cover
Contact Name
Firdaus Annas
Contact Email
firdaus@uinbukittinggi.ac.id
Phone
+6285274444040
Journal Mail Official
humanisma.uinbukittinggi@gmail.com
Editorial Address
Data Center Building - Kampus II Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi. Jln Gurun Aua Kubang Putih Kecamatan Banuhampu Kabupaten Agam Sumatera Barat Telp. 0752 33136 Fax 0752 22871
Location
Kab. agam,
Sumatera barat
INDONESIA
HUMANISMA : Journal of Gender Studies
ISSN : 25806688     EISSN : 25807765     DOI : http://dx.doi.org/10.30983/humanisma
Core Subject : Humanities, Social,
HUMANISMA: Journal of Gender Studies (e-ISSN: 2580-7765 & p-ISSN: 2580-6688) is a Academic Journal Publication by Center for the Gender and Children Studies of State University for Islamic Studies (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, West Sumatra, Indonesia. It specializes in research on Gender and Child problems from a range of disciplines and interdisciplinary fields. The interdisciplinary approach in Gender studies is used as a method to discuss and find solutions to contemporary problems and gender and child issues. The topic covered by this journal includes fieldwork studies with different viewpoints and interdisciplinary studies in sociology, anthropology, education, politics, economics, law, history, literature, and others. The editorial team invites researchers, scholars, and Islamic and social observers to submit research articles that have never been published in the media or other journals
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 1 (2017): June 2017" : 7 Documents clear
KONSEP DIRI ANAK DITINJAU DARI JENIS KELAMIN DI PANTI ASUHAN KOTA PADANG Syawaluddin, Syawaluddin
HUMANISMA : Journal of Gender Studies Vol. 1 No. 1 (2017): June 2017
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/jh.v1i1.225

Abstract

ABSTRAK Konsep diri adalah gambaran yang dimiliki seseorang tentang dirinya baik yang bersifat fisik, sosial, maupun psikologis. Konsep diri dapat bersifat positif maupun negatif. Positif maupun negatifnya konsep diri ditentukan oleh penilaian individu sendiri berdasarkan persepsi tentang bagaimana orang mempersepsikannya. Seseorang yang merasa dirinya diterima akan cenderung memiliki konsep diri yang positif dan sebaliknya, orang yang merasa dirinya ditolak akan cenderung memiliki konsep diri yang negatif dan konsep diri memiliki tiga dimensi, salah satu ialah pengetahuan tentang diri sendiri, biasanya hal ini menyangkut, hal-hal yang bersifat dasar, seperti: usia, jenis kelamin, agama, ras, dan sebagainya, termasuk latar belakang tempat tinggal. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan konsep diri anak yang tinggal di panti asuhan ditinjau dari jenis kelamin. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif jenis deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian terungkap bahwa konsep diri anak ditinjau dari jenis kelamin laki-laki berada pada kategori sedang dengan persentase rata-rata sebesar 65.3%, sedangkan anak perempuan berada pada kategori sedang dengan persentase rata-rata sebesar 56.9%. Dalam pelayanan bimbingan dan konseling konselor bisa memberikan10 jenis layanan yang ada, yaitu: layanan orientasi, layannan informasi, layanan penempatan dan penyaluran, layanan penguasaan konten, layanan konseling individual, layanan bimbingan kelompok, layannan konseling kelompok, layanan mediasi, layanan konsultasi, dan layanan advokasi.
PENCULIKAN ANAK (ANTARA REALITAS DAN RESPONSIF NORMATIFNYA MENURUT PIDANA ISLAM) Daipon, Dahyul
HUMANISMA : Journal of Gender Studies Vol. 1 No. 1 (2017): June 2017
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/jh.v1i1.229

Abstract

Anak adalah amanah yang diberikan Allah SWT kepada manusia. Kehadirannya selalu dinantikan oleh setiap pasangan. Oleh karenanya orang tua berkewajiban untuk melindungi dan menjaga anaknya secara fisik dan fisikis sehingga terwujud rasa aman pada diri si anak. Disamping itu orang tua juga berkewajiban mendidik anaknya sehingga bisa mengantarkan anaknya menjadi insan kamil. Namun akhir-akhir ini rasa keamanan si anak kembali terusik dengan maraknya kasus penculikan terhadap si anak itu sendiri, mulai dari yang berumur balita sampai belasan tahun. Bahkan kuantitasnya selalu meningkat tahun demi tahun. Menurut Ketua Umum Komnas Anak, Arist Merdeka Sirait mengatakan: “bahwa pada tahun 2014 terjadi sebanyak 51 Kasus. Pada tahun 2015, kasus penculikan anak yang masuk ke lembaganya sebanyak 87 kasus. Untuk tahun 2016, jumlah kasus penculikan anak menjadi 112 kasus. Menurut Seto Mulyadi ada beberapa motif penculikan anak, di antaranya adalah: karena uang, pemerasan, mungkin juga dendam, mungkin masalah politik, mungkin juga eksploitasi seksual kemudian perdagangan anak sampai kepada diambil organ tubuhnya untuk diperdagangkan. Bagi Penculiknya menurut hukum Islam harus dikenai hukuman ta’zir baik berupa pidana penjara, denda, dan lain-lain.
STUDI KENABIAN PEREMPUAN DALAM PENAFSIRAN ALQURAN Abrar, Arsyad
HUMANISMA : Journal of Gender Studies Vol. 1 No. 1 (2017): June 2017
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/jh.v1i1.240

Abstract

Tulisan ini membuktikan bahwa kenabian perempuan adalah sesuatu yang legal dalam Alquran. Hal tersebut pada dasarnya adalah hasil dari penelitian penulis terhadap pemikiran al-Qurt}u>bi> yang berkaitan dengan kenabian perempuan. Al-Qurt}u>bi> menampilkan pola penafsiran yang berbeda dengan para mufasir semasanya. Meskipun apa yang dipraktekan oleh al-Qurt}u>bi> cenderung mengarah kepada penafsiran tekstual. Dalam penelitian ini juga membuktikan bahwa penafsiran tekstual tersebut tidaklah semata-mata kembali pada makna dasar kata, harus juga dikuatkan dengan sumber-sumber yang valid. .
PENELANTARAN HAK-HAK ANAK AKIBAT PERNIKAHAN PADA USIA DINI Januar
HUMANISMA : Journal of Gender Studies Vol. 1 No. 1 (2017): June 2017
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/jh.v1i1.243

Abstract

The aims of child protection is enable children to grow and develop optimally. The responsibility and protection of the children lies on their parents. Therefore, the parents are the spearhead of child protection as stated in the Law on Human Rights (pasal 26 paragraph 2). There are many crime in children such as child sexual violence and malnutrition. Moreover, children also get violence from parents and people closest. In other case, children are forced to earn money eventhough they should go to school. One causal factor influencing is the lack of knowledge from their parents and the readiness of the financial. In addition, this condition is often experienced by families from early-age marriage. Perlindungan terhadap anak bertujuan agar anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal. Tanggung jawab dan perlindungan anak terletak pada orang tua, maka orang tualah yang menjadi ujung tombak perlindungan anak sebagaimana yang tercantum dalam Undang-undang tentang Hak Asasi Manusia pasa 26 ayat 2. Banyak terjadi kasus penelantaran hak-hak anak seperti kasus kekerasan seksual anak juga sering dijadikan ekspose ekonomi keluarga seharusnya anak bersekolah akan tetapi anak harus dibebani untuk mencari nafkah keluarga, anak memperoleh tindakan kekerasan dari orang tua serta orang terdekat, tidak terpenuhinya kesehatan dan gizi yang baik. Kondisi seperti ini terjadi salah satunya karena bekal pengetahuan dari orang tuanya yang kurang serta kesiapan dari material yang belum ada. Kondisi ini sering dialami oleh keluarga dari pasangan yang menikah pada usia dini.
SEKSUALITAS DALAM ALQURAN (tinjauan Deskriptif Analitis Ayat-ayat Alquran) Rezi, Muhamad; Zubir, Muhammad
HUMANISMA : Journal of Gender Studies Vol. 1 No. 1 (2017): June 2017
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/jh.v1i1.256

Abstract

Alquran is the last Holy Book which is sent down by Allah as the Guide Book for whole human-being. It concludes any aspects. Not only for Moslems, Alquran actually also aimed for any creatures in the universe. This is the actual meaning of rahmatan lil ‘âlamiyn (Islam comes as the mercy for all). To prove it, deep researches and develop observations are needed. Especially, it has to be done in Alquran as a main source of Islam. On of the aspect that has explained in Alquran is sexuality. Sexuality in this paper means anything related to sex such as human lust, genitals, and sexual contacts. In Alquran, terms of sexuality are mentioned in many verses in different surahs. This paper purposed to explain the Alquran verses of sexuality. The methodology that applied in this paper is library research with descriptive-analityc approach. Furthermore, this paper was explained by combining alquran exegesis explanation methods; Mawdhû’iy (Thematic) and Comparative (Muqâran).   Alquran adalah Kitab suci terakhir yang diturunkan Allah untuk menjadi buku petunjuk bagi seluruh umat manusia dalam segala hal. Tidak hanya bagi umat Islam, Alquran sejatinya ditujukan bagi seluruh alam. Itulah yang dimaksud dengan Islam rahmatan lil ‘âlamiyn (Islam adalah berkah bagi seluruh alam). Untuk membuktikannya, diperlukan penelitian mendalam dan berkembang terhadap seluruh sumber-sumber keIslaman khususnya Alquran sebagai sumber utama. Salah satu aspek yang terpaparkan dalam Alquran adalah seksualitas. Seksualitas yang dimaksud adalah segala hal yang berhubungan tentang kelamin seperti nafsu seks, kelamin,hingga kontak kelamin. Di dalam Alquran, term-term terkait seksusalitas tersebut dijelaskan pada banyak ayat di surat-surat berbeda. Tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan tentang ayat-ayat tersebut dengan menggunakan pendekatan deskriptif analitis. Tulisan ini juga bersifat penelitian pustaka dengan menggunakan metode penyajian tafsir Alquran kombinasi antara Tematik dan Komparatif.
POLA ASUH DEMOKRATIS SEBAGAI SOLUSI ALTERNATIF PENCEGAHAN TINDAK KEKERASAN SEKSUAL PADA ANAK Arjoni
HUMANISMA : Journal of Gender Studies Vol. 1 No. 1 (2017): June 2017
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/jh.v1i1.266

Abstract

Anak merupakan anugerah Allah yang diamanahkan kepada Orang tua. Anak hendaknya dijaga, diasuh dan dididik menjadi pribadi yang memiliki karakter cerdas, dan kekuatan spiritual keagamaan tangguh dan produktif. Beberapa ekade melalui berbagai media informasi yang tersebar diketahui marak terjadi kekerasan seksual terhadap anak-anak. PERMEN PPPA RI No 06 tahun 2011 tentang panduan pencegahan kekerasan terhadap anak di lingkungan keluarga, masyarakat, dan lembaga pendidikan menegaskan;“upaya pencegahan kekerasan terhadap anak diantaran dilakukan oleh keluarga”.Tujuan penelitian dimaksudkan mengetahui solusi alternatif pencegah tindak kekerasan pada anak yang diantaranya melalui pola asuh demokratis. Metodologi penelitian ini studi kepustakaan dengan metode analisis deskrftif yakni mengumpulkan data, menyusun atau mengklasifikasi, menganalisis, dan menginterpretasi data bersumber dari hasil penelitian, jurnal, artikel, buku, ensklopedi, dan sumber kepustakaan lainya. Hasil penelitian mengungkapkan perlakuan orang tua melalui pola asuh demokratis berbasis kekuatan spiritual keagamaan sebagai solusi alternatif mencegah tindakan kekerasan seksual pada anak. Adapun perlakuan yang dimaksud yakni orang tua suka berdiskusi dengan anak, mendengarkan keluhan anak, memberi tanggapan, komunikasi yang baik, tidak kaku/luwes. Dengan demikian diharapkan implementasi pola asuh tersebut mampu mencegah terjadinya tindak kekerasan pada anak.
AKTIFITAS ISTRI PENCETAK BATU-BATA MEMBANGUN EKONOMI KELUARGA DAN FAKTOR-FAKTOR YANG PEMPENGARUHINYA DI NAGARI TANJUNG BETUNG KABUPATEN PASAMAN Kenedi, Jon
HUMANISMA : Journal of Gender Studies Vol. 1 No. 1 (2017): June 2017
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/jh.v1i1.277

Abstract

Di nagari Tanjung Betung, sebagian besar para istri bekerja mencetak batu-bata. Tulisan ini mendeskripsikan aktifitas para istri di nagari tersebut dalam mencetak batu-bata dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Analisis dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif. Hasil Analisis menemukan bahwa sebagian besar para istri yang bekerja mencetak batu bata di Tanjung Betung ini adalah untuk memenuhi kebutuhan keluarga, baik karena pendapatan keluarga menurun maupun karena pengeluaran keluarga yang meningkat. Kata Kunci : istri, mencetak batu-bata, ekonomi keluarga.

Page 1 of 1 | Total Record : 7