cover
Contact Name
Rekno Sulandjari
Contact Email
rekno.sulandjari@gmail.com
Phone
+6282135231314
Journal Mail Official
rekno.sulandjari@gmail.com
Editorial Address
Jl. Banjarsari Barat 1 Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Egaliter
Published by Universitas Pandanaran
ISSN : 25807889     EISSN : 25976877     DOI : -
Majalah ilmiah Egaliter memiliki latar belakang disiplin ilmu komunikasi dan Kehumasan dengan konten tentang proses interaksi untuk menuju pemahaman sebuah konsep demi tujuan perkembangan hubungan yang lebih baik. Akan terbit secara berkala, berisi hasil penelitian dari para pemerhati dalam proses komunikasi, baik dari kalangan pengajar maupun pengamat sosial, internal maupun eksternal Universitas Pandanaran. Artikel yang disajikan bertujuan untuk menginspirasi secara praktis, teoritis dan sosial para pelaku komunikasi sehingga lebih hergonomis dalam mengambil sebuah kebijakan.
Articles 78 Documents
KORELASI MEDIA PEMBELAJARAN E-LEARNING DAN EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN DI SD NEGERI KESE KECAMATAN GRABAG KABUPATEN PURWOREJO SELAMA PANDEMI COVID-19 Rekno Sulandjari; Fitri Alfiah
Jurnal Egaliter Vol 5, No 9 (2021): Jurnal Egaliter Vol.5 No.9 Oktober 2021
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.877 KB)

Abstract

Dalam proses belajar-mengajar kehadiran media mempunyai arti yang cukuppenting. Karena dalam kegiatan tersebut ketidakjelasan bahan yang disampaikandapat dibantu dengan menghadirkan media sebagai perantara. Kerumitan bahanyang akan disampaikan kepada anak didik dapat disederhanakan dengan bantuanmedia. Serta dalam suatu lembaga pendidikan harus mempunyai kualifikasi guruyang baik, agar tidak terjadinya kesenjangan di dalam proses belajar-mengajar.Dalam arti para calon pendidik harus mempunyai pengalaman dan pengetahuanyang tinggi dan proses berfikir yang kreatif dalam menyampaikan gagasan kepadapara siswa-siswanya. Selain tenaga pendidik yang berkualitas, saran dan prasaranasekolah haruslah memadai, dengan begitu para siswa dapat menggunakan danmemanfaatkan media pembelajaran sebagai penunjang kegiatan belajar-mengajar dari rumah. Seorang guru tentu saja harus dapat menerapkan media apa yang palingtepat dan sesuai untuk tujuan tertentu, penyampaian bahan tertentu, suatu kondisibelajar siswa, dan untuk penggunaan strategi atau metode yang memang telahterpilih. Penggunaan media pendidikan erat kaitannya dengan tahapan berpikirtersebut, sebab melalui media pendidikan hal-hal yang tidak jelas dapat dijelaskan,dan hal-hal yang sulit dapat disederhanakan. Menurut Bringgs media pembelajaranadalah alat untuk memberikan perangsang bagi siswa agar terjadi proses belajardimana media dapat dilihat, didengar dan dipraktekkan. Seiring denganperkembangan dan pertumbuhan penduduk maka semakin banyak pula kebutuhanakan pendidikan, pendidikan yang baik adalah pendidikan yang mampumenghasilkan hasil yang berkualitas dan mampu berdaya saing dengan orang lain,hal tersebut tentu tidak terlepas dari sarana dan prasarana atau media pembelajaranyang mendukung serta kualitas tenaga pendidik yang relevan. Hal demikianmengakibatkan siswa termasuk guru harus wajib dapat memilih atau menggunakanmedia pendidikan dalam proses pembelajaran terutama dalam massa pandemi covid-19 tahun 2020. Adapun hasil penelitian menunjukkan bahwa kategorisasi MediaPembelajaran E-Learning di SD Negeri Kese Kecamatan Grabag KabupatenPurworejo termasuk pada kategorisasi sedang sebesar 61%, sedangkan kategorisasiEfektivitas Pembelajaran di SD Negeri Kese Kecamatan Grabag KabupatenPurworejo mayoritas juga masuk katergori sedang yaitu sebesar 55%. Sedangkanhasil penelitian di atas disimpilkan bahwa terdapat adanya hubungan positifkategori sedang antara media pembelajran e-learning (x) dengan efektivitaspembelajaran e-learning dengan (y) sebanyak 99,64 % yang ditunjukkan padaTabel Tabulasi Silang.Kata Kunci : efektifitas, e-learning , media, pembelajaran
EFEKTIVITAS MEDIA INTERNAL MAJALAH GEMA SERASI SEBAGAI SARANA PEMENUHAN KEBUTUHAN INFORMASI PEGAWAI PEMERINTAH DAERAH DI KANTOR BUPATI SEMARANG
Jurnal Egaliter Vol 1, No 1 (2017): Jurnal Egaliter, Volume 1 No. 1 Juli 2017
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (435.399 KB)

Abstract

Konsep PR dipahami dan digunakan oleh pihak–pihak swakta maupun negri, berpotensi mengejar profit maupun lembaga yang bersifat sosial dengan berbagai macam pemahaman dan berbagai macam bentuk implementasinya. Bisa diartikan bahwa di perusahaan swasta, PR sudah diposisikan di level strategis. Pemahaman manajemen terhadap peran dan fungsi PR sudah sangat baik sehingga PR diapresiasi begitu tinggi dan ditempatkan dalam fungsi strategic management sejajar dengan fungsi manajemen yang lain dan berperan secara strategis dalam memberikan advokasi kepada manajemen dan perusahaan.Salah satu bentuk komunikasi yang dapat dilakukan oleh PR untuk membina komunikasi dengan publik internalnya adalah melalui media internal perusahaan. Semakin pembaca memiliki keterikatan dengan media internal dari suatu perusahaan (lokasi perusahaan), maka media internal yang dibuat akan semakin efektif (Siregar Pasaribu, 2000: 17). Media internal adalah suatu sarana penyampaian dan penerimaan informasi yang semata-mata bersifat internal (khusus untuk para staf dan pegawai) dan bersifat eksternal (yang juga diarahkan kepada pihak luar tertentu) di kalangan perusahaan, dan biasanya bersifat non komersial (Jefkins, 2004: 145). Media yang dibuat oleh PR seringkali disebut private publications (publikasi dibuat sendiri), seperti house journal (majalah atau surat kabar perusahaan), annual report (laporan tahunan), company profile (profil perusahaan), proposal, selebaran/brosur, billboard cetak dan elektronik (Ardianto, 2013: 141).Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, dan sesuai dengan indikator pemenuhan kebutuhan informasi, bahwa sebanyak 82,8% (82 responden) menyatakan bahwa pemenuhan kebutuhan informasi pegawai pemerintah daerah di Kantor Bupati Semarang terhadap Majalah Gema Serasi masuk pada kategori terpenuhi yang dapat dibuktikan pada tabel 3.53. Demikian juga terdapat hubungan antara efektivitas Majalah Gema Serasi (variabel X) dengan pemenuhan kebutuhan informasi (variabel Y) pada tabel 3.54 yang terbukti bahwa mayoritas responden yaitu sebanyak 74 responden (74,7%) menyatakan Majalah Gema Serasi yang efektif maka pemenuhan kebutuhan informasinya terpenuhi.Keywords : Karyawan, Kebutuhan Informasi, PR, Publik Internal
MEMAHAMI IMPRESSION MANAGEMENT PADA SELEBSMULE
Jurnal Egaliter Vol 2, No 03 (2018): Jurnal Egaliter Vol. 02 No.03 Oktober 2018
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (584.246 KB)

Abstract

Di era globalisasi saat ini, muncul aneka media sosial dengan bentuk baru, salah satunya yaitu aplikasi Smule yang merupakan kategori musik dan audio. Dengan Smule, pengguna bisa mempublikasikan karaoke atau menyanyikan lagu dengan menggunakan smartphone. Hampir sama dengan facebook, twitter, instagram, si pemilik akun mampu memfollow atau difollow. Tidak sedikit yang memanfaatkan ini mungkin sebatas gemar, atau untuk mencari popularitas.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana strategi yang digunakan oleh selebsmule dalam proses presentasi diri yang dapat dilihat melalui fitur di menu Feed yang berisi timeline pemilik akun Smule dimana bertujuan untuk memperoleh kesan dari pengguna Smule lain yang dapat mendengarkan maupun ikut bergabung dari rekaman yang telah diposting. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori pengelolaan kesan (impression management ) yang merupakan perluasan dari teori Dramaturgi Erving Goffman. Impression management yang mereka lakukan sangat menarik untuk diteliti karena memiliki perbedaan karakter antara penampilan di panggung depan dengan kehidupan nyata mereka di panggung belakang. Dengan demikian bisa menandakan eksistensi dirinya di dunia maya dan memberikan ruang yang seluas-luasnya bagi setiap individu (user) untuk berkreasi, khususnya dalam menampilkan diri masing-masing. Melalui dramaturgi berupa appeareance, manner, dan setting di panggung depan akan diperoleh impression management dalam membentuk citra sesuai dengan apa yang diinginkan. Pokok bahasan dalam penelitian ini mengenai Impression Management pada selebsmule. Peneliti mengungkap komponen-komponen apa saja yang dipersiapkan oleh seorang pengguna agar tetap eksis di Smule.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Narasumber yang digunakan dalam penelitian ini merupakan sepuluh pengguna aktif Smule. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori dramaturgi. Narasumber yang diteliti yaitu sebanyak sepuluh pengguna aktif Smule sebanyak lima pengguna wanita dan lima pengguna pria dengan karakteristik yang telah ditentukan. Oleh karena itu tulisan ini bertujuan untuk mengurai cara presentasi diri yang dilakukan oleh pengguna melalui aplikasi Sing! Karaoke by Smule.Kata Kunci: Pengelolaan Kesan, Dramaturgi, Smule
Hubungan Cara Komunikasi Dosen Dalam Proses Perkuliahan Terhadap Efisiensi Pemahaman Materi Kuliah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Angkatan 2016-2018 Di Universitas Pandanaran Semarang
Jurnal Egaliter Vol 3, No 4 (2019): Jurnal Egaliter Vol.3 No.4 Oktober 2019
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini diangkat dari sebuah latar belakang tentang pengaruh komunikasidosen terhadap mahasiswa jurusan politik angkatan 2016-2018 universitaspandanaran semarang dalam penelitian ini mahasiswa diharapkan dapatmenumbuhkan dan meningkatkan sikap komunikasi yang baik. Didalammenjawab masalah tersebut penulis menggunakan metode penelitian dekskriptifkuantitatif dengan jumlah polpulasi 55 mahasiswa . penulis melakukanpengumpulan data dengan cara menghimpun berbagai buku tentang komunikasi .yang berhubungan dengan pembahasan atau kepustakaan dan mengadakanpenelitian lapangan dengan menggunakan metode penelitian deksriptif kuantitatifdan tehnik penganjuran sempel yang digunakan adalah total sampling,denganmenggunakan kusioner sebagai pengumpulan data penelitian dengan jumlahreposnden sebanyak 55 orangHasil penelitian didapat, tingkat respon responden terhadap cara komunikasi(Variabel X) sebanyak 100% yaitu 55 orang dalam kategori tinggi,0% yaitu tidakada responden dalam kategori sedang,0% yaitu tidak ada responden dalamkategori rendah. tingkat respon responden terhadap kinerja karyawan sebanyak100% yaitu 55 orang responden dalam kategori tinggi, 0% yaitu tidak ada dalamkategori sedang dan 0% yaitu tidak ada dalam kategori rendah.Berdasarkan tabel tabulasi silang hasil perhitungan 2 variabel diperolehmayoritas sebanyak 100% responden menyatakan pengaruh cara komunikasidosen terhadap efisiensi pemahaman mahasiswa dalam kategori tinggi. Melaluipenelitian ini disaran kan kepada dosen dan mahasiswa jurusan ilmu politikuniversitas pandanaran semarang agar meningkatkan proses komunikasiKeywords : efesiensi pemahaman, komunikasi inter persona, komunikasi dosendengan mahasiswa
HUBUNGAN PEMILIHAN MEDIA IKLAN TERHADAP KETERTARIKAN MINAT PEMBELIAN KONSUMEN PERUMAHAN SUBSIDI GRAHA MARITZA KALIWUNGU
Jurnal Egaliter Vol 5, No 8 (2021): Jurnal Egaliter Vol.5 No.8 Maret 2021
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.263 KB)

Abstract

Sebagai negara yang sedang berkembang, Indonesia mengalami tingginya angka pertambahan penduduk. Konsekuensi logis dari pertambahan penduduk ini adalah semakin tinggi pula kebutuhan akan rumah yang merupakan salah satu kebutuhan primer bagi masyarakat. Namun, pada dasarnya membeli rumah bukanlah hal yang mudah bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Pada akhirnya banyak pemukiman padat penduduk yang terkesan kumuh bermunculan di kota-kota besar. Menyaksikan kondisi banyak masyarakat yang menempati rumah tak layak huni, maka pemerintah mengeluarkan sebuah program yang diberi nama Program Nasional Sejuta Rumah atau Rumah Subsidi.Pada penelitian ini akan membahas salah satu rumah subsidi yang ada di Kaliwungu, yaitu Perumahan Subsidi Graha Maritza. Berlokasi di desa Protomulyo, Kaliwungu Selatan. Perumahan ini mulai dibuka pada pertengahan bulan September 2018. Pada awal dibuka, pembeli sangat antusias mengenai perumahan baru ini. Namun pada bulan Mei 2019, didapati mulai terjadi penurunan penjualan rumah di Perumahan Subsidi Graha Maritza. Disamping banyaknya muncul pesaing baru, faktor lain yang mempengaruhi ialah kurangnya inovasi pada media iklan yang dipakai, yang mana dulu hanya mengandalkan media cetak. Sementara perkembangan teknologi semakin canggih dimana kita dapat mengakeses informasi dengan mudah melalui smartphone. Setelah dievaluasi, maka perusahaan mulai gencar beriklan melalui media sosial guna menarik minat pembelian rumah kembali.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Hubungan Pemilihan Media Iklan Terhadap Ketertarikan Minat Pembelian Konsumen di Perumahan Subsidi Graha Maritza Kaliwungu. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh tamu yang datang di kantor pemasaran dengan jumlah sampel 100 responden. Variabel dalam penelitian ini terdiri dari dua variabel variabel independent (X) merupakan iklan dan variabel dependent (Y) merupakan minat beli. Data yang diperoleh adalah hasil dari kuesioner. Dalam penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif, dimana penelitian kuantitatif menekankan analisisnya pada data-data numerikal (angka) yang diolah dengan metode statistika. Hasil analisis data menunjukan bahwa pemilihan media iklan termasuk dalam kategori sangat tinggi (61%) dan minat pembelian rumah juga termasuk dalam kategori sangat tinggi (56%).Kata Kunci: Media Iklan, Minat Beli
HUBUNGAN TAYANGAN KARTUN UPIN DAN IPIN TERHADAP PERILAKU IMITASI ANAK Sinta Petri Lestari; Fitriyani Fitriyani
Jurnal Egaliter Vol 6, No 11 (2022): Jurnal Egaliter Vol.6 No.11 Oktober 2022
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada zaman sekarang ini, televisi merupakan media elektronik yang mampu menyebarkan berita secara cepat dan memiliki kemampuan mencapai khalayak dalam jumlah tak terhingga pada waktu yang bersamaan. Televisi dengan berbagai acara yang ditayangkan telah mampu menarik minat pemirsanya dan membuat pemirsanya ketagihan untuk selalu menyaksikan acara-acara yang ditayangkan. Penelitian ini membahas hubungan tayangan kartun Upin Ipin terhadap perilaku imitasi anak. Tipe penelitian yang dilakukan penulis adalah deskriptif kuantitatif diamana metode ini menganalisis dan menyajikan fakta secara sistematik sehingga dapat lebih mudah di pahami dan di simpulkan. Teori yang digunakan adalah Teori Kultivasi, yaitu teori yang memperkirakan dan menjelaskan pembentukan persepsi, pengertian, dan kepercayaan mengenai dunia sebagai hasil dari mengonsumsi pesan media dalam jangka panjang. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa PAUD Tunas Harapan dengan jumlah 35 siswa.Variabel dalam penelitian ini terdiri dari dua variabel yaitu variabel independent (X) dan variabel dependent (Y). Variabel independent (X) merupakan tayangan kartun Upin Ipin dan variabel dependent (Y) merupakan perilaku imitasi. Data yang di peroleh adalah hasil kuesioner. Dalam penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif, dimana penelitian kuantitatif menekankan analisisnya pada data-data numerikal (angka) yang di olah dengan metode statistika. Hasil analisis data menunjukan bahwa menonton tayangan kartun Upin Ipin termasuk dalam kategori sangat tinggi sebesar 40 %, pengaruh terhadap perilaku imitasi anak termasuk dalam kategori tinggi sebesar 40%.Keywords: Tayangan Kartun, Perilaku Meniru Anak, Teori Kultivasi, Media Elektronik
LITERASI MEDIA MENUJU GENERASI EMAS BEBAS STUNTING DESA MENUR KECAMATAN MRANGGEN KABUPATEN DEMAK Adi Sasmito; Rekno Sulandjari; Leonardo Budi Hasiholan; Sri Praptono
Jurnal Egaliter Vol 7, No 12 (2023): Maret 2023
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Didorong dengan adanya target tahun 2024 angka stunting secara nasional bisa turun hingga 14 persen. Maka dari itu, banyak program yang diimplementasikan guna mencapai penurunan kasus stanting di 12 provinsi yang diprioritaskan. Saat ini angka stunting nasional masih tinggi yaitu sekitar 24,4% atau kira-kira 5,33 juta balita mengalami stunting.Namun demikian fenomena stanting di desa Menur hampir tidak ditemui. Oleh karenanya untuk preventif fenomena stunting ini, perlu digiatkan berbagai program yang mendukung pemahaman warga akan gejala dan karakteristik stanting itu sendiri. Dari program yang dijalankan, didsapatkan hasil bahwa masyarakat Desa Menur yang memiliki anak balita sebanyak 33 orang dan 4 orang ibu yang sedang hamil sangat memahami dan antusias dalam menerima sosialisasi media menuju generasi emas bebas stunting di lingkungannya. Ditemukan juga adanya fenomena stanting yang semakin dipahami sebagai salah satu bentuk keperdulian orang tua dalam mengasuh, membesarkan anak-anaknya dan anggota keluarga yang lain dengan memaksimalkan asupan gizi dari semenjak ibu hamil hingga bayi terlahir perlu ASI dan makanan pendamping ASI jika bayi telah mencukupi usianya yaitu minimal 6 bulan.Hasil dari kegiatan ini terlihat ada peningkatan adanya pemahaman jenis-jenis indikator dan ciri-ciri serta karakteristik penderita stanting bukan hanya indikator berat, namun indikator ringan juga sudah mulai dipahami. Sehingga antisipasi dan pemulihannya lebih cepat. Capaian fenomena stanting sampai di angka zero bukan mustahil jika terdapat kesadaran bersama antara warga setempat dan aparat terkait. Harapan ke depan tak ada balita yang mengalami stanting dan mencetak generasi emas bukan lagi sebuah masalah yang sulit. Kata Kunci: Literasi, Media, Stanting Encouraged by the 2024 target, the national stunting rate can drop to 14 percent. Therefore, many programs have been implemented to achieve a reduction in stunting cases in the 12 priority provinces. Currently, the national stunting rate is still high, namely around 24.4% or approximately 5.33 million children under five are stunted.However, the phenomenon of stunting in Menur village is almost non-existent. Therefore, to prevent the phenomenon of stunting, it is necessary to activate various programs that support people's understanding of the symptoms and characteristics of stunting itself. From the program implemented, it was found that the people of Menur Village, who have 33 toddlers and 4 pregnant mothers, are very understanding and enthusiastic about receiving media socialization towards a golden generation free of stunting in their environment. It was also found that there is a phenomenon of stunting which is increasingly understood as a form of parental concern in caring for, raising their children and other family members by maximizing nutritional intake from the time a pregnant woman is born until the baby is born. minimum 6 months.The results of this activity show that there is an increase in understanding of the types of indicators and the characteristics and characteristics of stunting sufferers, not only indicators of severe, but light indicators have also begun to be understood. So that anticipation and recovery are faster. The achievement of the stunting phenomenon to zero is not impossible if there is shared awareness among local residents and related officials. The hope is that in the future no toddlers will experience stunting and creating a golden generation will no longer be a difficult problem.Key Words: Literacy, Media, Stunting
PERANAN MEDIA HARIAN SINAR INDONESIA BARU (SIB) DALAM MENYAMPAIKAN INFORMASI DI ERA PANDEMI COVID-19 Emmelia Arihta Ginting; Daniel Bangun; Elok Perwirawati; Ika Mestika Malau
Jurnal Egaliter Vol 7, No 12 (2023): Maret 2023
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring terjadinya pandemi Covid-19 di dunia, berita-berita bohong atau hoax semakin gencar beredar di media sosial.  Banyak masyarakat, terutama di Indonesia, yang mempercayai berita hoax tersebut, meski banyak pula yang tidak mempercayainya. Dalam kondisi semacam itu, peran media massa seperti halnya Harian Sinar Indonesia Baru (SIB) menjadi sangat penting. Tidak saja untuk menangkal berita-berita hoax tersebut, melainkan juga untuk menyajikan berita-berita yang akurat dan menyejukkan masyarakat. Beban Harian Sinar Indonesia menyajikan informasi yang benar, akurat dan menyejukkan di masa pandemi Covid-19 tersebut, tentulah menjadi berat mengingat kondisi kehidupan sosial yang berlaku seiring diberlakukannya Prosedur Kesehatan yakni Memakai Masker, Mencuci Tangan dan Menjaga Jarak. Ditambah lagi dengan kondisi perekonomian yang lesu sebagai dampak dari pandemi Covid-19, dimana penghasilan media massa menjadi berkurang drastis karena berkurangnya pendapatan dari iklan dan penjualan koran.Kata Kunci : Peranan, Media Massa, Informasi, Era Pandemik Along with the Covid-19 pandemic in the world, fake news or hoaxes are increasingly circulating on social media. Many people, especially in Indonesia, believe in this hoax news, although many don't believe it. In such conditions, the role of the mass media such as the Sinar Indonesia Baru Daily (SIB) becomes very important. Not only to ward off hoax news, but also to present accurate and soothing news to the public. Sinar Indonesia's daily burden of presenting correct, accurate and soothing information during the Covid-19 pandemic, of course, became difficult considering the conditions of social life that prevailed as Health Procedures were implemented, namely Wearing Masks, Washing Hands and Keeping Distance. Coupled with the sluggish economic conditions as a result of the Covid-19 pandemic, where mass media income has drastically reduced due to reduced revenue from advertising and newspaper sales.Keywords: Role, Mass Media, Information, Pandemic Era
EFEKTIFITAS KOMUNIKASI MEDIA SOSIAL DALAM MEMAHAMI PERAN ELSIMIL UNTUK MENEKAN ANGKA STUNTING DI INDONESIA Rekno Sulandjari; Heru Sri Wulan; Dheasey Amboningtyas; Leonardo Budi Hasiholan
Jurnal Egaliter Vol 7, No 12 (2023): Maret 2023
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena penggunaan media sosial sebagai media edukasi stunting  di masyarakat secara umum, khususnya juga bagi pasangan yang siap menikah, atau hanya sekedar informasi bagi kalangan remaja, baik laki-laki maupun perempuan. Hal ini sangat ditunjang dengan perkembangan kemajuan teknologi digital dalam hal ini media sosial. Seiring dengan kemudahan dalam mendapatkan jaringan internet di berbagai daerah dan lokasi di seluruh wilayah Indonesia. Sebelumnya banyak kalangan pasangan muda yang sudah menikah, maupun warga yang belum berkeinginan menikah karena belum menemukan pasangan yang sesuai, memiliki pemahaman stunting dari informasi orang-orang terdekatnya atau bahkan dari opinion leader di lingkungannya. Bisa juga diperoleh dari pengalamanya sendiri ketika diasuh dan dicukupi kebutuhan gizinya oleh orang tuanya. Namun sekarang sudah mulai bisa mendapatkan informasi tentang edukasi stunting melalui platform online.Penelitian ini menggunakan metode analisis semiotik terhadap komentar para netizen (warga net) yang secara sengaja memberikan komentarnya pada pemberitaan yang terkait dengan Elsimil pada media Instagram (IG). Dalam rangkaian narasi komentar netizen tersebut peran bahasa menjadi penting. Bahasa menjadi medium yang mengartikan atau mempresentasikan makna yang ingin dikomunikasikan oleh pelakunya.Meskipun masyarakat mayoritas sangat mendukung program Elsimil sebagai salah satu syarat yang harus diterapkan dalam prosedur pernikahan, namun belum bisa mendapatkan hasil secara signifikan untuk efektivitasnya dalam mencegah stunting. Selain program elsimil dalam pencegahan stunting ini baru disosialisasikan di pertengahan tahun 2022 dan diimplementasikan di beberapa kota besar di akhir tahun lalu, meskipun prediksi keberhasilan dalam penvegahan stunting sangat memungkinkan.Kata Kunci: Efektivitas, Media Sosial, Fisimil, Stunting The phenomenon of using social media as a medium for stunting education in society in general, especially for couples who are ready to marry, or just information for teenagers, both men and women. This is greatly supported by the development of advances in digital technology, in this case, social media. Along with the ease of getting internet networks in various regions and locations throughout Indonesia.Previously, many young married couples, as well as residents who did not wish to get married because they had not found a suitable partner, had an understanding of stunting from information from those closest to them or even from opinion leaders in their environment. It can also be obtained from his own experience when he was raised and fulfilled his nutritional needs by his parents. However, now we are starting to be able to get information about stunting education through online platforms.This study uses a semiotic analysis method for the comments of netizens (net citizens) who deliberately comment on news related to Elsimil on Instagram (IG) media. In this series of narrative comments by netizens, the role of language is important. Language becomes a medium that interprets or represents the meaning that the actor wants to communicate.Even though the majority community strongly supports the Elsimil program as one of the conditions that must be applied in the marriage procedure, they have not been able to obtain significant results for its effectiveness in preventing stunting. In addition to the ELSIMIL program in preventing stunting, it was only socialized in the middle of 2022 and implemented in several big cities at the end of last year, even though the prediction of success in preventing stunting is very possible.Keywords: Effectiveness, Social Media, Elsimil, Stunting
PENINGKATAN KOMPETENSI GURU DALAM PENYUSUNAN PERENCANAAN PEMBELAJARAN DAN PELAKSANAAN PEMBELAJARAN MELALUI SUPERVISI AKADEMIK DI SMP BINAAN SEMESTER GENAP TAHUN PELAJARAN 2021/2022 Ali Maftukin
Jurnal Egaliter Vol 7, No 12 (2023): Maret 2023
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertolak dari kenyataan rendahnya kompetensi guru dalam penyusunan perencanaan pembelajaran dan pelaksanaan pembelajaran pada SMP Binaan.Permasalahan tersebut diharapkan dapat diatasi melalui pembimbingan terhadap guru melalui supervisi akademik dalam melaksanakan pengelolaan pengajaran, mulai dari perencanaan, pelaksanaan proses belajar mengajar, sampai evaluasi.Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kompetensi guru dalam penyusunan perencanaan pembelajaran dan pelaksanaan pembelajaran pada SMP Binaan.Metode penelitian ini adalah dengan penelitian tindakan (action research) yang dilaksanakan dengan dua siklus. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan kompetensi guru mulai  awal sebelum tindakan sebesar 58,4% (kategori sedang), setelah tindakan siklus I menjadi 71,7% (kategori tinggi), dan setelah tindakan siklus II meningkat lagi menjadi 81,9% (kategori tinggi).                  Kata Kunci: supervisi  akademik, peningkatan, kompetensi guru. This research departs from the fact that teachers' competence is low in preparing lesson plans and implementing lessons at SMP Foster. It is hoped that these problems can be overcome through mentoring teachers through academic supervision in carrying out teaching management, starting from planning, implementing the teaching and learning process, to evaluation. The purpose of this research is to increase teacher competence in preparing lesson plans and implementing learning at the SMP.This research method is action research (action research) carried out in two cycles. The results showed an increase in teacher competence starting before the action was 58.4% (moderate category), after the action in cycle I became 71.7% (high category), and after the action in cycle II it increased again to 81.9% (high category).             Keywords: academic supervision, improvement, teacher competence.