cover
Contact Name
Yasir Sidiq
Contact Email
lppi@ums.ac.id
Phone
+6282134901660
Journal Mail Official
lppi@ums.ac.id
Editorial Address
Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Surakarta
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding Simposium Nasional Rekayasa Aplikasi Perancangan dan Industri
ISSN : 14129612     EISSN : 26864274     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Rekayasa Aplikasi Perancangan dan Industri (RAPI) adalah seminar nasional yang diselenggarakan oleh Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Surakarta
Articles 243 Documents
Rekayasa Burner Tungku Gasifikasi Biomassa dengan Variasi Jumlah Lubang dan Ketinggian Penyangga pada Burner Purnomo, Ony; Wijianto, W; Siswanto, Waluyo Adi
Prosiding Simposium Nasional Rekayasa Aplikasi Perancangan dan Industri 2024: Prosiding Simposium Nasional Rekayasa Aplikasi Perancangan dan Industri
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bahan bakar merupakan sesuatu yang sangat penting bagi kehidupan. Sekarang ini masih banyak digunakan bakan bakar fosil dalam memenuhi kebutuhan, akan tetapi perlu diketahui bahwa bahan bakar fosil merupakan sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui (non renweable). Untuk itu perlu adanya alternatif lain untuk mengurangi penggunaan bahan bakar fosil. Gasifikasi biomassa berupa sekam padi merupakan alternatif yang baik sebagai pengganti penggunaan bahan bakar fosil. Pengujian menggunakan tungku gasifikasi tipe updraft kapasitas 1,5 kg. Penelitian bertujuan untuk mengetahui temperatur nyala api dan waktu pendidihan air pada variasi jumlah lubang pada burner dan ketinggian penyangga pada burner. Penelitian diawali dengan pembuatan burner dengan variasi jumlah lubang burner 20, 30, 40, 50, kemudian dibuat tinggi penyangga yaitu 15 mm dan 30 mm. Kecepatan aliran udara dari blower yang masuk ke tungku gasifikasi adalah 10 m/s. Kemudian pengambilan data meliputi temperatur nyala api setiap 30 detik dan waktu pendidihan air setiap 1 menit. Hasil penelitian diketahui variasi jumlah lubang burner dan tinggi penyangga berpengaruh terhadap temperatur nyala api pada burner dan waktu pendidihan air. Hasil pengujian terbaik diperoleh pada variasi tinggi penyangga 30 mm dengan variasi jumlah lubang burner 20 waktu nyala efektif hingga 36 menit, temperatur pembakaran tertinggi 757°C, dan waktu pendidihan air 8 menit. Variasi jumlah lubang burner 30 waktu nyala efektif hingga 36 menit, temperatur pembakaran tertinggi 769°C, dan waktu pendidihan air 9 menit. Variasi jumlah lubang burner 40 waktu nyala efektif hingga 46,5 menit, temperatur pembakaran tertinggi 780°C, dan waktu pendidihan air 8 menit. Sedangkan pada variasi jumlah lubang burner 50 waktu nyala efektif hingga 49 menit, temperatur pembakaran tertinggi 789°C dan waktu pendidihan air 9 menit.
Studi Tungku Gasifikasi dengan Penambahan Reflektor pada Burner dengan Variasi Bentuk Bulat, Segiempat dan Segitiga terhadap Sudut Vertikal (0°, 30°, 45°, Dan 60°) Romadlon, Shobar Bukhori Rizki; Wijianto, W; Siswanto, Waluyo Adi
Prosiding Simposium Nasional Rekayasa Aplikasi Perancangan dan Industri 2024: Prosiding Simposium Nasional Rekayasa Aplikasi Perancangan dan Industri
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan penduduk yang semakin pesat membuat volume sampah terus ada dan tidak akan berhenti diproduksi oleh kehidupan manusia, jumlahnya akan berbanding lurus dengan jumlah pertambahan penduduk, maka meningkatnya jumlah penduduk ini berdampak pada bertambahnya sampah dan semakin meningkatnya tingkat konsumsi energi fosil yang ketersediaannya terus menipis. Dari beberapa teknologi yang telah berkembang untuk mengolah sumber energi biomassa diantaranya dengan metode gasifikasi. Penelitian ini menggunakan tungku gasifikasi updraft berbahan bakar sekam padi dan menggunakan variasi reflektor pada burner dengan bentuk bulat, segiempat dan segitiga terhadap sudut vertikal (0°, 30°, 45°, dan 60°). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui suhu pembakaran yang dihasilkan reflektor dan menguji efisiensi bentuk reflektor dalam peforma gasifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan reflektor pada buner mempengaruhi temperatur api dan efisiensi termal. Pada penggunaan reflektor bulat temperatur tertinggi diperoleh 728 °C dan temperatur rata – rata 626,39 °C serta nyala efektif 39 menit oleh reflektor dengan sudut 450. Pada penggunaan reflektor segiempat temperatur tertinggi diperoleh 762°C dan temeperatur rata – rata 653,64 °C serta nyala efektif 41 menit dengan reflektor segiempat sudut 60°. Penggunaan reflektor segitiga menghasilkan temperatur api paling tinggi adalah reflektor sudut 30° dengan 771 °C dan temperatur rata – rata 612,95 °C nyala efektif 46,5 menit. Sedangkan efisiensi paling tinggi pada reflektor bentuk bulat yaitu reflektor sudut 0° dan 60° dengan 16,09%. Pada pengujian reflektor segiempat efisiensi tertinggi oleh reflektor sudut 0° 13,89%. Reflektor bentuk segitiga efisiensi tertinggi pada reflektor sudut 30° dengan 14,73%.
The Effect of Alloy Compositions on The Microstructure and Mechanical Properties of Ceramic Matrix Composite Formed by Combustion Synthesis Awallu, Yudha Rahman; Wijianto, W; Siswanto, Waluyo Adi
Prosiding Simposium Nasional Rekayasa Aplikasi Perancangan dan Industri 2024: Prosiding Simposium Nasional Rekayasa Aplikasi Perancangan dan Industri
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In this research the purpose its to showing the effect of alloy compositions. This research was done by using powder form materials such as C, Al, and TiO2. By used formula 3TiO2 + (4+X) Al + 3C → 3TiC + 2Al2O3 + (X) Al, the powders reacted also with excess Al to see the different of effect that was done by combustion synthesis. The results from the research is to showing the efect of alloy by excess Al in the reactant composition, that excess Al from 20%, 40%, 60%, 80%, and 100%. The synthesis process will be done by using Arc Flame and argon, argon to minimize the oxidation from oxygen. The product from the research is Al2O3 aliminium alloys are alloys in which aluminium (Al) is the predominant metal. The typical alloying elements are copper, magnesium, silicon, tin, and zinc. About 85% of aluminium is used for wrought products, for example rolled plate, foils, and extrusion. To know what the effect from the excess of Al to the reactant, in this research the test will be done by using XRD test, SEM, and microhardness. XRD test used to know the phase of the product, in the other way SEM test used to show the composition of the product after burning process, and the last one microhardness test it’s done to know the physical properties.
Analisa Pengaruh Variasi Temperatur Udara Bebas di Luar Ruangan terhadap Kondisi Udara di Dalam Ruangan pada Penggunaan 2 Unit AC Type Split dengan Menggunakan Metode Computational Fluid Dynamic (CFD) Utomo, Tri Pramito; Effendy, Marwan
Prosiding Simposium Nasional Rekayasa Aplikasi Perancangan dan Industri 2024: Prosiding Simposium Nasional Rekayasa Aplikasi Perancangan dan Industri
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menggambarkan prediksi data mengenai sistem pengkondisian udara dalam ruangan.Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh perubahan temperatur lingkungan terhadap kondisi temperatur udara di dalam ruangan pendingin. Dalam penelitian ini, penggunaan 2 unit AC tipe split dalam ruangan berukuran 10,45m x 8,10m x 3,93m dengan posisi AC terletak di sisi atas dinding ruangan sebelah selatan menghadap ke utara dijadikan sebagai objek simulasi. Dengan model turbulensi kepsilon ada dua tahapan yang dilakukan dalam penelitian ini. Tahap pertama merupakan langkah validasi mesh dengan cara melakukan simulasi menggunakan tiga macam tipe mesh secara tersruktur dari mesh A dengan 149.328 elemen, mesh B dengan 461.322 elemen dan mesh C dengan 971.209 elemen. Tahap kedua, mengadopsi mesh yang mampu menghasilkan prediksi data terdekat pada tahap validasi dengan cara membandingkan data pengukuran. Simulasi tingkat lanjut dilakukan dengan memvariasikan temperatur lingkungan luar pada 20,6; 28,5 dan 39,5˚C. Hasil penelitian menunjukkan bahwa validasi mesh dapat diterima dengan menggunakan tipe mesh C dalam jumlah elemen mencapai 971.209 dengan tingkat kesalahan sebesar 3,72%. Seiring dengan meningkatnya temperatur lingkungan maka semakin meningkat pula temperatur tiap titik koordinat pendinginan udara dalam ruangan.
Analisa Sistem Turbocharger Motor Grader XCMG GR 135 Prasetyo, Ferry; Supriyono, S; Sulistyanto, Amin
Prosiding Simposium Nasional Rekayasa Aplikasi Perancangan dan Industri 2024: Prosiding Simposium Nasional Rekayasa Aplikasi Perancangan dan Industri
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Turbocharger adalah sebuah kompresor sentrifugal yang mendapat daya dari turbin yang sumber tenaganya berasal dari asap gas buang engine. Biasanya digunakan dalam pembakaran mesin untuk meningkatkan tenaga dan efisiensi mesin dengan meningkatkan tekanan udara yang memasuki mesin. Keuntungan dari turbocharger adalah memberi udara yang lebih sehingga menghasilkan peningkatan yang lumayan banyak dalam power atau tenaga mesin. Tujuan penelitian ini adalah menganalisa Sistem Turbocharger, pengaruh nilai end play yang besar, dan mengidentifikasi terjadinya trouble sebelum masa waranty pada unit Motor Grader GR 135. Prosedur pemeriksaan pada turbocharger yaitu pemeriksaan secara visual pada turbocharger sistem, dust indikator, dan engine. Selain itu, juga dilakukan pengukuran nilai end play pada turbin shaft untuk mengetahui standart besar nilai end play pada turbocharger yang mengalami trouble, dan pengukuran tekanan oli lubrication untuk mengetahui besar tekanan oli yang masuk ke sistem pelumasan turbocharger. Hasil dari analisa menunjukkan bahwa penyebab trouble pada turbocharger adalah tersumbatnya saluran oli pada sistem lubrication karena banyak kotoran yang masuk pada sistem pelumasan dan operator sering mengabaikan prosedur yang ada dalam unit.
Analisis Komposit dengan Penguat Serat Enceng Gondok 40% dan Serbuk Kayu Sengon 60% pada Fraksi Volume 40%, 50%, 60% Bermatrik Resin Polyester untuk Panel Akuistik Nugroho, Tri Martanto Adi; Wijianto, W; Supriyono, S
Prosiding Simposium Nasional Rekayasa Aplikasi Perancangan dan Industri 2024: Prosiding Simposium Nasional Rekayasa Aplikasi Perancangan dan Industri
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian komposit dengan penguat serat enceng gondok dan serbuk kayu sengon ini bertujuan untuk mengetahui kekuatan tarik, bending, serap bunyi dan mendeskripsikan foto makro hasil dari pengujian tarik dan bending fraksi volume 40%, 50%, 60%. Proses awal pengambilan batang enceng gondok dilanjutkan dengan menjemur dibawah sinar matahari selama kurang lebih 10 hari sampai benar-benar kering, selanjutnya penyerutan batang enceng gondok dengan menggunakan sikat kawat sampai terpisah serat dan kulit enceng gondok. Pembuatan spesimen dengan metode Hand Lay-up, dengan perbandingan 40% serat enceng gondok dan 60% serbuk kayu sengon menggunakan resin polyester seri BQTN 157. Adapun proses pengujian yaitu pengujian tarik menggunakan standart ASTM D638-02 dan pengujian bending menggunakan standart ASTM D790-02 dan serapan bunyi dengan menggunakan standar uji ANSI S1-13 dengan fraksi volume 40%, 50%, 60% Hasil pada pengujian tarik komposit dengan fraksi volume 40%, 50%, 60%, keku atan tarik rata-rata maksimum pada komposit fraksi volume 60% yaitu sebesar 15,883 N/mm2dan kekuatan tarik rata-rata terkecil pada fraksi volume 40% yaitu sebesar 9,736 N/mm2. Pengujian bending komposit dengan fraksi volume 40%, 50%, 60%, kekuatan bending rata rata maksimum pada komposit fraksi volume 60% yaitu sebesar 31,438 Mpa dan kekuatan bending rata-rata terkecil pada fraksi volume 40% yaitu sebesar 22,774 Mpa dan Hasil pengujian serap bunyi komposit serat enceng gondok, daya serap tertinggi pada fraksi volume 60% sebesar 10,03 dB, dan daya serap terkecil pada fraksi volume 50%. Pada foto makro pengujian tarik dan bending struktur patahan spesimen komposit bergelombang dan tidak beraturan.Pada fraksi volume 40%, 50%, 60% terjadi proses pembesaran void dan pull-out fiber sangat mendominasi.
Karakteristik Distribusi Temperatur dan Pola Aliran Udara dalam Ruangan dengan Satu Unit AC Tipe Split dengan Variasi Kecepatan Udara Inlet Menggunakan Metode CFD Nugroho, Bagus; Effendy, Marwan
Prosiding Simposium Nasional Rekayasa Aplikasi Perancangan dan Industri 2024: Prosiding Simposium Nasional Rekayasa Aplikasi Perancangan dan Industri
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi distribusi temperatur dan pola aliran udara pada ruangan berukuran 10,45m x 8,1m x 3,93m, dengan menggunakan satu unit mesin pendingin Air Conditioner (AC) tipe split.. Penelitian diawali dengan pengukuran temperatur ruangan pada beberapa titik acuan di ketinggian 1m dari lantai. Data temperatur ini selanjutnya dipergunakan sebagai acuan untuk validasi data dan pendekatan simulasi computational fluid dynamics (CFD) yang dilakukan. Simulasi RANS mengaplikasikan model turbulensi k-epsilon dengan mengembangkan tiga tipe mesh secara terstruktur hingga 972.838 elemen. Tipe mesh yang mampu menghasilkan data simulasi yang paling dekat dengan data pengukuran temperatur dijadikan patokan untuk mengembangkan simulasi tingkat lanjut guna menginvestigasi sirkulasi udara dalam ruangan sebagai akibat pengaruh kecepatan fan AC di evaporator mulai dari 3,16; 3,66; dan 4,16 m/s. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konstruksi mesh paling halus mampu menghasilkan prediksi data simulasi dengan tingkat kesalahan hingga 4,91%. Pada investigasi tiga kondisi kecepatan berbeda tersebut, kecepatan udara mempengaruhi distribusi temperatur dan pola aliran udara. Seiring meningkatnya kecepatan udara maka distribusi temperatur dan pola aliran udara lebih merata ke seluruh ruangan.
Pengaruh Komposisi Kompon Ban dengan Batikan Zig-Zag terhadap Koefisien Gesek Ban pada Lintasan Aspal Basah dan Kering Rahmanto, Ary Dwi; Purboputro, Pramuko Ilmu; Supriyono, S
Prosiding Simposium Nasional Rekayasa Aplikasi Perancangan dan Industri 2024: Prosiding Simposium Nasional Rekayasa Aplikasi Perancangan dan Industri
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan manusia akan mobilitas yang cepat aman dan nyaman saat ini sangatlah penting. Dizaman yang sudah modern seperti ini manusia dituntut lebih kreatif agar bisa menyesuaikan zaman. Kebutuhan dalam hal transportasi saat ini menjadi suatu keharusan bagi manusia. Penggunaan kendaraan bermotor seperti sepeda motor, mobil serta bus ini sudah tidak asing lagi di kalangan masyarakat. Karena dalam keseharianya manusia pasti menggunakan alat transportasi seperti ini. Salah satu komponen pendukung alat transportasi diatas adalah ban. Ban merupakan bagian yang penting dalam kendaraan seperti di atas. Faktor keamanan dan kenyamanan sangat ditentukan oleh komposisi yang ada daam ban tersebut. Tujuan penelitian disini adalah untuk mengetahui komposisi kompon yang baik dalam pembuatan ban, serta mengeahui kuat tarik dan kekerasan pada ban tersebut Bahan yang digunakan dalam pembuatan kompon adalah karet alam RSS dan karet sintetis SBR dicampur dengan bahan kimia black carbon, white oil, Zno, strearic acid, prafin wax, MBTS, resin cumaron dan sulfur, dicampur menggunakan alat rolling mixing hingga membentuk lembaran. Dilakukan pengujian rheometer untuk mengetahui nilai kematangan setelah itu divulkanisasi dengan mold batikan zig-zag pada mesin vulkanizing press. Pengujian kekerasan menggunakan alat uji shore hardness tester dengan standar SNI dengan hasil kompon pasaran 60, kompon 1,2,3 masing-masing 68,33, 69, 74. Pengujian tarik menggunakan alat uji rubber testing equipment dengan standar SNI dengan hasil kompon pasaran 205,163, kompon 1,2,3 masing-masing 178,64, 141,007, 111,737. Pengujian koefisien gesek dengan menggunakan alat uji kampas rem yang telah direkayasa untuk pengujian grip ban dengan hasil kompon pasaran 0,773, kompon 1,2,3 masing-masing 0,756, 0,751, 0,725 pada kondisi kering dan kompon pasaran 0,727, kompon 1,2,3 masing-masing 0,702, 0,693, 0,685 dalam kondisi basah.
Pengaruh Variasi Arus terhadap Struktur Mikro, Kekerasan dan Kekuatan Sambungan pada Proses Pengelasan Alumunium dengan Metode MIG Aji, Lastono; Riyadi, Tri Widodo Besar
Prosiding Simposium Nasional Rekayasa Aplikasi Perancangan dan Industri 2024: Prosiding Simposium Nasional Rekayasa Aplikasi Perancangan dan Industri
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi otomotif yang mengarah pada efisiensi bahan bakar telah mendorong penggunaan material ringan seperti aluminium. Namun, aluminium memiliki tantangan dalam proses penyambungan, sehingga pemilihan parameter pengelasan yang tepat menjadi krusial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi arus listrik terhadap struktur mikro, kekerasan, dan kekuatan tarik sambungan las pada material aluminium paduan seri 6015 menggunakan metode Metal Inert Gas (MIG). Proses pengelasan dilakukan dengan variasi arus 70 A, 75 A, 80 A, 85 A, dan 90 A. Pengujian yang dilakukan meliputi analisis struktur mikro, uji kekerasan Vickers pada daerah weld metal, Heat Affected Zone (HAZ), dan logam induk, serta uji kekuatan tarik sesuai standar ASTM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi arus berpengaruh signifikan terhadap karakteristik sambungan. Peningkatan arus menyebabkan pertumbuhan butir dan pembentukan dendrit yang lebih besar pada daerah lasan. Nilai kekerasan tertinggi pada daerah HAZ diperoleh pada arus 70 A (50.9 VHN), sedangkan pada daerah lasan, nilai kekerasan tertinggi dicapai pada arus 85 A (67.56 VHN). Kekuatan tarik maksimum sebesar 134.44 N/mm² diperoleh pada penggunaan arus tertinggi, yaitu 90 A. Dari penelitian ini disimpulkan bahwa kuat arus listrik merupakan parameter kritis yang nyata-nyata memengaruhi sifat mekanik dan metalurgi sambungan las aluminium.
Produksi Nanopartikel Arang Bambu Wulung menggunakan High Energy Milling Model Shaker Mill Joharwan, Johanes Wawan; Supriyono, S; Ngafwan, N
Prosiding Simposium Nasional Rekayasa Aplikasi Perancangan dan Industri 2024: Prosiding Simposium Nasional Rekayasa Aplikasi Perancangan dan Industri
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Arang bambu wulung sebagai karbon nanopartikel memiliki berbagai keunggulan dari segi sifat fisika dan kimia. Pada penelitian ini, nanopartikel arang bambu wulung diproduksi dengan menggunakan High Energy Milling (HEM) model shaker mill. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara siklus, bola baja, dan rata-rata diameter partikel yang dihasilkan serta mengetahui distribusi diameter partikel dan komposisi kimia. Karakterisasi nanopartikel dengan PSA untuk menganalisa diameter partikel, sedangkan SEM dan EDX untuk menganalisa distribusi diameter partikel dan komposisi kimia yang terkandung dalam material hasil tumbukan. Siklus yang digunakan adalah 2 juta, 3 juta, dan 4 juta, dengan panjang langkah 54 mm dan putaran 233 rpm. Diameter bola baja yang digunakan adalah 1/8 inchi, 5/32 inchi, 3/16 inchi, dan 1/4 inchi. Tabung terbuat dari silinder stainless steel dengan diameter 2 inchi dan panjang 120 mm. Tabung diisi dengan perbandingan volume 1:3 dimana 1/3 arang bambu wulung, 1/3 bola baja dan 1/3 ruang kosong. Hasil produksi menunjukkan bahwa semakin lama siklus, rata-rata diameter partikel akan menurun hingga mencapai 273,8 nm pada bola baja diameter 1/4 inchi. Distribusi diameter partikel pada 4 juta siklus menunjukkan bahwa diameter partikel tidak homogen pada bola baja diameter 1/4 inchi, 1/8 inchi, 5/32 inchi, dan 3/16 inchi. Komposisi kimia pada 4 juta siklus menunjukkan bahwa pada bola baja diameter 1/4 inchi menghasilkan unsur karbon yang paling banyak sebesar 93,03%. Unsur kimia yang paling dominan adalah karbon, sehingga arang bambu wulung merupakan sumber potensial untuk menghasilkan karbon nanopartikel.