cover
Contact Name
Unang arifin
Contact Email
bcscm@unisba.ac.id
Phone
+6282118633944
Journal Mail Official
bcscm@unisba.ac.id
Editorial Address
UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Jl. Tamansari No. 20, Bandung 40116, Indonesia, Tlp +62 22 420 3368, +62 22 426 3895 ext. 6891
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Bandung Conference Series: Communication Management
ISSN : -     EISSN : 28282183     DOI : https://doi.org/10.29313/bcscm.v2i2
Bandung Conference Series: Communication Management (BCSCM) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Manajemen Komunikasi dengan ruang lingkup diantaranya adalah Awareness, Brand equity, Brand Image, Connecting Community Building, Content Creation, Content Sharing, Daya Tarik Iklan, Drama Televisi, Event, Gaya Hidup, Interior Display, Jingle, Kampanye, Keputusan Pembelian, Keterikatan Pelanggan, Komunikasi antar pribadi, Komunikasi Pemasaran, Konsep Diri, Kredibilitas Komunikator, Kualitas Pelayanan, Literasi Media, Loyalitas Konsumen Manajemen branding, Media Sosial, Minat Beli Konsumen, Online Review, Pemasaran Konten, Penjualan produk, Persepsi Budaya, Personal Branding, Promosi online, Sikap, Store Atmospheredan Layout, Tagline, Terpaan Media, Tindakan Membeli, Transportasi Online, Ujaran Kebencian, Website, Word of Mouth. Prosiding ini diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah Unisba. Artikel yang dikirimkan ke prosiding ini akan diproses secara online dan menggunakan double blind review minimal oleh dua orang mitra bebestari.
Articles 437 Documents
Pengaruh Kredibilitas Maudy Ayunda Sebagai Brand Ambassador Terhadap Tingkat Brand Awareness E-Commerce Lazada Dalilah Nur Andytha; Ratri Rizki Kusumalestari
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v4i2.12826

Abstract

This study explores the influence of Maudy Ayunda's credibility as a brand ambassador on Lazada's level of brand awareness among Instagram followers. Using a quantitative approach, 271 respondents were selected through random sampling technique. Data was collected through questionnaires and literature studies, then analyzed using simple regression analysis. The results showed that Maudy Ayunda's credibility, expertise, trustworthiness, and attractiveness as a brand ambassador significantly contributed to Lazada's brand awareness. The positive regression coefficient for each variable indicates its positive impact on brand awareness, with a significance value lower than 0.05. This study confirms that the choice of Maudy Ayunda as a brand ambassador has made a significant contribution in increasing Lazada's brand awareness among its followers on Instagram. Penelitian ini mengeksplorasi pengaruh kredibilitas Maudy Ayunda sebagai brand ambassador terhadap tingkat brand awareness Lazada di kalangan pengikut Instagram. Dengan pendekatan kuantitatif, 271 responden dipilih melalui teknik random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan studi pustaka, kemudian dianalisis menggunakan analisis regresi sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kredibilitas, keahlian, keterpercayaan, dan daya tarik Maudy Ayunda sebagai brand ambassador secara signifikan berkontribusi terhadap brand awareness Lazada. Koefisien regresi positif untuk masing-masing variabel menunjukkan dampak positifnya pada brand awareness, dengan nilai signifikansi yang lebih rendah dari 0,05. Penelitian ini mengonfirmasi bahwa pilihan Maudy Ayunda sebagai brand ambassador telah memberikan kontribusi yang signifikan dalam meningkatkan kesadaran merek Lazada di kalangan pengikutnya di Instagram.
Migrasi Radio Konvensional menjadi Radio Digital Salman Aditya Rahman Santoso; Santi Indra Astuti
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v4i2.12828

Abstract

Abstract. The digitalization process in the radio broadcasting industry has made radio easy to access and consume by loyal radio listeners. Digital radio is a new trend among broadcasters and even beginners in this field, starting from various social media to applications focused on radio broadcasting have begun to develop features to make it easier for people to produce their works in this field. This research discusses how Media Convergence is implemented on 24Station campus radio. This research aims to find out how the migration of conventional radio to digital radio within the framework of media convergence in the 24Station radio community. This research explores the views of individuals and communities on the migration of campus radio to digital media. The study focuses on how they apply digital radio as a form of media convergence, based on their experiences in running programs for listeners. This research uses a qualitative approach as well as a case study method. The research subjects chosen were Ex-Kasie. Radio Laboratory, Radio Laboratory Ex-Labourer, Radio Laboratory Labourer and Radio Laboratory Assistant. The data collection techniques used were unstructured interviews and direct observation. The results of this study are that with all the migration processes, through existing regulations and policies, as well as the development mechanisms created, and the interaction patterns that exist, Radio 24Station still cannot be called a digital radio because it still uses web streaming radio, but Radio 24Station is in the process of digitizing radio and becoming a form of media convergence in the campus environment. Abstrak. Proses digitalisasi pada industri penyiaran radio membuat radio menjadi mudah untuk diakses dan dikonsumsi oleh para pendengar setia radio. Radio digital menjadi tren baru di kalangan para pegiat penyiaran bahkan pemula di bidang penyiaran ini, dimulai dari berbagai media sosial hingga aplikasi yang difokuskan pada bidang penyiaran radio sudah mulai mengembangkan fitur-fitur untuk memudahkan khalayak menghasilkan karya-karyanya di bidang ini. Penelitian ini membahas mengenai bagaimana Konvergensi Media diimplementasikan pada radio kampus 24Station. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana migrasi radio konvensional menjadi radio digital dalam kerangka konvergensi media pada komunitas radio 24Station. Penelitian ini mengeksplorasi pandangan individu dan komunitas terhadap migrasi radio kampus ke media digital. Studi ini fokus pada bagaimana mereka mengaplikasikan radio digital sebagai bentuk konvergensi media, berdasarkan pengalaman mereka dalam menjalankan program-program untuk pendengar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan juga metode studi kasus. Subjek penelitian yang dipilih merupakan Eks-Kasie. Laboratorium Radio, Eks-Laboran Laboratorium Radio, Laboran Laboratorium Radio dan Asisten Laboratorium Radio. Teknik pengumpulan data yang dipakai adalah wawancara tidak terstruktur dan observasi secara langsung. Hasil dari penelitian ini adalah dengan segala proses migrasi, melalui regulasi dan kebijakan yang ada, serta mekanisme pengembangan yang dibuat, dan juga pola interaksi yang terjalin, Radio 24Station masih belum bisa disebut sebagai radio digital karena masih menggunakan radio web streaming, akan tetapi Radio 24Station sedang dalam proses digitalisasi radio dan menjadi wujud konvergensi media pada lingkungan kampus.
Pemanfaatan Smiling West Java Ambassador dalam Promosi Pariwisata melalui Media Sosial Azril Muhammad Shafa; Sophia Novita
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v4i2.12858

Abstract

Abstract. The Smiling West Java Ambassador program, conducted by the West Java Provincial Department of Tourism and Culture, aims to promote tourism in West Java through social media platforms. In the era of modern tourism dynamics or Digital Tourism, community involvement is a key strategy in tourism promotion. This program is an initiative of the West Java Provincial Department of Tourism and Culture that mobilizes community participation in tourism promotion. The research's objective is to explore reasons for community involvement, provided empowerment, content strategies, and methods to overcome challenges in the Smiling West Java Ambassador program. Employing a qualitative method with a case study approach, the research reveals the uniqueness of community engagement in social media promotion trends, utilizing theories of community participation and promotional content to analyze collected data. Data collection involved interviews, observations and documentation. Findings indicate that empowering and involving communities in tourism promotion programs can have positive impacts, enhancing local participation, sustainable tourism, and creating authentic and engaging content, thereby raising awareness of tourism potential in West Java. Furthermore, the West Java Provincial Department of Tourism and Culture effectively overcame challenges through comprehensive strategies such as collaborating with local governments, tourism stakeholders, and active social media users, ensuring program responsiveness to market needs and latest tourism trends. The implications underscore the importance of continued community participation in similar programs in the future, alongside enhancing promotional strategies focusing on local involvement to strengthen regional tourism industries and sustainable tourism. Abstrak. Program Smiling West Java Ambassador, yang dilakukan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat, bertujuan untuk mempromosikan pariwisata Jawa Barat melalui media sosial. Di era dinamika pariwisata modern atau Digital Tourism, keterlibatan masyarakat menjadi strategi utama dalam promosi pariwisata. Program ini adalah inisiatif dari Disparbud Jabar yang mengajak partisipasi masyarakat dalam mempromosikan pariwisata. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki alasan keterlibatan masyarakat, pemberdayaan yang diberikan, strategi konten, dan cara mengatasi hambatan dalam program Smiling West Java Ambassador. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian ini menunjukkan keunikan terkait keterlibatan masyarakat dalam tren promosi melalui media sosial dengan menggunakan teori partisipasi masyarakat dan konten promosi. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, pengamatan dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan memberdayakan dan melibatkan masyarakat, program promosi pariwisata dapat memberikan dampak positif dalam meningkatkan keterlibatan lokal, berkelanjutan pariwisata, dan menciptakan konten yang autentik dan menarik, sehingga meningkatkan kesadaran akan potensi pariwisata di Jawa Barat. Selain itu, Disparbud Jabar berhasil mengatasi hambatan dengan menerapkan strategi kolaboratif, termasuk dengan pemerintah daerah, pelaku pariwisata, dan masyarakat. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan pentingnya mendorong partisipasi masyarakat dalam program serupa di masa mendatang, serta meningkatkan strategi promosi yang berfokus pada keterlibatan lokal untuk memperkuat industri pariwisata daerah dan pariwisata berkelanjutan.
Seni Pertunjukan Kabaret sebagai Media Kampanye Adinda Arij Az-Zahra Rusmana; Septiawan Santana Kurnia
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v4i2.13022

Abstract

Abstract. Kabaret Bandung is a modern art performance that is popular among young people, especially in West Java. The hallmark of Bandung Cabaret is the use of audio playback, which distinguishes it from other cabarets. Every Bandung Cabaret performance always contains a message of information or knowledge that is conveyed in its story. Therefore, Bandung Cabaret performance art is used as a campaign medium to convey campaign messages to the public through the stories it presents because cabaret has a strong appeal, so it can attract the attention of the public and make it easier for them to receive the messages conveyed. This was also the case at the 2023 Spectacular Momentum Cabaret Festival, which used cabaret performance art as a campaign medium for the concept of life goals. This study aims to analyze Bandung cabaret performance art as a campaign medium. This study uses a qualitative case study research method with data collection through interviews, observations, and document analysis. The sources of data for this study are the organizers and spectators of the 2023 Spectacular Momentum Cabaret Festival as well as Bandung Cabaret experts. The results of this study are: 1) The purpose of cabaret is to convey socio-political messages in its performances, therefore the Bandung Cabaret performance in this Spectacular Momentum Cabaret Festival is to convey a campaign message about the concept of life goals. 2) Kabaret Bandung performance art as a campaign medium can cause dimensions of social change in society, including cognitive, affective, and behavioral changes. 3) Bandung performance art is effective as a campaign medium because Bandung Cabaret is a popular culture and the delivery of campaign messages is packaged in an interesting way so that it is easier to be accepted by the public. Abstrak. Kabaret Bandung merupakan sebuah pertunjukan seni modern yang populer di kalangan anak muda, terkhususnya di Jawa Barat. Ciri khas Kabaret Bandung adalah memiliki audio playback yang membedakan dengan cabaret lainnya. Dalam setiap pertunjukan Kabaret Bandung pasti terdapat pesan informasi atau ilmu pengetahuan yang disampaikan dalam ceritanya. Maka dari itu, seni pertunjukan Kabaret Bandung digunakan sebagai media kampanye untuk menyampaikan pesan-pesan kampanye kepada masyarakat melalui cerita yang dibawakannya karena kabaret memiliki daya tarik yang kuat, sehingga dapat menarik perhatian masyarakat dan membuat mereka lebih mudah menerima pesan yang disampaikan. Begitu juga pada Festival Kabaret Spektakuler Momentum 2023 yang menggunakan seni pertunjukan kabaret sebagai media kampanye mengenai konsep life goals. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis seni pertujunkan kabaret Bandung sebagai media kampanye. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif studi kasus dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Adapun narasumber dari penelitian ini adalah panitia dan penonton dari Festival Kabaret Spektakuler Momentum 2023 serta pakar Kabaret Bandung. Hasil dari penelitian ini adalah 1) Tujuan dari cabaret yaitu untuk menyampaikan pesan-pesan sosial politik dalam pertunjukannya, maka dari itu pertunjukan Kabaret Bandung dalam Festival Kabaret Spektakuler Momentum ini adalah untuk menyampaikan pesan kampanye mengenai konsep life goals. 2) Seni pertunjukan Kabaret Bandung sebagai media kampanye dapat menyebabkan dimensi perubahan sosial di dalam masyarakat, diantaranya perbahan kognitif, afektif, dan behavioral. 3) Seni pertunjukan Bandung efektif sebagai media kampanye karena Kabaret Bandung merupakan budaya yang populer dan penyampaian pesan kampanye dikemas secara menarik jadi lebih mudah diterima oleh masyarakat.
Hubungan Antara Gaya Manajerial Pemimpin dengan Produktivitas Kerja Karyawan Sabila Putri Septiani; Dede Lilis Chaerowati
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v4i2.13024

Abstract

Abstract. A leader's communication style is important in a company. So the ongoing leadership should have a special leadership style which is expected to be able to bring problems to the institution or organization it leads. As is known by education administrators, good leadership will deliver institutions of good quality. This research focuses on the managerial style of leaders at PT. GNF Trans Tourism with employee work productivity. This research aims to determine whether or not there is a relationship between a leader's managerial style and employee work productivity. The theory used is the theory of four Likert systems. This research uses quantitative methods with a correlational approach. The results of this research are that the more managerial style improves, the more likely it will be followed by an increase in work productivity. This shows that an effective managerial style has a direct impact on employee work productivity. The implication is that it is important for managers to develop an effective managerial style, which can motivate, support and direct the team clearly, effective communication, skill development, efficient task delegation and good conflict management are also important factors in increasing work productivity. Abstrak. Gaya komunikasi pemimpin menjadi hal penting dalam suatu perusahaan. Maka sudah seharusnya kepemimpinan yang sedang berlangsung memiliki gaya kepemimpinan khusus yang diharapkan mampu membawa maslahah bagi lembaga atau organisasi yang dipimpinnya. Sebagaimana yang telah diketahui oleh para penyelenggara pendidikan bahwa kepemimpinan yang baik akan menghantarkan lembaga pada kualitas yang baik. Adapun penelitian ini memfokuskan pada gaya manajerial pemimpin di PT. GNF Trans Pariwisata dengan produktivitas kerja karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidak hubungan antara gaya manajerial pemimpin dengan produktivitas kerja karyawan. Teori yang digunakan adalah teori empat sistem Likert. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Hasil penelitian ini yaitu, bahwa semakin meningkatkan gaya manajerial, kemungkinan akan diikuti oleh peningkatan produktivitas kerja. Hal ini menunjukkan bahwa gaya manajerial yang efektif memiliki dampak langsung pada produktivitas kerja karyawan. Implikasinya adalah pentingnya bagi manajer untuk mengembangkan gaya manajerial yang efektif, yang dapat memotivasi, mendukung, dan mengarahkan tim dengan jelas, komunikasi yang efektif, pengembangan keterampilan, pendelegasian tugas yang efisien, dan pengelolaan konflik yang baik juga merupakan faktor penting dalam meningkatkan produktivitas kerja.
Makna Komunikasi Keluarga Broken Home Muhammad Pippo Ferozzi Supriadi; Askurifa'i Baksin
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v4i2.13042

Abstract

Abstract. Film has a uniqe characteristic to reach a wide public and have a function to broaden a perspective on social issue and culture. One of the films that discusses the issue of post-divorce and family communication is Daren Arofonsky's The Whale. The Whale is a sad and touching story about a man named Charlie who is isolated himself from the world after a divorce and the death of his partner, only to find himself dying with obesity wanting to reconnect with his daughter. This film illustrates how family communication as a bride to reconnecting relationship between family members post-divorce. The purpose of this study is to see the meaning of broken home family communication in The Whale film, this meaning is explained based on the level of reality, level of representation, and level of ideology that is appropriate with John Fiske's semiotic theory. This study was compiled using qualitative analysis methods to describe the meaning family communication on broken home family. Result from this study from the analysis on three level suggesting the effectiveness of family communication to reconnect with a family member post-divorce. Abstrak. Film dengan karakteristik uniknya yang dapat mencakup khalayak luas dan memperluas perspektif mengenai isu sosial dan kultural . Salah satu film yang membahas mengenai isu perceraian dan komunikasi pada angota keluarga adalah film The Whale karya Daren Arofonsky. Film The Whale adalah kisah sedih dan menyentuh tentang seorang pria bernama Charlie yang mengasingkan diri dari dunia setelah percerain dan kematian pasangannya, dimana dirinya yang obesitas dan sekarat ingin berhubungan kembali dengan anak perempuanya. Film ini menggambarkan kekuatan komunikasi keluarga dalam menjadi jembatan dalam memperbaiki kembali hubungan keluarga pasca perceraian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat makna komunikasi keluarga broken home pada film The Whale, makna tersebut dijelaskan dengan berdasarkan level realitas, level representasi, dan level ideologi yang sesuai dengan teori semiotika John Fiske. Penelitian ini disusun dengan menggunakan metode analisis kualitatif untuk mendeskripsikan makna yang terbentuk. Hasil dari ketiga level analisis yang menunjukan efektivitas komunikasi keluarga dalam menjadi jembatan dalam membangun kembali hubungan keluarga pasca perceraian.
Hubungan Antara Komunikasi Kelompok Pengurus Masjid dengan Minat Masyarakat Haliza Rifdahaya Rurianti; Mohamad Subur Drajat
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v4i2.13045

Abstract

Abstract. Group communication is the most important thing in an activity to achieve goals together. Group communication activities can occur in various social lives. Group communication that occurs in social life in the religious sector, such as routine recitations and also recitations on every Islamic holiday. This activity has become a community habit. In the communication of this research group, several phenomena occurred, namely a lack of interest in the community around the mosque due to the time of the recitation activity and the community's interest in attending the recitation led or provided by the DKM ustad. It's different if the recitation is held or invites scholars who are well-known among the community. The aim of this research is to determine the extent of the relationship between group communication and people's interest in participating in religious activities. The theoretical basis in this research is group communication theory and interest theory. The research method used is a quantitative method with a correlational approach. The results of this research show a significant relationship between group communication and community interest, which has a correlation value of 0.615, which means a strong relationship. Abstrak- Komunikasi kelompok menjadi hal terpenting dalam suatu kegiatan untuk mencapai tujuan secara bersama. Aktivitas komunikasi kelompok bisa terjadi dalam bermacam kehidupan sosial. Komunikasi kelompok yang terjadi di kehidupan sosial bidang agama seperti pengajian rutin dan juga pengajian di setiap hari besar Islam. Aktivitas tersebut sudah menjadi kebiasaan masyarakat. Dalam komunikasi kelompok penelitian ini, terjadi beberapa fenomena yaitu kurangnya minat masyarakat sekitar masjid karena waktu kegiatan pengajian dan ketertarikan masyarakat mengikuti pengajian yang dipimpin atau diisi oleh ustad DKM. Berbeda jika pengajian diisi atau mengundang ulama yang terkenal dikalangan masyarakat. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui sejauhmana hubungan antara komunikasi kelompok dengan minat masyarakat mengikuti kegiatan keagamaan. Landasan teori dalam penelitian ini teori komunikasi kelompok dan teori minat. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Hasil dari penelitian ini terdapat hubungan signifikan antara komunikasi kelompok dengan minat masyarakat, yang memiliki nilai korelasi 0,615 yang berarti sebuah hubungan kuat.
Pengelolaan Pesan Parodi Melalui Media Sosial Instagram Efin Harfy Hilmiawan; Erik Setiawan
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v4i2.13046

Abstract

Abstract. Traffic conditions in the city of Bandung are still very closely related to violations committed by road users due to a lack of awareness when driving. This problem prompted the Bandung City government through the Bandung City Transportation Department to create a program that is able to monitor road users to ensure traffic order through the ATCS (Area Traffic Control System) program. Bandung City Transportation Agency ATCS often posts parody content taken from incidents of violations committed by road users in Bandung City. Parody content like this is intended to provide information and advice to the public not to commit violations and to build public traffic awareness. This research aims to explain and analyze the management of parody messages as a strategy in building traffic compliance in the city of Bandung via the social media Instagram. This study uses a qualitative descriptive approach to observe the process of managing parody messages implemented by the Instagram account @atcs.kotabandung. The data collection method uses observation of posted content, analysis of message content, as well as interviews with account managers and documentation of parody content owned by ATCS Bandung City. It is hoped that this research will show that managing parody messages can be an effective means of increasing traffic compliance by conveying informative and educational messages creatively and entertainingly. It is hoped that this research can provide additional insight regarding the potential use of social media, especially Instagram, in supporting the efforts of the government and the Bandung City Transportation Department in building traffic awareness and compliance in Bandung City. Abstrak. Kondisi lalu lintas di Kota Bandung masih sangat erat dengan pelanggaran yang dilakukan oleh para pengguna jalan karena kurangnya kesadaran dalam berkendara. Permasalahan ini yang mendorong pemerintah Kota Bandung melalui Dishub Kota Bandung untuk menciptakan suatu program yang mampu memonitor para pengguna jalan agar tewujudnya ketertiban lalu lintas melalui program ATCS (Area Traffic Control System). ATCS Dishub Kota Bandung sering memposting konten parodi yang diambil dari kejadian-kejadian pelanggaran yang dilakukan oleh pengguna jalan di Kota Bandung, Koten parodi seperti ini ditujukkan untuk memberikan informasi serta imbauan kepada masyarakat untuk tidak melakukan pelanggaran dan untuk membangun kesadaran lalu lintas masyarakat.Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan serta menganalisis pengelolaan pesan parodi sebagai strategi dalam membangun kepatuhan berlalu lintas di Kota Bandung melalui media sosial Instagram. Studi ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif untuk mengamati proses pengelolaan pesan parodi yang diimplementasikan oleh akun Instagram @atcs.kotabandung. Metode pengumpulan data menggunakan observasi terhadap konten yang diposting, analisis konten pesan, serta wawancara dengan pengelola akun tersebut dan dokumentasi pada konten-konten parodi yang dimiliki oleh pihak ATCS Kota Bandung. Dari penelitian ini diharapkan menunjukan bahwa pengelolaan pesan parodi dapat menjadi sarana yang efektif untuk mengingkatkan kepatuhan berlalu lintas dengan menyampaikan pesan informatif serta edukatif secara kreatif dan menghibur. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan tambahan terkait potensi penggunaan media sosial, khususnya Instagram dalam mendukung upaya pemerintah dan Dinas Perhubungan Kota Bandung dalam membangun kesadaran dan kepatuhan berlalu lintas di Kota Bandung.Kata kunci: Pesan, Parodi, Kepatuhan Berlalu Lintas, Instagram ABSTRACTTraffic conditions in the city of Bandung are still very closely related to violations committed by road users due to a lack of awareness when driving. This problem prompted the Bandung City government through the Bandung City Transportation Department to create a program that is able to monitor road users to ensure traffic order through the ATCS (Area Traffic Control System) program. Bandung City Transportation Agency ATCS often posts parody content taken from incidents of violations committed by road users in Bandung City. Parody content like this is intended to provide information and advice to the public not to commit violations and to build public traffic awareness. This research aims to explain and analyze the management of parody messages as a strategy in building traffic compliance in the city of Bandung via the social media Instagram. This study uses a qualitative descriptive approach to observe the process of managing parody messages implemented by the Instagram account @atcs.kotabandung. The data collection method uses observation of posted content, analysis of message content, as well as interviews with account managers and documentation of parody content owned by ATCS Bandung City. It is hoped that this research will show that managing parody messages can be an effective means of increasing traffic compliance by conveying informative and educational messages creatively and entertainingly. It is hoped that this research can provide additional insight regarding the potential use of social media, especially Instagram, in supporting the efforts of the government and the Bandung City Transportation Department in building traffic awareness and compliance in Bandung City.
Hubungan Pesan Mental Health Pada Akun Instagram @skwadhealth dengan Konsep Diri Followers Azahra Putri Rachmanda; Zulfebriges
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v4i2.13051

Abstract

Abstract. One element in communication is a message. The message contains information about various thing, on of which is mental health. A person’s mental health is very important for carrying out daily activities. So, someone must understand the individual’s condition an seek information about mental health. With technological developments, social media emerged, namely Instagram account emerged, namely @skwadhealth, skwadhealth is an Instagram account tha focuses on disseminating information about mental health, conveying this information is uploaded through content feeds, stories and reels and hass through sources. This research aims to find out the extent of the relationship between mental health messages on the @skwadhealth Instagram account and followers actual self concept. This research uses the uses and graffiti theory and uses quantitative methods and a correlational approach. Correlational quantitative methods are uses to examine the relationships between variables. In this research, the variable (X) is the mental health message on the Instagram account @skwadhealth and the variable (Y) is the followers self-concept. The populations of thes study was 257 likes on Instagram post @skwadhealth and the sample used simle random sampling to distribute the questionnaire to a total of 72 people using the Taro Yamane formula. From this research, it was found that all indicators have a relationship. Indicators of mental health messages, namely satisfaction, information, personal identity, social integration and interaction, entertainment and knowledge, have a relationship with self-concept. Variable (X) mental health messages on the Instagram @skwadhealth has a strong relationship with variable (Y) followers self-concept. Abstrak. Salah satu unsur dalam komunikasi adalah pesan, pesan memuat informasi tentang berbagai hal, salah satunya tentang mental health. Kesehatan mental seseorang sangatlah penting untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Maka, seseorang harus memahami kondisi individu dan mencari informasi mengenai kesehatan mental. Dengan adanya perkembangan teknologi timbul media sosial yaitu Instagram. Adanya Instagram sebagai sarana informasi muncul akun Instagram yaitu @skwadhealth, skwadhealth adalah salah satu akun Instagram yang berfokus pada penyebaran informasi mengenai kesehatan mental, penyampaian informasi ini di upload melalui konten feeds, story, dan reels dan mempunyai sumber-sumber terpercaya. Penelitian ini mengetahui sejauhmana hubungan pesan mental health pada akun instagram @skwadhealth dengan konsep diri followers yang sebenarnya. Penelitian ini menggunakan tepri Uses and Grafitication dan menggunakan metode kuantitatif dan pendekatan korelasional, metode kuantitatif korelasional digunakan unruk meneliti hubungan di antara variabel-variabel. Pada penelitian ini yang menjadi varia bel (X) adalah pesan mental health pada akun Instagram @skwadhealth dan yang menjadi variabel (Y) adalah konsep diri followers. Populasi dari penelitian ini adalah likes pada postingan Instagram @skwadhealth berjumlah 257 likes dan sampel menggunakan simple random sampling untuk penyebaran kuesioner berjumlah 72 orang menggunakan rumus taro Yamane. Dari penelitian ini, ditemukan bahwa semya indikator memiliki hubungan. Indikator pesan mental health yaitu kepuasan, informasi, identitas pribadi, integrasi dan interaksi sosial, hiburan dan pengetahuan memiliki hubungan dengan konsep diri. Variabel (X) pesan mental health pada akun Instagram @skwadhealth memiliki hubungan yang kuat dengan variabel (Y) konsep diri followers.
Manajemen Komunikasi Pemasaran Akun Preloved @Bbybranded Di Instagram Zahra Zahidah; O. Hasbiansyah
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v4i2.13053

Abstract

Abstract. In this modern era of rapid development of technology and information, people show creativity by utilizing technology, such as Instagram, as a marketing tool. The rapid growth of Instagram users in Indonesia has made it a gateway for online sales, including for @bbybranded Preloved account. This research aims to implement marketing communication management on @bbybranded with constructivism paradigm and case study approach. The results in this study show that the implementation stages include content packaging with team discussions, content research, content planner, creation, uploading content on Instagram, and evaluation with the team. Target audience management by @bbybranded involves three stages, namely uploading preloved products, monitoring consumers, and utilizing insight features on Instagram. In sales and marketing communication activities, @bbybranded faced obstacles such as content packaging, communication barriers, and constraints from the Instagram account, which were overcome with appropriate solutions. Instagram was chosen as the only social media due to its user popularity, ease of interaction, and features that support the sale of preloved products. This decision was based on the view that Instagram makes it easy to interact with followers of the @Bbybranded account and makes it easier to sell preloved products. Abstrak. Dalam era modern ini perkembangan teknologi dan informasi yang semakin pesat saat Dalam era modern, masyarakat menunjukkan kreativitas dengan memanfaatkan teknologi, seperti Instagram, sebagai alat pemasaran. Pengguna Instagram yang melesat di Indonesia membuatnya menjadi gerbang penjualan online, termasuk bagi akun Preloved @bbybranded. Penelitian ini bertujuan mengimplementasikan manajemen komunikasi pemasaran pada @bbybranded dengan paradigma konstruktivisme dan pendekatan studi kasus. Hasil dalam penelitian ini menunjukan Tahapan implementasi mencakup pengemasan konten dengan diskusi tim, riset konten, content planner, pembuatan, unggah konten di Instagram, dan evaluasi bersama tim. Pengelolaan target audience oleh @bbybranded melibatkan tiga tahap, yaitu unggah produk preloved, pemantauan konsumen, dan pemanfaatan fitur insight di Instagram. Dalam kegiatan penjualan dan komunikasi pemasaran, @bbybranded menghadapi hambatan seperti pengemasan konten, hambatan komunikasi, dan kendala dari akun Instagram, yang diatasi dengan solusi yang sesuai. Instagram dipilih sebagai satu-satunya media sosial karena popularitas pengguna, kemudahan interaksi, dan fitur yang mendukung penjualan produk preloved. Keputusan ini didasarkan pada pandangan bahwa Instagram memudahkan interaksi dengan pengikut dari akun @Bbybranded dan mempermudah penjualan produk preloved.