cover
Contact Name
Yasir Sidiq
Contact Email
lppi@ums.ac.id
Phone
+6282134901660
Journal Mail Official
lppi@ums.ac.id
Editorial Address
Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Surakarta
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding Simposium Nasional Rekayasa Aplikasi Perancangan dan Industri
ISSN : 14129612     EISSN : 26864274     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Rekayasa Aplikasi Perancangan dan Industri (RAPI) adalah seminar nasional yang diselenggarakan oleh Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Surakarta
Articles 243 Documents
Kinerja Mesin Diesel dengan Bahan Bakar Minyak Hasil Pirolisis Sampah Plastik Murdieono, Agus; Aklis, Nur
Prosiding Simposium Nasional Rekayasa Aplikasi Perancangan dan Industri 2024: Prosiding Simposium Nasional Rekayasa Aplikasi Perancangan dan Industri
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengolahan sampah plastik menggunakan metode pirolisis merupakan salah satu cara untuk mengurangi volume sampah plastic, dan hasil dari pirolisis sampah plastik dapat digunakan sebagai bahan bakar pada mesin motor. Pada penelitian ini plastik yang akan digunakan adalah plastik LDPE. Suhu proses pirolisis pada penelitian ini berkiras antara 30 – 330 oC. Minyak hasil pirolisis sampah plastik di uji sifat kimia dalam hal nilai flash point terlebih dahulu sebelum digunakan sebagai bahan bakar mesin diesel. Metode pengujian flash point menggunakan metode ASTM D 93. Nilai flash point pada solar yaitu 52 oC, sedangkan pada minyak hasil pirolisis yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah 27 oC. Pada proses pungjian minyak pirolisis pada mesin diesel bahan bakar minyak pirolisis sampah plastik digunakan sebagai campuran dan bahan bakar utama yaitu dexlite. Variasi prosentase campuran pada penelitian ini yaitu 100% dexlite, 10% minyak pirolisis : 90% dexlite, 12,5% minyak pirolisis : 87,5% dexlite. Pada pengujian kinerja mesin diesel menggunakan bahan bakar minyak hasil pirolisis sampah plastik data yang diambil yaitu Torsi, Daya, Konsumsi Bahan Bakar dan Konsumsi Bahan Bakar Spesifik.
Pengaruh Blank Holder Force (BHF) dan Koefisien Gesek terhadap Cacat Wrinkling pada Proses Cup Drawing Trianto, Agung; Anggono, Agus Dwi
Prosiding Simposium Nasional Rekayasa Aplikasi Perancangan dan Industri 2024: Prosiding Simposium Nasional Rekayasa Aplikasi Perancangan dan Industri
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Blank holder adalah bagian yang sangat penting dalam melakukan percobaan drawing dan salah satu bagian vital dalam mencegah terjadinya cacat wrinkling. Pada saat proses drawing berlangsung maka peran blank holder yang konstan sangat diperlukan supaya terjadinya cacat wrinkling dapat sedikit teratasi. Berkaitan dengan hal tersebut maka dengan melakukan variasi kekuatan force pada blank holder dapat diungkap pengaruh blank holder force terhadap hasil dari proses cup drawing. Dalam melakukan penelitian ini diawali dengan pembuatan dies dengan parameter yang telah ditentukan yaitu dengan menambahkan empat lubang pada blank holder dan empat tap baut pada dies, yang pada nantinya akan digunakan sebagai variasi kekuatan blank holder. Terdapat tiga variasi kekuatan blank holder 2,352 Nm, 1,7652 Nm dan 0,12 Nm disetiap bautnya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian cup drawing dengan plat berbentuk silinder. Produk yang dihasilkan yaitu sebuah cup dengan diameter atas d1 : 46 mm, diameter bawah d2 :30 mm dan kedalaman h : 15 mm. Bahan uji (blanks) yang digunakan yaitu plat alumunium yang memiliki beban ultimate 1,453 Kgf dengan ketebalan plat 0,11 mm, plat seng yang memiliki beban ultimate 7,280 Kgf dengan ketebalan plat 0,2 mm, plat alumunium (plat timah) yang memiliki beban ultimate 8,898 Kgf dengan ketebalan 0,3 mm dan plat alumunium (plat timah) yang memiliki beban ultimate 10,528 Kgf dengan ketebalan 0,32 mm. Dengan diameter benda uji (blanks) 64,8 mm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil terbaik terdapat pada plat yang memiliki beban ultimate 10,528 Kgf dengan ketebalan 0,32 mm dan besar kekuatan blank holder 2,352 Nm. Sedangakan pada plat yang memiliki beban ultimate 1,453 Kgf dengan ketebalan plat 0,11 mm mengalami cacat sobek disemua percobaan. Dan Dalam perbandingan percobaan dengan pelumasan dan tanpa pelumasan mendapatkan hasil bahwa pengaruh koefisien gesek terhadap cacat wrinkling, percobaan dengan pelumasan memiliki hasil cacat wrinkling yang lebih rendah dibandingkan dengan percobaan tanpa pelumasan.
Pengaruh Inokulasi Mangan pada Besi Cor Kelabu terhapat Kekuatan Tarik Nugroho, Adhi; Yulianto, Agus
Prosiding Simposium Nasional Rekayasa Aplikasi Perancangan dan Industri 2024: Prosiding Simposium Nasional Rekayasa Aplikasi Perancangan dan Industri
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh inokulasi mangan pada besi cor kelabu terhadap kekuatan tarik.Penelitian ini menggunakan cetakan pasir dengan pola kayu silinder.Metodologi penelitian ini di lakukan dengan melting besi cor dalam tungku induksi kemudian di tuang pada cetakan pasir untuk membuat spesimen besi cor kelabu. Pengujian untuk mengetahui temperatur melting dan komposisi kimia C dan Silikon dalam bentuk cairan besi cor kelabu menggunakan alat uji CE Meter lalu pada spesimen besi cor kelabu di lakukan uji komposisi kimia dan uji tarik kemudian uji kekerasan dan foto mikro.Hasil penelitian berupa grafik yang di peroleh dari CE Meter menunjukkan temperatur 1315,2°C saat proses tapping awal di tuang dalam cetakan. Pada penurunan temperatur dari 1315,2°C sampai dengan 1155,2°C bentuk logam adalah cair, dengan nilai CEL=4,17% ; C=3,60% ; dan Si=2,24%. Setelah temperatur 1155,2°C logam mulai membeku sampai logam membeku semua pada temperatur 1113,2°C, pada kondisi itu logam berwarna merah. Pada hasil komposisi kimia terdapat 20 unsur tetapi hanya 6 unsur yang dapat berpengaruh pada besi cor yaitu Fe,C,Si,Mn,Cr, dan Ni. Pada gambar struktur mikro terlihat ada grafit, perlite, dan cementite, yang mempengaruhi harga kekerasan. Hasil uji Tarik menunjukan dengan penambahan Mn mendapat hasil yang paling tinggi yaitu 209,81 N/mm² dan hasil kekerasanya didapat 41,14 HRB. Berdasarkan data tersebut dapat di simpulkan bahwa penambahan mangan dapat meningkatkan nilai kekerasan dan juga kekuatan tarik.
Pengaruh Jumlah Lubang Distributor terhadap Ujuk Kerja Fluidized Bed Gasifier Setyawan, Didik; Aklis, Nur
Prosiding Simposium Nasional Rekayasa Aplikasi Perancangan dan Industri 2024: Prosiding Simposium Nasional Rekayasa Aplikasi Perancangan dan Industri
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dengan menipisnya cadangan dan produksi minyak bumi dan gas (migas) nasional, sedangkan kebutuhan akan bahan bakar migas meningkat dari tahun ke tahun, maka perlu dicari cadangan energi alternatif lain yang ramah terhadap lingkungan. Kini dikembangkan penelitian dengan bahan baku biomassa sekam padi untuk diubah menjadi bahan bakar baru. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh jumlah lubang distributor terhadap unjuk kerja fluidized bed gasifier, untuk mengetahui kecepatan minimum fluidisasi, untuk mengetahui temperature reaktor, untuk mengetahui lama pendidihan air, untuk mengetahui temperatur titik api. Pada penelitian ini menggunakan variasi distributor udara dengan masing-masing jumlah lubang 19,28 dan 37. Mengambil data dengan komposisi 2 kg sekam padi dan campuran masing-masing 0,5 kg pasir silika dan batu kapur, meliputi kecepatan minimum fluidisasi, temperature reaktor, temperature titik api, temperature air yang dididihkan dengan 1 liter air yang didihkan, pencatatan data setiap 2 menit. Hasil penelitian menunjukkan variasi distributor udara dengan jumlah lubang 19 didapatkan temperatur reaktor tertinggi sebesar 331,7°C, waktu nyala efektif selama 60 menit. Lama pendidihan air selama 18 menit dan temperatur titik api tertinggi sebesar 446,3°C. Variasi distributor udara dengan jumlah lubang 28 didapatkan temperatur reaktor tertinggi sebesar 460,9°C, waktu nyala efektif selama 56 menit. Lama pendidihan air selama 16 menit dan temperatur titik api tertinggi sebesar 482,7°C. Variasi distributor udara dengan jumlah lubang 37 didapatkan temperatur reaktor tertinggi sebesar 495,4°C, waktu nyala efektif selama 50 menit. Lama pendidihan air selama 12 menit dan temperatur titik api tertinggi sebesar 532,9°C.
Pengaruh Lapisan Karbon terhadap Sifat Fisis dan Mekanis pada Solidifikasi Besi Cor Kelabu dalam Cetakan Permanen untuk Tapping Awal Darmoko, Cahya; Yulianto, Agus
Prosiding Simposium Nasional Rekayasa Aplikasi Perancangan dan Industri 2024: Prosiding Simposium Nasional Rekayasa Aplikasi Perancangan dan Industri
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lapisan karbon pada solidifikasi besi cor kelabu dalam cetakan permanen untuk tapping awal. Penelitian ini menggunakan cetakan permanen besi cor ductile (FCD). Metodologi penelitian ini dilakukan dengan melting besi cor dalam tungku induksi kemudian dituang pada cetakan FCD yang dilapisi karbon untuk membuat spesimen besi cor kelabu kemudian diuji sifat-sifat fisis dan mekanis. Pengujian dalam bentuk cairan besi cor kelabu menggunakan alat uji CE Meter lalu pada spesimen besi cor kelabu diuji komposisi kimia dengan spektrometer kemudian diuji kekerasan dan foto mikro yang diambil dari bagian yang kontak langsung dengan udara dan yang kontak langsung dengan cetakan FCD.Hasil penelitian berupa grafik yang diperoleh dari CE Meter menunjukkan temperatur 1332.5°C saat proses tapping awal dituang dalam cetakan dimulai pada grafik yang terbaca CE Meter terjadi penurunan temperatur, pada temperatur liquid 1165°C bentuknya masih cair sampai temperatur solid 1112.3°C sehingga diperoleh nilai CEL=4,08% ; C=3,5% ; dan SI=2,3% dimana besi mulai padat namun masih berwarna merah hingga temperatur 1060°C dan mengeras dalam waktu 180 detik, sedangkan hasil uji komposisi kimia dalam bentuk solid atau padat antara lain : Fe 93,25% ; C 3,69% ; Si 1,94% dan unsur lainnya dibawah 1%. Hasil uji struktur mikro bagian atas kontak langsung dengan udara terdapat grafit berbentuk lamelar sedangkan bagian kontak langsung dengan cetakan FCD terlihat sementit dan hasil uji kekerasan spesimen yang dilapisi karbon sebesar 163,05 kg/mm². Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa dalam cetakan permanen yang dilapisi karbon terjadi percepatan pembekuan dibagian kontak langsung dengan cetakan FCD sehingga membentuk pembekuan putih.
Pengaruh Penggunaan Filter dengan Media Arang Tempurung Kelapa, Zeolit, dan Silica Gel terhadap Gas yang Dihasilkan dari Reaktor Gasifikasi Hidayat, Arifin Fajar; Aklis, Nur
Prosiding Simposium Nasional Rekayasa Aplikasi Perancangan dan Industri 2024: Prosiding Simposium Nasional Rekayasa Aplikasi Perancangan dan Industri
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu pemanfaatan energi biomassa untuk mendapatkan energi alternatif adalah menggunakan teknologi gasifikasi. Untuk mendapatkan gas yang dapat digunakan untuk proses selanjutnya, maka gas produk gasifikasi perlu dibersihkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan filter terhadap gas yang dihasilkan dari reaktor gasifikasi meliputi metode pendidihan air dan kalor yang dihasilkan. Penelitian ini menggunakan reaktor gasifikasi Fluidized Bed dengan variasi media filter berupa zeolit, arang tempurung kelapa, dan silica gel. Mengambil data dengan media bed berupa pasir silika sebanyak 10 kg, bahan bakar berupa sekam padi sebanyak 5 kg, dan mendidihkan air sebanyak 2 liter. Data yang diambil adalah temperatur reaktor, temperatur nyala api, dan temperatur pendidihan air dengan pencatatan data setiap 2 menit. Hasil dari penelitian menunjukkan pengaruh penggunaan media filter terhadap gas produk gasifikasi. Pada variasi tanpa filter didapatkan temperatur nyala api tertinggi 589 °C, lama pendidihan 26 menit, dan kalor yang dihasilkan sebesar 1280,584 kJ. Pada variasi filter arang tempurung kelapa didapatkan temperatur nyala api tertinggi 955 °C, lama pendidihan 16 menit, dan kalor yang dihasilkan sebesar 2408,944 kJ. Pada variasi filter zeolit didapatkan temperatur nyala api tertinggi 657 °C, lama pendidihan 16 menit, dan kalor yang dihasilkan sebesar 1844,795 kJ. Pada variasi filter silica gel didapatkan temperatur nyala api tertinggi 634 °C, lama pendidihan 20 menit, dan kalor yang dihasilkan sebesar 2182,861 kJ. Pada variasi filter campuran didapatkan temperatur nyala api tertinggi 561 °C, lama pendidihan 34 menit, dan kalor yang dihasilkan sebesar 1844,665 kJ.
Pengaruh Proses Pengelasan SMAW (Shielded Metal Arc Welding) terhadap Laju Korosi Material Baja St 37 pada Daerah HAZ dan Base Metal dengan Variasi Ampere 120, 160, 200 Putra, Deddy Kuswandi; Anggono, Agus Dwi
Prosiding Simposium Nasional Rekayasa Aplikasi Perancangan dan Industri 2024: Prosiding Simposium Nasional Rekayasa Aplikasi Perancangan dan Industri
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Korosi merupakan kerusakan material yang disebabkan oleh pengaruh lingkungan sekelilingnya. Adapun proses korosi yang terjadi disamping oleh reaksi kimia juga diakibatkan oleh proses elektrokimia. Korosi hanya bisa dikendalikan atau diperlambat lajunya sehingga memperlambat proses kerusakannya. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui Pengaruh proses pengelasan smaw (shielded metal arc welding) terhadap laju korosi material baja st 37 pada daerah HAZ dan base metal dengan variasi ampere 120,160,200 menggunakan metode perendaman larutan Nacl selama 48 jam.Hasil penelitian menunjukan bahwa semakin besar arus yang digunakan maka semakin kecil nilai laju korosi. Pada specimen daerah HAZ 120 A laju korosi sebesar 0,7700 mm/Y dengan laju korosi paling kecil pada spesimen daerah HAZ 200A sebesar 0,6513 mm/Y.
Pengaruh Quenching terhadap Beban Impak pada Besi Cor Kelabu Nugroho, Adhi; Yulianto, Agus
Prosiding Simposium Nasional Rekayasa Aplikasi Perancangan dan Industri 2024: Prosiding Simposium Nasional Rekayasa Aplikasi Perancangan dan Industri
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Quenching pada besi cor kelabu terhadap beban impak. Penelitian ini menggunakan cetakan pasir dengan pola kayu silinder. Metodologi penelitian ini di lakukan dengan melting besi cor dalam tungku induksi kemudian di tuang pada cetakan pasir untuk membuat specimen besi cor kelabu. Pengujian dalam bentuk cairan besi cor kelabu menggunakan alat uji CE Meter lalu pada specimen besi cor kelabu Sebelum di uji dilakukan proses heat treatmen Qhuenching mencapai 7500C dalam selang waktu 4 jam, kemudian di uji komposisi dan di uji impak serta di uji kekerasan dan foto mikro guna untuk mengetahui perbedaan atara di heat treatmen Quenching dan tanpa heat treatment Quenching. Hasil penelitian berupa grafik yang di peroleh dari CE Meter menunjukkan temperature 1278,0°C saat proses tapping awal di tuang dalam cetakan di mulai pada grafik yang terbaca CE Meter terjadi penurunan temperatur, pada temperatur liquid 1154,2°C bentuknya masih cair sampai temperatur solid 1112,6°C sehingga di peroleh nilai CEL=4,10% ; C=3,43% ; dan SI=2,28% di mana besi mulai padat namun masih berwarna merah hingga temperatur 1060°C, sedang kan hasil uji komposisi kimia dalam bentuk solid atau padat antara lain : Fe 93,57% ; C 3,43% ; Si 1,86% dan unsure lainnya di bawah 1%. Hasil uji Impak menunjukan dengan melalui heat treatment qhuenching mendapat hasil Nilai Impak 0,03 j/mm dan tanpa heat tratment qhuenching nilai impak 0,02 j/mm. Hasil uji struktur mikro terdapat grafit berbentuk eutektik. Berdasarkan data tersebut dapat di simpulkan bahwa melalui proses heat treatment qhunching dapat mempengaruhi hasil kekerasandan juga pengujian impack lebih besar.
Pengaruh Variasi Kecepatan Udara terhadap Kinerja Fluidized Bed Gasifier pada Distributor Udara Jenis Nozel Purnomo, Rizkitianto Dwi Hadi; Aklis, Nur
Prosiding Simposium Nasional Rekayasa Aplikasi Perancangan dan Industri 2024: Prosiding Simposium Nasional Rekayasa Aplikasi Perancangan dan Industri
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fluidized bed gasifier merupakan salah satu jenis teknologi reaktor yang memiliki kelebihan mengkonversi biomassa (sekam padi) menjadi syngas. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kinerja proses dari reaktor fluidized bed adalah kecepatan udara. Penelitian ini dilakukan dengan memvariasikan kecepatan udara yang masuk kedalam reaktor dengan variasi kecepatan udara yang digunakan adalah 1 m/s, 1,5 m/s, 2 m/s, kemudian mengambil data percobaan meliputi temperatur reaktor, jumlah kalor yang dihasilkan dan waktu nyala efektif. Hasil dari penelitian menunjukan variasi kecepatan udara sangat berpengaruh terhadap temperatur reaktor, jumlah kalor yang dihasilkan dan waktu nyala efektif yang dihasilkan. Pada kecepatan udara 1 m/s menghasilkan temperatur reaktor sebesar 386,60C jumlah kalor yang dihasilkan sebesar 933,6566 Kj dengan waktu nyala efektif selama 40 menit. Kecepatan udara 1,5 m/s menghasilkan temperatur reaktor sebesar 454,40C jumlah kalor yang dihasilkan sebesar 1.023,9417 Kj dengan waktu nyala efektif selama 38 menit. Kecepatan udara 2 m/s menghasilkan temperatur reaktor sebesar 487,50C jumlah kalor yang dihasilkan sebesar 1.227,0724 Kj dengan waktu nyala efektif selama 34 menit.
Pengujian Cup Drawing pada Plat Tipis dengan Sambungan Las Titik, Tekuk, dan Tanpa Sambungan Santoso, Budi; Anggono, Agus Dwi
Prosiding Simposium Nasional Rekayasa Aplikasi Perancangan dan Industri 2024: Prosiding Simposium Nasional Rekayasa Aplikasi Perancangan dan Industri
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Blank adalah bagian yang sangat penting dalam melakukan percobaan drawing dan salah satu bagian vital dalam mencegah terjadinya cacat wrinkling. Pada saat proses drawing berlangsung maka peran blank sangat diperlukan supaya terjadinya cacat wrinkling dapat sedikit teratasi. Berkaitan dengan hal tersebut maka dengan melakukan variasi pada blank dapat diungkap pengaruh variasi blank terhadap hasil dari proses cup drawing. Dalam melakukan penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi terjadinya cacat wrinkling pada proses cup drawing dengan 3 variasi blank atau plat, dan mengetahui cacat wrinkling pada proses cup drawing. Selanjutnya dengan membuat blank dengan material yang telah ditentukan. Terdapat tiga variasi blank pada penelitian cup drawing ini yaitu dengan sambungan las titik, tekuk, dan tanpa sambungan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian cup drawing dengan plat berbentuk silinder. Produk yang dihasilkan yaitu sebuah cup dengan diameter atas d1:46 mm, diameter bawah d2:30 mm dan kedalaman h:15 mm. Material blank yang digunakan yaitu platalumunium dengan ketebalan plat 0,2 mm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil terbaik terdapat pada blank yang memakai plat tanpa menggunakan sambungan yang memiliki kedalaman cacat wrinkling paling rendah yaitu 0,38 mm, untuk blank yang menggunakan plat sambungan las titik menghasilkan kedalaman cacat wrinkling paling tinggi yaitu 1,5 mm, dan dalam percobaan dengan blank plat sambungan tekuk mengalami cacat lepasan pada sambungan.