cover
Contact Name
Hayatul Ismi
Contact Email
hayatul.ismi@lecturer.unri.ac.id
Phone
+6281268116279
Journal Mail Official
hayatul.ismi@lecture.unri.ac.id
Editorial Address
Jl. Patimura No.9
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
Jurnal Ilmu Hukum
Published by Universitas Riau
ISSN : 20878591     EISSN : 26543761     DOI : http://dx.doi.org/10.30652/jih.v11i2.8306
Core Subject : Humanities, Social,
Jurnal Ilmu Hukum adalah jurnal yang diterbitkan oleh Fakultas Hukum Universitas Riau (UR). Jurnal ini memuat kajian-kajian di bidang ilmu hukum baik secara teoritik maupun empirik. Fokus jurnal ini tentang kajian-kajian hukum perdata, hukum pidana, hukum tata negara, hukum internasional, hukum acara dan hukum adat.
Arjuna Subject : Ilmu Sosial - Hukum
Articles 246 Documents
Tinjauan Filosofis Kepastian Hukum Bagi Pemerintah Daerah Dalam Implementasi Undang-Undang Penanaman Modal Ramlan '
Jurnal Ilmu Hukum Vol 3, No 2 (2012)
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30652/jih.v2i02.1144

Abstract

State duty to promote the general welfare of its people.For that, one of the policies pursued by the Govern-ment is giving authority to local governments to imple-ment and execute development activities as well asgreater authority in obtaining sources of financing,by way of delegated authority on local governmentinvestments. Due to matters concerning local govern-ment in the field of investment only on the criteria ofexternality, accountability, and efficiency, what ismeant by these criteria are not clear in its elaboration.
Penerapan Prinsip Mengenal Nasabah Sebagai Bentuk Peranan Bank Dalam Mengantisipasi Tindak Pidana Pencucian Uang (Money Laundering) Pada PT Bank Negara Indonesia (PERSERO) TBK CABANG PEKANBARU Erdiansyah '
Jurnal Ilmu Hukum Vol 4, No 1 (2013)
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30652/jih.v3i1.1039

Abstract

Resistance against money laundering activities by the bank is basically a departure from the tradition of bank secrecy holds. In practice, money laundering activities almost always involve banks because of the globalization of banking so that through the payment system that is primarily electronic (electronic funds transfer), the proceeds of crime are generally in large quantities to flow or move even beyond national borders. Implementation of the principle of Know Your Customer as a form of role of banks in anticipation of money laundering (money laundering) in PT Bank Negara Indonesia (Persero) Branch Pekanbaru guided by the provisions of the applicable standard by which to be guided by BNI book specifically Book II Compliance Index: CO-Chapter 7-07: IV page: 1 s / d 10 Instruction: IV / 0078 / KPN dated August 9, 2005 on Anti-Money Laundering and Know Your Customer principles.
Pertanggungjawaban Masyarakat Penerima Manfaat Kerugian Negara Dampak Penyalahgunaan Wewenang Dalam Tindak Pidana Korupsi Tike Murti Sari Dewi; Tengku Mega Rahmadini; Mumaddun Khaerudin Salami; Tengku Arif Hidayat
Jurnal Ilmu Hukum Vol. 14 No. 2 (2025): Jurnal Ilmu Hukum
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30652/jih.14.2.1-17

Abstract

Pertanggungjawaban pidana merupakan pilar utama dalam hukum pidana yang memastikan bahwa hanya mereka yang memiliki kesalahan dapat dijatuhi pidana. Dalam perkara korupsi, diskursus pertanggungjawaban pidana biasanya difokuskan pada pelaku langsung atau pihak yang turut serta melakukan tindak pidana. Namun, Putusan Pengadilan Tipikor dalam perkara Jabiat Sagala menampilkan perspektif berbeda dengan menyatakan bahwa masyarakat penerima manfaat dari kerugian negara turut bertanggung jawab. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji pertimbangan hukum tersebut dari perspektif asas dan doktrin hukum pidana. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis normatif dengan mengacu pada doktrin hukum pidana, asas geen straf zonder schuld, serta literatur hukum yang relevan. Hasil analisis menunjukkan bahwa pandangan hakim tersebut menimbulkan implikasi penting terhadap perluasan subjek pertanggungjawaban pidana, namun juga mengandung risiko pelanggaran asas legalitas jika tidak dibatasi secara tegas. Artikel ini menawarkan evaluasi kritis terhadap kemungkinan penerapan konsep ini di masa depan, sekaligus memberikan rekomendasi agar prinsip- prinsip dasar hukum pidana tetap terjaga.
Phishing Berbasis AI sebagai Serangan Social Engineering: Ancaman Baru di Dunia Keamanan Siber Uffi Novitasari
Jurnal Ilmu Hukum Vol. 14 No. 2 (2025): Jurnal Ilmu Hukum
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30652/h9g1cd34

Abstract

AI-based phishing is a relatively new digital crime in the dangerous and difficult-to-recognize cyber world that utilizes artificial intelligence (AI) as its attack. Phishing is also part of a social engineering attack that has a mode of manipulating victims. The existence of phishing has been regulated in the Criminal Code, the ITE Law, and the PDP Law, although the regulations are still complex and not specific. This study uses a normative legal method with a legislative approach, case studies, and accompanied by literature studies. The results of the analysis show that AI-based phishing is able to imitate human communication realistically by utilizing machine learning and natural language processing and the psychological weaknesses of the victim. Although phishing already has regulations, these regulations still do not explicitly regulate phishing as a criminal act. The Criminal Code is still general in nature, while the ITE Law and the PDP Law only regulate it implicitly. Therefore, criminal law reform is needed through revision of relevant articles, strengthening digital literacy in society, and expanding international cooperation, as well as adaptive legal policy arrangements.
ASAS KEBIASAAN DALAM PENGGUNAAN GOOGLE PLAY BILLING SYSTEM BAGI PENGEMBANG APLIKASI DALAM DISTRIBUSI PRODUK DI GOOGLE PLAY STORE Muyassar, Alifia Nada; Iwan Erer Joesoef
Jurnal Ilmu Hukum Vol. 14 No. 2 (2025): Jurnal Ilmu Hukum
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30652/hc19b434

Abstract

KPPU Decision Number 03/KPPU-I/2024 regarding the mandatory use of the Google Play Billing System (GPB) is an important milestone in the supervision of business competition in Indonesia's digital economy sector. Google is considered to have implemented an exclusive digital payment policy, forcing application developers to use GPB with a commission of 15-30% and limiting payment alternatives. This policy is considered to strengthen Google's dominant position in app distribution through the Google Play Store, which controls the majority of the market share. This study analyzes the KPPU's considerations in imposing a fine of IDR 202.5 billion and the application of legal principles, including the identification of abuse of dominant position and the evaluation of the impact of the policy on developers and consumers. Additionally, this study highlights the relevance of customary principles as stipulated in Articles 1339 and 1347 of the Civil Code in assessing the fairness of contractual terms between platforms and app developers. The results of the study show that the KPPU's decision emphasizes the importance of fair business competition, openness of payment systems, and protection of innovation in the digital ecosystem. The decision also sets a precedent for digital economy regulation and oversight of global platforms in Indonesia.
Polemik Kebijakan PPATK Dalam Pemblokiran Rekening Dormant Sebagai Upaya Pencegahan Judi Online Dan Pencucian Uang Davit Rahmadan; Windy Rizky Putri; M Sadam Husin
Jurnal Ilmu Hukum Vol. 14 No. 2 (2025): Jurnal Ilmu Hukum
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30652/e1d8jg25

Abstract

Pemblokiran rekening dorman oleh PPATK sebagai tindakan pencegahan terhadap perjudian daring dan pencucian uang telah menimbulkan kekhawatiran hukum, khususnya mengenai kejelasan norma, batasan kewenangan, dan perlindungan hak kepemilikan. Meskipun dimaksudkan sebagai upaya pencegahan, pemblokiran rekening dorman menimbulkan pertanyaan hukum tentang kesesuaiannya dengan prinsip-prinsip negara hukum, terutama prinsip legalitas, proses hukum yang wajar, dan perlindungan hak milik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sejauh mana kewenangan PPATK dalam memblokir rekening dorman sebagai bagian dari upaya pencegahan perjudian daring dan pencucian uang. Metode yang digunakan adalah yuridis normatif, dengan menggunakan pendekatan perundang-undangan, asas-asas hukum, dan kajian pustaka. Temuan penelitian menunjukkan bahwa meskipun PPATK memiliki dasar hukum, belum terdapat ketentuan yang secara eksplisit mengatur pemblokiran rekening dorman, sehingga berpotensi terjadi overreach dan pelanggaran hak konstitusional. Oleh karena itu, diperlukan peraturan dan prosedur yang lebih jelas yang menjamin perlindungan hukum.