cover
Contact Name
Elisabeth Tatia Pramajati
Contact Email
elisabethtatia.p@gmail.com
Phone
+62274487711
Journal Mail Official
jai@uajy.ac.id
Editorial Address
Jln. Babarsari No. 5, Caturtunggal, Kec. Depok, Kabupaten Sleman, DIY 55281
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Atma Inovasia
ISSN : 27759385     EISSN : 27759113     DOI : https://doi.org/10.24002/jai
Jurnal Atma Inovasia (JAI) diharapakan dapat menjadi sarana desiminasi pengabdian dari seluruh civitasakademika berbagai disiplin ilmu tentang berbagai macam inovasi dan solusi-solusi dalam berbagai persoalan dalam masyarakat. JAI diharapkan dapat mengispirasi dan bermanfaat bagi masyarakat secara luas. JAI fokus pada beberapa topik sebagai berikut: Pembelajaran layanan, masyarakat Pengembangan dan pemberdayaan masyarakat Pelatihan, Pemasaran, Teknologi Tepat Guna, Desain Wilayah perbatasan, wilayah kurang maju Layanan pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan Pemberdayaan masyarakat, akses sosial Topik lain terkait pengabdian pada masyarakat
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 30 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 6 (2022)" : 30 Documents clear
Mengembangkan Bahasa Ekspresif Anak Down Syndrome dengan Pelatihan Dramatherapy Thalia, Sherlen; Birgitta Nerissa Arviana; Revania Andrea; Ria Wardani
Jurnal Atma Inovasia Vol. 2 No. 6 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jai.v2i6.6477

Abstract

Perilaku adaptif dibutuhkan individu dalam melakukan kegiatan sehari-hari. Salah satu aspek perilaku adaptif, yaitu kemampuan berbahasa. Individu dengan Down Syndrome, utamanya terhambat dalam kemampuan berbahasa ekspresif. Kami menemukan bahwa SLB ABCD Caringin belum pernah memberikan program untuk meningkatkan kemampuan Bahasa ekspresif anak-anak. Jadi, kami tergerak untuk membuat program ini. Dalam program ini, kami mengajak anak-anak dengan down syndrome (usia 14-19 tahun) untuk melakukan dramatherapy. Metode kuantitatif, empat hari, di SLB ABCD Caringin Kota Bandung. Sebelum dan sesudah program dimulai, kami akan mengukur kemampuan berbahasa ekspresif anak-anak dengan alat ukur buatan kami. Lalu, hasilnya akan dibandingkan. Anak-anak akan melakukan dramatherapy dalam empat situasi: (1) situasi kelas antara guru dan siswa, (2) situasi antara teman di sekolah, (3) situasi sarapan di rumah, dan (4) situasi di masyarakat. Sebelum dramatherapy, anak-anak akan diperlihatkan video-video pendek dan gambar-gambar yang terkait dengan situasi. Hasilnya, kemampuan bahasa ekspresif anak-anak meningkat secara signifikan (Asymp. Sig. (1-tailed) = 0.034) dan selama proses kegiatan, kami menemukan bahwa anak-anak tertarik dengan dramatherapy. Kami juga menemukan bahwa penggunaan video dan gambar membantu.
Pendampingan Perancangan Desain Konten Instagram Produk Lokal Minyak Atsiri Laloka Hartanti, Monica; Lukman, Christine Claudia
Jurnal Atma Inovasia Vol. 2 No. 6 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jai.v2i6.6480

Abstract

Since Covid-19 impacted YSLH, one of the foundations engaged in the environment, income derived from training services and donations from well-wishers was greatly reduced. Luckily, with the Laloka Essential Oil (EO), income has potential to increase. The great advantage of Laloka EO is that it is affordable, seeing as this product uses raw Indonesian materials; another one of the advantages is the specialty of custom mixing essential oils with the skills of one of the YSLH’s volunteers who has previous pharmaceutical expertise. The needs of Laloka EO consist of online promotional media, especially during the COVID-19 pandemic. Using the Participatory Action Research (PAR) method, a team of lecturers and students from the Visual Communication Design of Maranatha University has helped Laloka EO volunteers, such as making some concept designs for Laloka EO’s Instagram content. This assistance is carried out online for three months. As a result of this assistance, Laloka EO is now accompanied with a design promoting concept in the social media, Instagram; but in terms of Instagram management, further efforts are needed. Currently, the problem is Laloka EO’s inability in accommodating permanent volunteers to manage its Instagram page on a routine schedule, resulting in irregular issued content designs.
Meningkatkan Kreativitas Dengan Pelatihan Bahan Keras Dengan Teknik Anyaman Bagi Siswa SMPK Trimulia HITS Irena Vanessa Gunawan; Halim, Erwin Ardianto
Jurnal Atma Inovasia Vol. 2 No. 6 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jai.v2i6.6506

Abstract

Sesuai dengan kurikulum 2013 revisi 2016 salah satu Kompetensi Dasar siswa-siswi SMP di bidang kerajinan adalah memahami pengetahuan tentang jenis, sifat, karakter dan teknik pengolahan bahan olahan (kali ini menggunakan Busa Eva).SMPK Trimulia HITS mengajukan permohonan pelatihan untuk memperluas wawasan bagi guru maupun siswa tentang alternatif pengolahan bahan keras.  Dengan demikian tim FSRD mencari ide kriya dengan struktur sekaligus finishing yang tergabung dari dua material , tidak sekedar hanya menempelkan satu material di atas material lainnya. Materi yang diusulkan adalah busa eva, karena mudah untuk dipotong, dimanipulasi dengan cara ditekuk , dilengkungkan dan dapat dengan mudah dijahit. Adapun kriya yang diajarkan selalu berusaha memasukkan unsur-unsur kriya tradisional Indonesia , dalam hal ini adalah anyaman. Unsur menganyam akan dimasukkan untuk memperkuat pertemuan dua material antara busa eva dan benang yang dijalin atau dianyam membentuk tekstil. Pelatihan ini diharapkan dapat menumbuhkan kreativitas peserta didalam bidang seni dan mendukung perkembangan motorik peserta  
Pengembangan Desain Kawasan Destinasi Desa Wisata Kebugaran, Kalurahan Canden, Bantul Karang, Anak Agung Ayu Ratih Tribhuana Adityadewi; Yustina Banon Wismarani; Rachmat Budihardjo
Jurnal Atma Inovasia Vol. 2 No. 6 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jai.v2i6.6518

Abstract

Kalurahan Canden merupakan salah satu dari 4 kalurahan yang ada di Kapanewon Jetis. Canden memiliki luas wilayah 5,36 Ha atau sekitar 21,50 % dari luas kapanewon. Batas wilayah administrasi Kalurahan Canden dikelilingi oleh Kalurahan Sumber Agung, Kapanewon Jetis di sisi utara, Kalurahan Srihardono, Kapanewon Pundong di sisi selatan, Kalurahan Patalan, Kapanewon Jetis di sisi barat, serta Kalurahan Kebon Agung, Kapanewon Imogiri di sisi timur. Kalurahan Canden terbagi dalam 15 dusun. Wilayah Canden memiliki potensi yang unik dan area sekitar Dusun Kiringan dapat dikembangkan sebagai pendukung bagi pengembangan Kalurahan Wisata Kebugaran Terpadu Jamu Tradisional. Selain Jamu, Canden juga memiliki pemandangan alam yang indah berupa sungai dan persawahan. Untuk mendukung terwujudnya fasilitas wisata yang memadai maka perlu ada perencanaan dan perancangan fasilitas di Kalurahan Canden. Tim Pengabdian UAJY membantu mendesain kawasan prioritas wisata di Canden agar selaras dengan tujuan utama Pariwisata Kabupaten Bantul. Pengembangan kawasan yang didesain oleh UAJY adalah area parkir terpadu. Area Parkir Terpadu ini terletak di dua dusun yaitu Dusun Pulokadang dan Dusun Kralas. Area parkir tidak hanya berperan sebagai sentra pergantian transportasi tetapi juga menjadi wadah akomodasi wisata dan sebagai wajah depan saat memasuki wilayah Desa Wisata Canden.
Penyuluhan Sambungan Kayu dan Perbaikan Tangga Kayu Ruang Pertemuan Warga Kelurahan Bener, Kemantren Tegalrejo, Yogyakarta Egatama, Henda Febrian; Ade Lisantono
Jurnal Atma Inovasia Vol. 2 No. 6 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jai.v2i6.6519

Abstract

Bener Village is located in Tegalrejo District, Yogyakarta City, Special Region of Yogyakarta. The condition of infrastructure in Bener Village, especially in RT 10 RW 3, it was found that there were several buildings of wooden construction. One of the buildings with wooden construction is a resident's house which is also used for village resident’s meetings. Documentation from residents shows the condition of the building with damage to the stairs and wooden floor decks. Damage occurs due to poor wood quality and due to service life, as well as direct weather exposure. This Community Service aims to carry out repairs (renovations) on damaged infrastructure and increase public awareness about the importance of ensuring the quality of wood construction for the community, especially construction workers regarding wood connections. This service consists of three (3) stages, namely problem assessment, preparation of service, and implementation of service. This service has become a trigger in increasing public awareness about the importance of the correct application of wood construction as a building material. It has been attempted by holding counseling on construction and wood connection. In addition, the need to renovate the wooden stairs of the community meeting building has been fulfilled through this service by carrying out renovations in mutual cooperation between the service team and residents, using wood materials with a higher quality class and in accordance with the conditions at hand, namely direct weather exposure.
Potensi Desa Girirejo sebagai Desa Wisata dan Edukasi Mengenai Kebudayaan Keris Hardjanti, S.H., M.H., Dewi Krisna
Jurnal Atma Inovasia Vol. 2 No. 6 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jai.v2i6.5186

Abstract

Desa Girirejo merupakan salah satu desa yang berada pada kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, DIY. Dengan metode pengabdian potensi yang ada pada desa ini adalah kebudayaan dalam pembuatan keris. Dengan potensi desa yang ada, Penulis berinisiatif dalam membantu dan menjadikan Desa Girirejo menjadi Desa Wisata. Para penulis membuat Iuran berupa video interaktif dan e-book yang menjelaskan dan mengedukasi masyarakat Desa Girirejo. Keris adalah salah satu warisan budaya Indonesia yang perlu dilestarikan, di zaman ini keris memiliki manfaat dan fungsi sebagai simbol ikatan keluarga, tanda jasa, status sosial, aksesoris bahkan sebagai senjata yang memiliki nilai tersendiri. oleh sebab itu, pengabdian yang dilakukan para penulis diharapkan dapat bermanfaat dan menjadi inovasi baru untuk desa dalam pengembangan inovasi Desa Girirejo.  Kata Kunci- Desa Girirejo, Desa Wisata, Budidaya Keris
PENGEMBANGAN MINA PADI SEBAGAI BAHAN PANGAN DAN WISATA DI DESA DEMANGREJO Pawana, Sekhar Chandra
Jurnal Atma Inovasia Vol. 2 No. 6 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jai.v2i6.5203

Abstract

The 80th period of KKN program was held with the theme Society 5.0 as a response to the COVID-19 pandemic. The activity was attended by Atma Jaya Yogyakarta University students as an obligation. Participants were divided into groups of students that came from different faculties. KKN would be held from October 1st to December 4th, 2021 virtually. The authors were members of group 101 who were given the responsibility to expand their knowledge and skills through the experiences in Demangrejo Village, Sentolo District, Kulon Progo Regency. Demangrejo village itself have had potential in agricultural land, rice fields in the north which stretched along 1.68 km. Good irrigation in rice fields came from the Progo River and wells around the village. Therefore, most of the villagers were farmers. Because of those reasons, village welfare improvement could be achieved by developing existing agricultural land into mina padi. Mina Padi is a combination of rice cultivation and fish cultivation. These two aspects would support each other in terms of production. The water quality of the rice fields would improve and the fish seeds would get their food source from the bran, milled rice husk. When it's time to harvest, the results will be more profitable for the village because it is a combination from 2 types of cultivation in the same period. Beside improving the economic aspect of the village, Mina Padi was also expected to play a role in improving Demangrejo Village's tourism.
Pembangunan Desa Wisata Gerabah Kasongan di Desa Bangunjiwo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta Pratama, Yohanes Mario
Jurnal Atma Inovasia Vol. 2 No. 6 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jai.v2i6.5217

Abstract

Bangunjiwo Village, Kapanewon Kasihan, Bantul Regency has a very famous area as a center for pottery, namely in the Kasongan area. The Covid-19 pandemic has had a significant impact due to a decrease in the number of tourists. To assist the recovery and development of village potential, this community service program aims to develop the potential of tourism villages. This program is carried out using secondary data to find the potential that exists in Bangunjiwo Village that can be developed. Based on these data, it is then learned what needs to be developed in Bangunjiwo Village. The development of tourism village potential is carried out by rearranging places that might be used as tourist village centers by redesigning tourist areas with interesting concepts such as information rooms, rest areas, restaurants, and workshop spaces. This work program is expected to be able to attract tourists so that it can advance Bangunjiwo Village and of course requires parties from village officials, villagers, and the regional tourism office.
Potensi Pengembangan Desa Tirtosari Kapanewon Kretek Kabupaten Bantul Putra Prakasa, Fedelis Brian
Jurnal Atma Inovasia Vol. 2 No. 6 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jai.v2i6.5221

Abstract

Jurnal ini membahas mengenai pengembangan potensi desa yang ada di Desa Tirtosari, serta membahas cara pembuatan pupuk organik dari kulit bawang merah. Desa Tirtosari menghasilkan produk pertanian di mana yang terbesar yakni hasil bawang merah dan cabai. Data yang dikutip dari laporan Kapanewon Kretek Dalam Angka Tahun 2020, tercatat pada tahun 2019 petani di Desa Tirtosari mampu menghasilkan sebanyak 962 kw bawang merah. Sektor pertanian merupakan sektor yang menjanjikan bagi Desa Tirtosari. Pengembangan potensi desa berfokus pada pemberian penyuluhan terkait bidang pertanian. Hasil tani yang berkualitas salah satunya tergantung pada penggunaan pupuknya. Penggunaan pupuk organik dari kulit bawang merah menjadi peluang yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan kualitas hasil pertanian. Hasil dari kegiatan pengadian ini yaitu memberikan informasi mengenai cara pembuatan pupuk organik dari kulit bawang merah serta pemasarannya. Kemudian, ditemukan juga beberapa potensi lainnya pada Desa Tirtosari yang meliputi sektor pariwisata, industri olahan makanan, dan industri peternakan.
Pengembangan Potensi Desa Mulyodadi Melalui Produk Olahan Keripik Buah Gayam Putra Prakasa, Fedelis Brian
Jurnal Atma Inovasia Vol. 2 No. 6 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jai.v2i6.5222

Abstract

Desa Mulyodadi memiliki potensi tanaman khas yaitu tanaman Gayam. Tanaman Gayam dijumpai di sepanjang tepi aliran sungai dan di kebun di wilayah desa Mulyodadi. Buah Gayam sebagai tanaman khas desa Mulyodadi dinilai dapat dikembangkan menjadi produk olahan makanan dalam bentuk keripik buah Gayam. Bentuk program pengembangan ini berupa pengembangan dari produk khas desa yaitu buah Gayam. Olahan keripik Gayam dinilai lebih praktis dan efisien dalam bentuk olahan makanan ringan. Meninjau dengan dampak akibat dari pembatasan aktivitas masyarakat guna mengurangi penyebaran virus Corona mayoritas masyarakat mengalami dampak pengurangan pendapatan hingga kehilangan pekerjaan. Maka melalui produk keripik buah Gayam ini, bertujuan dalam mengembangkan potensi desa Mulyodadi dalam menciptakan peluang usaha baru yang dapat dilakukan  dalam masa pandemi COVID-19, sehingga dapat menunjang kesejahteraan masyarakat desa Mulyodadi.  Pengembangan dengan produk buah Gayam melalui olahan keripik berpotensi mengembangkan keunggulan produk khas desa yaitu buah Gayam. Dalam 1 produk keripik buah gayam dengan berat 200 gram dapat menghasilkan harga sekitar Rp.15.000,- hingga Rp. 25.000,-  

Page 2 of 3 | Total Record : 30