cover
Contact Name
ASTARI WULANDARI
Contact Email
astari@untagsmg.ac.id
Phone
+6285727840001
Journal Mail Official
astari@untagsmg.ac.id
Editorial Address
Jln Bendan Dhuwur, Kecamatan Gajahmungkur, Semarang, Provinsi Jawa Tengah
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
SARGA
ISSN : 08534748     EISSN : 29617030     DOI : https://doi.org/10.56444/sarga.v16i2
Core Subject : Engineering,
SARGA: Journal of Architecture and Urbanism, Journal of interdisciplinary studies in Architecture and Urbanism requires minimal justification. At a time when architecture and urban planning are undergoing substantial changes with the corresponding reconversion of the nature of professional and research activity, the proliferation of academic publications, sometimes with traditional formats and approaches, is somewhat paradoxical. SARGA: Journal of Architecture and Urbanism is published 2 (two) times a year in January and Juli
Articles 228 Documents
Karakteristik Arsitektur Kolonial pada Bangunan Ex-Pengadilan Negeri Semarang Ghani Sayid Hamzah; Astari Wulandari
SARGA: Journal of Architecture and Urbanism Vol. 16 No. 1 (2022): January 2022
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bangunan “Ikan Bakar Cianjur” Semarang merupakan salah satu bangunan bergaya arsitektur Belanda yang dibangun di tanah Jawa. Arsitektur indische Belanda merupakan arsitektur yang memadukan antara budaya Barat dan Timur. Arsitektur indische Belanda hadir melalui karya arsitek Belanda dan diperuntukkan bagi bangsa Belanda yang tinggal di Indonesia, pada masa sebelum kemerdekaan. Bangunan “Ikan Bakar Cianjur” Semarang dibangun pada tahun 1760, dan bangunan ini merupakan salah satu bangunan tertua di kawasan Kota Lama Semarang. Fungsi awal bangunan ini adalah kantor pengadilan (Rad Van Justitie), kemudian menjadi Gedung Pengadilan Negeri Semarang pada masa Orde Baru, pada tahun 2006 dikonservasi dan dimanfaatkan sebagai rumah makan (adaptive reuse). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik gaya arsitektural indische Belanda pada bangunan ‘Ikan Bakar Cianjur’ Semarang. Agar terjaga keasliannya dan dijadikan sebagai pendataan bangunan cagar budaya sebagai langkah awal untuk dilestarikan. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif-rasionalistik dengan metode deskriptif, yaitu mendeskripsikan objek pada bangunan “Ikan Bakar Cianjur” Semarang dan menganalisa gaya dan karakter bangunan dari masa ke masa. Hasil penelitian merupakan temuan karakteristik pada bangunan “Ikan Bakar Cianjur” Semarang terhadap outline, irama pada arsitektur dan interior bangunan, dan kualitas bangunan yang dapat dimanfaatkan The "Ikan Bakar Cianjur" Semarang building is one of the Dutch architectural-style buildings built in Java. Indische Dutch architecture is an architecture that combines Western and Eastern cultures. Indische Dutch architecture comes from the work of Dutch architects and is intended for the Dutch who lived in Indonesia, in the pre-independence period. The "Ikan Bakar Cianjur" Semarang building was built in 1760, and this building is one of the oldest buildings in the Old Town area of ​​Semarang. The initial function of this building was a court office (Rad Van Justitie), then it became the Semarang District Court Building during the New Order era, in 2006 it was conserved and used as a restaurant (adaptive reuse). This study aims to determine the characteristics of the Dutch Indische architectural style in the 'Ikan Bakar Cianjur' Semarang building. Maintaining its authenticity and serving as a data collection on cultural heritage buildings is the first step to being preserved. This study uses qualitative-rationalistic research with descriptive methods, namely describing objects in the "Ikan Bakar Cianjur" Semarang building and analyzing the style and character of the building from time to time. The results of the study are characteristic findings of the "Ikan Bakar Cianjur" Semarang building on the outline, the rhythm of the architecture and interior of the building, and the quality of the building that can be utilized.
Karakteristik Aktivitas Pengguna Ruang Terbuka Publik di Alun-Alun Purworejo: Characteristics of Open Space Users Activity in Alun-Alun Purworejo Ifalia Lutfiah; Astari Wulandari; I Wayan Andhika Widiantara
SARGA: Journal of Architecture and Urbanism Vol. 17 No. 2 (2023): July 2023
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/sarga.v17i2.342

Abstract

Alun-Alun Purworejo sebagai ruang terbuka publik merupakan alih fungsi sejak didirikan pada tahun 1830 digunakan sebagai kerperluan latihan militer dan kini sebagai ruang terbuka publik. Selain letaknya yang strategis, kehadirannya berfungsi sebagai pusat pemenuhan kebutuhan sarana interaksi masyarakat. Maka dari itu, dilakukan penelitian dengan metode deskriptif kualitatif dan memanfaatkan teknik observasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik aktivitas pengguna ruang terbuka publik di Alun-Alun Purworejo dengan melakukan pembagian zonasi menjadi empat zona. Dengan adanya keragaman aktivitas, fungsi Alun-Alun Purworejo sebagai ruang terbuka publik terpenuhi dengan intensitas aktivitas paling tinggi terdapat pada zona 1. Perubahan fungsi dari Alun Alun Purworejo terjadi sesuai dengan perubahan kebutuhan pengguna ruang publik kawasan perkotaan. Klasifikasi aktivitas yang terdiri dari;  aktivitas proses dominan pada area kulit luar, aktivitas transisi dominan pada kulit dalam, dan aktivitas fisik pada area inti. Meskipun demikian perlu perhatian lebih terhadap aspek filosofi, makna, dan kontekstualitas dalam proses desain dan penataan Alun – Alun Purworejo dimasa yang akan datang.
Penataan Kawasan Wisata Pantai Pasir Putih Dalegan dengan Pendekatan Sustainable Tourism: Reorganized The Pasir Putih Beach Tourism With Sustainable Tourism Approach Rhisa Aidilla Suprapto; Rona Rafidah Salsabila
SARGA: Journal of Architecture and Urbanism Vol. 17 No. 1 (2023): January 2023
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/sarga.v17i1.389

Abstract

Kawasan wisata pantai Pasir Putih merupakan salah satu destinasi wisata di Kota Gresik, destinasi yang terletak di Desa Dalegan Kecamatan Panceng Kota Gresik ini memiliki lokasi yang strategis yaitu dekat dengan banyak destinasi wisata. Berdasarkan kondisi yang ada, Destinasi ini memiliki banyak potensi diantaranya memiliki panorama laut yang indah, jenis pasir putih dan lembut, serta ombak yang tenang sehingga cocok untuk mengembangkan objek wisata yang menarik wisatawan untuk berkunjung, serta keunggulan utama berupa sumber daya alam yang melimpah dan mendukung. Selain itu, terdapat beberapa permasalahan di lokasi yang memerlukan penataan ulang antara lain penataan parkir dan kemacetan yang disebabkan oleh pariwisata, infrastruktur yang kurang memadai, massa bangunan dan pemandangan di kawasan wisata yang kurang tertata dan tidak memiliki konsep. Zonasi yang berantakan dan beberapa area tidak memiliki fungsi khusus. Dengan potensi dan permasalahan yang ada, penerapan pendekatan Pariwisata Berkelanjutan diharapkan mampu menjawab permasalahan yang ada dan menjadi wadah bagi segala rencana kegiatan yang fokus pada ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Desa Dalegan, sosial budaya, dan lingkungan di kawasan wisata dan sekitarnya.
Desain Gedung Kampus II Universitas AMIKOM Yogyakarta dengan Konsep Arsitektur Berkelanjutan: Design Of Campus II Building, University Of AMIKOM Yogyakarta With Sustainable Architecture Concept Muhammad Rifqi Zuchrufando; Rhisa Aidilla Suprapto
SARGA: Journal of Architecture and Urbanism Vol. 17 No. 1 (2023): January 2023
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/sarga.v17i1.390

Abstract

Universitas merupakan suatu institusi berbasis pendidikan tinggi, dan disebut juga sebagai perguruan tinggi. Sebuah tempat yang menyajikan gelar akademis bagi para mahasiswa di berbagai bidang. Universitas terdiri atas fakultas yang menyelenggarakan pendidikan ilmiah dan/atau profesional dalam disiplin ilmu tertentu. Fakultas sendiri merupakan bagian divisi dari Universitas yang memiliki beberapa jurusan/program studi yang tersedia. Fakultas sendiri merupakan kata serapan yang berasal dari Bahasa Belanda, yaitu faculteit, yang berarti bagian dari administratif pada perguruan tinggi ataupun universitas yang menaungi beberapa bidang/jurusan. Sementara itu, 50% mahasiswa baru diterima di kampus swasta. Universitas Amikom Yogyakarta merupakan nama dari sebuah Universitas Swasta yang ada di Yogyakarta. Dan sekarang Universitas AMIKOM Yogyakarta merupakan kampus swasta yang baru saja memiliki 2 fakultas baru, yaitu Fakultas Sains dan Teknologi, dan Fakultas Ekonomi dan Sosial, pada tahun 2017 lalu. Dengan adanya fakultas baru, kebutuhan mahasiswa juga harus diperhatikan oleh pihak kampus. Berkaitan dengan fasilitas yang diharapkan, adapun pendekatan arsitektur berkelanjutan menjadi sebuha konsep pada bangunan Kampus 2 Universitas Amikom Yogyakarta. Perlu penambahan fasilitas gedung baru bagi Kampus Universitas Amikom Yogyakarta, mengenai material pada bangunan yang akan digunakan nantinya diharapkan bisa mengurangi dampak buruk bagi sekitar, misalnya penggunaan material yang lebih hemat energi, alami, dan mudah dijangkau
Review Emotiv Pada Pengamatan Mood Afek Terhadap Desain Interior Ruang Isolasi COVID : Emotiv Review On Mood Affective Observations On The Interior Design Of Covid Isolation Rooms Ridha Wahyutomo; Prasasto Satwiko
SARGA: Journal of Architecture and Urbanism Vol. 17 No. 1 (2023): January 2023
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/sarga.v17i1.405

Abstract

Meningkatkan angka kejadian COVID-19 telah memberikan arahan bagi rumah sakit untuk mengadakan ruang rawat inap isolasi. Perhatian pada ruang isolasi di rumah sakit, terutama terkait desain dan juga fungsi mental healing bagi pasien. Di sisi lain masih ada hal yang belum banyak digali terkait pengamatan fungsi jiwa mood dan afek melalui pendekatan non psikiatri atau pendekatan fisiologi. Emotiv dipergunakan sebagai alat pengamatan fisiologi otak berbasis, sistem EEG (Electroencephalography). Emotiv menerapkan metode perekaman, aktifitas gelombang kelistrikan otak tanpa invasi jaringan, yaitu pemasangan elektroda pada permukaan kulit kepala. Gelombang kelistrikan ini muncul seiring aktivitas sel-sel otak. Secara keseluruhan, tujuan dari penulisan ini adalah untuk memberikan penjelasan teoritis mengenai perangkat emotive untuk konteks penelitian dan eksperimen terkait mood dan afek pasien saat mendapatkan perawatan inap di ruang isolasi COVID-19. Penulisan ini merupakan review literatur dengan menggunakan beberapa sumber Pustaka serta hasil penelitian terkait alat EEG, alat emotiv, dan fungsi jiwa mood dan afek. Semua sumber literatur akan disimpulkan dan disusun secara teoritis. Hasil yang akan diharapkan adalah penjelasan secara teoritis yang berurutan dan jelas terkait pemanfaatan emotiv pada pengamatan mood afek terhadap desain interior ruang isolasi.
Aspek Signifikan Langgam Kolonial Pada Bangunan Lawang Sewu Di Kota Semarang: Significant Aspects of Colonial Style in Lawang Sewu Building in Semarang City Choirul Amin; Adi Sasmito
SARGA: Journal of Architecture and Urbanism Vol. 17 No. 1 (2023): January 2023
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/sarga.v17i1.413

Abstract

Lawang Sewu merupakan suatu bangunan monumental yang ikonik di Kota Semarang, dimana keberadaannya tidak lepas dari perkembangan Kota Semarang, yakni keterkaitan dengan periode waktu pembangunannya pada waktu pendudukan Belanda di Indonesia, serta fungsinya pada waktu itu sebagai sebuah kantor perusahaan kereta api, dan juga letaknya yang stategis di jantung Kota Semarang. Berkaitan dengan periode waktu pembangunan, fungsinya dan juga letaknya, ditengarai sebagai dugaan awal gaya bangunan lawang sewu merupakan perpaduan antara bangunan klasik eropa yang telah disesuaikan dengan iklim tropis di Indonesia yang kemudian kita kenal dengan langgam kolonial. Tujuan penelitian ini adalah membuktikan seberapa dalam aspek signifikan sebuah langgam atau gaya arsitektur kolonial pada sebuah bangunan ikonik di Kota Semarang yaitu Lawang Sewu. Ruang lingkup obyek material penelitian ini adalah bangunan lawang sewu, sedangkan ruang lingkup formal penelitian ini adalah pembuktian seberapa dalam langgam kolonial signifikan pada bangunan Lawang Sewu. Hasil dari penelitian ini adalah bukti kedalaman atau signifikansi langgam atau gaya arsitektur kolonial pada sebuah bangunan ikonik di Kota Semarang yaitu Lawang Sewu.
Pola Pemanfaatan Fasilitas Umum Rumah Susun Sewa Pekunden: Utilization Pattern of Public Facilities for Pekunden Rental Flats Taufiq Rizza Nuzuluddin; Muhamad Bagus Amrullah
SARGA: Journal of Architecture and Urbanism Vol. 17 No. 1 (2023): January 2023
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/sarga.v17i1.414

Abstract

Rumah Susun Pekunden Kota Semarang merupakan salah satu solusi wadah bermukim dengan konsep hunian vertikal hunian untuk lahan kota yang terbatas. Di dalam Rusunawa Pekunden dilengkapi dengan berbagai fasilitas umum sebagai penunjang aktivitas sosialisasi penghuninya. Pada dasarnya pemanfaatan fasilitas umum pada kompleks Rusunawa Pekunden dapat memberikan keleluasaan penghuni Rusunawa untuk berkomunikasi satu dengan yang lain. Tujuan dari penelitian ini di antaranya yaitu secara subektif untuk memenuhi tugas besar dalam menempuh mata kuliah Metode Penelitian Arsitektur dan secara objekstif untuk mengetahui kondisi, aktivitas, fasilitas, permasalahan umum di kompleks rumah susun Pekunden. Metode penelitian ini memiliki beberapa tahap yaitu tahap persiapan, berupa pengamatan terhadap lingkungan di Rusunawa Pekunden. Data pada tahap ini akan dijadikan sebagai bahan pada tahapan analisis, tahap analisis yaitu dihubungkannya antara fasilitas dan peruntukannya, dan tahap kesimpulan yaitu kesimpulan yang akan dijadikan acuan untuk pengelolaan Rusunawa. Hasil penelitian ini yaitu rusunawa Pekunden terdiri atas blok A, B, C, D, E, F, G, H dan I. Pada blok A, B, C, D, E merupakan zona untuk hunian warga rusunawa Pekunden, blok F dan I merupakan zona publik berupa masjid dan Taman Pekunden, zona semi publik adalah zona berupa lapangan olah raga, dan zona privat yaitu zona yang hanya diperuntukkan bagi penghuni rusunawa Pekunden berupa tempat parkir.
Konservasi Arsitektur Pada Bangunan Museum Wayang Jakarta: Architecture Conservation of Wayang Museum Jakarta Mega Yulita Nancy Ponggo; Astari Wulandari; Djudjun Rusmiatmoko
SARGA: Journal of Architecture and Urbanism Vol. 17 No. 1 (2023): January 2023
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/sarga.v17i1.415

Abstract

Bangunan Museum Wayang di Kawasan Kota Tua Jakarta ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya karena memiliki nilai penting dalam sejarah perkembangan kota dan bangsa. Maka dari itu, diperlukan upaya konservasi untuk mempertahankan keberadaannya sehingga nilai-nilai tersebut tidak hilang. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji upaya konservasi yang dilakukan terhadap bangunan Museum Wayang serta keseuiannya terhadap prinsip konservasi arsitektur. Penelitian dilakukan dengan menjabarkan upaya konservasi secara deskriptif-kualitatif melalui observasi dan studi pustaka. Secara keseluruhan, Museum Wayang telah menerapkan upaya konservasi yang tepat dengan mempertahankan signifikansi budaya dan tidak melakukan intervensi besar pada kondisi asli bangunan. Bentuk adaptive reuse pada Museum Wayang yang melibatkan kegiatan restorasi  atau rehabilitasi menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam mempertahankan bagunan bernilai sejarah ditengah – tengah pesatnya perkembangan lingkungan perkotaan yang dinamis.
Pemanfaatan Ruang Publik Di Kampung Lemak Mendak: Utilization of Public Space in the village of Lemah Mendak I Wayan Andhika Widiantara; Miftah Wijayanti; Ulin Nuha Bilangga
SARGA: Journal of Architecture and Urbanism Vol. 17 No. 1 (2023): January 2023
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/sarga.v17i1.417

Abstract

Kampung Lemah Mendak memiliki berbagai ruang publik yang ada di lingkungan itu. Dengan adanya ruang publik masyarakat secara tidak langsung juga telah memanfaatkan ruang tersebut dengan berbagai kegiatan mereka, terlebih lagi kampung ini tidak membatasi warganya untuk beraktivitas. Tetapi di kampung Lemah Mendak ini sangat diperlukan penataan ruang publik. Meskipun jumlah ruang terbuka di kampung Lemah Mendak sudah relatif cukup banyak, akan tetapi pemanfaatannya perlu diatur kembali karena seringkali aktivitas pemanfaatan ruang publik masih tidak pada tempat yang seharusnya. Selain aktivitas pemanfaatannya, ruang publik di kampung Lemah Mendak masih harus ditata sedemikian rupa agar sesuai dengan aktivitas kegiatan pemanfaatan ruang publik. Kurang optimalnya tersebut dikarenakan beberapa ruang publik masih hanya memiliki mono fungsi atau hanya terdapat satu fungsi saja, dimana suatu ruang publik sebaiknya terdapat beberapa macam fungsi dan kegiatan atau multi fungsi. Namun demikian, diperlukan penelitian lebih lanjut terkait pengkajian ketepatan dalam pemanfaatan ruang publik yang ada pada Kampung Lemah Mendak ini.
Pengukuran Peletakan dan Infrastruktur Menggunakan Metode UI Greenmetric (Studi Kasus : Kampus Universitas Amikom Yogyakarta): Measurement of Laying and Infrastructure Using the UI Greenmetric Method (Case Study: Amikom University Campus Yogyakarta) Nurizka Fidali
SARGA: Journal of Architecture and Urbanism Vol. 17 No. 1 (2023): January 2023
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/sarga.v17i1.418

Abstract

Pertambahan ruang beraktivitas dalam sebuah kampus dapat membawa perubahan fungsi lahan, baik dari sawah menjadi kawasan publik dan komersial, yang tentunya membawa dampak baik maupun buruk terhadap lingkungan. Untuk mengurangi permasalahan lingkungan tersebut, implementasi arsitektur hijau dapat diterapkan pada lingkup kawasan kampus, yang disebut dengan Kampus Hijau (Green Campus). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengkaji keberadaan salah satu indikator UI GreenMetric, yaitu Peletakan dan Infrastruktur di kampus Universitas Amikom Yogyakarta. Untuk mendapatkan data maka dilakukan observasi, pengukuran, dan wawancara. Data kemudian diolah menggunakan metode scoring. Berdasarkan pengumpulan dan analisis data menghasilkan bahwa kampus Amikom mendapatkan poin sebesar 300 poin. Secara keseluruhan, kekurangan Amikom adalah lahan yang kurang untuk vegetasi hutan, ruang terbuka yang dapat diresapi air.

Page 7 of 23 | Total Record : 228