cover
Contact Name
Fatimah Zahra Nasution
Contact Email
welfare@unsil.ac.id
Phone
+6281221092136
Journal Mail Official
Welfare@unsil.ac.id
Editorial Address
Jalan Siliwangi No. 24, Kahuripan, Kec. Tawang Kota. Tasikmalaya
Location
Kota tasikmalaya,
Jawa barat
INDONESIA
WELFARE Jurnal Ilmu Ekonomi
Published by Universitas Siliwangi
ISSN : 27232220     EISSN : 27232212     DOI : -
Core Subject : Economy,
WELFARE Jurnal Ilmu Ekonomi merupakan peer-reviewed journal yang mempublikasikan artikel-artikel ilmiah dalam bidang ilmu dan kajian Ekonomi Pembangunan. Artikel-artikel yang dipublikasikan di WELFARE Jurnal Ilmu Ekonomi meliputi hasil penelitian ilmiah asli (prioritas utama) dan artikel ulasan ilmiah yang bersifat baru (tidak prioritas). WELFARE Jurnal Ilmu Ekonomi diterbitkan oleh Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi Universitas Siliwangi Kota Tasikmalaya secara periodik dua kali dalam setahun yakni pada Bulan Mei dan Bulan November dalam setiap volume. WELFARE Jurnal Ilmu Ekonomi menerima manuskrip atau naskah artikel yang ditulis dalam Bahasa Indonesia maupun Bahasa Inggris, berkaitan dalam bidang kajian Ilmu Ekonomi Pembangunan dari berbagai kalangan akademisi dan peneliti baik nasional maupun internasional. Cakupan bidang kajian meliputi: Ekonomi Perencanaan Ekonomi Pembangunan Ekonomi Moneter Koperasi dan UMKM Ekonomi Publik Ekonomi Sumber Daya Alam dan Lingkungan Ekonomi Regional Ekonomi Pertanian Ekonomi Industri Ekonomi Perdagangan Ekonomi Pariwisata Ekonomi Sumber Daya Manusia dan Kependudukan Ekonomi Internasional Ekonomi Syariah Jurnal ini telah terdaftar pada Pusat Dokumentasi Ilmiah Indonesia Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (PDII LIPI) dengan Internasional Standard Serial Number (ISSN) media online 2723-2212 dan Internasional Standard Serial Number (ISSN) media cetak 2723-2220.
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 1 (2022): Mei" : 9 Documents clear
Pengaruh Tingkat Pengangguran Dana Upah Minimum Regional terhadap Tingkat Kemiskinan Kota Tasikmalaya Tahun 2017-2021 Prasetyo, Rizki Maulana
WELFARE Jurnal Ilmu Ekonomi Vol 3, No 1 (2022): Mei
Publisher : Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (789.585 KB) | DOI: 10.37058/wlfr.v3i1.5366

Abstract

This study aims to determine the effect of the unemployment rate and the increase in the regional minimum wage (UMR) on the poverty level of the city of Tasikmalaya in 2017-2021. There are three main variables in this study, namely the unemployment rate and the regional minimum wage (UMR) as independent variables, while the level of poverty as the dependent variable. The data used are secondary data obtained from the Central Statistics Agency (BPS) and the minimum wage page. To analyse the effect of the independent variable on the dependent variable, the ordinary least square (OLS) method or the least squares method is used to produce the Best Linear Unbiased Estimator (BLUE). Regression analysis used is multiple linear regression analysis with a confidence level of 95% or = 0.05. For testing, the normality test was used to measure the distribution of the data, the T-Test to see the effect between the two variables individually, and the F-Test to measure the effect of the two independent variables together on the dependent variable. Based on the Kolmogorov test used, the data is declared to be normally distributed. This study produces a regression model with a negative effect of the unemployment rate on the poverty level and a positive influence on the regional minimum wage level on the poverty level. The F-test and t-test shows a significant effect between the independent variables on the dependent variable. The coefficient of determination explains the contribution of the independent variables in the regression model of 92%.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tingkat pengangguran dan kenaikan upah minimum regional (UMR) terhadap tingkat kemiskinan kota Tasikmalaya pada tahun 2017 – 2021.  Terdapat tiga variabel utama dalam penelitian ini yaitu tingkat pengangguran dan upah minimum regional (UMR) sebagai variabel bebas, sementara tingkat kemiskinan sebagai variabel terikat. Data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan laman upah minimum. Untuk menganalisis pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat digunakan metode ordinary least square (OLS) atau metode kuadrat terkecil untuk menghasilkan Best Linier Unbiased Estimator (BLUE). Analisis regresi yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda dengan tingkat keyakinan sebesar 95% atau =0,05. Untuk pengujian, digunakan uji normalitas untuk mengukur distribusi data yang mana berdasarkan Uji Kolmogorov yang digunakan, data penelitian ini dinyatakan berdistribusi normal. Uji t digunakan untuk melihat pengaruh antara kedua variabel secara individu, dan uji F untuk mengukur pengaruh kedua variabel bebas secara bersama-sama terhadap variabel terikat. Penelitian ini menghasilkan model regresi dengan pengaruh negatif tingkat pengangguran terhadap tingkat kemiskinan dan pengaruh positif tingkat upah minimun regional terhadap tingkat kemiskinan. Uji F dan uji t menunjukkan pengaruh yang signifikan antara variabel bebas terhadap variabel terikat. Koefisien determinasi menjelaskan kontribusi variabel bebas dalam model regresi sebesar 92%.
Pengantar Redaksi dan Daftar Isi Team, Editorial
WELFARE Jurnal Ilmu Ekonomi Vol 3, No 1 (2022): Mei
Publisher : Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (128.927 KB) | DOI: 10.37058/wlfr.v3i1.5550

Abstract

Pengantar Redaksi dan Daftar Isi
Peran Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Aliyah, Atsna Himmatul
WELFARE Jurnal Ilmu Ekonomi Vol 3, No 1 (2022): Mei
Publisher : Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.537 KB) | DOI: 10.37058/wlfr.v3i1.4719

Abstract

For society, welfare is very important in economic activities. This welfare shows that at least the community is able to meet their daily needs, such as clothing and food. Moreover, there are micro, small and medium enterprises that can help make this happen. The purpose of this research is to determine the role of micro, small and medium enterprises (UMKM) to improve the welfare of the community. The research method used is descriptive qualitative using a library study approach which is supported by secondary data. The results of this study in terms of the economic aspect stated that the existence of micro, small and medium enterprises (UMKM) had an important role in improving the welfare of the community. The higher the level of social welfare, the better the growth and development of the country's economy. In addition, from the legal aspect, it also supports that there are several regulations that UMKM are intended to realize the welfare of the community.Bagi masyarakat, kesejahteraan sangatlah penting dalam kegiatan ekonomi. Kesejahteraan ini menunjukkan bahwa setidaknya masyarakat sudah mampu dalam memenuhi kebutuhan sehari-harinya, seperti sandang dan pangan. Apalagi adanya usaha mikro kecil dan menengah yang dapat membantu mewujudkan hal tersebut. Tujuan adanya penelitian ini adalah untuk mengetahui peranan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan studi pustaka yang didukung oleh data-data sekunder. Hasil dari penelitian ini ditinjau dari aspek ekonomi menyatakan bahwa keberadaan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) memiliki peranan yang penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan semakin tingginya tingkat kesejahteraan masyarakat, maka akan semakin baik pertumbuhan serta pembangunan ekonomi negara. Selain itu, dari aspek hukum juga mendukung bahwa terdapat beberapa aturan yang UMKM yang memang ditujukan untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat.
Analisis Efisiensi Teknis Penanganan Intervensi Stunting di Indonesia Almitha, Scholastica Nadya; Atmanti, Hastarini Dwi
WELFARE Jurnal Ilmu Ekonomi Vol 3, No 1 (2022): Mei
Publisher : Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (562.756 KB) | DOI: 10.37058/wlfr.v3i1.3646

Abstract

The purpose of this study is to analyze the technical efficiency of Stunting interventions in Indonesia, both in terms of technical costs and technical systems, and the relative efficiency between provinces. The data used in this study are 33 provinces data during the period 2015-2019. The research method used Two-Stage Data Envelopment Analysis (DEA) with DEAP. Government Integrated Special Allocation Fund (Intervention) as input variable. Health facilities and services, which are indicators of nutrition intervention, become intermediate output variables, and the percentage of normal nutritional status (Height/Age) for children under five as output variables. The results show that there are only two provinces (6.06%) that have achieved 100% technical efficiency in terms of costs. Meanwhile, technically in the system, only six provinces (18.18%) have achieved efficient conditions. Regions that were always relatively efficient compared to other provinces during the research year were only D.I.Y and Bali.This means that it is necessary to improve health facilities and services to reduce Stunting rates in children under five and maximize the budget. This study recommends not reducing the integrated funds, but optimizing output by increasing health facilities and services to the public.Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis efisiensi teknis intervensi stunting di Indonesia, baik dari segi biaya teknis maupun sistem teknis, dan efisiensi relatif antar provinsi. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data 33 provinsi selama periode 2015-2019. Metode penelitian menggunakan Two-Stage Data Envelopment Analysis (DEA) dengan DEAP. Dana Alokasi Khusus Terintegrasi (Intervensi) pemerintah provinsi sebagai variabel input. Fasilitas dan layanan kesehatan yang merupakan indikator intervensi gizi menjadi variabel output intermediate, serta persentase status gizi (TB/U) normal pada balita sebagai variabel output. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya terdapat dua provinsi (6,06%) yang telah mencapai efisiensi 100% untuk teknis pada biaya. Sementara secara teknis pada sistem hanya enam provinsi (18,18%) yang telah mencapai kondisi efisien. Provinsi yang selalu relatif efisien terhadap provinsi lainnya selama tahun penelitian hanya D.I.Y dan Bali. Artinya, perlu dilakukan peningkatan fasilitas dan layanan kesehatan untuk menurunkan angka stunting pada balita dan memaksimalkan anggaran. Penelitian ini merekomendasikan untuk tidak mengurangi dana terintegrasi, namun pada optimalisasi output dengan peningkatan fasilitas dan layanan kesehatan kepada masyarakat.
Political Risk; Inflasi; dan Bi Rate; serta Pengaruhnya terhadap Return Saham (Survei pada Perusahaan Indeks LQ45 2009- 2019) Lokiteswara Setya Wardhani, Dyah Ciptaning; Rusliana, Nanang
WELFARE Jurnal Ilmu Ekonomi Vol 3, No 1 (2022): Mei
Publisher : Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (75.482 KB) | DOI: 10.37058/wlfr.v3i1.4746

Abstract

This research aims to determine the effect of political risk, inflation and interest rate on stock return in LQ45 index on 2009-2019 period either simultaneously or partially. Stock price always fluctuated depending on demand for stock. Therefore, investors need to consider macroeconomic factors or political risk factor beside fundamental factor analysis. The type of this researh using explanatory research with quantitative approach. Determination’s sample using quartely time series data on january 2009-2019 period and for analysis return using CAPM with 17 companies listed in indeks LQ45 on 2014-2019 period.  The analysis technique used multiple linier regression analysis. The result showed that partially variable interest rate has significant effest to stock return while political risk and inflation hasn’t significant effect to stock return. And simultaneously, influence of political risk, inflation and interest rate to stock return shows 44,05% which means 55.95% influenced by other factors.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh political risk , inflasi dan BI rate terhadap return saham indeks LQ45 periode 2009 sampai dengan 2019 baik secara simultan maupun parsial. Harga saham yang berfluktuasi tergantung tinggi rendahnya permintaan saham mengakibatkan investor harus mempertimbangkan faktor-faktor risiko politik maupun makroekonomi selain faktor fundamental perusahaan. Penentuan sampel menggunakan data time series kuartal periode 2009-2019 dan untuk perhitungan analisa nilai return yang diharapkan menggunakan teknik CAPM dengan jumlah perusahaan 17 perusahaan yang pernah terdaftar di indeks LQ45 periode 2014-2019. Teknik analisis yang digunakan menggunakan regresi linear berganda dengan hasil penelitian secara parsial hanya variabel bi rate yang berpengaruh signifikan terhadap return sedangkan risiko politik dan inflasi tidak berpengaruh signifikan terhadap return saham. Analisis secara bersama-sama menunjukkan bahwa sebesar 44,05% risiko politik, inflasi dan BI rate berpengaruh terhadap return saham. Adapun 55,95% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak dianalisis dalam penelitian ini.
Analisis Dampak Keberadaan Tempat Pembuangan Sampah Akhir Ciangir terhadap Peningkatan Ekonomi di Kecamatan Tamansari Kota Tasikmalaya Rusliana, Nanang; Kadarisman, Encang; Sukarso, Aso
WELFARE Jurnal Ilmu Ekonomi Vol 3, No 1 (2022): Mei
Publisher : Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (75.482 KB) | DOI: 10.37058/wlfr.v3i1.4187

Abstract

The purpose of this study is to identify and estimate the benefits and losses experienced by the community; as well as providing alternative policy options that can increase the benefits and or reduce the losses from the existence of the Ciangir TPSA. The data used in this study are primary and secondary data. The analytical method used in this study is the Benefit Cost Ratio (BCR) method. The results showed that the existence of a final waste disposal site (TPSA) in Ciangir, Mugarsari Village, Tamansari Subdistrict, Tasikmalaya City had a positive (beneficial) and negative (harmful) impact on the surrounding community. The positive impact that is felt directly by the community around the Ciangir TPSA is the income obtained from the utilization of Ciangir TPSA waste. The negative impact of the existence of the Ciangir TPSA is the emergence of water and air pollution. This pollution will eventually lead to additional expenses for the community around TPSA Ciangir which includes health costs which are directly borne by the community around TPSA Ciangir. The result of the Benefit Cost Ratio (BCR) analysis of 7.65 indicates that the existence of TPSA Ciangir provides more direct benefits. This means that the direct income obtained is 7 times greater than the direct costs incurred with the existence of the Ciangir TPSA.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan mengestimasi manfaat dan kerugian yang dialami oleh masyarakat; serta memberikan alternatif pilihan kebijakan yang dapat meningkatkan manfaat dan atau mengurangi kerugian dari keberadaan TPSA Ciangir. Data yang digunakan pada penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode Benefit Cost Ratio (BCR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberadaan tempat pembuangan sampah akhir (TPSA) di Kampung Ciangir Desa Mugarsari Kecamatan Tamansari Kota Tasikmalaya memberikan dampak positif (menguntungkan) dan dampak negatif (merugikan) bagi masyarakat sekitarnya. Dampak positif yang dirasakan langsung oleh masyarakat di sekitar TPSA Ciangir adalah penghasilan yang diperoleh dari pemanfaatan sampah TPSA Ciangir. Adapun dampak negatif keberadaan TPSA Ciangir yakni timbulnya pencemaran air dan udara. Pencemaran tersebut pada akhirnya akan menimbulkan biaya pengeluaran-pengeluaran tambahan bagi masyarakat di sekitar TPSA Ciangir yang mencakup biaya kesehatan yang secara langsung ditanggung oleh masyarakat di sekitar TPSA Ciangir. Hasil analisis Benefit Cost Ratio (BCR) yaitu sebesar 7,65 menunjukkan bahwa keberadaan TPSA Ciangir lebih memberikan manfaat secara langsung. Hal ini berarti bahwa pendapatan langsung yang diperoleh lebih besar 7 kali lipat daripada biaya langsung yang dikeluarkan dengan keberadaan TPSA Ciangir tersebut.
Efisiensi Pasar Valuta Asing di Indonesia: Analisis Empiris Susilo, Ignatia Bintang Filia Dei; Subchanifa, Dian Pujiatma Vera; Hamzah, Risna Amalia; Komarlina, Dwi Hastuti Lestari
WELFARE Jurnal Ilmu Ekonomi Vol 3, No 1 (2022): Mei
Publisher : Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.688 KB) | DOI: 10.37058/wlfr.v3i1.4794

Abstract

This study will examine the efficiency of foreign exchange market in Indonesia is it efficient in the weak form or semi-strong form, and see its implications in Indonesia. This study used data of the Rupiah’s spot market exchange rate with US Dollar (USD), Australian Dollar (AUD), Euro, Singapore Dollar (SGD), and Japanese Yen (JPY), from March 2017 to March 2022, taken from Bank Indonesia. Weak form of market efficiency is analyzed using the unit root test to determine whether the data follows a random walk or not. Semi-strong form efficiency is analyzed using cointegration test, Engle-Granger, Johansen, and variance decomposition analysis. Results indicate that the foreign exchange market in Indonesia has weak form. Players in the market can still use fundamental analysis to determine the next exchange rate movement in order for players to make a profit, which is more relevant to consider than historical data.Studi ini akan menelaah efisiensi pasar valuta asing di Indonesia. Apakah efisien dalam bentuk lemah atau semi-kuat, serta melihat bagaimana implikasinya di Indonesia. Data yang digunakan dalam penelitian adalah nilai tukar Rupiah dengan mata uang lima negara lain; Dolar Amerika (USD), Dolar Australia (AUD), Euro, Dolar Singapura (SGD), dan Yen Jepang (JPY), di pasar spot periode Maret 2017 – Maret 2022 yang diambil dari Bank Indonesia. Bentuk efisiensi pasar lemah dianalisis mengunakan unit root test untuk mengetahui apakah data mengalami random walk atau tidak. Adanya unit root mengindikasikan bahwa perilaku data tidak stasioner. Bentuk efisiensi semi-kuat dianalisis menggunakan uji kointegrasi, Engle-Granger, Johansen, dan variance decomposition analysis. Hasil analisis menunjukkan bahwa pasar valuta asing di Indonesia termasuk dalam bentuk efisien lemah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemain di pasar valuta asing masih dapat menggunakan analisis fundamental yang lebih relevan sebagai pertimbangan dibandingkan data historis untuk menentukan pergerakan kurs selanjutnya agar pemain memperoleh keuntungan.
Bagaimana Peran Konsumsi Bidang Energi dan Sumber Daya Alam Dapat Mempengaruhi Produk Domestik Bruto? (Studi Kawasan Asia Tenggara Periode 2004-2018) Firmansyah, Muhamad Ferdy; Nasution, Fatimah Zahra; Efendi, Muhamad Fauzi
WELFARE Jurnal Ilmu Ekonomi Vol 3, No 1 (2022): Mei
Publisher : Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (161.594 KB) | DOI: 10.37058/wlfr.v3i1.4747

Abstract

This study aims to determine the effect of energy consumption and renewable energy consumption on gross domestic product in Southeast Asia. Panel data is used as a data analysis technique in this study. The variables used are based on the concept of the Cobb-Douglas production function by taking the concepts of capital and labor, then two non-renewable and renewable energy consumption models are made. This study covers the Southeast Asian region covering Indonesia, Malaysia, Thailand, the Philippines and Vietnam in the period 2004-2018. It was found that foreign direct investment did not affect economic growth in environmental economic modeling. Furthermore, non-renewable energy consumption is still a significant factor in realizing a growing GDP. On the other hand, the renewable energy has a negative influence on GDP, which means that the economic increase in Southeast Asia is more dominantly supported by total energy consumption which is dominated by non-renewable energy. Need support and commitment to policies both nationally and regionally in the adaptation of renewable energy in Southeast Asia.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsumsi energi tidak terbarukan dan konsumsi energy terbarukan terhadap produk domestik bruto di Asia Tenggara. Data panel digunakan sebagai teknik analisis data pada studi ini. Adapun variabel yang digunakan didasarkan pada konsep fungsi produksi Cobb-douglas dengan mengambil konsep modal dan tenaga kerja, selanjutnya dibuat dua pemodelan konsumsi energi tidak terbarukan dan terbarukan. Studi ini memfokuskan pada kawasan Asia Tenggara meliputi Indonesia, Malaysia, Thailand, Philipina, dan Vietnam pada periode 2004-2018. Ditemukan bahwa foreign direct investment tidak mempengaruhi pertumbuhan ekonomi pada pemodelan ekonomi lingkungan. Selanjutnya ditemukan bahwa konsumsi energi tidak terbarukan masih menjadi faktor signifikan dalam mewujudkan PDB yang bertumbuh. Pada posisi lain yaitu energi terbarukan memiliki pengaruh negatif pada PDB yang memiliki arti kenaikan ekonomi di Asia Tenggara lebih dominan didukung oleh konsumsi energi secara total yang didominasi energi tidak terbarukan. Diperlukan dukungan dan komitmen pada kebijakan baik secara nasional dan regional dalam adaptasi konsumsi energi terbarukan di Asia Tenggara.
Transaksi Non Tunai pada Masa Pandemi Covid-19: Benarkah Menurun Signifikan? Nugraha, Cindera Syaiful; Surgawati, Iis; Kurniawan, Dian
WELFARE Jurnal Ilmu Ekonomi Vol 3, No 1 (2022): Mei
Publisher : Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (122.6 KB) | DOI: 10.37058/wlfr.v3i1.4862

Abstract

In addition to the benefits and ease of use, non-cash transactions are also expected to be able to minimize the risk of spreading the virus through physical contact in cash transactions. However, restrictions on community activities that have an impact on reducing purchasing power are allegedly reducing financial transactions, including non-cash transactions. This study aims to determine whether non-cash financial transactions through card payment instruments (APMK) consisting of ATM/ATM+debit cards and credit cards and electronic money in Indonesia during the Covid-19 pandemic experienced a significant decline or not, both in terms of volume as well as in transaction value. The research method used is descriptive method with a quantitative approach, while the data analysis method uses Two Independent Sample t-Test. With the time series data structure obtained from the Bank Indonesia website for the period of 14 months before the pandemic (January 2019 – February 2020) and 20 months of the pandemic (March 2020 – October 2021) it was found that during the pandemic there was an insignificant decrease in volume and value. ATM/ATM+debit card transactions, while the volume and value of transactions via credit cards decreased significantly. Different results were shown by transactions through electronic money, where the volume of transactions decreased insignificantly while the value of transactions actually increased significantly.Selain kemanfaatan dan kemudahan dalam penggunaannya, transaksi non tunai  juga diharapkan mampu meminimalisir risiko penyebaran virus  melalui kontak fisik pada transaksi secara tunai. Namun pembatasan aktivitas masyarakat yang berdampak menurunkan daya beli disinyalir mengurangi transaksi keuangan termasuk transaksi non tunai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah transaksi keuangan non tunai melalui alat pembayaran menggunakan kartu (APMK) yang terdiri dari kartu ATM/ATM+debit dan kartu kredit serta uang elektronik di Indonesia pada masa pandemi Covid-19 mengalami penurunan yang signifikan atau tidak, baik dalam  volume maupun dalam nilai transaksi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif sedangkan  metode analisis data menggunakan two independent sample t-test. Dengan struktur data time series yang diperoleh dari website Bank Indonesia periode 14 bulan sebelum pandemi (Januari 2019 – Februari 2020) dan  20 bulan masa pandemi (Maret 2020 – Oktober 2021) diperoleh hasil bahwa pada masa pandemi terjadi penurunan yang tidak signifikan pada volume dan nilai  transaksi kartu ATM/ATM+debit sedangkan volume dan nilai transaksi melalui kartu kredit terjadi penurunan yang signifikan. Hasil yang berbeda ditunjukkan oleh transaksi melalui uang elektronik, di mana volume transaksi menurun tidak signifikan sedangkan nilai transaksi justru meningkat signifikan.

Page 1 of 1 | Total Record : 9