cover
Contact Name
Unang arifin
Contact Email
bcsms@unisba.ac.id
Phone
+6282321980947
Journal Mail Official
bcsms@unisba.ac.id
Editorial Address
UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Jl. Tamansari No. 20, Bandung 40116, Indonesia, Tlp +62 22 420 3368, +62 22 426 3895 ext. 6891
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Bandung Conference Series : Medical Science
ISSN : -     EISSN : 28282205     DOI : https://doi.org/10.29313/bcsms.v2i2
Core Subject : Humanities, Health,
Bandung Conference Series: Medical Science (BCSMS) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Kedokteran dengan ruang lingkup Age, ASI, BPJS Kesehatan, CGT, Dokter layanan primer, Fungsi diastolic, Gender, Hepatitis A dan B, Interval Anak Balita, ISPA, JKN, Nyeri leher, Origin, Paritas, Pasien, Denyut Nadi, Imunisasi, Perawat, Phlebitis, PHBS, pneumonia Abortus Spontan, Pola Menstruasi, rumah sakit Pendidikan, Sektor Informal Pengetahuan, Shift kerja malam, sindrom koroner akut, Status Gizi Mahasiswa kedokteran, status sosio ekonomi, Tekanan Darah, Tingkat Stres, Troponin T , Type of occupation, ventrikel kiri, dan Wanita Premenopause. Prosiding ini diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah Unisba. Artikel yang dikirimkan ke prosiding ini akan diproses secara online dan menggunakan double blind review minimal oleh dua orang mitra bebestari.
Articles 494 Documents
Hubungan Antara Tingkat Pengetahuan Anggota Persit Paldam Jaya Mengenai Kanker Serviks terhadap Sikap dalam Melakukan Skrining Tes Pap Smear Sabrina Ayu Fitria; Meike Rachmawati; Yanti Daryanti
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v3i1.6385

Abstract

Abstract. Cervical cancer is a type of malignancies that causes millions of deaths among women. One of the population that has high risk of having cervical cancer is Army Wives Union (PERSIT). The objective of this study is to describe the effects of PERSIT Paldam Jaya’s members’ knowledge level of cervical cancer as regards to their attitude towards pap smear test, knowing that cervical cancer is preventable with several actions of preventions, one of them is pap smear test. This study uses observational analytical approach in its research and cross-sectional as its method of research. There are 128 subjects who participated in this study. Subjects aged 36-45 dominate (48.4%) the data. Meanwhile, the knowledge level of cervical cancer of most of the groups is categorized as bad (67.9%) and the attitude towards pap smear test is positive (98.4%). Statistically, there are no correlation between PERSIT Paldam Jaya members’ knowledge level of cervical cancer towards their attitudes in the implementation of pap smear test p= 0.62 (p>0,05). The conclusion of this study is there is no correlation between PERSIT Paldam Jaya members’ knowledge level of cervical cancer and their attitudes in the implementation of pap smear test as cervical cancer screening. Abstrak. Kanker serviks adalah keganasan yang menyebabkan jutaan kematian di kalangan wanita. Salah satu bagian penduduk yang berisiko tinggi terkena kanker serviks adalah Persatuan Istri Tentara (PERSIT). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai hubungan tingkat pengetahuan anggota PERSIT Paldam Jaya terhadap kanker serviks dengan sikap mereka terhadap tes pap smear, mengetahui bahwa kanker serviks dapat dicegah dengan beberapa tindakan pencegahan, salah satunya adalah pap smear. Penelitian ini menggunakan pendekatan observasional analitik dan potong lintang sebagai metode penelitiannya. Ada 128 subjek yang berpartisipasi dalam penelitian ini. Subjek berusia 36-45 tahun mendominasi (48,4%) data. Sementara itu, tingkat pengetahuan kanker serviks sebagian besar kelompok dikategorikan buruk (67,9%) dan sikap terhadap tes pap smear positif (98,4%). Secara statistik, tidak ada hubungan tingkat pengetahuan anggota PERSIT Paldam Jaya tentang kanker serviks terhadap sikapnya dalam pelaksanaan tes pap smear p= 0,62 (p>0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah tidak ada hubungan tingkat pengetahuan anggota PERSIT Paldam Jaya tentang kanker serviks terhadap sikap mereka dalam pelaksanaan pap smear sebagai skrining kanker serviks.
Hubungan Kecanduan Game Online dengan Kualitas Tidur Mahasiswa FK Unisba Angkatan 2021 Haidar Nashir; Budiman; Ariko Rahmat Putra
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v3i1.6399

Abstract

Abstract. Too much gameonline have been shown to have a detrimental influence on sleep quality. every day and at the same time, this is a common symptom (more than 4 hours) then the problem arises i.e. psychological disorders, causing gaming addiction behavior, social aspects, difficulty concentrating the teaching and learning process, Decreased motivation to learn, all of this of course has a direct impact on the quality of your sleep. The sampling technique used is probability sampling by means of simple random sampling and the formula of the two proposed hypothesis test. This research uses observational analytical design, quantitative with cross sectional research design. It shows that students who are addicted to online games with a severe degree of ML mostly have very poor sleep quality, namely 16 people (48.5%) followed by online game addiction with a normal degree of ML who have quite good quality sleep as many as 15 people (48.4%). The quality of sleep was very good for students who were not addicted to online ML games, namely 9 people (29%). The Chi Square test showed a P value of 0.001 (P value <0,05) bile legend games and sleep quality in Bandung Islamic University students class of 2021. It is necessary to do research on the relationship of factors that affect sleep quality. In addition, further research is needed on the relationship between online game addiction and sleep quality in different populations and a larger number of subjects. Abstrak. Terlalu banyak bermain gameoline telah terbukti memiliki pengaruh yang merugikan pada kualitas tidur. setiap hari dan pada waktu yang sama, ini adalah gejala umum (lebih dari 4 jam) maka muncul masalah yaitu gangguan psikologi, menyebabkan perilaku kecanduan game, aspek sosial, sulit berkonsentrasi proses belajar mengajar, menurunnya motivasi belajar, Semua ini tentu saja berdampak langsung pada kualitas tidur mahasiswa angkatan 2021. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah probability sampling dengan cara simple random sampling dan rumus uji hipotesis dua proposi. Penelitian ini menggunakan rancangan observational analitik, kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. menunjukkan mahasiswa yang kecanduan gameonline ML derajat berat paling banyak memiliki kualitas tidur yang sangat buruk, yaitu 16 orang (48,5%) disusul oleh kecanduan gameonline ML derajat normal memiliki kualitas tidur cukup baik sebanyak 15 orang (48,4%). Kualitas tidur yang sangat baik pada mahasiswa yang tidak mengalami kecanduan gameonline ML, yaitu 9 orang (29%). Uji Chi Square menunjukkan hasil nilai P = 0,001 (nilai P P<0,005). Terdapat adanya hubungan antara kecanduan game online mobile legend terhadap kualitas tidur di mahasiswa universitas islam bandung angkatan 2021 yang signifikan. Perlu dilakukan penelitian hubungan faktor yang memengaruhi kualitas tidur. Selain itu, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang hubungan di antara kecanduan game online dan kualitas tidur pada populasi yang berbeda dan jumlah subjek yang lebih besar.
Literature Review: Perbandingan Efek Whey Protein plus Vitamin D dengan Whey Protein plus Latihan Aktivitas Fisik terhadap Penurunan Berat Badan Dewasa Obesitas Revan Muhammad; Herry Garna; Titik Respati
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v3i1.6404

Abstract

Abstract. Obesity is defined as abnormal or excessive fat accumulation that presents a risk to health. Another important alteration is an increase in fat mass, mainly in fat free mass (FFM) deposits, such as bones, liver, and muscles. Resistance training (RT) and nutrition are interventions that have been shown to improve the quality of life. It can be obtained by consuming whey protein, vitamin D, and physical activity training. The literature review method is carried out based on issues, methodologies, similarities and further research proposals. The 2 studies, both used randomized controlled trial. The population is adults with obesity. The results obtained based on two studies found that whey protein with physical activity training can reduce weight significantly. Conclusion whey protein with vitamin d can lose weight but not as significant as whey protein with physical activity training. Abstrak. Obesitas didefinisikan sebagai penumpukan lemak berlebihan akibat dari ketidakseimbangan asupan dan pengeluaran energi. Perubahan penting lainnya adalah peningkatan massa lemak, terutama pada deposit massa bebas lemak (FFM), seperti tulang, hati, dan otot. Latihan aktivitas fisik maupun nutrisi merupakan intervensi yang telah terbukti dapat meningkatkan kualitas hidup. Salah satunya didapat dengan konsumsi whey protein, vitamin D, dan latihan aktivitas fisik. Metode Literature review dilakukan berdasarkan issue, metodologi, persamaan dan proposal penelitian lanjutan. Dari 2 penelitian yang digunakan keduanya menggunakan studi randomized controlled trial. Populasinya adalah orang dewasa dengan obesitas. Hasil yang didapat berdasar dua penelitian didapatkan whey protein dengan latihan aktivitas fisik dapat menurunkan berat badan yang signifikan. Kesimpulan whey protein dengan vitamin d dapat menurunkan berat badan namun tidak signifikan seperti whey protein dengan latihan aktivitas fisik.
Gambaran Penyakit Covid-19 di Puskesmas Cempaka Arum Kota Bandung Tahun 2021 Utami Muliawati Suherlan; Ratna Dewi Indi Astuti; Adjat S. Rasjad
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v3i1.6407

Abstract

Abstract. COVID -19 is an infectious disease caused by Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS CoV-2). SARS CoV-2 is a new variant that comes from the coronavirus group. Transmission of the SARS virus occurs through droplets that spread easily when humans interact or have direct contact within a certain distance. However, as the SARS-CoV-2 virus evolves, mutations occur, giving rise to new virus variants with a higher transmission rate. This study aims to determine the incidence, patient characteristics based on age and gender, the severity of symptoms, and the percentage of COVID-19 sufferers in one house at the Cempaka Arum Health Center in Bandung City in 2021. The research method used is a descriptive cross-sectional research method. The research population in this study were COVID-19 patients in the city of Bandung. Meanwhile, the sample in this study were COVID-19 patients in 2021 who were recorded and came for treatment at the Cempaka Arum Health Center in Bandung City. Variables used in this study include incidence, age, gender, speed of transmission, and severity of COVID-19. The data analysis used was univariate. The results showed that the incidence of COVID-19 had decreased, the age of the patients was mostly in the range of 26-61 years (58.5%), the most were women (52.79%), the severity of the symptoms of the patients were generally mild and asymptomatic, and the transmission speed of the disease had increased. It is suggested that in the research, the health workers at the Cempaka Arum Health Center should provide socialization and education to the community for the prevention and control of the COVID-19 case. Abstrak. COVID-19 merupakan penyakit menular yang diakibatkan oleh Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS CoV-2). SARS CoV-2 ialah varian baru yang berasal dari kelompok coronavirus. Penularan virus SARS- terjadi melalui droplet yang tersebar secara mudah ketika manusia melakukan interaksi atau kontak langsung dalam jarak tertentu Pada awal penyebarannya, daya penularan virus tersebut rata-rata masih tergolong cukup rendah,. Namun semakin lama wabah ini berkembang, terjadi mutasi pada virus SARS-CoV-2 dan memunculkan varian virus yang baru dengan tingkat penularan yang lebih tinggi.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui insidensi kejadian, karakteristik pasien berdasarkan usia dan jenis kelamin, tingkat keparahan gejala dan persentasi penderita COVID-19 dalam satu rumah di Puskesmas Cempaka Arum Kota Bandung pada tahun 2021. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian deskriptif dengan cross sectional. Populasi Penelitian pada penelitian ini adalah pasien COVID-19 di Kota Bandung. Sedangkan, sampel dalam penelitian ini adalah pasien COVID-19 pada tahun 2021 yang terdata dan datang berobat di Puskesmas Cempaka Arum Kota Bandung. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini meliputi insidensi kejadian, usia dan jenis kelamin, kecepatan transmisi dan tingkat keparahan COVID-19. Analisis data yang digunakan adalah univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa insidensi kejadian COVID-19 mengalami penurunan, usia pasien paling banyak kelompok usia 26-61 tahun (58.5%), paling banyak perempuan (52.79%) tingkat keparahan gejala pasien umumnya tanpa gejala dan gejala ringan, kecepatan transmisi pasien mengalami peningkatan. Disarankan dalam penelitian, pihak petugas kesehatan di Puskesmas Cempaka Arum harus memberikan sosialisasi dan edukasi pada masyarakat untuk pencegahan dan pengendalian kasus COVID-19.
Perilaku Merokok pada Siswa SMA Hasmaul yunanda; Caecielia Makaginsar; Susan Fitriyana
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v3i1.6408

Abstract

Abstract. For adolescents, smoking is a symbolic thing because it can make them look stronger and more mature. Smoking is considered by adolescents to provide peace, reduce feelings of anxiety, and make it easier to concentrate. Smoking has both positive and negative impacts on adolescents. This study aims to determine smoking behavior among high school students at SMAN 2 Sungai Limau in 2022. This research was conducted in August 2022 with an analytic observational design using a cross-sectional study. The subjects of this study were 115 high school students who met the inclusion and exclusion criteria and were selected by the consecutive sampling technique. Primary data was collected by completing a validated smoking behavior questionnaire. The results showed that most of the respondents had a light smoking behavior of as much as 82.6%. Light smoking behavior is because in the area of West Sumatra, on average, every child from the age of four has studied religion and recited the Quran in a surau or mosque. Because they are equipped with religious knowledge from an early age, this is enough to equip students with the knowledge that smoking is prohibited and causes more harm. Abstrak. Bagi remaja, merokok adalah hal yang simbolis karena bisa menjadikan dirinya seseorang yang terlihat lebih kuat, matang, dan dewasa. Merokok dianggap oleh remaja memberikan ketenangan, mengurangi perasaan gelisah, dan berkonsentrasi jadi lebih mudah. Merokok memiliki dampak positif dan negatif pada remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku merokok pada siswa SMA di SMAN 2 Sungai Limau pada tahun 2022. Penelitian ini dilakukan pada Agustus 2022 dengan desain analytic observational menggunakan studi cross-sectional. Subjek penelitian ini berjumlah 115 siswa SMA yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi serta dipilih dengan teknik consecutive sampling. Pengumpulan data diambil melalui data primer dengan pengisian kuesioner perilaku merokok yang telah tervalidasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki perilaku merokok ringan sebanyak 82,6%. Perilaku merokok ringan dikarenakan di daerah Sumatera Barat rata-rata setiap anak dari umur empat tahun sudah belajar ilmu agama dan mengaji di surau atau masjid. Dikarenakan dibekali ilmnu agama sejak dini, hal tersebut cukup untuk membekali pengetahuan siswa bahwa rokok hukumnya makruh serta lebih banyak mudaratnya.
The Perbedaan Fungsi Paru Antara Siswa yang Merokok dan Tidak Merokok di SMAN 1 Karawang Tahun Ajaran 2022-2023 Rafif Naufal Rizqullah; Widayanti; Rizki Perdana
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v3i1.6411

Abstract

Abstract. Smoking has become a bad habit that is considered normal, especially among teenagers. Harmful substances contained in cigarettes can interfere with lung function. The purpose of this study was to find differences between students who smoke and do not smoke at SMAN 1 Karawang. This research method is analytic observational with cross sectional design. The number of samples in this study amounted to 120 people, consisting of 80% of smoking students and 20% of non-smoking students, who were selected by simple random sampling. Data was taken through a questionnaire based on the Brinkman index and spirometry examination in September 2022. The research data was processed using chi-square with SPSS version 25. The smoking degree classification shows that all smokers are light smokers. The results of the FEV1 score showed that the majority of students had normal lung function (89%), some students with mild obstructive disorder (10%), and only 1 student with moderate degree of obstruction (0.8%). FVC assessment showed that the majority of students had normal lung function (98.3%) and the rest had mild restriction disorders (1.7%). The ratio between FEV1/FVC showed that the majority of students had normal lung function (87.5%), and other students had obstructive disorders (10.8%) and restriction disorders (1.7%). There was no significant difference between smoking habit and lung function (p=0.117). Insignificant results may be influenced by other factors that contribute to lung parenchymal damage. Abstrak. Merokok sudah menjadi kebiasaan buruk yang dianggap wajar khususnya di kalangan remaja. Zat berbahaya yang terkandung dalam rokok dapat mengganggu fungsi paru. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mencari perbedaan antara siswa yang merokok dan tidak merokok di SMAN 1 Karawang. Metode penelitian ini adalah observasional analitik dengan desain cross sectional. Jumlah sampel pada penelitian ini berjumlah 120 orang, terdiri dari 80% siswa yang merokok dan 20% siswa yang tidak merokok, yang dipilih dengan simple random sampling. Data diambil melalui kuesioner berdasarkan indeks Brinkman dan pemeriksaan spirometri pada bulan September 2022. Pengolahan data penelitian dilakukan menggunakan chi-square dengan SPSS versi 25. Klasifikasi derajat merokok menunjukkan seluruh perokok merupakan perokok ringan. Hasil nilai VEP1 menunjukkan mayoritas siswa memiliki fungsi paru normal (89%), beberapa siswa dengan gangguan obstruksi ringan (10%), dan hanya 1 siswa dengan derajat obstruksi sedang (0,8%). Penilaian KVP menunjukkan mayoritas siswa memiliki fungsi paru normal (98,3%) dan sisanya mengalami gangguan restriksi ringan (1,7%). Rasio antara VEP1/KVP menunjukkan mayoritas siswa memiliki fungsi paru normal (87,5%), dan siswa lainnya memiliki gangguan obstruksi (10,8%), dan gangguan restriksi (1,7%). Tidak terdapat perbedaan yang bermakna antara kebiasaan merokok dengan fungsi paru (p=0,117). Hasil yang tidak signifikan dapat dipengaruhi oleh faktor lain yang berkontribusi terhadap kerusakan parenkim paru.
Hubungan Posisi Duduk saat Pembelajaran dalam Jaringan dengan Kejadian Nyeri Punggung Bawah pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung Muhammad Ilham Tahid; RB.Soeherman Herdiningrat; Mia Kusmiati
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v3i1.6437

Abstract

Abstract. The era of COVID-19 pandemic has made policy changes such as lectures being conducted online so that students need to sit for a long time in front of electronic screens. This can increase musculoskeletal problems such as low back pain. This can cause health problems and decrease student learning concentration so it is necessary to research the relationship between sitting position during online lectures and the incidence of low back pain. The purpose of this study was to determine the relationship between sitting position during online learning and the incidence of low back pain in the Unisba Faculty of Medicine students class of 2019. This research is analytic with a cross-sectional approach. The subjects of this study, namely Unisba FK students class of 2019, consisted of 100 people who were taken using a purposive sampling technique. Data collection in this study was taken using the Nordic Standardized Questionnaire and assessment of sitting position according to the Occupational Safety and Health Administration. Data analysis used the chi-square test. The results of the study found that students who sat the most in non-ergonomic positions were 68.0% and students who had low back pain were as much as 67.0%. The results of this study indicate that there is a relationship between sitting position during online learning and the incidence of low back pain p: 0.001. In other words, students sitting in non-ergonomic positions have a 4.5 times greater risk of experiencing low back pain, with a degree of confidence (95% CI: 1.8-11.2). This is due to non-ergonomic sitting position, age, female gender, and body mass index. The sitting position that is not ergonomic causes increased intra-disk pressure, stiffness occurs in the lumbar spine, and stiffness of the lower back muscles which can cause low back pain. Abstrak. Era pandemi COVID-19 menjadikan perubahan kebijakan seperti perkuliahan yang dilakukan secara daring sehingga mahasiswa perlu duduk lama didepan layar elektronik. Hal tersebut dapat meningkatkan masalah pada muskuloskeletal seperti kejadian nyeri punggung bawah. Hal tersebut dapat menyebabkan menurunnya konsentrasi belajar mahasiswa sehingga perlu dilakukan penelitian tentang hubungan posisi duduk saat kuliah daring dengan kejadian nyeri punggung bawah. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui hubungan posisi duduk saat pembelajaraan daring dengan kejadian nyeri punggung bawah pada mahasiswa FK Universitas Islam Bandung angkatan 2019. Penelitian ini bersifat analitik dengan pendekatan cross sectional. Subjek penelitian ini, yaitu mahasiswa FK Universitas Islam Bandung angkatan 2019 terdiri dari 100 orang yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data pada penelitian ini, diambil menggunakan kuesioner Nordic Standardized Questionnaire dan penilaian posisi duduk menurut Occupational Safety and health Administration. Analisis data menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian didapatkan bahwa mahasiswa paling banyak duduk dengan posisi tidak ergonomi sebanyak 68,0% serta mahasiswa yang memiliki kejadian nyeri punggung bawah sebanyak 67,0%. Hasil penelitian ini menunjukan terdapat hubungan antara posisi duduk saat pembelajaran daring dengan kejadian nyeri punggung bawah menunjukkan nilai (p: 0,001). Dengan kata lain bahwa mahasiswa duduk dengan posisi tidak ergonomi berisiko 4,5 kali lebih besar mengalami keluhan nyeri punggung bawah, dengan derajat kepercayaan (95% CI: 1,811,2). Hal ini disebabkan posisi duduk yang tidak ergonomi, faktor usia, jenis kelamin wanita dan indeks massa tubuh. Posisi duduk yang tidak ergonomi menyebabkan peningkatan tekanan intra-diskus, terjadi kekakuan pada tulang belakang bagian lumbar, dan kekakuan otot punggung bawah sehingga dapat menyebabkan nyeri punggung bawah.
Studi Literatur: Faktor Risiko Dermatitis Kontak pada Pekerja Putri Dwi Rahmasari; Herri S. Sastramihardja; Julia Hartati
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v3i1.6439

Abstract

Abstract. Contact dermatitis is inflammation of the skin caused by contact with exogenous substances characterized by itching, redness, scaling, vesicles and papules. Trigger factors for contact dermatitis can come from exposure to chemicals, personal hygiene, duration of contact, and other individual factors. The purpose of this study is to explain the risk factors for contact dermatitis in workers. The method used is a literature study by collecting several previous studies regarding risk factors for contact dermatitis in workers. The results of this study explain contact dermatitis starting from definition, causes, risk factors, pathogenesis, and signs and symptoms. Thus it can be concluded that the risk factors for contact dermatitis can come from exposure to chemicals for a long time, type of work, and other individual factors. Abstrak. Dermatitis kontak adalah inflamasi pada kulit yang disebabkan oleh kontak dengan zat eksogen yang ditandai dengan gatal, kemerahan, bersisik, vesikula, dan papul. Faktor pemicu dermatitis kontak dapat berasal dari paparan bahan kimia, personal hygiene, lama kontak, dan faktor individu lain. Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan mengenai faktor risiko dermatitis kontak pada pekerja. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan mengumpulkan beberapa penelitian terdahulu mengenai faktor risiko dermatitis kontak pada pekerja. Hasil dari penelitian ini menjelaskan mengenai dermatitis kontak mulai dari definisi, penyebab, faktor risiko, patogenesis, dan tanda gejala. Dengan demikian dapat disimpulkan faktor risiko dermatitis kontak dapat berasal dari paparan bahan kimia dalam waktu lama, jenis pekerjaan, dan faktor individu lainnya.
Pengaruh Gambaran Radiografi Thoraks dan Trombosit dengan Keparahan Pasien Covid-19 Fauzan Rahman Latama; Sadeli Masria; Yani Triyani
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v3i1.6443

Abstract

Abstract. Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) is a disease caused by Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus-2 (SARS-CoV-2). There is some way to diagnose Covid-19 patient, one of which is thrombocyte and imaging of Chest X-ray. The purpose of this study is to determine the relationship between thrombocyte value and imaging of Chest x-ray in severity of Covid-19 patients. This research uses total sampling method. The subject of this study was medical records of patients diagnosed Covid-19 who were hospitalized at Al-Islam Hospiital Bandung for the time period between January-March 2021. Data analysis used the chi square test. The result of this study showed that thrombocyte value has no significant relationship with severity in Covid-19 patients (p-value = 0.392) and Chest x-ray imaging has significant relationship with severity in Covid-19 Patients (p-value = 0.0001.). This study concluded that thrombocyte value has no significant relationshop with severity in Covid-19 patients and chest x-ray imaging has significant relationship with severity in Covid-19 patients. Abstrak. Coronavirus disease 2019 (Covid-19) merupakan penyakit infeksi virus yang penyebabnya adalah virus yang bernama severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2). Ada berbagai cara untuk melakukan diagnosis pasien Covid-19, seperti menggunakan jumlah trombosit dan gambaran Radiografi thoraks. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan jumlah trombosit dan gambaran radiografi thoraks dengan tingkat keparahan pada pasien Covid-19. Penelitian ini menggunakan metode total sampling. Subjek penelitian ini adalah rekam medis pasien terkonfirmasi Covid-19 yang dirawat inap di Rumah Sakit Al-Islam Bandung periode Januari-Maret 2021. Analisis data menggunakan uji chi square. Hasil dari penelitian ini menyatakan nilai trombosit dengan tingkat keparahan pasien Covid-19 tidak memiliki hubungan (p-value = 0.392) dan menyatakan gambaran chest x-ray dengan tingkat keparahan pasien Covid-19 memiliki hubungan (p-value = 0.0001). kesimpulan dari penelitian ini adalah nilai trombosit dan tingkat keparahan pasien Covid-19 tidak memiliki hubungan dan gambaran radiografi toraks memiliki hubungan dengan tingkat keparahan pasien Covid-19.
Scoping Review: Mekanisme Antihiperkolesterolemi Kandungan Bawang Putih Tunggal (Allium Sativum Linn) pada Hewan Model Celine Erditha; Annisa Rahmah Furqaani; Tita Barriah Siddiq
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v3i1.6454

Abstract

Abstract. Cardiovascular disease (CVD) is the main cause of death from non-communicable diseases (PTM) in various countries, including Indonesia. Hypercholesterolemia is the main risk factor for CVD. RISKESDAS KEMENKES RI in 2018 noted that 21.2% of Indonesia's population had borderline total cholesterol levels, and 7.6% had high levels. Single garlic (Allium sativum L.), one of Indonesia's biodiversity resources, is known to have a hypolipidemic effect. The high content of bioactive compounds in Allium sativum L., such as flavonoids, saponins, and SAC, plays a major role in reducing blood cholesterol levels. This study aims to determine the effect and mechanism of single garlic bioactive compounds on blood cholesterol levels. Scoping review is the method used, and there are six databases used, namely Proquest, Hindawi, Pubmed, Scopus, Embase, and Garuda. There were 3179 journals with 415 articles that met the inclusion criteria, 4 articles that met the exclusion criteria and PICOS, and 4 articles that met the eligibility criteria. The results of this study showed a decrease in total cholesterol (TC) levels after being given a bioactive compound from the alcoholic extract of Allium sativum L. at various doses, by increasing the activity of antioxidant enzymes and lecithin-cholesterol acyl transferase (LCAT). In conclusion, the single bioactive compound of garlic extract is effective in lowering cholesterol levels through increasing the activity of antioxidant enzymes and LCAT. Abstrak. Cardiovascular disease (CVD) menjadi penyebab kematian utama penyakit tidak menular (PTM) diberbagai negara termasuk Indonesia. Hiperkolesterolemia merupakan faktor risiko utama CVD. RISKESDAS KEMENKES RI tahun 2018 mencatat, 21,2% penduduk Indonesia memiliki kadar kolesterol total borderline dan 7,6% tinggi. Bawang putih tunggal (Allium sativum L.) salah satu keanekaragaman hayati Indonesia yang dikenal memiliki efek hipolipidemik. Tingginya kandungan senyawa bioaktif pada Allium sativum L. seperti flavonoid, saponin dan SAC menjadi pemeran utama dalam menurunkan kadar kolesterol dalam darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan mekanisme kandungan senyawa bioaktif bawang putih tunggal terhadap kadar kolesterol darah. Scoping review menjadi metode yang digunakan, terdapat enam database yang digunakan yaitu Proquest, Hindawi, Pubmed, Scopus, Embase dan Garuda. Terdapat 3179 jurnal dengan 415 artikel yang sesuai dengan kriteria inklusi, 4 artikel yang sesuai dengan kriteria ekslusi dan PICOS serta 4 artikel yang sesuai dengan kriteria kelayakan. Hasil penelitian ini menunjukan adanya penurunan kadar Total Cholesterol (TC) setelah diberikan senyawa bioaktif dari ekstrak alkohol Allium sativum L. dengan berbagai dosis, melalui peningkatan aktivitas enzim antioksidan dan lecithin-cholesterol acyl transferase (LCAT). Simpulan, senyawa bioaktif ekstrak bawang putih tunggal efektif dalam menurunkan kadar kolesterol melalui peningkatan aktivitas enzim antioksidan dan LCAT.