cover
Contact Name
ASTARI WULANDARI
Contact Email
astari@untagsmg.ac.id
Phone
+6285727840001
Journal Mail Official
astari@untagsmg.ac.id
Editorial Address
Jln Bendan Dhuwur, Kecamatan Gajahmungkur, Semarang, Provinsi Jawa Tengah
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
SARGA
ISSN : 08534748     EISSN : 29617030     DOI : https://doi.org/10.56444/sarga.v16i2
Core Subject : Engineering,
SARGA: Journal of Architecture and Urbanism, Journal of interdisciplinary studies in Architecture and Urbanism requires minimal justification. At a time when architecture and urban planning are undergoing substantial changes with the corresponding reconversion of the nature of professional and research activity, the proliferation of academic publications, sometimes with traditional formats and approaches, is somewhat paradoxical. SARGA: Journal of Architecture and Urbanism is published 2 (two) times a year in January and Juli
Articles 228 Documents
Model Optimasi  Penggunaan Lahan Metode Simulasi Site Plan Perumahan Menengah Ke Bawah Berkonsep Green Area Berwawasan Lingkungan dan Berkelanjutan Budi Santoso; Anita Rahmawati; Jalaluddin Mubarok; Rizky Ramadhan
SARGA: Journal of Architecture and Urbanism Vol. 20 No. 1 (2026): January 2026
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/sarga.v20i1.3162

Abstract

Model ini diaplikasikan pada Perumahan Green pakis Regency  (PT. Altofindo Sentosa) melalui proses simulasi, berkonsep “Green Area berwawasan lingkungan dan berkelanjutan. Hal ini sesuai dengan Undang-Undang No. 32 Tahun 2009 yaitu melindungi lingkungan hidup dan mendukung implementasi target SDGs yang terkait dengan lingkungan, memberikan ruang lebih pada kawasan hijau, menggunakan energi berwawasan yang tidak memicu terjadinya lonjakan carbon, penggunaan material ramah lingkungan. Konsep perencanaan site plan mempertimbangkan kawasan rumah sehat yaitu memberi porsi yang cukup terhadap  ventilasi, pencahayaan, kepadatan hunian. Tujuan dari penelitian ini dengan program “Excel RAB-Pro” mendapatkan model site plan perumahan yang optimal, dari instrumen biaya  perumahan. Metode Penelitian adalah model simulasi site plan dengan merencanakan 3 alternatif untuk rumah type 40, 45, 70 (1 lantai), 68 dan78 (2 lantai) dan Ruko type 90 (2 lantai). Ketiga alternatif site plan tersebut kita ajukan ke perijinan untuk diproses, dievaluasi yang hasilnya ditetapkan satu untuk disetujui dan disyahkan untuk diaplikasikan ke proyek. Instrumen dari biaya meliputi  : biaya tidak langsung, biaya langsung, profit dan biaya penambahan SDGs meliputi eco drainage berupa sumur resapan, penggunaan material sirap dari kayu merbau untuk atap bangunan masjid, penggunaan energi ramah lingkungan untuk penerangan jalan solar panel dan solar water heater yaitu pemanfaatan energi matahari guna memanaskan air untuk kamar mandi.
Optimalisasi Fasad Untuk Kenyamanan Termal Melalui Aliran Udara: Studi Kasus Masjid Quwwatul Islami, Yogyakarta M. Fatahila Surya Asmara; Dyah Hendrawati; Florino Piscal Akbar
SARGA: Journal of Architecture and Urbanism Vol. 20 No. 1 (2026): January 2026
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/sarga.v20i1.3172

Abstract

Kenyamanan termal dalam ruangan sangat penting untuk efektivitas kinerja pengguna ruang, terutama bangunan masjid yang digunakan untuk beribadah oleh banyak orang. Sistem peghawaan alami yang memanfaatkan aliran udara dan desain fasad yang baik sangat berperan dalam menciptakan lingkungan yang nyaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan fasad Masjid Quwwatul di Yogyakarta guna mencapai kenyamanan termal. Metode simulasi menggunakan perangkat lunak Autodesk CFD untuk mengukur kecapatan udara sebagai variabel kenyamanan termal, dan menggunakan CBE untuk mengukur kenyamanan termal pada ruang ibadah. Hasil menunjukkan bahwa fasad eksisting belum mencapai kenyaman termal, dengan aliran udara masuk hanya sebesar 0,74 m/s. Alternatif desain fasad diperlukan untuk meningkatkan aliran udara. Alternatif 1 dapat meningkatkan aliran udara menjadi 1,22 m/s dengan memperbesar bukaan sebesar 13% dan menggunakan sistem ventilasi silang, sehingga dikategorikan sebagai nyaman hangat. Alternatif 2 dapat meningkatkan aliran udara menjadi 1,3 m/s dengan memperbesar bukaan sebesar 19% serta menggunakan sistem bodycooling dan ventilasi silang, sehingga masuk ke dalam kategori nyaman hangat.
Kajian Elemen Fisik Sebagai Kriteria Desain Lanskap Ekosistem Taman Burung Di Taman 3 Generasi, Balikpapan Reny Rachmawati
SARGA: Journal of Architecture and Urbanism Vol. 20 No. 1 (2026): January 2026
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/sarga.v20i1.3173

Abstract

Taman burung di kawasan perkotaan merupakan salah satu strategi integrasi lanskap ekosistem yang mampu mendukung keberlanjutan lingkungan sekaligus meningkatkan kualitas ruang hijau kota. Penelitian ini mengkaji Taman 3 Generasi Balikpapan sebagai studi kasus untuk mengevaluasi sejauh mana elemen desain lanskapnya memenuhi kriteria taman burung yang ramah ekosistem. Dengan menggunakan metode kualitatif melalui observasi langsung dan analisis, penelitian menilai aspek struktural (jalur, kontur, elemen air, tempat berlindung, dan fasilitas pendukung) serta aspek vegetatif (jenis dan fungsi vegetasi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar elemen fisik Taman 3 Generasi telah sesuai dengan prinsip desain taman burung, terutama pada keberadaan elemen air, rumah burung, serta vegetasi yang menyediakan sumber makanan dan tempat berlindung. Namun, keterbatasan variasi kontur dan spesies tanaman tertentu masih menjadi faktor yang perlu ditingkatkan untuk memperkuat fungsi ekologisnya. Penelitian ini menegaskan bahwa Taman 3 Generasi memiliki potensi sebagai model integrasi desain lanskap ekosistem pada taman burung perkotaan, sekaligus memberikan kontribusi bagi konservasi biodiversitas dan peningkatan kualitas lingkungan hidup di kawasan urban.
Pengaruh Bentuk Bukaan Terhadap Kondisi Thermal Bangunan Masjid Jami Al-hurriyah Fadilawati Khairunnisa; Lia Rosmala Schiffer; Agus Dharma; Yonav Partana
SARGA: Journal of Architecture and Urbanism Vol. 20 No. 1 (2026): January 2026
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/sarga.v20i1.3183

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh bentuk bukaan terhadap kondisi termal bangunan Masjid Jami Al-Hurriyah di Jakarta Selatan. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan dukungan data kuantitatif sebagai data pendukung untuk memperkuat analisis kualitatif, bukan untuk pengujian statistik. Teknik pengumpulan data meliputi observasi lapangan, pengukuran suhu udara menggunakan termometer digital, serta analisis visual terhadap pola aliran udara pada setiap lantai bangunan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) bukaan yang terbatas di lantai dasar menyebabkansirkulasi udara tidak optimal dengan suhu berkisar antara 27,6–29,3°C; (2) penggunaan bukaan lebar berbahan kaca di lantai satu meningkatkan suhu ruang hingga 29,1°C akibat paparan radiasi matahari; dan (3) keberadaan bukaan vertikal berupa skylight di lantai dua mampu menciptakan mekanisme stack ventilation yang lebih efektif dengan suhu ruang berkisar antara 26,8–27,3°C. Meskipun demikian, seluruh lantai bangunan belum memenuhi standar kenyamanan termal berdasarkan SNI, yaitu 22,8–25,8°C. Implikasi dari penelitian ini menekankan pentingnya penerapan strategi desain pasif, seperti optimalisasiventilasi silang, pengendalian radiasi matahari melalui elemen peneduh, serta pemilihan material bangunan yang mampu mengurangi perpindahan panas, guna meningkatkan kenyamanan termal pada bangunan masjid di iklim tropis.
Arsitektur Therapeutic Pada Perencanaan Rumah Sakit Ibu dan Anak Di Kota Makassar Andi Fa'izah Nabilah Az-Zahra Salim; A. M. Akbar; Andas Budy
SARGA: Journal of Architecture and Urbanism Vol. 20 No. 1 (2026): January 2026
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/sarga.v20i1.3190

Abstract

Ketersediaan lahan yang minim di Kota Makassar menjadi salah satu faktor Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) tidak menghiraukan kondisi lingkungan yang ada di sekitarnya dan menjadi salah satu penyebab timbulnya gangguan kesehatan pada seseorang. Penerapan arsitektur therapeutic menjawab permasalahan yang dihadapi RSIA di Kota Makassar. Penerapan therapeutic  tidak hanya dapat dilakukan pada landscape atau ruang luar, akan tetapi dapat berupa desain interior dan elemen therapeutic itu sendiri seperti pencahayaan, warna, musik, ataupun sirkulasi. Dengan menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif, penelitian ini menghasilkan desain sebuah RSIA yang terukur dan mengedepankan lingkungan yang berfokus untuk menunjang proses interaksi yang dapat berdampak positif pada kesehatan mental dan fisik pengguna, terutama pasien ibu dan anak sehingga mempercepat proses penyembuhan. Penerapan arsitektur therapeutic pada RSIA dilakukan dengan menyesuaikan kebutuhan ruang bagi pengguna sehingga menciptakan ruang yang nyaman, dengan demikian penerapan konsep therapeutic pada RSIA dapat tercapai.
Pendekatan Arsitektur Tradisional Honai pada Perencanaan Kawasan Wisata Budaya Noken di Kota Jayapura Adelliya Sabila Putri Purbaya; A. M. Akbar; Andas Budy
SARGA: Journal of Architecture and Urbanism Vol. 20 No. 1 (2026): January 2026
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/sarga.v20i1.3214

Abstract

Budaya Noken memiliki arti kehidupan yang baik bagi masyarakat Papua dan telah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda oleh United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) yang merupakan cinderamata kerajinan tangan dan diminati oleh wisatawan yang berkunjung ke Papua. Sebagai Ibu Kota Provinsi, Jayapura memiliki banyak pengrajin noken yang memasarkan karyanya di trotoar dan hal tersebut mengakibatkan fungsinya tidak efisien karena belum adanya fasilitas yang dapat mewadahi kegiatan tersebut. Desain kawasan mengedepankan kenyamanan pengrajin dengan menonjolkan suasana tempat awal mula lahirnya budaya noken yaitu Arsitektur Tradisional Honai. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan kuantitatif sehingga menghasilkan desain Kawasan Wisata Budaya Noken yang dapat mewadahi kegiatan berbudaya yang sesuai dengan suasana tradisional daerah Papua dan nyaman bagi pengguna.
Kajian Citra Kota Bandar Lampung Berdasarkan Peta Kognitif Pengamat Tri Seprianto; Viata Viriezky; Puan Jati Megawati; Ahmad Baqir Adrian
SARGA: Journal of Architecture and Urbanism Vol. 20 No. 1 (2026): January 2026
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/sarga.v20i1.3276

Abstract

Perkembangan kota-kota berkembang di Indonesia ditandai oleh dinamika pertumbuhan fisik, peningkatan mobilitas, serta intensifikasi aktivitas sosial dan ekonomi yang sering kali berdampak pada perubahan citra dan keterbacaan ruang kota. Kota Bandar Lampung, sebagai ibu kota Provinsi Lampung dan gerbang utama Pulau Sumatera, mengalami kondisi tersebut seiring pesatnya perkembangan kawasan pusat kota dan perluasan wilayah permukiman ke arah pinggiran. Ketimpangan penguatan elemen visual dan ruang publik antar kawasan berpotensi menimbulkan fragmentasi citra kota, sehingga persepsi masyarakat terhadap struktur dan identitas ruang cenderung terpusat pada area tertentu saja. Dalam konteks ini, pemahaman mengenai bagaimana pengguna kota memaknai, mengingat, dan merepresentasikan ruang perkotaan menjadi penting untuk mengungkap pembentukan citra Kota Bandar Lampung secara menyeluruh. Pendekatan cognitive mapping dipandang relevan karena mampu menangkap persepsi spasial, pengalaman visual, serta makna simbolik yang terbentuk melalui interaksisehari-hari masyarakat dengan lingkungannya. Melalui pendekatan tersebut, penelitian ini mengkaji citra Kota Bandar Lampung berdasarkan persepsi pengamat untuk mengidentifikasi elemen-elemen ruang yang dominan, sekaligus memahami hubungan antara struktur fisik kota, pengalaman sosial, dan pembentukan identitas perkotaan.
Evaluasi Tingkat Kepuasan dan Prioritas Pemenuhan Infrastruktur Kawasan Candi Berdasarkan Persepsi Pekerja Agus Sarwo Edy Sudrajat; Akbar Diva Mahendra
SARGA: Journal of Architecture and Urbanism Vol. 20 No. 1 (2026): January 2026
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/sarga.v20i1.3343

Abstract

Pertumbuhan kawasan industri sebagai dampak urbanisasi turut mendorong peningkatan aktivitas ekonomi di Indonesia. Kawasan Industri Candi di Kota Semarang menjadi salah satu contohnya, namun belum sepenuhnya ditunjang oleh infrastruktur yang memadai. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi tingkat kepuasan dan prioritas pemenuhan infrastruktur berdasarkan persepsi pekerja. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif melalui survei terhadap 100 pekerja dari 111 perusahaan, dengan teknik multi-stage random sampling. Analisis data dilakukan menggunakan metode Customer Satisfaction Index dan Importance Performance Analysis. Hasil menunjukkan bahwa dari total infrastruktur yang dianalisis, sebelas telah memenuhi standar, empat cukup memenuhi, dan satu belum memenuhi pedoman teknis kawasan industri. Tingkat kepuasan pekerja terhadap ketersediaan dan kondisi infrastruktur mencapai 72% (kategori puas), sedangkan tingkat kesesuaian antara kepentingan dan kepuasan sebesar 99%. Meski demikian, lima infrastruktur jaringan jalan, jaringan air bersih, sistem pengolahan sampah, unit pemadam kebakaran, dan sarana Kesehatan masih memerlukan pemenuhan atau perbaikan segera. Temuan ini menjadi dasar rekomendasi bagi pengelola dan pemerintah untuk memprioritaskan pemenuhan infrastruktur, guna mendukung keberlangsungan industri dan kesejahteraan pekerja secara optimal.