cover
Contact Name
Elisabeth Tatia Pramajati
Contact Email
elisabethtatia.p@gmail.com
Phone
+62274487711
Journal Mail Official
jai@uajy.ac.id
Editorial Address
Jln. Babarsari No. 5, Caturtunggal, Kec. Depok, Kabupaten Sleman, DIY 55281
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Atma Inovasia
ISSN : 27759385     EISSN : 27759113     DOI : https://doi.org/10.24002/jai
Jurnal Atma Inovasia (JAI) diharapakan dapat menjadi sarana desiminasi pengabdian dari seluruh civitasakademika berbagai disiplin ilmu tentang berbagai macam inovasi dan solusi-solusi dalam berbagai persoalan dalam masyarakat. JAI diharapkan dapat mengispirasi dan bermanfaat bagi masyarakat secara luas. JAI fokus pada beberapa topik sebagai berikut: Pembelajaran layanan, masyarakat Pengembangan dan pemberdayaan masyarakat Pelatihan, Pemasaran, Teknologi Tepat Guna, Desain Wilayah perbatasan, wilayah kurang maju Layanan pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan Pemberdayaan masyarakat, akses sosial Topik lain terkait pengabdian pada masyarakat
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 30 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 6 (2022)" : 30 Documents clear
Kajian Potensi Desa sebagai Pembangunan Sentra Wisata Desa Donotirto Kapanewon Kretek Kabupaten Bantul Adyantari, Api
Jurnal Atma Inovasia Vol. 2 No. 6 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jai.v2i6.5230

Abstract

Dalam Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, terdapat 17 Kapanewon (Piyungan, Dingo, Imogiri, Pleret, Banguntapan, Sewon, Pundong, Kretek, Bambanglipuro, Bantul, Jetis, Kasihan, Pajangan, Pandak, Sanden, Srandakan, dan Sedayu). Salah satu desa yang terdapat di dalam Kapanewon Kretek adalah Desa Donotirto. Sumber daya desa yang dapat dirasakan manfaatnya bagi kepentingan desa, serta warganya disebut sebagai potensi desa. Tujuan program ini adalah untuk mencari Potensi desa yang terdapat pada Desa Donortirto. Terdapat dua macam potensi desa, yaitu potensi fisik dan non-fisik. Potensi desa fisik adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki desa yang berhubungan dengan sumber daya alam, sedangkan potensi desa non-fisik adalah potensi-potensi dalam suatu desa yang berhubungan dengan aspek sosial masyarakat desa. Potensi desa Donotirto yang dapat dikembangkan adalah letak strategis dan tersedianya lapangan kosong yang dapat dimanfaatkan menjadi sebuah sentra wisata yang dapat memikat perhatian masyarakat sekitar. Sentra wisata ini nantinya akan digunakan oleh masyarakat desa sendiri untuk menjual produk dan/atau sumber daya alam yang dimiliki desa, kepada para pengunjung. Potensi Desa Donotirto ini dikembangkan melalui pembangunan sentra wisata yang dapat berfungsi sebagai sumber penghasilan dan juga media bagi masyarakat desa untuk melakukan promosi secara offline.
Pengolahan Potensi Desa untuk Memajukan Perekonomian Desa Tirtohargo Kabupaten Bantul Adyantari, Api
Jurnal Atma Inovasia Vol. 2 No. 6 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jai.v2i6.5231

Abstract

Desa mempunyai keunikan dan laba yang mampu dikembangkan menjadi peluang di desa. Peluang potensial di desa berupa banyak hal, salah satunya adalah pertanian dan pariwisata. Desa Tirtohargo mempunyai lahan yang luas untuk mengembangkan pertanian dan memiliki konservasi hutan mangrove yang dapat digunakan sebagai objek wisata. Tujuan dari jurnal ini adalah untuk mengajak pembaca dalam membuka wawasan tentang potensi yang dapat dimanfaatkan di Desa Tirtohargo. Jurnal ini menggunakan metode studi pustaka yang mengacu pada jurnal-jurnal ilmiah dan artikel terkait untuk mendukung hasil diskusi yang akan tercapai. Hasil program KKN ini berupa pendidikan bagi masyarakat, terutama masyarakat Desa Tirtohargo tentang bagaimana memproses produk pertanian hortikultura menjadi produk makanan dan banyak dipromosikan. Hasil pertanian hortikultura adalah dolar yang diproses ke dalam keripik bawang. Selain itu, keberadaan kawasan konservasi hutan mangrove dapat digunakan sebagai potensi objek wisata yang dapat mempertinggi pendapatan dan kesejahteraan masyarakat Desa Tirtohargo. Kesimpulan jurnal tersebut adalah bahwa Desa Tirtohargo memiliki potensi yang dapat dikembangkan di sektor pertanian serta tarik wisata. Selain itu, potensi ini mengoptimalkan media sosial sebagai bentuk promosi ke publik.
Pengembangan Pariwisata Budidaya Ikan Konsumsi Desa Potorono, Kapanewon Banguntapan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta Kurnianingtyas, Chandra Dewi
Jurnal Atma Inovasia Vol. 2 No. 6 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jai.v2i6.5248

Abstract

KKN 80 Atma Jaya University Yogyakarta chose Bantul and Potorono Regencies as locations to implement the Community 5.0 Community Service Program. This KKN 80 activity aims to help the residents of Potorono Village explore and look for village potentials that can be developed in order to provide added value to the village. The author has an idea to develop the potential of the village in the field of fish farming. Fish farming is very suitable to be developed in Potorono Village because Potorono Village has a large lake. The service method used is counseling, the author also seeks information related to the village's potential. The author plans to make innovations regarding the development of consumption fish farming tourism in Potorono Village, there is a potential reservoir that can implement this development. The results of the development of consumption fish farming tourism are in the form of fish and tourism. The counseling stage for the development of consumption fish farming tourism will be documented in the form of e-books and interactive videos, in order to make it easier for the residents of Potorono Village to realize it and it is expected to grow the tourism economy in Potorono Village.
Potensi Agrowisata Desa Bojong serta Pengembangan Kelapa Kupas Visnhu, Bartolomeus Galih
Jurnal Atma Inovasia Vol. 2 No. 6 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jai.v2i6.5289

Abstract

Bojong village has superior coconut varieties which are native to this village, namely Bojong Bulat coconut. The fact that Bojong village is located near the coast certainly affects the level of demand for young coconuts. The large number of coconut trees in this Bojong village makes it possible to make this village an agro-tourism village. Coconuts in Bojong Village can also be used as Peeled Coconut. This study aims to determine the potential of Bojong village, develop the agro-tourism potential of Bojong village, and develop peeled young coconuts to help make the village's agro-tourism potential a success. This is expected to be able to increase the existence of villages and coconuts typical of Bojong village, so that the people can live more prosperously.
Perencanaan dan Perancangan Objek Wisata Sendang Ngembel di Kabupaten Bantul dengan Pendekatan Ecotourism Ardhiansyah, Nicolaus Nino; Adityo
Jurnal Atma Inovasia Vol. 2 No. 6 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jai.v2i6.6398

Abstract

Abstrak - Objek Wisata Sendang Ngembel yang berada di Desa Wisata Sendangsari merupakan satu dari 3 Sendang yang tersisa dimana mempunyai potensi ekonomi yang dapat dikembangkan khususnya pada sektor pariwisata, salah satunya adalah wisata air. Pariwisata berkelanjutan merupakan salah satu bentuk industri pariwisata yang belakangan ini menjadi tujuan dari sebagian besar masyarakatdi Indonesia , termasuk di kota Yogyakarta. Faktor – faktor perencanaan dan perancangan objek wisata Sendang ngembel dilakukan dengan metode kualitatif. Sumber data penelitian menggunakan data primer dan data sekunder. Metode penelitian dilakukan dengan design deskriptif karena dalam penelitian ini langsung turun ke lapangan melakukan pengumpulan data dengan cara observasi dan wawancara. Untuk memperlengkap data, peneliti juga melakukan studi litelatur dan studi komparasi terhadap objek wisata Sendang Ngembel. Teori pendekatan yang menarik diterapkan untuk mengoptimalkan proses perencanaan dan perancangan , dimana menghasilkan program pengembangan yang memberikan implikasi perbaikan perekonomian masyarakat desa Sendangsari , peningkatan SDM dan perkembangan kepariwisataan .
Mengembangkan Bahasa Ekspresif Anak Down Syndrome dengan Pelatihan Dramatherapy Thalia, Sherlen; Birgitta Nerissa Arviana; Revania Andrea; Ria Wardani
Jurnal Atma Inovasia Vol. 2 No. 6 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jai.v2i6.6477

Abstract

Perilaku adaptif dibutuhkan individu dalam melakukan kegiatan sehari-hari. Salah satu aspek perilaku adaptif, yaitu kemampuan berbahasa. Individu dengan Down Syndrome, utamanya terhambat dalam kemampuan berbahasa ekspresif. Kami menemukan bahwa SLB ABCD Caringin belum pernah memberikan program untuk meningkatkan kemampuan Bahasa ekspresif anak-anak. Jadi, kami tergerak untuk membuat program ini. Dalam program ini, kami mengajak anak-anak dengan down syndrome (usia 14-19 tahun) untuk melakukan dramatherapy. Metode kuantitatif, empat hari, di SLB ABCD Caringin Kota Bandung. Sebelum dan sesudah program dimulai, kami akan mengukur kemampuan berbahasa ekspresif anak-anak dengan alat ukur buatan kami. Lalu, hasilnya akan dibandingkan. Anak-anak akan melakukan dramatherapy dalam empat situasi: (1) situasi kelas antara guru dan siswa, (2) situasi antara teman di sekolah, (3) situasi sarapan di rumah, dan (4) situasi di masyarakat. Sebelum dramatherapy, anak-anak akan diperlihatkan video-video pendek dan gambar-gambar yang terkait dengan situasi. Hasilnya, kemampuan bahasa ekspresif anak-anak meningkat secara signifikan (Asymp. Sig. (1-tailed) = 0.034) dan selama proses kegiatan, kami menemukan bahwa anak-anak tertarik dengan dramatherapy. Kami juga menemukan bahwa penggunaan video dan gambar membantu.
Pendampingan Perancangan Desain Konten Instagram Produk Lokal Minyak Atsiri Laloka Hartanti, Monica; Lukman, Christine Claudia
Jurnal Atma Inovasia Vol. 2 No. 6 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jai.v2i6.6480

Abstract

Since Covid-19 impacted YSLH, one of the foundations engaged in the environment, income derived from training services and donations from well-wishers was greatly reduced. Luckily, with the Laloka Essential Oil (EO), income has potential to increase. The great advantage of Laloka EO is that it is affordable, seeing as this product uses raw Indonesian materials; another one of the advantages is the specialty of custom mixing essential oils with the skills of one of the YSLH’s volunteers who has previous pharmaceutical expertise. The needs of Laloka EO consist of online promotional media, especially during the COVID-19 pandemic. Using the Participatory Action Research (PAR) method, a team of lecturers and students from the Visual Communication Design of Maranatha University has helped Laloka EO volunteers, such as making some concept designs for Laloka EO’s Instagram content. This assistance is carried out online for three months. As a result of this assistance, Laloka EO is now accompanied with a design promoting concept in the social media, Instagram; but in terms of Instagram management, further efforts are needed. Currently, the problem is Laloka EO’s inability in accommodating permanent volunteers to manage its Instagram page on a routine schedule, resulting in irregular issued content designs.
Meningkatkan Kreativitas Dengan Pelatihan Bahan Keras Dengan Teknik Anyaman Bagi Siswa SMPK Trimulia HITS Irena Vanessa Gunawan; Halim, Erwin Ardianto
Jurnal Atma Inovasia Vol. 2 No. 6 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jai.v2i6.6506

Abstract

Sesuai dengan kurikulum 2013 revisi 2016 salah satu Kompetensi Dasar siswa-siswi SMP di bidang kerajinan adalah memahami pengetahuan tentang jenis, sifat, karakter dan teknik pengolahan bahan olahan (kali ini menggunakan Busa Eva).SMPK Trimulia HITS mengajukan permohonan pelatihan untuk memperluas wawasan bagi guru maupun siswa tentang alternatif pengolahan bahan keras.  Dengan demikian tim FSRD mencari ide kriya dengan struktur sekaligus finishing yang tergabung dari dua material , tidak sekedar hanya menempelkan satu material di atas material lainnya. Materi yang diusulkan adalah busa eva, karena mudah untuk dipotong, dimanipulasi dengan cara ditekuk , dilengkungkan dan dapat dengan mudah dijahit. Adapun kriya yang diajarkan selalu berusaha memasukkan unsur-unsur kriya tradisional Indonesia , dalam hal ini adalah anyaman. Unsur menganyam akan dimasukkan untuk memperkuat pertemuan dua material antara busa eva dan benang yang dijalin atau dianyam membentuk tekstil. Pelatihan ini diharapkan dapat menumbuhkan kreativitas peserta didalam bidang seni dan mendukung perkembangan motorik peserta  
Pengembangan Desain Kawasan Destinasi Desa Wisata Kebugaran, Kalurahan Canden, Bantul Karang, Anak Agung Ayu Ratih Tribhuana Adityadewi; Yustina Banon Wismarani; Rachmat Budihardjo
Jurnal Atma Inovasia Vol. 2 No. 6 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jai.v2i6.6518

Abstract

Kalurahan Canden merupakan salah satu dari 4 kalurahan yang ada di Kapanewon Jetis. Canden memiliki luas wilayah 5,36 Ha atau sekitar 21,50 % dari luas kapanewon. Batas wilayah administrasi Kalurahan Canden dikelilingi oleh Kalurahan Sumber Agung, Kapanewon Jetis di sisi utara, Kalurahan Srihardono, Kapanewon Pundong di sisi selatan, Kalurahan Patalan, Kapanewon Jetis di sisi barat, serta Kalurahan Kebon Agung, Kapanewon Imogiri di sisi timur. Kalurahan Canden terbagi dalam 15 dusun. Wilayah Canden memiliki potensi yang unik dan area sekitar Dusun Kiringan dapat dikembangkan sebagai pendukung bagi pengembangan Kalurahan Wisata Kebugaran Terpadu Jamu Tradisional. Selain Jamu, Canden juga memiliki pemandangan alam yang indah berupa sungai dan persawahan. Untuk mendukung terwujudnya fasilitas wisata yang memadai maka perlu ada perencanaan dan perancangan fasilitas di Kalurahan Canden. Tim Pengabdian UAJY membantu mendesain kawasan prioritas wisata di Canden agar selaras dengan tujuan utama Pariwisata Kabupaten Bantul. Pengembangan kawasan yang didesain oleh UAJY adalah area parkir terpadu. Area Parkir Terpadu ini terletak di dua dusun yaitu Dusun Pulokadang dan Dusun Kralas. Area parkir tidak hanya berperan sebagai sentra pergantian transportasi tetapi juga menjadi wadah akomodasi wisata dan sebagai wajah depan saat memasuki wilayah Desa Wisata Canden.
Penyuluhan Sambungan Kayu dan Perbaikan Tangga Kayu Ruang Pertemuan Warga Kelurahan Bener, Kemantren Tegalrejo, Yogyakarta Egatama, Henda Febrian; Ade Lisantono
Jurnal Atma Inovasia Vol. 2 No. 6 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jai.v2i6.6519

Abstract

Bener Village is located in Tegalrejo District, Yogyakarta City, Special Region of Yogyakarta. The condition of infrastructure in Bener Village, especially in RT 10 RW 3, it was found that there were several buildings of wooden construction. One of the buildings with wooden construction is a resident's house which is also used for village resident’s meetings. Documentation from residents shows the condition of the building with damage to the stairs and wooden floor decks. Damage occurs due to poor wood quality and due to service life, as well as direct weather exposure. This Community Service aims to carry out repairs (renovations) on damaged infrastructure and increase public awareness about the importance of ensuring the quality of wood construction for the community, especially construction workers regarding wood connections. This service consists of three (3) stages, namely problem assessment, preparation of service, and implementation of service. This service has become a trigger in increasing public awareness about the importance of the correct application of wood construction as a building material. It has been attempted by holding counseling on construction and wood connection. In addition, the need to renovate the wooden stairs of the community meeting building has been fulfilled through this service by carrying out renovations in mutual cooperation between the service team and residents, using wood materials with a higher quality class and in accordance with the conditions at hand, namely direct weather exposure.

Page 3 of 3 | Total Record : 30