cover
Contact Name
Unang arifin
Contact Email
bcscm@unisba.ac.id
Phone
+6282118633944
Journal Mail Official
bcscm@unisba.ac.id
Editorial Address
UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Jl. Tamansari No. 20, Bandung 40116, Indonesia, Tlp +62 22 420 3368, +62 22 426 3895 ext. 6891
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Bandung Conference Series: Communication Management
ISSN : -     EISSN : 28282183     DOI : https://doi.org/10.29313/bcscm.v2i2
Bandung Conference Series: Communication Management (BCSCM) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Manajemen Komunikasi dengan ruang lingkup diantaranya adalah Awareness, Brand equity, Brand Image, Connecting Community Building, Content Creation, Content Sharing, Daya Tarik Iklan, Drama Televisi, Event, Gaya Hidup, Interior Display, Jingle, Kampanye, Keputusan Pembelian, Keterikatan Pelanggan, Komunikasi antar pribadi, Komunikasi Pemasaran, Konsep Diri, Kredibilitas Komunikator, Kualitas Pelayanan, Literasi Media, Loyalitas Konsumen Manajemen branding, Media Sosial, Minat Beli Konsumen, Online Review, Pemasaran Konten, Penjualan produk, Persepsi Budaya, Personal Branding, Promosi online, Sikap, Store Atmospheredan Layout, Tagline, Terpaan Media, Tindakan Membeli, Transportasi Online, Ujaran Kebencian, Website, Word of Mouth. Prosiding ini diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah Unisba. Artikel yang dikirimkan ke prosiding ini akan diproses secara online dan menggunakan double blind review minimal oleh dua orang mitra bebestari.
Articles 530 Documents
Peran Guru PAI Melalui Komunikasi Instruksional dalam Penanaman Nilai Islam kepada Siswa Dhia Fakhri Fadlurrohman; Ani Yuningsih
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 5 No. 2 (2025): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v5i2.20964

Abstract

Abstract. Education plays a crucial role in shaping students' character and moral values. One of the key aspects of successful education is instructional communication, a process in which educators deliver material to students to ensure optimal understanding. In the context of Islamic religious education, instructional communication serves as the primary means of instilling Islamic values in students. This study examines how instructional communication contributes to students' comprehension and application of Islamic values in their daily lives. Using a quantitative descriptive approach, this research explores the communication strategies employed by teachers, the challenges faced, and the effectiveness of the methods used. The findings indicate that adaptive and participatory communication enhances students' understanding of Islamic values and encourages their application in real-life situations. This study provides insights into the importance of effective instructional communication in education, particularly in the teaching of Islamic values. Abstrak. Pendidikan memiliki kompetensi penting dalam membentuk karakter dan nilai-nilai moral peserta didik. Salah satu aspek yang kompetensi dalam keberhasilan pendidikan adalah komunikasi instruksional, yaitu proses penyampaian materi oleh pendidik kepada peserta didik dengan tujuan memberikan pemahaman yang optimal. Dalam konteks pendidikan agama Islam, komunikasi instruksional menjadi sarana utama dalam menanamkan nilai-nilai Islam kepada siswa. Penelitian ini mengkaji bagaimana komunikasi instruksional dapat berkontribusi dalam membentuk pemahaman dan penerapan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari siswa. Dengan pendekatan deskriptif kuantitatif, penelitian ini menggambarkan strategi komunikasi yang diterapkan oleh guru, hambatan yang dihadapi, serta efektivitas metode yang digunakan. Hasil penelitian dapat menunjukkan bahwa komunikasi yang dilakukan secara adaptif dan partisipatif mampu meningkatkan pemahaman siswa terhadap nilai-nilai Islam serta mendorong penerapan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan mereka. Studi ini memberikan wawasan bagi dunia pendidikan tentang pentingnya komunikasi instruksional yang efektif dalam proses pembelajaran, khususnya dalam pendidikan agama Islam.
Manajemen Reputasi Media Cetak di Era Konveregensi Digital Pilar Raditya Pratama Ar Rahman; Raditya Pratama Putra
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 5 No. 2 (2025): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v5i2.19631

Abstract

Abstract. This study analyzes print media reputation management in the era of digital convergence, with a particular focus on the editorial team of the online media outlet Pikiran Rakyat. To remain relevant to their audience, print media must adapt and manage their reputation effectively. The objective of this research is to identify the content methods used by Pikiran Rakyat to strengthen its brand image, analyze how visual elements capture the audience's attention, and explore how reputation management is applied in media convergence. The Circular Model of SOME and Charles J. Formbun's Reputation Management theories are employed in this study, along with qualitative methods, a constructivist paradigm, and a case study approach. The research focuses on the use of blue-yellow visuals on digital platforms, the integration of three platforms (print, online, and radio), the positioning of Pikiran Rakyat as the fifth-largest news portal in Indonesia by 2023, and financial management innovations implemented during the 2020 pandemic through a profit-sharing system. Data collection was conducted through observation, interviews, and documentation. In addition, data is processed through analysis involving reduction, presentation, and drawing conclusions. The results indicate that Pikiran Rakyat has evolved through strategic collaboration and digital technology, maintaining its identity through neutral visual elements, successfully adapting to the challenges of the modern era while upholding journalistic principles and developing a strong brand within a sustainable media ecosystem. Abstrak. Penelitian ini menganalisis manajemen reputasi media cetak di era konvergensi digital, dengan penekanan khusus pada redaksi media online Pikiran Rakyat. Untuk tetap relevan bagi audiensnya, media cetak harus beradaptasi dan mengelola reputasi mereka secara efektif. Tujuan penelitian adalah untuk menemukan metode konten Pikiran Rakyat untuk memperkuat citra merek, menganalisis bagaimana elemen visual menarik perhatian audiens, dan mengeksplorasi bagaimana manajemen reputasi diterapkan dalam konvergensi media. Teori Circular Model of SOME dan Manajemen Reputasi Charles J. Formbun digunakan dalam penelitian ini serta penggunaan metode kualitatif, paradigma konstruktivisme, dan pendekatan studi kasus. Fokus penelitian adalah penggunaan visual biru-kuning di platform digital, integrasi tiga platform (cetak, online, dan radio), penempatan Pikiran Rakyat ke posisi kelima sebagai portal berita terbesar di Indonesia pada tahun 2023, dan inovasi manajemen keuangan yang dilakukan selama pandemi 2020 melalui sistem bagi hasil. Pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Selain itu, data diproses melalui analisis melalui pengurangan, penayangan, dan penarikan kesimpulan. Hasil menunjukkan bahwa Pikiran Rakyat berkembang melalui kolaborasi strategis dan teknologi digital, mempertahankan identitasnya melalui elemen visual netral, berhasil menyesuaikan diri dengan tantangan era modern sambil mempertahankan prinsip jurnalistik dan mengembangkan branding yang kuat dalam ekosistem media yang berkelanjutan.
Strategi Pemanfaatan Instagram Reels sebagai Personal Branding dari Kreator Ilham Ngador Azhar Muhammad zean; Mochammad Rochim
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 5 No. 2 (2025): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v5i2.20555

Abstract

Abstract. Instagram Reels has emerged as a prominent platform for short-form video content, increasingly utilized by content creators to develop and reinforce personal branding. This study focuses on Ilham Ngador, a content creator recognized for his humorous communication style and content that resonates with everyday life experiences. The research seeks to examine: (1) the content strategies employed by Ilham Ngador in utilizing Instagram Reels for personal branding; (2) the key elements of personal branding conveyed through his content; and (3) audience responses to his Reels. Using a qualitative case study approach, data were collected through content observation, in-depth interviews, and documentation analysis of the Instagram account @ilhamngador. The findings reveal that Ilham applies a consistent thematic approach, distinctive visual aesthetics, humorous storytelling, and active audience engagement as part of his branding strategy. Prominent elements of his personal brand include authenticity, alignment with current trends, and emotional resonance with viewers. The study concludes that Instagram Reels can serve as an effective medium for content creators to strategically construct and enhance their personal branding Abtrak. Instagram Reels telah berkembang menjadi platform konten video pendek yang menonjol dan semakin banyak dimanfaatkan oleh para kreator sebagai sarana untuk membangun dan memperkuat personal branding. Penelitian ini berfokus pada Ilham Ngador, seorang konten kreator yang dikenal melalui gaya komunikasi jenaka serta konten yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji: (1) strategi konten yang diterapkan oleh Ilham Ngador dalam memanfaatkan Instagram Reels untuk personal branding; (2) elemen-elemen utama personal branding yang ditampilkan melalui kontennya; dan (3) respons audiens terhadap konten Reels yang ia unggah. Dengan menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif, data diperoleh melalui observasi konten, wawancara mendalam, dan dokumentasi dari akun Instagram @ilhamngador. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Ilham menerapkan pendekatan tematik yang konsisten, estetika visual yang khas, narasi jenaka, serta interaksi aktif dengan audiens sebagai bagian dari strategi personal branding-nya. Elemen yang paling menonjol dalam personal branding-nya meliputi keaslian karakter, kesesuaian dengan tren, serta kedekatan emosional dengan penonton. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Instagram Reels dapat berfungsi sebagai media yang efektif bagi konten kreator untuk membangun dan memperkuat personal branding secara strategis.
Hubungan Komunikasi Keluarga terhadap Self-Esteem pada Usia Dewasa Awal Ionis Dui Kusumawangi; Rinawati, Rini
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 5 No. 2 (2025): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v5i2.20987

Abstract

Abstract. Parent-child communication plays a significant role in shaping self-esteem, especially for individual in the emerging adulthood phase. This study aims to examine the relationship between family communication—particularly communication between parents and children—with self-esteem in at the early adulthood stage. This research employs a correlational approach using a quantitative method. The population consists of undergraduate students from the Communication Science Study Program at Universitas Islam Bandung, aged between 18 to 25 years. A total sample of 92 respondents. Data collection was carried out of questionnaires using a Likert scale, followed by data analysis through correlational techniques. The Spearman Rank correlation test was conducted using the SPSS 26.00 software. The correlation analysis revealed a very strong relationship between parent-child communication and self-esteem in early adulthood, indicated by a correlation coefficient of 0.831. This study reinforces the importance of family communication as a key factor in the development of self-confidence and self-image during early adulthood. Abstrak. Komunikasi orang tua dan anak memberikan peran penting dalam membangun self-esteem, terutama untuk individu yang sedang dalam fase dewasa awal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara komunikasi keluarga, khususnya komunikasi antara orang tua dan anak, dengan self-esteem pada usia dewasa awal. Penelitian ini menggunakan pendekatan korelasional dengan metode kuantitatif . Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa S1 Program Studi Ilmu Komunikasi di Universitas Islam Bandung yang berada direntang usia 18-25 tahun dengan jumlah sampel sebanyak 92 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner berskala likert yang selanjutnya dilakukan analisis data melalui teknis analisis data korelasional. Maka dilakukan uji korelasi Rank Spearman dengan menggunakan program SPSS 26.00. Hasil analisis korelasi menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang sangat kuat antara komunikasi orang tua dan anak dengan tingkat self-esteem pada individu dewasa awal, yang ditunjukkan oleh nilai koefisien korelasi sebesar 0,831. Penelitian ini mempertegas pentingnya komunikasi keluarga sebagai faktor utama dalam pembentukan kepercayaan diri dan citra diri individu pada tahap perkembangan dewasa awal.
Hubungan Penggunaan Animasi pada Video Promosi Apboots dalam Meningkatkan Brand Awareness Agyl Alqori Pradana; Rachmawati, Indri
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 5 No. 2 (2025): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v5i2.21088

Abstract

ABSTRACT The development of digital technology has transformed brand promotion strategies, especially through social media platforms such as Instagram, which rely heavily on visual appeal. One increasingly popular visual approach is the use of animation in promotional content. This study aims to examine the relationship between the use of animation in APBOOTS promotional videos on Instagram and the increase in consumer brand awareness. This research employed a quantitative approach using a correlational method. Data were collected from 90 respondents who viewed APBOOTS animated promotional content and analyzed using Pearson correlation tests. The results indicate a positive, strong, and significant relationship between the use of animation and brand awareness, with a correlation coefficient of 0.879 and a significance value of 0.000 (p < 0.05). These findings confirm that animation plays a strategic role in building brand awareness through social media. This study contributes to the development of visual promotion strategies in digital marketing communication. ABTRAK Perkembangan teknologi digital telah mengubah strategi promosi merek, terutama melalui media sosial seperti Instagram yang mengandalkan kekuatan visual. Salah satu pendekatan visual yang semakin populer adalah penggunaan animasi dalam konten promosi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara penggunaan animasi dalam video promosi sepatu APBOOTS di Instagram terhadap peningkatan brand awareness konsumen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Data diperoleh dari 90 responden yang menonton video promosi APBOOTS berbasis animasi dan dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan positif, kuat, dan signifikan antara penggunaan animasi dan brand awareness, dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,879 dan signifikansi 0,000 (p < 0,05). Temuan ini memperkuat bahwa animasi memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran merek melalui media sosial. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi pengembangan strategi promosi visual dalam komunikasi pemasaran digital.
Manajemen Branding Produk Asbhoel dalam Membangun Loyalitas Merek Faiz Yusro Zein; Indri Rachmawati
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 5 No. 2 (2025): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v5i2.21235

Abstract

Abstract. Branding management is a crucial aspect of modern marketing communication, particularly for building brand loyalty. This case study on Asbhoel, a unique local brand, highlights its use of a narrative-based branding approach, embedding stories, cultural values, and spirituality into its product designs.The study aimed to understand Asbhoel's branding process, the reasons behind its strategy, and the challenges and opportunities it faces. Using a qualitative method, the research found that Asbhoel's branding process is a series of strategies that combine visual elements (logo, design) with a powerful brand narrative.As a result, Asbhoel successfully builds an emotional connection and long-term engagement with its consumers. Loyalty is forged not just through product quality, but also through a strong brand identity, consistent experiences, and authentic communication.While it faces competition from other innovative local brands, Asbhoel has significant opportunities to expand into international e-commerce platforms and raise awareness among millennials and Gen Z about the importance of supporting local products.Overall, this research offers valuable insights for other local brands on how to develop relevant and effective branding strategies in the digital age. Abstrak. Studi kasus tentang manajemen branding Asbhoel ini menyoroti perannya yang krusial dalam membangun loyalitas merek di tengah kompetisi pasar modern. Sebagai merek lokal yang unik, Asbhoel menggunakan pendekatan branding berbasis narasi, menyisipkan cerita, nilai budaya, dan spiritualitas ke dalam setiap desain produknya.Tujuan utama penelitian ini adalah memahami proses, alasan, serta tantangan dan peluang branding yang dihadapi Asbhoel. Dengan menggunakan metode kualitatif, penelitian ini menemukan bahwa proses branding Asbhoel merupakan serangkaian strategi yang memadukan elemen visual (logo, desain) dengan narasi merek yang kuat.Hasilnya, Asbhoel berhasil membangun hubungan emosional dan keterikatan jangka panjang dengan konsumen. Loyalitas terbentuk tidak hanya karena kualitas produk, melainkan juga berkat identitas merek yang solid, pengalaman yang konsisten, serta komunikasi yang autentik. Meskipun menghadapi tantangan dari merek lokal lain yang inovatif, Asbhoel memiliki peluang besar untuk berekspansi ke pasar internasional melalui e-commerce dan meningkatkan kesadaran kaum milenial serta Gen Z akan pentingnya mendukung produk lokal.Secara keseluruhan, penelitian ini memberikan wawasan berharga bagi merek lokal lainnya dalam menyusun strategi branding yang relevan dan efektif di era digital.
STRATEGI KOMUNIKASI PEMASARAN DALAM MEMBANGUN BRAND IMAGE FASHION LOKAL GEN Z Najwa Aurilia, Virgiva; Novita, Sophia
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 6 No. 1 (2026): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v6i1.22053

Abstract

Abstract. Hellena Shoes is one of the local fashionistas that provides local shoe products among Gen Z in building a brand image. This store was able to survive and adapt in the midst of changes in consumer behavior in the digital era, as well as in the era of Cibaduyut conditions that began to lose its reputation as a local shopping destination and had to compete with more modern shoe stores out there, causing people to be more interested and start shopping there. This research aims to find out the marketing process carried out by Hellena Shoes in building a local fashion brand image among Gen Z through offline and online marketing. This study uses a constructivist paradigm with a qualitative method and a case study approach. The data collection techniques used in this study are interviews, observations, and documentation. The theories used are Integrated Marketing Communication (IMC) Theory and 7P Marketing Mix Theory. The results show that Hellena Shoes builds its brand image through integrated offline and online marketing focused on Generation Z, supported by consistent visual branding, trend-based products, and responsive services, resulting in a modern, affordable, and relevant local brand image despite facing intense competition. Abstrak. Hellena Shoes menjadi salah satu fashion lokal yang menyediakan produk sepatu lokal di kalangan Gen Z dalam membangun brand image. Toko ini mampu bertahan dan beradaptasi di tengah perubahan perilaku konsumen di era digital, serta di era kondisi Cibaduyut yang mulai kehilangan reputasinya sebagai destinasi belanja lokal dan harus bersaing dengan toko-toko sepatu di luar sana yang lebih modern, menyebabkan masyarakat lebih tertarik dan mulai beralih belanja di sana. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pemasaran yang dilakukan Hellena Shoes dalam membangun brand image fashion lokal di kalangan Gen Z melalui pemasaran offline dan online. Penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivisme dengan metode kualitatif dan melalui pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teori yang digunakan adalah Teori Integrated Marketing Communication (IMC) dan Teori Marketing Mix 7P. Hasil penelitian yang telah dilakukan bahwa Hellena Shoes membangun brand image melalui pemasaran offline & online terpadu dengan fokus pada Gen Z, didukung visual branding konsisten, produk berbasis tren, dan pelayanan responsif, sehingga terbentuk citra brand lokal yang modern, terjangkau, dan relevan meski menghadapi persaingan ketat.
Peran Roleplayer dalam Membentuk Identitas Virtual di Jejaring Sosial Telegram: Studi Netnografi Ranti Safitri Yuliani; Ferry Darmawan
Bandung Conference Series: Communication Management 269 - 276
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v6i2.23760

Abstract

Roleplay practices on Telegram have emerged as a form of digital communication enabling users to construct, negotiate, and sustain virtual identities within online communities; however research specifically examining this social construction process in within roleplay communities on instant messaging platforms remains scarce. This study analyze how roleplayers construct virtual identities, generates collective norms through community interaction, and interpret their experiences.Using a qualitative netnographic approach, the research was conducted within the roleplay base XH community on Telegram. Data were collected through participant observation, in-depth interviews, digital archives, and field notes from three purposively informants. Findings indicate that virtual identity is constructed through character selection, account attributes, and consistent communication style as a process of externalization. Recurrent interaction gives rise to norms such as the separation the roleplay world from real life, character consistency, and the practices of base and menfess, legitimize virtual identity as a collective social reality. At the internalization stage, roleplayers interpret virtual identity as a medium for social bonding, self-expression, and creativity. This study affirm the relevance of Berger and Luckmann's social construction theory in understanding identity dynamics in digital spaces, while opening avenues for further research into the psychosocial impact of roleplay communities on instant messaging platforms.   Praktik roleplay di Telegram berkembang sebagai bentuk komunikasi digital yang memungkinkan pengguna membangun, menegosiasikan, dan mempertahankan identitas virtual dalam komunitas daring; namun, kajian yang secara spesifik menelaah proses konstruksi sosial identitas virtual dalam komunitas roleplay berbasis platform pesan seperti Telegram masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana roleplayer mengonstruksi identitas virtual, bagaimana interaksi komunitas membentuk norma kolektif, serta bagaimana pengalaman tersebut dimaknai oleh para pelaku. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan netnografi pada komunitas roleplay base XH di Telegram. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, arsip digital, dan catatan lapangan terhadap tiga informan aktif yang dipilih secara purposive. Hasil penelitian menunjukkan bahwa identitas virtual dibentuk melalui pemilihan karakter, atribut akun, dan gaya komunikasi yang konsisten sebagai proses eksternalisasi. Interaksi yang berulang kemudian melahirkan norma seperti pemisahan dunia roleplay dengan real life, konsistensi karakter, serta praktik base dan menfess sebagai mekanisme yang melegitimasi identitas virtual sebagai realitas sosial kolektif. Pada tahap internalisasi, roleplayer memaknai identitas virtual sebagai sarana relasi sosial, ekspresi diri, dan ruang kreativitas. Penelitian ini menegaskan relevansi teori konstruksi sosial Berger dan Luckmann dalam memahami dinamika identitas di ruang digital, sekaligus membuka peluang penelitian lanjutan tentang dampak psikososial komunitas roleplay berbasis platform pesan instan pada masa mendatang.
Hubungan Frekuensi Paparan Konten terhadap Persepsi Politik Pengurus PPI Malaysia Siti Reka Sabella; Firmansyah
Bandung Conference Series: Communication Management 277 - 286
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v6i2.23862

Abstract

Content related to Brave Pink and Hero Green circulating on social media represents a form of digital political communication frequently encountered by Indonesian youth, including members of the Indonesian Students Association in Malaysia (PPI Malaysia). These contents convey political messages through visuals and narratives that appear repeatedly, which may influence how audiences understand and evaluate political issues. This study aims to examine the relationship between the frequency of exposure to Brave Pink and Hero Green content on social media and the political perceptions of PPI Malaysia members. This study employs a quantitative approach with a correlational research design. The population consists of 165 members of PPI Malaysia, of whom 135 respondents were selected as the sample using a total sampling technique. Data were collected through a questionnaire and analyzed using Spearman’s correlation test. The results indicate that the frequency of exposure to Brave Pink and Hero Green content has a positive and significant relationship with the political perceptions of PPI Malaysia members (ρ = 0.573). These findings suggest that the more frequently respondents are exposed to political content on social media, the more likely they are to develop certain political perceptions regarding the issues presented. This study is expected to provide insights into the role of social media exposure frequency in shaping the political perceptions of Indonesian students living abroad. Konten Brave Pink dan Hero Green yang beredar di media sosial menjadi salah satu bentuk komunikasi politik digital yang banyak ditemui oleh generasi muda Indonesia, termasuk pengurus Persatuan Pelajar Indonesia di Malaysia (PPI Malaysia). Konten tersebut menyampaikan pesan politik melalui visual dan narasi yang muncul secara berulang, sehingga berpotensi memengaruhi cara audiens memahami dan menilai isu-isu politik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara frekuensi paparan konten Brave Pink dan Hero Green di media sosial dengan persepsi politik pengurus PPI Malaysia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 165 pengurus PPI Malaysia, dengan jumlah sampel sebanyak 135 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa frekuensi paparan konten Brave Pink dan Hero Green memiliki hubungan yang positif dan signifikan dengan persepsi politik pengurus PPI Malaysia (ρ = 0,573). Temuan ini menunjukkan bahwa semakin sering responden terpapar konten politik di media sosial, maka semakin terbentuk persepsi politik tertentu terhadap isu yang disampaikan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai peran frekuensi paparan media sosial dalam membentuk persepsi politik pelajar Indonesia di luar negeri.
Paralanguage dalam Adaptasi Komunikasi Mahasiswa Pontianak di Bandung Faza Arindra Nur Rachman; Rini Rinawati
Bandung Conference Series: Communication Management 287 - 296
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v6i2.23874

Abstract

This study discusses the process of paralanguage adaptation among Pontianak students in intercultural communication in Bandung. Differences in accent, intonation, voice volume, and pronunciation became communication challenges experienced by Pontianak students when interacting with local communities in both social and academic environments. This study aims to describe the experiences of Pontianak students in adapting their paralanguage, identify the forms of paralanguage adaptation they perform, and analyze the challenges they encounter during intercultural communication in Bandung. The study employed a qualitative method with a case study approach. Data were collected through in-depth interviews and observations involving five Pontianak students as key informants and three additional informants for source triangulation. Data analysis used the Miles and Huberman model through data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings show that Pontianak students experienced differences in interpreting speaking styles, intonation, and language use in daily communication. The adaptation process occurred gradually through observation, communication style adjustment, the use of Indonesian language, and involvement in Bandung’s social environment. Communication challenges included misunderstandings caused by intonation differences, difficulties in understanding Sundanese conversations, and feelings of awkwardness regarding pronunciation differences. This study shows that paralanguage plays an important role in the intercultural The findings indicate that paralanguage adaptation is a dynamic intercultural communication process involving communication style adjustment, cultural understanding, and continuous interaction with the local community in Bandung.   Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengalaman mahasiswa Pontianak dalam menyesuaikan penggunaan paralanguage, mengidentifikasi bentuk-bentuk adaptasi paralanguage yang dilakukan, serta menganalisis tantangan yang dihadapi dalam komunikasi lintas budaya di Bandung. Perbedaan logat, intonasi, volume suara, dan pelafalan menjadi tantangan komunikasi yang dialami mahasiswa Pontianak ketika berinteraksi dengan masyarakat lokal di lingkungan sosial maupun akademik. Penelitian ini bertujuan untuk memahami pengalaman, proses adaptasi, serta tantangan paralanguage yang dialami mahasiswa Pontianak di Bandung. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan observasi terhadap lima mahasiswa asal Pontianak sebagai informan utama serta tiga informan tambahan untuk triangulasi sumber. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa Pontianak mengalami perbedaan pemaknaan terhadap gaya bicara, intonasi, dan penggunaan bahasa dalam komunikasi sehari-hari. Proses adaptasi dilakukan secara bertahap melalui pengamatan, penyesuaian gaya komunikasi, penggunaan bahasa Indonesia, serta keterlibatan dalam lingkungan sosial di Bandung. Tantangan komunikasi yang muncul meliputi kesalahpahaman akibat intonasi, kesulitan memahami bahasa Sunda, hingga rasa canggung terhadap perbedaan pelafalan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adaptasi paralanguage merupakan proses komunikasi lintas budaya yang berlangsung secara dinamis melalui penyesuaian gaya berbicara, pemahaman budaya lokal, dan interaksi berkelanjutan dengan masyarakat Bandung.

Filter by Year

2021 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 6 No. 1 (2026): Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 5 No. 2 (2025): Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 3 No. 3 (2023): Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 1 No. 1 (2021): Bandung Conference Series: Communication Management 1121 - 1130 1113 - 1120 1089 - 1096 1081 - 1088 1073 - 1080 1057 - 1064 1049 - 1056 1041 -1048 1033 - 1040 1025 - 1032 1007 - 1016 999 - 1006 991 - 998 983 - 990 973 - 982 965 - 972 947 - 954 939 - 946 931 - 938 923 - 930 915 - 922 905 - 914 895 - 904 887 - 894 879 - 886 871 - 878 861 - 870 853 - 860 843 - 852 835 - 842 827- 834 819 - 826 811 - 818 803 - 810 793 - 802 785 - 792 777 - 784 769 - 776 761 - 768 753 - 760 743 - 752 735 - 742 727 - 734 719 - 726 709 - 718 697 - 708 689 - 696 681 - 688 671 - 680 659 - 670 651 - 658 641 - 650 631 - 640 623 - 630 613 - 622 603 - 612 595 - 602 583 - 594 573 - 582 565 - 572 557 - 564 547 - 556 537 - 546 529 - 536 521 - 528 511 - 520 503 - 510 493 - 502 485 - 492 477 - 484 467 - 476 459 - 466 451 - 458 443 - 450 435 - 442 425 - 434 417 - 424 407 - 416 399 - 406 391 - 398 379 - 390 369 - 378 361 - 368 353 - 360 343 - 352 335 - 342 325 - 334 317 - 324 307 - 316 297 - 306 287 - 296 277 - 286 269 - 276 More Issue