cover
Contact Name
Zaenal Arifin
Contact Email
arifin1169@gmail.com
Phone
+6282214483006
Journal Mail Official
journalproficiency@gmail.com
Editorial Address
Blok Salasa RT 004/RW 005 Ds. Trajaya Kec. Palasah, Kab. Majalengka, Jawa Barat
Location
Kab. majalengka,
Jawa barat
INDONESIA
Progressive of Cognitive and Ability
Published by Edupedia Publisher
ISSN : -     EISSN : 29621631     DOI : 10.56855
Core Subject : Education,
This journal is a publication that contains research results, development of innovative and relevant research and related conceptual studies and/or developments in the field of Education. This journal has a focus and scope that includes: 1. Educational learning and services. 2. Evaluation of education in general, including educational processes and outcomes. 3. Utilization of information and communication technology in education. 4. Development and implementation of educational curricula. 5. Education policy and management.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 9 Documents
Search results for , issue "vol. 5 no. 4 (2026)" : 9 Documents clear
Analisis Korelasi Tingkat Pemahaman Tugas Terhadap Determinan Kinerja Guru di SMA Negeri 19 Kota Bandung Asep Saprudin; Nina Siti Kurniati; Eka Lisdianty
Progressive of Cognitive and Ability Vol. 5 No. 4 (2026)
Publisher : EDUPEDIA Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56855/jpr.v4i4.2412

Abstract

Tujuan – Penelitian ini bertujuan mengetahui sejauhmana pemahaman tugas terhadap kinerja guru SMA Negeri 19 Kota Bandung. Metodologi – Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif. Populasi sebanyak 64 guru SMA Negeri 19 Kota Bandung Total Sampel digunakan dalam penelitian ini yaitu sebanyak 64 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan angket/quisioner. Temuan – Guru memiliki peran terhadap keberhasilan pembelajaran dengan keterampilan dan pengetahuan yang cukup diharapkan guru dapat mentransfer pengetahuan pada siswa, serta mengajak siswa untuk berfikir. Untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) tersebut hanya dapat dilakukan oleh seorang guru yang kompeten, professional dan memiliki kinerja yang optimal. Kualitas kinerja guru akan sangat menentukan pada kualitas hasil pendidikan, karena guru merupakan pihak yang paling banyak bersentuhan langsung dengan siswa dalam proses pendidikan/pembelajaran di lembaga pendidikan Sekolah. Pemahaman terhadap tugas yang dimiliki oleh guru guru di SMA Negeri 19 Kota Bandung sudah berjalan dengan baik,terutama dalam penyusunan administrasi pembelajaran yang dilaksanakan di awal semester sehingga dapat menunjang kegiatan  belajar mengajar dikelas. Kebaruan – Penelitian ini memberikan bukti empiris mengenai korelasi antara tingkat pemahaman tugas terhadap determinan kinerja guru di SMA Negeri 19 Kota Bandung. Signifikansi – Hasil penelitian ini dapat menanamkan pemahaman mengenai tugas yang lebih efektif melalui bimbingan dan pelatihan yang diseleranggaran oleh pihak sekolah agar menanamkan pengertian dalam menjalankan tugasnya dengan baik.
Kesenjangan antara Minat Baca dan Kebiasaan Membaca Mandiri Siswa dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Isihati Nehe; Lestari Waruwu; Noibe Halawa; Arozatulo Bawamenewi
Progressive of Cognitive and Ability Vol. 5 No. 4 (2026)
Publisher : EDUPEDIA Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56855/jpr.v5i4.2421

Abstract

Tujuan - Penelitian ini bertujuan menganalisis minat baca dan kebiasaan membaca mandiri siswa, mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang berkaitan dengan aktivitas membaca, serta mengkaji implikasinya terhadap pembelajaran Bahasa Indonesia. Metode - Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yang didukung data kuantitatif deskriptif. Penelitian dilaksanakan pada 13 siswa kelas VIII SMP Swasta Kristen Tomosa 2, Kabupaten Nias, dengan guru Bahasa Indonesia sebagai informan kunci. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, angket minat baca yang terdiri atas 40 pernyataan, dan dokumentasi. Data kualitatif dianalisis melalui kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan, sedangkan data angket dianalisis menggunakan persentase deskriptif. Temuan dari ketiga sumber data utama diintegrasikan untuk mengidentifikasi kesesuaian dan perbedaan antarinstrumen. Hasil - Rata-rata capaian tujuh indikator minat baca sebesar 65,58% dan tergolong kategori tinggi. Indikator membaca dan tujuan hidup memperoleh capaian tertinggi (71,79%), sedangkan kesadaran akan manfaat membaca terendah (59,08%). Meskipun demikian, observasi dan wawancara menunjukkan bahwa siswa belum konsisten membaca secara mandiri dan masih bergantung pada arahan guru. Ketertarikan terhadap bacaan rekreatif, kebiasaan membaca, keterbatasan koleksi buku, dan pemanfaatan fasilitas literasi menjadi aspek yang menonjol dalam temuan penelitian. Kebaruan - Penelitian mengidentifikasi kesenjangan deskriptif antara kecenderungan minat baca yang positif dan perilaku membaca mandiri melalui integrasi data angket, observasi, dan wawancara. Signifikansi - Pembelajaran Bahasa Indonesia perlu mengembangkan pembiasaan membaca mandiri, menyediakan bahan bacaan sesuai minat siswa, serta mengoptimalkan sumber literasi sekolah.  
Peningkatan Aktivitas Belajar dan Keterampilan Menulis Teks Berita melalui Pembelajaran Kontekstual pada Siswa  Calvin Gulo; Noibe Halawa; Mastawati Ndruru; Lestari Waruwu
Progressive of Cognitive and Ability Vol. 5 No. 4 (2026)
Publisher : EDUPEDIA Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56855/jpr.v5i4.2434

Abstract

Tujuan – Penelitian ini bertujuan menganalisis perkembangan aktivitas peserta didik dan keterampilan menulis teks berita melalui penerapan model Contextual Teaching and Learning (CTL) pada peserta didik kelas VII SMP Negeri 3 Ma’u, Kabupaten Nias, dalam konteks sekolah dengan keterbatasan sumber belajar. Metodologi – Penelitian menggunakan desain penelitian tindakan kelas dalam dua siklus yang melibatkan 19 peserta didik. Setiap siklus terdiri atas dua pertemuan dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Pembelajaran CTL dilaksanakan melalui pengamatan peristiwa di lingkungan sekitar, identifikasi unsur 5W+1H, dan penyusunan teks berita. Data dikumpulkan melalui observasi, tes keterampilan menulis, catatan lapangan, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Temuan – Rata-rata aktivitas peserta didik meningkat dari 69,50% pada Siklus I menjadi 93,00% pada Siklus II. Berdasarkan rekapitulasi skor, rata-rata keterampilan menulis meningkat dari 56,32 menjadi 82,11, sedangkan ketuntasan klasikal yang dilaporkan meningkat dari 15,79% menjadi 94,74%. Perbaikan tindakan melalui petunjuk pembelajaran yang lebih jelas dan pemanfaatan peristiwa kontekstual diikuti oleh peningkatan keterlibatan dan capaian keterampilan menulis peserta didik. Kebaruan – Penelitian ini mendokumentasikan perkembangan proses dan hasil pembelajaran menulis teks berita melalui refleksi dan perbaikan tindakan antarsiklus dalam konteks sekolah dengan keterbatasan sumber belajar. Signifikansi – Temuan memberikan acuan praktis bagi guru Bahasa Indonesia untuk merancang pembelajaran menulis teks berita berbasis peristiwa nyata dengan memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar.  
Peningkatan Keterampilan Menulis Teks Deskripsi melalui Problem-Based Learning Berbasis Pengamatan Objek Nyata pada Siswa SMP Novriman Syukur Zai; Noibe Halawa; Mastawati Ndruru; Lestari Waruwu
Progressive of Cognitive and Ability Vol. 5 No. 4 (2026)
Publisher : EDUPEDIA Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56855/jpr.v5i4.2436

Abstract

Tujuan – Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan Problem-Based Learning (PBL) berbasis pengamatan objek nyata dan menganalisis peningkatan keterampilan menulis teks deskripsi siswa kelas VII SMP Negeri 5 Ulugawo yang menghadapi keterbatasan sumber belajar. Metodologi – Penelitian menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dalam dua siklus, masing-masing meliputi perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian terdiri atas 14 siswa. Tindakan mengintegrasikan tahapan PBL melalui pengamatan objek, diskusi kelompok, dan penyusunan teks deskripsi. Perbaikan pada Siklus II mencakup penguatan bimbingan penyelidikan, pertanyaan pemantik, dan panduan kosakata. Data dikumpulkan melalui observasi, tes menulis, catatan lapangan, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Temuan – Nilai rata-rata keterampilan menulis meningkat dari 32,21 pada Siklus I menjadi 86,07 pada Siklus II, sedangkan ketuntasan klasikal meningkat dari 7,14% menjadi 100%. Rata-rata aktivitas siswa meningkat dari 35,5% menjadi 88%, disertai peningkatan keterlaksanaan pembelajaran dari 57% menjadi 89,5%. Hasil tersebut menunjukkan ketercapaian indikator keberhasilan tindakan. Kebaruan – Penelitian ini mendokumentasikan adaptasi PBL melalui pengamatan objek nyata dan dukungan kosakata berdasarkan refleksi antarsiklus untuk mengatasi kesulitan pengembangan teks deskripsi dalam konteks keterbatasan sumber belajar. Signifikansi – Temuan memberikan alternatif strategi pembelajaran kontekstual bagi guru Bahasa Indonesia dengan memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar dan bantuan linguistik yang disesuaikan dengan kebutuhan siswa.
Pengembangan dan Evaluasi Media Pembelajaran Berbasis Lectora Inspire untuk Keterampilan Menulis Puisi Siswa SMP Otiani Gea; Lestari Waruwu; Noibe Halawa; Noveri Amal Jaya Harefa
Progressive of Cognitive and Ability Vol. 5 No. 4 (2026)
Publisher : EDUPEDIA Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56855/jpr.v5i4.2438

Abstract

Tujuan – Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan mengevaluasi media pembelajaran berbasis Lectora Inspire untuk mendukung keterampilan menulis puisi peserta didik kelas VIII SMP Negeri 5 Namohalu Esiwa. Pengembangan dilakukan untuk merespons keterbatasan penggunaan media digital serta kesulitan peserta didik dalam memahami unsur puisi dan mengembangkan gagasan menjadi karya kreatif. Metodologi – Penelitian menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang mencakup analisis, perancangan, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Produk divalidasi oleh tiga ahli, yaitu ahli materi, bahasa, dan media/desain, melalui dua tahap penilaian. Uji coba melibatkan enam peserta didik pada kelompok kecil dan 15 peserta didik pada kelompok besar. Data dikumpulkan melalui lembar validasi, angket respons, dan penilaian keterampilan menulis puisi, kemudian dianalisis secara deskriptif menggunakan persentase, rata-rata, dan ketuntasan klasikal. Temuan – Hasil validasi akhir menunjukkan persentase kelayakan materi sebesar 98,81%, bahasa 96,43%, dan media/desain 97,50%. Kepraktisan media mencapai 90,60% pada kelompok kecil dan 92,80% pada kelompok besar, keduanya termasuk kategori sangat praktis. Rata-rata hasil belajar masing-masing kelompok adalah 80,0 dan 84,3, dengan ketuntasan klasikal sebesar 83,33% dan 100%. Kebaruan – Penelitian ini mengintegrasikan pengorganisasian materi menulis puisi secara bertahap, penyempurnaan produk melalui dua tahap validasi ahli, dan evaluasi penggunaan media pada konteks pembelajaran yang diteliti. Signifikansi – Media memperoleh penilaian kelayakan tinggi, respons pengguna yang positif, dan ketercapaian hasil belajar sesuai KKTP. Temuan mendukung pemanfaatannya sebagai alternatif pembelajaran menulis puisi, meskipun pengaruh kausal terhadap peningkatan keterampilan belum diuji.
Student Potential-Based Educational Management: A Qualitative Case Study of Academic and Non-Academic Ability Development in an Indonesian School Trisnawati Trisnawati; Dwi Ratnawati; Raman Kumar
Progressive of Cognitive and Ability Vol. 5 No. 4 (2026)
Publisher : EDUPEDIA Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56855/jpr.v5i4.2453

Abstract

Purpose – This study examines how student potential-based educational management integrates academic and non-academic ability identification, differentiated educational services, institutional coordination, and assessment-informed decision-making at an Indonesian Islamic senior high school. Method – A qualitative single-case study was conducted at MAN 5 Tasikmalaya, Indonesia. Participants were purposively selected from school leaders, homeroom teachers, subject teachers, and extracurricular coaches. Data were collected primarily through semi-structured interviews and analyzed thematically to identify patterns of educational planning, implementation, and evaluation. Findings – Six interconnected themes emerged: multidimensional student potential identification, differentiated development programs, professional competencies, educational resource alignment, collaborative quality practices, and assessment-informed evaluation. These themes reflected three dimensions: student-centered educational planning, institutional implementation, and continuous improvement. Assessment information informed remedial instruction, enrichment, extracurricular coaching, and follow-up decisions. Evidence of data use was more explicit in instructional and extracurricular practices than in institutional management. Novelty – This study proposes a context-specific analytical framework connecting student potential identification, differentiated educational services, institutional coordination, and evaluative follow-up, highlighting how student-related information informs educational management practices. Significance – The findings offer practical insights for school leaders, teachers, and educational policymakers seeking to strengthen student-centered management through coordinated professional responsibilities, systematic documentation, and assessment-informed educational interventions.
Hubungan Manajemen Supervisi Akademik Kepala Sekolah dengan Motivasi Mengajar Guru di Sekolah Dasar IRADA Gresik Rikha Laili; Taufik Harris; Muhammad Furqon Wahyudi
Progressive of Cognitive and Ability Vol. 5 No. 4 (2026)
Publisher : EDUPEDIA Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56855/jpr.v5i4.2479

Abstract

Tujuan – Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan manajemen supervisi akademik kepala sekolah dan motivasi mengajar guru serta menganalisis arah, kekuatan, dan signifikansi hubungan kedua variabel di SD IRADA Gresik. Metodologi – Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional dan regresi linear sederhana. Seluruh 18 guru aktif dilibatkan melalui teknik sampling jenuh. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert lima poin, terdiri atas 21 butir manajemen supervisi akademik dan 14 butir motivasi mengajar. Analisis meliputi statistik deskriptif, uji Shapiro–Wilk, uji linearitas, korelasi Pearson, dan regresi linear sederhana. Temuan – Rata-rata skor manajemen supervisi akademik sebesar 73,67 dari maksimum 105, sedangkan motivasi mengajar mencapai 48,94 dari maksimum 70. Sebanyak 38,9% guru menilai supervisi pada kategori tinggi atau sangat tinggi, sementara 33,3% guru memiliki motivasi mengajar rendah atau sangat rendah. Kedua variabel menunjukkan hubungan positif dan signifikan (r = 0,592; p = 0,010). Model regresi menjelaskan 35,0% variasi motivasi mengajar (R² = 0,350). Kebaruan – Penelitian ini menempatkan motivasi mengajar sebagai variabel respons langsung terhadap manajemen supervisi akademik dalam konteks sekolah dasar swasta berbasis nilai keislaman. Signifikansi – Temuan memberikan dasar empiris bagi evaluasi pengelolaan supervisi akademik dan pengembangan pembinaan profesional guru, dengan tetap memperhatikan keterbatasan inferensi kausal.  
Kepemimpinan Transformasional Kepala Sekolah Perempuan dalam Penguatan Motivasi Kerja Guru di SD NU Nurul Ishlah Gresik Santi Prihastuti; Suyanto Suyanto; Muhammad Furqon Wahyudi
Progressive of Cognitive and Ability Vol. 5 No. 4 (2026)
Publisher : EDUPEDIA Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56855/jpr.v5i4.2480

Abstract

Tujuan – Penelitian ini bertujuan menganalisis praktik kepemimpinan transformasional kepala sekolah perempuan, mengidentifikasi strategi penguatan motivasi kerja guru, serta mengeksplorasi faktor kontekstual yang mendukung dan menghambat pelaksanaannya di SD NU Nurul Ishlah Gresik. Metodologi – Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus tunggal. Sebanyak 15 informan dipilih melalui purposive sampling, terdiri atas satu kepala sekolah, dua wakil kepala sekolah, tujuh guru senior, dan lima guru junior. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipasi pasif, dan dokumentasi pada Maret 2026. Analisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña dengan kerangka kepemimpinan transformasional Bass dan Riggio. Keabsahan data diperkuat melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Temuan – Kepemimpinan transformasional terwujud melalui empat dimensi yang saling berkaitan, yaitu keteladanan moral dan spiritual, visi partisipatif, stimulasi inovasi, serta perhatian individual. Tujuh strategi penguatan motivasi mencakup apresiasi mingguan, kolaborasi tim, apresiasi personal, family gathering, delegasi berbasis kompetensi, pengembangan kapasitas, dan mentoring. Implementasinya dipengaruhi budaya ewuh pakewuh, kesiapan teknologi guru, dukungan kelembagaan, serta stereotip gender dan tuntutan peran keluarga. Kebaruan – Penelitian mengidentifikasi empat mekanisme kepemimpinan yang saling terkait, yaitu legitimasi moral, pemaknaan tujuan kolektif, pemberdayaan profesional, dan dukungan individual dalam konteks sekolah dasar berbasis Islam. Signifikansi – Temuan memberikan dasar bagi pengembangan kepemimpinan sekolah yang berorientasi pada integritas, partisipasi, pertumbuhan profesional, dan kebutuhan individual guru.
Mathematical Misconceptions in Contextual Geometry Problems: A Multiple-Case Study of Reflective and Impulsive Students Yusmarni Yusmarni; Muhammad Hafeez; Kashaf Arzoo
Progressive of Cognitive and Ability Vol. 5 No. 4 (2026)
Publisher : EDUPEDIA Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56855/jpr.v5i4.2508

Abstract

Purpose – This study investigates mathematical misconceptions among students with reflective and impulsive cognitive styles when solving contextual geometry problems, focusing on how students interpret geometric structures, select mathematical formulas, and execute problem-solving procedures. Methodology – A qualitative descriptive study with a multiple-case analytical approach was conducted among Grade 9 students at a junior secondary school in Jambi, Indonesia. Of 23 students classified using the Matching Familiar Figures Test (MFFT), six were purposively selected, comprising three reflective and three impulsive students. Data were collected through a mathematics diagnostic test, semi-structured interviews, and supporting documentation. Within-case and cross-case analyses were conducted using data condensation, evidence displays, and interpretive verification. Findings – All six participants demonstrated a shared conceptual misconception by applying the total surface area formula for a complete cone to an open-bottom birthday hat. Reflective students performed calculations consistent with their selected formulas, whereas two impulsive students exhibited additional arithmetic or measurement-unit errors. The findings revealed a common difficulty in translating contextual geometric structures into appropriate mathematical models, regardless of cognitive-style classification. Novelty – This study distinguishes shared conceptual misconceptions from individual variations in mathematical representation and execution through an integrated analysis of cognitive styles, written solutions, and students' explanations. Significance – The findings inform mathematics teachers, curriculum developers, and researchers in designing diagnostic assessments and instructional strategies that strengthen geometric interpretation, conceptual understanding, and mathematical modeling.

Page 1 of 1 | Total Record : 9