Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra)
JOURNAL BASTRA (Language and Literature) is a publicly accessible journal published by the Indonesian Language and Literature Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, Halu Oleo University. This journal is published four times a year, every January, April, July, and October. This journal contains the results of research (field or literature studies), theoretical studies, and critical studies covering several areas of study as follows. Indonesian language education includes studies on linguistic learning, phonology learning, morphology learning, syntax learning, semantic learning, pragmatics learning, discourse learning, sociolinguistic learning, and psycholinguistic learning. Indonesian literature education includes studies on poetry learning, fiction prose learning, and drama and film learning. Indonesian, includes studies on linguistics, phonology, morphology, syntax, semantics, pragmatics, discourse, sociolinguistics, and psycholinguistics. Indonesian literature includes studies on poetry, prose fiction, drama, and film with a structural approach, stylistics, semiotics, sociology of literature, psychology of literature, psychoanalysis, literary ecology, deconstruction, philology, phenomenology, feminism, literary reception, and literary anthropology.
Articles
712 Documents
REPRESENTASI EMOSI DAN PERASAAN DALAM LIRIK LAGU ”MONOLOG” KARYA PAMUNGKAS
Syadeka Nisa Hanifah;
Sri Yanuarsih
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 2 (2026): JURNAL BASTRA EDISI APRIL 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36709/bastra.v11i2.2510
Lirik lagu tidak sekadar menghadirkan ekspresi estetis, tetapi juga merekam dinamika psikis yang bekerja di balik pengalaman manusia. “Monolog” karya Pamungkas memperlihatkan bagaimana bahasa puitis menjadi medium artikulasi konflik batin yang bergerak dari ketegangan emosional menuju kestabilan perasaan. Kajian ini memosisikan lirik sebagai representasi simbolik dari proses psikologis yang berlangsung secara bertahap, dengan menautkannya pada kerangka psikologi analitik Carl Gustav Jung. Melalui pendekatan kualitatif interpretatif, data berupa satuan lingual dalam lirik dianalisis menggunakan teknik simak-catat untuk menelusuri jejak emosi, ketidaksadaran personal, serta fungsi perasaan dalam struktur teks. Pembacaan menunjukkan bahwa fase awal lirik ditandai oleh dominasi emosi yang intens, sporadis, dan cenderung destruktif sebagai manifestasi konflik antara ego dan ketidaksadaran. Simbol kegelapan, diam, dan keterasingan mengindikasikan tekanan psikis yang belum terintegrasi. Pada fase berikutnya, terjadi pergeseran signifikan menuju perasaan (feeling) yang lebih stabil dan reflektif, di mana tokoh lirik mulai melakukan evaluasi batin secara sadar terhadap relasi yang dijalani. Cinta dan rindu tidak lagi tampil sebagai gejolak emosional, melainkan sebagai konstruksi makna yang tenang, konsisten, dan penuh penerimaan. Transformasi makna keheningan dari simbol stagnasi menjadi ruang harmoni menegaskan adanya integrasi psikis. Temuan ini menguatkan bahwa lirik lagu mampu merepresentasikan proses individuasi, yakni pergerakan dari konflik internal menuju keseimbangan batin. Pergeseran dari emosi menuju perasaan menandai kematangan psikologis individu dalam memaknai pengalaman relasional secara lebih utuh dan sadar.
PERJUANGAN IDENTITAS PEREMPUAN BALI DALAM NOVEL TARIAN BUMI KARYA OKA RUSMINI KAJIAN FEMINISME EKSISTENSIALISME SIMONE DE BEAUVOIR
Sofyaningrun, Rosita;
Pangestuti, Tri
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 2 (2026): JURNAL BASTRA EDISI APRIL 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36709/bastra.v11i2.2585
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk penindasan dan perjuangan tokoh perempuan dalam memperoleh eksistensinya sebagai subjek dalam novel Tarian Bumi karya Oka Rusmini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan perspektif feminisme eksistensialis Simone de Beauvoir. Data berupa kutipan narasi dan dialog yang menunjukkan pengalaman tokoh perempuan. Data dikumpulkan melalui teknik baca dan catat, kemudian dianalisis dengan mengelompokkan bentuk penindasan dan bentuk perjuangan eksistensial tokoh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh perempuan mengalami subordinasi, marginalisasi, stereotip, dan kontrol patriarkal akibat sistem kasta dan budaya patriarki. Namun, tokoh perempuan juga menunjukkan perjuangan melalui kesadaran diri, keberanian memilih, keteguhan identitas, dan transendensi diri. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun tokoh perempuan mengalami berbagai bentuk penindasan, ia mampu memperoleh eksistensinya sebagai subjek melalui pilihan sadar dan tanggung jawab atas hidupnya sendiri.