Psychology journal of mental health
This journal publishes articles as a result of empirical research in psychology, both quantitative and qualitative. This journal specifies in ten fields of psychology: 1) psychology of mental health, 2) clinical psychology, 3) social psychology, 4) educational psychology,5) industrial and organizational psychology, 6) developmental psychology, 7) indigenous psychology, 8) experimental psychology, 9) applied psychology and psychometrics.
Articles
42 Documents
Faktor Pengambilan Keputusan Pelanggan Pria dalam Melanjutkan Pemesanan Driver Ojek Online Wanita
Marha, Hazrati;
Ginting, Eka Danta Jaya
Psychology Journal of Mental Health Vol 3 No 2 (2022): Psychology Journal of Mental Health
Publisher : Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (521.247 KB)
|
DOI: 10.32539/pjmh.v3i2.64
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor internal dan eksternal serta pengaruhnya kepada pengambilan keputusan pelanggan pria dalam melanjutkan pemesanan driver ojek online wanita. Driver ojek online wanita lebih banyak menerima pembatalan pemesanan dibandingkan driver pria. Pembatalan pemesanan biasanya dilakukan oleh pelanggan pria. Namun tidak sedikit juga pelanggan pria yang tetap melanjutkan pemesanan dengan driver ojek online wanita. Beberapa pelanggan pria yang memutuskan untuk tetap melanjutkan pemesanan dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan bentuk studi kasus jenis multiple-case. Penelitian ini melibatkan tiga orang pelanggan pria yang pernah melanjutkan pemesanan terhadap driver ojek online wanita. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan faktor-faktor internal yang mempengaruhi adalah persepsi, pembelajaran dan memori, sikap, dan motivasi. Sedangkan faktoreksternal yang mempengaruhi adalah budaya, agama, keluarga, dan situasi. Pengaruh setiap faktor terhadap setiap pelanggan pria berbeda-beda. Faktor yang dirasakan sama oleh Subjek I, II, dan III adalah faktor situasi mengenai kelengkapan atribut driver.
Psikoterapi Taubat : Model Terapi Mental Dalam Islam
Gustiwi, Triska;
Shofiah, Vivik;
Rajab, Khairunnas
Psychology Journal of Mental Health Vol 4 No 1 (2022): Psychology Journal of Mental Health
Publisher : Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32539/pjmh.v4i1.54
Abstrak. Manusia dibekali dengan iman dan Islam. Manusia juga memiliki potensi untuk menjadi baik dan potensi menjadi buruk. Perkembangan zaman menuntut dari waktu ke waktu membuat manusia agar memperkuat keimanan dan ketaqwaannya. Namun, kesalahan dan kekhilafan karena melakukan perilaku menyimpang yang menimbulkan dosa akan membuat manusia tersebut menjadi gelisah, tidak bahagia dan takut. Oleh karena itu Islam hadir dengan membawa psikoterapi Islam dimana taubat menjadi salah satu model terapi mental dalam Islam. Metode penulisan yang digunakan ialah studi kepustakaan. Hasil dari penulisan artikel ini adalah taubat berguna untuk membersihkan noda hitam didalam hati dan sebagai pengembangan potensi individu agar semakin giat beribadah kepada Allah SWT. Makna psikologis yang terkadung didalam taubat adalah kesadaran, pengakuan dosa, penyesalan dan komitmen. Taubat menjadi salah satu model terapi mental dalam Islam. Dosa-dosa yang mengakibatkan kegelisahan, ketakutan, ketidakbahagiaan maka untuk meminimalisir perasaan dan pikiran negative tersebut dapat dilakukan dengan psikoterapi taubat.
Dukungan Sosial Terhadap Burnout Akademik Pada Mahasiswa Yang Sedang Menyusun Skripsi Saat Pandemi
Diyah Trimulatsih, Putri;
Anna Appulembang, Yeni
Psychology Journal of Mental Health Vol 4 No 1 (2022): Psychology Journal of Mental Health
Publisher : Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32539/pjmh.v4i1.63
Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada peran dukungan sosial terhadap burnout akademik.Hipotesis penelitian ini adalah ada peran dukungan sosial terhadap burnout akademik.Penelitian ini menggunakan partisipan sebanyak 200 mahasiswa yang sedang menyusun skripsi saat pandemi serta menggunakan 30 mahasiswa yang sedang menyusun skripsi saat pandemi sebagai partisipan uji coba.Teknik sampling yang digunakan adalah sampling insidental.Alat ukur yang digunakan adalah skala dukungan sosial yang mengacu pada jenis dukungan sosial oleh Sarafino dan Smith (2011) dan skala burnout akademik yang mengacu pada komponen burnout akademik oleh Schaufeli, Martinez, Pinto, Salanova, & Barker (2002).Analisis data menggunakan regresi linier sederhana.Hasil analisis regresi menunjukkan nilai R square = 0,125, F = 28,370dan p = 0,000 (p<0,05). Hal ini menunjukan bahwa dukungan sosial memiliki peran terhadap burnout akademik.Dengan demikian, hipotesis penelitian dapat diterima dimana kontribusi dukungansosial terhadap burnout akademik adalah sebesar 12,5%.
Motivasi Pengembangan Karir Terhadap Adversity Quotient Pada Mahasiswa Kelas Malam Yang Bekerja
Gusria, Amarisma;
Marisya Pratiwi
Psychology Journal of Mental Health Vol 4 No 1 (2022): Psychology Journal of Mental Health
Publisher : Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32539/pjmh.v4i1.68
Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara motivasi pengembangan karir dengan adversity quotient pada mahasiswa kelas malam yang bekerja. Hipotesis penelitian yaitu ada hubungan antara motivasi pengembangan karir dengan adversity quotient pada mahasiswa kelas malam yang bekerja. Populasi penelitian adalah mahasiswa kelas malam yang kuliah sambil bekerja sebagai pegawai tetap, pendidikan terakhir D3/SMA, senin – jumat menjalani aktivitas kuliah sambil bekerja minimal 7 jam/hari. Populasi penelitian tidak diketahui jumlah pastinya sehingga peneliti menggunakan roscoe sebagai penentuan jumlah sampel. Motivasi pengembangan karir diukur dengan skala motivasi yang mengacu pada Siagian (2004) dan adversity quotient dari Stoltz (2004). Analisis data menggunakan korelasi. Hasil analisis korelasi diperoleh nilai signifikansi 0,000 dan nilai korelasi sebesar 0,309. Ini menunjukan motivasi pengembangan karir memiliki hubungan yang sifatnya positif dengan adversity quotient. Dengan demikian hipotesis yang diajukan diterima. .
The Hubungan Antara Harga Diri dengan Resiliensi Pada Remaja Yang Orang Tuanya Bercerai
Muhayati, Muhayati;
Fikri, Muhammad Zainal;
Juniarly, Amalia
Psychology Journal of Mental Health Vol 4 No 1 (2022): Psychology Journal of Mental Health
Publisher : Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32539/pjmh.v4i1.71
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara harga diri dengan resiliensi pada remaja yang orang tuanya bercerai. Hipotesis dalam penelitian ini adalah ada hubungan antara harga diri dengan resiliensi pada remaja yang orang tuanya bercerai. Populasi pada penelitian ini adalah remaja yang memiliki orang tua yang sudah bercerai di Indonesia. Sampel penelitian yang digunakan sebanyak 150 orang dalam pengambilan data dan 30 orang digunakan sebagai partisipan uji coba. Teknik pengambilan data menggunakan purposive sampling. Alat ukur yang digunakan yaitu skala resiliensi yang mengacu pada aspek dari Reivich dan Shatte (2002) dan skala harga diri mengacu pada aspek Coopersmith (1967). Analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik korelasi pearson product moment. Hasil analisis korelasi menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p < 0,05) dengan nilai r = 0,836 yang berarti bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan harga diri dengan resiliensi.
Personality Trait Conscientiousness dan Self-Compassion pada Mahasiswa Tidak Lulus Tepat Waktu
Fitriani, Lina Muthia;
Nugroho, Indra Prapto
Psychology Journal of Mental Health Vol 4 No 1 (2022): Psychology Journal of Mental Health
Publisher : Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32539/pjmh.v4i1.73
Penelitian ini bertujuan mengetahui apakah ada hubungan personality trait conscientiousness dengan self-compassion pada mahasiswa yang tidak lulus tepat waktu. Hipotesis pada penelitian ini yaiyu ada hubungan antara personality trait conscientiousness dengan self-compassion. Partisipan dalam penelitian ini adalah 154 mahasiswa yang tidak lulus tepat waktu se-Indonesia. Pengambilan sample dilakukan menggunakan teknik incidental sampling. Alat ukur yang digunakan adalah skala self-compassion yang mengacu pada aspek self-compassion yang dikemukakan oleh Neff (2003) dan skala conscientiousness yang mengacu pada aspek conscientiousness yang dikemukakan McCrae dan Costa (2003). Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan analisis korelasi pearson’s product moment. Hasil korelasi pearson’s product moment menunjukkan nilai r=0,717 dengan nilai p=0,000 (p<0,05). Hal ini menunjukkan bahwa ada hubungan positif dan signifikan antara self-compassion dan conscientiousness. Dengan demikian hipotesis yang diajukan diterima
Body Image Dengan Self-Esteem Di Masa Emerging Adulthood Pada Wanita Pageant
Mustika Rahmi, Alma;
Anggraini, Dewi
Psychology Journal of Mental Health Vol 4 No 1 (2022): Psychology Journal of Mental Health
Publisher : Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32539/pjmh.v4i1.74
Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui adanya hubungan antara body image dengan self-esteem di masa emerging adulthood pada wanita pageant. Hipotesis dalam penelitian ini yaitu ada hubungan antara body image dengan self-esteem. Penelitian ini memiliki partisipan sebanyak 100 wanita pageant on duty. Purposive sampling merupakan teknik sampling yang digunakan pada penelitian ini. Penelitian ini menggunakan dua skala psikologis sebagai alat ukurnya, yaitu skala self-esteem yang berpedoman pada aspek-aspek Coopersmith (dalam Khairat & Adiyanti, 2015) dan skala body image berpedoman pada aspek-aspek Muth dan Cash (dalam Nurfajri, 2017). Untuk analisis datanya menggunakan correlation pearson product moment. Berdasarkan hasil pengujian, didapatkan hasil r=0,455, F=890,073, p=0,000 (p<0,05). Hal tersebut berarti bahwa hipotesis penelitian diterima, yaitu ada hubungan antara body image dengan self-esteem.
Psikoterapi Tawakkal: Implementasi Terapi berdasarkan konsep Tawakkal dalam Islam
Rahmadhanty, Rafiqah;
Rahmawati, Richa Dwi;
Shofiah, Vivik;
Rajab, Khairunnas;
Gustiwi, Triska
Psychology Journal of Mental Health Vol 4 No 2 (2023): Psychology Journal of Mental Health
Publisher : Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32539/pjmh.v4i2.75
Abstrak. Permasalahan kesehatan mental semakin menjadi topik yang menarik dalam kehidupan kita untuk dibahas. Sudah semakin banyak orang yang aware terhadap kesehatan mental pribadi maupun orang lain. Permasalahan Kesehatan mental seperti deperesi, stress, frustasi dan traumatik dapat diatas dengan psikoterapi. Psikoterapi Islam dapat diterapkan untuk mengatasi permasalahan kesehatan mental. Psikoterapi Islam merupakan integrasi antara ilmu Psikologi dan ajaran agama Islam. Salah satu kajian yang dibahas dalam Islam adalah Tawakkal. Tawakkal merupakan aliran Psikoterapi Sufistik. Tawakkal dalam tasawuf merupakan jiwa individu yang merasa dalam ketenangan dan kenteraman dalam keadaan apapun, baik dan buruk. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana model psikoterapi tawakkal dan dikaji menggunakan metode kepustakaan. Sumber yang digunakan terdiri dari buku dan jurnal serta Al-Qur’an dan Hadist yang membahas tentang Psikoterapi Islam dan Tawakkal. Berdasarkan sumber yang digunakan ditemukan bahwa model psikoterapi tawakkal itu bersumber pada individu yang menyerahkan diri kepada Allah dengan mengkhitiarkannya. Implementasi model psikoterapi tawakkal dapat digunakan dengan mengintegrasikan konsep tawakkal dengan terapi Cognitive Behavioral Therapy (CBT). Kata kunci: Psikoterapi Islam, Tawakkal, Tasawuf Abstract. Mental health issues are increasingly becoming an interesting topic in our lives to discuss. More and more people are aware of their personal mental health and that of others. Mental health problems such as depression, stress, frustration and trauma can be treated with psychotherapy. Islamic psychotherapy can be applied to overcome mental health problems. Islamic psychotherapy is an integration between psychology and Islamic teachings. One of the studies discussed in Islam is Tawakkal. Tawakkal is a school of Sufistic Psychotherapy. Tawakkal in Sufism is the soul of the individual who feels in peace and tranquility in any circumstances, good or bad. This study aims to determine how the model of tawakkal psychotherapy and is studied using the literature method. The sources used consist of books and journals as well as the Qur'an and Hadith which discuss Islamic Psychotherapy and Tawakkal. Based on the sources used, it was found that the model of tawakkal psychotherapy was based on individuals who surrendered themselves to God by doing it. The implementation of the tawakkal psychotherapy model can be used by integrating the concept of tawakkal with Cognitive Behavioral Therapy (CBT). Keywords: Islamic Psychotherapy, Tawakkal, Sufism
Mindfulness Dan Emotional Intelligence Pada Remaja Panti Asuhan
Safitri , Meta Hasanah;
Nugroho, Indra Prapto
Psychology Journal of Mental Health Vol 4 No 2 (2023): Psychology Journal of Mental Health
Publisher : Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32539/pjmh.v4i2.76
Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan mindfulness dengan emotional intelligence pada remaja panti asuhan. Hipotesis penelitian ini adalah adanya hubungan mindfulness dengan emotional intelligence. Penelitian menggunakan responden sebanyak 279 remaja panti asuhan dan menggunakan 38 responden remaja panti asuhan pada uji coba. Teknik samping yang digunakan yaitu purposive sampling. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini yaitu skala emotional intelligence berdasarkan komponen-komponen dari Goleman (1996) dan skala mindfulnes berdasarkan aspek-aspek dari Bear, Smith, dkk (2008). Analisi data menggunakan korelasi pearson product moment. Hasil analisis data menunjukkan emotional intelligence dengan mindfulnes memiliki nilai signifikansi sebesar 0,000 (p<0,05) dengan nilai r = 0,454. Dari hasil analisis data dapat disimpulkan ada hubungan positif yang signifikan antara kedua variabel. Dengan demikian hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini diterima.
Rejection Sensitivity Pada Pengguna Aplikasi Dating Online
Safitri, Diani;
Tarigan, Angeline Hosana Zefany
Psychology Journal of Mental Health Vol 4 No 2 (2023): Psychology Journal of Mental Health
Publisher : Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32539/pjmh.v4i2.78
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran rejection sensitivity pada pengguna aplikasi dating online. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah terdapat gambaran rejection sensitivity pada pengguna aplikasi dating online. Partisipan penelitian ini terdiri dari 311 subjek yang merupakan pengguna aktif aplikasi dating online di seluruh Indonesia. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan purposive sampling. Penelitian ini menggunakan skala psikologis sebagai alat ukurnya, yaitu skala rejection sensitivity yang merujuk pada aspek-aspek Downey & Feldman (1996). Hasil penelitian menunjukan rejection sensitivity pada pengguna aplikasi dating online berada pada kategori sedang dan terdapat perbedaan rejection sensitivity jika ditinjau berdasarkan kelompok usia dan frekuensi berapa kali mengalami penolakan dalam hubungan romantis.