cover
Contact Name
Yasir Sidiq
Contact Email
lppi@ums.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
lppi@ums.ac.id
Editorial Address
Gedung Induk Siti Walidah lt.5, Jl. A. Yani Pabelan, Kartasura Sukoharjo
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
ISSN : 2527533X     EISSN : 26858770     DOI : -
Core Subject : Science, Social,
Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek (SNPBS) adalah Seminar Nasional yang diselenggarakan oleh Program Studi Pendidikan Biologi, Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Articles 687 Documents
Distribusi Spasial Kelimpahan Zooplankton Subclass Copepoda di Waduk Klego Boyolali Jawa Tengah Ramadansyah, Ilham Bukhori; Roziaty, Efri
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2022: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Copepoda adalah organisme invertebra mikroskopis yang tersebar melimpah di ekosistem aquatik termasuk ke dalam kelompok crustacea yang berukuran mikroskopis berukuran 60 – 220 µm. ukuran ini sesuai dengan bukaan mulut larva ikan karena fungsi ekologis dari copepoda adalah makanan utama larva ikan. Habitat di dasar perairan berkisar pada kedalaman 7 – 9 m dari permukaan air. Copepoda termasuk organisme zooplankton, bergerak mengikuti arus air tidak tentu arah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi kelimpahan copepoda dan hubungan kelimpahan terhadap kualitas perairan di perairan Waduk Klego Boyolali Jawa Tengah. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah purpossive sampling, dengan penentuan titik stasiun sampling. Penentuan titik sampling di masing – masing stasiun berdasarkan aktivitas manusia yaitu Satasiun I di bagian tepi waduk dimana aktivitasnya dipengaruhi oleh para pemancing ikan dan udang, Stasiun 2 merupakan keramba ikan dan Stasiun 3 merupakan bagian tengah waduk merupakan spot menjaring ikan sehingga banyak terdapat Copepoda di wilayah tersebut. hasil pengamatan diketahui bahwa genus-genus Copepoda planktonik yang ditemui di perairan Waduk Klego Boyolali Jawa Tengah didapat 6 Genus 13 spesies Copepoda yaitu Calanus, Paracalanus, Euchaeta, Cyclops, Microsetella, , dan 2 larva yaitu Naupillus. Cyklops adalah Genus Copepoda yang paling sering ditemui di okasi penelitian. Indeks Keragaman Copepoda planktonik di perairan Waduk Klego Boyolali Jawa Tengah sebesar 255 adalah kategori sedang. Faktor abiotik lingkungan di lokasi penelitian suhu permukaan air adalah 29 oC, pH air 6, kelembaban udara permukaan air berkisar antara 60 – 65 %, kecepatan angin berkisar antara 7 – 12 km/jam. Kondisi lingkungan ini adalah kondisi normal untuk habitat Copepoda.
Karakteristik Morfologi Jamur Makroskopis pada Jalur Pendakian di Kawasan Hutan Cemoro Sewu, Kabupaten Magetan, Jawa Timur Nurromadhon, Muhammad Fauzi; Roziaty, Efri
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2022: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jamur adalah salah satu tumbuhan tingkat rendah yang tidak memiliki klorofil sehingga tidak melakukan fotosintetik dan bersifat heterotrof. Habitat Jamur makroskopis umumnya menempel pada serasah di tempat yang lembab dan kurang cahaya matahari. Kawasan Cemoro Sewu, Magetan, Jawa Timur merupakan hutan di Gunung Lawu yang memiliki keanekaragaman vegetasi yang tinggi khususnya pohon. Tujuan penelitian ini untuk Mengetahui Karakteristik morfologi jamur makroskopis yang terdapat di jalur pendakian kawasan Hutan Cemoro Sewu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode jelajah (Survey Eksploratif), dengan penentuan titik menggunakan purposive sampling sehingga lokasi penelitian dibagi menjadi 3 stasiun. Stasiun 1 pada jalur pendakian dengan ketinggian 1.800 – 1.900 m dpl, Stasiun 2 pada jalur pendakian dengan ketinggian 1900-2000 m dpl, dan Stasiun 3 pada jalur pendakian dengan ketinggian lebih dari 2.100 m dpl. Jamur Basidiomycota ditemukan tersebar pada tiga stasiun ketinggian yang berbeda, yaitu pada Stasiun 1, Stasiun 2 dan Stasiun 3. Hasil penelitian mendapatkan 23 spesies jamur makroskopis yang terdiri 5 Ordo, 13 Familia dan 14 Genus. Didoninasi jenis Ganoderma lucidum (Curtis) P. Karst. Dengan karakteristik morfologi jamur makroskopis meliputi perbedaan pada bentuk tudung, warna tudung, permukaan tudung, Perlekatan, serta habitatnya. Data faktor abiotik di dapatkan bahwa habitat yang ditumbuhi oleh jamur makroskopis ini adalh lingkungan dengan suhu sekitar 18 – 26,3 oC dan kelembaban berkisar 62 – 85%. Indeks Keanekaragaman jamur makroskopis di jalur pendakian di Hutan Cemoro Sewu adalah sedang.
Karakteristik Habitat Larva Anopheles vagus pada Persawahan di Desa Rantau Nipis Kabupaten Oku Selatan Suryaningtyas, Nungki Hapsari; Arisanti, Maya; Yahya, Y
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2022: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anopheles vagus merupakan spesies yang masuk dalam daftar penting vektor malaria di Indonesia. Spesies ini telah dikonfirmasi sebagai vektor malaria (Plasmodium falciparum) di Kokap Kabupaten Kulon Progo dan Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan. Larva An. vagus dapat ditemukan baik di habitat alami maupun buatan. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik habitat larva An. vagus di persawahan terkait parameter lingkungan fisik dan biologinya. Larva An. vagus dapat ditemukan pada suhu air 23,8 – 33,9 ̊C dengan derajat keasaman (pH) 6-8,4. Predator yang ditemukan adalah Gerridae, larva capung, Gambusia affinis, Notonectidae dan Dytiscidae. Vegetasi air yang ditemukan antara lain padi, rumput liar, genjer, kangkung dan Myriophyllum aquaticum. Habitat sawah di Desa Rantau Nipis Kabupaten OKU Selatan mendukung perkembangan larva An. vagus. Keberadaan An. vagus pada lahan persawahan dapat menjadi potensi vektor malaria.
Tanaman Sumber Pakan Serangga Penyerbuk di Pekarangan Rumah Warga Desa Dawuhan Kulon Kabupaten Banyumas Sukarsa, S; Bhagawati, Dian; Rahayu, Diana Retna Utarini Suci; Azizah, Zela
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2022: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indetifikasi jenis tanaman sebagai sumber pakan serangga penyerbuk dilakukan dengan memeriksa dan mengamati ketersediaan nektar serta polen pada tanaman berbunga yang terdapat di pekarangan rumah warga Desa Dawuhan Kulon Kabupaten Banyumas. Penelitian ini dilakukan dengan metode survei dan data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada pekarangan warga Desa Dawuhan Kulon Kabupaten Banyumas, yang berada pada ketinggian >500 – 1000 dpl, terdapat 40 jenis tanaman berbunga, yang termasuk kedalam Famili Annonaceae, Hydrangeaceae, Turneraceae, Asteraceae, Malvaceae, Acanthaceae, Amaranthaceae, Lamiaceae, Euphorbiaceae, Portulacaceae, Apocynaceae, Linderniaceae, Orchidaceae, Rosaceae, Nyctaginaceae, Heliconiaceae, Cannaceae, Iridaceae, Rubiaceae, Gesneriaceae, Commelinaceae, Acanthaceae, Oxalidaceae, Campanulaceae, Fabaceae, Verbenaceae, dan Balsaminaceae. Jenis tanaman berbunga yang teridentifikasi sangat bervariasi, yang mengindikasikan bahwa wilayah tersebut berpotensi untuk dikembangkan peternakan lebah madu serta penangkaran kupu-kupu, sebagai pendukung terwujudnya desa eduwisata.
Kombinasi Fungi Mikoriza Arbuskula dengan Penambahan Larutan Nutrisi Air Cucian Beras pada Sistem Hidroponik Dewi, Ratna Stia; Purwati, Endang Sri; Guntari, Novita Hikmatul
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2022: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fungi Mikoriza Arbuskula (FMA) telah diketahui dapat meningkatkan penyerapan unsur hara tanaman melalui pembentukan zona perakaran. Pemberian tambahan soluble fertilizer mampu meningkatkan efektivitas FMA pada pertumbuhan tanaman. Percobaan pada rumah kaca dilakukan untuk mengetahui pengaruh aplikasi FMA melalui sistem hidroponik (sistem wick) dan modifikasi penambahan soluble fertilizer berupa nutrisi dari air cucian beras (leri). Kacang hijau digunakan sebagai tanaman inang, ditanam selama seminggu pada media rockwool dengan penambahan inokulum FMA. Kombinasi dosis FMA yang berbeda (0 dan 3 g) dan penambahan larutan nutrisi (0 dan 5 ml) diuji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi aplikasi FMA dan penambahan air cucian beras dalam larutan nutrisi tambahan memberikan peningkatan pertumbuhan tanaman, pertambahan jumlah daun dan biomassa tanaman. Kombinasi terbaik adalah perlakuan 3 g FMA dan penambahan larutan nutrisi 5 ml dengan tinggi, jumlah daun dan biomassa berturut-turut sebesar 19,97 cm, 5 helai, 0,43 g. Temuan ini menunjukkan aplikasi FMA dengan penambahan larutan nutrisi air cucian beras dalam sistem hidroponik berpotensi untuk praktik di masa depan.
Potensi Fitoremediasi Bambu Air (Equisetum hyemale L.) dalam Mereduksi Logam Berat Kromium Limbah Cair Kain Jumputan dengan Sistem Lahan Basah Buatan Sitia, Merry; Juswardi, J
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2022: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah cair industri kain jumputan mengandung berbagai logam berat yang berasal dari pewarna sintetik, salah satu logam berat yang tekandung adalah kromium. Upaya untuk mengatasi pencemaran akibat limbah cair kain jumputan salah satunya dengan fitoremediasi. Equisetum hyemale Lour. merupakan tumbuhan air yang dapat mengakumulasi logam berat, namun kemampuan adaptasi terhadap limbah cair kain jumputan menggunakan sistem lahan basah buatan belum diketahui. Sehingga perlu dilakukan penelitian dengan tujuan mengetahui potensi, batas konsentrasi yang mampu diremediasi dan respons E.hyemale dalam fitoremediasi limbah cair kain jumputan dengan sistem lahan basah buatan (CWs). Potensi fitoremediasi E.hyemale menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) pada konsentrasi limbah cair 0 % (kontrol), 25 %, 50 %, 75 %, dan 100 % dengan 4 kali pengulangan, sehingga didapatkan 20 unit percobaan. Pengamatan limbah cair terdiri dari variabel pH, BOD, TSS, dan kromium, sedangkan pengamatan E. hyemale berupa berat segar, laju pertumbuhan relative serta respons morfologi E .hyemale. Data kuantitatif yang diperoleh dianalisis varian, jika terdapat perbedaan nyata dilakukan uji lanjut perbandingan berganda Duncans pada  5 % dan data kualitatif berupa respons morfologi E. hyemale disajikan dalam bentuk gambar dan dideskripsikan. Hasil akhir penelitian menunjukkan bahwa E.hyemale memiliki potensi dalam meremediasi limbah cair kain jumputan dengan sistem lahan basah buatan aliran horizontal. Batas konsentrasi untuk fitoremediasi menggunakan E. hyemale terdapat pada 75% limbah cair dengan potensi remediasi logam berat kromium (Cr) sebesar 0,3333 mg/L per hari. Potensi E. hyemale untuk parameter air limbah pH, BOD, TSS, dan Cr pada konsentrasi 75 % limbah cair sebesar 0,0034 per hari, 0,0613 mg/L per hari, 0,0324 mg/L per hari, dan 0,3333 mg/L per hari. Lahan basah buatan horizontal menggunakan media pasir dan kerikil dengan lama waktu retensi 14 hari mempengaruhi potensi E. hyemale dalam penurunan kadar pH, BOD,TSS, dan Cr dengan potensi masing-masing pada konsentrasi 100 % limbah cair 7,3, 60,6 mg/L, 102,20 mg/L, 1,108 mg/L hingga memenuhi baku mutu untuk kadar BOD sebesar 42,5 mg/L, 77,5 mg/L, dan 0,01 mg/L.
Efektivitas Kombinasi Vegetasi Salvinia molesta Mitchell DAN Eichhornia crassipes (Mart.) Solms dalam Fitoremediasi Logam Berat PB Limbah Cair Kain Jumputan Ramadhani, Nur Suci; Juswardi, J
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2022: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kain jumputan merupakan salah satu kerajinan khas Palembang dibuat dengan cara kombinasi beberapa teknik membatik,pada proses pewarnaan kain sering menggunakan zat warna sintetik. Penggunaan pewarna berlebihan dapat memicu masalah karena menghasilkan limbah cair hasil industri yang langsung dibuang ke lingkungan tanpa diolah terlabih dulu dikarenakan belum dilengkapi dengan instalasi pengolahan air limbah (IPAL). Sehingga akan berpotensi menimbulkan limbah cair dengan kandungan logam berat seperti timbal (Pb) yang akan berbahaya bagi lingkungan, manusia dan biota perairan. Upaya mengolah limbah cair dengan menerapkan fitoremediasi menggunakan kiambang (Salvinia molesta Mitchell) dan eceng gondok(Eichhornia crassipes (Mart.) Solms). S. molesta dan E. crassipes diketahui masing-masing memiliki kemampuan mengakumulasi logam berat limbah cair. Sehingga kedua tumbuhan air tersebut dikombinasikan dengan tujuan memilikikeunggulan dalam fitoremediasi menurunkan kadar logam Pb dengan persentase yang lebih besar. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 6 perlakuan, yaitu P0 : tanpa tumbuhan air (kontrol) ; P1 : S. molesta 100 g; P2 : S. molesta 75 g dan E. crassipes 25 g; P3 : S. molesta 50 g dan E. crassipes 50 g; P4 : S. molesta 25 g dan E. crassipes 75 g; P5 : E. crassipes 100 g. Analisis data efektivitas remediasi logam Pb, dan laju pertumbuhan relatif menggunakan analisisvarian, jika signifikan dilanjutkan uji Duncans taraf α 0,05. Hasil penelitian didapat bahwa kombinasi vegetasi S. molesta dan E. crassipes lebih efektif dalam remediasi logam Pb limbah cair kain jumputan yaitu 85,12-85,82% dibandingkan vegetasitunggal S. molesta atau E. crassipes yaitu 81,71-82,10%. Efektivitas fitoremediasi yang lebih baik pada vegetasi kombinasiS. molesta dan E. crassipes juga diikuti oleh LPR yang lebih baik yaitu 0,0142-0,0175 g/hari dibandingkan vegetasi tunggal yaitu 0,0084-0,0125 g/hari. Efektivitas fitoremediasi vegetasi campuran S. molesta dan E. crassipes berpotensi untuk dikembangkan sebagai pengolahan limbah cair kain jumputan.
Keragaman Lichen pada Batang Palem Ekor Tupai (Wodyetia bifurcata L.) Berdasarkan Tingkat Kepadatan Lalu Lintas yang Berbeda Turahmi, Mitra; Harmida, H; Aminasih, Nita
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2022: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lichen merupakan simbiosis antara fungi dan alga yang membentuk individu yang unik sehingga dari segi morfologi dan fisiologi merupakan suatu kesatuan. Keragaman lichen yang tumbuh di pohon dipengaruhi oleh keadaan lingkungan misalnya tingkat pencemaran udara yang dihasilkan oleh gas buangan kendaraan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifkasi jenisjenis lichen secara morfologi yang ditemukan di batang Wodyetia bifurcata serta mengetahui perbedaan jenis lichen yang ditemukan di masing-masing tingkat kepadatan lalu lintas dan jenis lichen yang dapat dijadikan sebagai bioindikator pencemaran udara. Penelitian ini dilaksanakan bulan Desember 2021- Februari 2022, Bertempat di Jl. Parameswara Palembang dan Kawasan Universitas Sriwijaya Indralaya. Identifikasi bertempat di Laboratorium Fisiologi dan Perkembangan Jurusan Biologi. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode jelajah dan untuk hasil dianalisis menggunakan deskriptif kualitatif. Dari penelitian yang dilakukan didapatkan 21 jenis lichen yang hidup di batang palem ekor tupai dan didapatkan 2 tipe talus yakni tipe talus crustose dan foliose dengan organ reproduksi seksual berupa apothecia, perithecia dan pycnidia, dan aseksual berupa soredia dan isidia. Kepadatan lalu lintas berpengaruh kepada warna dan keragaman lichen, semakin tinggi tingkat kepadatan lalu lintas maka warna lichen semakin pudar atau kusam. Pada kawasan kepadatan lalu lintas tinggi didapatkan 2 jenis lichen, kepadatan lalu lintas sedang didapatkan 16 jenis, dan kepadatan lalu lintas rendah didapatkan 18 jenis. Dari hasil didapatkan ada 5 jenis lichen yang dapat dijadikan sebagai bioindikator pencemaran udara antara lain Buellia stellulata, Glyphis cicatricosa, Glyphis scyphulifera, Pyrenula platysoma, Sarcographa tricosa.
Bentuk Kehidupan (Life-Form) Tumbuhan Penyusun Vegetasi di Desa Geyer, Grobogan, Jawa Tengah Putri, Rina Widhia Metha; Santhyami, S
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2022: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Geyer terletak di Kecamatan Geyer, Grobogan, Jawa Tengah dengan ketinggian 100-500 mdpl. Desa Geyer memiliki kawasan hutan yang memiliki berbaga vegetasi dan dengan berbagai bentuk kehidupan (life-form). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berbagai tipe bentuk kehidupan (life-form) penyusun vegetasi di Desa Geyer, Grobogan, Jawa Tengah. Sampling dilakukan pada 1% luas kawasan hutan yang ada di desa Geyer Grobogan, Jawa Tengah. Ukuran plot yang digunakan adalah 10 x 10 m2 kemudian dilakukan pengamatan pada tumbuhan untuk menentukan bentuk kehidupan (life-form) dari setiap spesies yang ditemukan. Besaran penutupan yang telah diketahui diukur dengan skala Braun-Blaquet yang kemudian dibandingkan dengan bentuk kehidupan (life-form) standar Raunkier. Berdasarkan penelitian ini diketahui adanya dominasi dari jenis bentuk kehidupan (life-form) Phanerophyte (218,75%) kemudian disusul oleh Criptophyte (16,86%) dan Hemicryptophyte (7,31%), selajutnya terdapat Therophyte (1,95%) kemudian diurutan terakhir terdapat Chamaeophyte (0,11%). Presentase Phanerophyte memiliki presentase lebih besar dari presentase standar Raunkier. Sedangkan untk bentuk kehidupan (life-form) lainnya memiliki presentase lebih rendah dibanding dengan presentase standar Raunkier.
Distribusi Lichen Genus Lobaria di Jalur Pendakian Cemoro Sewu, Magetan, Jawa Timur Puspitasari, Defi Maretiani; Roziaty, Efri
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2022: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lichen adalah organisme simbiotik antara fungi dan alga. Ada tiga tipe umum life form lichen yaitu crustose, foliose dan fruticose. Crustose adalah lichen yang sangat menempel pada substrat, lichen foliose memiliki bentuk seperti helai daun dan fruticose adalah lichen dengan thalus menyerupai semak (serabut). Lichen foliose umum ditemukan di jalur pendakian Gunung Lawu via Cemoro Sewu salah satunya lichen Lobaria. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui distribusi Lichen Genus Lobaria yang berada di jalur pendakian Cemoro Sewu, Magetan, Jawa Timur. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret 2022 menggunakan metode purposive sampling melalui eksplorasi dengan menelusuri lokasi. Ditemukan sebanyak 4 spesies Lobaria di 8 titik yaitu Lobaria pulmonaria (L) Hoffm., Lobaria scrobiculata (Scop.) P. Gaertn, Lobaria virens (With.) Laundon, dan Lobaria amplissima (Scop) Forss dari Famili Lobariaceae. Spesies yang paling banyak ditemui adalah spesies Lobaria virens (With.) Laundon. Faktor abiotik yang di catat adalah suhu, kelembaban, ketinggian dari permukaan laut. Suhu berkisar antara 15,2 – 21,6 °C, kelembaban 76 – 99 % dan ketinggiannya 1.945 - 2.822 m dpl.