cover
Contact Name
Iman Aji Wijoyo
Contact Email
uppm@polbangtanmalang.ac.id
Phone
+6281233393899
Journal Mail Official
ojs@polbangtanmalang.ac.id
Editorial Address
Jl. Dr. Cipto 144 A Bedali Lawang, Malang, Jawa Timur, Indonesia Telp. (0341) 427771-3 Fax. (0341) 427774
Location
Kab. malang,
Jawa timur
INDONESIA
AGRIEKSTENSIA
ISSN : 14124866     EISSN : 26565978     DOI : https://doi.org/10.34145/agriekstensia
Scope of agricultural sciences with priority on agriculture extension, social, economics, and applied research on agriculture (including animal husbandry) in a broad sense based on the needs of farmers.
Articles 150 Documents
Pengaruh Penggunaan Rebung Bambu Sebagai Zat Pengatur Tumbuh Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Bawang Merah (Allium Ascolonicum L) Varietas Lokal Bauji Achmad Nizar
AGRIEKSTENSIA Vol 17 No 2 (2018): AGRIEKSTENSIA: Jurnal Penelitian Terapan Bidang Pertanian
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.171 KB) | DOI: 10.34145/agriekstensia.v17i2.84

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui konsentrasi zat pengatur tumbuh organik yang terbuat dari rebung bambu pada pertumbuhan dan produksi bawang merah varietas lokal bauji. Penelitian dilaksanakan di lahan Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP) Malang pada Bulan Januari sampai dengan Bulan Maret 2018. Metode penelitian menggunakan rancangan acak kelompok (RAK). Perlakuan yang digunakan terdiri dari P0 = tanpa perlakuan, P1=10 ml/Lt, P2=40 ml/Lt, P3=70 ml/Lt air. Sebelum ditanam, benih direndam selama 15 menit. Setiap perlakuan diulang 6 kali. Hasil penelitian menunjukkan kosentrasi 40 ml/liter air mempengaruhi secara nyata jumlah daun, jumlah umbi, diameter umbi, berat umbi basah, dan berat umbi kering.
Penerapan Teori Difusi Inovasi Dalam Penguatan Kapasitas Kelompok Tani Surachman Suwardi
AGRIEKSTENSIA Vol 17 No 2 (2018): AGRIEKSTENSIA: Jurnal Penelitian Terapan Bidang Pertanian
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.174 KB) | DOI: 10.34145/agriekstensia.v17i2.85

Abstract

Tujuan penulisan adalah untuk mengetahui penerapan teori difusi inovasi dalam penguatan kapasitas kelompok tani. Sedangkan objek penulisan adalah rekonstruksi teori-teori perubahan sistem sosial, komunikasi, dan difusi inovasi, yang berimplikasi dalam pemberdayaan masyarakat, khususnya dalam penguatan kapasitas kelompok menuju dinamika kelompk tani. Metode penelitian adalah kajian pustaka yang dilakukan selama 1 (satu) bulan, yaitu pada bulan Oktober 2018. Hasil analisis disimpulkan bahwa implikasi perkembangan penerapan difusi inovasi dalam pemberdayaan petani, khususnya dalam mengembangkan dinamika kelompok tani adalah perlunya pengembangan strategi penguatan kelompok dan pola penguatan kapasitas kelompok secara sistemik dan berkelanjutan. Pengembangan strategi dan pola penguatan kapasitas kelompok tersebut didasarkan adanya perubahan lingkungan strategis, terutama adanya perubahan kelembagaan penyuluhan. Lahirnya Undang-Undang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani menjadi peluang yang baik dalam mendukung pelaksanaan pemberdayaan petani. Aspek yang dikembangkan meliputi tujuan berkelompok, modul pembelajaran berbasis ELC (Experienching Learning Cycle), pendampingan, home base penyuluhan, dan pengembangan kelembagaan usaha.
Perbandingan Tepung Sorgum (sorghum bicolor l. moench) dengan Tepung Singkong (Manihot Escolenta) dan Konsentrasi Gliserol Monostearat (GMS) terhadap Karakteristik Beras Analog Fortifikasi Irfan Hadiyan; Wisnu Cahyadi; Ina Siti Nurminabari
AGRIEKSTENSIA Vol 17 No 2 (2018): AGRIEKSTENSIA: Jurnal Penelitian Terapan Bidang Pertanian
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.358 KB) | DOI: 10.34145/agriekstensia.v17i2.86

Abstract

Latar belakang dalam penelitian ini adalah untuk memanfaatkan komoditi bahan pangan lokal sebagai upaya diversifikasi pangan dan untuk menanggulangi kekurangan akan zat gizi mikro. Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan formulasi beras analog terbaik dengan menggunakan teknologi ekstruksi yang dapat diterima konsumen secara sensori. Secara spesifik penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari konsentrasi tepung sorgum merah dan tepung singkong dan konsentrasi gliserol monostearat terhadap beras analog yang difortifikasi. Manfaat dari penelitian ini adalah memberikan informasi mengenai pembuatan beras analog yang berbasis dari tanaman sorgum dan singkong yang dapat menjadi alternatif makanan pokok dan meningkatkan nilai tambah bahan pangan lokal. Penelitian ini terdiri atas dua tahap yaitu penelitian pendahuluan sebagai yang ditujukan untuk menganalisis secara kimia terhadap bahan baku meliputi kadar air, karbohidrat, lemak, dan protein. Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang meliputi dua faktor yaitu perbandingan tepung sorgum merah dan tepung sigkong, faktor kedua adalah variasi konsentrasi gliserol monostearat (GMS) Kemudian tahap yang kedua yaitu penelitian utama yang dilakukan meliputi rancangan respon organoleptik, penentuan sampel terpilih, dan analisis yang teridiri dari analisis secara kimia meliputi kadar air, abu, protein, lemak, karbohidrat, serat, amilosa, amilopektin, zat besi, dan iodium, kemudian analisis secara mikrobiologis meliputi angka lempeng total dan analisis e.coli, kemudian analisis secara fisik meliputi pengukuran dimensi, bobot 1000 butir, dan densitas kamba.
Perilaku Peternak Terhadap Penyuluhan Pembuatan Biogas Di Kelompok Tani Karya Makmur II Di Desa Wonorejo Kecamatan Lawang Kabupaten Malang Alfred Adoe; Hananik Prasetyo; Dewi R Ayu Daning
AGRIEKSTENSIA Vol 17 No 2 (2018): AGRIEKSTENSIA: Jurnal Penelitian Terapan Bidang Pertanian
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (466.336 KB) | DOI: 10.34145/agriekstensia.v17i2.88

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membuat biogas dari kotoran ternak sapi potong, menyusun rancangan penyuluhan tentang pembuatan biogas dari kotoran ternak sapi potong lebih lanjut untuk mengetahui perilaku peternak terhadap penyuluhan pembuatan biogas dari kotoran ternak sapi potong, yang dilaksanakan di Kelompok Tani Karya Makmur II Desa Wonorejo Kecamatan Lawang Kabupaten Malang, pada tanggal 05 Maret sampai dengan 01 Juni 2018. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dimana data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan penyebaran kuesioner. Populasi yang diambil adalah 63 orang dengan penentuan sampel menggunakan purposive sampling dan ditetapkan 30 responden. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) Pembuatan digester biogas skala rumah tangga menggunakan drum besi yang menghasilkan gas selama 2,45 jam/hari sebagai kebutuhan energi bahan bakar rumah tangga. (2) Rancangan penyuluhan meliputi penyusunan sasaran, tujuan, materi, metode, media dan evaluasi yang disesuaikan dengan karakteristik responden. (3) Sebagian besar sasaran penyuluhan memiliki perilaku yang positif dimana pengetahuan sasaran terbanyak berada pada dimensi “tahu” dengan kategori tinggi 28 orang dan kategori sedang 2 orang. Sikap sasaran menerima penyuluhan pembuatan biogas dan keterampilan sasaran berada pada dimensi “menirukan” dengan kategori tinggi 13 orang dan kategori sedang 17 orang.
Pengaruh Berbagai Konsentrasi Pupuk Organik Cair Kotoran Kelelawar Terhadap Produksi Dan Mutu Fisiologis Benih Kangkung Ali Hasan; Yosefina Lewar; Laurensius Lehar; Rosita Kewa Duan
AGRIEKSTENSIA Vol 17 No 2 (2018): AGRIEKSTENSIA: Jurnal Penelitian Terapan Bidang Pertanian
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (152.584 KB) | DOI: 10.34145/agriekstensia.v17i2.89

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh berbagai konsentrasi pupuk organik cair kotoran kelelawar terhadap produksi dan mutu fisiologis benih kangkung. Penelitian faktor tunggal yaitu konsentrasi pemberian pupuk organik cair kotoran kelelawar yang terdiri dari 6 taraf yaitu 0, 50, 100, 150, 200, dan 250 ml POC/liter. Penelitian disusun dalam rancangan acak kelompok (RAK) dan diulang 4 kali. Pengamatan dikakukan terhadap kandungan hara POC kotoran kelelawar dan tanah awal, kandungan hara tanah sesudah perlakuan, jumlah bunga dan buah per tanaman, jumlah biji bernas per tanaman, bobot kering biji per petak, daya berkecambah serta T50. Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi POC kotoran kelelawar berpengaruh terhadap variable produksi (jumlah bunga per tanaman, jumlah buah per tanaman, jumlah biji bernas per tanaman dan bobot kering biji per petak). Konsentrasi POC kotoran kekelawar juga berpengaruh terhadap variable mutu fisiologis benih kangkung (daya berkecambah dan T50). Konsentrasi 150 ml POC/liter memberikan hasil terbaik, ditunjukkan oleh tolok ukur jumlah bunga per tanaman ( 58,4 kuntum), Jumlah buah per tanaman (54,6), jumlah biji bernas per tanaman ( 33,4 buah), bobot kering biji per petak (106 g), tetapi dan daya berkecambah tertinggi pada konsentrasi 200 ml POC/liter (85,5 %).
Optimalisasi Jarak Tanam Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Bawang Merah (Allium ascalonicum, L) Pada Musim Penghujan Di Desa Torongrejo Kecamatan Junrejo Kota Batu Yustina E.W Lea; Abdul Farid; Arum Pratiwi
AGRIEKSTENSIA Vol 17 No 2 (2018): AGRIEKSTENSIA: Jurnal Penelitian Terapan Bidang Pertanian
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.36 KB) | DOI: 10.34145/agriekstensia.v17i2.90

Abstract

Rendahnya produksi bawang merah pada musim penghujan yang diakibatkan oleh meningkatnya serangan hama dan penyakit karena kondisi tanah yang terlalu lembab menjadi permasalahan utama yang dihadapi petani saat ini. Tujuan dari kajian ini untuk mengetahui jarak tanam yang optimal terhadap pertumbuhan dan produksi bawang merah (Allium ascalonicum, L) padamusimpenghujandi Desa Torongrejo. Pelaksanaan kajian menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 4 perlakuan dan 6 ulangan, dilanjutkan dengan uji lanjut DMRT pada taraf 5%. Perlakuan yang diberikan adalah jarak tanam 15x15, 20x20, 25x25 dan 30x30cm dengan parameter tinggi tanaman, jumlah daun, bobot umbi dan persentase serangan hama penyakit. Hasil kajian menunjukkan bahwa jarak tanam berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan produksi bawang merah pada musim penghujan dengan jarak paling optimal 20x20 cm.
Model Pelatihan Sekolah Lapangan Pengelolaan Tanaman Terpadu (SL-PTT) Jagung Dalam Upaya Peningkatan Penerapan Teknologi Produksi Jagung (Sudi Kasus Kecamatan Pelaihari Kab. Tanah Laut) Marhaenis Budi Santoso; Agus Sukmadjaya
AGRIEKSTENSIA Vol 17 No 2 (2018): AGRIEKSTENSIA: Jurnal Penelitian Terapan Bidang Pertanian
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.602 KB) | DOI: 10.34145/agriekstensia.v17i2.91

Abstract

Tujuan kajian ini adalah untuk; (1) mengungkapkan persepsi petani tentang keefektifan pembelajaran SL-PTT, (2) mengungkapkan respon petani terhadap program SL-PTT berdasarkan tingkat partisipasi dan tingkat penerapan teknologi yang direkomendasikan, dan (3) mengungkapkan seberapa besar pengaruh SL-PTT terhadap peningkatan penerapan teknologi PTT. Metode analisis data dilakukan secara deskriptif. Hubungan antara faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas SL-PTT di uji dengan korelasi Spearman’ rank correlation. Untuk mengetahui respon petani data dianalisis secara deskriptif dengan menghitung jumlah skor dalam daftar pertanyaan yang diajukan kepada responden. Untuk membedakan antara penerapan teknologi sebelum dan sesudah SL-PTT, data dianalisis dengan uji beda (T test). Hasil pengkajian menunjukkan bahwa: (1) keefektifan pembelajaran SL-PTT terhadap perubahan perilaku petani dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain ketersediaan materi, fasilitas belajar, metode, dan keaktifan peserta, sedangkan faktor pemandu tidak menunjukkan korelasi terhadap perubahan perilaku peserta, (2) respon petani terhadap kegiatan SL-PTT jagung, diukur berdasarkan partisipasi dan responnya terhadap teknologi yang diintroduksikan, termasuk dalam katagori sedang, (3) perbedaan yang signifikan terhadap penerapan teknologi tampak pada petani sebelum dan sesudah mengikuti kegiatan SL-PTT, tetapi hanya berlaku bagi petani yang memiliki respon yang tinggi terhadap inovasi teknologi yang diintroduksikan. Berdasarkan hasil pengkajian ini direkomendasikan supaya (1) dipersiapkan pemandu terlatih atau profesional yang mempunyai kapasitas dalam bidangnya sebagai fasilitator dan pemandu lapangan karena pemandu yang tidak memiliki kompetensi dapat mengurangi semangat dan keaktifan peserta, (2) dalam setiap kegiatan SL-PTT disarankan dinamika kelompok supaya dijadikan sebagai salah satu materi untuk mengatasi hambatan psikologis peserta dalam berkomunikasi, berinteraksi, dan menumbuhkan semangat dan pribadi yang dinamis sehingga lebih mudah untuk menerima inovasi, menumbuhkan peran serta dan keaktifan peserta selama pelaksanaan SL-PTT, (3) untuk pemanduan dan pendampingan, disarankan ditunjuk Pemandu Lapangan (PL) yang terlatih, memiliki kompetensi dan menguasai tentang Kajian Kebutuhan dan Peluang (KKP) atau Pemahaman Masalah dan Potensi (PMP) secara baik sehingga dapat mendorong, membantu dan mendampingi peserta SL-PTT untuk melakukan kegiatan ini.
Peningkatan Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Wortel (Daucus Carota L) Dengan Penggunaan Pupuk Organik Cair Yustinus Nahak; Tatang Suryadi; Rika Despita
AGRIEKSTENSIA Vol 17 No 2 (2018): AGRIEKSTENSIA: Jurnal Penelitian Terapan Bidang Pertanian
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.965 KB) | DOI: 10.34145/agriekstensia.v17i2.92

Abstract

Wortel merupakan sayuran umbi yang bernilai ekonomi tinggi di Indonesia. Upaya peningkatan kuantitas umbi dilakukan agar dapat memenuhi permintaan pasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi penggunaan pupuk organik cair yang mampu menghasilkan pertumbuhan dan umbi wortel terbaik. Penelitian dilakukan di Lahan STPP Malang mulai Januari sampai Mei 2017. Metode Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 6 perlakuan konsentrasi yaitu: P0 (0 ml/liter/tanaman); P1 (45 ml/liter/tanaman); P2 (90 ml/liter/tanaman); P3(135 ml/liter/tanaman; P4 (180 ml/liter/tanaman); P5 (225 ml/liter/tanaman); P6 (270 ml/liter/tanaman). Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 4 kali sehingga diperoleh 28 satuan percobaan. Penanaman dilakukan di polibag. Analisis data menggunakan uji anova 5% dan uji Duncan. Hasil menunjukkan bahwa tinggi tanaman terbaik akibat perlakuan 270 ml/liter/tanaman pupuk organik cair. Diameter umbi, panjang umbi dan berat segar umbi terbaik pada perlakuan 180 ml/liter/tanaman pupuk organik cair.
Uji Kesukaan Kefir Susu Sapi Dengan Penambahan Tepung Kulit Pisang Kepok (Musa Paradisiaca) Zahro Fanani; Novita Dewi Kristanti; Nurlaili Nurlaili
AGRIEKSTENSIA Vol 17 No 2 (2018): AGRIEKSTENSIA: Jurnal Penelitian Terapan Bidang Pertanian
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (140.064 KB) | DOI: 10.34145/agriekstensia.v17i2.93

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesukaan kefir dengan penambahan tepung kulit pisang. Kefir dibuat dari susu sapi dengan kefir grain 3% serta tepung kulit pisang (0%, 1,5% dan 3%). Semua perlakuan diinkubasi pada suhu ruang (± 20°C) selama 24 jam, hingga pH turun menjadi 4. Uji kesukaan kefir menggunakan parameter organoleptik (warna, rasa, aroma dan tekstur). Data hasil uji organoleptik dianalisis dengan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung kulit pisang berpengaruh terhadap organoleptik (warna, rasa, tekstur dan aroma) kefir. Untuk tingkat kesukaan menunjukkan kefir susu sapi dengan penambahan tepung kulit pisang 1,5% lebih disukai dibandingkan dengan kedua perlakuan lainnya.
Hubungan Karakteristik Dengan Perilaku Peternak Terhadap Kegiatan Penyuluhan Pembuatan Nugget Susu Di Desa Oro-Oro Ombo Kecamatan Batu Fitriani Fitriani; Luki Amar Hendrawati; Andi Warnaen
AGRIEKSTENSIA Vol 17 No 2 (2018): AGRIEKSTENSIA: Jurnal Penelitian Terapan Bidang Pertanian
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.226 KB) | DOI: 10.34145/agriekstensia.v17i2.94

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan umur, pendidikan dan jumlah ternak dengan perilaku peternak dalam kegiatan penyuluhan pembuatan nugget susu di Desa Oro-oro Ombo. Metode penentuan Desa menggunakan purposive sampling dengan pertimbangan desa tersebut memiliki jumlah peternak sapip perah lebih dari 1000 ekor. Sebanyak 34 responden dilibatkan dalam penelitian ini. Data dianalisis menggunakan deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hubungan umur, pendidikan dan jumlah ternak dengan perilaku diananlisis dengan analisis korelasi berganda dan korelasi product moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada indikator pengetahuan (77,2%) responden berada pada tahap sintesa , indikator sikap (76%) responden berada pada tahap mengelola, sedangkan indikator keterampilan (75,7%) responden berada pada tahap artikulasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara karakteristik responden dengan prilaku peternak sedangkan apabila dianalisis secara parsial hanya pendidikan (X1) dan jumlah ternak (X2) berhubungan secara signifikan dengan perilaku peternak.

Page 3 of 15 | Total Record : 150