdu yang Tumbuh di Sepanjang Jalur Pendakian Cemoro Sewu, Magetan Hidayah, Awalia Ristyani; Roziaty, Efri
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2022: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cemoro Sewu adalah salah satu jalur pendakian Gunung Lawu dengan ketinggian 2.212 m dpl yang terletak di Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur yang memiliki tingkat keanekaraman hayati cukup tinggi. Jalur pendakian Cemoro Sewu memiliki berbagai macam jenis vegetasi, salah satunya yaitu tumbuhan perdu. Tumbuhan perdu merupakan tumbuhan berkayu yang memiliki beberapa batang yang bercabang dari dekat akarnya dan tingginya dapat mencapai 6 m, serta memiliki diameter batang kurang dari 10 cm. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaman jenis tanaman perdu yang tumbuh di sepanjang jalur pendakian Cemoro Sewu, Magetan. Jenis penelitian ini yaitu eksplorasi dengan metode penjelajahan dan teknik pengambilan data yang digunakan yaitu purpossive sampling menggunakan petak kuadrat. Petak kuadrat yang digunakan berukuran 10 x 10 m. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan 18 spesies tanaman perdu. Tanaman perdu yang mendominasi di jalur pendakian Cemoro Sewu, Magetan adalah spesies Chromolaena odorata sebanyak 62 individu, Debresia longifoliaW. sebanyak 48 individu, Rubus fraxinifolius P. sebanyak 38 individu, Rubus molucanus S sebanyak 25 individu dan Miconia laevigata L sebanyak 18 individu. Indeks Keragaman tanaman perdu di jalur pendakian Cemoro Sewu, Magetan adalah 2,2yang terkategori sedang.
Kandungan Klorofil Thalus Lumut Kerak di Jalan Protokol Kecamatan Tawangmangu Aly, Fuad Hasan; Roziaty, Efri
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2022: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lumut kerak adalah organisme tingkat rendah simbiosis antara fungi dan alga. Lumut kerak membentuk struktur thalus yang sangat dipengaruhi oleh lingkungan. Bagian fungi dinamakan mycobiont dan bagian alga dinamakan phobiont. Photobiont ini mengandung klorofil sehingga lumut kerak termasuk organisme autotrof yang mampu berfotosintesis. Eksistensi klorofil dipengaruhi oleh lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan klorofil pada thalus lumut kerak di jalan protokol Kecamatan Tawang Mangu, Karanganyar, Jawa Tengah. Metode yang digunakan yaitu Purpossive sampling, dengan menentukan kriteria tertentu untuk menghasilkan sampel secara logis sehingga dapat mewakili populasi. Lokasi penelitian dibagi menjadi 3 Stasiun Utama dimana di masing – masing Stasiun dilakukan pengulangan sebanyak 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan klorofil a tertinggi adalah 4.30 yaitu lumut kerak dari spesies Peltigra cania. Klorofil b yang tertinggi adalah 1.72 yaitu Phlyctis agelaea. Klorofil a + b yang tertinggi adalah 6.08 pada spesies Peltigra cania. Suhu lingkungan di lokasi penelitian berkisar antara 27,3 – 33.2 ℃ . Kelembaban berkisar pada 53 – 68 %. Ketinggian lahan di lokasi penelitian berkisar pada 352 – 976 mdpl. Tingkat pencemaran teetinggi pada stasiun 3, titik 3, ulangan 3 yang ditunjukkan dengan nillai jumlah kendaraan yang lewat yaitu sebanyak 1992 /jam. Sehingga disimpulkan bahwa semakin tinggi jumlah kendaraan yg melewati lokasi penelitian maka semakin rendah kandungan klorofil pada lumut kerak yang hidup pada habitat tersebut.
Keanekaragaman Fitoplankton di Waduk Klego Desa Bade Kabubaten Boyolali Jawa Tengah Aji, Wachid Bayu Saputro; Roziaty, Efri
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2022: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fitoplankton adalah mikroorganisme tumbuhan yang mampu melakukan fotosintesis dan berperan sebagi dasar dari rantai makanan atau produsen dilingkungan perairan. Fitoplankton dapat digunakan sebagai indikator kualitas air. Fitoplankton umumnya berukuran mikroskopis antara 2 – 50 µm, sehingga fitoplankton hidup melayang diperairan dan bergerak mengikuti arus air tidak tentu arah. Habitat fitoplankton yaitu pada daerah-daerah perairan pada permukaan air dan juga kedalaman air. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman jenis fitoplankton yang terdapat di perairan waduk Klego Desa Bade, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah purpossive sampling, dengan penentuan titik stasiun sampling. Penentuan titik sampling di masing – masing stasiun berdasarkan pada kondisi lingkungan waduk dan aktivitas manusia. Yaitu Sasiun A di bagian tepi waduk dimana aktivitasnya dipengaruhi oleh pepohonan dan wisatawan, Stasiun B merupakan bagian tengah waduk yang dalam dan Stasiun C merupakan spot memancing ikan dan menjaring ikan. Sampel Fitoplankton yang diambil dari Waduk Klego Boyolali dan dilakukan pengamatan sampel menggunakan mikroskop. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan didapatkan 4 kelas, 11 famili, 12 genus. Bahwa genus-genus yang ditemukan seperti Oscillatoria, Pediastrum, Trachelomonas, Dictyosphaerium, Anabaena, Synedra, Chlorella, Microcystis, Spirogyra, Pandorina, Gonium, Phacus. Dengan faktor abiotik di lingkungan Waduk Klego Boyolali dengan suhu permukaan air adalah (27-33 °C), pH air 6, kelembaban udara permukaan air berkisar antara 30–60 %, kecepatan angin berkisar antara (5–15 km/j). Kondisi lingkungan ini adalah kategori kondisi normal untuk habitat Fitoplankton. Niai indeks keanekaragaman rata-rata pada Waduk Klego Boyolali sekitar (2,27) termasuk keanekaragaman kategori sedang.
Inovasi Pembelajaran sebagai Strategi Peningkatan Kreativitas Siswa pada Pembelajaran Matematika Menggunakan Pendekatan Project Based Learning di Era Pandemi Santi, Ella Laras
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2022: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk 1) mendeskripsikan pendekatan project based learning dapat meningkatkan kreativitas siswa pada matapelajaran matematika. 2) mendeskripsikan project based learning dapat menjadi inovasi dalam pembelaran di era pandemi. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan menggunakan penelitian lapangan yang menggunakan metode wawancara dan observasi. Subjek pada penelitian ini adalah siswa kelas VI SDN 101999 Silinda di semester genap 2021/2022. Model PTK yang digunakan yaitu model spiral dari Kemmis dan MC Taggart, dengan prosedur penelitian yang terdiri dari 2 siklus dengan 3 tahapan yaituu perencanaan, pelaksanaan dan pengamatan, serta refleksi. Hasil penelitian untuk menunjukkan bahwa adanya inovasi pembelajaran guna melihat peningkatan krativitas siswa dengan menggunakan pendekatan project based learning ditunjukkan pada tahap prasiklus terdapat 6 siswa yang memiliki kreativitas tinggi dengan persentase sebesar 24% dari 25 siswa, pada siklus I terdapat 10 siswa memiliki kriteria kreativitas tinggi dengan persentase 40% dari 25 siswa, dan pada siklus II terdapat 18 siswa memiliki kreativitas tinggi dengan persentase 72% dari 25 siswa. Peningkatan kreativitas belajar siswa disebabkan karena pemberian tindakan berupa pembelajaran yang didesain dengan menggunakan pendekatan project based learning.
Dinamika Tantangan dalam Implementasi Sistem Manajemen Terintegrasi Berbasis Sistem Manajemen Mutu dan Sistem Manajemen Keamanan Informasi Jayusman, J
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2022: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dinamika perubahan yang terjadi dalam birokrasi pemerintah daerah tidak pernah terlepas dari regulasi oleh Pemerintah Pusat. Sentralisasi pelayanan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (DISDUKCAPIL) ke Pemerintah Pusat sangat banyak memberikan tantangan baru dalam operasional organisasi termasuk pengaturan ulang sistem manajemen yang diterapkan. Proses implementasi Sistem Manajemen Terintegrasi (SMT) berbasis Sistem Manajemen Mutu atau SMM (ISO 9001:2015) dan Sistem Manajemen Keamanan informasi atau SMKI (ISO 27001:2013) tentunya harus menyesuaikan regulasi tersebut dalam operasionalnya. Keberadaan klausul 6.3 Sistem Manajemen Mutu (SMKI) yang menyebutkan bahwa perubahan itu harus direncanakan dan persyaratan klausul 10.3 tentang perbaikan berkelanjutan perlu kaji ulang untuk mengantisipasi dinamika perubahan yang terjadi. Klausul tentang perbaikan berkelanjutan sebagaimana konsep PDCA (plan, Do, Check, Action) yang senantiasa bergulir menuju tahap peningkatan terus menerus. Peta kesesuaian klausul dan sub klausul dari kedua sistem yang diintegrasikan dapat difokuskan pada klausul 6 (perencanaan) dan klausul 8 (operasional). Sub klausul 6.3 dipersyaratkan pada SMM tetapi SMKI tidak mensyaratkan. Selain itu pada SMM mensyaratkan sub klausul dari 8.1 – 8.7 sedangkan SMKI hanya mensyaratkan sub klausul 8.1, 8.2 dan 8.3. Hasil pemetaan persyaratan standard telah dituangkan dalam matriks kesesuaian, diikuti penyusunan struktur Informasi terdokumentasi SMT, penetapan struktur pengelola SMT, identifikasi hambatan penerapan SMT dan harmonisasi operasional SMT. Pembuatan matrik integrasi kegiatan dalam SMT harus disepakati oleh seluruh pengelola SMT dan dievaluasi secara periodik untuk memastikan seluruh target yang ditetapkan terpenuhi.
Diklat Online Guru IPA SMP untuk Mengimplementasikan Pembelajaran Inkuiri di Masa Pandemik Covid-19 Sulaeman, Asep Agus
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2022: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tantangan guru IPA di masa Pandemik Covid-19 adalah melaksanakan pembelajaran secara melalui investigasi ilmiah secara online/jarak jauh melalui investigasi ilmiah. Saat ini telah dikembangkan diklat online yang melatihkan kemampuan guru IPA dalam mengembangkan pembelajaran berbasis inkuiri secara online. Tujuan kajian ini adalah mengidentifikasi pengusasaan konsep guru peserta diklat, kemampuan menyusun pembelajaran oline berbasis inkuiri serta penilaiannya, serta respons guru terhadap pelaksanaan diklat. Instrumen yang digunakan dalam kajian ini adalah pretest, postes, penilaian perangkat pembelajaran, penilaian perangkat penilaian, dan kuesioner pelaksanaan program. Data penguasaan konsep dirperoleh berdasarkan hasil pretes dan postes diuji t dengan taraf signifikasi α=5%. Adapun data kemampuan guru menyusun pembelajaran oline berbasis inkuiri serta penilaiannya, serta respons guru dianalisis secara deskriptif. Hasil kajian meunjukkan terdapat peningkatan penguasaan pengetahuan guru IPA dengan rata-rata nilai postes 81. Kemampuan guru dalam mengembangkan perencanakan pembelajaran inkuiri pada katagori baik beserta penilaiannya pada katagori baik. Guru memberikan respons sangat baik terhadap pelaksanaan program diklat. Dalam rangka mengoptimalkan kemampuan guru menyusun pembelajaran online berbasis inkuiri dan penilaiannya diperlukan durasi pembimbingan lebih panjang dan intensif oleh fasilitator diklat pada saat guru melakukan simulasi pembelajaran inkuiri dan pengembangan perangkat pembelajan.