Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra)
JOURNAL BASTRA (Language and Literature) is a publicly accessible journal published by the Indonesian Language and Literature Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, Halu Oleo University. This journal is published four times a year, every January, April, July, and October. This journal contains the results of research (field or literature studies), theoretical studies, and critical studies covering several areas of study as follows. Indonesian language education includes studies on linguistic learning, phonology learning, morphology learning, syntax learning, semantic learning, pragmatics learning, discourse learning, sociolinguistic learning, and psycholinguistic learning. Indonesian literature education includes studies on poetry learning, fiction prose learning, and drama and film learning. Indonesian, includes studies on linguistics, phonology, morphology, syntax, semantics, pragmatics, discourse, sociolinguistics, and psycholinguistics. Indonesian literature includes studies on poetry, prose fiction, drama, and film with a structural approach, stylistics, semiotics, sociology of literature, psychology of literature, psychoanalysis, literary ecology, deconstruction, philology, phenomenology, feminism, literary reception, and literary anthropology.
Articles
716 Documents
Nilai, Fungsi, Dan Makna Katangari Dalam Bahasa Muna Di Kecamatan Barangka Kabupaten Muna Barat
marni
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 2 No. 1 (2017): JURNAL BASTRA EDISI JANUARI 2017
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini membahas nilai, fungsi, dan makna katangari dalam bahasa Muna di kecamatan Barangka kabupaten Muna Barat. Adapun tujuan dalam penelitian adalah untuk mendeskripsikan nilai, fungsi, dan makna katangari dalam bahasa Muna di kecamatan Barangka kabupaten Muna Barat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Adapun jenis penelitianya adalah penelitian lapangan karena peneliti terlibat langsung ke lapangan untuk mengumpulkan data-data yang berkaitan dengan objek dan masalah penelitian. Tehnik untuk mengumpulkan data menggunakan tehnik wawancara, rekam dan simak catat. Data dalam penelitian ini adalah data lisan. Sumber data dalam penelitian ini adalah informan di lapangan. Informan yang dimaksud adalah kamokula yang memiliki keahlian dalam meyampaikan katangari. Dalam pemeriksaan keabsahan data penulis menggunahkan tehnik trianggulasi sumber dan waktu. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah teknik struktural. Dari hasil analisis data menunjukan bahwa katangari mempunyai nilai-nilai luhur dan makna tertentu yang terkandung didalamnya untuk menyadarkan manusia menjadi yang lebih baik serta untuk mengantisipasi terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Katangari adalah sejenis nasihat yang mengandung pesan nilai moral, keagamaan yang disampaikan secara turun temurun oleh kamokula terhadap anak agar tidak terjerumus ke hal-hal yang lebih buruk. Kata kunci : nilai, fungsi, makna, katangari.
LARIANGI DAN IDENTITAS KALEDUPA
Nur Israfyan Sofian
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 8 No. 1 (2023): JURNAL BASTRA EDISI JANUARI 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36709/bastra.v8i1.694
Tulisan ini mencoba menghadirkan Lariangi sebagai sebuah ritual tradisionalmasyarakat Kaledupa di Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara. Seiringberjalannya waktu, lariangi ini mengalami pergeseran dari sebuah ritual tradisionalmenjadi sebuah seni pertunjukan yang dipengaruhi oleh berbagai faktor. Denganmemahami fungsinya sebagai sebuah representasi komunitas pemiliknya, Lariangiakhirnya bergeser fungsinya setelah melalui negosiasi, (1) masuknya Islam danmempengaruhi tradisi Hindu yang mulanya ada dalam Lariangi, (2) peralihan bahasayang terjadi seiring berjalannya waktu dan (3) pergeseran fungsi Lariangi sertaperuntukkannya. Representasi ideologis akhirnya bergeser dalam Lariangi danmelahirkan kepaduan baru dalam peralihan kepercayaan masyarakat pemilik Lariangisejak masa pra-Islam dan setelah hadirnya Islam. Hal ini pun tampak dalammasyarakatnya yang islami tetapi masih „menjaga‟ tradisi Hindu sebagai satu-satunyajejak yang terdeteksi. Juga karena pengaruh ekspansi Kesultanan yang memilikibahasa Wolio sebagai lingua franca menghilangkan jejak kehidupan kuno dimasyarakat Kaledupa. Pada tahap ini Lariangi tidak dapat lagi menjadi representasiidentitas utuh masyarakat Kaledupa.
NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM NOVEL KIDUNGDARI NEGERI APUNG KARYA ARSYAD SALAM
Muhammad Dinil Ahiri;
Marwati
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 8 No. 1 (2023): JURNAL BASTRA EDISI JANUARI 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pendidikan karakter merupakan sebuah istilah yang semakin hari semakin mendapatkan pengakuan dari masyarakat Indonesia. Pendidikan karakter merupakan bagian penting yang tidak bisa dipisahkan dalam isi pendidikan kita. Novel Kidung dari Negeri Apung adalah sebuah novel karya Arsyad Salam yang diterbitkan oleh Gramedia pada April 2015. Novel inimenceritakan perjuangan seorang wanita yang bernama Liana yang ingin memajukan desanya melalui pendidikan meskipun mendapat tentangan dari orang-orang desa. Masalah utama dalam penelitian ini adalah Nilai-nilai pendidikan karakter yang ditemukan pada novel tersebut akan direlevansikan pada pembelajaran bahasa Indonesia di SMA. nilai-nilai pendidikan karakter apa sajakah yang terdapat dalam novel Kidung dari Negeri Apung karyaArsyad Salam? Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan nilai-nilai pendidikan karakter yang terdapat dalam novel Kidung dari Negeri Apung karya Arsyad Salam. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dimana data yang dianalisis dan hasil analisisnya berbentuk deskripsi. Teknik yang akan digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini adalah baca-catat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa terdapat nilai-nilai pendidikan karakter dalam novel Kidung dari Negeri Apung karya Arsyad Salam diantaranya kerja keras, peduli sosial, peduli lingkungan, rasa ingin tahu, tanggung jawab, cinta tanah air, cinta damai, komunikatif, kreatif, dan mandiri. Nilai pendidikan karakter tersebut memberikan efek positif bagi pembaca novel Kidung dariNegeri Apung karya Arsyad Salam khususnya guru dan siswa.
POLISEMI DALAM BAHASA TOLAKI
Asrianingsih
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 4 No. 1 (2019): JURNAL BASTRA EDISI JANUARI 2019
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini berjudul Polisemi dalam Bahasa Tolaki. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah bentuk polisemi dalam bahasa Tolaki. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk polisemi dalam kelas kata verba, adjektiva, nomina, danadverbia. Penelitian ini termakasuk jenis penelitian deskriptif kualitatif dan metode penelitian lapangan. Data dalam penelitian ini berupa kosa kata bahasa Tolaki secara lisan maupun data yang ada dalam kamus. Pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metodesimak (observasi), metode cakap (wawancara), dan angket. Metode simak (observasi) adalah menyimak bahasa dari informan, sehingga metode ini diterapkan pada pembacaan kamus. Metode cakap (wawancara) adalah menanyakan kepada informan tentang kebenaran data yang ada dalam kamus tersebut. Sedangkan angket adalah teknik pengumpulan data dengan cara mengajukan pertanyaan tertulis untuk dijawab secara tertulis pula oleh responden. Data-data tersebut yang didapatkan dari sumber tertulis dicatat berdasarkan kelas kata verba terdiri dari, tekonda, lako, , mosalaki, pseudo, pewiso, tekoro, melele, dan sinimbi adjektiva terdiri dari, buna, ehe, magaga, meambo, dan mosa’a nomina terdiri dari, bungguno, holiwu, dan lohoro dan adverbia terdiri dari, auorunggi, dahu, lau-lau, dan nolia. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dalam bahasa Tolaki terdapat beberapa kata yang merupakan polisemi pada kelas kata verba, adjektiva, nomina dan adverbia. Polisemi merupakan kata yang memiliki makna lebih dari satu dan saling berkaitan.
GAYA BAHASA PERBANDINGAN DALAM KUMPULAN PUISI TIDAK ADA NEW YORK HARI INI KARYA M. AAN MANSYUR
Hasriani;
sulfiah;
Irianto Ibrahim
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 4 No. 1 (2019): JURNAL BASTRA EDISI JANUARI 2019
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan gaya bahasa perbandingan dalam kumpulan puisi Tidak Ada New York Hari Ini karya M. Aan Mansyur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research) yaitu berupa kumpulan puisi Tidak Ada New York Hari Ini karya M. Aan Mansyur. Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data tertulis berupa teks puisi, yang memuat tentang gaya bahasa perbandingan dalam kumpulan puisi Tidak Ada New York HariIni karya M. Aan Mansyur. Sumber data dalam penelitian ini berupa yaitu data tertulis dalam kumpulan puisi Tidak Ada New York Hari Ini karya M. Aan Mansyur yang diterbitkan oleh PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, cetakan ketujuh pada Juni 2016, dengan jumlah 31 puisi, dan terdiri atas 120 halaman. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik baca dan teknik catat. Pendekatan Stlistika digunakan untuk mendeskripsikan gaya bahasa dalam kumpulan puisi Tidak Ada New York Hari Ini karya M. Aan Mansyur. Berdasarkan hasil analisis data, dapat disimpulkan bahwa pada gaya bahasa perbandingan dalam kumpulan puisi “Tidak Ada New York Hari Ini“ Karya M. Aan Mansyur terdapat 4 gaya bahasa yaitu gaya bahasa asosiasi, metafora, personifikasi dan disfimisme. Dalam kumpulan puisi “Tidak Ada New York Hari Ini“ Karya M. Aan Mansyur terdapat 7 gaya bahasa asosiasi, 6 gaya bahasa metafora, 10 gayabahasa personifikasi, dan 1 gaya bahasa disfimisme. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa gaya bahasa yang dominan dalam kumpulan puisi “Tidak Ada New York Hari Ini“ Karya M. Aan Mansyur adalah gaya bahasa personifikasi.
HUMANISME DALAM ANTROLOGI PUISI “BUTON, IBU DAN SEKANTONG LUKA” KARYA IRIANTO IBRAHIM
M. Syamsul Mubarok;
Amirudin Rahim;
La Ode Sahidin
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 4 No. 1 (2019): JURNAL BASTRA EDISI JANUARI 2019
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konsep humanisme yang tertuang dalam makna puisi-puisi Irianto Ibrahim dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Metode deskriptif mengandung pengertian bahwa penelitian ini menguraikan data secara objektif sesuai dengan data yang ditemukan dalam puisi. Sementara itu, kualitatif mengandung pengertian bahwa dalam menjelaskan konsepkonsep yang berkaitan satu sama lain digunakan kata-kata atau kalimat, bukan mengandung angka-angka statistik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemaknaan keenam puisi Irianto Ibrahim menuju pada eksistensi manusia dalam kehidupan yang biasa dipahamai sebagai konsep manusia (humanisme) universal dan mengandung tiga pokok penting yakni: (1) eksistensi manusia sebagai makhluk spiritual (puisi Buton 1969, Bunda,Kirimkan Nanda Doa-Doa, dan Alamat Maut), (2) eksistensi manusia dalam sikap toleransi antar manusia sebagai aktifitas dan interaksi sosial (puisi Buton 1969, Sekantong Luka dari Seorang Ibu, Ibuku Tak Pernah Menangis dan Jalan Pulang), (3) manusia yang berhubungan dengan sikap keindividualannya (puisi Bunda, Kirimkan Nanda Doa-Doa). Jika diamati secara saksama melalui contoh-contoh puisi yang telah dikemukakan di bagian sebelumnya, terdapat tiga wilayah penting kehidupan manusia yang selalu ditimba oleh para penyair sebagai sumber penciptaan puisipuisinya, yakni wilayah kehidupan individual, kehidupan sosial, dan kehidupan agama. Dengan kata lain, puisi akan selalu berkenaan dengan masalah manusia dalam hubungannya dengan diri sendiri, dalam hubungannya dengan manusia lain atau alam, dan dalam hubungannya dengan Tuhan.
CITRAAN DALAM NOVEL CINTA SUCI ZAHRANA KARYA HABIBURRAHMAN EL SHIRAZYDAN IMPLEMENTASINYA PADA PEMBELAJARAN SASTRA DI SMA
Ade Akbar;
Sri Suryana Dinar;
La Ode Balawa
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 4 No. 1 (2019): JURNAL BASTRA EDISI JANUARI 2019
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini mengkaji aspek citraan dalam novel Cinta Suci Zahrana karya Habiburrahman El Shirazy dan Implementasinya Pada Pembelajaran Sastra di SMA. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Sumber datanya pada penelitian yaitu Novel Cinta Suci Zahrana karya Habiburrahman El Shirazy dan data berupa kata, kalimat, paragraf, dan dialog dalam teks yang berisi citraan dalam Novel Cinta Suci Zahrana karya Habiburrahman El Shirazy. Teknik pengumpulan data yaitu dengan teknik baca catat. Data yang berupa novel/teks diklarifikasi berdasarkan unsur-unsur citraan sesuai dengan kajian stilistika dalam novel Cinta Suci Zahrana karya Habiburrahman El Shirazy. Hasil penelitian terhadap aspek citraan dalam novel Cinta Suci Zahrana dengan kajian stilistika yakni (1) Citraan penglihatan sejumlah 234, (2) Citraan pendengaran sejumlah 53, (3) Citraan perabaan sejumlah 30, (4) Citraan penciuman sejumlah 5, (5) Citraan gerak sejumlah 61, (6) Citraan pencecapan sejumlah 18, dan (7) Citraan intelektual sejumlah 40. Implementasi aspek citraan sebagai materi ajar di SMA bertujuan untuk mencapai kompetensi pembelajaran dengan kompetensi dasar "memahami, membandingkan, menganalisis, mengevaluasi, mengimpretasi, memproduksi, menyunting, mengabstraksi, danmengonversi struktur teks, baik dalam gendre sastra maupun nonsastra, serta unsur kebahasaan dan fungsi sosial baik secara lisan maupun tulisan". Materi ajar disajikan dalam bentuk modul pembelajaran.
HOMONIM KATA DALAM BAHASA TOLAKI DIALEK MEKONGGA
Ade Putri Pertiwi Supriadi;
La Yani Konisi
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 4 No. 1 (2019): JURNAL BASTRA EDISI JANUARI 2019
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk homonim kata dalam Bahasa Tolaki dialek Mekongga berdasarkan lafal dan tulisannya pada masyarakat Sabilambo. Manfaat penelitian yang diharapkan dari penulisan ini adalah (1) Sebagai bahan informasi bagi masyarakat, khususnya masyarakat Kolaka yang berbahasa ibu Bahasa Tolaki dialek Mekongga,(2) Sebagai bahan informasi peneliti selanjutnya, khususnya yang akan mengkaji bahasa Tolakidialek Mekongga. Penelitian ini termasuk penelitian lapangan, karena melibatkan masyarakatsebgai informan atau sumber data dalam penelitian ini. Data yang digunakan dalam penelitian iniadalah data lisan. Data lisan yang dimaksud adalah data yang berasal dari tuturan lisan bahasadaerah Tolaki dialek Mekongga yang dipakai dan diungkapkan dalam percakapan sehari-harioleh masyarakat penuturnya. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik rekam,teknik catat dan teknik triangulasi. Pengumpulan data digunakan dengan menggunakan metodesimak dan metode cakap dengan teknik rekam dan catat. Data yang terkumpul di analisis denganmetode distribusional dengan teknik oposisi. Hasil analisis dapat disimpulkan bahwa homonimkata dalam bahasa Tolaki dialek Mekongga yaitu, bentuk-bentuk homonim kata berdasarkan lafal dan ejaan atau tulisan yaitu, kata dasar seperti kata kadu ‘cukup’ dan kadu ‘karung’, kata tia ‘perut’ dan tia ‘bagi’. Kata turunan seperti moratu ‘memberi racun’ dan moratu ‘buah siap panen (matang)’, kata metemba ‘duduk bersila’ dan metemba ‘menembak’.
KETIDAKADILAN SOSIAL DALAM NOVEL PULANG KARYA LEILA S. CHUDORI (TINJAUAN SOSIOLOGI SASTRA)
Ardiono;
Haerun Ana;
Erni Harijaty
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 4 No. 1 (2019): JURNAL BASTRA EDISI JANUARI 2019
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan ketidakadilan sosial yang terdapat dalam novel Pulang karya Leila S. Chudori. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analisis. Metode ini digunakan untuk mendeskripsikan data-data berupa ketidakadilan sosial dalam novel Pulang karya Leila S. Chudori, kemudian disusul dengan analisis. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Dalam hal ini, data dalam penelitian ini berupa kata-kata tertulis bukan berupa angka. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan sosiologi karya sastra, yaitu sosiologi yang mempermasalahkan karya sastra itu sendiri, termasuk di dalamnya, tujuan serta hal-hal lain yang berkaitan dengan masalah sosial. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut: 1) Stereotip atau pelabelan buruk pada keluarga anggota Partai Komunis Indonesia, simpatisan Partai Komunis Indonesia, dan garis keturunan anggota Partai Komunis Indonesia. 2) Marginalilasi atau peminggiran terhadap keluarga anggota Partai Komunis Indonesia, simpatisan Partai Komunis Indonesia, dan keturunan anggota Partai Komunis Indonesia. 3) Subordinasi pada kelompok etnis Tionghoa atau yang tinggal di Indonesia. 4) Dominasi pemerintah Orde Baru yang otoriter dan tindakan diskriminasi. 5) Pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) yang berupa kekerasan dan pembunuhan secara massal.
TINDAK TUTUR GURU DALAM PROSES BELAJAR-MENGAJARPADA TAMAN KANAK-KANAK WULELE SANGGULA DUA KELURAHAN KAMBU KOTA KENDARI
Asmanadia;
Yunus
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 4 No. 1 (2019): JURNAL BASTRA EDISI JANUARI 2019
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah jenis-jenis tindak tutur guru dalam proses belajar-mengajar di Taman Kanak-Kanak Wulele Sanggula Dua Kelurahan Kambu Kota Kendari?. Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan jenis-jenis tindak tutur guru apa saja yang digunakan dalam proses belajar-mengajar pada Taman Kanak-Kanak Wulele Sanggula dua Kelurahan Kambu Kota Kendari. Metode yang digunakan dalampenelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Hasil yang diproleh dalam penelitian ini berdasarkan tuturan guru dalam proses belajar-mengajar pada Taman Kanak-Kanak Wulele Sanggula Dua Kelurahan Kambu Kota Kendari yaitu kemampuan peserta didik anak usia 5-6 tahun dalam hal merespon tindak tutur gurunya masih belum merata, sebab masing-masing anak punya kemampuan sendiri dalam tingkatan merespon tuturan-tuturan gurunya.Hal tersebut dapat disimpulkan bahwa dari limma jenis tindak tutur berdasarkan hail analisis data yang terdapat pada TK Wulele Sanggula Dua Kelurahan Kambu Kota Kendari hanya empat jenis tindakan yang ada yaitu tindak representative, direktif, ekspresif dan komisif.