cover
Contact Name
Luqman Qurata Aini
Contact Email
luqman.fp@ub.ac.id
Phone
+6281252663348
Journal Mail Official
jurnalhpt@ub.ac.id
Editorial Address
Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya Jl. Veteran, Malang 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan)
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 23384336     EISSN : 25806459     DOI : https://doi.org/10.21776/ub.jurnalhpt
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Hama dan Penyakit Tumbuhan (Jurnal HPT) memuat naskah artikel yang berkaitan dengan hama dan penyakit tumbuhan, termasuk karakterisasi, deteksi, identifikasi, fisiologi, biokimia, ekologi, epidemiologi, biologi molekuler hama dan patogen tumbuhan, serta pengendaliannya secara kimia dan biologi. Artikel dapat berupa hasil penelitian mutakhir atau temuan terbaru mengenai hama dan penyakit tumbuhan. Naskah artikel yang diterima adalah naskah yang belum pernah dimuat atau tidak sedang dalam proses publikasi pada berkala ilmiah nasional maupun internasional lainnya.
Articles 289 Documents
KEANEKARAGAMAN ARTHROPODA HAMA DAN MUSUH ALAMI PADA LAHAN PADI JAJAR LEGOWO DAN KONVENSIONAL Okty Ayu Lestari; Bambang Tri Rahardjo
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan) Vol. 10 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jurnalhpt.2022.010.2.3

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sistem tanam jajar legowo pada keanekaragaman arthropoda hama dan musuh alami pada lahan padi. Penelitian dilakukan mulai dari bulan Desember 2020 hingga Maret 2021 di lahan sawah dataran rendah pada Desa Kalisabuk, Kecamatan Kesugihan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Identifikasi hama dan musuh alami dilakukan di Laboratorium Hama Departemen Hama dan Penyakit, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya. Persiapan penelitian meliputi pemilihan lokasi penelitian, penanaman tanaman padi, persiapan alat dan bahan, dan penentuan tanaman sampel. Sedangkan pelaksanaan penelitian meliputi pemasangan perangkap, pengamatan mingguan, identifikasi arthropoda, dan pengolahan data. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif pada lahan dengan luasan total 1000 m2 untuk sistem tanam jajar legowo dan konvensional. Data yang didapatkan dianalisis dengan uji t 5% pada Microsoft® Excel. Berdasarkan hasil penelitian, arthropoda hama yang ditemukan berjumlah 5 ordo, sedangkan musuh alami berjumlah 7 ordo pada kedua lahan. Pada kedua lahan baik untuk hama maupun musuh alami mengarah pada keanekaragaman yang cukup baik berdasarkan hasil nilai dari beberapa indeks. Penanaman menggunakan sistem tanam jajar legowo tidak memberikan pengaruh pada populasi hama dan musuh alami berdasarkan hasil uji t yang dilakukan.
KOMBINASI JAMUR ENTOMOPATOGEN Beauveria bassiana (Balsamo) Vuillemin DENGAN EKSTRAK DAUN PEPAYA UNTUK PENGENDALIAN Plutella xylostella Linnaeus (LEPIDOPTERA: PLUTELLIDAE) Rizcki Nugraha Laksana; Toto Himawan; Fery Abdul Choliq
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan) Vol. 10 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jurnalhpt.2022.010.2.2

Abstract

Ulat kubis Plutella xylostella L. merupakan salah satu hama yang bersifat oligofag yang menyerang tanaman dari jenis famili Cruciferae. Sehingga perlu dilakukan pengendalian yang tepat untuk menekan pertumbuhan hama P. xylostella. Tujuan penelitian ini yaitu melakukan kombinasi antara Beauveria bassiana dengan ekstrak daun pepaya pada konsentrasi sublethal untuk mengetahui kompatibilitas insektisida campuran dan meningkatkan efektifitas B. bassiana. Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari hingga Agustus 2021 di Laboratorium Toksikologi Pestisida, Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian, Universitas brawijaya, Malang. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu dengan membandingkan efikasi B. bassiana dan ekstrak daun pepaya secara tunggal dengan metode umpan pakan. Setelah itu hasil tersebut di bandingkan dengan insektisida campuran. Lalu dilakukan pengamatan pertumbuhan koloni, produksi jamur, dan daya kecambah sebagai uji kompatibilitas untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak daun pepaya terhadap pertumbuhan jamur B. bassiana. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa pemberian ekstrak daun pepaya berbanding terbalik dengan pertumbuhan jamur B. bassiana. Penambahan ekstrak daun pepaya pada konsentrasi 10.000 hingga 40.000 ppm memiliki kategori kompatibilitas yang tidak toksik atau kompatibel. Hasil nisbah sinergisme yang didapatkan yaitu sebesar 1,87. Hal ini menunjukan bahwa kombinasi B. bassiana dengan ekstrak daun pepaya mampu meningkatkan efikasi 1,87 kali lipat dibandingkan aplikasi B. bassiana secara tunggal.
UJI DAYA RACUN EKSTRAK DAUN BINTARO (Cerbera odollam Gaertn.) TERHADAP MORTALITAS KUTUDAUN (Aphis gossypii Glover) (HEMIPTERA: APHIDIDAE) PADA TANAMAN CABAI MERAH (Capsicum annum L.) Lindia Rahayu Widia Santi; Toto Himawan; Silvi Ikawati
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan) Vol. 10 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jurnalhpt.2022.010.1.5

Abstract

Salah satu hama utama yang menyerang dengan intensitas tinggi pada tanaman cabai adalah kutudaun (Aphis gossypii Glover). Bentuk pengendalian hama ini yang sering dilakukan adalah dengan penggunaan insektisida sintetik. Penggunaan insektisida sintetik dapat menyebabkan berbagai dampak negatif terhadap lingkungan, sehingga dibutuhkan bentuk alternatif pengendalian yang lebih ramah lingkungan. Salah satu alternatif pengendalian tersebut dapat menggunakan insektisida nabati. Penelitian ini menggunakan ekstrak daun bintaro (Cerbera odollam Gaertn.), untuk mengevaluasi pengaruhnya terhadap kutudaun. Ekstrak daun bintaro (EDB) dapat digunakan untuk mengendalikan A. gossypii dengan nilai LC50 pada konsentrasi 2166,63 ppm dan LT50 pada 16,71 jam setelah aplikasi.
FLUKTUASI POPULASI WERENG BATANG COKLAT Nilaparvata lugens (Stål) PADA PADI DI DESA SUMBERAGUNG KECAMATAN SUMBERBARU KABUPATEN JEMBER Fairuzil Firdaus; Nanang Tri Haryadi
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan) Vol. 10 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jurnalhpt.2022.010.2.1

Abstract

Nilaparvata lugens Stål., sebagai hama penting tanaman padi memiliki peran sebagai vektor pembawa virus dan mengakibatkan penyakit kerdil. Penggunaan jadwal tanam yang tidak bersamaan oleh petani mengakibatkan beragamnya umur padi pada setiap petak di hamparan. Selain itu, sifat N. lugens Stal yang dapat bermigrasi mampu mempertahankan hidupnya dengan berpindah-pindah pada petak padi yang lebih muda dan menularkan virus dari tanaman padi sebelumnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari pola tanam serempak dan tidak serempak terhadap populasi N. lugens Stål. pada tanaman padi. Lokasi penelitian dipilih berdasarkan Purposive sampling, tepat di Desa Sumberagung Kecamatan Sumberbaru Kabupaten Jember. Variabel yang diamati berupa populasi N. lugens Stål pada light traps dan 10 rumpun padi, serta intensitas serangannya. Hasil analisis yang diperoleh fluktuasi N. lugens Stål pada pola tanam serempak dan tidak serempak tidak berbeda nyata pada penggunaan light traps maupun pada 10 rumpun padi. Sedangkan intensitas serangan berupa gejala kerusakan pada kedua lokasi penelitian menunjukkan adanya pengaruh dari keberadaan N. lugens Stål. walaupun dalam tingkat rendah dengan nilai signifikasi (2-tailed) sebesar 0,038 < Sig. 0,05 dengan gejala kerusakan berkisar 0,9-6,0%.
KEANEKARAGAMAN Fusarium sp. DI LAHAN ENDEMIS DAN SUPRESIF LAYU FUSARIUM TOMAT Ahmad Ilham Tanzil; Irwanto Sucipto; Ankardiansyah Pandu Pradana; Ramadhani Mahendra Kusuma; Bayu Widhayasa; Arrohmatus Syafaqoh Li'aini; Mukhlish Jamal Musa Holle; Restu Nugraha
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan) Vol. 10 No. 3 (2022)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jurnalhpt.2022.010.3.1

Abstract

Peran jamur Fusarium non patogenik sangat penting dalam mengendalikan maupun mencegah serangan jamur patogen Fusarium oxysporum f. sp. lycopersici. Tujuan dari riset ini yaitu mengetahui keanekaragaman jamur Fusarium sp. di lahan endemis dan supresif serta potensi antagonismnya terhadap patogen layu fusarium. Penelitian ini dilakukan di laboratorium Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya dan laboratorium Balai Besar Karantina Pertanian Surabaya. Metode penelitian ini menggunakan komparasi dan eksplorasi jamur Fusarium dalam rizosfer di lahan endemis layu fusarium tomat dan lahan supresif. Jamur fusarium yang ditemukan di lahan endemis terdiri dari 58 koloni dengan hasil identifikasi sebanyak 3 isolat yaitu Fusarium sp. 1, Fusarium sp. 2, Fusarium sp. 3. Sedangkan jamur fusarium yang ditemukan di lahan supresif sebanyak 11 koloni yang terdiri dari 2 isolat yaitu Fusarium sp. 4 dan Fusarium sp. 5. Nilai indeks keanekaragaman di lahan endemis (4,06) termasuk kategori keanekaragaman tinggi, penyebaran jumlah individu tiap jenis tinggi dan lahan supresif (2,39) termasuk kategori keanekaragaman sedang, penyebaran jumlah individu tiap jenis sedang. Indeks keseragaman di lahan endemis (0,465) dengan kriteria rendah dan lahan supresif (0,701) dengan kriteria sedang. Nilai indeks dominasi di lahan endemis (3,689) dan di lahan supresif (3,45) termasuk kriteria terdapat jenis yang mendominasi. Hasil penghambatan uji antagonis tertinggi yaitu isolat Fusarium sp. 3 (58,46) dari lahan endemis sedangkan dari lahan supresif yaitu isolat Fusarium sp. 5 (55,38).
PENGARUH REFUGIA PADA KELIMPAHAN DAN KEANEKARAGAMAN ARTHROPODA PREDATOR DI SAWAH PADI PHT DESA TEJOASRI, LAREN, LAMONGAN Sulistiyono Sulistiyono; Gatot Mudjiono; Toto Himawan
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan) Vol. 10 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jurnalhpt.2022.010.2.5

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelimpahan arthropoda predator, dan keanekaragaman arthropoda di sawah PHT dan blok refugia pada setiap fase pertumbuhan padi, serta untuk mengetahui pengaruh jarak blok refugia terhadap kelimpahan arthropoda predator di sawah PHT. Penelitian dilaksanakan di Desa Tejoasri, Kecamatan Laren, Kabupaten Lamongan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksplorasi dengan mengadakan pengamatan terhadap dua lokasi, yaitu sawah PHT dan blok refugia di salah satu sisi pematang sawah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada sawah ditemukan 40 spesies arthropoda predator yang terbagi kedalam 7 ordo dan 28 famili, sedangkan pada blok refugia ditemukan 29 spesies yang terbagi kedalam 6 ordo dan 18 famili. Pada saat fase vegetatif I, kelimpahan individu serangga predator di sawah lebih rendah dibandingkan pada blok refugia. Pada fase vegetatif II, generatif I, dan generatif II, kelimpahan individu serangga predator lebih tinggi dibandingkan pada blok refugia. Kelimpahan individu laba-laba di sawah pada tiap fase pertumbuhan padi lebih tinggi dibandingkan pada blok refugia. Nilai indeks keanekaragaman arthropoda di sawah dan blok refugia pada tiap fase pertumbuhan padi berkisar antara 2,0 hingga 2,7 yang tergolong keanekaragaman sedang. Pada jarak 6 m dari blok refugia, kelimpahan individu predator yang ditemukan di sawah lebih rendah dibandingkan pada jarak 12, 18, 24, 30, 36, 42 dan 48 m. Semakin dekat jarak dari blok refugia, kelimpahan individu predator yang ditemukan semakin rendah.
EFEKTIVITAS BAHAN PELINDUNG Spodoptera litura NUCLEAR POLYHEDROSIS VIRUS (SlNPV) UNTUK MENGENDALIKAN Spodoptera litura (F.) PADA TANAMAN KEDELAI Uswatun Hasanah; Nanang Tri Haryadi
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan) Vol. 10 No. 3 (2022)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jurnalhpt.2022.010.3.5

Abstract

Spodoptera litura dapat menyebabkan kehilangan hasil hingga 80% bahkan gagal panen. Nuclear Polyhedrosis Virus merupakan agensi hayati dari kelompok patogen serangga famili Baculoviridae yang banyak digunakan sebagai agens hayati dan Spodoptera litura Nuclear Polyhedrosis Virus (SlNPV) merupakan salah satu pemanfaatan NPV yang efektif dalam mengendalikan Spodoptera litura. Kendala penggunaan SlNPV yaitu tidak tahan terhadap sinar matahari sehingga perlu bahan pelindung agar virus tidak mengalami  inaktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bahan pelindung dalam mempertahankan efektivitas SlNPV dari paparan sinar matahari. Penelitian dilakukan di rumah kaca dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial. Perlakuan meliputi SlNPV 100 ml tanpa pemaparan UV A (a), SlNPV 100 ml tanpa bahan pelindung + UV A (b), SlNPV 100 ml + Molase 40% + UV A (c), SlNPV 100 ml + Kaolin 40% + UV A (d), SlNPV 100 ml + Tinopal 1% + UV A (e), SlNPV 100 ml + Sunblock SPF 50 5% + UV A (f). Setiap perlakuan diulang sebanyak 4 kali sehingga didapatkan 24 satuan percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada uji skala rumah kaca perlakuan SlNPV + kaolin 40% dapat menyebabkan mortalitas S. litura 92,5% diikuti oleh perlakuan SlNPV + molase 40% dengan mortalitas sebesar 75% pada pengamatan 9 hari setelah aplikasi. Kaolin efektif digunakan sebagai bahan pelindung SlNPV dibandingkan bahan pelindung lainnya karena dapat melindungi SlNPV dari paparan sinar Ultra Violet (UV) karena membentuk lapisan seperti lapisan film.
EKSPLORASI JAMUR FILOPLANE PADA DAUN TANAMAN PEDANG-PEDANGAN (Sansevieria trifasciata) DAN UJI KEMAMPUAN ANTAGONISMENYA TERHADAP PENYAKIT ANTRAKNOSA (Colletotrichum sansevieriae) Dita Aprilia Mayasari; Ika Rochdjatun Sastrahidayat; Syamsuddin Djauhari
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan) Vol. 10 No. 3 (2022)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jurnalhpt.2022.010.3.4

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keragaman jamur filoplane pada daun tanaman Sansevieria trifasciata dan menguji kemampuan antagonismenya terhadap penyakit antraknosa yang disebabkan oleh jamur Colletotrichum sansevieriae. Penelitian ini dilakukan di sub laboratorium Mikologi, Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya, Malang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa patogen yang menyebabkan penyakit antraknosa pada tanaman Sansevieria trifasciata adalah jamur Colletotrichum sansevieriae. Berdasarkan hasil eksplorasi diperoleh delapan jamur filoplane yang setelah diuji patogenisitas tidak menimbulkan gejala penyakit pada daun Sansevieria trifasciata. Hasil uji antagonisme menunjukkan bahwa semua jamur filoplane yang ditemukan tersebut dapat menghambat pertumbuhan jamur patogen Colletotrichum sansevieriae hingga di atas 50%. Jamur filoplane yang memiliki daya hambat tertinggi adalah jamur Trichoderma isolat 2 dengan persentase daya hambat sebesar 69% dan Trichoderma isolat 1 sebesar 68%. Berdasarkan hasil pengamatan mekanisme antagonisme, jamur Trichoderma isolat 2 memiliki mekanisme antagonisme kompetisi dan parasitisme, sedangkan jamur Trichoderma isolat 1 memiliki ketiga mekanisme antagonisme, yaitu kompetisi, antibiosis dan parasitisme.
PENGARUH TUMBUHAN LIAR BERBUNGA TERHADAP KEANEKARAGAMAN MUSUH ALAMI PADA EKOSISTEM TANAMAN TEBU Nurlinda Nurlinda; Bambang Tri Rahardjo; Mochammad Syamsul Hadi
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan) Vol. 10 No. 4 (2022)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jurnalhpt.2022.010.4.1

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tumbuhan liar berbunga terhadap keanekaragaman, kemerataan, kekayaan, dan dominansi musuh alami pada ekosistem tanaman tebu. Kegiatan penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2021 – April 2022 di lahan tanaman tebu di Instalasi Penelitian dan Pengkajian Teknologi Pertanian (IP2TP) Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat (Balittas), Karangploso, Malang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan perangkap berupa yellow sticky trap dan farmcop. Hasil penelitian dianalisis menggunakan Indeks  Keanekaragaman (H’), Indeks Kemerataan (E), Indeks Kekayaan (R), Indeks Dominasi (D), dan menggunakan Uji T dengan taraf kesalahan 5%. Hasil penelitian didapatkan sebanyak 16 jenis musuh alami pada lahan tebu dengan tumbuhan liar berbunga dan 9 jenis musuh alami pada lahan tebu tanpa tumbuhan liar berbunga. Indeks keanekaragaman pada lahan tebu dengan dan tanpa tumbuhan liar berbunga memiliki nilai H’ termasuk kategori sedang, nilai E termasuk kategori hampir merata, nilai R termasuk kategori rendah, dan nilai D kategori rendah. Berdasarkan hasil Uji T terdapat perbedaan rerata populasi musuh alami pada lahan tebu dengan dan tanpa tumbuhan liar berbunga yang berbeda nyata (t hitung > t tabel) yaitu t hitung sebesar 6,343 dan t tabel 2,144.
PERTUMBUHAN POPULASI DAN PERKEMBANGAN Corcyra cephalonica (Stainton) PADA BEBERAPA PROPORSI BENTUK BERAS HITAM Novia Nikmatul Chikmah; Ludji Pantja Astuti; Akhmad Rizali
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan) Vol. 10 No. 4 (2022)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jurnalhpt.2022.010.4.2

Abstract

Salah satu hama yang menyerang beras simpanan ialah Corcyra cephalonica. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan populasi dan perkembangan C. cephalonica pada beras hitam dengan proporsi bentuk yang berbeda. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Hama Tumbuhan, Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya. Penelitian ini terdiri dari 12 perlakuan yang diulang sebanyak tiga kali untuk pengamatan pertumbuhan populasi dan sepuluh kali untuk pengamatan perkembangan. Penelitian ini disusun dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL). Pada pengamatan pertumbuhan populasi diinfestasikan 100 butir telur pada 100 g pakan perlakuan, sedangkan pada pengamatan perkembangan digunakan 1 butir telur pada 6 g pakan perlakuan. Variabel yang diamati pada penelitian ini yaitu pengamatan jumlah larva, pupa, imago, fekunditas, fertilitas, stadium telur, larva, pupa, praoviposisi, oviposisi, pascaoviposisi, pradewasa, dan siklus hidup. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan proporsi bentuk beras hitam tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah larva, pupa, imago, stadium telur, stadium pupa, praoviposisi, oviposisi, pascaoviposisi, fertilitas, dan lama hidup imago, namun berpengaruh nyata terhadap stadium larva, pradewasa, fekunditas dan siklus hidup.