cover
Contact Name
Luqman Qurata Aini
Contact Email
luqman.fp@ub.ac.id
Phone
+6281252663348
Journal Mail Official
jurnalhpt@ub.ac.id
Editorial Address
Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya Jl. Veteran, Malang 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan)
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 23384336     EISSN : 25806459     DOI : https://doi.org/10.21776/ub.jurnalhpt
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Hama dan Penyakit Tumbuhan (Jurnal HPT) memuat naskah artikel yang berkaitan dengan hama dan penyakit tumbuhan, termasuk karakterisasi, deteksi, identifikasi, fisiologi, biokimia, ekologi, epidemiologi, biologi molekuler hama dan patogen tumbuhan, serta pengendaliannya secara kimia dan biologi. Artikel dapat berupa hasil penelitian mutakhir atau temuan terbaru mengenai hama dan penyakit tumbuhan. Naskah artikel yang diterima adalah naskah yang belum pernah dimuat atau tidak sedang dalam proses publikasi pada berkala ilmiah nasional maupun internasional lainnya.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 12 No. 1 (2024)" : 5 Documents clear
PERTUMBUHAN POPULASI Rhyzopertha dominica (F.), Tribolium castaneum (Herbst.), DAN Oryzaephilus surinamensis (L.) DALAM ASOSIASI PADA BERAS DALAM SIMPANAN: POPULATION GROWTH OF Rhyzopertha dominica (F.), Tribolium castaneum (Herbst.), AND Oryzaephilus surinamensis (L.) IN ASSOCIATION ON STORED RICE Wulandari, Ratna; Astuti, Ludji Pantja
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan) Vol. 12 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jurnalhpt.2024.012.1.2

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pertumbuhan dan laju pertumbuhan populasi Rhyzopertha dominica, Tribolium castaneum, dan Oryzaephilus surinamensis, serta penurunan berat pakan. Penelitian dilakukan pada bulan Januari hingga September 2022 di Laboratorium Hama Tumbuhan, Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya. Penelitian ini terdiri dari tujuh perlakuan meliputi infestasi (1) serangga R. dominica, (2) serangga T. castaneum, (3) serangga O. surinamensis, (4) serangga R. dominica + T. castaneum, (5) serangga R. dominica + O. surinamensis, (6) serangga T. castaneum + O. surinamensis, dan (7) serangga R. dominica + T. castaneum, + O. surinamensis yang diulang sebanyak tiga kali. Penelitian diatur dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL). Penelitian dilakukan dengan mengamati populasi imago baru R. dominica, T. castaneum, dan O. surinamensis pada infestasi tunggal maupun asosiasi, serta mengamati penurunan berat pakan. Data dianalisis menggunakan perangkat lunak R-statistics versi 4.2.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan populasi dan laju pertumbuhan populasi R. dominica lebih tinggi pada infestasi tunggal, pertumbuhan populasi dan laju pertumbuhan populasi T. castaneum dan O. surinamensis lebih tinggi pada asosiasi dengan R. dominica. Selain itu, penurunan berat pakan lebih tinggi pada infestasi tunggal R. dominica.
UJI POTENSI JAMUR PENGHASIL IAA SEBAGAI PENGENDALI HAYATI PATOGEN LAYU Fusarium oxysporum PADA TANAMAN CABAI: INVESTIGATING THE POTENTIAL OF IAA-PRODUCING FUNGUS AS A BIOLOGICAL CONTROL OF FUSARIUM WILT ON CHILI Khoirunisa, Fenti Rahma; Sektiono, Antok Wahyu; Djauhari, Syamsuddin; Aini, Luqman Qurata
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan) Vol. 12 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jurnalhpt.2024.012.1.3

Abstract

Pemanfaatan mikroba antagonis sebagai agens pengendali hayati penyakit tumbuhan telah banyak dilakukan. Diketahui beberapa jamur antagonis mampu menghasilkan hormon Indole Acetic Acid (IAA) sehingga memiliki peranan yang lengkap dalam menunjang pertumbuhan tanaman karena dapat bertindak sebagai bioprotectant dan biofertilizer. Saat ini berbagai upaya untuk meningkatkan efektifitas pengendalian dengan agens hayati terus dilakukan guna mendapatkan cara pengendalian hayati yang efektif dan efisien sehingga memiliki daya tarik bagi pelaku budidaya pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi jamur penghasil IAA dalam meningkatkan pertumbuhan tanaman serta menghambat patogen Fusarium oxysporum pada tanaman cabai. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 kali ulangan. Hasil penelitian ini didapatkan kedelapan isolat jamur memiliki daya hambat lebih dari 60% dan persentase daya hambat tertinggi pada hari ketujuh terdapat pada isolat jamur G sebesar 80,89%. Sedangkan hasil uji IAA secara kualitatif menggunakan reagen Salkowski dari kedelapan isolat jamur didapatkan dua isolat jamur yang mengalami perubahan warna menjadi merah muda yaitu isolat jamur AMR dan AR dengan konsentrasi masing-masing sebesar 22,29 ppm dan 11,65 ppm. Penelitian yang dilakukan di Rumah Kaca didapatkan hasil bahwa perlakuan P1 pada 7 MST efektif untuk meningkatkan tinggi tanaman dan perlakuan P2 pada 7 MST efektif menambah jumlah daun tanaman cabai rawit. Selain itu, semua perlakuan jamur antagonis berpotensi sebagai agens hayati dengan perlakuan P3 memiliki intensitas penyakit terendah pada 7 MST sebesar 10%.
PENGARUH SISTEM PENGAIRAN DAN BAHAN ORGANIK TERHADAP PERKEMBANGAN PENYAKIT BERCAK COKLAT SEMPIT Cercospora oryzae DAN HAWAR PELEPAH DAUN Rhizoctonia sp. PADA TANAMAN PADI: EFFECT OF IRRIGATION SYSTEM AND ORGANIC MATTER ON DEVELOPMENT OF NARROW BROWN LEAF SPOT Cercospora oryzae AND SHEATH BLIGHT Rhizoctonia sp. IN RICE Sofyaningrum, Alaida Nur Laili; Martosudiro, Mintarto; Choliq, Fery Abdul; Pramono, Ali
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan) Vol. 12 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jurnalhpt.2024.012.1.1

Abstract

Penyakit tanaman yang sering menyerang tanaman padi di antaranya yaitu penyakit bercak coklat sempit Cercospora oryzae Miyake dan penyakit hawar pelepah daun yang disebabkan oleh Rhizoctonia sp.. Perkembangan penyakit dipengaruhi oleh kegiatan budidaya karena berkaitan dengan lingkungan yang disediakan untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman, meliputi sistem pengairan dan bahan organik. Oleh karena itu dilakukan penelitian mengenai pengaruh sistem pengairan dan bahan organik terhadap perkembangan penyakit bercak coklat sempit C. oryzae dan hawar pelepah daun Rhizoctonia sp. pada tanaman padi. Penelitian dilaksanakan di lahan Balai Penelitian Lingkungan Pertanian (Balingtan) pada bulan Oktober 2022 sampai Februari 2023. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial yang terdiri dari 2 faktor yaitu sistem pengairan terdiri atas 3 taraf dan bahan organik jerami yang terdiri dari 2 taraf. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan sistem pengairan tidak berpengaruh nyata terhadap intensitas penyakit bercak coklat sempit dan hawar pelepah daun. Pemberian bahan organik jerami berpengaruh dalam menekan intensitas penyakit. Pengairan tergenang dengan bahan organik menghasilkan tinggi tanaman yang tertinggi. Seluruh perlakuan tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah anakan. Penambahan bahan organik berpengaruh nyata terhadap hasil produksi tanaman padi. Intensitas infeksi penyakit bercak coklat sempit berkorelasi nyata dan negatif terhadap hasil produksi tanaman padi.
DAMPAK APLIKASI MIKORIZA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN PENYAKIT JAMUR AKAR PUTIH (Rigidoporus microporus) PADA BIBIT KARET (Hevea brasiliensis): EFFECT OF MYCORRHIZA APPLICATION ON GROWTH AND DEVELOPMENT OF WHITE ROOT ROT DISEASE (Rigidoporus microporus) ON RUBBER SEEDLINGS (Hevea brasiliensis) Istiqomah, Fatimah Nur; Novanto, Praditya Rizqi; Janati, Rahayu Ning
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan) Vol. 12 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jurnalhpt.2024.012.1.4

Abstract

Penyakit Jamur Akar Putih (JAP) pada tanaman karet menimbulkan kerugian yang cukup besar. Upaya pencegahan dini diperlukan dengan menggunakan agens hayati mikoriza pada bibit karet. Penelitian dilakukan di greenhouse menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) terdiri dari 10 kombinasi perlakuan mikoriza (granul dan kapsul) dan JAP. Pengamatan dilakukan sampai umur 24 MST dan data penelitian diolah menggunakan uji jarak berganda Duncan pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan mikoriza granul 10 g dan 20 g maupun mikoriza kapsul dosis 1 dan 2 pcs dapat meningkatkan pertambahan tinggi dan diameter bibit karet dibandingkan dengan kontrol dan perlakuan JAP. Infeksi akar mikoriza paling tinggi terdapat pada perlakuan mikoriza granul 20 g dan mikoriza kapsul 2 pcs + JAP dengan nilai infeksi akar tergolong sedang yaitu 50%. Intensitas penyakit JAP paling tinggi ditemukan pada perlakuan JAP tanpa mikoriza yaitu 8,33%, sedangkan perlakuan mikoriza yang ditambah JAP memiliki intensitas penyakit JAP lebih rendah yaitu rata-rata 2%. Aplikasi mikoriza di awal tanam mampu mencegah serangan penyakit JAP pada bibit karet.
APLIKASI Trichoderma asperellum DAN KAPUR UNTUK MENDEKOMPOSISI LIMBAH KOTORAN SAPI SEGAR SERTA MENGENDALIKAN AKAR GADA TANAMAN KUBIS: APPLICATION OF Trichoderma asperellum AND LIME TO DECOMPOSE FRESH COW MANURE WASTE AND CONTROL CLUBROOT OF CABBAGE PLANTS Jasuli, Jasuli; Abadi, Abdul Latief; Djauhari, Syamsuddin
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan) Vol. 12 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jurnalhpt.2024.012.1.5

Abstract

Penyakit akar gada pada tanaman kubis, yang disebabkan oleh jamur Plasmodiophora brassicae, merupakan ancaman serius bagi pertanian kubis. Penyakit ini menyebar dengan cepat pada suhu hangat dan kondisi pH yang asam. Limbah kotoran sapi yang dibuang oleh peternak sapi di Desa Pujon dialirkan ke dalam saluran air dan digunakan untuk irigasi pertanian, yang berpotensi mencemari lahan pertanian dan meningkatkan suhu dan keasaman tanah. Penggunaan kotoran sapi mentah sebagai bahan organik pada lahan pertanian turut mempercepat pertumbuhan jamur P. brassicae. Pengendalian biologis dengan menggunakan Trichoderma asperellum dan kapur menunjukkan potensi dalam mengurangi penyakit akar gada dan membantu dalam dekomposisi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas T. asperellum dan kapur dalam mendekomposisi kotoran sapi dan mengendalikan penyakit akar gada. Penelitian dilakukan di Desa Pujon Kidul, Malang, dan Laboratorium Penyakit Tumbuhan di Universitas Brawijaya selama periode lima bulan mulai dari Februari hingga Juni 2021. Penelitian terdiri dari dua tahap: pertama, dekomposisi kotoran sapi menggunakan T. asperellum dan kapur, dan kedua, aplikasi produk dekomposisi pada tanaman kubis yang terinfeksi penyakit akar gada. T. asperellum dan kapur efektif mengurangi insiden penyakit akar gada menjadi 0% dalam perlakuan T5P1 (20 hari penambahan T. asperellum pada kotoran sapi + kontrol), T4P2 (15 hari penambahan T. asperellum pada kotoran sapi + kapur), dan T5P2 (20 hari penambahan T. asperellum pada kotoran sapi + kapur), sementara pengamatan mikroskopis gejala penyakit menunjukkan penurunan hingga 10% dalam perlakuan T5P2 (20 hari penambahan T. asperellum pada kotoran sapi + kapur), menunjukkan tingkat efikasi yang tinggi pada perlakuan tersebut.

Page 1 of 1 | Total Record : 5