cover
Contact Name
Luqman Qurata Aini
Contact Email
luqman.fp@ub.ac.id
Phone
+6281252663348
Journal Mail Official
jurnalhpt@ub.ac.id
Editorial Address
Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya Jl. Veteran, Malang 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan)
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 23384336     EISSN : 25806459     DOI : https://doi.org/10.21776/ub.jurnalhpt
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Hama dan Penyakit Tumbuhan (Jurnal HPT) memuat naskah artikel yang berkaitan dengan hama dan penyakit tumbuhan, termasuk karakterisasi, deteksi, identifikasi, fisiologi, biokimia, ekologi, epidemiologi, biologi molekuler hama dan patogen tumbuhan, serta pengendaliannya secara kimia dan biologi. Artikel dapat berupa hasil penelitian mutakhir atau temuan terbaru mengenai hama dan penyakit tumbuhan. Naskah artikel yang diterima adalah naskah yang belum pernah dimuat atau tidak sedang dalam proses publikasi pada berkala ilmiah nasional maupun internasional lainnya.
Articles 289 Documents
PENGARUH EKSTRAK DAUN SIRIH MERAH (Piper crocatum Linn.) TERHADAP MORTALITAS DAN REPELENSI Riptortus linearis F. (HEMIPTERA : ALYDIDAE) SECARA IN VIVO Danang Wahyu Kresnadi; Rina Rachmawati
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan) Vol. 9 No. 4 (2021)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jurnalhpt.2021.009.4.4

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi ekstrak daun sirih merah (Piper crocatum Linn) terhadap mortalitas, malformasi, dan repelensi Riptortus linearis. Penelitian dilakukan di Laboratorium Hama Tumbuhan dan Laboratorium Toksikologi Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya. Persiapan penelitian terdiri dari perbanyakan serangga uji kepik polong R. linearis dan pembuatan ekstrak daun sirih merah. Penelitian dilakukan dengan menguji ekstrak daun sirih merah pada konsentrasi 1000 ppm, 2000 ppm, 3000 ppm, 4000 ppm, dan 5000 ppm yang diulang sebanyak 4 kali. Uji secara in vivo dilakukan dengan menyemprotkan ekstrak daun sirih merah pada R.linearis dalam sangkar perlakuan. Serangga uji yang masih hidup setelah aplikasi diamati hingga imago. Hasil pengamatan dianalisis menggunakan ANOVA dan uji lanjut DMRT pada taraf kesalahan 5%. LC50 dan LC90 diuji menggunakan aplikasi Hsin Chi. Hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak daun sirih merah efektif untuk mematikan, menyebabkan abnormalitas, dan bersifat repelen terhadap R. linearis. Nilai LC50 untuk EDSM adalah 2200ppm. Hasil LC90 adalah 6627 ppm yang digunakan dalam skala lapangan. Nilai LT50 untuk menghasilkan mortalitas 50% adalah 26.08 jam. Malformasi berupa tubuh yang membesar dan bercak-bercak hitam. EDSM memiliki sifat penolak yang kuat, tetapi setelah 24 jam, hal tersebut menurun.
STRATEGI PENGELOLAAN HAMA Nilaparvata lugens Stål (HEMIPTERA: DELPHACIDAE) DAN POPULASI MUSUH ALAMINYA PADA TANAMAN PADI LAHAN IRIGASI MELALUI REKAYASA EKOLOGI (ECOLOGICAL ENGINEERING) Joko Pilianto; Gatot Mudjiono; Mochammad Syamsul Hadi
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan) Vol. 9 No. 4 (2021)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jurnalhpt.2021.009.4.3

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penerapan rekayasa ekologi terhadap populasi Nilaparvata lugens atau wereng batang coklat (WBC) dan musuh alaminya. Penelitian dilaksanakan di Dusun Mampil, Desa Penganten, Kecamatan Balen, Bojonegoro. Dalam penelitian ini terdapat dua perlakuan yaitu lahan dengan rekayasa ekologi (RE) dan konvensional atau non rekayasa ekologi (non RE). Pada lahan RE, dilakukan penanaman tanaman refugia berupa wijen (Sesamum indicum), pacar air (Impatiens blasamina), kacang hijau (Vigna radiata), dan jagung (Zea mays) di area pematang. Selanjutnya, dilakukan pemberian bahan organik dan aplikasi agen hayati (Beauveria bassiana, Bacillus sp., Tricoderma sp., dan Plant Growth Promoting Rhizobacteria). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan RE secara nyata meningkatkan populasi musuh alami WBC yang ditunjukkan dengan jumlah individu musuh alami yang lebih tinggi pada perlakuan RE daripada non RE. Jumlah musuh alami pada lahan RE dan non RE secara berurutan adalah 587 ekor/petak dan 170 ekor/petak. Secara umum, dibandingkan dengan lahan non RE, perlakuan RE secara nyata menurunkan populasi WBC. Rata-rata populasi WBC pada lahan RE dan non RE masing-masing adalah 2,1 dan 2,9 ekor/rumpun.
EFIKASI FUNGISIDA MAJEMUK (BAHAN AKTIF: BENALAXYL 8% DAN MANCOZEB 65%) TERHADAP PENYAKIT DOWNY MILDEW (Pseudoperonospora cubensis) PADA TANAMAN SEMANGKA SECARA IN VITRO Intan Sugiarti Permatasari; Liliek Sulistyowati; Muhammad Akhid Syibli
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan) Vol. 9 No. 4 (2021)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jurnalhpt.2021.009.4.5

Abstract

Penyakit Downy mildew yang disebabkan jamur Pseudoperonospora cubensis, masih menjadi kendala utama produksi semangka di Indonesia. Pengendalian menggunakan fungisida sintetik masih menjadi pilihan utama para petani hingga saat ini. Penelitian ini dilakukan untuk menguji efektivitas fungisida majemuk bahan aktif Mankozeb 65% dan Benalaksil 8% secara in vitro dalam menekan daya hidup jamur P. cubensis pada daun semangka. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Penyakit Tumbuhan, Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan konsentrasi dan 3 fungisida yang berbeda yaitu mankozeb, benalaksil, dan campuran mankozeb+benalaksil dengan ulangan 4 kali. Variabel yang diamati adalah persentase sporangium jamur P. cubensis utuh dan rusak setelah aplikasi, Tingkat Hambatan Relatif (THR), dan sifat aktivitas fungisida majemuk yang ditentukan berdasarkan nilai Nisbah Ko-toksisitas (NK).  Hasil pengamatan diketahui bahwa sporangium P. cubensis berbentuk oval dan berwarna abu-abu keunguan. Sporangium nampak menggerombol disekitar jaringan stomata. Pada penelitian ini, semua perlakuan fungisida dapat merusak sporangium P. cubensis. Presentase sporangium utuh paling rendah ditemukan pada perlakuan fungisida majemuk (mankozeb dan benalaksil) dengan dosis 0,6 g/l yaitu sebesar 15,19%. Nilai THR paling tinggi sebesar 58% ditemukan pada aplikasi fungisida majemuk (mankozeb dan benalaksil). Berdasarkan hasil perhitungan nilai NK, diketahui bahwa fungisida majemuk (mankozeb dan benalaksil) mempunyai sifat sinergistik (NK ≥ 1) yang mampu merusak sporangium P. cubensis yang utuh.
KEANEKARAGAMAN JENIS JAMUR PATOGEN SERANGGA ASAL TANAH PADA SISTEM AGROFORESTRI PINUS-KOPI DI HUTAN PENDIDIKAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA Kenya Mustika Pertiwi; Aminudin Afandhi
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan) Vol. 10 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jurnalhpt.2022.010.1.1

Abstract

Alih fungsi lahan di Hutan Pendidikan Universitas Brawijaya (HPUB) telah terjadi sejak tahun 1976. Sebagian besar area di HPUB telah banyak diubah menjadi lahan pemukiman, pertanian, perkebunan, dan hutan produksi. Hal ini menjadi penyebab utama penurunan diversitas mikroorganisme tanah seperti serangga, jamur, bakteri, cacing tanah, amuba dan jasad renik lainnya. Penerapan sistem agroforestri dapat ditawarkan dalam mengatasi masalah yang timbul akibat adanya alih fungsi lahan, karena sistem tersebut dapat meningkatkan keanekaragaman dan populasi mikroorganisme tanah seperti jamur. Jamur merupakan salah satu organisme yang dominan hidup di dalam tanah. Salah satu jamur asal tanah yang berperan sebagai pengendali hayati adalah jamur patogenik serangga (JPS). Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui keanekaragaman jenis JPS asal tanah pada sistem agroforestri pinus–kopi di HPUB dan untuk mengetahui faktor lingkungan abiotik yang mempengaruhi keanekaragamannya. Sampel tanah diambil dari 5 titik pada sistem agroforestri pinus-kopi. JPS yang berhasil diisolasi kemudian dipurifkasi dan diidentifikasi. Data jenis dan populasi JPS yang diperoleh dianalisis untuk menentukan keanekaragaman dan kelimpahan jenis menggunakan rumus: indeks keanekaragaman jenis, indeks dominansi jenis, indeks kekayaan jenis dan indeks kemerataan jenis. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh 15 isolat koloni jamur yang terdiri dari 6 genus yaitu Aspergillus, Penicillium, Gongronella, Fusarium, Mortierella dan Metarhizium. Nilai indeks keanekaragaman (H’) sebesar 1,894, nilai indeks dominansi (C) sebesar 0,182, nilai indeks kekayaan (D) sebesar 2,585, dan indeks kemerataan jenis (E) sebesar 0,911. Berdasarkan analisis deskriptif, maka intensitas cahaya, pH tanah, suhu tanah, suhu udara dan kelembaban relatif berpengaruh terhadap keanekaragaman JPS pada sistem agroekosistem pinus-kopi.
KEANEKARAGAMAN DAN KELIMPAHAN LABA-LABA (ARACHNIDA: ARANEAE) PADA PERKEBUNAN KOPI DI JAWA TIMUR Muhammad Musthofa Al Akhyar; Akhmad Rizali
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan) Vol. 10 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jurnalhpt.2022.010.1.3

Abstract

Laba-laba memiliki peranan penting dalam agroekosistem khususnya sebagai predator. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari keanekaragaman, kelimpahan, dan komposisi spesies laba-laba pada kondisi habitat yang berbeda di perkebunan kopi. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2020 hingga Maret 2021 di 12 perkebunan kopi yang terletak di Kabupaten Malang dan Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Pengambilan sampel laba-laba dilakukan dengan metode fogging untuk strata kanopi dan perangkap pitfall untuk strata permukaan tanah. Sebagai data penunjang dilakukan pengamatan data lingkungan (meliputi suhu relatif dan kelembaban relatif) dan juga wawancara dengan pemilik lahan untuk mengetahui cara budidaya yang dilakukan (meliputi varietas kopi, penggunaan pupuk, dan aplikasi pestisida). Hasil penelitian diperoleh 11 famili, 46 morfospesies, dan 264 individu laba-laba dari keseluruhan lokasi. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa umur tanaman berpengaruh terhadap keanekaragaman spesies dan kelimpahan individu laba-laba kanopi. Persentase tutupan kanopi dan keanekaragaman serangga herbivora berpengaruh terhadap kelimpahan individu laba-laba permukaan tanah. Di dalam penelitian ini, komposisi spesies laba-laba tidak dipengaruhi umur tanaman kopi tapi dipengaruhi oleh aplikasi pestisida.
PERTUMBUHAN POPULASI DAN PERKEMBANGAN Tribolium castaneum (Herbst) (COLEOPTERA: TENEBRIONIDAE) PADA BEBERAPA VARIETAS BERAS Tyssa Ardhining Wandansari; Ludji Pantja Astuti; Tita Widjayanti
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan) Vol. 10 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jurnalhpt.2022.010.1.2

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pertumbuhan populasi dan perkembangan populasi  T. castaneum pada beberapa varietas beras. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Hama Tumbuhan, Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Malang. Penelitian ini terdiri dari sepuluh perlakuan dan diulang empat kali untuk pengamatan pertumbuhan populasi dan tiga kali untuk pengamatan perkembangan. Penelitian ini disusun dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL). Penelitian dilakukan dengan menginfestasi 15 pasang imago T. castaneum yang berumur 7–14 hari ke dalam tabung yang berisi 30 g beras pakan. Pengamatan perkembangan dilakukan dengan menggunakan 10 butir telur dari imago baru T. castaneum yang dipasangkan pada hari yang sama dan dimasukkan ke dalam tabung fial berisi 3 g pakan beras. Variabel yang diamati pada penelitian ini yaitu mortalitas imago, jumlah telur, larva, pupa, imago baru, fase telur, larva, pupa, dan praoviposisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa varietas beras tidak mempengaruhi pertumbuhan populasi dan perkembangan.
PENGUJIAN KONSORSIUM BAKTERI ANTAGONIS UNTUK MENGENDALIKAN PENYAKIT LAYU FUSARIUM PADA TANAMAN BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) DI KECAMATAN DAMPIT, KABUPATEN MALANG Alda Dwi Aprilia; Luqman Qurata Aini
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan) Vol. 10 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jurnalhpt.2022.010.1.4

Abstract

Bawang merah merupakan komoditas hortikultura yang menjadi sumber pendapatan bagi perekonomian Indonesia hingga ± Rp. 2,7 Trilliun/tahun. Salah satu faktor yang menyebabkan produksi bawang merah di Indonesia mengalami penurunan yaitu akibat serangan jamur Fusarium oxysporum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas konsorsium bakteri antagonis P. aeruginosa, B. cereus 1 dan B. cereus 2 dalam mengendalikan penyakit layu fusarium dan meningkatkan pertumbuhan tanaman bawang merah. Tahapan penelitian meliputi: penentuan plot dan tanaman contoh, peracikan isolat bakteri, pengaplikasian isolat bakteri, pengamatan komponen pertumbuhan, tingkat kejadian penyakit layu Fusarium, tingkat efikasi, hasil panen dan analisis data menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) terdiri dari 9 perlakuan dan 3 ulangan. Pengaplikasian konsorsium bakteri antagonis perlakuan P9 (P. aeruginosa + B. cereus 1 + B. cereus 2) sangat efektif dalam menekan perkembangan penyakit layu fusarium serta dalam memacu pertumbuhan pada tanaman bawang merah. Tingkat efikasi tertinggi yaitu pada perlakuan P9 dengan nilai sebesar 81% lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan lainnya.
EKSPLORASI JAMUR RIZOSFER ANTAGONIS TERHADAP Rhizoctonia solani PADA TANAMAN KACANG HIJAU (Vigna radiata) Sallygresya Theodora Dwifelita Matondang; Luqman Qurata Aini
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan) Vol. 10 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jurnalhpt.2022.010.2.4

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui genus jamur rizosfer yang memiliki potensi antagonis terhadap Rhizoctonia solani dan perbedaan kemampuan antagonisme. Penelitian dilakukan pada bulan Maret 2021 sampai dengan Oktober 2021. Sampel tanah diambil pada 6 lahan kacang hijau pada 3 daerah di Kabupaten Malang. Pengambilan sampel tanah dilakukan dengan mengambil sampel tanah komposit sebanyak 50 gram pada 5 titik pada setiap lahan. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL). Analisis data dilakukan dengan analisis ragam (ANOVA). Apabila berbeda nyata maka akan dilanjutkan uji DMRT. Hasil penelitian, didapatkan 38 isolat dengan kenampakan makroskopis yang berbeda. Terdapat 15 isolat jamur yang memiliki daya hambat lebih dari 50 % dan 9 diantaranya memiliki daya hambat lebih dari 70 %. Hasil identifikasi didapatkan 7 genus jamur yang memiliki daya hambat lebih dari 50 %. Genus tersebut yaitu Trichoderma, Aspergillus, Chrysonilia, Mortierella, Gliocladium, Penicillium, dan Acremonium. Kemampuan antagonisme jamur yang berbeda-beda diakibatkan karena beberapa hal yaitu kompetisi dan antibiosis.
UJI DEGRADASI INSEKTISIDA BERBAHAN AKTIF KLORPIRIFOS OLEH JAMUR PATOGEN SERANGGA Lecanicillium sp. IN VITRO Dandy Reyhan Zhafran; Aminudin Afandhi
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan) Vol. 10 No. 3 (2022)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jurnalhpt.2022.010.3.3

Abstract

Berbagai permasalahan akibat residu insektisida klorpirifos yang mengendap dalam tanah dapat menyebabkan kesuburan tanah menjadi menurun, terhambatnya pertumbuhan tanaman, dan menyebabkan rusaknya keragaman fungsional mikrobiota tanah, salah satunya adalah jamur patogen serangga. Alternatif yang dapat diterapkan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan cara bioremediasi yang memanfaatkan jamur patogen serangga.  Jamur patogen serangga yang berpotensi dalam mendegradasi residu insektisida adalah Lecanicillium sp. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah jamur patogen serangga dapat mendegradasi insektisida klorpirifos dengan konsentrasi insektisida klorpirifos sebesar 0 ppm, 2000 ppm, 4000 ppm, 6000 ppm, dan 8000 ppm. Penelitian ini dilaksanakan di Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya Malang pada bulan Juli hingga Desember 2020 Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap dengan 5 perlakuan dan 5 kali ulangan. Perlakuan yang digunakan adalah konsentrasi insektisida klorpirifos 0 ppm, 2000 ppm, 4000 ppm, 6000 ppm, dan 8000 ppm. Variabel pengamatannya meliputi  pengamatan diameter koloni jamur, tingkat hambatan relatif, dan persentase penurunan insektisida klorpirifos. Berdasarkan hasil penelitian, perbedaan perlakuan konsentrasi insektisida klorpirifos berpengaruh terhadap diameter koloni dan tingkat hambat relatif jamur. Berdasarkan hasil penelitian, perbedaan konsentrasi insektisida klorpirifos berpengaruh terhadap diameter koloni pertumbuhan jamur, tingkat hambatan relatif, dan penurunan insektisida klorpirifos. Jamur Lecanicillium sp. yang berasal dari Hutan Pendidikan UB mampu beradaptasi dan mendegradasi insektisida klorpirifos pada konsentrasi 0 ppm, 2000 ppm, 4000 ppm, 6000 ppm dan 8000 ppm.
KEANEKARAGAMAN DAN KELIMPAHAN ORDO COLEOPTERA PADA PERKEBUNAN KOPI DI JAWA TIMUR Khalid Atthariq Wiraguna Aseran; Akhmad Rizali
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan) Vol. 10 No. 3 (2022)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jurnalhpt.2022.010.3.2

Abstract

Ordo Coleoptera memiliki peranan penting di perkebunan kopi diantara sebagai herbivor, predator, mycophagous dan detritrivor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman dan kelimpahan Ordo Coleoptera, dan faktor-faktor yang mempengaruhi keanekaragaman, kelimpahan, dan komposisi spesies Ordo Coleoptera di perkebunan kopi Jawa Timur. Penelitian lapangan dilakukan dari bulan Desember 2020 hingga April 2021 pada 12 perkebunan kopi di Jawa Timur. Di setiap perkebunan ditentukan plot untuk pengambilan contoh serangga yang terdiri atas 1 subplot untuk metode fogging dan 1 subplot untuk metode perangkap pitfall. Keanekaragaman vegetasi diobservasi dan didokumentasikan dalam subplot berukuran 1mx1 m. Selain itu dilakukan juga pengukuran tutupan kanopi, suhu, kelembaban dan cara budidaya kopi pada setiap lokasi penelitian juga diobservasi. Analisis ragam, analisis regresi dan analisis kemiripan digunakan untuk mengetahui perbedaan keanekaragaman, kelimpahan, dan komposisi spesies dari Ordo Coleoptera berdasarkan kondisi habitat dan cara budidaya. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan 22 famili, 58 morfospesies, dan 277 individu Ordo Coleoptera.  Famili dominan yang ditemukan adalah Anthicidae, Coccinellidae, dan Staphylinidae. Berdasarkan hasil analisis menunjukkan bahwa jenis vegetasi berpengaruh terhadap keanekaragaman dan kelimpahan Ordo Coleoptera khususnya untuk kelompok detritivor. Faktor kondisi habitat lain tidak menunjukkan pengaruh terhadap keanekaragaman, kelimpahan, dan komposisi spesies Ordo Coleoptera.