cover
Contact Name
Elisabeth Tatia Pramajati
Contact Email
elisabethtatia.p@gmail.com
Phone
+62274487711
Journal Mail Official
jai@uajy.ac.id
Editorial Address
Jln. Babarsari No. 5, Caturtunggal, Kec. Depok, Kabupaten Sleman, DIY 55281
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Atma Inovasia
ISSN : 27759385     EISSN : 27759113     DOI : https://doi.org/10.24002/jai
Jurnal Atma Inovasia (JAI) diharapakan dapat menjadi sarana desiminasi pengabdian dari seluruh civitasakademika berbagai disiplin ilmu tentang berbagai macam inovasi dan solusi-solusi dalam berbagai persoalan dalam masyarakat. JAI diharapkan dapat mengispirasi dan bermanfaat bagi masyarakat secara luas. JAI fokus pada beberapa topik sebagai berikut: Pembelajaran layanan, masyarakat Pengembangan dan pemberdayaan masyarakat Pelatihan, Pemasaran, Teknologi Tepat Guna, Desain Wilayah perbatasan, wilayah kurang maju Layanan pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan Pemberdayaan masyarakat, akses sosial Topik lain terkait pengabdian pada masyarakat
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 5 (2025)" : 15 Documents clear
Motivasi Berwirausaha sebagai Upaya Menyiapkan Siswa SMK Menjadi Generasi Muda Mandiri Rowiyani; Arista Fitri Diana; Alfin Muslikhun; Mukhlidin; Khoerul Soleh; Ardani Duta Ilham Syaifullah
Jurnal Atma Inovasia Vol. 5 No. 5 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jai.v5i5.11374

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi berwirausaha di kalangan siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Muhammadiyah 2 Boja sebagai upaya menyiapkan generasi muda yang mandiri secara ekonomi. Latar belakang kegiatan ini didasarkan pada rendahnya minat siswa SMK untuk menciptakan usaha mandiri, yang disebabkan oleh minimnya motivasi dan pendekatan kewirausahaan yang lebih bersifat teoritis. Melalui pendekatan interaktif, kegiatan ini dilaksanakan dalam empat tahapan utama, yaitu persiapan, pelaksanaan motivasi kewirausahaan, refleksi dan evaluasi, serta tindak lanjut. Metode yang digunakan meliputi seminar interaktif, pemutaran video inspiratif, diskusi kelompok kecil, dan pengisian kuesioner pre-test serta post-test. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada perubahan persepsi siswa terhadap kewirausahaan (44%), peningkatan semangat berwirausaha (48%), serta kesiapan siswa dalam memulai usaha (27%). Selain itu, sebanyak 54% peserta menyatakan sangat puas terhadap materi yang disampaikan. Kegiatan ini terbukti memberikan dampak positif dalam membentuk karakter siswa yang lebih mandiri, kreatif, dan berdaya saing. Tindak lanjut kegiatan berupa pelatihan lanjutan. Dengan demikian, motivasi berwirausaha yang diberikan secara langsung dan kontekstual menjadi strategi efektif dalam menyiapkan lulusan SMK yang tidak hanya siap kerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja.
Rehabilitasi Balai Bambu sebagai Ruang Belajar Informal bagi Komunitas Kagem di Ngaglik, Sleman Wirastri, Maria Vika; Wibowo, Andi Prasetiyo
Jurnal Atma Inovasia Vol. 5 No. 5 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jai.v5i5.11461

Abstract

Balai Bambu yang terletak di kawasan Komunitas Kagem, Ngaglik, Sleman merupakan fasilitas ruang belajar informal yang memiliki peran penting sebagai wadah kegiatan pendidikan sekaligus representasi dari arsitektur lokal. Seiring berjalannya waktu, kondisi fisik Balai Bambu mengalami penurunan kualitas berdampak pada kenyamanan serta keamanan pengguna. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk merehabilitasi Balai Bambu agar dapat difungsikan Kembali secara optimal. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian acara Sepekan Arsitektur 2025 yang diinisasi oleh Program Studi Arsitektur Universitas Atma Jaya Yogyakarta. Metode pelaksanaan bersifat partisipatif, melibatkan mahasiswa, dosen pendamping, tukang profesional, serta Komunitas Kagem. Tahapan kegiatan mencakup identifikasi permasalahan, perancangan, pelaksanaan fisik, evaluasi, hingga serah terima hasil akhir. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa kolaborasi multipihak dalam proses rehabilitasi mampu menghasilkan ruang belajar yang lebih layak, adaptif, dan berkelanjutan bagi komunitas lokal. Kata Kunci—pengabdian masyarakat, rehabilitasi, partisipatif, arsitektur bambu, ruang belajar informal
Pengembangan Potensi Tempat Wisata Tepi Sungai di Padukuhan Kamijoro, Pajangan, Kabupaten Bantul Ekandra Samodro; Calvin Kristiansen; Jessica Dewi Marciano; Majesty Victoria Jalu4; Novita Sari; Anastasia Nessa W; Gideon Felix Ancory P; Ericko Junior Boengai; Marselinus Firstio Ivan X; Kurnianingtyas, Chandra Dewi
Jurnal Atma Inovasia Vol. 5 No. 5 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jai.v5i5.11530

Abstract

Padukuhan Kamijoro terletak di Kalurahan Sendangsari, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kamijoro dilalui oleh Sungai Progo yang memiliki potensi untuk dimanfaatkan sebagai lokasi wisata. Oleh karena itu, penulis menyusun rencana induk awal untuk objek wisata tepi sungai sebagai program kerja selama melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat. Rencana induk tersebut merupakan konsep penataan ruang dari keseluruhan proyek yang direncanakan, sekaligus memuat perkiraan biaya pembangunan. Berdasarkan data dan informasi yang dikumpulkan penulis, konsep bangunan yang direncanakan berupa kafe dan ruang publik dengan gaya arsitektur tropis-modern yang menghadap langsung ke sungai. Setelah desain selesai, langkah berikutnya adalah menyusun estimasi biaya yang perlu dipersiapkan untuk mewujudkan proyek objek wisata tersebut. Kehadiran objek wisata ini diharapkan dapat menjadi sumber pendapatan baru bagi masyarakat Padukuhan Kamijoro dan sekitarnya, serta meningkatkan perekonomian, khususnya bagi UMKM lokal.
Pemetaan Aset Resiliensi berbasis Komunitas Kawasan Beresiko Bencana Banjir di Kampung Nelayan Tambakrejo, Semarang Utara Depari, Catharina; Setyonugroho, Gregorius Agung
Jurnal Atma Inovasia Vol. 5 No. 5 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jai.v5i5.11556

Abstract

Meningkatnya kerentanan penduduk di sepanjang pantai utara Jawa, termasuk Kampung Nelayan Tambakrejo, terhadap banjir rob merefleksikan adanya kebutuhan mendesak akan perencanaan kawasan wisata bahari terpadu yang mencakup strategi mitigasi bencana. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengidentifikasi aset-aset komunitas yang dianggap berharga dan dapat meningkatkan resiliensi terhadap dampak banjir rob. Metode penelitian dilaksanakan melalui wawancara semi terstruktur, kuesioner, observasi lapangan, tinjauan literatur, dan Participatory Asset Mapping (PAM), yang melibatkan warga terdampak menggunakan aplikasi Google My Maps untuk memetakan asset-aset terkait dengan resiliensi masyarakat. Pendekatan ini dimaksudkan untuk menumbuhkan rasa kepemilikan terhadap aset-aset resiliensi komunits melalui penjaringan opini warga dalam proses pengumpulan data. Instrumen yang digunakan meliputi Google My Maps berbasis partisipasi responden, kuesioner melalui Google Forms, dan pedoman untuk teknik pelaksanaan pemetaan. Kata Kunci—kampung nelayan, banjir rob, participatory asset mapping, resiliensi masyarakat
Pengenalan Konsep Literasi Keuangan melalui Lokakarya untuk Guru SMA KLM Kota Bandung Agung, Chris; Debby, Teresia
Jurnal Atma Inovasia Vol. 5 No. 5 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jai.v5i5.11618

Abstract

Guru memiliki peran strategis dalam membentuk pola pikir dan kebiasaan siswa, termasuk dalam pengelolaan keuangan. Akan tetapi, peningkatan literasi keuangan di kalangan pendidik masih menghadapi tantangan sebab beberapa penelitian menunjukkan bahwa sebagian guru masih memerlukan pelatihan yang komprehensif di bidang literasi keuangan. Salah satu sekolah yang membutuhkan pelatihan literasi keuangan bagi guru-gurunya adalah SMA. KLM di Kota Bandung. Tim pengabdi Universitas Katolik Parahyangan kemudian menyelenggarakan lokakarya yang bertujuan untuk memperkenalkan konsep literasi keuangan kepada guru-guru SMA. KLM. Rangkaian pengabdian terdiri atas tiga tahapan yakni: (1) menyebarkan kuesioner kepada peserta lokakarya untuk menilai pengenalan calon peserta lokakarya terhadap literasi keuangan serta mengidentifikasi tema lokakarya; (2) berdiskusi dengan kepala sekolah untuk merancang lokakarya; dan (3) pelaksanaan lokakarya. Setelah dilakukan identifikasi kebutuhan, tim pengabdi dan pihak SMA. KLM sepakat untuk mengadakan lokakarya pengenala konsep literasi keuangan dengan berfokus pada menabung (saving), membelanjakan (spending), berinvestasi (investing), dan melindungi (protecting). Pelaksanaan lokakarya menggunakan pendekatan partisipatif dan berbasis kebutuhan peserta. Evaluasi pre-test dan post-test menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta mengenai literasi keuangan khususnya dalam empat bidang yakni menabung (saving), membelanjakan (spending), berinvestasi (investing), dan melindungi (protecting).

Page 2 of 2 | Total Record : 15