Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra)
JOURNAL BASTRA (Language and Literature) is a publicly accessible journal published by the Indonesian Language and Literature Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, Halu Oleo University. This journal is published four times a year, every January, April, July, and October. This journal contains the results of research (field or literature studies), theoretical studies, and critical studies covering several areas of study as follows. Indonesian language education includes studies on linguistic learning, phonology learning, morphology learning, syntax learning, semantic learning, pragmatics learning, discourse learning, sociolinguistic learning, and psycholinguistic learning. Indonesian literature education includes studies on poetry learning, fiction prose learning, and drama and film learning. Indonesian, includes studies on linguistics, phonology, morphology, syntax, semantics, pragmatics, discourse, sociolinguistics, and psycholinguistics. Indonesian literature includes studies on poetry, prose fiction, drama, and film with a structural approach, stylistics, semiotics, sociology of literature, psychology of literature, psychoanalysis, literary ecology, deconstruction, philology, phenomenology, feminism, literary reception, and literary anthropology.
Articles
716 Documents
BAHASA GAUL REMAJA DALAM MEDIA SOSIAL FACEBOOK
Eduardus Swandy N.
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 2 No. 1 (2017): JURNAL BASTRA EDISI JANUARI 2017
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian mengenai bahasa gaul yang terjadi dalam media sosial facebook ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) bahasa gaul apa saja yang terdapat dalam media sosial facebook, (2) makna bahasa gaul yang terdapat dalam media sosial facebook.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Data penelitian merupakan data tertulis berupa ujaran atau tuturan yang terdapat pada setatus dan komentar di facebook. Sumber data penelitian ialah penggunaan bahasa gaul yang terdapat dalam media sosial pada pemilik akun facebook yang tergolong masih berusia remaja yang umurnya 17-21 tahun. Data diperoleh dengan menggunakan teknik observasi, baca, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan metode sosiolinguistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahasa gaul dalam media sosial facebook pada pemilik akun yang masih berusia remaja. (1) bahasa gaul berdasarkan jenis slang yang terdapat dalam interaksi di media sosial facebook di antaranya adalah Jargon, prokem dan colloqial. (2) Mengkaji makna bahasa gaul yang terdapat dalam media sosial facebook berdasarkan konteksnya.
Meningkatkan Kemampuan Menulis Puisi Bebas Siswa Kelas VIII.1 SMP Negeri 18 Kendari Dengan Menerapkan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD
Emilia B
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 2 No. 1 (2017): JURNAL BASTRA EDISI JANUARI 2017
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kemampuan menulis puisi bebas merupakan salah satu keterampilan bidang apresiasi sastra yang harus dikuasai oleh siswa SMP. Di dalam kurikulum bahasa Indonesia, kompetensi ini menunjukkan bahwa penguasaan terhadap keterampilan menulis puisi bebas sangat penting dan sangat diperlukan. Penerapan model pembelajaran yang tepat merupakan hal yang harus dipertimbangkan oleh pengajar, agar tujuan pembelajaran dapat tercapai. Berdasarkan paparan di atas, penelitian ini mengangkat permasalahan yaitu peningkatan kemampuan menulis puisi bebas siswa kelas VIII.1 SMP Negeri 18 Kendari dan perubahan perilaku setelah dilakukan pembelajaran menulis puisi bebas dengan menerapkan melalui model pembelajaran tipe STAD. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsi peningkatan kemampuan menulis puisi bebas dan perubahan perilaku siswa setelah mengikuti pembelajaran menulis puisi bebas dengan menerapkan model pembelajaran tipe STAD. Penelitian ini menggunakan desain penelitian tindakan kelas yang dilakukan dalam dua siklus, yaitu siklus I dan siklus II. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII.1 SMP Negeri 18 Kendari. Tiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Pengambilan data dilakukan dengan tes dan nontes. Alat pengambilan data nontes yang digunakan berupa observasi, jurnal, wawancara, dan dokumentasi foto. Analisis data dilakukan secara kuantitatif dan kualitatif.
AFIKS DERIVASI BAHASA BAJO DI DESA MAGINTI KECAMATAN MAGINTI KABUPATEN MUNA BARAT
guslina
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 2 No. 1 (2017): JURNAL BASTRA EDISI JANUARI 2017
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kenyataan bahwa tiap kelompok etnis mempunyai bahasa masing-masing yang dipergunakan dalam komunikasi antaretnis atau sesama suku. Hal ini peneliti anggap sangat penting, karena untuk menjaga kelestarian suatu bahasa daerah sebagai salah satu identitas dan suatu kebanggaan yang harus senantiasa dipelihara agar terhindar dari kepunahan. Sehubungan dengan itu, maka penelitian mengenai afiks derivasi bahasa Bajo penting untuk diteliti sebagai upaya dan pengembangan bahasa Bajo dalam rangka pelestarian dan keutuhannya. Masalah yang mendasar dalam penelitian ini adalah afiks derivasi denominal dan afiks derivasi deverbal bahasa Bajo terutama derivasi yang dihasilkan oleh konstruksi derivasi tersebut. Tujuan yang hendak dicapai adalah mendeskripsikan sistem afiks derivasi denominal dan derivasi deverbal bahasa Bajo sesuai dengan situasi pemakainya. Manfaat yang diharapkan adalah sebagai salah satu acuan bagi penelitian selanjutnya yang akan meneliti derivasi dalam bahasa Bajo lebih mendalam lagi. Sumber data dalam penelitian ini adalah tuturan yang memuat derivasi Bahasa Bajo di Desa Maginti Kecamatan Maginti Kabupaten Muna Barat. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik: observasi, interview, kuisioner, dan dokumentasi. Hasil analisis data menunjukkan bahwa sistem derivasi Bahasa Bajo meliput: (1.1) jenis-jenis derivasi yang mencangkup derivasi nomina dengan tiga kategori kelas kata, yakni kelas kata kerja (Verba) denominal, kata sifat (Adjektiva) denominal, dan kata bilangan (Numeralia) denominal, derivasi verba juga menurunkan tiga kategori kelas kata, yakni kata benda(Nomina) deverbal, kata bilangan (Numeralia) deverbal dan kata sifat (Adjektiva) deverbal serta derivasi.(1.2) konstruksi derivasi yang terdiri atas pola konstruksi nomina derivatif, dan pola konstruksi verba derivatif. Afiks pembentuk nomina derivatif antara lain afiks /na-/,/ta/,/ma-/,/-ang/,/pa-ang/,/pa-/, serta /da-/. Afiks peembentuk verba derivatif antara lain: pa/,/-ang/, /pa-ang/,/da-/, serta /pa-/.
INFLEKSI DALAM BAHASA KULISUSU
Ida Satriyani Kasran Ramsi
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 2 No. 1 (2017): JURNAL BASTRA EDISI JANUARI 2017
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Masalah pokok dalam penelitian ini adalah apa sajakah afiks infleksi dalam bahasa Kulisusu, dalam hal ini meliputi pembagian afiks infleksi, proses infleksi, dan makna afiks indleksi dalam bahasa Kulisusu. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan sistem infleksi dalam bahasa Kulisusu yang terdapat di kecamata Kulisusu kabupaten Buton Utara. Hasil analisis data menunjukkan bahwa infleksi dalam bahasa Kulisusu dibentuk melalui beberapa proses yaitu prefiksasi, infiksasi, sufiksasi, konfiksasi, dan gabungan afiks. prefiks infleksi 7 buah yang terdiri dari (1) mo-,(2) po- (3) koka-, (4) tepo-, (5) ngko-,(6) pinoli-, dan (7) pompoko-. Infiks infleksi hanya terdiri dari satu buah yaitu um-. Sufiks infleksi 4 buah yang terdiri dari (1) –(K)i, (2) –o, (3) –(K)io, dan (4) –(K)ako. Konfiks hanya terdiri dari satu buah yaitu po-no. Gabungan afiks infleksi 6 buah yang terdiri dari (1) me-no, (2) mo-no, (3) mo-ako(4) pepe-ako, dan (5) mengka-no.
MITOS MASYARAKAT PAPUA DALAM NOVEL ISINGA KARYA DOROTHAE ROSA HERLIANY
irmawati
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 2 No. 1 (2017): JURNAL BASTRA EDISI JANUARI 2017
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana mitos masyarakat Papua dalam novel Isinga. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini adalah data tertulis berupa teks novel yang menggambarkan mitos yang terdapat dalam novel Isinga. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik baca dan catat. Kemudian, data yang telah diperoleh dianalisis dengan menggunakan pendekatan sosiologi sastra, khususnya teori sosiologi karya sastra Wellek dan Werren. Hasil penelitian yang berupa mitos masyarakat Papua dalam novel Isinga, diantaranya: (1) mitos dua bersaudara, (2) mitos tentang perempuan, (3) mitos babi purba, (4) mitos lemak babi, (5) mitos tentang roh, (6) mitos buah larangan, (7) mitos bayi kembar, (8) mitos tentang asap, (9), mitos tentang orang sakit, (10) mitos darah persalinan.
SISTEM DENOMINAL BAHASA MENUI
FIRMAN JIRAMI
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 2 No. 1 (2017): JURNAL BASTRA EDISI JANUARI 2017
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh afiksasi yang melekat pada kata dasar kata nomina dalam bahasa Menui akan menjadi kelas kata yang lain sehingga akan memiliki bentuk dan makna yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sistem perubahan denominal dan afiks-afiks denominal dalam bahasa Menui. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi pemerintah, masyarakat Menui, dan peneliti lain yang ingin mengambil judul yang relevan dengan penelitian ini. Penelitian ini termasuk dalam penelitian lapangan dan menggunakan metode deskriptif kualitatif yang menggunakan data lisan yang bersumber dari tiga orang informan yang berdomisili di Kelurahan Ulunambo, Kecamatan Menui Kepulauan, Kabupaten Morowali. Data dalam penelitian ini dikumpulkan melalui metode simak dan cakap, dengan teknik observasi, teknik rekam, teknik catat, dan teknik intropeksi kemudian dianalisis melalui metode kajian distribusional dengan teknik top down. Berdasarkan data yang ditemukan di lapangan yang disertai dengan analisis, diperoleh gambaran bahhwa dalam bahasa Menui terdapat beberapa afiks yaitu; 1) prefiks yaitu me-, mo-, te-, pe; 2) konfiks yaitu te-o, ala-o; 3) sufiks yaitu –o.
SISTEM DERIVASIONAL BAHASA MUNA DIALEK GU- MAWASANGKA
karmon
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 2 No. 1 (2017): JURNAL BASTRA EDISI JANUARI 2017
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh suatu kenyataan bahwa proses pembentukan kata dalam suatu bahasa yang dilakukan dengan afiksasi dapat mengubah identitas leksikal kata sekaligus dapat mengubah kategori kata. Akan tetapi, sampai saat ini belum ada peneliti yang khususnya membicarakan masalah afiks yang mengubah identitas sekaligus mengubah kategori kata. Hal inilah yang mendorong penulis untuk mengubah maslah” sistem derivasional bahasa Muna dialek Gu- Mawasangka” Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sistem derivasional bahasa Muna dialek Gu- Mawasangka; mendistribusikan afiks-afiks yang berperan sebagai pembentuk nomina dan verba; mendistribusikan kontruksi afiks derivatif dalam bahasa Muna dialek Gu-Mawasangka. Pendekatan dan teori yang digunakan teori struktural yang mendekatkan struktur bahasa. Data utama penelitian ini bersumber dari bahasa lisan sedangkan data tambahan bersumber dari tulis. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode cakap dan simak dengan teknik rekam dan catat. Selain kedua teknik ini dipergunakan juga dengan instrospeksi dan elisitasi. Afiks-afiks pembentuk verba dari nomina dalam bahasa Muna dialek Gu-Mawasangkaterdiri dari beberapa prefiksasiyang meliputi ne-, me-, po-, fe-, noci-, ; sufiksasi yang meliputi –i, -e ; konfiksasi meliputi fe-...-e, foko-...-e, afiks-afiks pembentuk verba dari dasar adjektiva terdiri atas prefiksasi yang meliputi pakha-, feka-, dan prefiksasi meliputi ka(N)-, manso-, kafo-, dan konfiksasi yang meliputi kao-...a.
TINDAK TUTUR DALAM ADAT MELAMAR PADA MASYARAKAT KAMBOWA KECAMATAN KAMBOWA KABUPATEN BUTON UTARA
Muhamad Nadzir
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 2 No. 1 (2017): JURNAL BASTRA EDISI JANUARI 2017
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Masalah dalam penelitian ini adalah “Bagaimanakah jenis-jenis tindak tutur dalam adat melamar pada masyarakat Kambowa Kecamatan Kambowa Kabupaten Buton Utara?” Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan jenis-jenis tindak tutur dalam adat melamar pada masyarakat Kambowa Kecamatan Kambowa Kabupaten Buton Utara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan pragmatik. Jenis penelitian adalah penelitian lapangan. Data penelitian ini adalah data lisan hasil tuturan yang merupakan tuturan dalam adat melamar pada masyarakat Kambowa yang terdiri dari proses musyawarah (porompu), proses membawa janji (deowa lele), dan proses melamar (daepepena). Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode simak dan metode cakap dengan menggunakan teknik wawancara, teknik rekam, dan teknik catat. Penelitian ini menggunakan metode analisis padan pragmatis dan mengacu pada teori tindak tutur J.R Searle dalam menganalisis data. Teknik analisis data dilakukan dengan tahapan transkripsi rekaman data, penerjemahan data, klasifikasi data, analisis data, dan deskripsi data.Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah jenis-jenis tindak tutur dalam adat melamar pada masyarakat Kambowa Kecamatan Kambowa Kabupaten Buton Utara yang terdiri atas tindak tutur lokusi, tindak tutur ilokusi, dan tindak tutur perlokusi. Tindak tutrur ilokusi terbagi menjadi lima kelompok yaitu: bentuk asertif terdiri atas tindak memberitahukan, menyepakati, menyebutkan; bentuk direktif terdiri atas tindak meminta, memohon, menerima; bentuk ekspresif terdiri atas tindak meminta maaf, menjawab salam, mengucapkan terima kasih, memuji; bentuk komisif terdiri atas tindak berjanji; dan bentuk deklaratif terdiri atas tindak menyerahkan.
PENGGUNAAN BAHASA JAWA DI DESA TUDAMEASO KECAMATAN MELUHU KABUPATEN KONAWE
RITA SURYAWATI
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 2 No. 1 (2017): JURNAL BASTRA EDISI JANUARI 2017
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Bahasa Jawa sebagai salah satu bahasa daerah di Indonesia masih digunakan sebagai sarana komunikasi penuturnya. Seperti salah satunya adalah penggunaan bahasa Jawa di desa Tudameaso Kecamatan Meluhu Kabupaten Konawe. Desa ini merupakan daerah yang mayoritas dihuni oleh suku Jawa dengan jenis pekerjaan sebagai petani dan peternak. Dalam komunikasi sehari-hari antar warga yang sesuku, warga masih menggunakan Bahasa Jawa, sementara untuk komunikasi formal dan komunikasi dengan suku lain atau pribumi, digunakanlah bahasa indonesia, sehingga besar kemungkinan terjadi pergeseran Bahasa dari Bahasa asal ke bahasa masyarakat yang didatangi. Namun, jika bahasa oleh suku pendatang tetap kuat atau tetap konsisten digunakan oleh penuturnya seperti dalam hal ini bahasa Jawa, maka bahasa ini akan tetap bertahan. Judul Penelitian ini adalah “Penggunaan Bahasa Jawa di desa Tudameaso Kecamatan Meluhu Kabupaten Konawe”. Adapun Tujuan penelitian ini adalah: 1) Untuk mendeskripsikan secara mendalampenggunaan bahasa Jawa dalam ranah keluarga di desa tudameaso kecamatan meluhu kabupaten konawe. 2) Untuk mendeskripsikan secara mendalampenggunaan bahasa jawa dalam ranah ketetanggaan di desa tudameaso kecamatan meluhu kabupaten konawe. 3) Untuk mendeskripsikan secara mendalampenggunaan bahasa Jawa dalam ranah sosial di desa tudameaso kecamatan meluhu kabupaten konawe. 4) Untuk mendeskripsikan secara mendalampenggunaan bahasa Jawa dalam ranah adat dan budaya di desa tudameaso kecamatan meluhu kabupaten konawe. 5) Untuk mendskripsikan secara mendalam implikasi penggunaan bahasa jawa terhadap kebertahanannya di desa Tudaeaso kecamatan meluhu kabupaten konawe. Jenis penelitian ini yaitu penelitian lapangan dengan metode deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara dan kuesioner. Tehnik analisis data dengan menggunakan pendekatan sosiolinguistik bahasa. Hasil penelitian ini ditemukan penggunaan bahasa jawa yang ada di desa tudameaso dilihat rata-rata penggunaan bahasa jawa di ranah adat dan budaya dengan tingkat persentase 75% berada dalam kategori bertahan, ranah keluarga 73,5% berada dalam kategori bertahan, ranah ketetanggan 64,5% berada dalam kategori bertahan, dan ranah sosial 51% berada dalam kategori bertahan. Dengan tingkat kebertahanan 66% berada dalam kategori bertahan. Sehingga dapat disimpulkan terjadi kebertahanan bahasa jawa di desa tudameaso kecamatan meluhu kabupaten konawe dalam penggunaan bahasa jawa di ranah adat dan budaya, keluarga, ketetanggaan, dan sosial.
Pola-Pola Komunikasi Dalam Negosiasi Antara Penjual Dan Pembeli Di Pasar Wakuru
La boy
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 2 No. 1 (2017): JURNAL BASTRA EDISI JANUARI 2017
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh suatu kenyataan bahwa berdasarkan pengamatan awal di pasar Wakuru, pola komunikasi yang di bangun untuk mencapai satu tujuan dalam hal jual beli sudah menjadi hal biasa di setiap kalangan masyarakat yang berprofesi serupa di pasar, Ada hal yang biasa di jumpai atau cara dalam bernegosiasi antara penjual dan pembeli agak berbeda dengan yang biasa terjadi di tempat lain. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikanpola-pola komunikasi yang mencakup yang terkandung dalam interaksi komunikatif antara penjual dan pembeli dalam transaksi jual beli dipasar Wakuru. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat dapat menambah pengetahuan khususnya untuk memahami pola-pola komunikasi dan interaksi jual belidi pasar tradisional, dan juga sebagai bahan referensi untuk mengembangkan lebih lanjut penelitian bahasa, baik secara fungsional maupun interaksional.Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kualitatif yaitu suatu metode yang mendeskripsikan data sebagaimna adanya secara alamiah yang di peroleh di lapangan. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode cakap dan simak dengan teknik rekam dan catat. Selain kedua teknik ini dipergunakan juga dengan instrospeksi dan elisitasi. Berdasarkan data yang ditemukan di lapangan yang disertai dengan analisis bahwa Pola-Pola Komunikasi Dalam Negosiasi Antara Penjual dan Pembeli di Pasar Wakuru terdapat beberapa negosiasi yang terjadi antara interaksi komunikatif antara penjual dan pembeli biasa, interaksi komunikatif antara penjual dan pembeli pelanggan.