cover
Contact Name
Retno Djohar Juliani
Contact Email
jretnodjohar@gmail.com
Phone
+6281515386833
Journal Mail Official
jretnodjohar@gmail.com
Editorial Address
Jl. Banjar Sari Barat No.1 Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Majalah Ilmiah Inspiratif
Published by Universitas Pandanaran
ISSN : 25023411     EISSN : 25023403     DOI : -
Core Subject : Economy, Social,
Majalah ilmiah Inspiratif memiliki latar belakang disiplin ilmu sosial dan politik. Akan terbit secara berkala, berisi tulisan dari dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, dari program studi lain yang ada di Universitas Pandanaran maupun dari para akademisi dari berbagai lembaga pendidikan tinggi, berupa artikel hasil penelitian, laporan hasil pengabdian kepada masyarakat maupun artikel yang berupa telaah pustaka. Redaksi majalah ilmiah Inspiratif akan selalu berusaha menjaga kualitas dan kelayakan sebuah media ilmiah. Artikel – artikel yang disajikan diharapkan dapat memotivasi dan menginspirasi kepada pembaca untuk terus menulis sehingga dapat menghasilkan artikel ilmiah yang bermanfaat bagi pengembangan keilmuan.
Articles 131 Documents
PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MATERI FUNGSI KOMPOSISI DAN FUNGSI INVERS MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TEKNIK BERKIRIM SALAM DAN SOAL ( Studi Kasus Pada Kelas XI IPS 3 SMA NEGERI 1 CEPIRING Semester 2 Tahun Pelajaran 2015/2016) Irma Susilowati
Majalah Ilmiah Inspiratif Vol 2, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (671.925 KB)

Abstract

Penelitian ini berlatar belakang pada kenyataan bahwa hasil belajar matematika pada siswa kelas XI IPS 3 SMA Negeri 1 Cepiring tahun pelajaran 2015/2016 menunjukkan hasil yang kurang optimal yaitu banyak siswa yang belum tuntas belajarnya. Nilai rata – rata hasil belajar yang diperoleh siswa hanya 50,2 dan nilai terendah = 20 , nilai tertingi = 95 , jumlah siswa yang tuntas belajarnya hanya   8  siswa (24,2%), sementara 25 siswa yang lainnya ( 75,8%) masih mendapat nilai di bawah KKM. Tujuan dari penelitian ini dapat meningkatkan aktivitas  belajar matematika siswa kelas XI IPS  SMA Negeri 1 Cepiring pada semester 2   tahun  pelajaran 2015/2016  khususnya  pada  materi  pokok  Komposisi Fungsi dan Fungsi Invers dan dapat meningkatkan  hasil belajar matematika siswa kelas XI IPS 3  SMA Negeri 1 Cepiring pada semester 2  tahun  pelajaran 2015/2016 khususnya  pada  materi  pokok  Komposisi Fungsi dan Fungsi InversPenelitian ini menggunakan desain penelitian tindakan kelas, berdasarkan hasil tes awal penelitian tindakan ini didesain menjadi dua siklus dengan tiap –tiap siklus masing – masing 4 pertemuan masing-masing pertemuan  2 jam pelajaran (2 x 45 menit) yang meliputi kegiatan: perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Berdasarkan tindakan yang dilakukan selama 2 siklus dapat disimpulkan bahwa : a) Penerapan  model pembelajaran kooperatif teknik berkirim salam dan soal dapat meningkatkan aktivitas belajar Komposisi Fungsi dan Fungsi Invers siswa kelas XI IPS 3 SMA N 1 Cepiring Kabupaten  Kendal  semester 2 tahun pelajaran 2015/2016  dari kondisi awal aktivitas belajar rendah ke kondisi akhir aktivitas belajar sangat tinggi. b) Penerapan  model pembelajaran kooperatif teknik berkirim salam dan soal dapat meningkatkan hasil belajar Komposisi Fungsi dan Fungsi Invers siswa kelas XI IPS 3 SMA N 1 Cepiring Kabupaten  Kendal  semester 2 tahun pelajaran 2015/2016  dari kondisi awal rata – rata hasil belajar 50.2 menjadi  rata-rata hasil belajar  76.8 pada kondisi akhir.  Kata kunci : Model Pembelajaran     Kooperatif, Teknik berkirim salam dan soal, Aktivitas  belajar 
Upaya Meningkatkan Prestasi Belajar Tentang Kebijakan Pemerintah di Bidang Ekonomi melalui Permainan Otak Atik Kata bagi Siswa Kelas X-F SMAN 1 Rowosari Semester 2 Tahun Pelajaran 2016/2017 Supriadi Supriadi
Majalah Ilmiah Inspiratif Vol 3, No 5 (2018): Majalah Ilmiah Inspiratif Volume 3 No. 5 Januari 2018
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (710.836 KB)

Abstract

Mata pelajaran Ilmu Ekonomi kelas X SMA dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan pada semester 2 banyak berisi materi yang sarat dengan teori dengan alokasi waktu pertemuan yang sedikit sehingga pemberian materi kepada siswa tidak optimal. Dalam kegiatan pembelajaran masih didominasi oleh guru, terbukti pembelajaran yang dilaksanakan banyak menggunakan metode ceramah, sehingga siswa kurang berinteraksi secara maksimal dalam proses belajar mengajar, guru belum memanfaatkan berbagai strategi pembelajaran, dan tidak memanfaatkan pendekatan maupun model – model pembelajaran yang lebih interaktif dan menarik akibatnya siswa merasa jenuh, bosan, dan pasif pada waktu proses belajar mengajar mata pelajaran Ilmu Ekonomi berlangsung.Berdasarkan analisis hasil ulangan harian masih banyak peserta didik yang memperoleh nilai di bawah KKM hal ini terbukti 67% (20 anak) mengalami kesulitan belajar tentang kebijakan pemerintah dibidang ekonomi, hanya 33 % (10 anak) yang bisa tuntas belajar dengan Kriteria Ketuntasan Belajar (KKM) 75 dengan nilai rata-rata 68 %, nilai tertinggi 82 dan nilai terendah 25.Kata kunci : Kebijakan Pemerintah, Otak Atik Kata, Prestasi Belajar
Diversifikiasi Olahan Berorientasi B2SA Pada Pengembangan Kewirausahaan di Desa Karangsari Kecamatan Karangtengah Demak Leonardo Budi Hasiholan
Majalah Ilmiah Inspiratif Vol 4, No 07 (2019): Jurnal Inspiratif Vol.04 No.7 Januari 2019
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (490.727 KB)

Abstract

Banyaknya usia produktif dengan telah berjalannya home industri di Desa Karangsari dengan bahan baku ikan Lele memotivasi masyarakat untuk melakukan diversifikasi dengan menaikkan variatif olahan makanan yang sudah menjadi UMKM. Selain olahan variatif sebagai lauk-pauk, makanan kudapan yang tahan lama sehingga bisa dipasarkan lintas daerah secara lokal, regional dan nasional. Hal ini bisa dijangkau dengan peningkatan variatif proses diversifikasi olahan yang berbahan dasar ikan lele dengan cara yang manual namun hiegienis sehingga dapat tercapai efisiensi biaya, peningkatan partisipasi masyarakat, peningkatan swadana dan swadaya masyarakat atau pemuda atau bahkan mendapatkan sponsor dari pihak ketiga, baik dari kalangan industri maupun pemerintah setempat dan lain sebagainya.Dilakukan upaya identifikasi kelompok di dalam masyarakat yang sudah berjalan.Hal ini dimaksudkan untuk lebih mengefektifkan kegiatan yang akan dilaksanakan nantinya. Sasaran dari strategi ini adalah pengurus desa di lokasi kegiatan dan masyarakat yang terlibat, hal ini diindikasikan bahwa a)Pengelola desa memiliki kemampuan dalam memfasilitasi masyarakat desa untuk terus belajar keterampilan usaha yang dapat menjadi sumber penghasilan b)Terselenggarnya berbagai kursus dan pelatihan diversifikasi olahan UMKM baik dari segi makanan maupun ketrampilan yang lain c)Terselenggaranya berbagai kursus dan sosialisasi tentang kewirausahaan dan keuntungannya secara individu, organisasi, dan desa efektivitas dan efisiensi kerja d)Berjalannya kelompok-kelompok usaha masyarakat sebagai tindaklanjut sosialisasi dan pelatihan. e)Kelompok usaha menjadi tempat pembelajaran sosialisasi dan pelatihan bagi masyarakat lain yang membutuhkan.Dalam pengabdian kepada masyarakat yang sudah dilakukan di desa Karangsari bisa diambil simpulan bahwa; a.) Sudah terpetakan adanya berbagi pengalaman di antara sesama warga kelompok, misalnya pengalaman kegagalan menembus pasar akibat kualitas yang rendah. Diharapkan semua anggota kelompok bisa memetik pelajaran dari pengalaman kegagalan tersebut. b.) Mencari Upaya/solusi secara kolektif untuk meningkatkan kualitas produk c.) Menambah wawasan kualitas produk olahan, misalnya dengan mengadakan program pelatihan yang diselenggarakan atas kerja sama kelompok dengan pihak eksternal dibantu kalangan akademisi.d.) Masyarakat yang termasuk dalam kurang mampu secara ekonomi, menganggur, usia produktif, dan putus sekolah/tamat tidak melanjutkan dapat secara mandiri mempunyai usaha yang produktif dengan memahami proses kewirausahaan e.) Terjalinnya kerjasama dan pemecahan masalah oleh masyarakat dan aparat terkait dan kelompok lainnya.Kata Kunci : Diversifikasi, Olahan Makanan,Orientasi B2SA, Kewirausahaan
PEMASARAN PRODUK MELALUI INTERNET BERBASIS WEB DAN APLIKASI ANDROID DI DESA WUJIL KECAMATAN BERGAS KABUPATEN SEMARANG Abdul Rohman; Dewi Fatmasari
Majalah Ilmiah Inspiratif Vol 5, No 9 (2020): Majalah Inspiratif Vol.5 No.9 Januari 2020
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.053 KB)

Abstract

Pesatnya perkembangan teknologi komunikasi mengakibatkan pergeseran dalam pemasaran produk dan jasa, dari konvensional menuju ke digital. Banyakmanfaat/keunggulan dengan menggunakan pemasaran digital (Web dan aplikasiandroid) bagi pelaku usaha untuk mengenalkan produk sampai menjual produk tanpa batas waktu dan geografi. Kata Kunci : pemasaran produk, aplikasi android dan web
PENINGKATAN HASIL BELAJAR BAHASA INDONESIA PADA MATERI MENULIS TEKS EKSPLANASI DENGAN MENGGUNAKAN METODE PEMBELAJARAN COOPERATIVE : PROBLEM BASED LEARNING ( PBL ) PADA SISWA KELAS XI TKR 1 SEMESTER GASAL SMK NEGERI 4 KENDAL TAHUN PELAJARAN 2017/2018 Utari Tri Hartati
Majalah Ilmiah Inspiratif Vol 6, No 12 (2021): Majalah Inspiratif Vol.6 No.12 Januari 2021
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (639.273 KB)

Abstract

Improved Indonesian Language Learning Outcomes in Writing Explanatory Text Using Cooperative Learning Methods: Problem Based Learning (PBL) in Class XI TKR 1 Odd Semester Students of SMK Negeri 4 Kendal in 2017/2018 Academic Year. The purpose of this study was to determine whether or not the learning outcomes increased in class XI TKR 1 Odd Semester SMK Negeri 4 Kendal in Indonesian language lessons with the subject matter of writing explanatory text. The research subjects of class XI TKR 1 SMK Negeri 4 Kendal Odd Semester 2017/2018 academic year with a total of 34 students with two cycles and each cycle consisting of 4 stages, namely: planning, action, observation, and reflection. The method of collecting research data is through observation and tests. While the research indicators are the completeness of individual learning outcomes and classical learning outcomes. Based on the results of data analysis and discussion, it was obtained that the individual learning completeness of the research subjects from the pre-cycle was 56%. From cycle I to cycle II there was also an increase in individual learning completeness, from 74% in cycle I to 91% in cycle II. Thus, from pre-cycle to cycle II, individual learning completeness increased by 35%. This also increased in classical learning completeness, namely 71% in pre-cycle to 83% in cycle II, which means an increase of 12%. Kata Kunci : Cooperative,Problem Based Learning (PBL), Menulis Teks Eksplanasi
PEMANFAATAN LIMBAH SAMPAH SEBAGAI ELEMEN INTERIOR DI KELURAHAN TANDANG SEMARANG Mutiawati Mandaka
Majalah Ilmiah Inspiratif Vol 4, No 8 (2019): Majalah Ilmiah Inspiratif Vol 4 No. 8 Juli 2019
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.402 KB)

Abstract

Dalam kehidupan sehari-hari manusia selalu menghasilkan sampah, sampah merupakan material sisa yang tidak diinginkan setelah berakhirnya suatu proses. Sampah didefinisikan oleh manusia menurut derajat keterpakaiannya, dalam proses-proses alam sebenarnya tidak ada konsep sampah, yang ada hanya produk-produk yang dihasilkan setelah dan selama proses alam tersebut berlangsung. Sampah sendiri bisa digolongkan sebagai sampah organic dan sampah anorganik. Sampah anorganik termasuk sampah yang dapat dimanfaatkan kembali dengan cara daur ulang. Daur ulang adalah proses untuk menjadikan suatu bahan bekas menjadi bahan baru dengan tujuan mencegah adanya sampah yang sebenarnya dapat menjadi sesuatu yang berguna, mengurangi penggunaan bahan baku yang baru, mengurangi penggunaan energi, mengurangi polusi, kerusakan lahan, dan emisi gas rumah kaca jika dibandingkan dengan proses pembuatan barang baru. Beberapa warga yang berada di kelurahan Tandang khususnya di RW 13 memiliki pekerjaan mengumpulkan sampah yang kemudian langsung dijual. Sayang kiranya jika sampah tersebut tidak bisa diolah untuk menjadi barang yang memiliki daya jual tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk bagaimana sampah (khususnya yang berbahan plastik) dapat diolah di Kelurahan Tandang. Menggunakan metode kualitatif dengan studi literatur dan survey di lapangan, sehingga menghasilkan manfaat untuk masyarakat sekitar.Kata Kunci: sampah, pemanfaatan sampah, kelurahan Tandang
PELATIHAN PENGENALAN INVESTASI SAHAM PADA WARGA KELURAHAN PLAMONGANSARI, KECAMATAN PEDURUNGAN KOTA SEMARANG SEBAGAI ALTERNATIF PASSIVE INCOME Patricia Dhiana Paramita; Cicik Harini
Majalah Ilmiah Inspiratif Vol 8, No 15 (2022): Majalah Inspiratif Vol.8 No.15 Juli 2022
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (432.094 KB)

Abstract

Passive income is an income that continues to grow when you are no longer doing business, such as quitting your job, or when your investment capital has returned. If passive income is managed properly, it will be able to become another source of income besides active income every month that is obtained from working or doing other productive businesses. Starting from the desire to invite residents to optimize passive income, the Pandanaran University Community Service team took the initiative to hold training on the introduction of stock investment as an alternative to passive income.So far,based  on  the  observations  of  the  residents of  Plamongansari Village, active   income  has  been  prioritized  and   put  aside  passive  income,  even  though investing in shares will bring benefits that can have a  positive  impact  on  improving people's  living  standards.  Socialization  about passive income with stock investment has never  been  done  in  Plamongansari Village. This is motivated by the absence of competent  people  in  the  field  of  stock  investment  who  provide  introduction  and training  to  the  residents  of  Plamongansari  Village,  which   aims  to   increase  the residents'   passive  income, thus  requiring  a  continuous socialization, training  and mentoring program regarding stock investment.Through   a   program  of   socialization,  training  and   mentoring   on  stock investment  and  capital   markets   for  residents, it  is  expected  that  citizens  will  change  their mindside  to  manage  passive  income  by   investing  in  stocks. There  is  a need  for cooperation with relevant agencie to provide socialization,counseling  and assistance to residents of Plamongansari Village,such as from IDX (Indonesia Stock Exchange), securities companies and  OJK (Financial Services Authority) in  terms  of  providing  regular and  continuous  training  on  how to  do  profitable  and  minimal  risk  stock investment and how to trade on the national stock exchange market. Keywords: passive income, stock investment
PENGARUH INTENSITAS MEMBACA, KOHESIVITAS KELOMPOK REFERENSI DAN KEPEDULIAN PADA KLUB TERHADAP PERSEPSI INDIVIDU TENTANG PSSI DALAM PENJATUHAN SANKSI KOMISI DISIPLIN PADA PSIS SEMARANG Sarwo Edy
Majalah Ilmiah Inspiratif Vol 1, No 01 (2016): Majalah Ilmiah Inspiratif
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.244 KB)

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh pemberitaan surat kabar tentang kasus “sepakbola gajah” antara PSS Sleman vs PSIS Semarang. Pemberitaan tersebut mendapatkan perhatian pro dan kontra masyarakat Kota Semarang, dan di sisi lain tingkat kepercayaan masyarakat terhadap PSSI semakin melemah, sehingga bermuara pada munculnya kontroversi dalam menyikapi hasil pertandingan PSS vs PSIS terkait dengan sanksi dan hukuman yang diterima kedua kesebelasan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh intensitas membaca, kohesivitas kelompok referensi dan kepedulian pada klub terhadap persepsi individu tentang PSSI dalam penjatuhan sanksi Komisi Disiplin PSSI pada PSIS Semarang. Tipe penelitian yang digunakan adalah deskriptif analisis dengan pendekatan kuantitatif. Sebagai unit analisis dalam penelitian ini adalah warga Kota Semarang yang selama 3 bulan terakhir minimal membaca pemberitaan tentang penjatuhan sanksi Komisi Disiplin kepada PSIS, sebanyak 5 kali dalam kurun waktu September s/d Desember 2014. Besarnya sampel yang diambil sebagai responden sebanyak 100 orang.Hasil penelitian ini adalah: 1) Intensitas membaca (X1) berpengaruh positif terhadap persepsi tentang PSSI dalam penjatuhan sanksi Komisi Disiplin pada PSIS Semarang (Y); 2) Kohesivitas kelompok referensi (X2) berpengaruh positif terhadap persepsi tentang penjatuhan sanksi pada PSIS Semarang (Y); 3) Kepedulian pada klub (X3) berpengaruh positif terhadap persepsi tentang penjatuhan sanksi pada PSIS Semarang (Y); 4) Intensitas membaca, kohesivitas kelompok referensi dan kepedulian pada klub secara simultan berpengaruh terhadap persepsi tentang penjatuhan sanksi pada PSIS Semarang.Kata Kunci: intensitas membaca, kohesivitas kelompok referensi dan kepedulian pada klub dan persepsi tentang penjatuhan sanksi pada PSIS Semarang
Meningkatkan Prestasi Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial Melalui Pembelajaran Kooperatif Model Positive Interdependence Pada Siswa (Studi Kasus Kelas IX C Semester Genap Tahun Pelajaran 2015 / 2016) Mukhaelani Mukhaelani
Majalah Ilmiah Inspiratif Vol 2, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (439.038 KB)

Abstract

Pelaksanaan pendidikan karakter yang diemban satuan pendidikan tidak akan membuahkan hasil positif bila pelaksanaan  pembelajaran masih menggunakan cara – cara tradosional atau  konvensional. Namun, guru dengan berbekal keterampilan dan kaya akan inovasi – inovasi akan menghasilkan lulusan yang tidak hanya pandai tapi juga memiliki karakter dan budi pekerta yang berkualitas. Selama ini banyak pembelajaran yang berpusat pada guru ternyata kurang memberikan manfaat besar kepada murid untuk dapat lebih berpikir kreatif. Dengan guru sebagai pusat pembelajaran maka hanya mendidik anak untuk menerima pembelajaran, bila mulai sekarang perlu dikembangkan dengan diubah menjadikan siswa juga  sebagai pusat dalam pembelajaran, sehihngga siswa akan merasa tertantang untuk mencari sumber ilmu yang bisa menambah luasnya wawasan siswa. Pada hasil penelitian dengan responden siswa Kelas IX C Semester Genap Tahun Pelajaran 2015 / 2016”  diperoleh hasil sebagai berikut yaitu bahwa sebelum dilakukan tindakan siklus pertama dan kedua kompetensi dasar “Pelaksanaan Demokrasi Di Indonesia “  mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial pada SMP Negeri 2 Kedungjati siswa kelas IX C Semester genap tahun pelajaran 2015 / 2016 prestsi siswa belum memuaskan. Setelah dilakukan tindakan kelas dengan metode kerja kelompok dengan model Positive Interdependence prestasi siswa kompeetensi “ Pelaksanaan Demokrasi di Berbagai kehidupan ” mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial  meningkat secara signifikan. Pencapaian prestasi pada kondisi awal melalui pretes nalai rata – rata siswa hanya mampu metaih 54,65 kategori kurang serta masih jauh di bawah kriteria ketuntasan minimal ( KKM ) mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial kelas IX SMP N 2 Kedungjati. Sedangkan hasil pengamatan terhadap siswa selama proses pembelajaran yang meliputi lima aspek pada siklus pertama adalah aspek kerjasama mencapai nilai 62 sedangkan pada pelaksanaan siklus kedua mencapai 82, aspek disiplin pada siklus pertama 64 sedangkan pada siklus kedua memperoleh nilai 78,75. pada aspek tanggung jawab dari 64,75 menajdi 82 pada siklus kedua, sedangkan pada siklus kedua aspek menghargai mencapai 86,5 sedangkan siklus pertama memperoleh 66.       Sedangkan aspek tanggapan dari 80 pada siklus pertama menjadi 97,5 pada siklus kedua, meningkat secara signifikan. Metode kerja kelompok ( kooperatif ) dengan model Positive Interdependence  memilki peranan yang cukup baik dalam upaya meningkatkan prestasi siswa dan minat belajar siswaKata Kunci : Prestasi Belajar, Pembelajaran, Model Positive Interdependence
Komodifikasi Kemiskinan pada Reality Show “Mikrofon Pelunas Hutang” Praba Mumpuni
Majalah Ilmiah Inspiratif Vol 3, No 5 (2018): Majalah Ilmiah Inspiratif Volume 3 No. 5 Januari 2018
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (987.713 KB)

Abstract

Televisi masih menjadi primadona dibanding media massa lain di Indonesia. Kemudahan dalam mengakses, sifat audio visual, dan jangkauan audience yang heterogen dalam waktu yang cukup singkat serta serentak menjadi kelebihan televisi. Televisi sebagai perusahaan media massa tentu saja tidak lepas dari kegiatan ekonomi dalam upayanya mempertahankan diri di dunia media. Persaingan antar media massa tidak dapat dihindari, setiap media berkompetisi untuk membuat program acara yang mencuri perhatian audiens. Reality show merupakan salah satu program televisi yang diminati dan bertujuan memberikan hiburan tersendiri bagi audiensnya. Reality show mencerminkan realitas kehidupan orang biasa (non-celebrity) yang menjadi talent dalam acara tersebut, salah satunya adalah “Mikrofon Pelunas Hutang”.Reality Show “Mikrofon Pelunas Utang”menampilkan seseorang yang berusaha melunasi hutang dengan menunjukkan kemampuan bernyanyi. Bagaimana kemiskinan ditampilkan secara berlebihan dan melankolis sehingga mendapat perhatian audiens. Konten yang dimanipulasi ditambah dengan air mata kepedihan si penghutang menjadi senjata stasiun televisi untuk merebut hati pemirsa “Mikrofon Pelunas Hutang”. Format acara, konten, dan talent/aktor merupakan “powerful tools” untuk mendapatkan perhatian dari audiens yang sekaligus menjadi komoditas televisi. Rating yang tinggi tentu saja menjadi tujuan akhir dari televisi dalam pembuatan programnya. Perolehan rating tinggi inilah yang pada akhirnya dijual kepada para pengiklan. Banyaknya iklan yang mengisi slot-slot setiap jeda program “Mikrofon Pelunas Utang”inilah yang pada akhirnya menanggung biaya produksi dan menjadi pemasukan/keuntungan bagi stasiun televisi. Demikianlah bagaimana stasiun televise menampilkan kemiskinan, dalam hal ini ketidakmampuan seseorang melunasi hutang, sebagai komoditas yang dijual untuk memperoleh keuntungan yang sebesar-besarnya.Kata Kunci : Komodifikasi, Kemiskinan, dan Reality Show

Page 4 of 14 | Total Record : 131