cover
Contact Name
Yasir Sidiq
Contact Email
lppi@ums.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
lppi@ums.ac.id
Editorial Address
Gedung Induk Siti Walidah lt.5, Jl. A. Yani Pabelan, Kartasura Sukoharjo
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
ISSN : 2527533X     EISSN : 26858770     DOI : -
Core Subject : Science, Social,
Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek (SNPBS) adalah Seminar Nasional yang diselenggarakan oleh Program Studi Pendidikan Biologi, Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Articles 687 Documents
Pertumbuhan Tanaman Tomat dengan Pemberian Vitamin B1 dan Hormon Giberelin Kholifah, Rizka Nur; Suparti, S
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2022: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tomat merupakan salah satu jenis sayuran yang banyak diminati oleh masyarakat dan memiliki permintaan tinggi di pasaran. Tingginya tingkat permintaan tomat membuka peluang budidaya tomat menjadi lebih banyak. Oleh karena itu, perlu adanya inovasi budidaya tanaman tomat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pertumbuhan tanaman tomat setelah pemberian vitamin B1 dan hormone giberelin. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif eksperimental rancangan acak lengkap (RAL) dua faktor masing-masing 4 kali ulangan dengan komposisi P0 (kontrol), P1 (pemberian Vitamin B1 0.2 ml), P2 (pemberian hormon giberelin 0.2 ml), P3 (pemberian Vitamin B1 dan hormone giberelin 0.2 ml), dan P4 (pemberian Vitamin B1 dan hormone giberelin 0.4 ml).Data dianalisis menggunakan Two Way Annova untuk mengetahui pertumbuhan dan hasil paling baik pada perlakuan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan tanaman tomat terbaik terdapat pada perlakuan P1 (pemberian Vitamin B1 0.2 ml) dengan rerata tinggi tanaman 85.37 cm, jumlah daun 229,5 helai, dan jumlah bunga 15 buah.
Pertumbuhan Tanaman Bayam Hijau (Amaranthus hybridus L) secara Hidroponik menggunakan Ekstrak Limbah Bawang Merah Fajri, Annisa Nur; Suparti, S
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2022: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bayam hijau merupakan jenis sayuran sumber kalsium, vitamin A, vitamin E dan vitamin C, serat, dan juga betakaroten. Metode hidroponik merupakan salah satu metode budidaya holtikultura yang sedang trend. Ekstrak limbah bawang merah merupakan salah satu limbah organik yang dapat digunakan sebagai media tambahan pada tanaman hidroponik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak limbah bawang merah terhadap pertumbuhan tanaman bayam hijau secara hidroponik. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan menggunakan rancangan penelitian Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 1 faktor 5 kali pengulangan. Faktor yang digunakan yaitu ekstrak limbah bawang merah yang meliputi P1= konsentrasi ekstrak limbah bawang merah 20%, P2= konsentrasi ekstrak limbah bawang merah 40%, P3= konsentrasi ekstrak limbah bawang merah 60%, P4= konsentrasi ekstrak limbah bawang merah 80%. Parameter yang diamati yaitu tinggi tanaman dan jumlah daun. Data dianalisis menggunakan One Way Anova dan dilanjutkan dengan Uji Jarak berganda Duncan untuk mengetahui pertumbuhan dan hasil paling baik pada perlakuan tersebut. Hasil analisis data menunjukkan bahwa ekstrak limbah bawang merah memberikan pengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman dan jumlah daun. Perlakuan yang paling baik untuk pertumbuhan bayam hijau pada perlakuan P4 dengan rerata tinggi tanaman 20.8 cm dan rerata jumlah daun 12 helai. Perlakuan yang paling rendah untuk pertumbuhan bayam hijau pada perlakuan P1 dengan rerata tinggi tanaman 11.8 cm dan rerata jumlah daun 6.6 helai.
Penkajian Fosil Cangkang Siput dari Lempung Hitam Formasi Pucangan, Situs Purbakala Sangiran, Jawa Tengah Gintu, Agung R.; Salenussa, Marchelia Welma; Amanda, Andrea; Wagiman, Rejo; Pramono, Dwi
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2022: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daerah Lempung Hitam merupakan bagian dari formasi Pucangan dan menyimpan banyak fosil cangkang Mollusca. Pada penelitian ini dilakukan karakterisasi terhadap 2 species fosil siput T. tarebra dan F. javanica dari Lempung Hitam. Hasil karakterisasi fisikokimia menunjukkan cangkang T. tarebra mengandung kadar Air 0,48 ± 0,0037%; Abu 0,9885 ± 0,0039g/g; Karbon 0,0064 ± 0,0023g/g; Silikon 0,0922 ± 0,0002g/g; Kalsium 0,4181 ± 0,0395g/g; Potasium 0,0005 ± 0,000g/g; Fosfor0,5710 ± 0,0671g/g; dan Porositas 33,9874 ± 0,0013%. Cangkang F.javanica menunjukkan kadar Air 0,50 ± 0,00%; Abu 0,9748 ± 0,0048g/g; Karbon 0,0146 ± 0,0028; Silikon 0,0836 ± 0,0009g/g; Kalsium 0,2693 ± 0,0145g/g; 0,00047 ± 0,000g/g; Fosfor 0,6589 ± 0,1272g/g; dan Porositas 33,9684 ± 0,000%. Hasil karakterisasi sangat dibutuhkan untuk diinput sebagai database untuk menjelaskan atau untuk pendekatan mekanisme kimiawi selama proses fosilisasi.
Efektivitas Hand Sanitizer Kombinasi Ekastrak Biji Alpukat dan Daun Sereh terhadap Uji Sensoris dengan Penambahan Carbopol dan Triklosan Damayanti, Yolanda Arifah; Asngad, Aminah
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2022: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hand sanitizer merupakan salah satu bahan yang dapat digunakan sebagai bahan antiseptik, bentuk Hand Sanitizer secara umum memiliki dua bentuk yaitu cair dan gel. Hand Senitizer umumnya mengandung beberapa bahan kimia yaitu alkohol dan triklosan, untuk mengurangi pengunaan alkohol sebagai bahan utama pembuatan Hand Sanitizer dapat digantikan dengan tumbuhan yang mengandung senyawa antiseptik dan antibakteria yang mudah ditemukan dilingkungan sekitar. Salah satunya yaitu biji alpukat dan daun sereh. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui untuk sensoris (aroma, warna dan pH) Hand Sanitizer sediaan gel kombinasi ekstrak biji alpukat dan daun sereh dengan penambahan carbopol dan triklosan. Penelitian dilakukan di Laboratorium Prodi Pendidikan Biologi UMS, dengan metode penelitian eksperimen Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola 2 faktor perlakuan, yaitu perbandingan ekstrak biji alpukat dan ekstrak daun sereh (K) K1 : 75% : 25%, K2 : 50%: 50%, K3 : 25 : 75%. Dan penambahan carbopol dan triklosan (A) A1 : 0,5% : 0,5% dan A2 : 0,5% : 1% Analisis yang digunakan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan pada uji sensoris setiap perlakuan memiliki aroma, dan warna yang beragam, aroma biji alpukat yang paling kuat memiliki warna coklat tua pada perlakuan K1A1dan K1A2, dan yang memiliki aroma daun sereh paling kuat memiliki warna kuning kecoklatan pada perlakuan K3A1 dan K3A2 dan keenam perlakuan memiliki nilai pH yaitu 6. Kesimpulan hasil penelitian didapatkan adanya keberagaman aroma dan warna dari Hand Sanitizer sediaan gel kombinasi ekstrak biji alpukat dan daun sereh dengan penambahan carbopol dan triklosan dan memiliki nilai pH yang sama yaitu 6.
Pemanfaatan Azolla microphylla dan Cangkang Telur Ayam sebagai Pupuk Organik Cair dengan Bioaktivator Rebung Bambu Putri, Firstnanda Ivanka; Asngad, Aminah
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2022: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan pupuk anorganik secara terus menerus dapat menurunkan kualitas tanah, tanah menjadi asam, dan unsur hara tidak dapat dimobilisir oleh tanaman. Untuk mengatasi tersebut maka perlu beralih menggunakan pupuk organic cair yang memiliki kelehihan dapat secara cepat memberikan unsur hara kepada tanah dan mampu memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah. Tanaman Azolla dapat digunakan untuk memenuhi unsur N dan P, dan cangkang telur ayam dapat memenuhi kebutuhan K yang belum dimiliki Azolla. Untuk mempercepat proses penguraian bahan organik dalam pembuatan pupuk organik biasanya diperlukan aktivator atau starter. Rebung bamboo dapat menjadi starter yang baik karena mengandung mikroorganisme local. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kualitas pupuk organik cair (POC) hasil pemanfaatan Azolla microphylla dan cangkang telur ayam dengan bioaktivator rebung bambu berdasarkan indikator sifat sensoris (Aroma, Tekstur, Warna, pH). Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari dua faktor dengan empat kombinasi dan tiga kali ulangan. Adapun faktor 1 yaitu kombinasi Azolla microphylla dan cangkang telur ayam, K1= 180 ml : 120 g dan K2= 160 ml : 140g. Faktor 2 yaitu konsentrasi MOL, M1= 75 ml dan M2=100ml, analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Pada pengamatan indicator sensoris diperoleh hasil pupuk memiliki warna cokelat hingga cokelat pekat, aroma seperti aroma tanah dan fermentasi, tekstur yang cair, dan pH 5. Sehingga dapat disimpulkan menurut uji sensoris pada pemanfaatan Azolla microphylla dan cangkang telur ayam sebagai pupuk organik cair dengan bioaktivator rebung bambu, pupuk memiliki kualitas yang baik.
Produktivitas Jamur Merang (Volvariella volvacea) pada Campuranmedia Klaras dan Limbah Kapas dengan Ketebalan yang Berbeda Puspitaningrum, Anggie; Suparti, S
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2022: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jamur merang merupakan tanaman heterotrof yang memerlukan nutrisi berupa kandungan selulosa dari organisme lainnya. Pada umumnya jamur merang banyak ditemukan pada media jerami (tangkai padi), namun untuk memaksimalkanpertumbuhannya maka perlu menambahkan campuran limbah organik sebagai tambahan nutrisi.Klaras dan limbah kapas memiliki potensi sebagai media campuran karena mengandung selulosa, hemiselulosa dan lignin untuk pertumbuhan jamur. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh ketebalan dan campuran media klaras dan limbah kapas terhadap produktivitas jamur merang (Volvariella volvacea). Jenis penelitian ini berupa eksperimen dengan menggunakan metode rancangan acak lengkap (RAL) pola faktorial yang terdiri dari 2 faktor. Faktor 1 campuran media : C0 (Jerami 100%) , C1(Klaras 10% dan Jerami 90%), C2 (Limbah Kapas 10% danJerami 90%). Faktor 2 ketebalan media : K1 (25 cm), K2 (30 cm), K3 (35 cm). Parameter yang diukur adalah diameter tudung, panjang, jumlah tubuh buah, dan berat basah jamur merang . Data diuji dengan menggunakan analisis two way anova . Berdasarkan hasil analisis, adanya campuran media klaras dan limbah kapas pada media jerami dapat mempengaruhi jumlah tubuh buah jamur merang, tetapi tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap berat basah, panjang dan diameter tubuh buah jamur. Selain itu interaksi antara ketebalan dan campuran media memberikan perbandingan yang nyata pada berat basah dan jumlah tubuh buah jamur merang. Sedangkan perlakuan terbaik berat basah jamur merang adalah perlakuan media jerami 100% dengan ketebalan media 35 cm (C0K3) 80 g. Perlakuan terbaik untuk jumlah tubuh buah jamur merang adalah media jerami 100% dengan ketebalan 35 cm (C0K3) 20 buah. Lalu untuk diameter tertinggi pada media klaras 10% dan jerami 90% dengan ketebalan 30 cm (C1K2) 4.95 cm danpanjang tubuh buat tertinggi terdapat pada media klaras 10% dan jerami 90% dengan ketebalan 25 cm (C1K1) 3.13 cm.
Uji Total Asam dan Organoleptik Water Kefir Ekstrak Buah Apel Hijau (Pyrus malus L.) Dengan Variasi Lama Fermentasi dan Konsentrasi Kristal Alga Suryani, Titik; Khasanah, Aulia Nurul
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2022: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Water kefir merupakan minuman hasil fermentasi buah dengan kultur kristal alga berasa asam, aroma seperti alkohol, serta mengandung probiotik yang bermanfaat terhadap pencernaan. Buah apel hijau mengandung protein, lemak, karbohidrat, serat, dan vitamin sebagai bahan dasar water kefir dan sumber nutrisi bakteri asam laktat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kadar total asam dan kualitas organoleptik water kefir ekstrak buah apel hijau dengan variasi lama fermentasi dan konsentrasi kristal alga. Metode yang digunakan penelitian ini eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri atas dua faktor. Faktor 1: lama fermentasi (14 jam dan 18 jam), sedangkan faktor 2 : konsentrasi kristal alga (3%, 5%, dan 7%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar total asam tertinggi water kefir ekstrak buah apel hijau pada perlakuan F2K3 (lama fermentasi 18 jam dengan konsentrasi kristal alga 7%) sebesar 0.68% dan pH 4.1. Semakin lama waktu fermentasi dan semakin tinggikonsentrasi kristal alga, kadar total asam semakin meningkat dan pH semakin menurun. Kualitas organoleptik water kefir ekstrak buah apel hijau terbaik pada perlakuan F1K2 (lama fermentasi 14 jam dengan konsentrasi kristal alga 5%) yaitu warna kuning kecoklatan, aroma asam sangat kuat, rasa asam, dan disukai panelis. Kadar total asam dan kualitas organoleptik water kefir ekstrak buah apel hijau sesuai dengan SNI.
Indentifikasi Dampak Industri Semen yang Merugikan Masyarakat Sulasmi, Sri; Hasanbasri, Mubasysyr; Rustamaji, R
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2022: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan manusia bertujuan untuk memenuhi kebutuhan mencapai hidup sejahtera. Kegiatan dalam skala yang besar dapat menimbulkan dampak terhadap lingkungan. Kegiatan industrialisasi dan pertambangan merupakan kegiatan yang nyata memiliki dampak terhadap lingkungan. Kegiatan tersebut memiliki skala yang besar dan bahkan dapat mengganggu keseimbangan lingkungan, akibatnya adalah terjadinya kerusakan lingkungan. Penelitian ini memberikan gambaran dampak kegiatan industri semen terhadap lingkungan disekitarnya, melihat upaya-upaya yang dilakukan oleh perusahaan, bagaimana implementasinya, serta sikap dan perilaku masyarakat terhadap program dan lingkungan. Penelitian ini adalah penelitian eksploratif, dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan pengamatan lapangan dan wawancara mendalam, serta identifikasi citra satelit. Lokasi adalah blok permukiman terdekat di sekitar industri semen Palimanan. Penelitian lapangan dilakukan bulan Februari – Juli tahun 2019 dan dilakukan update data di tahun 2021. Sampel adalah masyarakat yang bermukim di blok permukiman terdekat sekitar pabrik. Total sampel adalah 28 orang. Pemilihan sampel secara purposive. Analisis data menggunakan teknik content analysis. Kegiatan industri semen berdampak terhadap lingkungan yang menimbulkan hilangnya mata air, getaran, debu, kebisingan, asap, dan rasa tidak aman dan tidak nyaman bagi masyarakat sekitar. Dampak kesehatan berupa sesak nafas, batuk, gatal, iritasi, dan alergi. Perusahaan melakukan evaluasi langsung di lapangan, perbaikan kualitas program dan tim pelaksana, perlunya sosialisasi tentang dampak kegiatan pabrik terhadap lingkungan. Pemerintah daerah perlu memperhatikan dan melakukan pemantauan kondisi masyarakat di sekitar kawasan industri.
Inventarisasi Keanekaragaman Jenis Vegetasi Riparian Bagian Hulu Sungai Welang - Jawa Timur Rahmania, Farhani Nurshafa; Irawanto, Rony
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2022: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sungai Welang merupakan salah satu sungai di Provinsi Jawa Timur yang melalui 3 kabupaten atau kota yaitu Kabupaten Malang, Kabupaten Pasuruan dan Kota Pasuruan. Sungai Welang memiliki Daerah Aliran Sungai (DAS) seluas 511,60 dengan panjang sungai 40,09 yang bersumber didaerah hulu dan bermuara di Selat Madura atau Laut Jawa. Vegetasi riparian merupakan tumbuhan yang dijumpai tumbuh dan berada di tepian sungai serta berfungsi sebagai ekosistem peralihan antara habitat akuatik dan terestrial. Daerah Riparian bermanfaat untuk menjaga kualitas air sungai, keberadaan organisme yang hidup di sungai, serta menjadi habitat dari berbagai jenis fauna. Oleh karena itu ekosistem riparian tersebut sangat berpotensi dalam fitoremediasi lingkungan. Fitoremediasi adalah konsep teknologi alami yang memanfaatkan peran tumbuhan untuk menyelesaikan masalah lingkungan seperti pencemaran perairan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keanekaragaman jenis tumbuhan yang berada di daerah riparian pada hulu Sungai Welang. Penelitian ini dilakukan selama awal tahun 2022 dengan melakukan inventarisasi pada 6 lokasi pengamatan yaitu di Desa Mbarek, Desa Sempol, Desa Wonorejo, Desa Semut, Sumber air Jempinang, dan Daerah TWA Baung (belakang Kebun Raya Purwodadi). Hasil yangdidapat kemudian dianalisis secara dekriptif dan disajikan dalam bentuk tabel. Jenis tumbuhan yang diperoleh pada daerah Sumber Jempinang ada 20 jenis dan pada 5 lokasi lainnya sebanyak 163 jenis. Sehingga total tercatat terdapat 171 jenis dari152 marga vegetasi riparian yang terdapat pada 6 lokasi pengamatan tersebut di sepanjang sungai Welang daerah hulu. Untuk lebih mengenal keanekaragaman vegetasi riparian yang ada disarankan dapat mengamati karakteristik jenis dan fenologinya di Kebun Raya Purwodadi.
Pemantauan Kualitas Air dan Keanekaragaman Jenis Vegetasi di Bagian Hulu Sungai Brantas - Jawa Timur Cahyani, Nadila Wulan; Irawanto, Rony
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2022: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sungai Brantas merupakan salah satu sungai prioritas di Provinsi Jawa Timur yang melalui 11 Kabupaten/Kota diantaranya yaitu Malang, Batu, Blitar, Tulungagung, Kediri, Nganjuk, Jombang, Mojokerto, Gresik, Sidoarjo, dan Surabaya. Sungai Brantas memiliki panjang 320 Km yang bersumber di daerah hulu Sumber Brantas – Bumiaji, Batu dan bermuara di selat Madura/laut Jawa. Vegetasi yang dijumpai di tepian sungai berfungsi sebagai ekosistem peralihan antara akuatik dan terestrial. Fitoremediasi merupakan teknologi yang digunakan untuk menghilangkan kontaminan di lingkungan dengan menggunakan tumbuhan. Dengan fitoremediasi diharapkan tanah, lumpur, sedimen dan air yang terkontaminasi dengan kontaminan organikmaupun anorganik dapat dibersihkan secara biologis oleh tumbuhan. Berdasarkan hal tersebut, maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas air dan keanekaragaman tumbuhan yang berada di daerah hulu Sungai Brantas, tepatnya di Kecamatan Bumiaji, Batu, Provinsi Jawa Timur. Penelitian ini dilakukan selama awal tahun 2022 dengan melakukan inventarisasi keberadaan tumbuhan serta pemantauan kualitas air pada 14 parameter yang meliputi lead (Pb), copper (Cu), iron (Fe), chromium (Cr), sulfite, klorin bebas (free chlorine), bromin (bromine), nitrat, nitrit, merkuri (Hg), fluoride, kesadahan air (hardness), pH, dan klorin total (total chlorine). Penelitian ini dilakukan pada tiga lokasi pengamatan yaitu lokasi pertama adalah anak sungai di belakang Makam Mbah Batu sebagai daerah hulu, lokasi kedua adalah anak sungai dan kanal air yang terdapat di Dusun Kajar, serta lokasi ketiga adalah sungai di bawah Jembatan Bumiaji dan air sumber di sampingJembatan Bumiaji sebagai area hilir. Hasil yang didapatkan dalam penelitian ini berupa jenis-jenis tumbuhan yang ada di lokasi pengamatan dan kualitas air sungai Brantas bagian hulu untuk masing-masing parameter yang kemudian dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk tabel maupun gambar.