cover
Contact Name
Unang arifin
Contact Email
bcscm@unisba.ac.id
Phone
+6282118633944
Journal Mail Official
bcscm@unisba.ac.id
Editorial Address
UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Jl. Tamansari No. 20, Bandung 40116, Indonesia, Tlp +62 22 420 3368, +62 22 426 3895 ext. 6891
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Bandung Conference Series: Communication Management
ISSN : -     EISSN : 28282183     DOI : https://doi.org/10.29313/bcscm.v2i2
Bandung Conference Series: Communication Management (BCSCM) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Manajemen Komunikasi dengan ruang lingkup diantaranya adalah Awareness, Brand equity, Brand Image, Connecting Community Building, Content Creation, Content Sharing, Daya Tarik Iklan, Drama Televisi, Event, Gaya Hidup, Interior Display, Jingle, Kampanye, Keputusan Pembelian, Keterikatan Pelanggan, Komunikasi antar pribadi, Komunikasi Pemasaran, Konsep Diri, Kredibilitas Komunikator, Kualitas Pelayanan, Literasi Media, Loyalitas Konsumen Manajemen branding, Media Sosial, Minat Beli Konsumen, Online Review, Pemasaran Konten, Penjualan produk, Persepsi Budaya, Personal Branding, Promosi online, Sikap, Store Atmospheredan Layout, Tagline, Terpaan Media, Tindakan Membeli, Transportasi Online, Ujaran Kebencian, Website, Word of Mouth. Prosiding ini diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah Unisba. Artikel yang dikirimkan ke prosiding ini akan diproses secara online dan menggunakan double blind review minimal oleh dua orang mitra bebestari.
Articles 436 Documents
The Hubungan Antara Bauran Promosi dengan Loyalitas Konsumen Maulana Septian Andika; Anne Ratnasari
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (154.582 KB) | DOI: 10.29313/bcscm.v2i2.3941

Abstract

Abstract. Promotional activities carried out by the company will be able to strive for an increase in sales such as encouraging consumers to buy the products offered because the promotion aims to inform about the product, attract consumer or customer interest, and remind consumers about the products needed. The formulation of this research is as follows: (1) How is the relationship between advertising and consumer loyalty Starbucks PVJ Bandung? (2) How is the relationship between sales promotion and consumer loyalty Starbucks PVJ Bandung? (3) How is the relationship between word of mouth and consumer loyalty Starbucks PVJ Bandung? (4) How is the relationship between the promotion mix with consumer loyalty Starbucks PVJ Bandung?. The method used in this research is a survey, this type of research includes correlational research. The population in this study is Starbucks PVJ Bandung consumers. The sampling technique used is probability sampling with a simple random technique. The research sample is 100 consumers. Data collection techniques using a questionnaire/questionnaire, interviews and documentation. Data analysis technique using Spearman rank. The results showed that: (1) There is a relationship between advertising and consumer loyalty Starbucks PVJ Bandung which is included in the strong category; (2) There is a relationship between sales promotion and consumer loyalty Starbucks PVJ Bandung which is included in the strong category; (3) There is a relationship between word of mouth and consumer loyalty Starbucks PVJ Bandung which is included in the strong category; (4) There is a relationship between the promotion mix and consumer loyalty Starbucks PVJ Bandung which is included in the very strong category Abstrak. Kegiatan promosi yang dilakukan perusahaan akan dapat mengupayakan untuk terjadinya peningkatan penjualan seperti mendorong konsumen dalam membeli produk yang ditawarkan karena promosi bertujuan untuk menginformasikan mengenai produk, menarik minat konsumen atau pelanggan, serta mengingatkan konsumen mengenai produk yang dibutuhkan. Rumusan penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) Bagaimana hubungan antara iklan dengan loyalitas konsumen Starbucks PVJ Bandung? (2) Bagaimana hubungan antara promosi penjualan dengan loyalitas konsumen Starbucks PVJ Bandung? (3) Bagaiman hubungan antara word of mouth dengan loyalitas konsumen Starbucks PVJ Bandung? (4) Bagaimana hubungan antara bauran promosi dengan loyalitas konsumen Starbucks PVJ Bandung?. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei, jenis penelitian ini termasuk penelitian korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah konsumen Starbuck PVJ Bandung. Teknik pengambilan sampel yang digunakan probability sampling dengan teknik simple random. Sampel penelitian sebanyak 100 konsumen. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan angket/kuesioner, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dengan menggunakan rank spearman. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) Terdapat hubungan antara promosi penjualan dengan loyalitas konsumen Starbucks PVJ Bandung yang termasuk kategori kuat; (2) Terdapat hubungan antara iklan dengan loyalitas konsumen Starbucks PVJ Bandung yang termasuk kategori kuat; (3) Terdapat hubungan antara word of mouth dengan loyalitas konsumen Starbucks PVJ Bandung yang termasuk kategori kuat; (4) Terdapat hubungan antara bauran promosi dengan loyalitas konsumen Starbucks PVJ Bandung yang termasuk kategori sangat kuat .
Personal Selling dalam Memasarkan Jasa Angkutan Qisthina Khoirun Nissa; Anne Ratnasari
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.724 KB) | DOI: 10.29313/bcscm.v2i2.3990

Abstract

Abstract. To survive in today's highly competitive business environment, every organization must continuously improve its performance. Corporations are not only able to produce competitive services based on consumer demand and needs, but also encourage effective contact with certain parties, especially consumers. Communication run by CV. Sutra Jaya is marketing communication with personal selling in marketing transportation services. This study aims to determine the form of personal selling, stages of personal selling, barriers and efforts, the communication media used and the reasons for CV. Sutra Jaya emphasizes the concept of customer satisfaction. The research method used in this study is a constructivist paradigm, with a qualitative research method with a case study approach. Data collection techniques in this study were carried out using interview, observation, and documentation techniques. Using triangulation of sources and informants taken in this study is the director of CV. Sutra Jaya, CV's marketing team. Sutra Jaya and consumer logistics division. The results of this study indicate that 1) The forms of personal selling used include field selling, retail selling and executive selling, 2) The steps involved include selecting prospective customers, studying potential customers, approaches, presentations, overcoming objections, closing and follow-up, 3) Barriers include the lack of communication between the marketing team and the logistics team, slow communication responses via email, damaged consumer goods and business competition. The efforts made include improving communication between the marketing team and the logistics team, improving communication via WhatsApp, negotiating and providing guarantees, 4) The communication media used include WhatsApp and email, 5) The reasons for consumer satisfaction are so that consumer trust and consumer loyalty occurs. Abstrak. Untuk bertahan dalam lingkungan bisnis yang sangat kompetitif saat ini, setiap organisasi harus terus meningkatkan kinerjanya. Korporasi tidak hanya mampu menghasilkan jasa yang kompetitif berdasarkan permintaan dan kebutuhan konsumen, tetapi juga mendorong kontak yang efektif dengan pihak-pihak tertentu, khususnya konsumen. Komunikasi yang dijalankan CV. Sutra Jaya adalah komunikasi pemasaran dengan personal selling dalam memasarkan jasa angkutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk personal selling, tahapan personal selling, hambatan dan upaya, media komunikasi yang digunakan serta alasan CV. Sutra Jaya mementingkan konsep kepuasan konsumen. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah paradigma konstruktivis, dengan metode penelitian kualitatif pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan mengunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Menggunakan triangulasi sumber dan informan yang diambil dalam penelitian ini merupakan direktur CV. Sutra Jaya, tim pemasaran CV. Sutra Jaya dan divisi logistik konsumen. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa 1) Bentuk personal selling yang digunakan meliputi field selling, retail selling dan executive selling, 2) Tahapan yang dilakukan meliputi memilih calon konsumen, mempelajari calon konsumen, pendekatan, presentasi, mengatasi keberatan, penutup dan tindak lanjut, 3) Hambatan meliputi kurangnya komunikasi antara tim pemasaran dan tim logistik, lambatnya tanggapan komunikasi melalui email, adanya barang konsumen yang rusak dan persaingan usaha. Adapun upaya yang dilakukan meliputi meningkatkan komunikasi antara tim pemasaran dan tim logistik, meningkatkan komunikasi melalui WhatsApp, negosiasi dan memberikan jaminan, 4) Media komunikasi yang digunakan meliputi WhatsApp dan email, 5) Alasan kepuasan konsumen agar terjadinya kepercayaan konsumen dan loyalitas konsumen.
Pengelolaan Konten Digital PT Assemblr Teknologi Indonesia Zahrina Ayu Azizah; Indri Rachmawati
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.965 KB) | DOI: 10.29313/bcscm.v2i2.4013

Abstract

Abstract. These days, every company uses social media to inform the products or services they offer. PT Assemblr Indonesia also utilizes social media as information media and promotional media. In managing social media, PT Assemblr Teknologi Indonesia itself has stages in managing digital content on social media. Based on the problems that occurred, the author took the title “Digital Content Management of PT Assemblr Technology Indonesia". The purpose of this study was to determine the stages of digital content management carried out at PT Assemblr Teknologi Indonesia. The method used is qualitative with a case study approach. The authors used observation and documents as data collection technique. PT Assemblr Teknologi Indonesia has several stages in managing social media. The management stages include content research, setting goals and planning, implementing the plans that have been made, conducting social media monitoring, evaluation, and making monthly reports. The management of Assemblr EDU has been carried out in a systematic and structure manner. So that the work carried out in Creative Department tends to be clear and directed from every stage. Abstrak. Di jaman sekarang, setiap perusahaan menggunakan media sosial untuk menginformasikan produk atau jasa yang mereka tawarkan. PT Assemblr Indonesia juga memanfaatkan media sosial sebagai media informasi dan media promosi. Pada pengelolaan media sosial, PT Assemblr Teknologi Indonesia sendiri memiliki tahapan dalam mengelola konten digital. Berdasarkan permasalahan yang terjadi, penulis mengambil judul “Pengelolaan Konten Digital PT Assemblr Teknologi Indonesia”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tahapan pengelolaan konten digital yang dilakukan di PT Assemblr Teknologi Indonesia. Metode yang digunakan yaitu kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penulis menggunakan pengamatan dan penggunaan dokumen sebagai teknik pengumpulan data. Pada pengelolaan media sosial, PT Assemblr Teknologi Indonesia memiliki beberapa tahapan dalam mengelola media sosial. Tahapan pengelolaan meliputi riset konten, penetapan tujuan dan perencanaan, implementasi dari rencana yang telah dibuat, melakukan social media monitoring, evaluasi, dan membuat laporan bulanan. Pengelolaan konten digital Assemblr EDU telah dilakukan secara sistematis dan terstruktur, sehingga pekerjaan-pekerjaan yang dilakukan di department creative cenderung jelas dan terarah dari setiap tahapannya.
Pemanfaatan Facebook Untuk Komunikasi Pemasaran Terpadu Analisis Deskriptif Akun Him Diecast Toys Sondi Agung Sonjaya; Satya Indra Karsa
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (134.077 KB) | DOI: 10.29313/bcscm.v2i2.4021

Abstract

Abstract. Parallel’s with the development of various social media platforms, the marketing communication process of brands and companies also had an improvement. Customers are no longer seen as passive objects. Digital marketing sees customers as whole people who have souls, thoughts and feelings and connect with other customers in a community. The process of digital marketing must run interactively to stimulate customer and community participation. To Make it happen, social media becomes the right platform. In this study, researchers are interested to explain how the use of social media Facebook for Integrated Marketing Communications process in a company. Facebook is a community-based social media known for its interactive features. With a qualitative descriptive approach, researchers conducted research to a store in hobbies field, Him Diecast in Facebook platform to research its interactive marketing process on popular hobby communities. In result, this research found thats feature in Facebook Platform helps Him Diecast Toys to do theirs intergrated marketing communicaton for their target audience with comunity and segmented basis. The marketing process goes interactive and evoke customers participation. Those things has a positive impact on the process of communication and transactions between the company and customers. Abstrak. Sejalan dengan pengembangan berbagai platform media sosial, proses komunikasi pemasaran merek dan perusahaan juga mengalami pengembangan. Pelanggan tidak lagi dipandang sebagai objek yang pasif. Pemasaran digital memandang pelanggan sebagai manusia utuh yang memiliki jiwa, pikiran dan perasaan serta terhubung dengan pelanggan lainnya dalam sebuah komunitas. Proses dari pemasaran digital harus berjalan secara interaktif untuk menggugah partipasi pelanggan dan komunitas. Dalam mewujudkannya media sosial menjadi platform yang tepat. Dalam penelitian kali ini peneliti tertarik untuk mencoba menjelaskan bagaimana pemanfaatan media sosial Facebook untuk proses komunikasi pemasaran terpadu sebuah perusahaan. Facebook merupakan media sosial berbasis komunitas yang dikenal karena fiturnya yang interaktif. Dengan pendekatan deskriptif kualitatif, Peneliti melakukan penelitian kepada salah satu usaha di bidang hobi yaitu Him Diecast Toys pada platform Facebook untuk meneliti proses pemasarannya pada komunitas hobi populer yang interaktif. Hasilnya, penelitian ini menemukan bahwa fitur yang terdapat pada platfrom Facebook membantu Him Diecast Toys dalam melakukan komunikasi pemasaran terpadunya kepada sasaran khalayaknya dengan basis komunitas dan tersegmentasi dengan baik. Proses pemasarannya berlangsung interaktif dan menggugah partisipasi pelanggan. Hal ini tentunya bermanfaat positif terhadap proses komunikasi dan transaksi antara perusahaan dan pelanggan.
Pemanfaatan Instagram Membangun Brand Awereness Cinemora Pictures Muhammad Adri Ghafar; Satya Indra
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (107.759 KB) | DOI: 10.29313/bcscm.v2i2.4022

Abstract

Abstract. The local film industry in Indonesia is currently in a good trend, one of the production houses that is currently on the rise and has quality film works in Bandung is a production house called Cinemora Picture's. Successfully getting awards through works displayed at national and international short film festivals, Cinemora Picture's in 2021 made a breakthrough by making events that are held regularly. An event activity requires careful planning so that the message management and marketing techniques used can attract the interest of the audience to come to the event organized by the organizer. The theory used in this research is the theory of Communication Strategy from Cangara Hafied. The collection technique will be done by means of observation, interviews and documentation. Abstrak. Industri film lokal di Indonesia saat ini sedang dalam trend yang baik, salah satu rumah produksi yang saat ini sedang meningkat dan memiliki karya film yang berkualitas di Bandung adalah rumah produksi bernama Cinemora Picture’s. Berhasil mendapatkan pengghargaan melalui karya-karya yang ditampilkan pada festival film pendek nasional maupun internasional, Cinemora Picture’s ditahun 2021 satu ini membuat sebuah terobosan dengan membuat kegiatan Event yang diselenggarakan secara berkala. Sebuah kegiatan event membutuhkan perencaanaan yang matang agar penggelolaan pesan dan teknik pemasaran yang digunakan dapat menarik minat penonton untuk datang pada acara yang diselenggarakan oleh penyelenggara. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori Strategi Komunikasi dari Cangara Hafied. Teknik pengumpulan akan dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi.
Daya Tarik Visual Pada Konten Instagram @transstudiobandung Untuk Menarik Minat Kunjungan Followers Nadhilah Aditaputri; Indri Rahmawati
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (111.019 KB) | DOI: 10.29313/bcscm.v2i2.4024

Abstract

Abstract. This study aims to determine whether there is a relationship between Instagram content in promoting tourism and visitor interest in traveling. The theories that support this research include Marketing Communication, New Media Theory, Social Media, Instagram, Instagram Content, AISAS Theory, Promotion, Tourism, and Visiting Interests. This research uses quantitative methods. The population in this study is the followers of the Instagram account @transstudiobandung as many as 175,000 people. Slovin's formula was used to determine the sample so that a sample of 100 people was obtained. The sampling technique in this study used random sampling. The data processing technique used descriptive analysis and inferential analysis (Rank Spearman) through SPSS software. The results of this study state that there is a relationship between Instagram content and AISAS theory that visitors' interest in traveling has a relationship, the correlation result is 0.660, there is a significant relationship between promotional content and followers' interest in visiting followers, meaning that the effect given by an Instagram content post is in the form of a response like a sign. likes, comments, and also based on the results of interviews with TSB creators, they stated that from the results of a routine survey conducted by TSB, it was stated that around 20% of TSB visitors were Instagram followers @transstudiobandung, which is related to whether or not followers are interested in visiting TSB. Abstrak. Penelitian ini berjudul “Hubungan Konten Instagram Trans Studio Bandung Dalam Mempromosikan Wisata Dengan Minat Pengunjung Untuk Berwisata (Studi Korelasional Pada Followers Akun Instagram @transstudiobandung)”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara konten instagram dalam mempromosikan wisata terhadap minat pengunjung untuk berwisata. Teori yang menjadi pendukung dalam penelitian ini antara lain mengenai konten instagram dan teori AISAS Minat Berkunjung. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah followers akun Instagram @transstudiobandung sebanyak 190.000 orang. Penentuan sampel digunakan rumus Slovin sehingga diperoleh sampel sebanyak 100 orang. Teknik penarikan sampel dalam penelitian ini menggunakan sample random sampling. Teknik pengolah data menggunakan analisis deskriptif dan analisis inferensial (Rank Spearman) melalui software SPSS. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa terdapat hubungan antara konten instagram terhadap teori AISAS minat pengunjung untuk berwisata terdapat hubungan, didapatkan hasil korelasinya 0,660 terdapat hubungan yang signifikan antara konten promosi dengan minat berkunjung followers artinya adalah efek yang diberikan oleh sebuah postingan konten instagram berupa respon seperti tanda likes, komentar, dan juga berdasarkan hasil wawancara kepada creator TSB mereka menyatakan bahwa dari hasil survey yang rutin dilakukan oleh pihak TSB menyebutkan bahwa sekitar 20% pengunjung TSB merupakan followers instagram @transstudiobandung memiliki hubungan dengan berminat atau tidaknya followers berkunjung ke TSB.
Hubungan Konten Promosi Akun Instagram @Kamargadget dengan Minat Beli Followers Athallah Pratama Putra; Anne Maryani
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.408 KB) | DOI: 10.29313/bcscm.v2i2.4043

Abstract

Abstract. Instagram is a multi-functional media that can be used in any case and by anyone, especially business people to promote the products and services they sell. Kamar gadget is one of the companies that utilize Instagram social media as a means of promotion with the @kamargadget account. Therefore, this study aims to determine the relationship between the promotional content of the @kamargadget Instagram account and followers' buying interest using correlational methods and quantitative approaches. The data collected is primary data obtained through questionnaires, as well as secondary data obtained through library research. The population in this study is the followers of the @kamargadget account totaling 71,100. To measure the sample, the Slovin formula was used to obtain 100 samples with a percentage rate of 10%. The data analysis technique used is a descriptive and inferential analysis using IBM SPSS Statistics for Windows version 22. The results of this study are that there is a relationship between aspects of Personal Relevance with followers' buying interest with the Spearman Test of 0.549. There is a relationship between the Interactivity aspect and the buying interest of followers with the Spearman Test of 0.471. There is a relationship between the Message aspect and followers' buying interest with the Spearman Test of 0.437. There is a relationship between Brand Familiarity and followers' buying interest with the Spearman Test of 0.359. So that the simultaneous relationship between @kamargadget Promotional Content and followers' buying interest is 0.581. Abstrak. Instagram sebuah media multi fungsi yang dapat digunakan dalam hal apapun dan oleh siapapun terutama para pembisnis untuk mempromosikan produk serta layanan yang mereka jual. Kamar gadget adalah salah satu perusahaan yang memanfaatkan media sosial Instagram sebagai sarana promosi dengan akun @kamargadget. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara konten promosi akun Instagram @kamargadget dengan minat beli followers dengan menggunakan metode korelasional dan pendekatan kuantitatif. Data yang dikumpulkan merupakan data primer yang didapatkan melalui kuesioner, serta data sekunder yang didapatkan melalui studi kepustakaan. Populasi dalam penelitian ini adalah followers akun @kamargadget berjumlah 71.100. Untuk mengukur sampel digunakan rumus Slovin sehingga diperoleh 100 sampel dengan tingkat persentase 10%. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif dan inferensial menggunakan IBM SPSS Statistic untuk Windows versi 22. Hasil penelitian ini adalah terdapat hubungan antara aspek Personal Relevance dengan minat beli followers dengan Uji Spearman sebesar 0,549. Terdapat hubungan antara aspek Interactivity dengan minat beli followers dengan Uji Spearman sebesar 0,471. Terdapat hubungan antara aspek Message dengan minat beli followers dengan Uji Spearman sebesar 0,437. Terdapat hubungan antara Brand Familirity dengan minat beli followers dengan Uji Spearman sebesar 0,359. Sehingga hubungan secara simultan antara Konten Promosi @kamargadget dengan minat beli followers yaitu 0,581.
Makna Avatar Couple pada Pengguna Media Sosial Discord Risman Maulana; Anne Maryani
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.851 KB) | DOI: 10.29313/bcscm.v2i2.4055

Abstract

Abstract. Couple avatars have become one of the things that we often encounter, especially when we browse the internet. Not infrequently we encounter photos or two-dimensional avatars that show like a couple. In this study, the researchers wanted to dig deeper into the relationship between this avatar couple for discord social media users. The purpose of this research is to find out how the motives, experiences, and also the meaning of the avatar couple users in using the avatar couple. The method used in this study is a qualitative method with a phenomenological study approach which is also supported by the theory of symbolic interactionism. The subject of this research is of course the avatar couple users on Discord social media where they are included in the Discord server, Buddy Genshin. Data collection techniques in this study used in-depth interviews, and observation. Based on the results of the study, it was found that the motives of discord social media users in using the avatar couple were seeking attention, and giving a sense of security, being invited by a partner, being forced, and seeing other people. The experiences gained while using the avatar couple include a change in interaction which then from this interaction change gives a negative value and a positive value which in the end gives a response in the form of feelings of pleasure, sadness, happiness, discomfort and shame. Then the meaning of the avatar couple users was also found. This means that it has the meaning of showing the existence of a relationship, which is further elaborated in the form of a sense of love and security in the form of validation, a form of sense of belonging and status clarification. Abstrak. Avatar couple telah menjadi salah satu hal yang cukup sering kita temui, terkhusus ketika kita berjelajah lewat internet. Tidak jarang kita temui foto-foto atau avatar dua dimensi yang menunjukkan layaknya sepasang kekasih. Pada penelitian ini peneliti ingin menggali lebih dalam lagi terkait daripada avatar couple ini bagi para pengguna media sosial discord. Tujuan dari dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana motif, pengalaman, dan juga makna dari para pengguna avatar couple dalam menggunakan avatar couple. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi fenomenologi yang didukung juga oleh teori interaksionisme simbolik. Subjek dari penelitian ini yaitu tentunya para pengguna avatar couple pada media sosial Discord yang mana mereka termasuk kedalam server Discord Sobat Genshin. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan wawancara mendalam, dan observasi. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan bahwa motif dari pengguna media sosial discord dalam menggunakan avatar couple yaitu mencari perhatian, dan memberikan rasa aman, diajak oleh pasangan, terpaksa, dan karena melihat orang lain. Pengalaman yang didapatkan selama menggunakan avatar couple diantaranya adalah terjadi perubahan interaksi yang kemudian dari perubahan interaksi ini memberikan nilai negatif dan nilai positif yang pada akhirnya memberikan respon berupa perasaan senang, sedih, bahagia, risih dan malu.Kemudian ditemukan juga makna dari para pengguna avatar couple ini yaitu memiliki makna sebagai menunjukkan adanya suatu hubungan, dimana dijabarkan lebih dalam lagi berupa adanya rasa cinta dan aman ke dalam bentuk validasi, bentuk sense of belonging dan penjelesan status.
Penyampaian Informasi Fakta Hoaks dan Kebutuhan Informasi Followers Refi Nur Oktaviani; Yulianti
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (110.041 KB) | DOI: 10.29313/bcscm.v2i2.4063

Abstract

Abstract. Jabar saber hoaks is an effort made by the West Java government to minimize the spread of hoax news. In this new era, government institutions are obliged to have social media accounts in order to convey information to the public and the wider community. However, many false news are still widely spreaded and the public’s ignorace of hoax is still high, showing that the government’s concerns about the hoax are proven true. This study is designed to collect data regarding type of information delivered in the Jabar Sweeping Hoaks or Jabar Saber Hoaks social media account, and also what kind of information do the followers look for. The purpose of the study is to find neccesary information about hoax facts to facilitate West Java Saber Hoaks anticipating the future hoax tendency or any shortcomings. This research includes observation of the delivery of information and the information needs of followers about hoax facts. This study uses a quantitative method with a descriptive approach. The data collection technique in this study was using a questionnaire. This study used a sample of 397 people. This study uses 2 variables, the delivery of information (X1) has indicators of information valence and information weight and Information needs (X2) has indicators of current need approach, everyday need approach, exhaustic need approach and catching-up need approach. The results of this research delivery of information and information needs have very good criteria. Abstrak. Jabar saber hoaks merupakan suatu upaya yang dilakukan oleh pemerintah Jawa Barat untuk meminimalisir penyebaran berita hoaks. Di masa sekarang sudah suatu kewajiban dimana lembaga pemerintahan memiliki akun media sosial untuk menyampaikan informasi bagi khalayak serta masyarakat luas. masih banyaknya hoaks yang menyebar luas dikarenakan ketidaktahuan masyarakat mengenai fakta dari hoaks tersebut. Hal tersebut mendefinisikan bahwa belum terpenuhinya kebutuhan informasi tentang fakta hoaks. Oleh karena itu penelitian ini ingin lebih mengetahui penyampaian informasi seperti apa yang diinginkan followers jabar sapu bersih hoaks atau jabar saber hoaks agar kebutuhan informasi tentang fakta hoaks dapat terpenuhi. Dengan begitu pihak jabar saber hoaks akan mengetahui kekurangannya. Berdasarkan permasalahan itu maka peneliti mengkaji tentang penyampaian informasi dan kebutuhan informasi followers tentang fakta hoaks. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Adapun teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah menggunakan kuesioner. Penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 397 orang. Penelitian ini menggunakan 2 variabel yaitu penyampaian informasi (X1) memiliki indikatir valensi informasi dan bobot informasi dan Kebutuhan informasi (X2) memiliki indikator current need approach, everyday need approach, exhaustic need approach dan catching-up need approach. Hasil dari penelitian ini penyampaian informasi dan kebutuhan informasi memiliki kriteria yang sangat baik.
Representasi Alpha Female dalam Drama Korea Raisadina Maharani; Wiki Angga Wiksana
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (115.368 KB) | DOI: 10.29313/bcscm.v2i2.4089

Abstract

Abstract. Everyone grows up with different characters in their life. It is undeniable that character is one of the things that we pay attention to when we meet and communicate with other people. In a drama series, of course the characters in it have different characters. Among the many Korean dramas that exist, Hometown Cha Cha Cha comes with a story about the life of a woman with alpha characters where they are people with strong and dominating characters. But behind it all, of course an alpha female still has shortcomings. Currently, in conveying messages, there are many media that can be used, one of which is drama. The theory used in this study is the theory of Roland Barthes. Then the method used is qualitative with a semiotic analysis approach of Roland Barthes. The researcher uses a semiotic analysis approach of Roland Barthes with the aim of knowing the alpha female codes that appear in the Korean drama Hometown Cha Cha Cha as well as what representations are shown by the characters in this drama. The purpose of this study is what alpha female is seen as connotative, denotative, and mythical in the Korean drama Hometown Cha Cha Cha with data collection techniques through documentation and literature study. This research will show according to the representation of alpha female shown in the Korean drama Hometown Cha Cha Cha by using Roland Barthes' semiotic analysis approach seen in connotative, denotative, and mythical terms. In this study, researchers will process data and obtain it based on what is shown in the Korean drama. Abstrak. Setiap orang tumbuh dengan karakter yang berbeda-beda dalam hidupnya. Tidak dapat dipungkiri bahwa karakter menjadi salah satu hal yang diperhatikan ketika kita bertemu dan berkomunikasi dengan orang lain. Dalam suatu serial drama, tentu tokoh-tokoh yang ada di dalamnya memiliki karakter yang berbeda pula. Diantara banyaknya drama Korea yang ada, Hometown Cha Cha Cha hadir dengan membawa cerita mengenai kehidupan seorang perempuan dengan karakter alpha dimana mereka adalah orang-orang dengan karakter kuat dan mendominasi. Namun dibalik itu semua, tentu saja seorang alpha female tetap memiliki kekurangan. Saat ini dalam menyampaikan pesan, sudah banyak media yang dapat digunakan salah satunya drama. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori Roland Barthes. Kemudian metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan analisis semiotika Roland Barthes.Peneliti menggunakan pendekatan analisis semiotika Roland Barthes dengan tujuan untuk mengetahui kode-kode alpha female yang muncul di dalam drama Korea Hometown Cha Cha Cha serta representasi seperti apa yang ditunjukan tokoh dalam drama ini. Tujuan dari penelitian ini adalah seperti apa alpha female dilihat secara konotatif, denotatif, dan mitos pada drama Korea Hometown Cha Cha Cha dengan teknik pengumpulan data melalui dokumentasi dan studi pustaka. Penelitian ini akan menunjukkan sesuai dengan representasi alpha female yang ditunjukkan dalam drama Korea Hometown Cha Cha Cha dengan menggunakan pendekatan analisis semiotika Roland Barthes dilihat secara konotatif, denotatif, dan mitos. Pada penelitian ini, peneliti akan mengolah data dan memperolehnya berdasarkan apa yang ditunjukkan dalam drama Korea tersebut.