cover
Contact Name
Luqman Qurata Aini
Contact Email
luqman.fp@ub.ac.id
Phone
+6281252663348
Journal Mail Official
jurnalhpt@ub.ac.id
Editorial Address
Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya Jl. Veteran, Malang 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan)
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 23384336     EISSN : 25806459     DOI : https://doi.org/10.21776/ub.jurnalhpt
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Hama dan Penyakit Tumbuhan (Jurnal HPT) memuat naskah artikel yang berkaitan dengan hama dan penyakit tumbuhan, termasuk karakterisasi, deteksi, identifikasi, fisiologi, biokimia, ekologi, epidemiologi, biologi molekuler hama dan patogen tumbuhan, serta pengendaliannya secara kimia dan biologi. Artikel dapat berupa hasil penelitian mutakhir atau temuan terbaru mengenai hama dan penyakit tumbuhan. Naskah artikel yang diterima adalah naskah yang belum pernah dimuat atau tidak sedang dalam proses publikasi pada berkala ilmiah nasional maupun internasional lainnya.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 13 No. 2 (2025)" : 5 Documents clear
KEANEKARAGAMAN HAMA PASCAPANEN PADA GUDANG PENYIMPANAN KACANG TANAH (Arachis hypogaea L.) IMPOR ASAL INDIA DAN BERAS (Oryza sativa L.) IMPOR ASAL THAILAND: DIVERSITY OF POSTHARVEST PESTS IN STORAGE WAREHOUSES OF PEANUTS (Arachis hypogaea L.) IMPORTED FROM INDIA AND RICE (Oryza sativa L.) IMPORTED FROM THAILAND Wardani, Herlina Sintya; Syamsulhadi, Mochammad
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan) Vol. 13 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jurnalhpt.2025.013.2.2

Abstract

Sebagai negara agraris, Indonesia sangat bergantung pada sektor pertanian, dengan beras dan kacang tanah menjadi komoditas utama yang memainkan peran penting dalam perekonomian. Namun, penurunan luas lahan pertanian dan dampak perubahan iklim telah menyebabkan penurunan produksi domestik, sehingga impor menjadi alternatif utama untuk memenuhi kebutuhan. Kondisi ini berisiko meningkatkan masuknya hama pascapanen dan Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK) yang dapat mengancam ketahanan pangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi spesies dan populasi serangga hama di gudang penyimpanan kacang tanah dan beras impor, serta menganalisis pengaruh faktor lingkungan terhadap keanekaragaman serangga. Penelitian dilakukan di gudang kacang tanah di Semarang dan gudang beras Bulog di Jawa Tengah selama periode September hingga Oktober 2024. Berbagai metode pengambilan sampel digunakan, termasuk yellow sticky trap, yellow sticky trap dan lada hitam, perangkap umpan, dan perangkap jatuhan. Identifikasi serangga dilakukan secara morfologis dengan mikroskop stereo, sementara analisis data menggunakan indeks keanekaragaman Shannon-Wiener dan indeks dominasi Simpson. Hasil penelitian menemukan tujuh spesies serangga di gudang kacang tanah dan enam spesies di gudang beras, dengan spesies dominan seperti Cryptolestes ferrugineus, Tribolium castaneum, dan Liposcelis sp. Faktor lingkungan, seperti suhu dan kelembapan, terbukti memengaruhi keanekaragaman serangga hama. Penelitian ini menegaskan pentingnya pengelolaan gudang yang optimal untuk mencegah infestasi hama dan memperkuat langkah karantina.
EFEKTIVITAS SEED COATING DENGAN Trichoderma sp. UNTUK MENGENDALIKAN PENYAKIT REBAH KECAMBAH (Sclerotium rolfsii) PADA BENIH CABAI RAWIT (Capsicum futescens L.): EFFECTIVENESS OF SEED COATING WITH Trichoderma sp. TO CONTROL DAMPING OFF DISEASE (Sclerotium rolfsii) IN CHILI PEPPER SEEDS (Capsicum frutescens L.) Mahmudi, Zaid; Rachmawati, Rina
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan) Vol. 13 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jurnalhpt.2025.013.2.1

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi Trichoderma sp. dengan metode seed coating dan penambahan bahan perekat natrium alginat untuk mengendalikan penyakit rebah kecambah (Sclerotium rolfsii) pada benih cabai rawit. Pengujian dilakukan secara in vitro dilakukan di Laboratorium Wilker Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultra, Pasuruan dan pengujian secara in vivo dilakukan di rumah sayur organik, komunitas pertanian organik Brenjonk. Pengamatan yang dilakukan meliputi mekanisme antagonis, daya berkecambah, persentase pre emergence dan post emergence damping off, efektivitas pengendalian, serta uji kemunculan Trichoderma sp. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Trichoderma sp. mampu menekan pertumbuhan Sclerotium rolfsii secara in vitro melalui mekanisme kompetisi, antibiosis, dan mikoparasit. Seed coating tidak memengaruhi daya berkecambah benih cabai rawit. Aplikasi Trichoderma sp. mampu mengendalikan penyakit rebah kecambah secara in vivo. Aplikasi dengan metode perendaman memiliki nilai efektivitas pengendalian 76,40%. Sedangkan aplikasi dengan metode seed coating dengan penambahan natrium alginat sebagai bahan perekat memiliki nilai efektivitas pengendalian 81,30%. Penggunaan natrium alginat sebagai bahan perekat meningkatkan efektivitas pengendalian Trichoderma sp. terhadap penyakit rebah kecambah dengan nilai 6,44%.
PERSISTENSI ISOLAT JAMUR PATOGEN SERANGGA ASAL FILOPLAN TANAMAN TEH DARI PERKEBUNAN DATARAN TINGGI PANGALENGAN DENGAN LAMA PAPARAN SINAR MATAHARI BERBEDA: PERSISTENCE OF ENTOMOPATHOGENIC FUNGI ISOLATES FROM PHYLLOPLANE OF PANGALENGAN HIGHLANDS TEA PLANT WITH DIFFERENT DURATION OF SUNLIGHT EXPOSURE Purba, Rio Euagelion; Fauziah, Fani; Afandhi, Aminudin
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan) Vol. 13 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jurnalhpt.2025.013.2.3

Abstract

Jamur Patogen Serangga (JPS) berfungsi sebagai agens hayati yang efektif untuk pengendalian hama. Akan tetapi, paparan sinar matahari secara langsung dapat mempengaruhi persistensi JPS. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi berbagai jenis JPS yang terdapat pada filoplan tanaman teh dataran tinggi Pangalengan serta untuk mengetahui pengaruh lama paparan sinar matahari terhadap persistensi JPS di filoplan tanaman teh. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September 2024 sampai Januari 2025 di Laboratorium Proteksi Tanaman Pusat Penelitian Teh dan Kina Gambung, Jawa Barat. Uji persistensi dilakukan dengan perlakuan lama paparan sinar matahari terhadap konidia JPS di filoplan tanaman teh selama 0, 3, 6, 9, 12, 24, 48, 72, dan 96 jam dengan 3 kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tujuh isolat JPS yang diisolasi dari filoplan teh dataran tinggi Pangalengan, antara lain Aspergillus sp., Beauveria sp., Penicillium sp., Fusarium sp., dan Paecilomyces sp. Isolat Beauveria sp. merupakan isolat JPS yang terpilih untuk dilakukan uji persistensi karena memiliki kerapatan, viabilitas, dan mortalitas tertinggi. Paparan sinar matahari selama 96 jam mampu menurunkan kerapatan dan viabilitas konidia Beauveria sp. masing-masing sebesar 89,01%, dan 81,71%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kerapatan dan viabilitas konidia Beauveria sp. menurun seiring dengan bertambahnya lama paparan sinar matahari.
PENGARUH PENAMBAHAN BAHAN ORGANIK SERASAH DAN AMPAS TEBU TERHADAP KELIMPAHAN COLLEMBOLA PADA LAHAN TEBU (Saccharum officinarum L.): THE EFFECT OF ADDITION OF ORGANIC MATTER LITTER AND BAGASSE TO THE ABUNDANCE OF COLLEMBOLA IN SUGAR CANE (Saccharum officinarum L.) FIELDS Laraswati, Nur Adinda; Rahardjo, Bambang Tri
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan) Vol. 13 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jurnalhpt.2025.013.2.4

Abstract

Bahan organik merupakan salah satu upaya pengelolaan lahan akibat kegiatan pembakaran sisa pascapanen tebu. Bagian tumbuhan yang dapat dijadikan sebagai bahan organik dapat berasal dari serasah daun dan ampas tebu. Salah satu manfaat pemberian bahan organik ialah sebagai sumber energi terhadap fauna tanah, khususnya Collembola. Collembola merupakan organisme yang memiliki habitat di tanah dan berperan penting sebagai perombak bahan organik. Keberadaannya dipengaruhi oleh ketersediaan bahan organik yang ada di suatu lahan, sehingga populasinya akan berbeda-beda. Penelitian ini menguji pengaruh pemberian bahan organik serasah daun tebu dan ampas tebu terhadap kelimpahan Collembola yang ada di lahan. Kegiatan penelitian berlokasi di Badan Standardisasi Instrumen Pertanian Tanaman Pemanis dan Serat (BSIP TAS) yang berada di Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan yang terdiri dari masing-masing lahan kontrol (P0), lahan serasah (P1), dan lahan serasah + ampas tebu (P2) dengan 6 ulangan pada setiap perlakuan.  Collembola yang ditemukan pada lahan tebu berjumlah 2.247 individu yang terdiri dari 2 ordo (Poduromorpha dan Entomobryiomorpha), 4 famili (Neanuridae, Entomobryidae, Isotomidae, dan Paronellidae), dan 13 morfospesies. Perbedaan jenis serasah dan bobot memberikan pengaruh terhadap kelimpahan Collembola yang didapatkan di lahan tebu.
IDENTIFIKASI PENYAKIT BERCAK DAUN NANAS DI KUBU RAYA, KALIMANTAN BARAT: IDENTIFICATION OF PINEAPPLE LEAF SPOT DISEASE IN KUBU RAYA, WEST BORNEO Apindiati, Rita Kurnia; Hendarti, Indri; Rizal, Muhammad; Tarigasa, Odilo
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan) Vol. 13 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jurnalhpt.2025.013.2.5

Abstract

Permintaan akan buah nanas di dalam negeri terus meningkat, seiring dengan pertambahan jumlah penduduk dan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap manfaat vitamin yang terkandung di dalamnya. Namun demikian, keberadaan patogen menjadi kendala karena dapat menurunkan produksi tanaman nanas. Berbagai gejala bercak pada daun tampak di lapangan, yang mengindikasikan adanya serangan patogen. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi gejala dan patogen penyebab penyakit bercak daun pada tanaman nanas serta menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi penyebarannya, guna memberikan dasar informasi bagi pengendalian penyakit yang lebih efektif. Penelitian dilaksanakan melalui sejumlah tahapan, seperti survei, evaluasi hasil survei, pengamatan gejala di lapangan, dan pengujian laboratorium terhadap patogen penyebab bercak daun. Sampel diambil secara purposive sampling dari tanaman nanas yang menunjukkan gejala bercak daun di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanaman nanas di wilayah tersebut terserang penyakit bercak daun dengan gejala berupa bercak berbentuk bulat dan teratur. Berdasarkan gejala tersebut, ditemukan keberadaan tiga jenis patogen, yaitu Curvularia sp.,  Fusarium sp., dan Discosia sp., yang diduga menjadi penyebab utama penyakit bercak daun pada tanaman nanas.

Page 1 of 1 | Total Record : 5