cover
Contact Name
Marsi Bani
Contact Email
marsibani@staf.undana.ac.id
Phone
+6285253093226
Journal Mail Official
gatra.nusantara@undana.ac.id
Editorial Address
Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kwarganegaraan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas NUsa Cendana Jl. Adisucipto Penfui Kupang
Location
Kota kupang,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
Gatranusantara
ISSN : 18582893     EISSN : 27725151     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Gatranusantara (JG), p-ISSN: 1858-2893 dan e-ISSN:2722-5151, merupakan media publikasi bagi para peneliti dan pemerhati di bidang Hukum, Budaya dan Pendidikan. Jurnal ini diterbitkan oleh Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan.
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol. 18 No. 1 (2020): April" : 9 Documents clear
PENANAMAN NILAI KARAKTER DISIPLIN SISWA OLEH GURU MELALUI MATA PELAJARAN PENDIDIKANKEWARGANEGARAAN DI SMA NEGERI 1 WEWEWA SELATAN (STUDI KASUS SMA NEGERI 1 WEWEWA SELATAN) Soleman Bully
Jurnal Gatranusantara Vol. 18 No. 1 (2020): April
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (46.94 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses penanaman nilai karakter disiplis siswa oleh guru di SMA Negeri 1 Wewewa Selatan, kendala atau hambatan yang di alami oleh guru dalam proses penanaman nilai karakter disiplisn siswa di SMA Negeri 1 Wewewa Selatan, dan Upaya yang di lakukan guru dalam penanaman nilaik karakter disiplin siswa melalui mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan di SMA Negeri 1 Wewewa Selatan. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif yakni memperoleh gambar tentang penanaman nilai karakter disiplin siswa oleh guru melalui mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan pada siswa SMA Negeri 1 Wewewa Selatan, menurut kepala Sekolah, Guru dan Siswa, dengan mengunakan pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan agar semua data yang terkumpul sesuai dengan tujuan penelitian yang ingin di capai. Hasil penelitian ini menunjukan bahawa karakter disiplin di SMA Negeri 1 Wewewa Selatan adalah kunci penting untuk terciptanya suasana lingkungan yang aman dan tertib. Dengan adanya karakter disiplin maka di harapkan siswa menjadi warga negara yang baik dan mencerminkan karakter bangsa yang luhur. Proses penanaman karakter disiplin pada siswa siswi tentunna guru mengalami kendalan atau hambatan seperti adanya siswa yang sulit di arahkan,masih ada siswa yang kurang antusias dan tidak peduli dengan peraturan yang ada,pergaulan siswa yang sulit di kontrol,serta rendahnya kesadaran siswa dalam mejalankan segala peraturan sekolah yang berlaku. Oleh karena itu, guru melakukan upaya-upaya agar proses penanaman nilai karakter disiplin berhasil dengan baik. Upaya penanaman karakter disiplin yang di lakukan oleh guru adalah, adanya hukum, penghargaan dan kansistensi, penerapan kosistensi disekolah dilihat bagaimana seluruh siswa menaati peraturan sekolah bersikap tertip tertib dan disiplin untuk mengontrol sikap da perilaku sehari hari. Hal ini merupakan upaya yang di lakukan oleh guru demi terciptanya karakter disiplin bagi siswa siswi yang tidak disiplin menjadi pribadi yamg disiplin.
PEMBINAAN NILAI KARAKTER MANDIRI MELALUI PEMBELAJARAN PPKn PADA SISWA KELAS VIIA DI SMP KRISTEN WEE RAME KECAMATAN WEWEWA TENGAH KABUPATEN SUMBA BARAT DAYA Hendrikus Pous
Jurnal Gatranusantara Vol. 18 No. 1 (2020): April
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (932.501 KB)

Abstract

Masalah dalam penelitian ini yaitu: Bagaimana Pembinaan Nilai Karakter Mandiri Melalui Pembelajaran PPKn Pada Siswa Kelas VIIA Di SMP Kristen Wee Rame Kecamatan Wewewa Tengah Kabupaten Sumba Barat Daya? Tujuan dalam penelitian ini yaitu: untuk mendeskripsikan pembinaan nilai karakter mandiri siswa kelas VIIA di SMP Kristen Wee Rame Kecamatan wewewa Tengah Kabupaten Sumba Barat Daya. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa: Upaya pembinaan nilai karakter mandiri melalui pembelajaran PPKn berjalan dengan baik yaitu siswa dituntut untuk bertanggung jawab dalam mengerjakan tugas diskusi, siswa percaya diri dalam mempresentasikan hasil diskusi, dan menghargai waktu dalam berdiskusi.
PARTISIPASI POLITIK MASYARAKAT DESA DULOLONG DALAM PEMILIHAN CALON BUPATI/WAKIL BUPATI PADA PILKADA KABUPATEN ALOR TAHUN 2018 Petrus Ly
Jurnal Gatranusantara Vol. 18 No. 1 (2020): April
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (955.574 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui Tingkat Partisipasi Politik Masyarakat Desa Dulolong Dalam Pemilihan Calon Bupati/ Wakil Bupati Pada Pilkada Kabupaten Alor Tahun 2018, Mendeskripsikan partisipasi pemilih dalam kegiatan kampanye pemberian suara di TPS, Mendeskripsikan faktor dominan kecendrungan pemilih menghadiri kampanye dan pemberian suara pada TPS, Mendeskripsikan alasan pemilih memilih pasangan calon tertentu (ideologi partai, kualitas pasangan calon, etnik, dll). Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif, Data yang dikumpulkan baik data primer maupun data sekunder yang diperoleh dari lapangan akan menjelaskan secara mendalam untuk menghasilkan kesimpulan dari masalah yang diamati. Peneliti menggunakan teknik wawancara mendalam dan studi kepustakaan. Sumber data dalam penelitian ini adalah informan melalui wawancara atau interview, yaitu masyarakat Desa Dulolong yang sudah memiliki Hak pilih dalam pemilihan umum 2018. Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat partisipasi politik masyarakat pada pemilihan umum kepala daerah Desa Dulolong tahun 2018 sudah berjalan cukup baik. Adanya minat masyarakat untuk ikut berpartisipasi pada pilkada Kabupaten Alor di Desa Dulolong tahun 2018 terbukti dari jumlah pemilih yang menggunakan hak pilihnya yang mencapai 86,73% dari jumlah pemilih yang terdaftar di DPT. Tak hanya memberikan suara dalam pemilukada, ada beberapa bentuk partisipasi politik masyarakat yang beragam seperti kampanye, menjadi tim sukses dan mencari dukungan untuk pasangan calon. faktor dominan kecendrungan pemilih menghadiri kampanye dan pemberian suara pada TPS adalah Factor sosok calon / figur tokoh, Faktor visi dan misi, Terbentuknya Antusiasme, Sosialisasi politik, kesadaran politik, jumlah TPS dan mudah dijangkau dan faktor Sosiologis dari beberapa faktor tersebut yang lebih dominan yaitu Faktor Sosiologis dan Sosialisasi politik. Alasan Pemilih Memilih Pasangan Calon Tertentu yaitu: Kualitas calon lebih baik, Kedekatan/asal daerah sama dengan calon dan Asal agama sama dengan calon.
PEMBINAAN NILAI KARAKTER MANDIRI DALAM PEMBELAJARAN PPKN OLEH GURU PADA SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 ALOR BARAT DAYA Dorcas Langgar
Jurnal Gatranusantara Vol. 18 No. 1 (2020): April
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (930.095 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1). Mendeskripsikan upaya pembinaan nilai karakter mandiri pada pembelajaran PPKn oleh guru kelas X SMA Negeri 1 Alor Barat Daya. 2). Mendeskripsikan indikator kualitas nilai karakter mandiri siswa kelas X SMA Negeri 1 Alor Barat Daya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa: Upaya pembinaan nilai karakter mandiri dalam pembelajaran PPKn berjalan dengan baik yaitu (1) Penggunaan metode diskusi kelompok dalam bentuk panel diskusi seperti siswa dapat menyimak materi dengan baik lalu siswa menemukan sendiri, menyelidiki sendiri, untuk memecahkan sendiri masalah yang dihadapi serta menarik kesimpulan sendiri. (2) Pengkondisian atau latihan seperti ibu guru melatih siswa mengerjakan tugas individu dalam setiap pertemuan, ibu guru menugaskan siswa mencari informasi atau sumber lain yaitu internet, ibu guru menugaskan siswa mempertanggungjawabkan hasil pekerjaan individu dalam bentuk kelompok, Ibu guru melatih siswa untuk berbicara dan bertutur kata yang baik dan sopan, Ibu guru mengatur tempat duduk siswa dengan jarak pada saat tes atau ulangan. ibu guru membuat tes dengan soal yang berbeda-beda. Indikator kualitas nilai karakter mandiri pada siswa menunjukan bahawa Siswa mampu memecahkan masalah, Siswa memiliki sikap tanggungjawab dalam setiap aktivitas belajar. Siswa mampu melakukan evaluasi belajar, Siswa memiliki kepercayaan diri dalam melaksanakan tugas. Siswa memiliki hasrat atau keinginian yang kuat untuk belajar demi kemajuan diri.
KAJIAN TENTANG NILAI BUDAYA YANG TERKANDUNG DALAM TARIAN KATAGA (TARIAN PERANG) DI DESA HOBAWAWI KECAMATAN WANUKAKA KABUPATEN SUMBA BARAT Soleman D. Nub Uf
Jurnal Gatranusantara Vol. 18 No. 1 (2020): April
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (944.777 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan proses pelaksanaan tarian Kataga (Tarian Perang) di Desa Hobawawi Kecamatan Wanukaka Kabupaten Sumba Barat, untuk mendeskripsikan nilai yang terkandung dalam tarian Kataga (Tarian Perang) di Desa Hobawawi Kecamatan Wanukaka Kabupaten Sumba Barat. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, yaitu penelitian yang menggambarkan fenomena secara mendalam untuk mengkaji masalah yang diteliti. Penelitian ini dilakukan di desa Hobawawi Kecamatan Wanukaka Kabupaten Sumba Barat. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Tarian Kataga dimainkan oleh 6 atau 8 orang penari pria dengan kostum adat khas Sumba seperti kain putih (regi panggiling), kain pengikat kepala (kapauta/rowa), giring-giring (lagoru), bulu kuda yang diikat pada bagian kaki (kaleli wihi), parang (katopu) dan taming (toda). Dalam pertunjukan tarian Kataga para penari membentuk 1 barisan yang kemudian dalam proses tarian Kataga sedang berlangsung para penari membentuk 2 barisan yang menggambarkan 2 kubu yang saling berperang; 2) Nilai yang terkandung dalam tarian Kataga yaitu nilai budaya, nilai seni, nilai kerjasama, dan nilai historis.
STUDI KASUS PROSES SERTIFIKAT TANAH WARGA EKS TIM-TIM DI RT 18 RW 007 DESA OEBELO KECAMATAN KUPANG TENGAH KABUPATEN KUPANG Semuel Sabat
Jurnal Gatranusantara Vol. 18 No. 1 (2020): April
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (794.503 KB)

Abstract

Sertifikat merupakan surat tanda bukti bahwa seseorang atau sekolompok orang mendapat kepastian hukum dan perlindungan hukum atas tanah yang dimiliki. Namun dalam pembuatan sertifikat, harus melalui bebagai proses dan salah satunya memenuhi persyaratan yang ada. Apabila tidak memenuhi persyaratannya, maka proses pembuatan sertifikat dihentikan. Permasalahan dalam penelitian ini ada empat, yang pertama Apa Pentingnya Sertifikasi Tanah Bagi Warga Eks Tim-Tim?. Kedua, Bagaimana Proses Sertifikat Tanah?. Ketiga Apa Saja Kendala Dalam Proses Sertifikat Tanah? Dan keempat Bagaimana Solusi Dari Pihak Terkait Untuk Mengatasi Sertifikat Tanah?. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif yaitu peneliti mengumpulkan data menggunakan teknik wawancara dan dokumentasi serta memperoleh data-data yang berkaitan dengan Studi Kasus Proses Sertifikat Tanah Warga Eks Tim-Tim Di RT 18 RW 007 Desa Oebelo Kecamatan Kupang Tengah Kabupaten Kupang. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu pertama, Untuk Mendeskripsikan Pentingnya Sertifikat Tanah Bagi Warga Eks Tim-Tim. Kedua, Untuk Mendeskripsikan Proses Sertifikat Tanah. Ketiga, Untuk Mendeskripsikan kendala Dalam Proses Sertifikat Tanah. Keempat, Untuk Mendeskripsikan Solusi Dari Pihak Terkait Untuk Mengatasi Sertifikat Tanah. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa, pertama, Sertifikat tanah sangat penting karena adanya sertifikat tanah, lahan yang dihuni diakui secara hukum, dapat dijadikan tempat usaha, tempat tinggal dari sertifikatpun dapat digadai/dijual apabila kebutahan ekonomi yang mendesak. Kedua, Proses pembuatan sertifikat pada prinsipnya sesuai dengan Undang-undang yang berlaku, namun proses yang terjadi oleh warga Eks Tim-Tim tidak berjalan lancar yaitu kerena tidak memenuhi syarat yang ditetapkan BPN bagian b angka 1 belum pernah disertifikatkan. Ketiga, Adapun yang menjadi kendala dalam pembuatan sertifikat tanah yaitu status kepemilikan tanah. Keempat, Sebagai Lembaga Pemerintah dalam hal ini Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Kupang, yang memiliki wewenang dalam pembuatan sertifikat tanah, hanya bisa berpatokan pada aturan yang ada. BPN memberikan tawaran solusi yaitu, Tukar Guling, pemilik Hibah atau membeli tanah tersebut.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION DAN GROUPS INVESTIGATION DENGAN METODE STRUCTURE EXERCISE UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR FISIKA SISWA SMA NEGERI 1 TAKARI Marsi Bani
Jurnal Gatranusantara Vol. 18 No. 1 (2020): April
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1003.676 KB)

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan desain penelitian control group pretest-posttest, yang dilaksanakan di SMA Negeri 1 Takari pada bulan Mei tahun ajaran 2019/2020. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya perbedaan peningkatan prestasi belajar fisika siswa antara siswa yang diajar dengan menerapkan model pembelajaran Team Assisted Individulization dengan metode Structure Exercise dengan siswa yang diajar dengan menerapkan model pembelajaran Groups Investigation dengan menggunakan metode Structure Exercise dan untuk mengetahui peningkatan kemampuan prestasi belajar fisika siswa yang diajar dengan menerapkan model pembelajaran Team Assisted Individualization dengan metode Structure Exercise lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang diajar dengan menerapkan model pembelajaran Team Assisted Individualization dengan metode Structure Exercise. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI SMA Negeri 1 Takari sedangkan sampel dalam penelitian ini terdiri dari dua kelas XI IPA1 sebagai kelas ekperimen yang melibatkan 21 orang siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran Team Assisted Individualization dengan metode Structure Exercise dan kelas XI IPA2 sebagai kelas kontrol yang melibatkan 21 orang siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran Groups Investigation dengan menggunakan metode Structure Exercise. Pengambilan sampel ini dilakukan dengan teknik non random sampling jenis purposive sampling. Instrumen penelitian ini berupa soal tes prestasi belajar siswa dengan bentuk soal pilihan ganda yang sudah divalidasi. Hasil analisis menggunakan uji-t dengan taraf signifikan α = 0,05 disimpulkan bahwa (1) Terdapat perbedaan peningkatan prestasi belajar fisika siswa yang signifikan antara siswa yang diajar dengan menerapkan model pembelajaran Team Assisted Individualization dengan metode Structure Exercise dengan siswa yang diajar dengan menerapkan model pembelajaran Groups Investigation dengan metode Structure Exercise dimana thitung= 3,977 > ttabel = 2,02107. (2) Peningkatan prestasi belajar fisika siswa yang diajar dengan menerapkan model pembelajaran Team Assisted Individualization dengan teknik metode Structure Exercise lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang diajar dengan menerapkan model pembelajaran Groups Investigation dengan metode Structure Exercise dimana thitung = 3,977 > ttabel = 1,68385.
PERILAKU SOSIAL PEKERJA ANAK DIBAWAH UMUR DI DESA LAMAHALA JAYA KECAMATAN ADONARA TIMUR KABUPATEN FLORES TIMUR Leonard Lobo
Jurnal Gatranusantara Vol. 18 No. 1 (2020): April
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (945.616 KB)

Abstract

Masalah yang ada dalam penelitian “Perilaku Sosial Pekerja Anak Dibawah Umur Di Desa Lamahala Jaya Kecamatan Adonara Timur Kabupaten Flores Timur” antara lain 1) Faktor-faktor apa yang menjadi alasan anak dibawah umur dipekerjakan, 2) Bagaimana perilaku sosial anak di lingkungan keluarga, tempat kerja dan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk 1) Untuk mendeskripsikan faktor-faktor penyebab adanya pekerja anak dibawah umur di desa Lamahala Jaya 2) Untuk mendeskripsikan perilaku sosial pekerja anak di bawah umur pekerja anak dibawah umur di desa Lamahala Jaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kulaitatif. Hakikat penelitian kualitatif adalah mengamat orang dalam lingkungan hidupnya dalam berinteraksi dengan mereka, berusajha memahami bahasa dan taksiran mereka tentang dunia dan sekitarnya, mendekati atau berinteraksi dengan orang yang berhubungan dengan focus penelitian dengan tujuan mencoba memahami, menggali pandangan dan pengalaman mereka untuk mendapat informasi atau data yang diperlukan, dimana peran peneliti sebagai instrument dalam mengumpulkan dalam menggunakan pengamatan langsung, wawancara, studi dokumentasi. Penelitian ini tentang “Perilaku Sosial Pekerja Anak Dibawah Umur Di Desa Lamahala Jaya Kecamatan Adonara Timur Kabupaten Flores Timur”. Hasil penelitian menunjukan bahwa 1) faktor yang mempengaruhi anak adalah faktor internal dan faktor external, faktor internal adalah keinginan pribadi anak, sedangkan faktor externalnya adalah potensi alam dalam hal ini lokasi pekerjaan orangtua, lingkungan tempat tinggal, kebiasaan, kekerabatan dan ekonomi, 2) perilaku sosial anak anak di lingkungan keluarga kurang baik seperti kurangnya komunikasi dan lemahnya pengawasan orangtua pada anak, pada lingkungan kerja anak memiliki perilaku sosial yang kurang baik dimana komunikasi dan pergaulannya tidak berjalan dengan baik, dilingkungan masyarakat berhubungan dengan komunikasi dan kerjasama yang kurang baik sebab anak-anak lebih memilih untuk bergaul dengan teman kerja dan bertindak tidak sewajarnya seperti: merokok, miras , mengecat rambut, dan berkelahi dibandingkan melakukan hal positif dengan masyarakat lainnya. Berdasarkan beberapa hasil penelitian yang dikemukakan peneliti dapat dilihat bahwa anak-anak yang bekerja sangat mempengaruhi perilaku sosialnya baik dilingkungan keluarga, tempat kerja dan lingkungan masyarakat.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN AUDITORY INTELLECTUALLY REPETITION DENGAN METODE IMPROVE UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR FISIKA SISWA Antonius Suban Hali
Jurnal Gatranusantara Vol. 18 No. 1 (2020): April
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2297.448 KB)

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan desain penelitian pretest-posttest control group, yang dilaksanakan di SMA Negeri 12 Kupang pada bulan September-Oktober tahun ajaran 2018/2019. Adapun tujuan penelitian ini (1) Untuk mengetahui adanya perbedaan hasil belajar fisika siswa antara siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran Auditory Intellectually Repetition dengan metode Improve dengan siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran Visualization Auditory Kinestetic dengan metode Improve. (2) Untuk mengetahui hasil belajar fisika siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran Auditory Intellectually Repetition dengan metode Improve lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran Visualization Auditory Kinestetic dengan metode Improve. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMA Negeri 12 Kupang sedangkan yang menjadi sampel dalam penelitian ini terdiri dari dua kelas yaitu kelas XA sebagai kelas eksperimen yang terdiri dari 30 siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran Auditory Intellectually Repetition dengan metode Improve dan kelas XB sebagai kelas kontrol yang terdiri dari 30 siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran Visualization Auditory Kinestetic dengan metode Improve. Pengambilan sampel ini dilakukan secara acak (random sampling). Instrumen penelitian berupa soal tes hasil belajar dalam bentuk soal uraian. Hasil analisis menggunakan uji t dengan taraf signifikan α = 0,05 disimpulkan bahwa (1) terdapat perbedaan hasil belajar fisika yang signifikan antara siswa yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran Auditory Intellectually Repetition dengan metode Improve dengan siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran Visualization Auditory Kinestetic dengan metode Improve dimana ttabel= 2,00172<thitung=10,7797. (2) Hasil belajar fisika siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran Auditory Intellectually Repetition dengan metode Improve lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran Visualization Auditory Kinestetic dengan metode Improve dimana ttabel= 1,67155<thitung=10,7797. Kata Kunci : AIR, Visualization Auditory Kinestetic, Improve, Hasil Belajar

Page 1 of 1 | Total Record : 9