cover
Contact Name
Unang arifin
Contact Email
bcsms@unisba.ac.id
Phone
+6282321980947
Journal Mail Official
bcsms@unisba.ac.id
Editorial Address
UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Jl. Tamansari No. 20, Bandung 40116, Indonesia, Tlp +62 22 420 3368, +62 22 426 3895 ext. 6891
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Bandung Conference Series : Medical Science
ISSN : -     EISSN : 28282205     DOI : https://doi.org/10.29313/bcsms.v2i2
Core Subject : Humanities, Health,
Bandung Conference Series: Medical Science (BCSMS) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Kedokteran dengan ruang lingkup Age, ASI, BPJS Kesehatan, CGT, Dokter layanan primer, Fungsi diastolic, Gender, Hepatitis A dan B, Interval Anak Balita, ISPA, JKN, Nyeri leher, Origin, Paritas, Pasien, Denyut Nadi, Imunisasi, Perawat, Phlebitis, PHBS, pneumonia Abortus Spontan, Pola Menstruasi, rumah sakit Pendidikan, Sektor Informal Pengetahuan, Shift kerja malam, sindrom koroner akut, Status Gizi Mahasiswa kedokteran, status sosio ekonomi, Tekanan Darah, Tingkat Stres, Troponin T , Type of occupation, ventrikel kiri, dan Wanita Premenopause. Prosiding ini diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah Unisba. Artikel yang dikirimkan ke prosiding ini akan diproses secara online dan menggunakan double blind review minimal oleh dua orang mitra bebestari.
Articles 494 Documents
Gambaran Kebiasaan Sarapan Pagi dan Produktivitas Kerja Pekerja Bagian Produksi Pabrik PT Kaldu Sari Nabati Indonesia Sultan Hudzaifah Jihan Fadhilah; Mia Kusmiati; Yudi Feriandi
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v3i1.6292

Abstract

Abstract. In the era of globalization, the problem of human resources is the focus for companies, especially maintaining employee work productivity. High work productivity can be achieved by achieving optimal health conditions. One of the factors of work productivity is the adequate nutrition of workers and to improve nutrition is to create breakfast habits. This study aims to find out an overview of breakfast habits with the labor productivity of PT Kaldu Sari Nabati Indonesia. The study uses an observational descriptive method with a cross-sectional approach. The research population is the factory workforce of PT Kaldu Sari Nabati Indonesia. Purposive sampling was taken on 97 workers who met the inclusion and exclusion criteria. Data analyzed descriptively. The most frequency distribution of study subjects was men (86.6%) with 95% CI (0.784–0.92), age >21 years (68%) CI 95% (0.582–0.765), working for <5 years (73.2%) with CI 95% (0.636 – 0.81), breakfast habits (97.9%) with CI 95% (0.928–0.994) and high work productivity (91.8%) with CI 95% (0.846–0.958). In conclusion, out of 97, 95 workers have breakfast habits and 2 workers do not eat breakfast and out of 97 there are 89 workers with high productivity and 8 workers with low productivity. Conduct further research with other factors that cause productivity or look for relationships between these factors and productivity. Abstrak. Di era globalisasi, masalah sumber daya manusia menjadi tumpuan bagi perusahaan utamanya menjaga produktivitas kerja karyawan. Produktivitas kerja yang tinggi dapat dicapai dengan tercapainya kondisi Kesehatan optimal. Salah satu faktor produktivitas kerja adalah tercukupinya gizi pekerja dan untuk meningkatkan gizi adalah menciptakan kebiasaan sarapan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kebiasaan sarapan pagi dengan produktivitas pekerja kerja PT Kaldu Sari Nabati Indonesia. Penelitian menggunakan metode deskriptif observasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah pekerja pabrik PT Kaldu Sari Nabati Indonesia. Pengambilan sampel diambil secara purposive sampling terhadap 97 pekerja yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Data dianalisis secara deskriptif. Didapatkan distribusi frekuensi subjek penelitian paling banyak adalah, laki-laki (86,6%) dengan CI 95% (0.784–0.92), usia >21 tahun (68%) CI 95% (0.582–0.765), bekerja selama <5 tahun (73,2%) dengan CI 95% (0.636 – 0.81), kebiasaan sarapan pagi (97,9%) dengan CI 95% (0.928–0.994) dan produktivitas kerja tinggi (91.8%) dengan CI 95% (0.846–0.958). Simpulannya dari 97 terdapat 95 pekerja memiliki kebiasaan sarapan pagi dan 2 pekerja tidak sarapan serta dari 97 terdapat 89 pekerja dengan produktivitas tinggi dan 8 pekerja produktivitas rendah. Dilakukan penelitian lebih lanjut dengan faktor-faktor lain yang menyebabkan produktivitas atau mencari hubungan antara faktor-faktor tersebut dengan produktivitas.
Hubungan Derajat Stres dengan Kejadian Akne Vulgaris pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Unisba Tingkat Dua dan Tiga Indah Aini; Deis Hikmawati; Gemah Nuripah
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v3i1.6296

Abstract

Abstract. Acne vulgaris (AV) is a common skin disease, especially in adolescents. Medical students experience more stress than study program students in the non-medical sector. Stress is thought to be one of the components that impact AV by increasing androgen hormones from the adrenal organs and sebum production. The purpose of this study was to determine the relationship between the degree of stress and the occurrence of AV in second and third-grade students of the Faculty of Medicine, Unisba. Method cross-sectional. The number of samples is 100 people with consecutive sampling techniques. Data was collected through the Stress Questionnaire from the International Stress Management Association (ISMA) and AV based on visual assessment through facial photos and observations for the period March-August 2022. Data analysis used the chi-square test. The results showed that of the 5 respondents who experienced mild stress, 4 respondents (80%) experienced AV and 1 respondent (20%) did not experience AV. Then, of the 46 respondents who experienced moderate stress, 22 respondents (47,8%) experienced AV and 24 respondents (52,2%) did not experience AV. Meanwhile, of the 49 respondents who experienced severe stress, 25 respondents (51%) experienced AV and 24 respondents (49%) did not experience AV. P-value = 0,393. The conclusion of this study, there is no significant relationship between the degree of stress and the occurrence of AV. Keywords: Acne vulgaris, adolescents, degree of stress. Abstrak. Akne vulgaris (AV) adalah penyakit kulit yang umum terjadi terutama pada remaja. Mahasiswa kedokteran lebih banyak mengalami stres yang tinggi dibandingkan dengan mahasiswa program studi di sektor non-medis. Stres diduga salah satu komponen yang berdampak pada AV dengan meningkatkan hormon androgen dari organ adrenal dan produksi sebum. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan derajat stres dengan kejadian AV pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Unisba tingkat dua dan tiga. Rancangan penelitian observasional analitik dengan metode cross sectional. Jumlah sampel 100 orang dengan teknik consecutive sampling. Pengambilan data melalui Stress Questionnaire dari International Stress Management Association (ISMA) dan AV berdasarkan penilaian penglihatan melalui foto wajah serta observasi periode Maret–Agustus 2022. Analisis data menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan dari 5 responden yang mengalami stres ringan, 4 responden (80%) mengalami AV dan 1 responden (20%) tidak mengalami AV. Kemudian, dari 46 responden yang mengalami stres sedang, 22 responden (47,8%) mengalami AV dan 24 responden (52,2%) tidak mengalami AV. Adapun, dari 49 responden yang mengalami stres berat, 25 responden (51%) mengalami AV dan 24 responden (49%) tidak mengalami AV. Nilai p-value = 0,393. Simpulan penelitian ini, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara derajat stres dengan kejadian AV. Kata Kunci: Akne vulgaris, derajat stres, remaja.
Hubungan Lama Duduk Dengan Kejadian Nyeri Punggung Bawah Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Unisba Tingkat 3 Tahun 2022 Wizdan Nafi Alfiansyah; Cice Tresnasari; Susanti dharmmika
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v3i1.6299

Abstract

Abstract. Globally, there were 568.4 million common cases of low back pain in 2019 and the incidence was higher in students at the Faculty of Medicine with relatively tight class hours. This study aims to determine the relationship between prolonged sitting and the incidence of low back pain in third year students of the Faculty of Medicine Unisba in 2022. This type of research is quantitative with an analytic observational method and a cross sectional approach design. The instrument used is a questionnaire. A sample of 134 third year students at the Faculty of Medicine, Unisba in 2022, used the total sampling technique. The data analysis used was univariate and chi square test for bivariate analysis. Most of third year students of the Faculty of Medicine Unisba in 2022 experience lower back pain. It was found that there was a significant relationship between sitting duration and complaints of low back pain in 3rd year Unisba Medical Faculty students in 2022 with p-value = 0.034 (p <0.05). Sitting for a long time causes an increase in muscle contractions which produce waste products in the form of lactic acid and then cause pain in the lower back. It was concluded that prolonged sitting was associated with lower back pain. Keywords: Prolonged Sitting, Medical Student, Low Back pain Abstrak. Secara global, terdapat 568,4 juta kasus umum nyeri punggung bawah pada tahun 2019 dan insidensi lebih tinggi pada mahasiswa Fakultas Kedokteran dengan jam kuliah yang terbilang padat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan lama duduk dengan kejadian nyeri punggung bawah pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Unisba tingkat 3tahun 2022. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode observasional analitik dan rancangan pendekatan cross sectional. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner. Sampel sebanyak 134 mahasiswa tingkat 3 Fakultas Kedokteran Unisba tahun 2022 dengan teknik total sampling. Analisis data yang digunakan adalah univariat dan uji chi square untuk analisis bivariat. Sebagian besar mahasiswa Fakultas Kedokteran Unisba tingkat 3 tahun 2022 mengalami nyeri punggung bawah. Didapatkan bahwa terdapat hubungan bermakna antara lama duduk dengan keluhan nyeri punggung bawah pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Unisba tingkat 3 tahun 2022 dengan p-value= 0.034 (p < 0,05). Hal tersebut karena duduk dalam waktu lama menyebabkan peningkatan kontraksi otot yang menghasilkan produk sisa berupa asam laktat dan kemudian mengakibatkan nyeri pada punggung bawah. Disimpulkan lama duduk berhubungan dengan nyeri punggung bawah. Kata Kunci: Duduk Lama, Mahasiswa Fakultas Kedokteran, Nyeri Punggung Bawah
Work From Home Berpengaruh terhadap Kejadian Obesitas pada Aparatur Sipil Negara Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya Muhammad Faris Fikri Anshori Anshori; Zulmansyah; Ariko Rahmat Putra Putra
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v3i1.6300

Abstract

Abstract. As a result of the Covid 19 pandemic, the government issued Work From Home (WFH) for State Civil Apparatus (ASN). The problem in this study is that the existence of the WFH policy on ASN at the Tasikmalaya City Health Service will change the work environment, physical activity, and employee eating patterns which are thought to have an impact on the incidence of obesity. The purpose of this study was to determine and analyze the effect of WFH as measured by the work environment, physical activity and eating patterns on the incidence of obesity. The research method used was a survey with a quantitative approach, the population in this study were ASN in the Structural Field of the Tasikmalaya City Health Service as many as 91 people, the determination of the sample was taken randomly as many as 48 people. Data analysis used multiple linear regression analysis, because the work environment, physical activity and eating patterns are considered as independent variables. Based on the results of the study it was found that WFH as measured by work environment, physical activity and diet had a strong effect on the incidence of obesity with a contribution of 40%, where diet had the greatest influence on the incidence of obesity. Abstrak Akibat adanya pandemi Covid 19, pemerintah mengeluarkan kebijakan Work From Home (WFH) bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN). Permasalahan dalam penelitian ini adalah dengan adanya kebijakan WFH pada ASN Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, akan merubah lingkungan kerja, aktifitas fisik, dan pola makan pegawai yang diduga berdampak pada kejadian obesitas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh WFH yang diukur berdasarkan lingkungan kerja, aktifitas fisik dan pola makan terhadap kejadian obesitas. Metode penelitian yang digunakan adalah survey dengan pendekatan kuantitatif, populasi dalam penelitian ini adalah ASN Bidang Struktural Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya sebanyak 91 orang, penentuan sampel diambil secara acak sebanyak 48 orang. Analisis data menggunakan analisis regresi linier berganda, dikarenakan lingkungan kerja, aktifitas fisik dan pola makan dianggap sebagai variabel yang berdiri sendiri. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa WFH yang diukur berdasarkan lingkungan kerja, aktifitas fisik dan pola makan berpengaruh kuat terhadap kejadian obesitas dengan kontribusi sebesar 40%, dimana pola makan memiliki pengaruh yang paling besar terhadap kejadian obesitas.
Hubungan Fisioterapi dengan Kualitas Hidup Pasien Osteoarthritis Lutut di RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya Periode Maret-Agustus 2022 Halida Nur Azizah; Meta Maulida Damayanti; Amri Junus
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v3i1.6302

Abstract

Abstract. Knee Osteoarthritis (OA) is a chronic musculoskeletal disorder, the worldwide’s major cause of pain and disability. This disease does not only have an impact on the physical, but affects other aspects such as mental, emotional, and social, so that it can ultimately reduce the quality of life of the knee OA patients. One of the treatment options that can be done is physiotherapy, with one of the goals is to improve the quality of life. The purpose of this research is to analyze the relationships between physiotherapy and quality of life of the knee OA patients in RSUD dr Soekardjo Tasikmalaya City. This research was conducted with analytic observational methods by cross-sectional approach. This research was conducted at RSUD dr Soekardjo Tasikmalaya City on 55 outpatients for the period March–August 2022 who were selected consecutively. The results of the univariate statistical test showed that 22 patients had physiotherapy and 33 patients did not have physiotherapy with the characteristics of 65% were female and 42% were aged ≥ 60 years. Patients filled out the SF-36 quality of life questionnaire, then bivariate analysis was performed with SPSS via the chi-square test. The results of the bivariate analysis showed that there was a significant relationship between physiotherapy and the quality of life of patients with knee OA at RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya City (P=0.001). The conclusion of this research is that physiotherapy is related to the quality of life of patients with knee OA. Keywords: Knee Osteoarthritis, Physiotherapy, Quality of Life. Abstrak. Osteoarthritis (OA) lutut adalah gangguan muskuloskeletal kronis yang menjadi penyebab utama nyeri dan disabilitas di seluruh dunia. Penyakit ini tidak hanya berdampak pada fisik, tetapi memengaruhi aspek lain seperti mental, emosional, dan sosial, sehingga akhirnya dapat menurunkan kualitas hidup penderita OA lutut. Salah satu pilihan terapi yang dapat dilakukan adalah fisioterapi, dengan salah satu tujuannya untuk meningkatkan kualitas hidup. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan fisioterapi dengan kualitas hidup penderita OA lutut di RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya. Penelitian ini dilakukan dengan metode observasional analitik menggunakan pendekatan cross-sectional. Penelitian ini dilakukan di RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya pada 55 pasien rawat jalan periode Maret–Agustus 2022 yang dipilih secara consecutive. Hasil uji statistik univariat didapatkan 22 pasien melakukan fisioterapi dan 33 pasien tidak melakukan fisioterapi dengan karakteristik 65% perempuan dan 42% berusia ≥ 60 tahun. Pasien mengisi kuesioner kualitas hidup SF-36, kemudian dilakukan analisis bivariat dengan SPSS melalui uji chi-square. Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan bermakna antara fisioterapi dengan kualitas hidup penderita OA lutut di RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya (P=0,001). Simpulan dari penelitian ini adalah fisioterapi berhubungan dengan kualitas hidup penderita OA lutut. Kata Kunci: Fisioterapi, Kualitas Hidup, Osteoarthritis Lutut.
Studi Literatur: Aktivitas Fisik Jalan Kaki Sebagai Pengendalian Berat Badan Indriani Sekar Arum; Fajar Awalia Yulianto; Eva Rianti Indrasari
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v3i1.6304

Abstract

Abstract. Obesity is ranked the fifth leading cause of death globally and has many other adverse health effects. The risk of obesity can be prevented by physical activity, and walking is the most common physical activity. In young adults, it is recommended to walk> 10,000 steps/day to avoid obesity. The purpose of this study was to find evidence of the relationship between the number of daily steps and the waist-to-hip ratio from previous studies. This study uses the method of literature study. The results showed that the number of daily steps >10,000 steps/day could reduce weight gain, and there is a relationship between the number of daily actions and the incidence of obesity. Keywords: Obesity, Daily Steps. Abstrak. Obesitas berada diperingkat kelima sebagai penyebab kematian secara global dan memiliki banyak dampak buruk kesehatan lainnya. Risiko obesitas dapat dicegah dengan melakukan aktivitas fisik, aktivitas fisik yang paling sering dilakukan adalah berjalan kaki. Pada orang dewasa muda dianjurkan untuk berjalan kaki >10.000 langkah/hari untuk mencegah terjadinya obesitas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mencari bukti hubungan jumlah langkah harian dengan rasio lingkar pingang pinggul dari penelitian-penelitian terdahulu. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah langkah harian >10.000 langkah/hari dapat mengurangi kenaikan berat badan dan terdapat hubungan antara jumlah langkah harian dengan kejadian obesitas. Kata Kunci: Obesitas, langkah harian.
Hubungan antara Jenis Kelamin, Usia Anak, dan Jumlah Leukosit dengan Derajat Klinis Demam Berdarah Dengue pada Anak Karina Pricilia Driva
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v3i1.6305

Abstract

Abstrak. DBD adalah salah satu masalah kesehatan masyarakat Indonesia, dengan faktor risiko yang beragam diantaranya usia dan jenis kelamin. Selain usia dan jenis kelamin, pemeriksaan jumlah leukosit seringkali dilakukan pada pasien DBD karena pada pasien DBD cenderung mengalami penurunan jumlah leukosit. Penelitian ini menggunakan metode analitik dengan desain penelitian cross sectional study. Sampel penelitian diambil dari Januari - Desember 2021, dengan cara melihat rekam medis pasien yang berisi informasi pasien, hasil pemeriksaan serologis IgG dan IgM, derajat klinis serta hasil pemeriksaan darah rutin. Didapatkan responden sebanyak 154 orang yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi, paling banyak jenis kelamin perempuan (52,3%), dengan usia terbanyak antara 5-18 tahun (63%), dan jumlah kasus sebagian besar memiliki jumlah leukosit berkisar 3.500-12.000/mm3 (57,8%). Hasil uji Chi-square ditemukan bahwa tidak terdapat hubungan bermakna antara usia, jenis kelamin maupun jumlah leukosit dengan derajat klinis DBD. Tidak terdapat hubungan antara usia, jenis kelamin, dan jumlah leukosit dengan derajat klinis DBD. Kata Kunci: DBD, derajat klinis DBD, jenis kelamin, leukosit, usia.
Systematic Review: Khasiat Antikanker Sediaan Daun Kelor (Moringa oleifera) terhadap Pertumbuhan Kanker Paru Zahrah Qanitah; Maya Tejasari; Umar Islami
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v3i1.6321

Abstract

Abstract: Moringa leaves (Moringa oleifera) have various pharmacological effects, such as antioxidant, anti-inflammatory, antimicrobial and anticancer activities. The anticancer effects present in various Moringa oleifera leaf preparations affect the proliferation and apoptosis of lung cancer. The purpose of this study was to analyze the effect of giving Moringa oleifera leaf preparations on the growth of lung cancer. A systematic review method was carried out using the Pubmed, ProQuest, ScienceDirect, and SpringerLink databases, pre-clinical research designs (in vitro and in vivo) in 2012–2022 articles. Search obtained 684 articles, screened to 327 articles. Then a PICOS analysis was carried out and three articles were obtained which would be critically reviewed. The results showed that administration of Moringa oleifera leaf preparations reduced proliferation and increased apoptotic activity in lung cancer cells. A decrease in cell proliferation was seen in the presence of cell cycle arrest and the modulation of cell cycle-related proteins, namely decreased expression of cyclin D1 and cyclin E, but increased expression of p21. Cell death triggered by apoptosis can be seen from decreased expression of Bcl2 and increased expression of the Bax gene. Caspase activity can trigger apoptosis in cancer cells. The results of a significant increase in caspase-3/7 were seen after administration of Moringa leaf extract while the results of a very significant increase were seen in caspase-9. Induction of apoptosis after administration of moringa leaf preparations depends on the type of caspase. Abstrak. Daun kelor (Moringa oleifera) memiliki berbagai efek farmakologi, seperti aktivitas antioksidan, antiinflamasi, antimikroba, dan antikanker. Efek antikanker yang ada di dalam berbagai sediaan daun Moringa oleifera memengaruhi proliferasi dan apoptosis kanker paru. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis efek pemberian sediaan daun kelor (Moringa oleifera) terhadap pertumbuhan kanker paru. Dilakukan metode systematic review menggunakan database Pubmed, ProQuest , ScienceDirect, dan SpringerLink, desain penelitian pra-klinik (in vitro dan in vivo) pada artikel tahun 2012–2022. Pencarian didapat 684 artikel, diskrining menjadi 327 artikel. Kemudian dilakukan analisis PICOS dan didapatkan tiga artikel yang akan ditelaah kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian sediaan daun kelor (Moringa oleifera) dapat menurunkan proliferasi dan meningkatkan aktivitas apoptosis pada sel kanker paru. Penurunan proliferasi sel terlihat dengan adanya penghentian siklus sel dan adanya modulasi protein terkait siklus sel, yaitu penurunan pada eskpresi siklin D1 dan siklin E, tetapi meningkatkan ekspresi p21. Kematian sel yang dipicu oleh apoptosis dapat dilihat dari penurunan ekspresi Bcl2 dan peningkatan eskpresi gen Bax. Aktivitas caspase dapat memicu apoptosis pada sel kanker. Hasil peningkatan signifikan pada caspase-3/7 terlihat setelah pemberiaan ekstrak daun kelor sedangkan hasil peningkatan yang sangat signifikan terlihat pada caspase-9. Induksi apoptosis setelah pemberian sediaan daun kelor bergantung pada jenis caspase.
Efikasi Diri dan Tingkat Stres pada Pelajar SMA Negeri 1 Cibitung Selama Pembalajaran di Masa Pandemi Covid-19 Bunga Rachma; Budiman; Rizki Perdana
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v3i1.6341

Abstract

Abstract. Self-efficacy is an individual's belief or perception in managing and carrying out an action in order to achieve certain goals in accordance with the expectations and ability of an individual to assess the competence he has in organizing, carrying out tasks for goals and producing something. This study aims to determine the relationship between self-efficacy knowledge and stress levels in Cibitung 1 Public High School students during learning during the COVID-19 pandemic. The hypothesis in this study is that there is a relationship between self-efficacy and stress levels in SMA Negeri 1 Cibitung students. This study used a quantitative method by conducting observational analysis to see the relationship between self-efficacy and stress levels. Respondents in this study were 174 students and used a probability sampling technique with the simple random sampling method to determine the sample. The tools used by researchers are the GSE and the PSS. Statistical test using Fisher's Exact Test. In conclusion, there is a relationship between self-efficacy knowledge and stress levels in Cibitung 1 Public High School students during learning during the COVID-19 pandemic. Students who have a high level of self-efficacy will be able to face the learning process during the COVID-19 pandemic which causes stress levels to appear. Abstrak. Efikasi diri mengatur serta melaksanakan suatu tindakan demi mencapai tujuan tertentu yang sesuai dengan harapan serta kemampuan seorang individu untuk menilai kompetensi yang dimiliki dalam mengatur, melaksanakan tugas untuk tujuan dan menghasilkan sesuatu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan efikasi diri dengan tingkat stres pada pelajar SMA Negeri 1 Cibitung selama pembelajaran di masa pandemi COVID-19. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan melakukan analisis observasional subjek penelitian 174 pelajar dan menggunakan teknik non probability sampling dengan metode consecutive sampling untuk menentukan sampel. Kuesiner yang digunakan peneliti adalah GSE dan PSS. Uji statistik menggunakan fisher’s exact test. Simpulan, terdapat hubungan antara efikasi diri dengan tingkat stres pada pelajar SMA Negeri 1 Cibitung selama pembelajaran di masa pandemi COVID-19. Pelajar yang memiliki tingkat efikasi diri tinggi akan mampu menghadapi proses pembelajaran di masa pandemi COVID-19 yang menyebabkan muncul nya tingkat stres.
Hubungan Derajat Insomnia dan Kejadian Migrain pada Mahasiswa Tingkat 3 Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung Fadhlan Rovie Effendie; Widayanti; Tryando Bhatara
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v3i1.6377

Abstract

Abstract. The prevalence of insomnia and migraines is known to be high among university students. However, research that focuses on the relationship between the degree of insomnia and the incidence of migraine in medical students is still limited. To answer this question, this study focuses on the relationship between the degree of insomnia and the incidence of migraine among medical students. This study aims to describe the degree of insomnia and the description of the incidence of migraine as well as the relationship between the two variables in grade 3 students at the Faculty of Medicine, Islamic University of Bandung in 2022. The method used in this study was cross-sectional which was conducted on 75 research subjects by filling out the Insomnia Severity Index questionnaire. (ISI) and the Migraine Screen Questionnaire (MS-Q). The sampling technique used purposive sampling and statistical analysis using the Chi Square test. The results showed that the majority of research subjects experienced insomnia and migraines. These results indicate that there is a relationship between the degree of insomnia and the incidence of migraine in the study subjects. Abstrak. Prevalensi insomnia dan migrain diketahui tinggi pada kalangan mahasiswa. Namun penelitian yang berfokus pada hubungan derajat insomnia dan kejadian migrain pada mahasiswa kedokteran masih terbatas. Untuk menjawab persoalan tersebut, penelitian ini berfokus pada kaitan antara derajat insomnia dan kejadian migrain di kalangan mahasiswa kedokteran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran derajat insomnia dan gambaran kejadian migrain serta hubungan antara kedua variabel pada mahasiswa tingkat 3 Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung tahun 2022. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah cross sectional yang dilakukan pada 75 subjek penelitian melalui pengisian kuesioner Insomnia Severity Index (ISI) dan kuesioner Migraine Screen Questionnaire (MS-Q). Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dan analisis statistik menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas subjek penelitian mengalami insomnia dan migrain. Hasil tersebut menunjukkan terdapatnya hubungan antara derajat insomnia dan kejadian migrain pada subjek penelitian.