cover
Contact Name
Marsi Bani
Contact Email
marsibani@staf.undana.ac.id
Phone
+6285253093226
Journal Mail Official
gatra.nusantara@undana.ac.id
Editorial Address
Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kwarganegaraan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas NUsa Cendana Jl. Adisucipto Penfui Kupang
Location
Kota kupang,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
Gatranusantara
ISSN : 18582893     EISSN : 27725151     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Gatranusantara (JG), p-ISSN: 1858-2893 dan e-ISSN:2722-5151, merupakan media publikasi bagi para peneliti dan pemerhati di bidang Hukum, Budaya dan Pendidikan. Jurnal ini diterbitkan oleh Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 16 No. 2 (2018): Oktober" : 7 Documents clear
IMPLIKASI PENENTUAN BELIS DALAM ADAT PERKAWINAN MASYARAKAT TUNBABA DI DESA TUN’NOE KECAMATAN MIOMAFFO TIMUR KABUPATEN TIMOR TENGAH UTARA Hendrikus Pous; Yosefina Lini Nabu
Jurnal Gatranusantara Vol. 16 No. 2 (2018): Oktober
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.512 KB)

Abstract

Masalah yang dikaji dalam penelitian ini adalah 1) Mengapa belis masih dipertahankan dalam adat perkawinan masyarakat Tunbaba di Desa Tun’noe, Kecamatan Miomaffo Timur, Kabupaten Timor Tengah Utara. 2) Bagaimana pandangan masyarakat tentang penetuan jumlah belis dalam adat perkawinan masyarakat Tunbaba di Desa Tun’noe, Kecamatan Miomffo Timur, Kabupaten Timor Tengah Utara. 3) Bagaimana implikasi penetuan belis dalam adat perkawianan masyarakat Tunbaba di Desa Tun’noe, Kecamatan Miomaffo Timur, Kabupaten Timor Tengah Utara. Adapun Tujuan Penelitian ini yaitu: (1) untuk mengetahui mengapa belis masih dipertahankan dalam adat perkawinan masyarakat Tunbaba di desa Tun’noe, kecamatan Miomaffo Timur Kabupaten Timor Tengah Utara (2) Untuk mengetahui pandangan masyarakat tentang penentuan jumlah belis dalam adat perkawinan masyarakat Tunbaba di Desa Tun’noe, Kecamatan Miomaffo Timur Kabupaten Timor Tengah Utara (3) Untuk mengetahui imlikasi penentuan belis pada masyarakat Tunbaba di Desa Tun’noe, kecamatan Miomaffo Timur kabupaten Timor Tengah Utara. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Untuk mengkaji masalah dan mencapai tujuan tersebut data dikumpulkan dengan menggunakan teknik wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Kemudian teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian penulis menyimpulkan atas permasalahan yang ada dalam adat perkawinan masyarakat Tun’noe, belis merupakan tradisi turun temurun dari nenek moyang dan merupakan bentuk perhargaan terhadap mempelai wanita, serta menunjukan kesungguhan dari pria yang ingin menikahi wanita dari desa Tun’noe. Pandangan masyarakat Tun’noe terhadap belis yang menjadi syarat perkawinan telah mengalami pergeseran, dimana penentuan jumlah belis tidak lagi mengikuti jumlah belis dari ibu perempuan melainkan jumlah belis sakarang melebihi jumlah belis dari ibu perempuan. Hal ini dipengaruhi oleh faktor pendidikan, ekonomi, dan statussosial.
PENERAPAN METODE PROJECT CITIZEN UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN SISWA DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN TAHUN PELAJARAN 2016/2017 Dorcas Langgar; Yanuarius Kowe
Jurnal Gatranusantara Vol. 16 No. 2 (2018): Oktober
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan keaktifan siswa dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dengan metode Project Citizen di kelas X B SMAS Katolik Thomas Aquino Golewa Tahun Pelajaran 2016/2017, Kecamatan Golewa,Kabupaten Ngada. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan tehnik wawancara, dokumentasi dan observasi, data yang sudah diperoleh kemudian dianalisis deskriptif kemudian dilanjutkan dengan reduksi data,penyajian data dan penarikan kesimpulan.Yang menjadi informan dalam penelitian ini adalah guru mata pelajaran PPKn dan siswa siswi yang mewakili dari kelas X B SMAS Katolik Thomas Aquino. Hasil penelitian menunjukkan metode project citizen sangat bagus diterapkan dalam pembelajaran karena metode tersebut dapat meningkatkan keaktifan siswa seperti mengemukakan pendapat dalam kelompok, memberikan kesempatan kepada teman lain untuk berpendapat dalam kelompok, mendengarkan dengan baik ketika teman lain berpendapat, memberikan gagasan yang baik, memanfaatkan potensi anggota kelompok, saling membantu dalam menyelesaikan masalah, membuat keputusan berdasarkan pertimbangan anggota kelompok yang lain.
PROSES PENYELESAIAN TINDAK PERZINAHAN ( FETO SALA’AN, MANE SALA’AN ) MENURUT HUKUM ADAT SUKU TETUN Semuel Sabat; Dominggus Januarius Mau
Jurnal Gatranusantara Vol. 16 No. 2 (2018): Oktober
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (139.285 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : 1) Untuk mengetahui alasan penggunaan hukum adat suku Tetun dalam proses penyelesaiaan tindak perzinahan. 2) Untuk mengetahui proses penyelesaian perzinahan menurut hukum adat suku Tetun. 3) Untuk mengetahui sanksi-sanksi yang dikenakan kepada pelaku perzinahan menurut hukum adat Suku Tetun. 4) Untuk mengetahui hambatan apa saja yang dihadapi dalam proses penyelesaiaan tindak perzinahan menurut hukum adat suku Tetun. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, studi dokumentasi dan studi pustaka. Data yang diperoleh tersebut kemudian dianalisis yang dilakukan dengan cara menjabarkan kembali data yang diperoleh dari lapangan ke dalam bentuk kalimat yang jelas sehingga mudah untuk dipahami. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) menggunakan hukum adat karena masyarakat Desa Tohe merupakan masyarakat adat yang masih menjunjung tinggi adat istiadat setempat, karena memiliki sanksi atau denda adat yang berat bagi pelaku, dan juga adanya sumpah adat ( Totar ) bagi para pelaku. 2) proses penyelesaian tindak perzinahan dimulai dari tahap pelaporan hingga berakhir pada tahap perdamaian. 3) sanksi yang dikenakan kepada para pelaku yaitu dengan membayar belis sesuai dengan dengan jumlah belis masyarakat Suku Tetun pada umumnya. 4) hambatan yang sering dihadapi dalam prose penyelesaian yaitu para pelaku atau salah satu pelaku melarikan diri dan juga para pelaku menolak untuk memberikan denda yang telah ditetapkan oleh para pemangku adat.
KAJIAN TENTANG PERJUDIAN DAN DAMPAKNYA TERHADAP MORAL DAN KARAKTER ANAK DI KELURAHAN FATUKBOT KECAMATAN ATAMBUA SELATAN KABUPATEN BELU Soleman Bully
Jurnal Gatranusantara Vol. 16 No. 2 (2018): Oktober
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk Untuk mengetahui alasan dari anak yang masih duduk di bangku pendidikan tingkat SMP-SMA di Kelurahan Fatukbot Kecamatan Atambua Selatan Kabupaten Belu ikut serta dalam praktek perjudian; Untuk mengetahui dampak dari perjudian terhadap moral dan karakter anak yang ada di Kelurahan Fatukbot Kecamatan Atambua Selatan Kabupaten Belu; Untuk mengetahui peranan dari keluarga/ orang tua, sekolah, dan tokoh masyarakat di Kelurahan Fatukbot Kecamatan Atambua Selatan Kabupaten Belu dalam menangani masalah perjudian yang berdampak terhadap moral dan karakter anak. Penelitian ini dilakasanakan di Kelurahan Fatukbot Kecamatan Atambua Selatan Kabupaten Belu. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu wawancara, observasi, studi pustaka dan dokumentasi. Beradasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan diperoleh hasil penelitian yaitu Alasan anak yang masih berusia pelajar yang berada di Kelurahan Fatukbot ikut serta dalam praktek perjudian yaitu karena faktor lingkungan, faktor keinginan untuk mencoba dan faktor keuntungan. Dampak terhadap moral dan karakter yang timbul dari adanya perjudian yang dilakukan oleh anak yang masih berada di bangku pendidikan tingkat SMP-SMA yaitu: anak lebih susah untuk diatur, anak lebih sering menipu, menanamkan sikap malas dan mental kurang berjuang bagi anak, cepat terlibat dalam tindakan kriminal seperti mencuri, anak semakin boros, waktu belajar anak sangat berkurang, presetasi anak di sekolah semakin menurun.
KAJIAN TENTANG NILAI-NILAI PERSATUAN YANG TERKANDUNGDALAM MBARU NIANG (RUMAH ADAT) WAEREBO DI DESA SATAR LENDA KECAMATAN SATARMESE BARAT KABUPATEN MANGGARAI Leonard Lobo; Rikardus A. Dagur
Jurnal Gatranusantara Vol. 16 No. 2 (2018): Oktober
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (128.134 KB)

Abstract

Tujuan dalam penelitan ini adalah Untuk mengetahui tentang Mbaru Niang (Rumah Adat) sebagai simbol persatuan oleh masyarakat Waerebo Kecamatan Satarmese Barat Kabupaten Manggarai sekaligus untuk mengetahui bentuk dan struktur Mbaru Niang (Rumah Adat) masyarakat Waerebo, dan Untuk Mengetahui fungsi Mbaru Niang (Rumah Adat) di Waerebo Kecamatan Satarmese Barat Kabupaten Manggarai melambangkan nilai-nilai persatuan. Penelitian bersifat deskriptif kualitatif dengan data primer dan sekunder menggunakan teknik observasi, wawancara dan studi pustaka. Sumber dalam penelitian ini adalah pemerintah setempat, tua adat, tokoh adat, tokoh masyarakat, dan masyarakat yang ditentukan secara snowball sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa alasan Mbaru Niang (Rumah Adat) dijadikan simbol persatuann karena Mbaru Niang (Rumah Adat) merupakan Rumah tempat warga kampung melaksanakan kegiatan adat bila ada upacara adat apa saja. Selain itu Mbaru Niang (Rumah Adat) juga sering dikaitkan dengan tempat penyimpanan barang-barang pusaka seperti peralatan caci, peralatan gendang/gong, peralatan tarian, tempat sesajian untuk leluhur dan tempat penyimpanan bahan makanan. Dalam kaitan dengan ini realitasnya bahwa budaya Manggarai khususnya masyarakat Waerebo memiliki dan menjunjung tinggi nilai persatuan kesatuan, persaudaraan dalam seluruh hidupnya. Mbaru Niang merupakan rumah berbentuk kerucut meruncing ke arah atas sebagai lambang perlindungan dan persatuan antar warga Waerebo. Lantai bangunan yang berbentuk lingkaran merupakan simbol keharmonisan dan keadilan antar warga dan keluarga di dalam Mbaru Niang. Adapun struktur Mbaru Niang yaitu Struktur dan Fungsi Mbaru Niang (Rumah Adat) waerebo memiliki lima tingkatan yaitu: Tingkat I: Tenda adalah tempat beraktifitas, ruang kumpul, ruang perapian dan ruang kamar tidur. Tenda terbagi atas 2: Molang: Ruang Privat, Lutur: Ruang Tamu. Tingkat II: Lobo mehe adalah ruang penyimpan makanan dan barang sehari-hari. Tingkat II: Lentar adalah ruang penyimpanan biji-bijian untuk berkebun seperti benih jagung, padi, dan kacang-kacangan. Tingkat IV: Lempa Rae adalah ruang penyimpanan cadangan makanan. Tingkat V: Hekang Kode adalah sebagai ruang persembahan untuk leluhur atau untuk tempat menaruh sesajian. Mbaru Niang beserta masyarakat Waerebo merupakan suatu kesatuan yang tidak terpisahkan karena mereka saling berhubungan dan melengkapi.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TREFINGER UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR FISIKA HUKUM NEWTONTENTANG GRAVITASI PADA SISWA KELAS X MIA 1 SMA NEGERI 10 KUPANG Marsi D.S. Bani
Jurnal Gatranusantara Vol. 16 No. 2 (2018): Oktober
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.149 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan prestasi belajar fisika siswa kelas X MIA 1 SMA Negeri 10 Kupang terkhususnya pada materi Hukum Newton tentagtn Gravitasi. Adapun penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 10 Kupang pada tahun ajaran 2018/2019 dengan subyek penelitian adalah siswa kelas X MIA 1 SMA Negeri 10 Kupang. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif dengan menggunakan desain penelitian tindakan kelas selama dua siklus dengan hasil yang diperoleh prestasi belajar fisika siswa kelas X MIA 1 SMA Negeri 10 Kupang pada materi Hukum Newton tentang gravitasi yaitu indikator 1 (Menganalisis hubungan antara gaya gravitasi dengan massa benda dan jaraknya) mencapai ketuntasan klasikalnya 90,91 %. Indikator 2 (Menghitung resultan gaya gravitasi pada benda titik dalam suatu sistem) mencapai ketuntasan dengan ketuntasan klasikal 86,36 %. Indikator 3 (Membandingkan percepatan gravitasi dengan kuat medan gravitasi pada kedudukan yang berbeda) mencapai ketuntasan dengan ketuntasan klasikalnya hanya 86,36 %. Indikator 4 (Menganalisis gerak planet berdasarkan hukum keppler) belum mencapai ketuntasan dengan ketuntasan klasikalnya 63,64 % pada siklus I dan 90,91 % pada siklus II.
PENERAPAN MODEL DISCOVERY LEARNING DENGAN TEKNIK PROBING-PROMPTING UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES DAN PRESTASI BELAJAR MAHASISWA Petrus Ly
Jurnal Gatranusantara Vol. 16 No. 2 (2018): Oktober
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (506.365 KB)

Abstract

Model Discovery Learning dengan teknik Probing-Prompting adalah salah satu bentuk pembelajaran penemuan yang peserta didik diarahkan untuk menggali konsep melalui petanyaan sebagai penuntun dan dilatih untuk merumuskan masalah serta membuat hipotesis sendiri dan menemukan kebenarannya melalui demonstrasi atau eksperimen. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah keterampilan proses mahasiswa yang diajar menggunakan model Discovery Learning dengan teknik Probing-Prompting lebih tinggi daripada mahasiswa yang diajar model pembelajaran Inkuiri Terbimbing dengan teknik Probing-Prompting dan untuk mengetahui apakah prestasi belajar mahasiswa yang diajarkan dengan menggunakan model Discovery Learning dengan teknik Probing- Prompting lebih tinggi daripada mahasiswa yang diajar menggunakan model pembelajaran Inkuiri Terbimbing dengan teknik Probing-Prompting. Sampel penelitian ini adalah mahasiswa semester III Jurusan Pendidikan Kewarganegaraan FKIP Undana kelas A sebagai kelas eksperimen dan kelas B sebagai kelas kontrol, dengan desain penelitian Randomized Control Group Post-test Only Design dan instrumen penelitian yang digunakan adalah silabus, Rencana Program Pembelajaran (RPP), LKS, soa ltes prestasi belajar dalam bentuk pilihan ganda, serta lembar observasi keterampilan proses mahasiswa. Hasil analisis data menggunakan uji-t yaitu uji pihak kanan dengan taraf signifikansi α = 0,05 dapat diketahui bahwa keterampilan proses mahasiswa yang diajar menggunakan model Discovery Learning dengan teknik Probing-Prompting lebih tinggi dari pada mahasiswa yang diajar model pembelajaran Inkuiri Terbimbing dengan teknikProbing-Prompting Prestasi belajar mahasiswa yang diajarkan menggunakan model Discovery Learning dengan teknik Probing- Prompting lebih tinggi daripada mahasiswa yang diajar meggunakan model pembelajaran Inkuiri Terbimbing dengan teknik Probing-Prompting.

Page 1 of 1 | Total Record : 7